
Berita Terkini
BAZNAS Tulungagung Dorong Optimalisasi Penghimpunan ZIS di Kawedanan Ngunut
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Sosialisasi dan Optimalisasi Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) se-Eks Kawedanan Ngunut. Kegiatan ini berlangsung di Aula Wilis UPT Balai Kerja Kabupaten Tulungagung pada Selasa (28/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Kesehatan, para camat se-eks Kawedanan Ngunut, koordinator wilayah UPA-SP, kepala sekolah SD, serta kepala puskesmas se-eks Kawedanan Ngunut. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat penghimpunan ZIS, khususnya di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan penghimpunan ZIS. Ia mengajak seluruh peserta untuk mulai berkontribusi sesuai kemampuan.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap Bapak/Ibu semua tergugah untuk berzakat, berinfak, maupun bersedekah melalui BAZNAS. Jika belum mampu berzakat, maka bersedekahlah seikhlasnya. Insyaallah, apa yang ditunaikan akan kembali memberi manfaat, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suyadi menjelaskan bahwa dana ZIS yang dihimpun akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program BAZNAS. Salah satunya adalah program bantuan biaya hidup bagi fakir miskin sebatang kara, yang menyasar lansia tanpa keluarga dan tanpa penghasilan tetap. Ia menambahkan, banyak dari mereka yang belum terjangkau bantuan pemerintah karena tidak memiliki identitas resmi seperti KTP atau Kartu Keluarga.
“Jika penghimpunan ZIS tidak optimal, maka keberlangsungan bantuan bagi mereka tentu akan terancam. Di sinilah pentingnya peran kita bersama,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap kesadaran dan partisipasi ASN serta masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat.
Sebagai bentuk kemudahan layanan, masyarakat dapat menunaikan zakat dan sedekah secara daring melalui tautan berikut:
Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat
28/04/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi Optimalisasi Penghimpunan ZIS di Eks Kawedanan Tulungagung
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Optimalisasi Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) se-Eks Kawedanan Tulungagung pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pertemuan Sabha Husada Bakti Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Bupati Tulungagung yang diwakili oleh Asisten I, Drs. Samrotul Fuad, serta Kepala Dinas Kesehatan atau yang mewakili. Turut hadir para camat, koordinator wilayah UPA-SP, kepala sekolah SD, dan kepala puskesmas se-eks Kawedanan Tulungagung, serta kepala kantor kelurahan di lingkup Kecamatan Tulungagung.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat dan mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayah eks Kawedanan Tulungagung.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghimpunan ZIS dari ASN di lingkungan pemerintah daerah masih belum maksimal. Ia berharap melalui kegiatan ini, kesadaran dan partisipasi ASN dapat meningkat.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap dapat menggugah kesadaran untuk berzakat, berinfak, maupun bersedekah melalui BAZNAS. Jika belum mampu berzakat, setidaknya bisa bersedekah dengan ikhlas. Insyaallah, apa yang ditunaikan akan kembali memberikan manfaat, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I, Drs. Samrotul Fuad, menegaskan bahwa zakat merupakan syariat sekaligus kewajiban bagi setiap muslim yang mampu untuk menunaikannya.
Dalam kesempatan tersebut, Suyadi juga menjelaskan sejumlah program unggulan BAZNAS Tulungagung, salah satunya program bantuan biaya hidup bagi fakir miskin sebatangkara. Program ini menyasar para lansia yang hidup sendiri tanpa dukungan keluarga maupun penghasilan tetap, serta belum terjangkau bantuan pemerintah karena keterbatasan administrasi seperti tidak memiliki KTP atau KK.
“Jika penghimpunan ZIS tidak optimal, maka keberlangsungan program-program kemanusiaan seperti ini tentu akan terhambat. Padahal mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap seluruh ASN dan masyarakat dapat semakin peduli dan berperan aktif dalam menunaikan zakat, infak, maupun sedekah melalui lembaga resmi.
Sebagai bentuk kemudahan dalam berzakat atau bersedekah, masyarakat dapat menyalurkan ZIS secara online melalui website resmi BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
Klik Disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan penghimpunan ZIS di Kabupaten Tulungagung semakin meningkat, sehingga lebih banyak masyarakat Tulungagung yang dapat merasakan manfaatnya.
23/04/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Program Beasiswa Pendidikan, BAZNAS Sasar Siswa Kurang Mampu di Sejumlah SMP
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan beasiswa kepada siswa-siswi kurang mampu di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Penyaluran beasiswa dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., bersama Wakil Ketua I, Abdul Wachid. S.IP., dengan mendatangi masing-masing sekolah penerima manfaat. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah sekolah, yakni SMPN 1 Ngunut, SMPN 1 Sumbergempol, SMPN 2 Bandung, dan SMPN 3 Bandung, sehingga bantuan dapat diterima langsung oleh para siswa di lingkungan sekolah mereka.
Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 9 siswa menerima bantuan secara simbolis. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa setiap siswa memperoleh bantuan berupa uang tunai sebesar Rp750.000 yang diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan mereka.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus belajar dan meraih prestasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program beasiswa ini tidak hanya diberikan kepada 9 siswa tersebut, melainkan secara keseluruhan disalurkan kepada 20 siswa kurang mampu yang berasal dari berbagai sekolah tingkat SMP di Kabupaten Tulungagung.
Penyaluran beasiswa ini menjadi salah satu upaya nyata BAZNAS Tulungagung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pendidikan, sekaligus mendorong generasi muda untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi.
16/04/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berita Pendistribusian

BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Pada Senin (8/12/25), BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Suwito, warga Dusun Mojo RT 003/RW 002, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, yang hidup dalam kondisi cacat fisik dan sebatangkara.
Sejak kecil, Suwito harus menjalani hidup yang tidak mudah. Ia menyandang cacat fisik sejak lahir dan diterlantarkan oleh orang tuanya. Ia kemudian dibesarkan oleh sang nenek yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Namun, setelah neneknya meninggal dunia, Suwito kembali kehilangan sandaran hidup.
Tanpa penghasilan dan tanpa tempat tinggal tetap, ia kini hanya menumpang di rumah kakaknya. “Hidup saya selama ini hanya berpindah-pindah. Mau cari nafkah, badan tidak mampu. Setelah nenek tiada, rasanya dunia gelap,” ujar Suwito dengan suara lirih.
Kisah pilu ini sampai kepada BAZNAS Tulungagung dan menjadi perhatian serius. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kondisi yang dialami Suwito merupakan prioritas utama dalam pendistribusian zakat.
“Melihat kondisi Suwito yang cacat sejak lahir, diterlantarkan orang tua, kehilangan nenek, dan kini hidup menumpang, hati kami tergerak. Beliau adalah sasaran utama dana zakat. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab umat dalam mengembalikan martabat hidup beliau,” kata Suyadi.
BAZNAS Tulungagung menetapkan Suwito sebagai penerima bantuan biaya hidup rutin berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebagai jaminan seumur hidup.
Saat menerima pencairan bantuan tersebut, Suwito tak mampu menahan air mata haru. Tangisnya kali ini adalah ungkapan syukur atas kepedulian yang akhirnya menghampirinya setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam kesendirian.
Suyadi menambahkan bahwa Suwito merupakan satu dari lebih dari 200 fakir miskin sebatangkara di Tulungagung yang kini mendapat perhatian dan bantuan rutin dari BAZNAS.
Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup Suwito, BAZNAS juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung akan menjadi bantuan nyata bagi mereka yang paling membutuhkan.
09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Penyaluran Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Tulungagung - Upaya peningkatan sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pada Kamis (4/12/25), lembaga ini menyalurkan bantuan sanitasi kepada warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, dalam acara yang digelar di Balai Desa setempat.
Bantuan berupa uang tunai senilai Rp10.000.000,- diberikan kepada 5 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp2.000.000,-. Para penerima manfaat tersebut yaitu:
1. Muhammad Miftahul Huda, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
2. Miskam, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
3. Zumar, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
4. Markani, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
5. Bero, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., didampingi oleh Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi atau yang akrab disapa Mbah Pucung.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa bantuan sanitasi ini diberikan untuk mendukung terciptanya lingkungan sehat di masyarakat.
“Seluruh bantuan sudah kami salurkan kepada para penerima, dan Alhamdulillah kini telah terbangun fasilitas WC yang lebih layak dan sehat. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses sanitasi yang memadai,” ungkap Suyadi.
Ia menambahkan bahwa fasilitas sanitasi yang baik merupakan pondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan keluarga yang lebih sehat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat, sekaligus mendorong kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya.
Kepala Desa Pucung Lor, Mbah Pucung, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bantuan ini, yang dinilai sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sarana sanitasi memadai.
BAZNAS berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Penyaluran Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara Bersama Mbah Pucung di Ngantru
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Bersama dengan Imam Sopingi atau sosok yang dikenal luas dengan sebutan Mbah Pucung (Kepala Desa Pucung Lor), BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan biaya hidup kepada empat lansia fakir miskin sebatang kara. (4/12/25)
Empat penerima manfaat tersebut terdiri dari dua warga Desa Pakel dan dua warga Desa Pucung Lor, kecamatan Ngantru. Penyaluran berlangsung dan diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, di Balai Desa Pucung Lor untuk dua warga Desa Pakel, Kecamatan Ngantru.
Sementara itu, dua penerima manfaat dari Desa Pucung Lor mendapat penyaluran secara langsung di rumah masing-masing, didampingi oleh Mbah Pucung.
Setiap penerima mendapat bantuan berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sepanjang hidup penerima, sebagai bentuk dukungan berkelanjutan bagi para lansia yang tidak memiliki keluarga dan tinggal dalam kondisi serba terbatas.
Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian untuk menjamin kehidupan dasar masyarakat yang rentan.
“Bantuan biaya hidup ini kami salurkan sebagai bentuk kehadiran masyarakat melalui BAZNAS untuk memastikan para lansia fakir miskin tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka serta memberi ketenangan dalam menjalani hari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Mbah Pucung menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS Tulungagung atas bantuan yang diberikan kepada warganya
BAZNAS Tulungagung berharap bantuan ini dapat menjadi penguat bagi para penerima manfaat untuk menjalani hidup dengan lebih layak dan tenang. Selain itu, BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, agar semakin banyak saudara yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Artikel Terbaru
Memakmurkan Ibadah, Menebar Kebaikan: Makna dan Keutamaan Qurban
Idhul adha bukan sekedar perayaan ritual penyembelihan hewan, melainkan momen agung untuk menguji ketundukan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Ibadah kurban merupakan salah satu syiar islam yang memiliki kedudukan istimewa, terpatri dalam sejarah perjuangan Nabi Ibrahim AS, dan putranya, Nabi Ismail AS, yang rela berkorban demi menjalankan perintah Allah. Secara bahasa kurban berarti dekat atau mendekatkan diri, yang secara istilah dimaknai sebagai penyembelih hewan ternak tertentu pada waktu yang ditentukan dengan niat ibadah semata demi meraih ridho Nya.
Ibadah ini bukan hanya tentang tindakan fisik menyembelih hewan, tetapi lebih dalam tentang meneladani sikap ikhlas dan tawadhu. Nabi Ibrahim AS tidak menunjukkan keraguan sedikitpun meskipun perintah yang datang menyangkut sesuatu yang paling berharga baginya. Begitu pula bagi kita, kurban adalah bentuk pengorbanan harta dan rasa cinta duniawi demi kebaikan yang lebih besar. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Hajj ayat 37 yang artinya Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaannya. Demikianlah dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira pada orang-orang yang muhsin.
Dibalik pelaksanaannya, terdapat hikmah dan manfaat yang luar biasa, baik secara spiritual maupun sosial. Secara agama, kurban menjadi sarana pahala yang besar dan membuka pintu pengampunan dosa dimana Rasulullah SAW bersabda bahwa Tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah pada hari itu selain menumpahkan darah hewan kurban, yang kelak akan datang membawa pahala bagi pemiliknya di hari kiamat. Lebih dari itu daging kurban menjadi jembatan yang mempererat ukhuwah dna silaturrhami antar warga, menghapus sekat-sekat sosial, serta menciptakan rasa persaudaraan yang erat. Pembagian daging yang dilakukan dengan bijak, baik untuk keluarga sendiri, kerabat, maupun mereka yang membutuhkan, menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang menjadi ruh dari tugas pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan umat.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung hadir sebagai mitra terpercaya umat dalam menyalurkan ibadah kurban dengan penuh tanggung jawab. Dengan menitipkan hewan kurban melalui BAZNAS, anda memastikan penyaluran yang tepat sasaran kepada yang berhak menerima, dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai syariat. Setiap daging yang disalurkan akan diampaikan ketangan kaum mustahik, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan. Mari menjadikan momen idhul adha tahun ini sebagai kesempatan emas untuk melipat gandakan amal shaleh, dimana satu hewan kurban yang anda tunaikan menjadi sumber kebahagiaan bagi banya keluraga dan menjadi bekal amal jariyah yang pahalanya tak akan pernah terputus. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang selalu dermawan serta bertakwa.
06/05/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Jangan Asal Bagi! Ini Aturan Pembagian Daging Kurban dalam Islam
Ibadah kurban sering dipahami sebatas menyembelih hewan pada Hari Raya Iduladha. Padahal, esensi kurban tidak berhenti di proses penyembelihan saja, tetapi juga pada bagaimana daging tersebut didistribusikan sesuai syariat.
Dalam Islam, pembagian daging kurban adalah bagian penting dari ibadah itu sendiri. Artinya, kurban bukan sekadar ritual, tetapi juga harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”
(QS. Al-Hajj: 28)
Ayat ini menjadi dasar bahwa daging kurban tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus dibagikan kepada yang membutuhkan.
Kurban Bukan Hanya Menyembelih
Setelah hewan disembelih, tanggung jawab berikutnya adalah memastikan daging sampai kepada yang berhak. Inilah yang sering luput dari perhatian.
Islam mengajarkan bahwa daging kurban dianjurkan untuk dibagi menjadi tiga bagian:
1. Untuk diri sendiri dan keluarga
Orang yang berkurban boleh menikmati sebagian daging sebagai bentuk syukur. Namun, bagian ini tidak boleh diperjualbelikan dalam bentuk apa pun, termasuk bagian seperti kulit atau jeroan.
2. Untuk kerabat atau tetangga
Daging juga dianjurkan untuk dibagikan kepada orang-orang terdekat sebagai wujud mempererat hubungan sosial. Penerimanya tidak harus dari kalangan tidak mampu, selama tujuannya adalah berbagi kebahagiaan.
3. Untuk fakir miskin
Inilah bagian yang paling utama. Daging kurban harus disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, tanpa imbalan apa pun, agar benar-benar memberi manfaat dan menghadirkan kebahagiaan di hari raya. Pembagian ini tidak bersifat wajib secara kaku, namun para ulama sepakat bahwa fakir miskin harus menjadi prioritas utama.
Aturan Penting dalam Pembagian Daging Kurban
Agar ibadah kurban sesuai dengan syariat, berikut beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan:
Daging kurban tidak boleh diperjualbelikan
Tidak boleh dijadikan sebagai upah bagi panitia penyembelih
Sebaiknya dibagikan dalam kondisi mentah
Pembagian harus adil dan tidak pilih kasih
Mematuhi aturan ini penting agar kurban tidak hanya sah, tetapi juga bernilai ibadah secara sempurna.
Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang bagaimana dagingnya didistribusikan dengan benar. Jangan sampai ibadah yang sudah baik justru berkurang nilainya karena pembagian yang tidak sesuai. Pastikan daging kurban disalurkan dengan tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh yang berhak.
Wujudkan Kurban yang Tepat Sasaran dan Penuh Manfaat
Menunaikan ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih, tetapi juga memastikan distribusinya sampai kepada yang benar-benar membutuhkan.
Melalui BAZNAS Tulungagung, kurban Anda akan dikelola secara amanah dan disalurkan hingga ke masyarakat di daerah terpencil.
Mari jadikan kurban tahun ini lebih bermakna. Salurkan kurban Anda melalui BAZNAS Tulungagung.
Klik Disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat
27/04/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dari Kebaikan Sederhana Menuju Kemudahan Hidup
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita dihadapkan pada pilihan sederhana: membantu atau mengabaikan. Padahal, dari pilihan kecil itulah lahir dampak besar, bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi diri kita sendiri. Ketika kita memilih untuk memudahkan urusan orang lain, sejatinya kita sedang membuka jalan kemudahan untuk hidup kita sendiri.
Setiap kebaikan yang kita lakukan tidak pernah sia-sia. Dalam ajaran Islam, kebaikan sekecil apa pun memiliki nilai di sisi Allah SWT. Bahkan, kebaikan tersebut bisa menjadi sebab datangnya pertolongan dan kemudahan yang mungkin tidak pernah kita duga sebelumnya. Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita tuai di kemudian hari.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist:
"Barang siapa memudahkan kesulitan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi pengingat bahwa membantu orang lain bukan hanya tentang kepedulian sosial, tetapi juga merupakan investasi amal yang berdampak besar bagi kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Memudahkan urusan orang lain bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari membantu secara tenaga, memberikan dukungan moral, hingga berbagi rezeki melalui sedekah.
Tak perlu menunggu menjadi orang besar untuk berbuat kebaikan. Justru, langkah kecil yang dilakukan dengan ikhlas sering kali menjadi awal dari perubahan besar. Senyuman, bantuan sederhana, atau uluran tangan di saat yang tepat bisa menjadi penyelamat bagi seseorang.
Salah satu cara nyata untuk menebarkan kebaikan adalah melalui sedekah. Dengan bersedekah, kita tidak hanya membantu meringankan beban sesama, tetapi juga membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan dalam hidup.
Mari mulai dari hari ini, dari hal-hal kecil di sekitar kita. Ringankan langkah, bantu sesama, dan tebarkan kebaikan tanpa menunda.
Salurkan sedekah terbaik kita melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung sebagai wadah amanah untuk membantu mereka yang membutuhkan:
Link: https://kabtulungagung.baznas.go.id/sedekah
BSI 7137892051BRI 011001030166530
Karena sejatinya, saat kita memudahkan orang lain, Allah SWT sedang menyiapkan kemudahan untuk kita.
31/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung





