Kisah Mustahik: Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD)

Suntikan Dana dari BAZNAS, Bantu Usaha Nasi Cokot Bu Sa'adatul Makin Berkembang

08/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Tulungagung – Sa'adatul Hanifah (38), ibu rumah tangga asal Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk sukses. Lewat usahanya yang dikenal dengan nama Yoiki Nasi Cokot Tulungagung, ia mampu meraih omzet harian hingga Rp500 ribu, berkat semangat pantang menyerah dan sedikit dukungan pembiayaan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD).

Usaha kuliner rumahan yang ia rintis sejak 2022 ini menyajikan berbagai menu sarapan khas dengan cita rasa rumahan dan harga terjangkau, total ada 12 varian mulai dari nasi cokot dengan teri terong, ayam kemangi, lodho, hingga cumi dan tuna, hanya Rp6.000 per porsi.

Berjualan di outlet sederhana yang letaknysa strategis dekat pondok pesantren, puskesmas, dan sekolah, Saadatul dibantu suaminya membuka lapak sejak pukul 05.30 pagi hingga sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB setiap hari, dengan pendapatan bersih mencapai 40% hingga 50% dari omset.

Keberhasilan ini tak lepas dari bantuan pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung pada Februari 2025 senilai Rp1,8 juta. Dana tersebut digunakan Sa’adatul untuk memperkuat produksi, membeli peralatan dapur, bahan baku, hingga memenuhi pesanan kue Lebaran. Selain itu, pada Juni 2025, ia juga menerima bantuan banner usaha yang digunakan untuk memperbarui tampilan outlet jualannya.

“Saya tidak pernah berharap banyak, yang penting usaha tetap jalan. Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS sangat membantu waktu itu dan datang di saat yang pas,” ujar Sa’adatul.

Manajer BMD Tulungagung, Imam Suyudi, menyampaikan bahwa program pembiayaan ini memang dirancang untuk menjangkau pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usahanya.

“Kami hadir untuk mendampingi dan memperkuat pelaku UMKM seperti Bu Sa'adatul. Tanpa bunga, tanpa jaminan, tapi berbasis kepercayaan dan tanggung jawab. Kami percaya bahwa dukungan kecil yang tepat bisa memberi dampak besar bagi ekonomi keluarga dan masyarakat,” ujar Imam.

Meski sempat menghadapi tantangan seperti penutupan outlet keduanya di sekitar RSUD dr. Iskak, semangat Sa’adatul tak luntur. Ia tetap optimistis untuk terus mengembangkan usaha, membuka cabang baru, bahkan merekrut karyawan di masa depan.

Dengan memanfaatkan strategi pemasaran online dan layanan pesan-antar, jangkauan usahanya pun semakin luas. Kini, Sa’adatul menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad kuat dan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa tumbuh dan menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.

KABUPATEN TULUNGAGUNG

Copyright © 2025 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ  |   2.2.12