
Berita Terkini
BAZNAS Tulungagung dan Pemkab Hadirkan Kepedulian melalui Doa Bersama dan Santunan Yatim/Duafa
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim/Duafa dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Tulungagung. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung, pada Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Moh. Fatah Masrun, M.Si., dan Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M. unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, para dermawan, serta anak-anak yatim/piatu dan kaum duafa.
Doa bersama dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan Allah SWT agar Kabupaten Tulungagung senantiasa berada dalam keadaan aman, tenteram, damai, dan kondusif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat solidaritas sosial serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung turut menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran bantuan kepada anak yatim dan duafa. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban penerima manfaat sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka.
Staff BAZNAS Kabupaten Tulungagung bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan, Lisnawaroh, S.E., menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan berupa 50 paket sembako dan uang saku bagi para penerima manfaat.
“BAZNAS menyalurkan bantuan 50 paket sembako senilai Rp150.000 per paket dan uang saku sebesar Rp400.000 kepada 30 orang anak yatim dan 20 orang duafa,” ujar Lisnawaroh.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap sinergi dengan pemerintah daerah dapat terus terjalin dalam mewujudkan masyarakat yang aman, harmonis, dan sejahtera. Kegiatan santunan tersebut juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta komitmen BAZNAS untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Mari ulurkan tangan dan berbagi kepedulian untuk saudara-saudara kita yang kurang mampu. Setiap bantuan yang Anda berikan sangat berarti bagi mereka. Salurkan kepedulian Anda melalui rekening BAZNAS berikut:
>Salurkan kebaikanmu bersama BAZNAS
Rekening ZakatBSI: 7137 892 353 a.n. BAZNAS Tulungagung
Rekening Infak dan SedekahBSI: 7137 892 051a.n. BAZNAS Tulungagung
20/10/2026 | Amelia Putri Filofeliza
Soroti Kisah Haru Penerima Zakat, BAZNAS Tulungagung Pamerkan Buku Cahaya Zakat di Santrifest 2026
Tulungagung - Suasana kemeriahan Santrifest 2026 di halaman Kantor Pemkab Tulungagung pada Jumat–Sabtu (16–17/10/2026) menyajikan momen hangat yang menyentuh nurani. Di tengah riuk pikuk festival, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung memamerkan sebuah karya literasi penuh kepedulian berjudul "Cahaya Zakat: Kisah Inspiratif Mustahik".
Buku ini bukan sekadar lembaran kertas berisi laporan kegiatan, melainkan cerminan kasih sayang dan bukti nyata bahwa setitik zakat mampu mengukir kembali senyuman serta membawa secercah harapan bagi mereka yang tersisih.
Lahir dari tangan-tangan muda mahasiswa penerima program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) binaan BAZNAS Tulungagung, buku ini ditulis dengan ketulusan tinggi. Para mahasiswa turun langsung menyelami kehidupan, meresapi setiap denyut perjuangan, dan merangkai kisah haru dari 12 lansia sebatang kara penerima program bantuan biaya hidup sepanjang hayat. Di saat usia senja mereka dihampiri kesunyian, kehadiran dana zakat hadir bak pelita yang menghangatkan jiwa.
Karya yang sarat akan nilai kemanusiaan ini pun mengetuk hati dan menuai apresiasi mendalam dari jajaran pemerintah daerah serta para tokoh lintas organisasi keagamaan di Kabupaten Tulungagung, diantaranya: Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir. Mulyanto, S.ST., M.M., Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Tulungagung Makrus Manan, S.P., M.M., Rektor UIN SATU Tulungagung Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., Ketua PCNU Tulungagung Dr. KH. Bagus Ahmadi, M.Sy., M.Pd.I., Rois Syuriah PCNU Tulungagung KH. Muhson Hamdani, M.Sy., hingga perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung Drs. H. M. Hanik Karoroh, M.Ag.
