
Berita Terkini
BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi ZIS dan Salurkan Bantuan Pendidikan di Dinas Pendidikan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan sosialisasi zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) sekaligus penyerahan bantuan pendidikan, yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Kamis (29/1/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, para Koordinator Wilayah (Korwil) UPASP se-Kabupaten Tulungagung, serta koordinator SMP Negeri se-Tulungagung. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kembali penghimpunan ZIS di lingkungan Dinas Pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada para mustahik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Adapun rincian bantuan pendidikan yang disalurkan meliputi: Bantuan pendidikan diberikan Jenjang Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 250.000 per siswa kepada 72 mustahik, dengan total anggaran sebesar Rp 18.750.000. Dan bantuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) diberikan sebesar Rp 300.000 per siswa kepada 82 mustahik, dengan total anggaran sebesar Rp 24.600.000.
Penyaluran bantuan pendidikan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat serta mendukung keberlangsungan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Tulungagung.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi penurunan penghimpunan ZIS dari sektor pendidikan. Salah satu faktor penyebabnya adalah perubahan sistem kepegawaian, di mana pegawai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) kini ditempatkan langsung pada satuan kerja (satker) masing-masing. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya koordinasi penghimpunan ZIS melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan kembali pemahaman, koordinasi, serta sinergi kelembagaan agar penghimpunan ZIS di sektor pendidikan bisa kembali optimal, dan diharapkan bisa lebih bagus daripada kemarin” ujarnya.
Dalam sambutannya, Suyadi mengajak seluruh ASN dan pegawai di bawah naungan Dinas Pendidikan untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, yaitu BAZNAS, bagi yang telah memenuhi syarat. Sementara bagi yang belum mampu berzakat, ia mendorong untuk tetap bersedekah sesuai kemampuan.
“Bagi yang mampu, mari berzakat melalui BAZNAS. Jika belum mampu berzakat, bisa dengan sedekah, seikhlasnya saja. Walaupun kecil, tetap kami terima,” tutur Suyadi.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bersatu dan memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat Tulungagung yang sedang berada dalam kondisi sulit.
“Mari kita bersatu, kita bantu warga kita di Tulungagung yang sedang mengalami kesusahan. Bersama-sama kita ringankan beban mereka melalui program-program yang ada di BAZNAS,” tambahnya.
Lebih lanjut, Suyadi mendorong agar setiap sekolah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masing-masing, lengkap dengan koordinator sebagai penanggung jawab.
“Silakan bentuk UPZ di masing-masing sekolah, tentukan koordinatornya, supaya ada penanggung jawab dan pengumpulan ZIS bisa berjalan lebih optimal,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung turut memberikan arahan kepada seluruh ASN dan PPPK di bawah naungannya agar lebih rutin menunaikan zakat maupun bersedekah melalui BAZNAS.
“Saya mengajak seluruh ASN dan PPPK untuk mulai rajin berzakat dan bersedekah melalui BAZNAS. Nanti segera bentuk UPZ di masing-masing satuan pendidikan agar pengumpulan ZIS bisa kita optimalkan kembali,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kembali peran sektor pendidikan dalam mendukung penghimpunan ZIS, sekaligus memperluas manfaat program-program BAZNAS bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung yang membutuhkan.
30/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Sinergi Zakat Mal dan Pajak, BAZNAS dan MUI Tulungagung Gelar Seminar bersama Kantor Pelayanan Pajak
Tulungagung – Dalam rangka meningkatkan pemahaman serta memperkuat sinergitas antara pembayaran zakat mal dan kewajiban perpajakan dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan umat, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Seminar Penguatan Sinergi Zakat Mal dan Pajak.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Lojikka Tulungagung, pada Sabtu siang (24/01/2026), dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Seminar ini dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tulungagung, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung, jajaran MUI se-Kabupaten Tulungagung, perwakilan bank syariah se-Tulungagung, serta para pengusaha dan pelaku usaha.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen sosial ekonomi umat. Menurutnya, pengelolaan zakat yang optimal dan profesional mampu memberikan dampak nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan.
“Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen ampuh dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika dikelola dengan baik dan disinergikan dengan kebijakan negara, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam pembangunan umat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tulungagung menyampaikan bahwa pembayaran zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memberikan manfaat fiskal bagi wajib pajak. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS dapat diperhitungkan sebagai pengurang penghasilan kena pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga menunjukkan bahwa kewajiban zakat dan pajak dapat berjalan selaras dan saling melengkapi.
Melalui seminar ini, diharapkan terbangun pemahaman yang utuh di kalangan masyarakat, khususnya para pengusaha dan pelaku usaha, bahwa kewajiban zakat dan pajak dapat dijalankan secara seimbang dan harmonis sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan umat.
26/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung bersama Ny. Endang Gatut Sunu Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Ngunut dan Kauman
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Penyaluran bantuan ini dilaksanakan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Endang Gatut Sunu Wibowo, dengan menyasar dua warga penerima manfaat.
Bantuan RTLH/RLH tersebut disalurkan langsung kepada Sulastri, warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, serta Miswanto, warga Desa Kauman, Kecamatan Kauman. Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp 12.500.000,- yang digunakan untuk memperbaiki kondisi rumah agar lebih layak, aman, dan sehat untuk ditinggali.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran.
“Program Bedah Rumah RTLH ini kami harapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. Semoga bantuan ini membawa kenyamanan, keamanan, dan keberkahan bagi para penerima, serta dapat meningkatkan kualitas hidup mereka ke depan,” ujar Suyadi.
Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam menghadirkan manfaat zakat yang nyata dan tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu.
Sementara itu, Sulastri, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku selama ini tinggal dalam kondisi yang sangat terbatas.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung atas bantuan bedah rumah ini. Sebelumnya saya harus tidur di samping kandang ayam karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan. Dengan adanya bantuan ini, saya bersyukur ke depan dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman. Terimakasih BAZNAS,” ujar Sulastri.
Melalui program Bedah Rumah RTLH ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap sinergi dengan berbagai pihak dapat terus diperkuat guna memperluas manfaat zakat serta menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
26/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berita Pendistribusian

BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Pada Senin (8/12/25), BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Suwito, warga Dusun Mojo RT 003/RW 002, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, yang hidup dalam kondisi cacat fisik dan sebatangkara.
Sejak kecil, Suwito harus menjalani hidup yang tidak mudah. Ia menyandang cacat fisik sejak lahir dan diterlantarkan oleh orang tuanya. Ia kemudian dibesarkan oleh sang nenek yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Namun, setelah neneknya meninggal dunia, Suwito kembali kehilangan sandaran hidup.
Tanpa penghasilan dan tanpa tempat tinggal tetap, ia kini hanya menumpang di rumah kakaknya. “Hidup saya selama ini hanya berpindah-pindah. Mau cari nafkah, badan tidak mampu. Setelah nenek tiada, rasanya dunia gelap,” ujar Suwito dengan suara lirih.
Kisah pilu ini sampai kepada BAZNAS Tulungagung dan menjadi perhatian serius. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kondisi yang dialami Suwito merupakan prioritas utama dalam pendistribusian zakat.
“Melihat kondisi Suwito yang cacat sejak lahir, diterlantarkan orang tua, kehilangan nenek, dan kini hidup menumpang, hati kami tergerak. Beliau adalah sasaran utama dana zakat. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab umat dalam mengembalikan martabat hidup beliau,” kata Suyadi.
BAZNAS Tulungagung menetapkan Suwito sebagai penerima bantuan biaya hidup rutin berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebagai jaminan seumur hidup.
Saat menerima pencairan bantuan tersebut, Suwito tak mampu menahan air mata haru. Tangisnya kali ini adalah ungkapan syukur atas kepedulian yang akhirnya menghampirinya setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam kesendirian.
Suyadi menambahkan bahwa Suwito merupakan satu dari lebih dari 200 fakir miskin sebatangkara di Tulungagung yang kini mendapat perhatian dan bantuan rutin dari BAZNAS.
Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup Suwito, BAZNAS juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung akan menjadi bantuan nyata bagi mereka yang paling membutuhkan.
09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Penyaluran Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Tulungagung - Upaya peningkatan sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pada Kamis (4/12/25), lembaga ini menyalurkan bantuan sanitasi kepada warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, dalam acara yang digelar di Balai Desa setempat.
Bantuan berupa uang tunai senilai Rp10.000.000,- diberikan kepada 5 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp2.000.000,-. Para penerima manfaat tersebut yaitu:
1. Muhammad Miftahul Huda, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
2. Miskam, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
3. Zumar, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
4. Markani, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
5. Bero, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., didampingi oleh Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi atau yang akrab disapa Mbah Pucung.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa bantuan sanitasi ini diberikan untuk mendukung terciptanya lingkungan sehat di masyarakat.
“Seluruh bantuan sudah kami salurkan kepada para penerima, dan Alhamdulillah kini telah terbangun fasilitas WC yang lebih layak dan sehat. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses sanitasi yang memadai,” ungkap Suyadi.
Ia menambahkan bahwa fasilitas sanitasi yang baik merupakan pondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan keluarga yang lebih sehat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat, sekaligus mendorong kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya.
Kepala Desa Pucung Lor, Mbah Pucung, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bantuan ini, yang dinilai sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sarana sanitasi memadai.
BAZNAS berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Penyaluran Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara Bersama Mbah Pucung di Ngantru
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Bersama dengan Imam Sopingi atau sosok yang dikenal luas dengan sebutan Mbah Pucung (Kepala Desa Pucung Lor), BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan biaya hidup kepada empat lansia fakir miskin sebatang kara. (4/12/25)
Empat penerima manfaat tersebut terdiri dari dua warga Desa Pakel dan dua warga Desa Pucung Lor, kecamatan Ngantru. Penyaluran berlangsung dan diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, di Balai Desa Pucung Lor untuk dua warga Desa Pakel, Kecamatan Ngantru.
Sementara itu, dua penerima manfaat dari Desa Pucung Lor mendapat penyaluran secara langsung di rumah masing-masing, didampingi oleh Mbah Pucung.
Setiap penerima mendapat bantuan berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sepanjang hidup penerima, sebagai bentuk dukungan berkelanjutan bagi para lansia yang tidak memiliki keluarga dan tinggal dalam kondisi serba terbatas.
Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian untuk menjamin kehidupan dasar masyarakat yang rentan.
“Bantuan biaya hidup ini kami salurkan sebagai bentuk kehadiran masyarakat melalui BAZNAS untuk memastikan para lansia fakir miskin tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka serta memberi ketenangan dalam menjalani hari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Mbah Pucung menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS Tulungagung atas bantuan yang diberikan kepada warganya
BAZNAS Tulungagung berharap bantuan ini dapat menjadi penguat bagi para penerima manfaat untuk menjalani hidup dengan lebih layak dan tenang. Selain itu, BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, agar semakin banyak saudara yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Artikel Terbaru
Menuju Ramadan: Saatnya Bersih-Bersih Hati dan Perbaiki Diri
Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang dinanti - nanti seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Bulan Suci Ramadhan diibarat musim hujan yang dinanti setelah kemarau panjang datangnya membawa berkah, menenangkan hati, dan memberi harapan baru. Tapi ada satu hal penting: Ramadhan bukan sekadar datang. ia harus disambut. Sebab bulan suci ini bukan hanya soal menahan lapar, melainkan soal menata ulang hidup.
Maka, sebelum Ramadhan benar-benar mengetuk pintu, kita perlu mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Bukan hanya membeli kurma, sirup, bahkan baju baru untuk lebaran tetapi juga membenahi hati, memperbaiki kebiasaan, dan menyusun target ibadah. Karena Ramadan hanya sebulan, namun dampaknya bisa seumur hidup.
