
Berita Terkini
Dirjen Kemendagri: Kolaborasi BAZNAS dan Pemda Bantu Percepat Pengentasan Kemiskinan
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut perlu didukung integrasi data, penyelarasan program, dan koordinasi lintas sektor agar penyaluran zakat serta bantuan pemerintah dapat saling melengkapi dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI sekaligus Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Agus Fatoni, dalam Zakat Strategic Talks yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Agus Fatoni menegaskan, BAZNAS dan pemerintah daerah perlu memperkuat sinergi karena memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, integrasi data dan kesamaan sasaran menjadi kunci agar program yang dijalankan kedua pihak dapat berjalan efektif.
“BAZNAS dan pemerintah daerah harus bersama-sama karena tujuannya sama. Sinergi itu wajib. Pemanfaatan satu data dan satu sasaran menjadi kunci agar bantuan yang diberikan pemerintah daerah dan BAZNAS saling melengkapi,” ujar Agus Fatoni.
Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, S.TP., M.S., Ph.D., mengatakan BAZNAS juga berperan penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) serta prioritas pembangunan nasional, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan, sanitasi, dan pengentasan kemiskinan.
“BAZNAS ini sangat aktif bersinergi dengan Bappenas dalam integrasi satu data. Bapak Menteri PPN/Bappenas (Rachmat Pambudy) sangat mendukung BAZNAS. Kami menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Indonesia terus menurun. Saya kira ini merupakan perkembangan yang sangat baik. Angka kemiskinan saat ini sudah mencapai 8,47 persen, sehingga berada di bawah 10 persen,” ujar Pungkas.
Ia menambahkan, peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat juga mendapat perhatian lembaga internasional, seperti UNFPA dan UNICEF, sebagai bagian dari upaya pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.
Pungkas turut menekankan pentingnya penguatan integrasi data muzaki dan mustahik untuk meningkatkan kontribusi zakat serta memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran. Pemanfaatan data sosial dan ekonomi, menurutnya, dapat membantu BAZNAS mengidentifikasi masyarakat yang paling membutuhkan sekaligus mencegah tumpang tindih dengan program bantuan pemerintah.
“Melalui penguatan kolaborasi, integrasi data, dan pemberdayaan berkelanjutan, BAZNAS dapat terus mengembangkan peran zakat sebagai instrumen untuk mendukung pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Diskusi Zakat Strategic Talks mengangkat tema “Zakat sebagai Instrumen Strategis Pembangunan Nasional: Memperkuat Sinergi ZIS-DSKL dalam Agenda Pembangunan Indonesia” dan dimoderatori Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc., M.A. Kegiatan ini turut menghadirkan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., dan H. Mochamad Agus Rofiudin sebagai pembicara.
Sumber: BAZNAS RI
16/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hadir Lebih Cepat, Dirjen Bimas Islam Sebut BAZNAS Andalan Penanganan Musibah
Jakarta - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI sekaligus Pimpinan Ex-Officio Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menyebut BAZNAS sebagai lembaga andalan yang memiliki respons amat cepat dalam membantu masyarakat saat terjadi musibah.
Hal tersebut disampaikan Abu Rokhmad saat menjadi narasumber pada Zakat Strategic Talks yang merupakan rangkaian agenda Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Memaparkan materi bertema “Memperkuat Ekosistem Zakat Nasional: Meningkatkan Literasi, Kepatuhan, dan Kepercayaan Masyarakat”, Abu Rokhmad menilai BAZNAS memiliki keunggulan fleksibilitas pelayanan dalam menyalurkan bantuan dana sosial keagamaan di lapangan.
"Kita semua merasakan bagaimana teman-teman BAZNAS itu bergerak jauh lebih cepat daripada mesin birokrasi pemerintahan yang kita punya," jelas Abu Rokhmad.
Kehadiran jajaran BAZNAS yang sigap tanpa birokrasi berbelit di lokasi bencana menjadikannya sebagai tumpuan utama pemerintah dan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat.
Melalui peran strategis ini, ia berharap BAZNAS dapat terus memperkuat kepercayaan publik sebagai lembaga utama pengelola zakat yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
"Bapak, Ibu sekarang menjadi andalan yang terus akan disebut ketika ada sesuatu yang di luar kendali kita itu betul-betul terjadi," ujar Abu Rokhmad di hadapan sekitar 1.300 peserta perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.