Melalui momen Santrifest 2026 yang diinisiasi oleh Pemkab Tulungagung ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung tidak hanya menghadirkan pameran buku "Cahaya Zakat", tetapi juga terus membuka ruang kebaikan lewat stan layanan konsultasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta stan produk UMKM binaan.
Kehadiran karya ini menjadi pengingat lembut bagi kita semua: bahwa di balik setiap zakat yang ditunaikan, ada kehidupan lansia yang kembali bermakna.
19/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Pajang Z-Coffee di Santrifest 2026, BAZNAS Tulungagung Unjuk Keberhasilan Pemberdayaan Ekonomi Mustahik
Tulungagung - Memanfaatkan momen peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung membuka stan khusus Z-Coffee dalam gelaran Santrifest 2026 di halaman Kantor Pemkab Tulungagung, Jumat–Sabtu (16–17/10/2026).
Z-Coffee merupakan program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan oleh BAZNAS Tulungagung untuk mendampingi para penerima manfaat (mustahik) agar mampu mandiri secara finansial. Melalui program ini, BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha berupa peralatan usaha, modal kerja, serta pembekalan skill pengolahan kopi berkualitas.
Panitia BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam Santrifest 2026, Ahmad Asrofi, menjelaskan bahwa keikutsertaan Z-Coffee dalam Santrifest 2026 juga menjadi upaya BAZNAS untuk memperkenalkan hasil pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa dana zakat dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.
“Melalui stan Z-Coffee ini, kami ingin menunjukkan bahwa zakat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak mustahik, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi. Kami berharap masyarakat semakin mengenal produk Z-Coffee, sementara para mustahik memperoleh pengalaman dalam memasarkan produk, memperluas jangkauan konsumen, dan membangun usaha yang lebih berkembang,” pungkasnya.
Z-Coffee tidak hanya hadir dalam kegiatan atau acara tertentu seperti Santrifest 2026. Masyarakat juga dapat menikmati sajian kopi Z-Coffee setiap hari di halaman Kantor BAZNAS Kabupaten Tulungagung, mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Selain itu, Z-Coffee turut hadir menyapa masyarakat melalui kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Tulungagung setiap pekan.
Kehadiran Z-Coffee di berbagai lokasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendukung usaha para mustahik melalui pembelian produk yang ditawarkan.
Selain memanjakan para penikmat kopi yang berkunjung ke Santrifest 2026, BAZNAS Tulungagung juga menyediakan stan layanan konsultasi ZIS. Langkah ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pembayaran ZIS serta menunjukkan secara nyata bagaimana dana yang disalurkan dapat memutar roda perekonomian masyarakat.
19/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Agenda Pimpinan

Dukung Generasi Santri Unggul, BAZNAS Tulungagung Hadiri Peringatan Hari Santri 2026
Tulungagug – Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung, H. Imam Maliki, menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperkuat dukungan terhadap pendidikan keagamaan. Dalam kesempatan ini, H. Imam Maliki turut melaksanakan serah terima beasiswa kepada 60 santri berprestasi. Setiap santri menerima beasiswa sebesar Rp250.000, dengan total bantuan mencapai Rp15.000.000.
Pemberian beasiswa tersebut merupakan bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pengembangan pendidikan diniyah. Melalui bantuan ini, diharapkan para santri semakin termotivasi untuk meningkatkan prestasi, mengembangkan potensi diri, serta menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Kehadiran Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan pengembangan generasi santri yang unggul. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Santri dalam mewujudkan generasi yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara menuju Indonesia Emas 2045.
22-10-2026 | Fitri Intan Nuraini

Perkuat Sinergi dan Perlindungan Sosial, Pimpinan BAZNAS Tulungagung Hadiri Pra-Rakorda Jatim
Surabaya – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri kegiatan persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur Tahun 2026 sekaligus sinkronisasi program kerja Tahun 2027 yang berlangsung di Surabaya pada 20–21 Oktober 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., bersama Wakil Ketua IV, H. Imam Maliki, serta jajaran Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur, Kabid Penaiszawa Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, serta jajaran pimpinan BAZNAS dan kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Forum ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat koordinasi antarlembaga, menyelaraskan program kerja Tahun 2027, serta memperluas perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat rentan.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, menyampaikan bahwa Pra-Rakorda menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus membahas isu strategis terkait perlindungan sosial dan jaminan kesehatan bagi masyarakat rentan.
