WhatsApp Icon
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Tulungagung Gelar OASE, 108 Anak Yatim Duafa Diajak Belanja Lebaran di Apollo Supermall
BAZNAS Tulungagung Gelar OASE, 108 Anak Yatim Duafa Diajak Belanja Lebaran di Apollo Supermall
Tulungagung – Dalam semarak Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim duafa melalui program Orang Tua Asuh Sehari (OASE). Bekerja sama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Tulungagung, sebanyak 108 anak yatim duafa diajak berbelanja kebutuhan Lebaran di Apollo Supermall Tulungagung, Rabu (4/3/2026). Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbangsa. Setelah itu, para peserta diberangkatkan menggunakan bus sekolah menuju pusat perbelanjaan dengan penuh antusias. Dalam program tersebut, setiap anak menerima uang saku sebesar Rp200.000 dan voucher belanja senilai Rp300.000. Mereka diberi kebebasan memilih sendiri kebutuhan Lebaran sesuai keinginan masing-masing, mulai dari pakaian, celana, sepatu, sandal, hingga perlengkapan lainnya. Terlihat wajah-wajah ceria saat anak-anak menentukan pilihan terbaik untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengungkapkan bahwa pada Ramadhan tahun ini jumlah donatur program OASE mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Jika pada tahun-tahun sebelumnya penerima manfaat kurang dari seratus bahkan pernah kurang dari 50 anak, tahun ini alhamdulillah meningkat menjadi 108 anak yatim duafa,” ujarnya. Suyadi menambahkan, para Orang Tua Asuh dalam kegiatan ini terdiri dari ibu-ibu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia juga mengimbau para oranng tua asuh untuk menambah sedekah seikhlasnya guna semakin menambah kebahagiaan anak-anak tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Tulungagung, Abdul Wahid, S.IP., menjelaskan bahwa program OASE dilaksanakan untuk membantu meringankan beban ekonomi anak-anak yatim piatu, khususnya menjelang Lebaran. “Program ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu perekonomian anak-anak yatim piatu di Tulungagung, agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan memiliki pakaian baru saat Idul Fitri,” tuturnya. Di akhir kegiatan, Suyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan hartanya melalui BAZNAS Tulungagung. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur. Semoga di bulan Ramadhan ini, seluruh aktivitas kebaikan ini menjadi amal ibadah dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT,” pungkasnya.
05/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Ikuti Safari Ramadhan Pemkab, Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
BAZNAS Tulungagung Ikuti Safari Ramadhan Pemkab, Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
Tulungagung - Dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam rangkaian Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung di sejumlah wilayah selama bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan Safari Ramadhan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antara unsur pimpinan daerah dan masyarakat. Selain itu, agenda ini juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat selama bulan suci. Pemilihan lokasi Safari Ramadhan digilir setiap tahun, sehingga seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung dapat merasakan kehadiran langsung pimpinan daerah. Dalam setiap titik Safari Ramadhan, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim di masing-masing wilayah. Santunan yang diberikan berupa uang saku sebesar Rp200.000 serta paket sembako “Si Fitri” senilai Rp120.000 untuk setiap penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan anak-anak yatim menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam Safari Ramadhan merupakan bentuk komitmen lembaga dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Safari Ramadhan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menghadirkan kepedulian sosial. Kami ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh anak-anak yatim melalui santunan dan bantuan kebutuhan pokok,” ujarnya. Adapun jadwal dan lokasi Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun ini adalah sebagai berikut: 1. Pembukaan Safari Ramadhan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, 24 Februari 2026. 2. Masjid Al Barokah, Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, 26 Februari 2026. 3. Masjid Darussalam, Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, 2 Maret 2026. 4. Masjid Al Ikhlas, Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, 4 Maret 2026. 5. Masjid Baitul Khoir, Desa Bandung, Kecamatan Bandung, 6 Maret 2026. 6. Masjid Ponpes Al Badru Alaina, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, 10 Maret 2026. 7. Penutupan Safari Ramadhan di DPRD Tulungagung, 12 Maret 2026. Melalui partisipasi aktif dalam Safari Ramadhan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperluas kemaslahatan, serta mempererat kebersamaan dalam bingkai kepedulian sosial selama bulan suci Ramadhan
