WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Gunakan Teknologi Anti-curang, BAZNAS Tulungagung Tingkatkan Standar Seleksi Beasiswa SKSS tahun 2026
Gunakan Teknologi Anti-curang, BAZNAS Tulungagung Tingkatkan Standar Seleksi Beasiswa SKSS tahun 2026
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menghadirkan inovasi digital dalam proses seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026. Untuk memastikan proses seleksi berjalan secara objektif, transparan, dan profesional, BAZNAS resmi menerapkan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dilengkapi teknologi canggih pendeteksi kecurangan. Pelaksanaan tes berbasis komputer tersebut digelar di Gedung Laboratorium UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung pada Selasa (22/6/2026). Penerapan sistem digital ini menjadi langkah nyata BAZNAS Tulungagung untuk meningkatkan kualitas kelulusan peserta, di mana seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama karena hasil ujian sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan mandiri masing-masing. Ketua Panitia sekaligus Staf IT BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Ahmad Asrofi, menjelaskan bahwa aplikasi ujian seleksi Beasiswa SKSS 2026 ini dirancang dengan tingkat keamanan tinggi untuk meminimalisir segala bentuk potensi kecurangan secara otomatis. Saat peserta mulai mengerjakan tes, tampilan aplikasi secara otomatis akan memenuhi seluruh layar komputer (full screen) dan mengunci sistem operasi. "Begitu peserta masuk ke dalam mode ujian, sistem akan langsung mengunci tampilan layar. Apabila peserta mencoba keluar dari aplikasi, membuka tab browser baru, menjalankan aplikasi lain, atau bahkan menekan tombol Windows pada keyboard, maka sistem akan otomatis mengakhiri ujian saat itu juga," tegas Asrofi. Ia menambahkan, skor atau nilai ujian peserta yang teridentifikasi melakukan pelanggaran akan langsung muncul dan ditandai oleh sistem. Fitur ini dirancang untuk menghilangkan peluang terjadinya kecurangan sekaligus menjaga integritas pelaksanaan tes tulis dari awal hingga akhir. Selain pengamanan aplikasi berbasis digital, soal ujian juga disusun secara acak (random system). Langkah ini dilakukan agar setiap komputer menampilkan urutan maupun paket soal yang berbeda antarpeserta. Dengan demikian, para peserta tidak memiliki peluang untuk saling menyalin jawaban meskipun duduk berdampingan di dalam laboratorium komputer. Adapun materi yang diujikan dalam tes tulis ini mencakup kebaznasan dan pengelolaan ZIS, wawasan keislaman dan moderasi beragama, wawasan kebangsaan, serta tes kemampuan dasar (TKD). Untuk mendukung fokus dan kondusivitas, seluruh unit telepon genggam milik peserta dikumpulkan sebelum tes dimulai. Peserta hanya diperbolehkan membawa kertas kosong untuk mencatat serta air minum pribadi, dibantu pengawasan aktif dari panitia di seluruh sudut ruangan. Salah satu keunggulan utama dari sistem CAT ini adalah transparansi, di mana peserta dapat langsung melihat perolehan skor mereka di layar monitor sesaat setelah menekan tombol selesai tanpa adanya jeda atau intervensi dari pihak mana pun. Meski begitu, Asrofi menegaskan bahwa nilai tes tulis CAT bukanlah satu-satunya faktor penentu kelulusan menuju tahap berikutnya. "Nilai ujian CAT ini akan dikombinasikan dengan hasil survei lapangan yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim verifikasi BAZNAS. Akumulasi kedua nilai tersebut menjadi dasar penentuan peserta yang berhak melaju ke tahap wawancara. Jadi seleksi ini tidak hanya melihat kemampuan akademik saat tes, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan hasil verifikasi lapangan," ungkap Asrofi. Melalui kombinasi pengawasan digital dan verifikasi faktual di lapangan, program Beasiswa SKSS BAZNAS Tulungagung 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas, serta komitmen untuk membangun daerah. Masyarakat dan peserta yang ingin mengetahui pembaruan informasi mengenai hasil seleksi maupun jadwal wawancara Beasiswa SKSS 2026 dapat mengakses portal resmi BAZNAS Kabupaten Tulungagung atau mengikuti kanal media sosial resmi BAZNAS Tulungagung.
23/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Gunakan Sistem Ujian Anti-Curang, Calon Penerima Beasiswa SKSS Pusing Hadapi Seleksi yang Semakin Ketat
Gunakan Sistem Ujian Anti-Curang, Calon Penerima Beasiswa SKSS Pusing Hadapi Seleksi yang Semakin Ketat
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung menghadirkan inovasi baru dalam proses seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026 dengan menerapkan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dilengkapi teknologi pendeteksi kecurangan. Sistem tersebut digunakan dalam pelaksanaan tes tulis yang digelar di Gedung Laboratorium UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Selasa (22/7/2026). Penerapan sistem ini menjadi salah satu upaya BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk meningkatkan kualitas seleksi sehingga berjalan lebih objektif, transparan, dan profesional. Seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama karena hasil ujian sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing. Ketua Panitia sekaligus Staf IT BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Ahmad Asrofi, menjelaskan bahwa aplikasi ujian dirancang dengan sistem keamanan yang mampu mendeteksi berbagai bentuk kecurangan secara otomatis. Menurutnya, ketika peserta telah memasuki mode ujian, tampilan aplikasi akan memenuhi seluruh layar komputer (full screen) sehingga peserta tidak dapat mengakses program lain selama ujian berlangsung. "Begitu peserta masuk ke dalam mode ujian, sistem akan langsung mengunci tampilan layar. Apabila peserta mencoba keluar dari aplikasi, membuka tab baru, menjalankan aplikasi lain, atau bahkan menekan tombol Windows pada keyboard, maka sistem akan otomatis mengakhiri ujian saat itu juga. Skor yang diperoleh langsung muncul di layar sehingga peserta yang melakukan pelanggaran akan langsung teridentifikasi oleh sistem," jelas Asrofi. Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut dirancang untuk menghilangkan peluang terjadinya kecurangan sekaligus menjaga integritas pelaksanaan seleksi. Selain pengamanan sistem, soal ujian juga dibuat secara acak (random) sehingga setiap komputer menampilkan susunan soal yang berbeda. Dengan demikian, peserta tidak dapat saling menyalin jawaban meskipun duduk berdekatan. "Setiap peserta menerima paket soal yang berbeda. Urutan maupun isi soal telah diacak oleh sistem sehingga masing-masing peserta benar-benar harus mengandalkan kemampuan sendiri dalam mengerjakan ujian," tambahnya. Asrofi juga menegaskan bahwa hasil tes tulis bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan peserta menuju tahap berikutnya. "Nilai ujian ini akan dikombinasikan dengan hasil survei lapangan yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim BAZNAS. Kedua komponen tersebut akan diakumulasi menjadi nilai akhir sebagai dasar penentuan peserta yang berhak melaju ke tahap wawancara. Jadi seleksi ini tidak hanya melihat kemampuan akademik saat tes, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan hasil verifikasi lapangan," ungkapnya. Salah satu bentuk transparansi yang diterapkan dalam sistem ini adalah peserta dapat langsung mengetahui skor ujian sesaat setelah menyelesaikan tes. Hal tersebut memberikan kepastian bahwa proses penilaian berlangsung secara terbuka tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun. Untuk menjaga fokus peserta, seluruh telepon genggam dikumpulkan sebelum ujian dimulai. Peserta hanya diperbolehkan membawa kertas kosong sebagai media mencatat dan air minum pribadi. Selama pelaksanaan tes, pengawas juga secara aktif berkeliling mengawasi seluruh ruangan sehingga setiap peserta benar-benar mengerjakan soal secara mandiri. Adapun materi yang diujikan meliputi kebaznasan, keislaman, wawasan kebangsaan, serta tes kemampuan dasar. Dengan kombinasi sistem pengawasan digital dan pengawasan langsung di dalam ruang ujian, proses seleksi Beasiswa SKSS Tahun 2026 diharapkan mampu menghasilkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas, dan komitmen untuk menjadi generasi penerus yang berkualitas.
23/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Terapkan Sistem CAT Anti-Curang di Seleksi Beasiswa SKSS 2026
BAZNAS Tulungagung Terapkan Sistem CAT Anti-Curang di Seleksi Beasiswa SKSS 2026
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali melanjutkan rangkaian seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026 dengan menggelar tes tulis bagi para calon penerima beasiswa di Gedung Laboratorium UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Selasa (22/7/2026). Tes ini diikuti oleh 51 peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dari total 90 mahasiswa pendaftar yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung. Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menghadirkan sistem ujian berbasis komputer yang dilengkapi dengan teknologi anti-kecurangan (anti cheating system). Inovasi tersebut menjadi langkah baru dalam menghadirkan proses seleksi yang semakin profesional, transparan, objektif, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengatakan bahwa peningkatan kualitas proses seleksi dilakukan sebagai bentuk komitmen BAZNAS dalam mendapatkan mahasiswa terbaik yang layak menerima beasiswa. "Tahun ini kami memperketat proses seleksi agar benar-benar mampu menjaring mahasiswa yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat belajar yang tinggi. Beasiswa SKSS merupakan amanah dari para muzaki, sehingga setiap tahapan seleksi harus dilakukan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami ingin memastikan bantuan pendidikan ini diterima oleh mahasiswa yang memang layak dan memiliki potensi untuk berkembang," ujar Suyadi. Pelaksanaan tes turut dipantau langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Wakil Ketua II, beserta jajaran pelaksana yang hadir untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Sebelum memasuki ruang ujian, seluruh peserta diwajibkan mengumpulkan telepon genggam serta perangkat elektronik lainnya. Peserta hanya diperbolehkan membawa selembar kertas kosong sebagai media coretan dan air minum pribadi selama mengerjakan soal. Suasana ujian berlangsung dengan penuh konsentrasi. Para pengawas secara bergantian berkeliling memantau setiap peserta sehingga tidak ada ruang bagi tindakan yang mengarah pada kecurangan. Dalam tes tersebut, peserta mengerjakan berbagai materi yang meliputi kebaznasan, keislaman, wawasan kebangsaan, serta tes kemampuan dasar sebagai bagian dari penilaian kompetensi calon penerima Beasiswa SKSS Tahun 2026. Melalui proses seleksi yang semakin ketat ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap mampu melahirkan penerima beasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian sosial yang tinggi.
23/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Pendistribusian

Santunan Yatim pada Doa Akhir dan Awal Tahun 2025-2026 di Pendopo Kongas Arum
Santunan Yatim pada Doa Akhir dan Awal Tahun 2025-2026 di Pendopo Kongas Arum
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan santunan kepada anak yatim dalam rangkaian acara doa akhir dan awal tahun serta pengajian akbar menyambut malam pergantian tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu malam (31/12/25). Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako dengan total nilai Rp5.400.000,-. Santunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah bersama BAZNAS terhadap kesejahteraan anak-anak yatim, khususnya di momen pergantian tahun. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Tulungagung. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat program-program sosial dan kemanusiaan, sehingga semakin banyak mustahik yang terbantu dan kesejahteraan umat dapat terus ditingkatkan.
02/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Pada Senin (8/12/25), BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Suwito, warga Dusun Mojo RT 003/RW 002, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, yang hidup dalam kondisi cacat fisik dan sebatangkara. Sejak kecil, Suwito harus menjalani hidup yang tidak mudah. Ia menyandang cacat fisik sejak lahir dan diterlantarkan oleh orang tuanya. Ia kemudian dibesarkan oleh sang nenek yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Namun, setelah neneknya meninggal dunia, Suwito kembali kehilangan sandaran hidup. Tanpa penghasilan dan tanpa tempat tinggal tetap, ia kini hanya menumpang di rumah kakaknya. “Hidup saya selama ini hanya berpindah-pindah. Mau cari nafkah, badan tidak mampu. Setelah nenek tiada, rasanya dunia gelap,” ujar Suwito dengan suara lirih. Kisah pilu ini sampai kepada BAZNAS Tulungagung dan menjadi perhatian serius. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kondisi yang dialami Suwito merupakan prioritas utama dalam pendistribusian zakat. “Melihat kondisi Suwito yang cacat sejak lahir, diterlantarkan orang tua, kehilangan nenek, dan kini hidup menumpang, hati kami tergerak. Beliau adalah sasaran utama dana zakat. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab umat dalam mengembalikan martabat hidup beliau,” kata Suyadi. BAZNAS Tulungagung menetapkan Suwito sebagai penerima bantuan biaya hidup rutin berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebagai jaminan seumur hidup. Saat menerima pencairan bantuan tersebut, Suwito tak mampu menahan air mata haru. Tangisnya kali ini adalah ungkapan syukur atas kepedulian yang akhirnya menghampirinya setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam kesendirian. Suyadi menambahkan bahwa Suwito merupakan satu dari lebih dari 200 fakir miskin sebatangkara di Tulungagung yang kini mendapat perhatian dan bantuan rutin dari BAZNAS. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup Suwito, BAZNAS juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung akan menjadi bantuan nyata bagi mereka yang paling membutuhkan.
09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Penyaluran Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Penyaluran Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Tulungagung - Upaya peningkatan sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pada Kamis (4/12/25), lembaga ini menyalurkan bantuan sanitasi kepada warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, dalam acara yang digelar di Balai Desa setempat. Bantuan berupa uang tunai senilai Rp10.000.000,- diberikan kepada 5 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp2.000.000,-. Para penerima manfaat tersebut yaitu: 1. Muhammad Miftahul Huda, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004 2. Miskam, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004 3. Zumar, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004 4. Markani, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004 5. Bero, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004 Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., didampingi oleh Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi atau yang akrab disapa Mbah Pucung. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa bantuan sanitasi ini diberikan untuk mendukung terciptanya lingkungan sehat di masyarakat. “Seluruh bantuan sudah kami salurkan kepada para penerima, dan Alhamdulillah kini telah terbangun fasilitas WC yang lebih layak dan sehat. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses sanitasi yang memadai,” ungkap Suyadi. Ia menambahkan bahwa fasilitas sanitasi yang baik merupakan pondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan keluarga yang lebih sehat. “Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat, sekaligus mendorong kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya. Kepala Desa Pucung Lor, Mbah Pucung, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bantuan ini, yang dinilai sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sarana sanitasi memadai. BAZNAS berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Artikel Terbaru

Jadilah Bermanfaat untuk Orang Lain
Jadilah Bermanfaat untuk Orang Lain
Di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat, banyak orang berlomba-lomba mengejar kesuksesan. Harta, jabatan, dan pencapaian sering kali dijadikan tolak ukur keberhasilan seseorang. Padahal, dalam pandangan Islam, ukuran kemuliaan manusia tidak hanya terletak pada apa yang berhasil dimiliki, tetapi juga pada seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama. Setiap manusia diciptakan dengan kemampuan dan kesempatan yang berbeda-beda. Ada yang diberikan kelebihan dalam harta, ilmu, tenaga, waktu, maupun pengalaman. Semua itu sejatinya bukan hanya untuk dinikmati sendiri, melainkan sebagai amanah yang dapat digunakan untuk menghadirkan kebaikan bagi orang lain. Sebab, hidup yang paling bermakna adalah hidup yang mampu menjadi alasan hadirnya senyum, harapan, dan kebahagiaan bagi sesama. Rasulullah SAW telah mengajarkan prinsip hidup yang begitu sederhana namun memiliki makna yang luar biasa. Beliau bersabda: "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad) Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Menolong tetangga yang sedang kesulitan, membantu biaya pendidikan seorang anak yang kesulitan untuk sekolah, menguatkan mereka yang sedang menghadapi cobaan, hingga berbagi rezeki kepada orang yang membutuhkan merupakan wujud nyata dari manfaat yang dapat kita berikan. Menjadi pribadi yang bermanfaat juga berarti menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat. Sebab, masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, menggapai pendidikan yang layak, memperoleh layanan kesehatan, hingga membangun usaha demi menyambung kehidupan. Kepedulian dari banyak orang, meskipun tampak sederhana, dapat menjadi cahaya harapan bagi mereka untuk bangkit dan menjalani hidup dengan lebih baik. Islam mengajarkan bahwa berbagi tidak akan pernah mengurangi harta. Sebaliknya, setiap kebaikan yang diberikan akan dibalas dengan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Ketika kita menjadi jalan keluar bagi kesulitan orang lain, sesungguhnya kita sedang membuka pintu kemudahan bagi kehidupan kita sendiri. Inilah indahnya berbagi, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga membawa ketenangan hati dan keberkahan bagi pemberinya. Oleh karena itu, marilah kita tidak hanya menjadi pribadi yang saleh dalam hubungan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk berbuat baik, sekecil apa pun bentuknya. Karena bisa jadi, satu bantuan kecil yang kita berikan hari ini menjadi sebab berubahnya kehidupan seseorang di masa depan. Di era digital seperti sekarang, menebar manfaat menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) denga mudah, aman dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan. Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI: Zakat• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat TulungagungInfak• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung Atau klik -> Berbagi kebaikan bersama BAZNAS Karena pada akhirnya, warisan terbaik yang kita tinggalkan bukanlah sebanyak apa yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang telah kita hadirkan bagi kehidupan orang lain.
16/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Keistimewaan Bulan Safar: Memahami NIlainya dalam Kalender Hijriah
Keistimewaan Bulan Safar: Memahami NIlainya dalam Kalender Hijriah
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Di tengah masyarakat, bulan ini sering dikaitkan dengan berbagai anggapan, seperti bulan yang membawa kesialan, waktu yang tidak baik untuk menikah, memulai usaha, atau bepergian. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa Bulan Safar adalah bulan sial ataupun memiliki kesialan tertentu. Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa semua waktu yang Allah SWT ciptakan adalah baik. Musibah maupun nikmat yang diterima seseorang merupakan bagian dari takdir Allah SWT, bukan karena pengaruh suatu bulan. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memahami Bulan Safar berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah agar tidak terpengaruh oleh mitos yang berkembang di masyarakat. Safar dalam Kalender Hijriah Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan Hijriah. Nama Safar telah dikenal sejak masa Arab sebelum Islam. Sebagian ulama berpendapat bahwa nama tersebut berasal dari kata ?ifr yang berarti kosong, karena pada bulan ini banyak rumah ditinggalkan penduduknya untuk berdagang atau melakukan perjalanan. Dalam Islam, Bulan Safar memiliki kedudukan yang sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya. Tidak terdapat ibadah khusus ataupun amalan tertentu yang hanya dikhususkan pada bulan ini sebagaimana Ramadan atau sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Namun, Bulan Safar tetap menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri. Meluruskan Mitos tentang Bulan Safar Salah satu kesalahpahaman yang masih berkembang hingga saat ini adalah anggapan bahwa Bulan Safar membawa kesialan. Keyakinan tersebut berasal dari tradisi masyarakat Arab pada masa jahiliah. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada 'adwa (penularan penyakit yang terjadi dengan sendirinya tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada hammah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari No. 5707 dan Muslim No. 2220). Hadis ini menjadi dasar bahwa seorang Muslim tidak boleh meyakini adanya bulan yang membawa kesialan. Segala sesuatu yang terjadi di dunia berlangsung atas kehendak dan ketetapan Allah SWT. Hikmah Bulan Safar Walaupun tidak memiliki keutamaan khusus sebagaimana beberapa bulan lainnya, Bulan Safar tetap memiliki banyak pelajaran bagi kehidupan seorang Muslim. 1. Menguatkan akidah dan tawakal Bulan Safar mengingatkan umat Islam agar hanya bergantung kepada Allah SWT. Seorang Muslim tidak boleh mempercayai ramalan, hari sial, atau bulan sial karena semua urusan berada dalam kekuasaan Allah. 2. Menumbuhkan sikap optimis Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berprasangka baik kepada Allah SWT (husnuzan). Oleh karena itu, tidak ada alasan menunda pernikahan, membuka usaha, pindah rumah, ataupun melakukan perjalanan hanya karena memasuki Bulan Safar. 3. Menjauhi tahayul dan khurafat Salah satu hikmah terbesar Bulan Safar adalah menjadi pengingat agar umat Islam meninggalkan berbagai kepercayaan yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Seorang Muslim hendaknya mengambil keputusan berdasarkan ilmu dan pertimbangan yang baik, bukan karena mitos. 4. Menjadikan setiap bulan sebagai kesempatan memperbaiki diri Datangnya Bulan Safar menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap bulan merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Safar Memang tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan atau disunnahkan secara khusus pada Bulan Safar. Namun, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebagaimana pada bulan-bulan lainnya. 1. Memperbanyak salat sunnah Selain menjaga salat lima waktu, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat sunnah seperti salat Duha, salat Tahajud, salat Rawatib, dan salat Witir sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. 2. Membaca Al-Qur'an setiap hari Membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, termasuk pada Bulan Safar. Membaca Al-Qur'an akan menambah ketenangan hati dan memperkuat keimanan. 3. Memperbanyak zikir dan doa Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istigfar, serta memperbanyak doa menjadi amalan yang dapat dilakukan setiap hari. Rasulullah ? juga menganjurkan umatnya untuk senantiasa memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT. 4. Memperbanyak istigfar dan bertaubat Bulan Safar dapat dijadikan momentum untuk mengevaluasi diri atas kesalahan yang telah dilakukan. Dengan memperbanyak istigfar dan taubat yang sungguh-sungguh, seorang Muslim berharap memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT. 5. Bersedekah dan membantu sesama Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Bantuan yang diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, maupun masyarakat yang membutuhkan akan membawa manfaat bagi penerima sekaligus menjadi ladang pahala bagi pemberinya. Penutup Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan sebagaimana anggapan sebagian masyarakat. Islam mengajarkan bahwa semua bulan merupakan ciptaan Allah SWT dan tidak memiliki kekuatan untuk mendatangkan manfaat maupun mudarat dengan sendirinya. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mengisi Bulan Safar dengan memperbanyak amal saleh, memperkuat akidah, menjauhi tahayul, serta meningkatkan kualitas ibadah. Dengan pemahaman yang benar, Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik.
08/07/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
Allah tidak Pernah Terlambat Memberi
Allah tidak Pernah Terlambat Memberi
Dalam perjalanan hidup, setiap orang pasti pernah berada pada titik ketika doa terasa belum dijawab, harapan belum terwujud, atau impian masih jauh dari kenyataan. Tidak sedikit yang kemudian bertanya, "Mengapa Allah belum mengabulkan apa yang saya inginkan?" Padahal, dalam kasih sayang-Nya, Allah tidak pernah terlambat. Apa yang menurut kita terlambat, sejatinya memang belum waktunya untuk diberikan. Allah Maha Mengetahui apa yang kita butuhkan, kapan kita siap menerimanya, dan apa yang terbaik bagi kehidupan kita. Allah Selalu Memberikan yang Terbaik Sebagai manusia, kita sering menilai segala sesuatu berdasarkan waktu yang kita inginkan. Kita berharap doa segera dikabulkan, rezeki segera datang, atau masalah segera selesai. Namun, Allah memiliki rencana yang jauh lebih sempurna. Bisa jadi sesuatu yang belum kita peroleh hari ini justru sedang dipersiapkan agar hadir pada waktu yang paling tepat. Atau mungkin Allah sedang menguatkan hati kita, memperbaiki diri kita, dan mengajarkan arti kesabaran sebelum menghadiahkan nikmat yang lebih besar. Maka, jangan pernah menganggap keterlambatan sebagai penolakan. Bisa jadi, itu adalah bentuk kasih sayang Allah agar kita menerima sesuatu dalam keadaan yang benar-benar siap. Mengisi Masa Penantian dengan Kebaikan Menunggu bukan berarti berhenti melangkah. Justru dalam masa penantian itulah Allah mengajarkan kita untuk terus berikhtiar, memperbanyak doa, bersyukur atas nikmat yang telah ada, dan tetap menebarkan manfaat kepada sesama. Kebaikan tidak harus menunggu semua keinginan kita terkabul. Kita tetap bisa menjadi jalan kebahagiaan bagi orang lain, meskipun kita sendiri masih menyimpan harapan kepada Allah. Setiap senyum yang kita hadirkan, setiap bantuan yang kita berikan, dan setiap kepedulian yang kita tunjukkan merupakan amal yang bernilai di sisi-Nya. Zakat, Infak, dan Sedekah: Wujud Syukur dan Kepedulian Salah satu bentuk nyata menebarkan kebaikan adalah dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Harta yang Allah titipkan kepada kita bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga mengandung hak orang lain yang membutuhkan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita tidak hanya membantu meringankan beban saudara-saudara yang sedang mengalami kesulitan, tetapi juga membersihkan harta, menumbuhkan rasa syukur, dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. Apa yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan mengurangi harta. Sebaliknya, Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi hamba-hamba yang gemar berbagi. Apa pun yang sedang kita nantikan hari ini, percayalah bahwa Allah sedang menyiapkan waktu terbaik untuk memberikannya. Sementara itu, jangan pernah berhenti menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Jadikan setiap langkah kebaikan sebagai bentuk ikhtiar dan bukti syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Mari terus berbagi kebahagiaan melalui zakat, infak, dan sedekah bersama BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan serta menghadirkan manfaat yang terus mengalir. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui: Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS "Apa yang menurut kita terlambat, memang belum waktunya untuk diberi. Karena Allah tidak pernah terlambat, Dia selalu tepat pada waktu-Nya."
02/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

BAZNAS TV