Sumber: BAZNAS RI
16/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Menko Yusril Tekankan Pentingnya Penguatan Posisi BAZNAS melalui UU Zakat
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., menekankan pentingnya penguatan posisi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui penyempurnaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Hal tersebut disampaikan Yusril dalam Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” dan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta.
Hadir dalam Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.
Yusril berharap, pertemuan tersebut dapat melahirkan berbagai gagasan baru untuk menyempurnakan regulasi tentang zakat, sehingga posisi dan peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat nasional semakin kuat.
“Mudah-mudahan dari pertemuan ini ada gagasan-gagasan baru menyempurnakan Undang-Undang Zakat No. 23 Tahun 2011 ini untuk kita perkuat posisi BAZNAS itu menjadi seperti apa,” ujar Yusril, Selasa (13/10/2026).
Ia menilai, Indonesia sebagai negara Pancasila yang pluralistik memberikan ruang bagi umat Islam untuk menjalankan peran dan kontribusinya, termasuk melalui pengembangan berbagai regulasi yang berkaitan dengan ekonomi syariah.
“Zaman kita ini tidak ada lagi persoalan Undang-Undang Ekonomi Syariah, Perbankan Islam, Asuransi segala macam. Negara kita ini adalah negara Pancasila yang pluralistik, tapi memberikan tempat sewajarnya bagi umat Islam sebagai kekuatan mayoritas di negara kita ini,” katanya.
Menurut Yusril, penyempurnaan regulasi pengelolaan zakat menjadi salah satu hal yang perlu dibahas untuk memperjelas dan memperkuat posisi BAZNAS dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Melalui penguatan regulasi tersebut, Yusril juga berharap, BAZNAS dapat terus mengoptimalkan pengelolaan zakat dan meningkatkan kontribusinya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Sumber: BAZNAS RI
16/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Agenda Pimpinan

Wakil Ketua III BAZNAS Tulungagung Tinjau Penyaluran Bantuan Air Bersih di Pagerwojo
Tulungagung - Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Koirudin, S.Ag., melakukan agenda penyaluran sekaligus pemantauan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kecamatan Pagerwojo. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pimpinan BAZNAS memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan, kamis (8/10/2026).
Dalam agenda tersebut, H. Imam Koirudin, S.Ag. hadir langsung dalam penyaluran dua tangki air bersih dengan total kapasitas 15.000 liter di Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo. Bantuan tersebut berasal dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan diperuntukkan bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan ketersediaan air.
Agenda pimpinan tersebut turut dihadiri Camat Pagerwojo Wahyu Yuniarko, S.E., M.A.P. Kehadiran pimpinan BAZNAS bersama pemerintah kecamatan menjadi bagian dari koordinasi dan sinergi dalam merespons kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
Dalam pelaksanaannya, H. Imam Koirudin juga turut melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah Pagerwojo. Penyaluran air bersih tidak hanya dilakukan di Desa Mulyosari, tetapi juga menyasar beberapa wilayah lain, di antaranya Desa Segawe dan Desa Pagerwojo.
Selain memantau penyaluran air bersih, dalam agenda tersebut juga dilakukan penyaluran bantuan tandon air di enam titik di Kecamatan Pagerwojo. Tandon air ditempatkan di Desa Pagerwojo, Desa Samar, Desa Gambiran, Desa Mulyosari, Desa Segawe, dan Desa Sidomulyo.
Melalui agenda tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung turut memastikan dukungan BAZNAS terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan air. Bantuan air bersih dan tandon diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air selama kondisi kekeringan.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi membantu warga yang terdampak kekeringan.Donasi melalui BAZNAS dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan.
09-10-2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Pimpinan BAZNAS Tulungagung Gelar Rapat Koordinasi Penyaluran Air Bersih Bersama Sejumlah Lembaga
Tulungagung – Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., memimpin rapat koordinasi pendistribusian air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung, Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Tulungagung ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam merespons dampak kemarau panjang.
Rapat tersebut diikuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, YBM PLN, Lembaga Manajemen Infaq (LMI), Lazismu, Lazisnu, serta sejumlah lembaga amil zakat (LAZ) lainnya di Kabupaten Tulungagung.
Dalam agenda tersebut, Abdul Wachid menekankan pentingnya koordinasi dan penyelarasan informasi antarinstansi agar penyaluran bantuan air bersih dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Melalui komunikasi dan pemetaan kebutuhan bersama, setiap lembaga diharapkan dapat menentukan wilayah prioritas sehingga bantuan tidak terpusat di lokasi yang sama.
“Koordinasi ini penting agar penyaluran bantuan tidak tumpang tindih. Kita ingin bantuan bisa menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan secara lebih luas dan merata, sehingga masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat terbantu,” ujar Abdul Wachid.
Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Tulungagung sebelumnya telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah dengan keterbatasan pasokan air. Pada pekan ini, pendistribusian kembali dilakukan melalui kerja sama dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk keberlanjutan upaya membantu masyarakat terdampak kekeringan.
Dalam rapat tersebut, Abdul Wachid turut mengajak seluruh pihak terkait untuk memperkuat kolaborasi dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Menurutnya, penanganan dampak kemarau panjang membutuhkan keterlibatan bersama agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Melalui rapat koordinasi ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap terbangun sinergi yang lebih terarah dalam pendistribusian air bersih, sekaligus memastikan bantuan tersalurkan secara proporsional sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Upaya bersama ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih selama kemarau panjang berlangsung.
08-10-2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Pimpinan BAZNAS Tulungagung Perkuat Sinergi dengan PD Muhammadiyah dalam Optimalisasi ZIS
Tulungagung - Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung melakukan kunjungan ke Kantor Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung, Jumat (25/09/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi dan membangun hubungan baik antarlembaga, khususnya dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama jajaran pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi serta membahas peluang sinergi dalam pengelolaan ZIS.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat serta menyalurkan infak dan sedekah. Peran organisasi kemasyarakatan juga dinilai penting dalam membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat dan mendorong partisipasi dalam penghimpunan ZIS.
Sinergi antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan PD Muhammadiyah diharapkan dapat memperluas jangkauan sosialisasi ZIS sekaligus mendukung optimalisasi penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah. Dengan komunikasi dan koordinasi yang semakin kuat, potensi ZIS di Kabupaten Tulungagung diharapkan dapat dihimpun serta dikelola secara optimal untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kunjungan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan PD Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi serta membuka ruang kolaborasi dalam mendukung pengelolaan ZIS. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran kedua lembaga dalam menghadirkan kemanfaatan dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulungagung.
25-09-2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berita Pendistribusian

Krisis Air Ganggu Aktivitas Sekolah, BAZNAS Pasok Air Bersih di SDN 1 Segawe
Tulungagung - Krisis air bersih akibat kemarau panjang turut dirasakan SDN 1 Segawe, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan air untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, kebutuhan sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) menyalurkan bantuan air bersih pada Selasa (15/9/2026).
Bantuan air bersih tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung terhadap sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan. Dalam penyaluran kali ini, armada BTB membawa air bersih berkapasitas 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan warga dan lingkungan SDN 1 Segawe serta wilayah di sekitarnya.
Kekeringan yang berlangsung akibat kemarau panjang membuat sumber air yang biasa dimanfaatkan masyarakat dan lingkungan sekolah mengalami keterbatasan. Bagi SDN 1 Segawe, ketersediaan air bersih tidak hanya dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran, sanitasi, dan kebersihan lingkungan sekolah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, mengatakan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan koordinasi dengan instansi terkait agar bantuan dapat diberikan kepada wilayah yang benar-benar membutuhkan.
“BAZNAS berkoordinasi dengan BPBD untuk mendapatkan informasi yang tepat terkait keluhan masyarakat dan daerah-daerah yang mengalami kekeringan. Dengan pembagian tugas kemanusiaan yang jelas, kami berharap bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat maupun fasilitas yang membutuhkan,” ujar Abdul Wachid.
Ia menambahkan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga bekerja sama dengan PDAM Tulungagung dalam pengadaan air bersih untuk mendukung penanganan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
Sementara itu, Staff BAZNAS Tanggap Bencana, Ari Khotmil Mubarak, S.E., menjelaskan bahwa SDN 1 Segawe menjadi salah satu titik yang menjadi perhatian tim karena mengalami keterbatasan air bersih akibat kondisi kemarau panjang.
“Kami menargetkan beberapa titik strategis yang mengalami krisis kekeringan, di antaranya wilayah Tanggunggunung, Sendang, dan Pagerwojo. Untuk hari ini, kami mengirimkan bantuan air bersih ke SDN 1 Segawe dan sekitarnya agar kebutuhan air untuk aktivitas sekolah dan masyarakat dapat terbantu,” jelas Ari.
Penyaluran air bersih di SDN 1 Segawe diharapkan dapat membantu keberlangsungan aktivitas sekolah, terutama dalam memenuhi kebutuhan sanitasi dan menjaga kebersihan lingkungan. Bantuan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat dan pihak sekolah selama menghadapi dampak kemarau panjang. Kepedulian terhadap sesama juga diharapkan terus tumbuh melalui semangat berbagi dan gotong royong.
Mari bersama hadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat melalui infak dan sedekah, untuk mewujudkan Tulungagung yang semakin sejahtera.
-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS
• Rekening Infak dan sedekah: BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
15/09/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pembangunan Atap Rumah Warga Winong
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui penyaluran bantuan pembangunan atap rumah kepada Budi Hartono, warga Desa Winong, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. (9/9/20)
Bantuan sebesar Rp3.000.000,- tersebut disalurkan secara langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Moh. Fatah Masrun, M.Si. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan dan perbaikan atap rumah penerima manfaat agar menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati.
Dalam kesempatan tersebut, H. Moh. Fatah Masrun menyampaikan bahwa penyaluran bantuan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga bantuan yang kami salurkan ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan Bapak Budi dalam pembangunan atap rumahnya. Mudah-mudahan proses pembangunannya berjalan lancar dan rumahnya dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman,” ujar H. Moh. Fatah Masrun.
Bagi Budi Hartono, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. “Terima kasih banyak atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami dan akan segera kami gunakan untuk membangun atap rumah,” ungkap Budi Hartono.
Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas kehidupan.
Mari bersama hadirkan lebih banyak kebaikan. Masyarakat dapat turut berbagi dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Setiap kebaikan yang diberikan dapat menjadi manfaat dan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS
• Rekening Zakat: BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
• Rekening Infak dan sedekah: BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
09/09/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Tinggal Sendiri di Bawah Terpal, Mawahib Terima Bantuan Bedah Rumah dari BAZNAS
Tulungagung - Di sela-sela pepohonan, sebuah tempat sederhana yang hanya ditutupi terpal menjadi tempat Mawahib berteduh selama ini. Tanpa dinding dan bangunan yang layak, warga Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, tersebut menjalani hari-harinya seorang diri.
Kondisi tempat tinggal Mawahib yang memprihatinkan menjadi perhatian BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Melalui program bantuan bedah rumah, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bekerjasama dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sebesar Rp20.000.000, (23/8/26).
Bantuan tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa Tawangsari untuk dikelola dalam pembangunan rumah Mawahib hingga selesai dan layak ditempati. Penyerahan dilakukan oleh Plt. Bupati Tulungagung bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., serta disaksikan jajaran Forkopimda, Camat Kedungwaru, dan Kepala Desa Tawangsari.
Salah satu warga yang mengenal kondisi Mawahib mengatakan, selama ini ia menjalani kehidupan dengan keterbatasan, termasuk dalam hal tempat beristirahat. “Kalau malam, beliau sering ke masjid untuk iktikaf sekaligus beristirahat di sana,” ungkapnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi awal bagi Mawahib untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.
“Yang paling penting rumah ini nantinya benar-benar menjadi tempat tinggal yang layak bagi beliau. Kami berharap setelah selesai dibangun, rumah ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman untuk menjalani hari-hari ke depan,” ujar Abdul Wachid.
Menerima bantuan tersebut, Mawahib menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. "Alhamdulillah, terimakasih" ucapnya.
Kisah Mawahib menjadi pengingat bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan uluran kepedulian. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat, BAZNAS Tulungagung terus berupaya menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih layak.
Mari terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan, salurkan kebaikan Anda melalui:-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS
• Rekening Zakat: BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
• Rekening Infak dan sedekah: BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
23/08/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
Artikel Terbaru
Ketika Beasiswa SKSS BAZNAS Menjadi Jalan Menuju Kebermanfaatan
Saya Maswidatun Umami, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Sejak awal memasuki perkuliahan, saya memiliki harapan untuk dapat melanjutkan pendidikan meskipun biaya menjadi salah satu tantangan bagi keluarga. Hadirnya beasiswa BAZNAS melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) menjadi kesempatan berharga yang membantu saya mewujudkan harapan untuk bisa berkuliah dan meraih cita-cita.
Selama menjadi penerima SKSS, saya mendapatkan lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan. Saya berkesempatan mengikuti kegiatan BAZNAS, termasuk membantu pembagian zakat dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran tentang kepedulian, tanggung jawab, dan pentingnya berbagi kepada sesama.
Salah satu perubahan yang saya rasakan adalah meningkatnya keberanian dalam bermasyarakat. Jika sebelumnya saya merasa kurang percaya diri untuk berinteraksi dengan banyak orang, melalui kegiatan sosial BAZNAS saya belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat. Pengalaman sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam proses saya untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Melihat secara langsung masyarakat yang menerima bantuan juga membuat saya semakin bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan. Saya menyadari bahwa bantuan yang saya terima bukan hanya meringankan beban dalam pendidikan, tetapi juga mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih peduli. Dari sini tumbuh keinginan agar kebaikan yang saya terima tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat saya teruskan kepada orang lain di masa depan.
Kini, saya bersyukur karena telah menyelesaikan perkuliahan tepat waktu yakni lulus pada tahun ini (2026). Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari dukungan dan kesempatan yang saya dapatkan melalui beasiswa SKSS BAZNAS. Bagi saya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang bagaimana saya dapat membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Terima kasih BAZNAS dan para muzaki yang telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan saya. SKSS bukan hanya menjadi jalan bagi saya untuk bisa berkuliah, tetapi juga menjadi jalan untuk belajar, bertumbuh, berani bermasyarakat, dan mengenal arti kebermanfaatan.
Semoga suatu hari nanti saya dapat menjadi seorang muzaki dan mampu membantu orang lain sebagaimana saya pernah dibantu.
Dari sebuah kesempatan, lahir sebuah harapan; dari sebuah kebaikan, tumbuh keinginan untuk meneruskan kebaikan.
"Terima kasih BAZNAS, telah menjadi bagian dari perjalanan saya hingga sampai pada titik ini."
27/08/2026 | Maswidatun Umami
Zakat: Pengertian, Jenis-jenis, Syarat, Nisab, Manfaat, dan Cara Menghitungnya
Zakat merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga memiliki fungsi sosial karena sebagian harta yang dimiliki oleh seorang Muslim disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak orang yang belum memahami secara lengkap mengenai pengertian zakat, jenis-jenis zakat, syarat wajib zakat, nisab zakat, serta cara menghitung zakat. Oleh karena itu, memahami ketentuan zakat sangat penting agar kewajiban tersebut dapat dilaksanakan dengan benar sesuai syariat Islam.
Apa Itu Zakat?
Secara bahasa, zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Secara istilah, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim apabila telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
Zakat tidak hanya berkaitan dengan pemberian harta kepada orang lain. Di dalamnya terdapat nilai ibadah, kepedulian sosial, serta upaya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim diharapkan dapat membersihkan hartanya sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Jenis-Jenis Zakat
Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.
1. Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang memenuhi ketentuan pada bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.
Zakat fitrah memiliki tujuan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kekurangan selama menjalankan ibadah Ramadan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan orang-orang yang kurang mampu agar dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih baik.
Di Indonesia, zakat fitrah umumnya ditunaikan dalam bentuk makanan pokok berupa beras. Besarannya sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter beras per orang, dengan ketentuan yang dapat mengikuti keputusan lembaga atau otoritas zakat setempat.
2. Zakat Mal
Zakat mal adalah zakat yang dikenakan terhadap harta yang dimiliki seorang Muslim apabila telah memenuhi persyaratan tertentu, seperti mencapai nisab dan memenuhi haul untuk jenis harta yang mensyaratkannya.
Beberapa jenis harta yang dapat dikenai zakat mal antara lain:- Zakat emas, perak dan logam mulia lainnya- Zakat atas uang dan surat berharga lainnya- Zakat perniagaan- Zakat perdagangan- Zakat pertanian, perkebunan dan perhutanan- Zakat peternakan dan perikanan- Zakat pertambangan- Zakat prindustrian- Zakat rikaz atau harta temuan
Setiap jenis harta mempunyai ketentuan nisab, haul, dan kadar zakat yang dapat berbeda.
Apa Itu Nisab Zakat?
Nisab zakat adalah batas minimal kepemilikan harta yang menyebabkan seseorang wajib mengeluarkan zakat. Apabila harta belum mencapai nisab, pada umumnya seseorang belum dikenai kewajiban zakat mal atas harta tersebut.
Besaran nisab berbeda sesuai dengan jenis harta. Sebagai contoh, nisab emas adalah 85 gram emas. Untuk zakat uang, tabungan, dan aset keuangan tertentu, nisab umumnya dianalogikan dengan nilai 85 gram emas.
Karena harga emas dapat berubah, nilai rupiah dari nisab juga dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, perhitungan zakat sebaiknya menggunakan nilai nisab yang berlaku pada saat zakat ditunaikan.
Apa Itu Haul dalam Zakat?
Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah untuk jenis harta tertentu sebelum zakatnya wajib dikeluarkan.
Namun, tidak semua zakat mensyaratkan haul. Misalnya, zakat hasil pertanian berkaitan dengan waktu panen, sedangkan zakat rikaz memiliki ketentuan tersendiri dan tidak menunggu satu tahun.
Dengan memahami perbedaan antara nisab dan haul, seseorang dapat mengetahui kapan harta yang dimilikinya mulai memiliki kewajiban zakat.
Berapa Besaran Zakat?
Untuk beberapa jenis zakat mal, kadar yang umum digunakan adalah 2,5%. Misalnya, zakat atas emas, uang, dan harta perdagangan yang telah memenuhi persyaratan.
Sebagai contoh sederhana, apabila harta yang menjadi dasar perhitungan zakat adalah Rp100.000.000 dan seluruh persyaratan zakat telah terpenuhi, maka:
Zakat = 2,5% × Rp100.000.000
Zakat = Rp2.500.000
Perhitungan sebenarnya dapat berbeda tergantung jenis harta, kewajiban yang diperhitungkan, serta ketentuan yang berlaku. Karena itu, untuk perhitungan zakat yang lebih kompleks, sebaiknya menggunakan panduan atau kalkulator zakat dari lembaga zakat terpercaya.
Siapa yang Berhak Menerima Zakat?
Dalam Islam, terdapat delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat, yaitu:
1. Fakir, yaitu orang yang hampir tidak memiliki harta atau penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok.2. Miskin, yaitu orang yang memiliki penghasilan tetapi belum mencukupi kebutuhan hidupnya.3. Amil, yaitu pihak yang bertugas mengelola zakat.4. Mualaf, yaitu orang yang perlu dikuatkan atau dibina dalam keislamannya.5. Riqab, yang berkaitan dengan pembebasan dari perbudakan.6. Gharim, yaitu orang yang memiliki utang untuk kepentingan yang dibenarkan.7. Fisabilillah, yaitu pihak atau kegiatan yang berada dalam jalan Allah sesuai ketentuan syariat.8. Ibnu sabil, yaitu orang yang berada dalam perjalanan dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya.
Penyaluran zakat kepada golongan yang tepat penting dilakukan agar manfaat zakat dapat diterima oleh pihak yang memang memiliki hak atasnya.
Apa Saja Manfaat Zakat?
Zakat memiliki manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh orang yang menerima, tetapi juga oleh orang yang menunaikannya dan masyarakat secara luas.
1. Membersihkan Harta
Zakat menjadi salah satu bentuk penyucian harta yang dimiliki seorang Muslim. Dengan menunaikan zakat, seseorang menjalankan kewajibannya atas harta yang telah memenuhi ketentuan.
2. Membantu Masyarakat yang Membutuhkan
Dana zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada dalam kondisi kekurangan, terutama kelompok yang termasuk dalam golongan penerima zakat.
3. Meningkatkan Kepedulian Sosial
Zakat mengajarkan umat Islam untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan kondisi orang lain.
4. Mengurangi Kesenjangan Ekonomi
Apabila dikelola dan disalurkan dengan baik, zakat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi kesenjangan ekonomi.
5. Menumbuhkan Sikap Peduli dan Dermawan
Kebiasaan menunaikan zakat dapat mendorong seseorang untuk memiliki rasa kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.
Bagaimana Cara Menghitung Zakat?
Cara menghitung zakat bergantung pada jenis harta yang dimiliki. Untuk harta tertentu yang telah memenuhi ketentuan dan menggunakan kadar 2,5%, perhitungan sederhananya adalah:
Zakat = 2,5% × harta yang wajib dizakati
Sebagai contoh, seseorang memiliki harta yang menjadi objek zakat senilai Rp200.000.000 dan telah memenuhi nisab serta haul.
Maka:
2,5% × Rp200.000.000 = Rp5.000.000
Dengan demikian, zakat yang perlu dikeluarkan adalah Rp5.000.000, dengan catatan bahwa seluruh persyaratan dan dasar perhitungan tersebut memang sesuai dengan ketentuan zakat yang berlaku.
10/08/2026 | Valda Eka Ziskind Ariyanta
Kasih Sayang Dimulai dari Kepedulian
Di tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan, perbedaan, dan berbagai persoalan sosial, sikap saling peduli dan menyayangi sesama menjadi sesuatu yang semakin berharga. Kesibukan, persaingan, dan kepentingan pribadi sering kali membuat seseorang lupa bahwa kehidupan akan terasa lebih indah ketika diwarnai dengan kasih sayang. Padahal, dalam ajaran Islam, kasih sayang bukan sekadar perasaan, melainkan akhlak mulia yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Kasih sayang merupakan salah satu sifat mulia yang menjadi ciri ajaran Islam. Melalui kasih sayang, hubungan antarmanusia menjadi lebih erat, beban hidup terasa lebih ringan, dan berbagai persoalan dapat dihadapi bersama. Tidak heran jika Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk memiliki hati yang lembut dan peduli terhadap siapa pun, karena di balik setiap kebaikan yang diberikan terdapat rahmat Allah SWT yang begitu luas.
Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan. Tidak ada seorang pun yang mampu menjalani kehidupan tanpa bantuan orang lain. Karena itulah, Islam mengajarkan agar setiap Muslim senantiasa memiliki hati yang lembut, penuh empati, dan ringan tangan dalam membantu siapa pun yang membutuhkan. Kasih sayang yang kita berikan kepada sesama menjadi salah satu jalan untuk memperoleh kasih sayang Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangi kalian." (HR. Tirmidzi)
Hadis tersebut mengandung pesan yang sangat mendalam bahwa rahmat Allah SWT akan senantiasa menyertai hamba-hamba-Nya yang memiliki kepedulian terhadap sesama makhluk. Kasih sayang tidak hanya ditunjukkan kepada keluarga atau orang-orang yang dekat dengan kita, tetapi juga kepada tetangga, fakir miskin, anak yatim, orang yang sedang tertimpa musibah, bahkan kepada hewan dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan.
Menyayangi sesama dapat diwujudkan melalui berbagai cara yang sederhana namun bermakna. Memberikan bantuan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan, menghibur orang yang sedang bersedih, memaafkan kesalahan orang lain, menjaga lisan agar tidak menyakiti hati, hingga berbagi sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk nyata dari kasih sayang yang diajarkan Islam. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan menjadi amal yang dicintai Allah SWT.
Kasih sayang juga menjadi pondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis. Ketika setiap individu memiliki kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya, maka akan tumbuh rasa persaudaraan, saling membantu, dan saling menguatkan. Di tengah masih banyaknya saudara-saudara kita yang menghadapi kesulitan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, masalah kesehatan, maupun berbagai persoalan kemanusiaan lainnya, kepedulian kita dapat menjadi sumber harapan yang menghadirkan semangat baru bagi mereka.
Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk kasih sayang yang diberikan tidak akan pernah sia-sia. Bahkan, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Ketika kita meringankan beban orang lain, sesungguhnya Allah sedang menyiapkan pertolongan dan kemudahan dalam kehidupan kita. Kasih sayang yang kita tebarkan akan kembali kepada diri kita dalam bentuk keberkahan, ketenangan hati, dan rahmat dari Allah SWT.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan kasih sayang sebagai bagian dari karakter dan gaya hidup sehari-hari. Jangan pernah ragu untuk berbuat baik, membantu, dan peduli kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang mereka. Sebab, bisa jadi satu bentuk kepedulian yang kita berikan hari ini menjadi penyebab hadirnya senyum, harapan, bahkan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Di era digital seperti sekarang, menebarkan kasih sayang dan kepedulian menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan mudah, aman, dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI:
Zakat• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat TulungagungInfak• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung
Atau klik -> Berbagi bersama BAZNAS
Karena setiap kasih sayang yang kita tebarkan kepada makhluk di bumi akan menjadi jalan datangnya kasih sayang Allah SWT kepada kita. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud nyata kepedulian, agar semakin banyak saudara yang terbantu dan semakin luas rahmat Allah mengalir bagi kehidupan kita semua.
21/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS TV
Selayang Pandang Program Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kab. Tulungagung
Penulis: BAZNAS Tulungagung
Beasiswa SKSS BAZNAS: Lentera Harapan di Langit Rama
Penulis: BAZNAS Tulungagung