05/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Manasik Zakat di Sekolah, Tanamkan Empati Sosial Sejak Dini
BAZNAS Tulungagung Gelar Manasik Zakat di Sekolah, Tanamkan Empati Sosial Sejak Dini
Tulungagung - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Pondok Ramadhan bertajuk Manasik Zakat dengan tema “Dakwah Zakat dan Empati Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah madrasah dan sekolah tingkat SLTP/MTs di wilayah Kabupaten Tulungagung. Pelaksanaan perdana Manasik Zakat berlangsung di SMP Negeri 1 Ngunut pada 24–27 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Tulungagung bersama mahasiswa binaan Program Beasiswa SKSS serta HMPS Mazawa UIN 1 Tulungagung. Wakil Ketua BAZNAS Tulungagung Bidang Penghimpunan, Abdul Wachid, menjelaskan bahwa Manasik Zakat dirancang sebagai media pembelajaran dan pembentukan karakter bagi generasi muda. “Kami akan melatih para peserta didik untuk menjadi pribadi yang dermawan sejak dini. Mereka diberikan pemahaman tentang zakat, infak, sedekah, serta peran amil, sekaligus menanamkan nilai empati dan kepedulian terhadap fakir miskin, yatim, dan dhuafa,” ujarnya. Ia menambahkan, pembelajaran tidak hanya bersifat teori, tetapi juga melalui praktik langsung. Para siswa dilibatkan dalam proses penghimpunan sedekah, pencatatan, hingga pendistribusian dana sosial keagamaan. “Mereka akan praktik langsung mulai dari pengumpulan sedekah dari mereka sendiri, kemudian melakukan pencatatan, bahkan sampai ke pendistribusian. Peserta didik juga akan menyeleksi sendiri teman-teman mereka yang berhak menerima,” tambahnya. Menurutnya, dana sedekah yang terkumpul akan dikembalikan kepada peserta untuk disalurkan secara langsung setelah mereka memahami delapan asnaf. Dengan cara tersebut, peserta didik diharapkan mampu memahami siapa saja golongan yang berhak menerima, baik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Selain edukasi zakat, infak, dan sedekah, Manasik Zakat ini juga dilengkapi dengan pemberian pemahaman dasar mengenai kesiapsiagaan bencana. Materi disampaikan secara sederhana dan kontekstual, disesuaikan dengan usia pelajar SMP/MTs, agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sesi ini, peserta dikenalkan pada pentingnya sikap tanggap, peduli, dan saling tolong-menolong saat terjadi bencana sebagai bagian dari nilai empati sosial. Melalui kegiatan Manasik Zakat ini, BAZNAS Tulungagung berharap dapat menumbuhkan kesadaran berzakat dan kepedulian sosial di kalangan pelajar, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembentukan karakter yang berlandaskan nilai keislaman dan kemanusiaan.
27/02/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Pendistribusian

BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Pada Senin (8/12/25), BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Suwito, warga Dusun Mojo RT 003/RW 002, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, yang hidup dalam kondisi cacat fisik dan sebatangkara. Sejak kecil, Suwito harus menjalani hidup yang tidak mudah. Ia menyandang cacat fisik sejak lahir dan diterlantarkan oleh orang tuanya. Ia kemudian dibesarkan oleh sang nenek yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Namun, setelah neneknya meninggal dunia, Suwito kembali kehilangan sandaran hidup. Tanpa penghasilan dan tanpa tempat tinggal tetap, ia kini hanya menumpang di rumah kakaknya. “Hidup saya selama ini hanya berpindah-pindah. Mau cari nafkah, badan tidak mampu. Setelah nenek tiada, rasanya dunia gelap,” ujar Suwito dengan suara lirih. Kisah pilu ini sampai kepada BAZNAS Tulungagung dan menjadi perhatian serius. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kondisi yang dialami Suwito merupakan prioritas utama dalam pendistribusian zakat. “Melihat kondisi Suwito yang cacat sejak lahir, diterlantarkan orang tua, kehilangan nenek, dan kini hidup menumpang, hati kami tergerak. Beliau adalah sasaran utama dana zakat. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab umat dalam mengembalikan martabat hidup beliau,” kata Suyadi. BAZNAS Tulungagung menetapkan Suwito sebagai penerima bantuan biaya hidup rutin berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebagai jaminan seumur hidup. Saat menerima pencairan bantuan tersebut, Suwito tak mampu menahan air mata haru. Tangisnya kali ini adalah ungkapan syukur atas kepedulian yang akhirnya menghampirinya setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam kesendirian. Suyadi menambahkan bahwa Suwito merupakan satu dari lebih dari 200 fakir miskin sebatangkara di Tulungagung yang kini mendapat perhatian dan bantuan rutin dari BAZNAS. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup Suwito, BAZNAS juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung akan menjadi bantuan nyata bagi mereka yang paling membutuhkan.
09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Penyaluran Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Penyaluran Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Tulungagung - Upaya peningkatan sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pada Kamis (4/12/25), lembaga ini menyalurkan bantuan sanitasi kepada warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, dalam acara yang digelar di Balai Desa setempat. Bantuan berupa uang tunai senilai Rp10.000.000,- diberikan kepada 5 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp2.000.000,-. Para penerima manfaat tersebut yaitu: 1. Muhammad Miftahul Huda, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004 2. Miskam, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004 3. Zumar, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004 4. Markani, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004 5. Bero, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004 Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., didampingi oleh Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi atau yang akrab disapa Mbah Pucung. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa bantuan sanitasi ini diberikan untuk mendukung terciptanya lingkungan sehat di masyarakat. “Seluruh bantuan sudah kami salurkan kepada para penerima, dan Alhamdulillah kini telah terbangun fasilitas WC yang lebih layak dan sehat. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses sanitasi yang memadai,” ungkap Suyadi. Ia menambahkan bahwa fasilitas sanitasi yang baik merupakan pondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan keluarga yang lebih sehat. “Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat, sekaligus mendorong kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya. Kepala Desa Pucung Lor, Mbah Pucung, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bantuan ini, yang dinilai sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sarana sanitasi memadai. BAZNAS berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Penyaluran Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara Bersama Mbah Pucung di Ngantru
Penyaluran Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara Bersama Mbah Pucung di Ngantru
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Bersama dengan Imam Sopingi atau sosok yang dikenal luas dengan sebutan Mbah Pucung (Kepala Desa Pucung Lor), BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan biaya hidup kepada empat lansia fakir miskin sebatang kara. (4/12/25) Empat penerima manfaat tersebut terdiri dari dua warga Desa Pakel dan dua warga Desa Pucung Lor, kecamatan Ngantru. Penyaluran berlangsung dan diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, di Balai Desa Pucung Lor untuk dua warga Desa Pakel, Kecamatan Ngantru. Sementara itu, dua penerima manfaat dari Desa Pucung Lor mendapat penyaluran secara langsung di rumah masing-masing, didampingi oleh Mbah Pucung. Setiap penerima mendapat bantuan berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sepanjang hidup penerima, sebagai bentuk dukungan berkelanjutan bagi para lansia yang tidak memiliki keluarga dan tinggal dalam kondisi serba terbatas. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian untuk menjamin kehidupan dasar masyarakat yang rentan. “Bantuan biaya hidup ini kami salurkan sebagai bentuk kehadiran masyarakat melalui BAZNAS untuk memastikan para lansia fakir miskin tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka serta memberi ketenangan dalam menjalani hari-hari,” ujarnya. Sementara itu, Mbah Pucung menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS Tulungagung atas bantuan yang diberikan kepada warganya BAZNAS Tulungagung berharap bantuan ini dapat menjadi penguat bagi para penerima manfaat untuk menjalani hidup dengan lebih layak dan tenang. Selain itu, BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, agar semakin banyak saudara yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Artikel Terbaru

Ketika Fajar Menyingsing: Keajaiban Sedekah Subuh yang Membuka Pintu Langit
Ketika Fajar Menyingsing: Keajaiban Sedekah Subuh yang Membuka Pintu Langit
Saat kebanyakan orang masih terlelap dalam sisa kantuk malam, ada segelintir hamba yang telah terjaga, menunduk dalam doa, dan menyelipkan kebaikan di antara dinginnya udara subuh. Mereka bukan sekadar mengejar pahala, tetapi mengetuk pintu langit dengan sedekah di waktu yang paling mulia. Fenomena “sedekah subuh” belakangan semakin menggema di tengah masyarakat. Bukan karena tren, melainkan karena keyakinan akan keutamaannya yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi. Di balik kesederhanaannya, sedekah di waktu fajar menyimpan janji keberkahan yang luar biasa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261) Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keluasan karunia Allah. Sedekah tidak mengurangi harta, justru menjadi “investasi akhirat” yang berkembang berkali-kali lipat. Jika dilakukan dengan ikhlas, Allah akan menumbuhkannya menjadi keberkahan dunia dan pahala akhirat. Doa Para Malaikat di Waktu Subuh Keutamaan sedekah subuh semakin kuat dengan hadis Nabi ? "Tidaklah seorang hamba berada di pagi hari kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak.’ Dan yang lain berdoa: ‘Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir."(HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah di pagi hari terlebih di waktu subuh memiliki posisi istimewa. Bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga “mengaktifkan” doa para malaikat yang mustajab di sisi Allah. Mengapa subuh? Subuh adalah waktu peralihan antara gelap dan terang, antara sunyi dan kehidupan. Di saat itulah hati paling jernih, niat paling tulus, dan doa paling khusyuk. Sedekah di waktu ini bukan sekadar memberi, tetapi menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah — meyakini bahwa rezeki datang dari-Nya, bukan dari dompet kita. Para ulama menyebut waktu subuh sebagai waqtul barakah (waktu keberkahan). Pada jam-jam ini, hiruk-pikuk dunia belum mengambil alih kesadaran manusia. Tidak ada kebisingan pasar, tidak ada riuhnya pekerjaan, tidak ada gangguan layar ponsel. Yang ada hanya keheningan, zikir, dan bisikan iman. Karena itulah, sedekah yang dilakukan di waktu subuh cenderung lebih murni lahir bukan dari pamer atau dorongan sosial, tetapi dari keikhlasan hati. Sedekah subuh tidak menuntut nominal besar. Bisa berupa uang, makanan untuk tetangga, memberi makan kucing jalanan, atau bahkan membantu orang yang membutuhkan. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan konsistensi. Maka, mari kita jadikan fajar bukan hanya waktu untuk bangun, tetapi waktu untuk memberi. Sisipkan kebaikan sebelum aktivitas dunia menyibukkan hati kita. Mulailah hari dengan sedekah, agar Allah memulai hari kita dengan keberkahan. Bayangkan: ketika matahari belum terbit, namamu sudah disebut oleh malaikat dalam doa kebaikan. Ketika orang lain masih tertidur, catatan amalmu sudah bertambah. Dan ketika rezeki menghampirimu, itu bukan kebetulan itu janji Allah yang terwujud. Mari hidupkan sedekah subuh. Bukan karena kita punya banyak, tetapi karena kita percaya kepada Yang Maha Memberi. Sebab, tangan yang memberi di subuh hari, kelak akan dipeluk rahmat-Nya di hari kemudian.
05/02/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Tau gak? Amalan sedekah itu kayak Memancing Datangnya Rezeki loh..
Tau gak? Amalan sedekah itu kayak Memancing Datangnya Rezeki loh..
Dalam sedekah, umpannya adalah ikhlas dan kailnya adalah keyakinan. Saat kita mengeluarkan sebagian harta di jalan Allah, sejatinya kita sedang menanam kebaikan. Kita tidak sedang “kehilangan”, melainkan menitipkan rezeki kepada Pemilik segala rezeki. Soal hasil dan balasannya, biarlah Allah yang mengatur dengan cara dan waktu terbaik menurut-Nya. Tidak semua sedekah langsung terasa balasannya. Kadang “strike”-nya memang tidak instan. Namun ketika rezeki itu datang, sering kali hasilnya justru berlipat. Balasan sedekah tidak selalu berupa uang atau materi, tetapi bisa hadir dalam bentuk keberkahan hidup, ketenangan hati, kesehatan, kemudahan urusan, bahkan rezeki dari arah yang sama sekali tidak kita duga. Dengan bersedekah, kita belajar berbagi sekaligus menumbuhkan harapan akan kebaikan dari Allah SWT. Harta yang dikeluarkan tidak akan mengurangi rezeki, justru menjadi sebab bertambahnya keberkahan dalam kehidupan. Saat kita memberi dengan ikhlas, sejatinya kita sedang menanam kebaikan. Balasannya mungkin tidak langsung kita rasakan, tetapi Allah SWT selalu mengembalikannya dengan cara terbaik datang perlahan, namun kembali berlipat dalam keberkahan dan rezeki yang tak disangka-sangka. Selain itu, sedekah juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, sedekah disalurkan secara tertib dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Mari salurkan sedekah terbaik kita melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung: kabtulungagung.baznas.go.id/sedekah BSI 7137892051 BRI 011001030166530 Ayo bersedekah hari ini, dan biarkan keberkahan datang menyusul.
05/02/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
Tips Khatam Al-Qur’an ala Ramadhan Produktif
Tips Khatam Al-Qur’an ala Ramadhan Produktif
Bulan suci Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kedekatan dengan Allah SWT. Salah satu amalan utama pada bulan penuh keberkahan ini adalah memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Ramadhan yang produktif tidak hanya diukur dari kesibukan aktivitas, tetapi dari kemampuan memanfaatkan waktu untuk menjalankan ibadah yang bernilai. Menghatamkan Al-Qur’an selama Ramadhan dapat dilakukan dengan perencanaan yang baik dan niat yang tulus. Penetapan target khatam sejak awal membantu mengatur waktu membaca Al-Qur’an secara terarah dan sesuai kemampuan, sehingga tilawah dapat dilakukan secara konsisten tanpa terasa memberatkan. Produktivitas Ramadhan juga dapat dibangun dengan memanfaatkan waktu di sekitar pelaksanaan salat wajib. Target khatam Al-Qur’an dapat dicapai dengan membagi bacaan di setiap waktu salat. Untuk 1x khatam, cukup membaca 4 halaman setiap selesai salat. Untuk 2x khatam, membaca 8 halaman, dan untuk 3x khatam membaca 12 halaman di setiap waktu salat. Pola ini membantu menjaga kesinambungan tilawah harian sekaligus membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an. Konsistensi dalam membaca, meskipun dalam jumlah terbatas, lebih utama dibandingkan membaca banyak namun tidak berkelanjutan. Ramadhan produktif adalah Ramadhan yang diisi dengan amalan yang mendatangkan pahala dan keberkahan. BAZNAS mengajak masyarakat menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an agar nilai-nilai kebaikan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
04/02/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung