
Berita Terkini
BAZNAS Tulungagung Gelar Upgrading dan Evaluasi, Perkuat Sinergi Program untuk Kesejahteraan Masyarakat
Mojokerto - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Upgrading dan Evaluasi Program BAZNAS Kabupaten Tulungagung di Grand Whiz Hotel Mojokerto, (11–12/9/26). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam rangka memperkuat kinerja kelembagaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H. M. Makrus Manan, S.P., M.M.
Upgrading merupakan bagian dari upaya penguatan internal organisasi melalui evaluasi, refleksi, dan peningkatan kapasitas seluruh jajaran BAZNAS. Melalui kegiatan ini, setiap program yang telah dilaksanakan dapat ditinjau kembali untuk melihat capaian, kendala, serta ruang perbaikan. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam menyusun langkah dan strategi agar program BAZNAS ke depan semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi SDM yang dimiliki BAZNAS Tulungagung.
“Kita di BAZNAS Tulungagung memiliki SDM yang terbatas, jadi harus bisa kita jadikan keunggulan dan kita maksimalkan.”
Menurutnya, keterbatasan jumlah personel tidak seharusnya menjadi hambatan dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat. Sebaliknya, kondisi tersebut perlu menjadi dorongan bagi seluruh jajaran untuk bekerja lebih efektif, membangun kolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki.
Sementara itu, H. M. Makrus Manan, S.P., M.M., berharap BAZNAS Kabupaten Tulungagung dapat mengambil peran yang semakin besar dalam mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS memiliki posisi strategis dalam pengelolaan zakat, sehingga program-program yang dijalankan perlu memiliki keterkaitan dan keselarasan dengan arah pembangunan pemerintah daerah. Dengan demikian, zakat tidak hanya dipandang sebagai bentuk pemenuhan kewajiban keagamaan, tetapi juga dapat menjadi instrumen dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.
“Program yang ada di BAZNAS harus selaras dengan program pemerintah. Program BAZNAS harus menjadi instrumen penguatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan upgrading dan evaluasi ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan kelembagaan. Evaluasi program diharapkan tidak berhenti pada penilaian terhadap capaian, tetapi mampu melahirkan strategi baru yang lebih terukur, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ke depan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung diharapkan semakin solid dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, sekaligus mampu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan berbagai pihak.
Dengan SDM yang semakin kompeten, tata kelola yang semakin baik, serta program yang selaras dengan kebutuhan pembangunan, BAZNAS diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Tulungagung.
11/09/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
BAZNAS dan MUI Tulungagung Perkuat Sinergi Syiar dan Literasi ZIS
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menjalin silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor MUI Kabupaten Tulungagung, Selasa (8/9/2026), dan dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama pengurus MUI Kabupaten Tulungagung.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk membangun kolaborasi dalam upaya meningkatkan syiar, kajian, dan literasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tengah masyarakat Kabupaten Tulungagung. Dalam sinergi tersebut, MUI Kabupaten Tulungagung akan mengambil peran dalam menyampaikan edukasi dan syiar keagamaan mengenai ZIS kepada masyarakat.
Melalui kegiatan kajian dan literasi, masyarakat diharapkan semakin memahami zakat, infak, dan sedekah, baik dari sisi hukum dan nilai keagamaannya maupun manfaatnya bagi kehidupan sosial. Syiar yang dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat serta memperkuat budaya berbagi melalui infak dan sedekah.
Kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi ZIS di Kabupaten Tulungagung. Dengan adanya edukasi yang disampaikan melalui tokoh dan jaringan keagamaan, pesan tentang pentingnya ZIS diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas serta disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan umat.
Sinergitas antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan MUI Kabupaten Tulungagung diharapkan tidak berhenti pada pertemuan ini, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan dalam memperkuat syiar dan literasi ZIS. Dengan semakin meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat, diharapkan potensi zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung dapat semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kemaslahatan umat.
08/09/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gandeng KUA Pagerwojo, Dampingi Penyusunan Business Plan 10 Calon Penerima Manfaat PEU
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagerwojo dalam kegiatan pendampingan penyusunan rencana usaha (business plan) bagi calon penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) berbasis KUA. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam mendorong peningkatan taraf ekonomi masyarakat melalui skema pemberdayaan yang terintegrasi dengan layanan keagamaan di tingkat kecamatan.
Kegiatan berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Sebanyak 10 calon penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi umat mengikuti sesi pendampingan tersebut, dengan didampingi langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung dan penyuluh agama Kecamatan Pagerwojo.
Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali materi seputar penyusunan rencana usaha yang matang, mulai dari perencanaan modal, strategi pemasaran, hingga proyeksi keberlanjutan usaha. Pendampingan tersebut dirancang agar para calon penerima manfaat memiliki bekal yang memadai sebelum benar-benar menjalankan usaha yang akan diberikan bantuan modal oleh BAZNAS melalui Program PEU berbasis KUA.
Melalui program ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sinergi antara BAZNAS dan KUA kecamatan diharapkan dapat memperluas jangkauan program serta memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berdampak nyata.
Dengan adanya pendampingan penyusunan business plan ini, diharapkan ekonomi masyarakat penerima manfaat dapat terus meningkat secara bertahap, sekaligus memperkuat peran lembaga keagamaan di tingkat kecamatan sebagai mitra strategis dalam program pemberdayaan ekonomi umat.
07/09/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Tulungagung Hadiri Penutupan MTQ XXXII, Salurkan Santunan dan Paket Sembako
Tulungagung - Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menghadiri kegiatan Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Kabupaten Tulungagung 1448 H/2026 M yang ditutup langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., pada 6 September 2026.
Kehadiran Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam agenda tersebut menjadi bagian dari dukungan BAZNAS terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan syiar Islam di Kabupaten Tulungagung, khususnya dalam mendorong pembinaan serta pengembangan generasi Qur’ani.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Wachid turut terlibat dalam rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Tulungagung melalui pemberian santunan dan penyaluran bantuan paket sembako kepada anak yatim dan dhuafa. Sebanyak 10 penerima manfaat menerima santunan dan paket sembako sebagai bentuk kepedulian serta perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi amanah dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus upaya untuk menghadirkan kebermanfaatan secara langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan sosial yang dilaksanakan dalam momentum keagamaan, BAZNAS turut memperkuat nilai kepedulian dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan penutupan MTQ XXXII, Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pembinaan generasi Qur’ani. Apresiasi tersebut ditujukan kepada orang tua, guru, ustaz dan ustazah, pondok pesantren, lembaga pendidikan Al-Qur’an, para pembina, dewan hakim, serta seluruh panitia penyelenggara.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., mengapresiasi terselenggaranya MTQ XXXII sebagai momentum untuk memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. Menurutnya, pembinaan generasi Qur’ani membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap kehadiran dan kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat, baik dalam mendukung kegiatan keagamaan maupun membantu masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga terus mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas kebermanfaatan program BAZNAS serta mewujudkan pengelolaan dana ZIS yang semakin memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulungagung.
06-09-2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Perkuat Syiar ZIS, Pimpinan BAZNAS Tulungagung Bangun Sinergi Bersama MUI
Tulungagung - Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung melakukan silaturahmi dan membangun sinergitas bersama pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung, Selasa (8/9/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor MUI Kabupaten Tulungagung.
Silaturahmi ini menjadi bagian dari agenda pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam memperkuat komunikasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya dalam upaya meningkatkan literasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Tulungagung.
Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan MUI Kabupaten Tulungagung membahas rencana sinergi dalam bidang kajian dan literasi ZIS. Melalui kerja sama ini, MUI akan berperan dalam penguatan syiar dan edukasi ZIS kepada masyarakat, dengan dukungan pendanaan dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat serta memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah. Kajian dan syiar yang dilakukan melalui lingkungan keagamaan diharapkan mampu menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan ZIS.
Bagi pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung, membangun sinergitas dengan MUI merupakan salah satu langkah penting untuk memperkuat ekosistem perzakatan di daerah. Kolaborasi antara lembaga zakat dan ulama diharapkan mampu menghadirkan edukasi ZIS yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong optimalisasi potensi ZIS di Kabupaten Tulungagung.
Melalui silaturahmi dan sinergi yang terus dibangun, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap kerja sama bersama MUI dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan pemahaman serta kesadaran masyarakat terhadap zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat.
08-09-2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Pimpinan BAZNAS Tulungagung Berikan Pembekalan kepada 20 Penerima Beasiswa SKSS 2026
Tulungagung - Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung memberikan pembekalan dan orientasi kepada 20 mahasiswa penerima Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026, Rabu (3/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh orang tua atau wali masing-masing penerima beasiswa. Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam memberikan pemahaman mengenai komitmen, tanggung jawab, serta pentingnya memanfaatkan kesempatan pendidikan yang telah diberikan melalui program SKSS.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa para mahasiswa penerima Beasiswa SKSS merupakan orang-orang terpilih yang telah mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Kalian semua yang berada di sini adalah orang-orang yang terpilih. Ini adalah awal investasi kalian, jadi manfaatkan sebaik mungkin kesempatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, masa perkuliahan harus dimanfaatkan tidak hanya untuk mengejar gelar akademik, tetapi juga untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas diri sebagai bekal menghadapi masa depan.
Dalam pembekalan tersebut, para penerima beasiswa juga diingatkan untuk menjaga komitmen dan memprioritaskan pendidikan hingga menyelesaikan studi. Mahasiswa penerima SKSS diharapkan untuk tidak menikah terlebih dahulu selama masih menjalani pendidikan agar dapat tetap fokus dalam menimba ilmu hingga lulus kuliah.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Maliki, menyampaikan bahwa ilmu menjadi salah satu bekal utama untuk meraih keberhasilan serta memberikan manfaat bagi sesama.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Dan kuncinya adalah ilmu. Siapa yang ingin sukses dunia dan akhirat, modalnya juga dari ilmu,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap para penerima Beasiswa SKSS Tahun 2026 dapat menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh, menjaga komitmen, serta menyelesaikan studi hingga meraih gelar sarjana. Ke depan, mereka diharapkan dapat menjadi generasi yang berilmu, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.
03-09-2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berita Pendistribusian

BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pembangunan Atap Rumah Warga Winong
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui penyaluran bantuan pembangunan atap rumah kepada Budi Hartono, warga Desa Winong, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. (9/9/20)
Bantuan sebesar Rp3.000.000,- tersebut disalurkan secara langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Moh. Fatah Masrun, M.Si. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan dan perbaikan atap rumah penerima manfaat agar menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati.
Dalam kesempatan tersebut, H. Moh. Fatah Masrun menyampaikan bahwa penyaluran bantuan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga bantuan yang kami salurkan ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan Bapak Budi dalam pembangunan atap rumahnya. Mudah-mudahan proses pembangunannya berjalan lancar dan rumahnya dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman,” ujar H. Moh. Fatah Masrun.
Bagi Budi Hartono, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. “Terima kasih banyak atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami dan akan segera kami gunakan untuk membangun atap rumah,” ungkap Budi Hartono.
Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas kehidupan.
Mari bersama hadirkan lebih banyak kebaikan. Masyarakat dapat turut berbagi dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Setiap kebaikan yang diberikan dapat menjadi manfaat dan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS
• Rekening Zakat: BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
• Rekening Infak dan sedekah: BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
09/09/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Tinggal Sendiri di Bawah Terpal, Mawahib Terima Bantuan Bedah Rumah dari BAZNAS
Tulungagung - Di sela-sela pepohonan, sebuah tempat sederhana yang hanya ditutupi terpal menjadi tempat Mawahib berteduh selama ini. Tanpa dinding dan bangunan yang layak, warga Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, tersebut menjalani hari-harinya seorang diri.
Kondisi tempat tinggal Mawahib yang memprihatinkan menjadi perhatian BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Melalui program bantuan bedah rumah, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bekerjasama dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sebesar Rp20.000.000, (23/8/26).
Bantuan tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa Tawangsari untuk dikelola dalam pembangunan rumah Mawahib hingga selesai dan layak ditempati. Penyerahan dilakukan oleh Plt. Bupati Tulungagung bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., serta disaksikan jajaran Forkopimda, Camat Kedungwaru, dan Kepala Desa Tawangsari.
Salah satu warga yang mengenal kondisi Mawahib mengatakan, selama ini ia menjalani kehidupan dengan keterbatasan, termasuk dalam hal tempat beristirahat. “Kalau malam, beliau sering ke masjid untuk iktikaf sekaligus beristirahat di sana,” ungkapnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi awal bagi Mawahib untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.
“Yang paling penting rumah ini nantinya benar-benar menjadi tempat tinggal yang layak bagi beliau. Kami berharap setelah selesai dibangun, rumah ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman untuk menjalani hari-hari ke depan,” ujar Abdul Wachid.
Menerima bantuan tersebut, Mawahib menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. "Alhamdulillah, terimakasih" ucapnya.
Kisah Mawahib menjadi pengingat bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan uluran kepedulian. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat, BAZNAS Tulungagung terus berupaya menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih layak.
Mari terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan, salurkan kebaikan Anda melalui:-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS
• Rekening Zakat: BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
• Rekening Infak dan sedekah: BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
23/08/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung

BAZNAS Tulungagung Salurkan Puluhan Sapi dan Kambing hingga ke Pelosok
Tulungagung – Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan sedekah daging ke berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung. Program tersebut diwujudkan melalui pendistribusian hewan hidup berupa sapi dan kambing yang disembelih bertepatan pada momen Hari Raya Iduladha.
Pada penyaluran tahun ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung mendistribusikan sebanyak 17 ekor sapi dan 16 ekor kambing kepada sejumlah lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, serta masyarakat di berbagai wilayah Tulungagung. Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya pemerataan manfaat kurban, khususnya bagi masyarakat di daerah pelosok yang selama ini jarang menerima bantuan hewan kurban.
Seluruh hewan yang disalurkan dipastikan dalam kondisi sehat, aktif, dan tidak cacat sehingga layak untuk didistribusikan maupun disembelih pada momentum Iduladha. Sebelum diserahkan kepada penerima manfaat, hewan kurban juga telah melalui proses pemeriksaan guna memastikan kualitas, kesehatan, serta kesesuaiannya dengan syariat kurban.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengatakan bahwa program sedekah daging menjadi bentuk nyata kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama warga di wilayah terpencil.
“Program sedekah daging ini merupakan bentuk kepedulian sosial agar kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat, khususnya warga di daerah yang jarang menerima bantuan hewan kurban,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan ke berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung agar manfaat kurban dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Menurutnya, penyaluran hingga ke daerah pelosok menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan Iduladha bagi seluruh lapisan masyarakat.
Suyadi juga berharap amanah dari para donatur dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat pada momen Hari Raya Iduladha tahun ini. Ia menambahkan bahwa semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga semakin banyak warga yang dapat terbantu, terutama masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap semangat kepedulian sosial dan gotong royong masyarakat terus meningkat. BAZNAS Tulungagung juga mengajak masyarakat untuk terus menebar manfaat melalui zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan keberkahan dan kebahagiaan.
Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/sedekah
29/05/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Artikel Terbaru
Zakat: Pengertian, Jenis-jenis, Syarat, Nisab, Manfaat, dan Cara Menghitungnya
Zakat merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga memiliki fungsi sosial karena sebagian harta yang dimiliki oleh seorang Muslim disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak orang yang belum memahami secara lengkap mengenai pengertian zakat, jenis-jenis zakat, syarat wajib zakat, nisab zakat, serta cara menghitung zakat. Oleh karena itu, memahami ketentuan zakat sangat penting agar kewajiban tersebut dapat dilaksanakan dengan benar sesuai syariat Islam.
Apa Itu Zakat?
Secara bahasa, zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Secara istilah, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim apabila telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
Zakat tidak hanya berkaitan dengan pemberian harta kepada orang lain. Di dalamnya terdapat nilai ibadah, kepedulian sosial, serta upaya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim diharapkan dapat membersihkan hartanya sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Jenis-Jenis Zakat
Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.
1. Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang memenuhi ketentuan pada bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.
Zakat fitrah memiliki tujuan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kekurangan selama menjalankan ibadah Ramadan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan orang-orang yang kurang mampu agar dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih baik.
Di Indonesia, zakat fitrah umumnya ditunaikan dalam bentuk makanan pokok berupa beras. Besarannya sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter beras per orang, dengan ketentuan yang dapat mengikuti keputusan lembaga atau otoritas zakat setempat.
2. Zakat Mal
Zakat mal adalah zakat yang dikenakan terhadap harta yang dimiliki seorang Muslim apabila telah memenuhi persyaratan tertentu, seperti mencapai nisab dan memenuhi haul untuk jenis harta yang mensyaratkannya.
Beberapa jenis harta yang dapat dikenai zakat mal antara lain:- Zakat emas, perak dan logam mulia lainnya- Zakat atas uang dan surat berharga lainnya- Zakat perniagaan- Zakat perdagangan- Zakat pertanian, perkebunan dan perhutanan- Zakat peternakan dan perikanan- Zakat pertambangan- Zakat prindustrian- Zakat rikaz atau harta temuan
Setiap jenis harta mempunyai ketentuan nisab, haul, dan kadar zakat yang dapat berbeda.
Apa Itu Nisab Zakat?
Nisab zakat adalah batas minimal kepemilikan harta yang menyebabkan seseorang wajib mengeluarkan zakat. Apabila harta belum mencapai nisab, pada umumnya seseorang belum dikenai kewajiban zakat mal atas harta tersebut.
Besaran nisab berbeda sesuai dengan jenis harta. Sebagai contoh, nisab emas adalah 85 gram emas. Untuk zakat uang, tabungan, dan aset keuangan tertentu, nisab umumnya dianalogikan dengan nilai 85 gram emas.
Karena harga emas dapat berubah, nilai rupiah dari nisab juga dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, perhitungan zakat sebaiknya menggunakan nilai nisab yang berlaku pada saat zakat ditunaikan.
Apa Itu Haul dalam Zakat?
Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah untuk jenis harta tertentu sebelum zakatnya wajib dikeluarkan.
Namun, tidak semua zakat mensyaratkan haul. Misalnya, zakat hasil pertanian berkaitan dengan waktu panen, sedangkan zakat rikaz memiliki ketentuan tersendiri dan tidak menunggu satu tahun.
Dengan memahami perbedaan antara nisab dan haul, seseorang dapat mengetahui kapan harta yang dimilikinya mulai memiliki kewajiban zakat.
Berapa Besaran Zakat?
Untuk beberapa jenis zakat mal, kadar yang umum digunakan adalah 2,5%. Misalnya, zakat atas emas, uang, dan harta perdagangan yang telah memenuhi persyaratan.
Sebagai contoh sederhana, apabila harta yang menjadi dasar perhitungan zakat adalah Rp100.000.000 dan seluruh persyaratan zakat telah terpenuhi, maka:
Zakat = 2,5% × Rp100.000.000
Zakat = Rp2.500.000
Perhitungan sebenarnya dapat berbeda tergantung jenis harta, kewajiban yang diperhitungkan, serta ketentuan yang berlaku. Karena itu, untuk perhitungan zakat yang lebih kompleks, sebaiknya menggunakan panduan atau kalkulator zakat dari lembaga zakat terpercaya.
Siapa yang Berhak Menerima Zakat?
Dalam Islam, terdapat delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat, yaitu:
1. Fakir, yaitu orang yang hampir tidak memiliki harta atau penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok.2. Miskin, yaitu orang yang memiliki penghasilan tetapi belum mencukupi kebutuhan hidupnya.3. Amil, yaitu pihak yang bertugas mengelola zakat.4. Mualaf, yaitu orang yang perlu dikuatkan atau dibina dalam keislamannya.5. Riqab, yang berkaitan dengan pembebasan dari perbudakan.6. Gharim, yaitu orang yang memiliki utang untuk kepentingan yang dibenarkan.7. Fisabilillah, yaitu pihak atau kegiatan yang berada dalam jalan Allah sesuai ketentuan syariat.8. Ibnu sabil, yaitu orang yang berada dalam perjalanan dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya.
Penyaluran zakat kepada golongan yang tepat penting dilakukan agar manfaat zakat dapat diterima oleh pihak yang memang memiliki hak atasnya.
Apa Saja Manfaat Zakat?
Zakat memiliki manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh orang yang menerima, tetapi juga oleh orang yang menunaikannya dan masyarakat secara luas.
1. Membersihkan Harta
Zakat menjadi salah satu bentuk penyucian harta yang dimiliki seorang Muslim. Dengan menunaikan zakat, seseorang menjalankan kewajibannya atas harta yang telah memenuhi ketentuan.
2. Membantu Masyarakat yang Membutuhkan
Dana zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada dalam kondisi kekurangan, terutama kelompok yang termasuk dalam golongan penerima zakat.
3. Meningkatkan Kepedulian Sosial
Zakat mengajarkan umat Islam untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan kondisi orang lain.
4. Mengurangi Kesenjangan Ekonomi
Apabila dikelola dan disalurkan dengan baik, zakat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi kesenjangan ekonomi.
5. Menumbuhkan Sikap Peduli dan Dermawan
Kebiasaan menunaikan zakat dapat mendorong seseorang untuk memiliki rasa kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.
Bagaimana Cara Menghitung Zakat?
Cara menghitung zakat bergantung pada jenis harta yang dimiliki. Untuk harta tertentu yang telah memenuhi ketentuan dan menggunakan kadar 2,5%, perhitungan sederhananya adalah:
Zakat = 2,5% × harta yang wajib dizakati
Sebagai contoh, seseorang memiliki harta yang menjadi objek zakat senilai Rp200.000.000 dan telah memenuhi nisab serta haul.
Maka:
2,5% × Rp200.000.000 = Rp5.000.000
Dengan demikian, zakat yang perlu dikeluarkan adalah Rp5.000.000, dengan catatan bahwa seluruh persyaratan dan dasar perhitungan tersebut memang sesuai dengan ketentuan zakat yang berlaku.
10/08/2026 | Valda Eka Ziskind Ariyanta
Kasih Sayang Dimulai dari Kepedulian
Di tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan, perbedaan, dan berbagai persoalan sosial, sikap saling peduli dan menyayangi sesama menjadi sesuatu yang semakin berharga. Kesibukan, persaingan, dan kepentingan pribadi sering kali membuat seseorang lupa bahwa kehidupan akan terasa lebih indah ketika diwarnai dengan kasih sayang. Padahal, dalam ajaran Islam, kasih sayang bukan sekadar perasaan, melainkan akhlak mulia yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Kasih sayang merupakan salah satu sifat mulia yang menjadi ciri ajaran Islam. Melalui kasih sayang, hubungan antarmanusia menjadi lebih erat, beban hidup terasa lebih ringan, dan berbagai persoalan dapat dihadapi bersama. Tidak heran jika Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk memiliki hati yang lembut dan peduli terhadap siapa pun, karena di balik setiap kebaikan yang diberikan terdapat rahmat Allah SWT yang begitu luas.
Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan. Tidak ada seorang pun yang mampu menjalani kehidupan tanpa bantuan orang lain. Karena itulah, Islam mengajarkan agar setiap Muslim senantiasa memiliki hati yang lembut, penuh empati, dan ringan tangan dalam membantu siapa pun yang membutuhkan. Kasih sayang yang kita berikan kepada sesama menjadi salah satu jalan untuk memperoleh kasih sayang Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangi kalian." (HR. Tirmidzi)
Hadis tersebut mengandung pesan yang sangat mendalam bahwa rahmat Allah SWT akan senantiasa menyertai hamba-hamba-Nya yang memiliki kepedulian terhadap sesama makhluk. Kasih sayang tidak hanya ditunjukkan kepada keluarga atau orang-orang yang dekat dengan kita, tetapi juga kepada tetangga, fakir miskin, anak yatim, orang yang sedang tertimpa musibah, bahkan kepada hewan dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan.
Menyayangi sesama dapat diwujudkan melalui berbagai cara yang sederhana namun bermakna. Memberikan bantuan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan, menghibur orang yang sedang bersedih, memaafkan kesalahan orang lain, menjaga lisan agar tidak menyakiti hati, hingga berbagi sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk nyata dari kasih sayang yang diajarkan Islam. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan menjadi amal yang dicintai Allah SWT.
Kasih sayang juga menjadi pondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis. Ketika setiap individu memiliki kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya, maka akan tumbuh rasa persaudaraan, saling membantu, dan saling menguatkan. Di tengah masih banyaknya saudara-saudara kita yang menghadapi kesulitan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, masalah kesehatan, maupun berbagai persoalan kemanusiaan lainnya, kepedulian kita dapat menjadi sumber harapan yang menghadirkan semangat baru bagi mereka.
Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk kasih sayang yang diberikan tidak akan pernah sia-sia. Bahkan, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Ketika kita meringankan beban orang lain, sesungguhnya Allah sedang menyiapkan pertolongan dan kemudahan dalam kehidupan kita. Kasih sayang yang kita tebarkan akan kembali kepada diri kita dalam bentuk keberkahan, ketenangan hati, dan rahmat dari Allah SWT.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan kasih sayang sebagai bagian dari karakter dan gaya hidup sehari-hari. Jangan pernah ragu untuk berbuat baik, membantu, dan peduli kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang mereka. Sebab, bisa jadi satu bentuk kepedulian yang kita berikan hari ini menjadi penyebab hadirnya senyum, harapan, bahkan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Di era digital seperti sekarang, menebarkan kasih sayang dan kepedulian menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan mudah, aman, dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI:
Zakat• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat TulungagungInfak• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung
Atau klik -> Berbagi bersama BAZNAS
Karena setiap kasih sayang yang kita tebarkan kepada makhluk di bumi akan menjadi jalan datangnya kasih sayang Allah SWT kepada kita. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud nyata kepedulian, agar semakin banyak saudara yang terbantu dan semakin luas rahmat Allah mengalir bagi kehidupan kita semua.
21/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Jadilah Bermanfaat untuk Orang Lain
Di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat, banyak orang berlomba-lomba mengejar kesuksesan. Harta, jabatan, dan pencapaian sering kali dijadikan tolak ukur keberhasilan seseorang. Padahal, dalam pandangan Islam, ukuran kemuliaan manusia tidak hanya terletak pada apa yang berhasil dimiliki, tetapi juga pada seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.
Setiap manusia diciptakan dengan kemampuan dan kesempatan yang berbeda-beda. Ada yang diberikan kelebihan dalam harta, ilmu, tenaga, waktu, maupun pengalaman. Semua itu sejatinya bukan hanya untuk dinikmati sendiri, melainkan sebagai amanah yang dapat digunakan untuk menghadirkan kebaikan bagi orang lain. Sebab, hidup yang paling bermakna adalah hidup yang mampu menjadi alasan hadirnya senyum, harapan, dan kebahagiaan bagi sesama.
Rasulullah SAW telah mengajarkan prinsip hidup yang begitu sederhana namun memiliki makna yang luar biasa. Beliau bersabda:
"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Menolong tetangga yang sedang kesulitan, membantu biaya pendidikan seorang anak yang kesulitan untuk sekolah, menguatkan mereka yang sedang menghadapi cobaan, hingga berbagi rezeki kepada orang yang membutuhkan merupakan wujud nyata dari manfaat yang dapat kita berikan.
Menjadi pribadi yang bermanfaat juga berarti menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat. Sebab, masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, menggapai pendidikan yang layak, memperoleh layanan kesehatan, hingga membangun usaha demi menyambung kehidupan. Kepedulian dari banyak orang, meskipun tampak sederhana, dapat menjadi cahaya harapan bagi mereka untuk bangkit dan menjalani hidup dengan lebih baik.
Islam mengajarkan bahwa berbagi tidak akan pernah mengurangi harta. Sebaliknya, setiap kebaikan yang diberikan akan dibalas dengan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Ketika kita menjadi jalan keluar bagi kesulitan orang lain, sesungguhnya kita sedang membuka pintu kemudahan bagi kehidupan kita sendiri. Inilah indahnya berbagi, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga membawa ketenangan hati dan keberkahan bagi pemberinya.
Oleh karena itu, marilah kita tidak hanya menjadi pribadi yang saleh dalam hubungan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk berbuat baik, sekecil apa pun bentuknya. Karena bisa jadi, satu bantuan kecil yang kita berikan hari ini menjadi sebab berubahnya kehidupan seseorang di masa depan.
Di era digital seperti sekarang, menebar manfaat menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) denga mudah, aman dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI:
Zakat• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat TulungagungInfak• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung
Atau klik -> Berbagi kebaikan bersama BAZNAS
Karena pada akhirnya, warisan terbaik yang kita tinggalkan bukanlah sebanyak apa yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang telah kita hadirkan bagi kehidupan orang lain.
16/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS TV
Selayang Pandang Program Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kab. Tulungagung
Penulis: BAZNAS Tulungagung
Beasiswa SKSS BAZNAS: Lentera Harapan di Langit Rama
Penulis: BAZNAS Tulungagung