Ia menegaskan bahwa perhatian bersama perlu diarahkan kepada kelompok fakir miskin, marbot, pekerja rentan, dan masyarakat yang membutuhkan akses terhadap jaminan sosial maupun jaminan kesehatan.
Pembahasan tersebut dilaksanakan melalui sejumlah sesi pleno bersama para pemangku kepentingan. Melalui forum ini, BAZNAS Jawa Timur berupaya memperkuat kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan agar semakin banyak masyarakat, khususnya pekerja rentan di lingkungan keagamaan, mendapatkan akses perlindungan sosial yang memadai.
Keikutsertaan pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan BAZNAS se-Provinsi Jawa Timur serta mendukung penyelarasan program kerja Tahun 2027. Dengan demikian, pelaksanaan program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat semakin terarah, sinergis, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
21-10-2026 | Fitri Intan Nuraini

Pimpinan BAZNAS Tulungagung dan Plt. Bupati Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim/Duafa
Tulungagung – Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Moh. Fatah Masrun, M.Si., menghadiri kegiatan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim/Duafa bersama Pemerintah Kabupaten Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang turut dihadiri Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., ini bertujuan memohon perlindungan Allah SWT demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan 50 paket sembako senilai Rp150.000 per paket serta uang saku sebesar Rp400.000 kepada 30 anak yatim piatu dan 20 kaum duafa.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan kepedulian sosial dan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS juga mengajak masyarakat berpartisipasi membantu warga terdampak kekeringan melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah.
20-10-2026 | Amelia Putri Filofeliza
Berita Pendistribusian

BAZNAS Tulungagung Dukung Pendidikan Santri Berprestasi
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung turut mendukung pengembangan pendidikan keagamaan melalui pendistribusian beasiswa kepada santri berprestasi dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung pada Kamis, 22 Oktober 2026 ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan santri.
Pendistribusian beasiswa tersebut diserahkan melalui Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Maliki, kepada 60 santri berprestasi. Masing-masing santri menerima bantuan sebesar Rp250.000, sehingga total beasiswa yang diberikan mencapai Rp15.000.000.
Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan diniyah. Melalui pendistribusian beasiswa tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap dapat membantu menunjang kebutuhan pendidikan serta memotivasi para santri untuk terus meningkatkan prestasi dan mengembangkan potensi diri.
Pendistribusian beasiswa ini sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, guna mewujudkan generasi yang unggul, berilmu, dan berakhlak mulia.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mendukung program pendidikan dan pemberdayaan umat melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Setiap dana yang dititipkan melalui BAZNAS diharapkan dapat menjadi sarana berbagi manfaat serta membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS
- Rekening ZakatBSI : 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
- Rekening Infak dan SedekahBSI : 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
22/10/2026 | Fitri Intan Nuraini

BAZNAS Distribusikan 180.000 Liter ke 10 Desa Tulungagung
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur mendistribusikan 180.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Tulungagung.
Pendistribusian air bersih dilaksanakan pada 5–9 Oktober 2026 dan menjangkau 10 titik lokasi yang mengalami keterbatasan sumber air. Sepuluh lokasi tersebut meliputi Desa Nglutung, Desa Dono, Desa Keboireng, Desa Ngepoh, Desa Pakisrejo, Desa Kalidawe, Desa Kalibatur, Desa Segawe, Desa Mulyosari, dan Desa Pagerwojo.
Staff BTB BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Ari Khotmil Mubarak, menjelaskan bahwa penentuan lokasi penerima bantuan dilakukan dengan melihat kondisi kekeringan dan kebutuhan air masyarakat. Proses tersebut juga didukung melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung.
“Informasi dari BPBD menjadi salah satu dasar bagi kami dalam menentukan wilayah yang perlu mendapatkan bantuan air bersih. Dengan mengetahui kondisi di masing-masing daerah, distribusi dapat kami arahkan ke titik-titik yang kebutuhan airnya cukup mendesak,” ujar Ari.
Bantuan air bersih selanjutnya disalurkan secara bertahap ke setiap lokasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur turut memperluas jangkauan bantuan sehingga lebih banyak warga dapat merasakan manfaatnya.
Pendistribusian tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam merespons dampak musim kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih. Sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga telah menyalurkan bantuan serupa ke beberapa wilayah yang terdampak kekeringan.
Melalui bantuan ini, BAZNAS berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terbantu sekaligus meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Pendistribusian air bersih menjadi salah satu bentuk kepedulian BAZNAS dalam menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan.
07/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Bantuan Pendidikan dan Sembako pada Peresmian Jalan Rabat Beton Karya Bakti TNI di Ds. Manding
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung mendistribusikan bantuan pendidikan dan bantuan sembako kepada masyarakat Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jumat (2/10/2026).
Pendistribusian bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Bantuan pendidikan didistribusikan kepada 3 peserta didik jenjang sekolah dasar (SD) dan 3 peserta didik jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Sementara itu, bantuan sembako diberikan kepada 10 penerima manfaat dari masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan Peresmian Jalan Rabat Beton Karya Bakti TNI di Desa Manding. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., bersama jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya.
Pendistribusian bantuan pendidikan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan peserta didik sehingga mereka dapat terus melanjutkan pendidikan dengan lebih baik. Sementara bantuan sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok penerima manfaat.
Melalui pendistribusian tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berupaya memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan serta memberikan manfaat secara nyata.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, dan berbagai unsur masyarakat dalam menghadirkan kepedulian sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulungagung.
06/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Artikel Terbaru
Ketika Beasiswa SKSS BAZNAS Menjadi Jalan Menuju Kebermanfaatan
Saya Maswidatun Umami, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Sejak awal memasuki perkuliahan, saya memiliki harapan untuk dapat melanjutkan pendidikan meskipun biaya menjadi salah satu tantangan bagi keluarga. Hadirnya beasiswa BAZNAS melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) menjadi kesempatan berharga yang membantu saya mewujudkan harapan untuk bisa berkuliah dan meraih cita-cita.
Selama menjadi penerima SKSS, saya mendapatkan lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan. Saya berkesempatan mengikuti kegiatan BAZNAS, termasuk membantu pembagian zakat dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran tentang kepedulian, tanggung jawab, dan pentingnya berbagi kepada sesama.
Salah satu perubahan yang saya rasakan adalah meningkatnya keberanian dalam bermasyarakat. Jika sebelumnya saya merasa kurang percaya diri untuk berinteraksi dengan banyak orang, melalui kegiatan sosial BAZNAS saya belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat. Pengalaman sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam proses saya untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Melihat secara langsung masyarakat yang menerima bantuan juga membuat saya semakin bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan. Saya menyadari bahwa bantuan yang saya terima bukan hanya meringankan beban dalam pendidikan, tetapi juga mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih peduli. Dari sini tumbuh keinginan agar kebaikan yang saya terima tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat saya teruskan kepada orang lain di masa depan.
Kini, saya bersyukur karena telah menyelesaikan perkuliahan tepat waktu yakni lulus pada tahun ini (2026). Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari dukungan dan kesempatan yang saya dapatkan melalui beasiswa SKSS BAZNAS. Bagi saya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang bagaimana saya dapat membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Terima kasih BAZNAS dan para muzaki yang telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan saya. SKSS bukan hanya menjadi jalan bagi saya untuk bisa berkuliah, tetapi juga menjadi jalan untuk belajar, bertumbuh, berani bermasyarakat, dan mengenal arti kebermanfaatan.
Semoga suatu hari nanti saya dapat menjadi seorang muzaki dan mampu membantu orang lain sebagaimana saya pernah dibantu.
Dari sebuah kesempatan, lahir sebuah harapan; dari sebuah kebaikan, tumbuh keinginan untuk meneruskan kebaikan.
"Terima kasih BAZNAS, telah menjadi bagian dari perjalanan saya hingga sampai pada titik ini."
27/08/2026 | Maswidatun Umami
Zakat: Pengertian, Jenis-jenis, Syarat, Nisab, Manfaat, dan Cara Menghitungnya
Zakat merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga memiliki fungsi sosial karena sebagian harta yang dimiliki oleh seorang Muslim disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak orang yang belum memahami secara lengkap mengenai pengertian zakat, jenis-jenis zakat, syarat wajib zakat, nisab zakat, serta cara menghitung zakat. Oleh karena itu, memahami ketentuan zakat sangat penting agar kewajiban tersebut dapat dilaksanakan dengan benar sesuai syariat Islam.
Apa Itu Zakat?
Secara bahasa, zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Secara istilah, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim apabila telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
Zakat tidak hanya berkaitan dengan pemberian harta kepada orang lain. Di dalamnya terdapat nilai ibadah, kepedulian sosial, serta upaya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim diharapkan dapat membersihkan hartanya sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Jenis-Jenis Zakat
Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.
1. Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang memenuhi ketentuan pada bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.
Zakat fitrah memiliki tujuan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kekurangan selama menjalankan ibadah Ramadan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan orang-orang yang kurang mampu agar dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih baik.
Di Indonesia, zakat fitrah umumnya ditunaikan dalam bentuk makanan pokok berupa beras. Besarannya sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter beras per orang, dengan ketentuan yang dapat mengikuti keputusan lembaga atau otoritas zakat setempat.
2. Zakat Mal
Zakat mal adalah zakat yang dikenakan terhadap harta yang dimiliki seorang Muslim apabila telah memenuhi persyaratan tertentu, seperti mencapai nisab dan memenuhi haul untuk jenis harta yang mensyaratkannya.
Beberapa jenis harta yang dapat dikenai zakat mal antara lain:- Zakat emas, perak dan logam mulia lainnya- Zakat atas uang dan surat berharga lainnya- Zakat perniagaan- Zakat perdagangan- Zakat pertanian, perkebunan dan perhutanan- Zakat peternakan dan perikanan- Zakat pertambangan- Zakat prindustrian- Zakat rikaz atau harta temuan
Setiap jenis harta mempunyai ketentuan nisab, haul, dan kadar zakat yang dapat berbeda.
Apa Itu Nisab Zakat?
Nisab zakat adalah batas minimal kepemilikan harta yang menyebabkan seseorang wajib mengeluarkan zakat. Apabila harta belum mencapai nisab, pada umumnya seseorang belum dikenai kewajiban zakat mal atas harta tersebut.
Besaran nisab berbeda sesuai dengan jenis harta. Sebagai contoh, nisab emas adalah 85 gram emas. Untuk zakat uang, tabungan, dan aset keuangan tertentu, nisab umumnya dianalogikan dengan nilai 85 gram emas.
Karena harga emas dapat berubah, nilai rupiah dari nisab juga dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, perhitungan zakat sebaiknya menggunakan nilai nisab yang berlaku pada saat zakat ditunaikan.
Apa Itu Haul dalam Zakat?
Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah untuk jenis harta tertentu sebelum zakatnya wajib dikeluarkan.
Namun, tidak semua zakat mensyaratkan haul. Misalnya, zakat hasil pertanian berkaitan dengan waktu panen, sedangkan zakat rikaz memiliki ketentuan tersendiri dan tidak menunggu satu tahun.
Dengan memahami perbedaan antara nisab dan haul, seseorang dapat mengetahui kapan harta yang dimilikinya mulai memiliki kewajiban zakat.
Berapa Besaran Zakat?
Untuk beberapa jenis zakat mal, kadar yang umum digunakan adalah 2,5%. Misalnya, zakat atas emas, uang, dan harta perdagangan yang telah memenuhi persyaratan.
Sebagai contoh sederhana, apabila harta yang menjadi dasar perhitungan zakat adalah Rp100.000.000 dan seluruh persyaratan zakat telah terpenuhi, maka:
Zakat = 2,5% × Rp100.000.000
Zakat = Rp2.500.000
Perhitungan sebenarnya dapat berbeda tergantung jenis harta, kewajiban yang diperhitungkan, serta ketentuan yang berlaku. Karena itu, untuk perhitungan zakat yang lebih kompleks, sebaiknya menggunakan panduan atau kalkulator zakat dari lembaga zakat terpercaya.
Siapa yang Berhak Menerima Zakat?
Dalam Islam, terdapat delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat, yaitu:
1. Fakir, yaitu orang yang hampir tidak memiliki harta atau penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok.2. Miskin, yaitu orang yang memiliki penghasilan tetapi belum mencukupi kebutuhan hidupnya.3. Amil, yaitu pihak yang bertugas mengelola zakat.4. Mualaf, yaitu orang yang perlu dikuatkan atau dibina dalam keislamannya.5. Riqab, yang berkaitan dengan pembebasan dari perbudakan.6. Gharim, yaitu orang yang memiliki utang untuk kepentingan yang dibenarkan.7. Fisabilillah, yaitu pihak atau kegiatan yang berada dalam jalan Allah sesuai ketentuan syariat.8. Ibnu sabil, yaitu orang yang berada dalam perjalanan dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya.
Penyaluran zakat kepada golongan yang tepat penting dilakukan agar manfaat zakat dapat diterima oleh pihak yang memang memiliki hak atasnya.
Apa Saja Manfaat Zakat?
Zakat memiliki manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh orang yang menerima, tetapi juga oleh orang yang menunaikannya dan masyarakat secara luas.
1. Membersihkan Harta
Zakat menjadi salah satu bentuk penyucian harta yang dimiliki seorang Muslim. Dengan menunaikan zakat, seseorang menjalankan kewajibannya atas harta yang telah memenuhi ketentuan.
2. Membantu Masyarakat yang Membutuhkan
Dana zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada dalam kondisi kekurangan, terutama kelompok yang termasuk dalam golongan penerima zakat.
3. Meningkatkan Kepedulian Sosial
Zakat mengajarkan umat Islam untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan kondisi orang lain.
4. Mengurangi Kesenjangan Ekonomi
Apabila dikelola dan disalurkan dengan baik, zakat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi kesenjangan ekonomi.
5. Menumbuhkan Sikap Peduli dan Dermawan
Kebiasaan menunaikan zakat dapat mendorong seseorang untuk memiliki rasa kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.
Bagaimana Cara Menghitung Zakat?
Cara menghitung zakat bergantung pada jenis harta yang dimiliki. Untuk harta tertentu yang telah memenuhi ketentuan dan menggunakan kadar 2,5%, perhitungan sederhananya adalah:
Zakat = 2,5% × harta yang wajib dizakati
Sebagai contoh, seseorang memiliki harta yang menjadi objek zakat senilai Rp200.000.000 dan telah memenuhi nisab serta haul.
Maka:
2,5% × Rp200.000.000 = Rp5.000.000
Dengan demikian, zakat yang perlu dikeluarkan adalah Rp5.000.000, dengan catatan bahwa seluruh persyaratan dan dasar perhitungan tersebut memang sesuai dengan ketentuan zakat yang berlaku.
10/08/2026 | Valda Eka Ziskind Ariyanta
Kasih Sayang Dimulai dari Kepedulian
Di tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan, perbedaan, dan berbagai persoalan sosial, sikap saling peduli dan menyayangi sesama menjadi sesuatu yang semakin berharga. Kesibukan, persaingan, dan kepentingan pribadi sering kali membuat seseorang lupa bahwa kehidupan akan terasa lebih indah ketika diwarnai dengan kasih sayang. Padahal, dalam ajaran Islam, kasih sayang bukan sekadar perasaan, melainkan akhlak mulia yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Kasih sayang merupakan salah satu sifat mulia yang menjadi ciri ajaran Islam. Melalui kasih sayang, hubungan antarmanusia menjadi lebih erat, beban hidup terasa lebih ringan, dan berbagai persoalan dapat dihadapi bersama. Tidak heran jika Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk memiliki hati yang lembut dan peduli terhadap siapa pun, karena di balik setiap kebaikan yang diberikan terdapat rahmat Allah SWT yang begitu luas.
Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan. Tidak ada seorang pun yang mampu menjalani kehidupan tanpa bantuan orang lain. Karena itulah, Islam mengajarkan agar setiap Muslim senantiasa memiliki hati yang lembut, penuh empati, dan ringan tangan dalam membantu siapa pun yang membutuhkan. Kasih sayang yang kita berikan kepada sesama menjadi salah satu jalan untuk memperoleh kasih sayang Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangi kalian." (HR. Tirmidzi)
Hadis tersebut mengandung pesan yang sangat mendalam bahwa rahmat Allah SWT akan senantiasa menyertai hamba-hamba-Nya yang memiliki kepedulian terhadap sesama makhluk. Kasih sayang tidak hanya ditunjukkan kepada keluarga atau orang-orang yang dekat dengan kita, tetapi juga kepada tetangga, fakir miskin, anak yatim, orang yang sedang tertimpa musibah, bahkan kepada hewan dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan.
Menyayangi sesama dapat diwujudkan melalui berbagai cara yang sederhana namun bermakna. Memberikan bantuan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan, menghibur orang yang sedang bersedih, memaafkan kesalahan orang lain, menjaga lisan agar tidak menyakiti hati, hingga berbagi sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk nyata dari kasih sayang yang diajarkan Islam. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan menjadi amal yang dicintai Allah SWT.
Kasih sayang juga menjadi pondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis. Ketika setiap individu memiliki kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya, maka akan tumbuh rasa persaudaraan, saling membantu, dan saling menguatkan. Di tengah masih banyaknya saudara-saudara kita yang menghadapi kesulitan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, masalah kesehatan, maupun berbagai persoalan kemanusiaan lainnya, kepedulian kita dapat menjadi sumber harapan yang menghadirkan semangat baru bagi mereka.
Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk kasih sayang yang diberikan tidak akan pernah sia-sia. Bahkan, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Ketika kita meringankan beban orang lain, sesungguhnya Allah sedang menyiapkan pertolongan dan kemudahan dalam kehidupan kita. Kasih sayang yang kita tebarkan akan kembali kepada diri kita dalam bentuk keberkahan, ketenangan hati, dan rahmat dari Allah SWT.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan kasih sayang sebagai bagian dari karakter dan gaya hidup sehari-hari. Jangan pernah ragu untuk berbuat baik, membantu, dan peduli kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang mereka. Sebab, bisa jadi satu bentuk kepedulian yang kita berikan hari ini menjadi penyebab hadirnya senyum, harapan, bahkan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Di era digital seperti sekarang, menebarkan kasih sayang dan kepedulian menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan mudah, aman, dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI:
Zakat• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat TulungagungInfak• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung
Atau klik -> Berbagi bersama BAZNAS
Karena setiap kasih sayang yang kita tebarkan kepada makhluk di bumi akan menjadi jalan datangnya kasih sayang Allah SWT kepada kita. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud nyata kepedulian, agar semakin banyak saudara yang terbantu dan semakin luas rahmat Allah mengalir bagi kehidupan kita semua.
21/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS TV
Selayang Pandang Program Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kab. Tulungagung
Penulis: BAZNAS Tulungagung
Beasiswa SKSS BAZNAS: Lentera Harapan di Langit Rama
Penulis: BAZNAS Tulungagung