Apa saja Yang Harus Dipersiapkan Untuk Menyambut Bulan Suci Ramadhan?
1. Bayar Hutang Puasa
Salah satu bentuk persiapan penting menjelang Ramadan yang sering terlupakan adalah membayar hutang puasa (qadha) dari Ramadhan sebelumnya. Hutang puasa biasanya terjadi karena adanya udzur syar’i, seperti sakit, haid atau nifas, hamil atau menyusui, serta kondisi perjalanan jauh yang membuat seseorang tidak mampu berpuasa. Karena puasa yang ditinggalkan merupakan kewajiban, maka menggantinya juga menjadi tanggung jawab yang tidak boleh dianggap sepele. Menyelesaikan qadha puasa sebelum Ramadhan datang akan membuat hati lebih tenang, karena kita menyambut bulan suci tanpa membawa “beban ibadah” yang tertunda.
Namun apabila seseorang tidak sanggup membayar hutang puasa dengan berpuasa, Allah SWT memberikan keringanan kita dapat melunasinya dengan membayar fidyah untuk memberi makan orang miskin. seperti dijelaskan dalam ayat berikut;
“Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Q.S. al-Baqarah: 184)"
2. Meningkatkan Kualitas Ibadah
Meningkatkan kualitas ibadah adalah persiapan terbaik sebelum menuju bulan Ramadan, agar hati dan diri kita lebih siap dalam menjalankan berbagai amalan di bulan suci. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta menambah kedekatan melalui ibadah yang lebih teratur dan bermakna. Karena itu, persiapan sejak sekarang sangat penting agar ketika Ramadan tiba, kita tidak merasa “kaget” dengan ritme ibadah yang meningkat, melainkan sudah terbiasa dan mampu menjalankannya dengan lebih ringan dan istiqamah.
Salah satu cara terbaik adalah membiasakan ibadah sunnah, seperti shalat dhuha, qiyamul lail, dan tilawah Al-Qur’an secara rutin. Shalat dhuha melatih disiplin dan menambah rasa syukur di awal hari. Qiyamul lail membentuk keikhlasan serta memperkuat hubungan kita dengan Allah, terutama saat berdoa di waktu yang tenang. Sementara tilawah rutin membuat kita semakin dekat dengan Al-Qur’an, sehingga lebih siap meraih target ibadah di bulan Ramadan.
Jika amalan-amalan ini dilatih sejak sekarang, maka Ramadhan akan terasa lebih mudah dijalani dan lebih bermakna. Kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus akan membantu kita meraih Ramadhan yang penuh keberkahan dan meningkatkan kualitas keimanan.
3. Memperbanyak Saling Memaafkan Kepada Sesama
Memaafkan satu sama lain juga menjadi langkah penting dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Dengan saling memaafkan, hati terasa lebih ringan karena kita tidak lagi menyimpan beban emosi, dendam, atau kesalahpahaman yang mungkin selama ini mengganggu ketenangan batin. Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan dan keberkahan, sehingga akan lebih indah jika kita memasukinya dengan hati yang bersih dan lapang.
Saling memaafkan juga mempererat hubungan antar sesama, baik dalam keluarga, pertemanan, maupun lingkungan sekitar. Ketika kita berani meminta maaf dan memaafkan, hubungan yang sempat renggang bisa kembali hangat dan harmonis. Suasana menjadi lebih nyaman, penuh kasih sayang, dan membuat kita lebih mudah fokus menjalankan ibadah, tanpa perasaan tidak enak atau beban dalam hati.
Selain itu, memaafkan adalah bentuk latihan keikhlasan dan kedewasaan dalam diri. Kita belajar menerima bahwa setiap manusia bisa berbuat salah, dan memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan, tetapi menunjukkan kebesaran hati untuk melepaskan hal yang menyakitkan. Dengan begitu, kita dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang, damai, dan khusyuk, karena ibadah yang dilakukan pun berasal dari hati yang lebih bersih dan tulus.
4. Menjaga Kesehatan
Kesehatan fisik dan mental menjadi bagian penting dalam menyambut Ramadhan, karena tubuh yang sehat akan membuat ibadah lebih lancar. Menjaga pola makan yang seimbang sejak sebelum Ramadhan membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan jadwal makan saat puasa. Mulailah mengurangi makanan berminyak dan berlebihan, perbanyak sayur, buah, serta minum air putih yang cukup agar tubuh tetap kuat.
Selain pola makan, kebiasaan hidup sehat seperti olahraga ringan dan istirahat yang cukup juga perlu diperhatikan. Olahraga tidak harus berat, cukup dengan jalan kaki, stretching, atau aktivitas sederhana yang membuat tubuh tetap aktif. Dengan tubuh yang bugar, kita akan lebih mudah menjalankan ibadah seperti tarawih, tadarus, dan kegiatan positif lainnya tanpa cepat lelah. Tidur yang cukup juga membantu menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan fokus, sehingga aktivitas harian tetap lancar meskipun sedang berpuasa. Jika persiapan fisik ini dilakukan sejak awal, Ramadan akan terasa lebih ringan dan produktif
Dari sisi mental, latih kesabaran dan kendalikan emosi sejak sekarang. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari amarah, menjaga lisan, dan menghindari perilaku negatif. Dengan mental yang tenang, Ramadan bisa dijalani dengan lebih nyaman, khusyuk, dan penuh keberkahan.
5. Susunan Target dan Strategi
Menjelang Ramadan, menyusun target ibadah dan strategi untuk meraih pahala sangat dianjurkan. Dengan adanya tujuan yang jelas, kita bisa lebih terarah dalam memaksimalkan setiap kesempatan kebaikan di bulan suci ini, mulai dari menjaga salat, memperbanyak tilawah, hingga meningkatkan sedekah dan amal sosial. Selain itu, perencanaan yang matang juga membantu kita lebih disiplin, konsisten, dan tidak mudah lalai, sehingga Ramadan dapat dijalani dengan lebih fokus, produktif, serta penuh keberkahan dan keutamaan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka lakukanlah dengan sebaik-baiknya.” (H.R. al-Baihaqi).
Rasulullah SAW juga senantiasa memotivasi para sahabatnya agar saling berlomba dalam melakukan kebaikan dan memperbanyak amal saleh demi meraih pahala yang berlimpah. Tidak hanya itu, beliau juga menekankan pentingnya memperbanyak doa, memohon pertolongan, dan meminta kemudahan kepada Allah SWT agar diberi kekuatan serta keistiqamahan dalam menjalankan berbagai ibadah, terutama ketika memasuki bulan suci.
Segala bentuk persiapan tersebut dianjurkan karena Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat, keberkahan, serta peluang besar bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ramadan menjadi momen terbaik untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kualitas ibadah, baik secara pribadi maupun sosial. Oleh sebab itu, mari kita memanfaatkan waktu sebelum datangnya bulan suci ini dengan sebaik mungkin, memperbaiki niat, menata kembali kebiasaan ibadah, serta mempersiapkan hati dan diri agar Ramadhan dapat dijalani dengan lebih maksimal dan penuh keberkahan.
Mari Bersedekah
Ramadan bukan hanya menahan lapar, tapi juga momen terbaik untuk berbagi dan menjemput pahala berlipat ganda. Yuk, hidupkan Ramadan dengan zakat, infak, dan sedekah, karena kebaikan kecil yang kita keluarkan bisa jadi jawaban doa orang lain dan penyelamat kita kelak.
Mulai dari yang sederhana: infak harian, sedekah berbuka, atau tunaikan zakat melalui lembaga terpercaya. Ramadhan cuma sebulan, tapi pahala dan berkahnya bisa seumur hidup. Ayo berbagi sekarang!
22/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Kisah Isra Miraj dan Hikmahnya Bagi Umat muslim
Isra’ Mi'raj merupakan peristiwa yang istimewa dalam agama Islam, yaitu dimana Allah SWT memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad SAW yaitu berupa perjalanan yang mulia bersama malaikat Jibril mulai dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha Palestina. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT sang pencipta alam semesta.
Kisah Singkat Perjalanan Isra' Mi'raj Nabi
Peristiwa Isra' Mi'raj terjadi pada periode Mekkah, ketika Rasulullah SAW sedang berada dalam masa sulit yang disebut Aam al-Huzn (Tahun Kesedihan). Beliau baru saja kehilangan istri tercinta, Siti Khadijah, dan paman yang melindunginya, Abu Thalib. Di tengah duka tersebut, Allah SWT menghibur beliau dengan sebuah perjalanan agung.
Dalam Suatu malam nabi sedang tidur di dalam kamarnya, malaikat Jibril mengeluarkan hati Nabi dan mensucikannya, kemudian mengisi hati nabi dengan emas yang dipenuhi dengan iman dan setelah itu mengembalikannya seperti semula. Kemudian Malaikat Jibril membawa Rasulullah dengan menggunakan Buraq (makhluk surgawi yang langkah kakinya sejauh mata memandang). Nabi berangkat dari Masjidil Haram (Mekkah) menuju Masjidil Aqsa (Palestina).
Sesampainya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin salat berjamaah sebagai imam bagi para Nabi dan Rasul terdahulu. Ini menunjukkan kedudukan beliau sebagai pemimpin para nabi. Setelah dari Masjidil Aqsa, Nabi memulai perjalanan naik ke langit melewati tujuh lapis langit. Di setiap lapisan langit, Nabi bertemu dengan nabi-nabi sebelumnya, mulai dari Nabi Adam AS, Nabi Isa AS, Nabi Yahya AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Idris AS, Nabi Harun AS, Nabi Musa AS, hingga Nabi Ibrahim AS.
Setelah itu nabi melakukan perjalanan ke Sidratul Muntaha Beliau terus naik hingga mencapai tempat tertinggi yang tidak bisa dilewati bahkan oleh Malaikat Jibril sekalipun. Di sinilah Nabi Muhammad SAW berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.
Di Baitul Makmur, Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat 50 waktu dari Allah SWT. Saat turun, beliau bertemu Nabi Musa AS yang mengingatkan bahwa umat Muhammad tidak akan sanggup melakukannya. Atas saran Nabi Musa, Rasulullah berkali-kali kembali menghadap Allah untuk memohon keringanan. Jumlahnya terus dikurangi hingga akhirnya ditetapkan menjadi 5 waktu sehari semalam. Meski Nabi Musa masih menyarankan untuk meminta keringanan lagi, Nabi Muhammad SAW menjawab: "Aku malu kepada Tuhanku, aku ridha dan pasrah".
Keseluruhan perjalanan luar biasa ini terjadi hanya dalam waktu satu malam. Keesokan harinya, ketika Nabi menceritakan hal ini kepada kaum kafir Quraisy, banyak yang mengejek dan menganggapnya tidak masuk akal. Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi orang pertama yang membenarkannya tanpa ragu sedikit pun, sehingga ia mendapat gelar Al-Shiddiq (yang membenarkan).
Hikmah Spiritual Isra' Mi'raj
Isra' Mi'raj merupakan sebuah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu Menuju sidratul Muntaha dalam satu malam peristiwa ini adalah bentuk penghiburan dari Allah kepada Nabi Muhammad setelah mengalami tahun kesedihan (Aam al - Huzn).
1. Memahami tanda - tanda kebesaran Allah
Salah satu hikmah Isra Miraj adalah menyaksikan tanda kebesaran Allah SWT. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan wujud asli Malaikat Jibril yang memiliki 600 sayap hingga menutupi langit. Selain itu, Nabi juga diperlihatkan gambaran surga dan neraka serta berbagai keajaiban lainnya sebagai penguat keimanan akan hal-hal gaib.
2. Pentingnya kedudukan sholat
Berbeda dengan ibadah lain (seperti zakat atau puasa) yang perintahnya turun melalui wahyu Malaikat Jibril di bumi, salat lima waktu diperintahkan langsung oleh Allah kepada Nabi di Sidratul Muntaha. Ini menunjukkan bahwa salat adalah ibadah yang paling utama dan merupakan "jalur komunikasi" langsung antara hamba dengan Sang Pencipta.
3. Keseimbangan dunia dan akhirat
Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (bumi) lalu ke Sidratul Muntaha (langit) mengajarkan kita untuk menjaga keseimbangan yaitu ?Hablum Minannas (Menjaga hubungan baik antar manusia di bumi) dan Hablum Minallah (Menjaga hubungan spiritual dengan Allah melalui salat).
Jika Isra' Mi'raj merupakan tentang perjalanan spiritual, maka sedekah merupakan manifestasi keimanan ke bumi. Sebagaimana salat yang diterima saat Isra' Mi'raj berfungsi sebagai pembersih jiwa sedangkan sedekah untuk membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan.
Mari kita sebagai umat Muslim merenungi peristiwa istimewa Isra' Mi'raj untuk menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat untuk sesama. Mari kita sempurnakan hubungan kita kepada Allah (Hablun Minallah) dengan melaksanakan salat dan memperbaiki Hablum minannas melalui zakat, sedekah, dan infaq.
15/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sedekah sebagai Investasi dalam Kebaikan dan Keberkahan, Bukan Hanya Sekedar Melepas Harta
Sebagian dari kita banyak yang masih ragu untuk memberikan sebagian harta kita kepada orang lain karena takut hartanya berkurang. Padahal jika kita memberi baik dalam bentuk harta atau waktu Allah justru memberikan lebih banyak kebaikan kepada kita baik dalam bentuk pahala, penghapusan dosa, atau rejeki yang berlimpah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist;
“Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, ia bersabda, ‘Sedekah (zakat) tidak akan mengurangi harta, tidaklah Allah menambah seorang hamba sebab pengampunannya (bagi orang lain) kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang tawadhu’ karena Allah melainkan Allah angkat derajatnya,’” (HR Muslim).
Hadist ini menjelaskan bahwa ketika kita bersedekah atau berzakat harta kita tidak akan berkurang, Allah justru akan memberikan keberkahan dan melipatgandakan harta yang kita miliki. Bersedekah juga merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan karena dapat membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir dan tamak, mendapatkan pahala dan penghapusan dosa, serta membuka pintu rejeki bagi orang – orang yang melakukan bersedekah.
Secara logika matematika jika 10 dikurangi 1 maka akan menjadi 9. Namun berbeda dalam pandangan ilmu berbagi ketika 1 dikurangi 1 bisa menjadi 10, memberi bukan bentuk pengurangan harta melainkan bentuk investasi, ketika kita bersedekah sebenarnya kita sedang menanam benih kebaikan yang suatu hari nanti akan bertumbuh menjadi baik dalam bentuk ketenangan hati, kesehatan, atau bahkan terbukanya pintu rejeki yang tidak disangka sangka.
Dari sini kita belajar bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Kita tidak perlu menunggu kaya untuk saling berbagi karena ketika kita bersedekan Allah akan mencukupkan kita dari arah yang tidak disangka – sangka dan ingatlah jika harta yang kita simpan mungkin akan hilang tetapi jika harta kita sedekahkan ini akan menjadi milik kita untuk selamanya dalam bentuk pahala dan kebaikan.
Rahasia merasa cukup adalah bukan dengan kita menggenggam rapat rapat harta yang kita miliki tetapi dengan belajar untuk membagikan sebagian harta kita kepada orang lain karena sebagian harta kita juga merupakan hak orang lain. Mari kita menjadi bagian dari orang – orang yang mengukir kebahagiaan dengan memberi sebagian harta kita kepada mereka yang membutuhkan.
“YUK, BERSEDEKAH MULAI HARI INI ! KECIL BAGI KITA NAMUN BERARTI BAGI MEREKA”.
13/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung



