Berita Terbaru
Soroti Kisah Haru Penerima Zakat, BAZNAS Tulungagung Pamerkan Buku Cahaya Zakat di Santrifest 2026
Tulungagung - Suasana kemeriahan Santrifest 2026 di halaman Kantor Pemkab Tulungagung pada Jumat–Sabtu (16–17/10/2026) menyajikan momen hangat yang menyentuh nurani. Di tengah riuk pikuk festival, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung memamerkan sebuah karya literasi penuh kepedulian berjudul "Cahaya Zakat: Kisah Inspiratif Mustahik".
Buku ini bukan sekadar lembaran kertas berisi laporan kegiatan, melainkan cerminan kasih sayang dan bukti nyata bahwa setitik zakat mampu mengukir kembali senyuman serta membawa secercah harapan bagi mereka yang tersisih.
Lahir dari tangan-tangan muda mahasiswa penerima program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) binaan BAZNAS Tulungagung, buku ini ditulis dengan ketulusan tinggi. Para mahasiswa turun langsung menyelami kehidupan, meresapi setiap denyut perjuangan, dan merangkai kisah haru dari 12 lansia sebatang kara penerima program bantuan biaya hidup sepanjang hayat. Di saat usia senja mereka dihampiri kesunyian, kehadiran dana zakat hadir bak pelita yang menghangatkan jiwa.
Karya yang sarat akan nilai kemanusiaan ini pun mengetuk hati dan menuai apresiasi mendalam dari jajaran pemerintah daerah serta para tokoh lintas organisasi keagamaan di Kabupaten Tulungagung, diantaranya: Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir. Mulyanto, S.ST., M.M., Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Tulungagung Makrus Manan, S.P., M.M., Rektor UIN SATU Tulungagung Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., Ketua PCNU Tulungagung Dr. KH. Bagus Ahmadi, M.Sy., M.Pd.I., Rois Syuriah PCNU Tulungagung KH. Muhson Hamdani, M.Sy., hingga perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung Drs. H. M. Hanik Karoroh, M.Ag.
Melalui momen Santrifest 2026 yang diinisiasi oleh Pemkab Tulungagung ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung tidak hanya menghadirkan pameran buku "Cahaya Zakat", tetapi juga terus membuka ruang kebaikan lewat stan layanan konsultasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta stan produk UMKM binaan.
Kehadiran karya ini menjadi pengingat lembut bagi kita semua: bahwa di balik setiap zakat yang ditunaikan, ada kehidupan lansia yang kembali bermakna.
BERITA19/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Pajang Z-Coffee di Santrifest 2026, BAZNAS Tulungagung Unjuk Keberhasilan Pemberdayaan Ekonomi Mustahik
Tulungagung - Memanfaatkan momen peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung membuka stan khusus Z-Coffee dalam gelaran Santrifest 2026 di halaman Kantor Pemkab Tulungagung, Jumat–Sabtu (16–17/10/2026).
Z-Coffee merupakan program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan oleh BAZNAS Tulungagung untuk mendampingi para penerima manfaat (mustahik) agar mampu mandiri secara finansial. Melalui program ini, BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha berupa peralatan usaha, modal kerja, serta pembekalan skill pengolahan kopi berkualitas.
Panitia BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam Santrifest 2026, Ahmad Asrofi, menjelaskan bahwa keikutsertaan Z-Coffee dalam Santrifest 2026 juga menjadi upaya BAZNAS untuk memperkenalkan hasil pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa dana zakat dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.
“Melalui stan Z-Coffee ini, kami ingin menunjukkan bahwa zakat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak mustahik, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi. Kami berharap masyarakat semakin mengenal produk Z-Coffee, sementara para mustahik memperoleh pengalaman dalam memasarkan produk, memperluas jangkauan konsumen, dan membangun usaha yang lebih berkembang,” pungkasnya.
Z-Coffee tidak hanya hadir dalam kegiatan atau acara tertentu seperti Santrifest 2026. Masyarakat juga dapat menikmati sajian kopi Z-Coffee setiap hari di halaman Kantor BAZNAS Kabupaten Tulungagung, mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Selain itu, Z-Coffee turut hadir menyapa masyarakat melalui kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Tulungagung setiap pekan.
Kehadiran Z-Coffee di berbagai lokasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendukung usaha para mustahik melalui pembelian produk yang ditawarkan.
Selain memanjakan para penikmat kopi yang berkunjung ke Santrifest 2026, BAZNAS Tulungagung juga menyediakan stan layanan konsultasi ZIS. Langkah ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pembayaran ZIS serta menunjukkan secara nyata bagaimana dana yang disalurkan dapat memutar roda perekonomian masyarakat.
BERITA19/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Tingkatkan Literasi Masyarakat, BAZNAS Tulungagung Buka Layanan Konsultasi ZIS di Santrifest 2026
Tulungagung - Guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban keagamaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung membuka layanan konsultasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dalam gelaran Santrifest 2026 di halaman Kantor Pemkab Tulungagung, Jumat–Sabtu (16–17/10/2026).
Layanan publik ini diinisiasi langsung oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung sebagai langkah nyata untuk mendorong literasi ZIS di tengah masyarakat yang dinilai masih memerlukan edukasi lebih luas mengenai tata cara dan penyaluran zakat secara tepat.
Panitia BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam Santrifest 2026, Ahmad Ghilman Muftar Faizin, menyampaikan bahwa stan konsultasi ZIS ini menjadi wadah interaktif bagi warga yang ingin berkonsultasi maupun menunaikan ZIS secara langsung.
"Pembukaan stan layanan konsultasi zakat, infak, dan sedekah ini diharapkan mampu meningkatkan minat serta literasi masyarakat dalam melaksanakan ZIS. Kami menyadari masih banyak warga yang belum mengetahui secara detail tata cara perhitungan dan pembayaran ZIS, sehingga momen Santrifest ini kami manfaatkan secara optimal untuk mengedukasi masyarakat," ungkap Ahmad Ghilman Muftar Faizin.
Selain memfokuskan pada kemudahan konsultasi ZIS, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga memanfaatkan ajang ini untuk mengenalkan hasil nyata pengelolaan dana ZIS melalui produk UMKM binaan, salah satunya Z Coffee. Kehadiran produk binaan ini menjadi bukti nyata bagaimana ZIS yang dikelola secara profesional mampu memberdayakan ekonomi para santri dan masyarakat lokal.
Kegiatan Santrifest 2026 sendiri digelar Pemerintah Kabupaten Tulungagung selama dua hari dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Selain Bazar UMKM, acara dimeriahkan dengan festival musik band, festival Sholawat, hingga peragaan busana fashion show Muslimat.
Mewakili Plt. Bupati Tulungagung, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ir. Mulyanto, S.ST., M.M., mengapresiasi kolaborasi dan peran aktif BAZNAS serta seluruh pihak yang terlibat.
"Santrifest bukan sekadar perayaan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional, melainkan ruang bagi para santri untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan kemampuan mereka," ujar Ir. Mulyanto saat membacakan sambutan pembukaan.
BERITA19/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 Hasilkan 10 Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia sukses menggelar Rapat Koordinasi Nasional pada 13-15 Agustus 2026 di Jakarta, dengan menghasilkan sepuluh resolusi jihad zakat untuk memperkuat pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Resolusi tersebut dibacakan langsung oleh Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A. dihadapan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran Pimpinan BAZNAS RI dan 1.300 perwakilan dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia, yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Rencana Strategis BAZNAS 2026-2031.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menegaskan, resolusi dari Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 tersebut tidak boleh berhenti pada kesepakatan dan perumusan program. Seluruh hasil pembahasan, termasuk Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah.
Ia mengingatkan, sebagai lembaga pengelola dana umat, BAZNAS harus memastikan zakat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pendistribusian, pendayagunaan, dan pemberdayaan.
"Selama tiga hari, kita telah berkumpul, berdiskusi, menyampaikan berbagai pandangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional. Mari kita laksanakan Resolusi Jihad Zakat sebagai sebuah pendakian. Pendakian-pendakian kita untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, memobilisasi zakat, infak, dan sedekah sebanyak-banyaknya, serta mendistribusikannya secara tepat waktu dan tepat jumlah," ujarnya, Kamis (15/10/2026).
Sodik menegaskan, semua komitmen, tekad, misi dan program resolusi ini, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan khairu ummah, umat terbaik, yakni umat islam yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi, sehingga bisa memberi rahmat dan manfaat bagi semua umat dan golongan di Indonesia, sehingga menjadi umat yang berpengaruh, bermartabat dan terhormat.
Sementara itu, Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A. menegaskan resolusi yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 meneguhkan Jihad Zakat sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat
"Dengan semangat satu visi, satu arah, dan satu gerakan zakat nasional, kami menyatakan komitmen bersama untuk menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan solidaritas kemanusiaan Indonesia," ujar Saidah.
Saidah menyampaikan, Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 menegaskan pentingnya kesatuan visi, penguatan kolaborasi, dan tata kelola yang akuntabel dalam menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan nasional.
"Komitmen bersama ini diharapkan mampu memperluas manfaat dana umat, mempercepat pengentasan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat pusat hingga desa," ujarnya.
Adapun 10 resolusi Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 bahwa BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten dan Kota menyatakan komitmen bersama sebagai berikut:
1. Berkomitmen untuk mencapai angka pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya secara nasional menuju Rp70 triliun pada tahun 2027. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan regulasi di pusat dan daerah, literasi zakat sejak dini melalui Manasik Zakat, kerjasama dengan berbagai pihak, serta peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan. Penguatan juga dilakukan melalui peningkatan layanan muzaki, digitalisasi dan inovasi kanal penghimpunan, peningkatan kepercayaan publik terhadap BAZNAS, serta perluasan basis pengumpulan melalui 8 sumber zakat berdasarkan Pasal 4 UU Nomor 23 Tahun 2011 dan pengembangan 23 sumber Dana Sosial Keagamaan Lainnya.
2. Berkomitmen untuk mengoptimalkan pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan nasional yang menyasar kepada 48 juta jiwa mustahik dan penerima manfaat secara efektif, terukur, terintegrasi dan berdampak, dengan memastikan dana umat memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan mustahik dan masyarakat.
3. Berkomitmen untuk bersama pemerintah menargetkan pengentasan kemiskinan sebanyak 601 ribu mustahik atau 2,41 juta jiwa penerima manfaat di tahun 2027 melalui program pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan zakat yang terukur, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kemandirian dan kesejahteraan.
4. Berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Daerah di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa, agar pengelolaan zakat menjadi bagian yang terhubung dengan agenda pembangunan daerah dan menjangkau masyarakat hingga tingkat paling dekat.
5. Berkomitmen untuk mengaktivasi seluruh UPZ Desa di Indonesia sebagai ujung tombak layanan zakat di tingkat komunitas, sehingga penghimpunan, pelayanan muzaki, pendataan mustahik, dan penyaluran dapat semakin dekat dengan masyarakat.
6. Berkomitmen untuk menjaga nama baik dan kepercayaan muzaki, Presiden, Pemerintah, dan masyarakat kepada BAZNAS dalam setiap mandat pengelolaan zakat, melalui tata kelola yang amanah, transparan, profesional, patuh regulasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
7. Berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan jaringan pengusaha dan kelompok profesi melalui semangat ajakan, kolaborasi, dan aksi, sehingga pelaku usaha dan kelompok profesi menjadi mitra strategis dalam memperluas pengumpulan serta menghadirkan program sosial ekonomi yang berdampak.
8. Berkomitmen mendukung penguatan kedudukan, kewenangan, dan kepastian hukum kelembagaan BAZNAS dalam regulasi pengelolaan zakat nasional. Memperkuat sinergi dengan Bappenas/Bappeda melalui pemanfaatan DTSEN sebagai acuan pengelolaan zakat serta menjadikan Indeks Zakat Nasional sebagai instrumen pengukuran kinerja di tingkat pusat dan daerah.
9. Berkomitmen untuk memperkuat koordinasi, kerja sama dengan Kejaksaan dan Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga kepatuhan, keamanan, dan integritas pengelolaan zakat, sehingga setiap dana umat dikelola secara amanah dan terlindungi dari penyalahgunaan.
10. Berkomitmen untuk melaksanakan respon cepat penanganan bencana alam, kemanusiaan, dan sosial baik pada skala lokal, nasional dan global melalui penggalangan dana dan aksi-aksi nyata dilapangan.
Sumber: BAZNAS RI
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dirjen Kemendagri: Kolaborasi BAZNAS dan Pemda Bantu Percepat Pengentasan Kemiskinan
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut perlu didukung integrasi data, penyelarasan program, dan koordinasi lintas sektor agar penyaluran zakat serta bantuan pemerintah dapat saling melengkapi dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI sekaligus Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Agus Fatoni, dalam Zakat Strategic Talks yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Agus Fatoni menegaskan, BAZNAS dan pemerintah daerah perlu memperkuat sinergi karena memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, integrasi data dan kesamaan sasaran menjadi kunci agar program yang dijalankan kedua pihak dapat berjalan efektif.
“BAZNAS dan pemerintah daerah harus bersama-sama karena tujuannya sama. Sinergi itu wajib. Pemanfaatan satu data dan satu sasaran menjadi kunci agar bantuan yang diberikan pemerintah daerah dan BAZNAS saling melengkapi,” ujar Agus Fatoni.
Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, S.TP., M.S., Ph.D., mengatakan BAZNAS juga berperan penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) serta prioritas pembangunan nasional, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan, sanitasi, dan pengentasan kemiskinan.
“BAZNAS ini sangat aktif bersinergi dengan Bappenas dalam integrasi satu data. Bapak Menteri PPN/Bappenas (Rachmat Pambudy) sangat mendukung BAZNAS. Kami menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Indonesia terus menurun. Saya kira ini merupakan perkembangan yang sangat baik. Angka kemiskinan saat ini sudah mencapai 8,47 persen, sehingga berada di bawah 10 persen,” ujar Pungkas.
Ia menambahkan, peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat juga mendapat perhatian lembaga internasional, seperti UNFPA dan UNICEF, sebagai bagian dari upaya pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.
Pungkas turut menekankan pentingnya penguatan integrasi data muzaki dan mustahik untuk meningkatkan kontribusi zakat serta memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran. Pemanfaatan data sosial dan ekonomi, menurutnya, dapat membantu BAZNAS mengidentifikasi masyarakat yang paling membutuhkan sekaligus mencegah tumpang tindih dengan program bantuan pemerintah.
“Melalui penguatan kolaborasi, integrasi data, dan pemberdayaan berkelanjutan, BAZNAS dapat terus mengembangkan peran zakat sebagai instrumen untuk mendukung pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Diskusi Zakat Strategic Talks mengangkat tema “Zakat sebagai Instrumen Strategis Pembangunan Nasional: Memperkuat Sinergi ZIS-DSKL dalam Agenda Pembangunan Indonesia” dan dimoderatori Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc., M.A. Kegiatan ini turut menghadirkan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., dan H. Mochamad Agus Rofiudin sebagai pembicara.
Sumber: BAZNAS RI
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hadir Lebih Cepat, Dirjen Bimas Islam Sebut BAZNAS Andalan Penanganan Musibah
Jakarta - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI sekaligus Pimpinan Ex-Officio Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menyebut BAZNAS sebagai lembaga andalan yang memiliki respons amat cepat dalam membantu masyarakat saat terjadi musibah.
Hal tersebut disampaikan Abu Rokhmad saat menjadi narasumber pada Zakat Strategic Talks yang merupakan rangkaian agenda Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Memaparkan materi bertema “Memperkuat Ekosistem Zakat Nasional: Meningkatkan Literasi, Kepatuhan, dan Kepercayaan Masyarakat”, Abu Rokhmad menilai BAZNAS memiliki keunggulan fleksibilitas pelayanan dalam menyalurkan bantuan dana sosial keagamaan di lapangan.
"Kita semua merasakan bagaimana teman-teman BAZNAS itu bergerak jauh lebih cepat daripada mesin birokrasi pemerintahan yang kita punya," jelas Abu Rokhmad.
Kehadiran jajaran BAZNAS yang sigap tanpa birokrasi berbelit di lokasi bencana menjadikannya sebagai tumpuan utama pemerintah dan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat.
Melalui peran strategis ini, ia berharap BAZNAS dapat terus memperkuat kepercayaan publik sebagai lembaga utama pengelola zakat yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
"Bapak, Ibu sekarang menjadi andalan yang terus akan disebut ketika ada sesuatu yang di luar kendali kita itu betul-betul terjadi," ujar Abu Rokhmad di hadapan sekitar 1.300 peserta perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.
Sumber: BAZNAS RI
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Menko Yusril Tekankan Pentingnya Penguatan Posisi BAZNAS melalui UU Zakat
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., menekankan pentingnya penguatan posisi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui penyempurnaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Hal tersebut disampaikan Yusril dalam Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” dan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta.
Hadir dalam Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.
Yusril berharap, pertemuan tersebut dapat melahirkan berbagai gagasan baru untuk menyempurnakan regulasi tentang zakat, sehingga posisi dan peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat nasional semakin kuat.
“Mudah-mudahan dari pertemuan ini ada gagasan-gagasan baru menyempurnakan Undang-Undang Zakat No. 23 Tahun 2011 ini untuk kita perkuat posisi BAZNAS itu menjadi seperti apa,” ujar Yusril, Selasa (13/10/2026).
Ia menilai, Indonesia sebagai negara Pancasila yang pluralistik memberikan ruang bagi umat Islam untuk menjalankan peran dan kontribusinya, termasuk melalui pengembangan berbagai regulasi yang berkaitan dengan ekonomi syariah.
“Zaman kita ini tidak ada lagi persoalan Undang-Undang Ekonomi Syariah, Perbankan Islam, Asuransi segala macam. Negara kita ini adalah negara Pancasila yang pluralistik, tapi memberikan tempat sewajarnya bagi umat Islam sebagai kekuatan mayoritas di negara kita ini,” katanya.
Menurut Yusril, penyempurnaan regulasi pengelolaan zakat menjadi salah satu hal yang perlu dibahas untuk memperjelas dan memperkuat posisi BAZNAS dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Melalui penguatan regulasi tersebut, Yusril juga berharap, BAZNAS dapat terus mengoptimalkan pengelolaan zakat dan meningkatkan kontribusinya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Sumber: BAZNAS RI
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Ketua MPR Apresiasi Kiprah BAZNAS Bantu Masyarakat hingga Palestina
Jakarta - Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., mengapresiasi kiprah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam membantu masyarakat, termasuk kontribusinya bagi masyarakat Palestina.
Melalui berbagai program, BAZNAS membantu masyarakat mulai dari penyediaan air bersih, beasiswa, bantuan modal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pembangunan rumah layak huni.
Hal tersebut disampaikan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” dan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta.
Muzani menilai, berbagai program BAZNAS menunjukkan peran nyata lembaga tersebut dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial dan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Apa yang dikerjakan oleh BAZNAS itu sudah benar. Kalau ada kekeringan air, BAZNAS itu ada. Kalau ada beasiswa kurang, BAZNAS memberi. Kalau ada modal kurang, modal UMKM BAZNAS membantu. Kalau ada rumah tidak layak huni, BAZNAS ikut membangun,” ujar Muzani, Selasa (13/10/2026).
Ia juga menyampaikan, langkah BAZNAS dalam memulai dan menjalankan program bantuan merupakan kontribusi yang patut diapresiasi.
“Kalau kurang pasti kurang, tapi yang luar biasa adalah BAZNAS sudah memulai itu semua,” katanya.
Muzani menegaskan, kontribusi BAZNAS tidak hanya berupa penyaluran bantuan, tetapi juga upaya jangka panjang untuk mengentaskan kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui pengelolaan zakat, BAZNAS diharapkan mampu mendorong masyarakat yang semula menjadi mustahik atau penerima zakat agar kelak mandiri secara ekonomi dan menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.
“Ini amal BAZNAS, ini andil BAZNAS mengentaskan kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengangkat dari mustahik menjadi muzaki,” tuturnya.
Muzani juga menyampaikan, "BAZNAS harus hadir di tengah masyarakat. BAZNAS harus melayani masyarakat. BAZNAS harus hadir pada saat diperlukan, baik ketika masyarakat ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah maupun ketika mereka membutuhkan pertolongan. Itulah yang ingin dibicarakan dalam Rakornas hari ini."
Sumber: BAZNAS RI
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Menag RI: BAZNAS Lembaga Kredibel, Pengelolaan Zakat Diawasi Ketat
Jakarta - Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. menyampaikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan lembaga kredibel yang mengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel, dengan pengawasan ketat dari berbagai lembaga pemeriksa.
Pernyataan tersebut disampaikan Menag Nasaruddin dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., serta diikuti oleh 1.300 perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.
“Jadi, percayalah kepada BAZNAS sebagai lembaga yang sangat kredibel. Insyaallah, kita percaya bahwa BAZNAS akan mempertanggungjawabkan seluruh kepercayaan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu kepada BAZNAS. BAZNAS diawasi oleh inspektorat, DPR, dan berbagai lembaga pemeriksa. Audit juga dilakukan, termasuk audit syariah dan audit lainnya,” ujar Nasaruddin, Selasa (13/10/2026).
Nasaruddin juga mengimbau masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai bentuk kesadaran syariah yang dapat memperluas pemberdayaan mustahik dan menuntaskan masalah kemiskinan.
Ia juga mengapresiasi visi dan misi BAZNAS yang dinilainya telah berada di jalur yang tepat dalam mengelola zakat, infak dan sedekah.
"Saya kira visi dan misi BAZNAS kali ini sudah benar. Tinggal sekarang bagaimana meningkatkan kesadaran syariah umat Islam agar kita sadar untuk menjalankan syariat Islam. Saham akhirat kita juga harus diingatkan kepada masyarakat," ujar Nasaruddin.
Sumber: BAZNAS RI
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Terus Bergerak Bantu Warga Terdampak Kekeringan, BAZNAS Tulungagung Bersama Pemda, BPBD, dan FOZ Kirim Armada Bantuan 1 Juta Liter Air Bersih
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Forum Zakat (FOZ) Tulungagung untuk menyalurkan bantuan 1 juta liter air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Pemberangkatan armada truk pengangkut air bersih secara simbolis dilakukan oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Senin pagi (12/10/2026).
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, H. Tri Hariadi, M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung, jajaran FOZ Tulungagung, serta unsur terkait lainnya.
Program bantuan 1 juta liter air bersih ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, instansi kebencanaan, dan berbagai lembaga zakat yang berkomitmen membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang. Sejumlah lembaga yang terlibat di antaranya BPBD, BAZNAS, FOZ, Lazisnu, Lazismu, BMH, YBM PLN, Laz Persada, LMI, Yatim Mandiri, LAZ Al Haromain, dan LAZ UQ.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah bersama untuk memperluas jangkauan bantuan sekaligus memperkuat penanganan dampak kekeringan di wilayah Kabupaten Tulungagung.
“BAZNAS bekerja sama dengan lembaga amil zakat nasional yang ada di Tulungagung, serta pemerintah daerah melalui BPBD. Sebelumnya, BAZNAS Tulungagung telah menyalurkan kurang lebih 15 tangki air bersih yang didistribusikan ke 12 desa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penyaluran air bersih melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga amil zakat akan terus dilakukan setiap hari, mulai dari pemberangkatan tersebut hingga dampak kekeringan di Tulungagung berakhir. Dengan upaya berkelanjutan ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara lebih merata.
Selain mendistribusikan air bersih, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga telah menyalurkan bantuan tandon air ke sejumlah desa. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan air dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui sinergi ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama pemerintah daerah dan lembaga zakat berupaya memastikan masyarakat terdampak kekeringan tetap memperoleh akses air bersih. Partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan agar bantuan dapat terus menjangkau warga yang membutuhkan.
Mari bersama ringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak kekeringan melalui sedekah air bersih. Masyarakat dapat menyalurkan infak melalui rekening berikut:
Bank Jatim 0152210022 a.n. Baznas Kab. Tulungagung (Infak)*Gunakan kode 025 dalam nominal sebagai penanda. Contoh: Rp10.025,-
Konfirmasi donasi melalui WhatsApp:+62 856 3602 795
Setiap infak yang dititipkan menjadi wujud kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan. Bersama, kita hadirkan manfaat dan harapan bagi sesama.
BERITA13/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bersama Hadapi Kekeringan, BAZNAS Tulungagung dan Lintas Lembaga Zakat Bersinergi Bersama BPBD Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama Forum Zakat (FOZ) Tulungagung dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersinergi menyalurkan 1 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. Program ini menyasar enam kecamatan, yakni Tanggunggunung, Kalidawir, Besuki, Pucanglaban, Sendang, dan Pagerwojo.
Sinergi tersebut ditandai dengan pemberangkatan armada truk pengangkut air bersih secara simbolis oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Senin (12/10/2026). Kegiatan diawali dengan doa bersama dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, H. Tri Hariadi, M.Si., jajaran Forkopimda, pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung, perwakilan FOZ, serta unsur terkait lainnya.
Pelaksanaan program ini melibatkan sejumlah lembaga zakat yang bergotong royong menghimpun dan menyalurkan bantuan. Lembaga tersebut meliputi BAZNAS, Lazisnu, Lazismu, BMH, YBM PLN, Laz Persada, LMI, Yatim Mandiri, LAZ Al Haromain, dan LAZ UQ. Seluruh pihak berkoordinasi melalui FOZ Tulungagung bersama pemerintah daerah untuk memastikan penanganan kekeringan berjalan secara terarah.
Dalam kerja sama tersebut, BPBD berperan mengoordinasikan penanganan dampak kekeringan, sedangkan lembaga zakat mendukung upaya kemanusiaan melalui penghimpunan dan pendistribusian bantuan. Koordinasi lintas lembaga ini bertujuan memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mencegah tumpang tindih penyaluran, sehingga bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan secara lebih merata.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya telah menyalurkan sekitar 15 tangki air bersih ke 12 desa. Penyaluran akan terus dilanjutkan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga amil zakat selama masyarakat masih menghadapi dampak kekeringan.
Selain memasok air bersih, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga telah memberikan bantuan tandon air ke sejumlah desa untuk mendukung ketersediaan air bagi warga. Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat ini diharapkan dapat memperkuat penanganan kekeringan di Kabupaten Tulungagung melalui pembagian peran dan koordinasi yang lebih efektif. Dengan demikian, dukungan yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak warga dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan kepedulian ini melalui infak guna membantu warga terdampak kekeringan.
Donasi dapat disalurkan melalui rekening:
Bank Jatim 0152210022 a.n. Baznas Kab. Tulungagung (Infak)*Gunakan kode 025 dalam nominal sebagai penanda. Contoh: Rp10.025,-
Konfirmasi donasi melalui WhatsApp:+62 856 3602 795
Mari bergotong royong bersama BAZNAS, lembaga zakat, dan pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan mendapatkan akses air bersih.
BERITA13/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Atasi Kekeringan, BAZNAS Tulungagung Salurkan Air Bersih dan Tandon di Pagerwojo
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Kecamatan Pagerwojo menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Bantuan tersebut diberikan sebagai respons terhadap kondisi kekeringan yang menyebabkan keterbatasan air bersih bagi masyarakat, kamis (8/10/2026).
Bantuan yang disalurkan berupa dua tangki air bersih dengan total kapasitas 15.000 liter, yang merupakan dukungan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Air bersih tersebut diperuntukkan bagi masyarakat Desa Mulyosari yang mengalami keterbatasan akses air akibat kekeringan, guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, mandi, mencuci pakaian, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Kegiatan penyaluran tersebut dihadiri langsung oleh Camat Pagerwojo Wahyu Yuniarko, S.E., M.A.P. serta Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung H. Imam Koirudin, S.Ag.Kehadiran kedua pihak menjadi bagian dari sinergi dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran air bersih di Kecamatan Pagerwojo tidak hanya dilakukan di Desa Mulyosari. Sejumlah desa lain juga menjadi sasaran bantuan, di antaranya Desa Segawe dan Desa Pagerwojo, dengan penyaluran disesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Staff BTB BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Ari Khotmil Mubarak, menyampaikan bahwa penanganan kebutuhan air bersih di Kecamatan Pagerwojo mencakup beberapa wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Di Pagerwojo tidak hanya di Mulyosari, tetapi ada beberapa desa lain seperti Segawe dan Desa Pagerwojo,” ujar Ari.
Selain penyaluran air bersih, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga memberikan bantuan tandon air di enam titik yang tersebar di Kecamatan Pagerwojo. Bantuan tersebut ditempatkan di Desa Pagerwojo, Desa Samar, Desa Gambiran, Desa Mulyosari, Desa Segawe, dan Desa Sidomulyo.
Bantuan tandon tersebut diharapkan dapat menjadi sarana penampungan air bagi masyarakat sehingga ketersediaan air dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih optimal, khususnya ketika terjadi keterbatasan air bersih.
Melalui penyaluran air bersih dan bantuan tandon, BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Masyarakat juga dapat turut membantu meringankan kebutuhan saudara-saudara yang terdampak dengan menyalurkan donasi melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Setiap donasi yang diberikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan air bersih dan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Mari bersama hadirkan manfaat dan bantu ringankan kesulitan mereka. Donasi dapat disalurkan melalui rekening:
Bank Jatim 0152210022 a.n. Baznas Kab. Tulungagung (Infak)*Gunakan kode 025 dalam nominal sebagai penanda. Contoh: Rp10.025,-
Konfirmasi donasi melalui WhatsApp: +62 856 3602 795
BERITA09/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hadapi Dampak Kemarau, BAZNAS Tulungagung Koordinasikan Bantuan Air Bersih Bersama BPBD dan Forum Zakat Tulungagung
Tulungagung – Kemarau panjang yang berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Kondisi tersebut membuat sebagian warga mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi pendistribusian air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan, Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Tulungagung ini melibatkan sejumlah lembaga dan organisasi yang turut bergerak dalam penanganan kebutuhan air bersih, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, YBM PLN, Lembaga Manajemen Infaq (LMI), Lazismu, serta lembaga amil zakat (LAZ) lainnya di Kabupaten Tulungagung.
Koordinasi dilakukan untuk menyatukan informasi mengenai wilayah yang membutuhkan bantuan sekaligus menyusun langkah pendistribusian agar penyaluran air bersih dapat dilakukan secara efektif. Kolaborasi antarlembaga juga dinilai penting untuk mencegah terjadinya tumpang tindih bantuan di satu wilayah, sehingga kebutuhan masyarakat di daerah lain yang mengalami kondisi serupa tetap dapat terakomodasi.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., mengatakan sinergi antarpihak diperlukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.
“Kita ingin bantuan ini tidak tumpang tindih. Jangan sampai ada satu wilayah yang mendapatkan bantuan berkali-kali, sementara di wilayah lain masyarakat yang membutuhkan justru belum tersentuh. Karena itu, koordinasi ini penting agar bantuan bisa menyebar dan merata,” ujar Abdul Wachid.
Ia menambahkan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung sebelumnya telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air. Upaya tersebut terus dilanjutkan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
“BAZNAS sebelumnya juga sudah menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa wilayah yang memang minim pasokan air. Minggu ini kami juga sedang melakukan pendistribusian air bersih bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur,” lanjutnya.
Menurut Abdul Wachid, penanganan dampak kekeringan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Untuk itu, BAZNAS akan terus berupaya memberikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak agar jangkauan bantuan semakin luas.
“Kami akan terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Kami berharap pihak-pihak terkait juga dapat bersama-sama berkolaborasi, sehingga bantuan yang diberikan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, menyebar dan merata,” pungkasnya.
Melalui koordinasi tersebut, pendistribusian air bersih diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Sinergi antarlembaga juga menjadi langkah penting untuk memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan mendapatkan akses air bersih secara tepat dan berkelanjutan selama kondisi kemarau masih berlangsung.
BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk turut bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita yang tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kepedulian yang diberikan hari ini dapat menjadi manfaat yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Mari bersama hadirkan manfaat dan bantu ringankan kesulitan mereka. Donasi dapat disalurkan melalui rekening:
Bank Jatim 0152210022 a.n. Baznas Kab. Tulungagung (Infak)*Gunakan kode 025 dalam nominal sebagai penanda. Contoh: Rp10.025,-
Konfirmasi donasi melalui WhatsApp:+62 856 3602 795
BERITA08/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Pendidikan Madrasah, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Rp118,5 Juta
Tulungagung - Upaya mendukung keberlangsungan pendidikan di lingkungan madrasah terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Tulungagung melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, BAZNAS menyalurkan bantuan senilai Rp118,5 juta kepada 61 lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag, Selasa (6/10/2026).
Pentasyarufan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung dan dihadiri jajaran Pimpinan BAZNAS, Kepala Kantor Kemenag beserta jajaran, serta para kepala sekolah dan madrasah yang menjadi perwakilan penerima.
Dukungan tersebut diberikan dalam beragam bentuk sesuai kebutuhan masing-masing lembaga. Di antaranya beasiswa bagi peserta didik jenjang MI, MTs, dan MA, pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), peralatan serta obat-obatan lembaga, hingga dukungan untuk riset masyarakat.
Sinergi ini juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi ZIS yang dihimpun dari lingkungan Kemenag Kabupaten Tulungagung. Hingga saat ini, penghimpunan ZIS dari Kemenag Tulungagung telah mencapai Rp1.057.155.762. Dana tersebut kemudian dikelola dan dikembalikan dalam bentuk berbagai program kemanfaatan, salah satunya melalui dukungan terhadap lembaga pendidikan madrasah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan bahwa setiap dana ZIS yang dikelola memiliki amanah besar sehingga proses penghimpunan hingga pemanfaatannya harus dilakukan secara cermat dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan, pemanfaatan ZIS tidak semestinya berhenti ketika dana diterima oleh penerima manfaat. Lebih dari itu, setiap program diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan melalui pendayagunaan yang sesuai dengan kebutuhan.
“Dalam pengelolaan dana ZIS ini kita harus benar-benar hati-hati dan tepat sasaran. Dan di BAZNAS harus ada pengimbangan antara pentasyarufan dan pendayagunaan,” ujar Abdul Wachid.
Menurutnya, sinergi dengan Kemenag juga menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat ZIS sekaligus mendorong semakin optimalnya penghimpunan di lingkungan instansi tersebut. Dengan meningkatnya partisipasi dalam berzakat dan berinfak, ruang untuk menghadirkan lebih banyak kemanfaatan bagi masyarakat juga semakin terbuka.
Abdul Wachid berharap masyarakat yang selama ini telah menunaikan zakat dapat terus memperluas kepeduliannya melalui infak dan sedekah. Sementara bagi mereka yang telah terbiasa berinfak, ia berharap kondisi ekonominya semakin baik hingga mampu mencapai kewajiban zakat.
“Semoga yang sudah berzakat tidak hanya berzakat, tetapi juga berinfak. Dan yang sudah berinfak, semoga dilancarkan rezekinya sehingga bisa upgrade menjadi muzaki,” tuturnya.
Melalui pentasyarufan tersebut, diharapkan bantuan yang diberikan dapat mendukung keberlangsungan proses pendidikan di madrasah, membantu memenuhi kebutuhan lembaga, serta memberikan manfaat nyata bagi para penerima
BERITA06/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hadapi Dampak Kemarau, BAZNAS Tulungagung dan BAZNAS Jatim Salurkan 180.000 Liter Air Bersih
Tulungagung - Kemarau panjang yang berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung membuat sebagian masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur memperluas respons kemanusiaan melalui penyaluran air bersih.
Sebanyak 180.000 liter air bersih akan didistribusikan ke sejumlah titik yang mengalami keterbatasan sumber air. Penyaluran dijadwalkan berlangsung pada 5-9 Oktober 2026, dengan lokasi penerima ditentukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Staff BTB BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Ari Khotmil Mubarak, menyampaikan bahwa penyaluran air bersih ini bukan kali pertama dilakukan BAZNAS untuk merespons dampak kemarau di wilayah Kabupaten Tulungagung.
“Sebelumnya kami juga telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah, seperti Tanggunggunung, Pagerwojo, dan Sendang. Karena permintaan terus bertambah dan kondisi di lapangan cukup memprihatinkan, kali ini kami berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur untuk menambah jumlah serta jangkauan distribusi,” jelas Ari.
Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk memperluas manfaat bantuan di tengah kebutuhan air yang semakin mendesak. Dengan tambahan volume dan titik distribusi, bantuan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga yang terdampak musim kemarau.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap distribusi ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban warga selama masa kekeringan. Upaya tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari gerakan kepedulian bersama agar masyarakat yang mengalami keterbatasan air tidak menghadapi kondisi tersebut seorang diri.
BAZNAS mengajak masyarakat untuk turut bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita yang tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kepedulian yang diberikan hari ini dapat menjadi manfaat yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Mari bersama hadirkan manfaat dan bantu ringankan kesulitan mereka. Donasi dapat disalurkan melalui rekening:
Bank Jatim 0152210022 a.n. Baznas Kab. Tulungagung (Infak)*Gunakan kode 025 dalam nominal sebagai penanda. Contoh: Rp10.025,-
Konfirmasi donasi melalui WhatsApp: +62 856 3602 795
BERITA05/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sembako pada Peresmian Jalan Karya Bakti TNI di Desa Manding
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pendidikan dan bantuan sembako kepada masyarakat dalam rangkaian peresmian Jalan Rabat Beton Program Karya Bakti TNI Tahun 2026 di Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jumat (2/10/2026).
Bantuan pendidikan diberikan kepada 3 peserta didik jenjang sekolah dasar (SD) dan 3 peserta didik jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Selain itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyalurkan bantuan sembako kepada 10 penerima yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., bersama jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya. Peresmian Jalan Rabat Beton sendiri merupakan bagian dari Program Karya Bakti TNI yang dilaksanakan di Desa Manding sebagai upaya meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan yang disalurkan BAZNAS menjadi bagian dari kepedulian bersama terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan bagi peserta didik serta membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang membutuhkan.
Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kolaborasi dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen nyata dalam mendukung kesejahteraan dan kelanjutan pendidikan di Tulungagung.”
Penyaluran bantuan ini juga menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi perlu diiringi dengan perhatian terhadap kebutuhan sosial dan pendidikan. Sinergi antara pemerintah, TNI, BAZNAS, dan masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan warga.
Melalui bantuan pendidikan dan sembako tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berupaya menghadirkan manfaat zakat dan kepedulian sosial secara tepat sasaran, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan.
BERITA02/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hadirkan Praktisi Berpengalaman, BAZNAS Bekali Pelaku Usaha dengan Strategi Digital Marketing
Tulungagung - Tidak sekadar memberikan teori, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Republik Indonesia menghadirkan para praktisi berpengalaman di bidang digital marketing untuk membekali pelaku usaha dengan keterampilan pemasaran berbasis media sosial. Melalui Workshop Optimalisasi Konten dan Digital Marketing yang berlangsung di Barata Entertainment, Tulungagung, pada 30 September hingga 1 Oktober 2026, para peserta mendapatkan pelatihan intensif mulai dari dasar pengelolaan media sosial hingga teknik produksi konten yang efektif untuk mengembangkan usaha.
Bekerja sama dengan Digimonusa, BAZNAS menghadirkan sejumlah pemateri yang terdiri atas para founder, pengusaha sukses, serta konten kreator yang telah lama berkecimpung dalam dunia digital marketing. Kehadiran para praktisi ini menjadi nilai tambah tersendiri, mengingat materi yang disampaikan tidak hanya berlandaskan teori, tetapi juga pengalaman nyata dalam membangun bisnis dan mengembangkan audiens melalui platform digital.
Di antara pemateri yang hadir adalah Pecah Telur, konten kreator lokal yang dikenal melalui kiprahnya dalam mengangkat kisah-kisah inspiratif dunia usaha dan ekonomi. Selain itu, hadir pula seorang ahli Digital Marketing Strategist yang merupakan Founder Batavia Uniform, pengusaha yang telah berhasil mengembangkan bisnisnya hingga menghasilkan omzet miliaran rupiah dalam satu bulan melalui strategi pemasaran digital.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali materi secara bertahap dan sistematis. Pembelajaran diawali dengan pengenalan fundamental media sosial, dilanjutkan dengan pembentukan mindset untuk menjadi konten kreator yang sukses, serta pemahaman mengenai strategi membangun identitas dan daya tarik produk di ranah digital.
Tak berhenti pada pemahaman konsep, para peserta juga diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan konten yang baik dan menarik. Mulai dari menyusun script atau naskah konten, memahami teknik pengambilan audio, mempelajari pengambilan gambar dan video, hingga menguasai proses penyuntingan atau editing agar menghasilkan konten yang berkualitas dan mampu menarik perhatian calon konsumen.
Dengan pendekatan praktik tersebut, peserta benar-benar diarahkan untuk memahami seluruh tahapan pemasaran digital dari awal. Mereka tidak hanya belajar bagaimana membuat konten, tetapi juga bagaimana memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan produk, membangun kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pasar, hingga mendorong peningkatan penjualan.
Program ini diikuti oleh 34 peserta terpilih dari 94 pendaftar. Selain memperoleh pelatihan intensif selama dua hari, para peserta juga akan mendapatkan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan selama tiga bulan ke depan. Tahap lanjutan ini menjadi bagian penting untuk memastikan ilmu yang telah diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dalam pengelolaan usaha masing-masing.
Melalui pelatihan dan pembinaan tersebut, BAZNAS berharap para pelaku usaha binaan ini mampu mengoptimalkan potensi digital untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Lebih jauh, upaya ini diharapkan dapat mendorong transformasi ekonomi mustahik, dari yang semula bergantung pada bantuan menjadi pelaku usaha yang berdaya, mandiri, dan kelak mampu berkontribusi sebagai muzaki maupun munfiq.
BERITA01/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bersama BAZNAS RI Gelar Workshop Optimalisasi Konten dan Digital Marketing, Dorong Mustahik Naik Kelas
Tulungagung - Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan produktivitas pelaku usaha, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkolaborasi dengan BAZNAS Republik Indonesia menggelar Workshop Optimalisasi Konten dan Digital Marketing di Barata Entertainment, Tulungagung, pada 30 September hingga 1 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengusung penguatan Personal Branding dan Business Branding melalui media sosial ini menjadi langkah strategis untuk membekali para pelaku usaha dengan keterampilan pemasaran digital, sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi.
Mewakili Plt. Bupati Tulungagung, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Tulungagung, H. M. Makrus Manan, S.P., M.M., hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perubahan pola perdagangan dari pasar konvensional menuju pasar digital merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha.
Menurutnya, pangsa pasar digital telah mencapai 70 persen sehingga pelaku usaha perlu beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada pemasaran konvensional tanpa diimbangi pemanfaatan platform digital dapat membuat usaha tertinggal dalam persaingan.
“Sekarang pasar sudah beralih, dari pasar konvensional menjadi pasar digital. Ini harus kita tangkap. Kalau terus-menerus hanya mengandalkan pasar konvensional tanpa masuk ke pasar digital, kita akan tertinggal,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Moh. Fatah Masrun, M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kelompok usaha binaan dan usaha lokal. Melalui pembekalan keterampilan pemasaran digital, pihaknya berharap sektor usaha masyarakat di Kabupaten Tulungagung semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Ia juga menekankan bahwa program pemberdayaan ekonomi BAZNAS tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi mustahik agar mampu meningkatkan taraf hidupnya.
“Kalau selama ini mereka berstatus sebagai mustahik, yakni orang yang berhak menerima zakat, infak, dan sedekah, maka kita dorong agar ke depan bisa naik kelas menjadi muzakki. Minimal menjadi munfiq, orang yang senang berinfak,” tuturnya.
Dari pihak BAZNAS RI, salah satu tim yang hadir menjelaskan bahwa peserta workshop merupakan hasil seleksi dari 94 pendaftar, dengan 34 peserta terbaik yang dinilai memenuhi kriteria untuk mengikuti program tersebut. Pelatihan ini secara khusus menyasar pelaku usaha yang telah memiliki akun media sosial sebagai sarana pemasaran, sehingga materi yang diberikan dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan bisnis mereka.
Selain pembekalan intensif selama dua hari, peserta juga akan mendapatkan pendampingan dan pembinaan selama tiga bulan. Skema tersebut diharapkan mampu memastikan bahwa ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, melainkan berlanjut menjadi praktik nyata dalam pengelolaan konten, penguatan identitas usaha, hingga peningkatan penjualan.
Melalui sinergi BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS RI ini, diharapkan para peserta mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, serta membangun usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya nyata BAZNAS dalam mewujudkan transformasi mustahik menjadi muzaki, sehingga kebermanfaatan zakat dapat terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA01/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Founder Pecah Telur Agung Hartadi Ajak Masyarakat Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar Pelatihan Konten dan Digital Marketing pada 30 September hingga 1 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pengelolaan konten dan pemasaran digital dalam mendukung penyebarluasan informasi serta edukasi zakat kepada masyarakat.
Pelatihan tersebut menghadirkan Agung Hartadi, Founder Pecah Telur, sekaligus YouTuber yang dikenal aktif dalam membuat konten digital. Kehadirannya memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya strategi komunikasi dan pemanfaatan media digital dalam menyampaikan pesan yang menarik, relevan, dan mudah diterima masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Agung Hartadi mengajak masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk semakin peduli terhadap kewajiban zakat serta menyalurkannya melalui lembaga yang terpercaya, salah satunya BAZNAS.
Menurutnya, zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban seorang muslim, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kehidupan sosial. Zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada sesama dengan membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi bagian dari bekal seorang muslim dalam kehidupan akhirat.
“Zakat adalah penolong sesama di dunia dan penyelamat di akhirat,” pesan Agung Hartadi dalam kegiatan tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat Muslim di Indonesia untuk tidak hanya memahami zakat sebagai kewajiban, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Penyaluran zakat melalui BAZNAS diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperkuat kemampuan dalam membuat konten dan memanfaatkan digital marketing. Kehadiran Agung Hartadi turut memberikan inspirasi bahwa media digital dapat menjadi sarana untuk menyebarkan nilai kebaikan, termasuk mengajak masyarakat menunaikan zakat.
BERITA01/10/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Dorong Kemandirian Ekonomi melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagerwojo dan Rejotangan melaksanakan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) melalui penyaluran bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 22 September 2026 di Kecamatan Pagerwojo dan 23 September 2026 di Kecamatan Rejotangan, dengan bantuan diserahkan langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
Sebanyak 20 pelaku UMKM menerima bantuan, masing-masing 10 penerima dari Kecamatan Pagerwojo dan 10 penerima dari Kecamatan Rejotangan. Setiap penerima mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp1.500.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp30.000.000.
Bantuan ini diharapkan dapat menjadi tambahan modal bagi penerima untuk mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Namun, program tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan. BAZNAS bersama penyuluh agama Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung akan memberikan pendampingan agar modal yang diterima dapat dikelola secara produktif dan usaha penerima dapat berkembang.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menjelaskan bahwa pendampingan menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan tidak hanya berhenti sebagai bantuan modal, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan usaha.
“Bantuan ini bukan sekadar memberikan modal usaha, tetapi akan terus kami dampingi bersama penyuluh agama dari Kemenag Tulungagung. Setelah bantuan diterima, kami ingin memastikan modal tersebut digunakan sebagaimana mestinya untuk mendukung usaha. Karena itu, pendampingan menjadi bagian dari proses agar para penerima tidak merasa berjalan sendiri dalam mengembangkan usahanya,” ujar Abdul Wachid.
Lebih lanjut, Abdul Wachid berharap pendampingan yang dilakukan bersama KUA dan penyuluh agama dapat membantu penerima dalam menghadapi berbagai tantangan usaha. Tidak hanya dari sisi penggunaan modal, tetapi juga bagaimana penerima mampu mempertahankan dan mengembangkan usaha secara bertahap.
“Kami berharap bantuan ini bisa menjadi awal yang baik bagi para penerima untuk meningkatkan usahanya. Ketika usaha berkembang, tentu akan memberikan dampak bagi perekonomian keluarga. Kami ingin mereka semakin mandiri, memiliki semangat untuk terus berusaha, dan ke depan bukan tidak mungkin mereka yang hari ini menerima bantuan dapat menjadi orang yang nantinya mampu membantu orang lain,” tambahnya.
Melalui kolaborasi BAZNAS, KUA, dan penyuluh agama, Program Pemberdayaan Ekonomi Umat diharapkan dapat memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mendorong penerima manfaat untuk terus mengembangkan usahanya.
Satu bantuan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi seseorang yang sedang berjuang, bantuan tersebut bisa menjadi langkah besar untuk bangkit. Mari terus berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah, karena kepedulian yang kita berikan hari ini dapat menjadi jalan tumbuhnya kemandirian dan kebermanfaatan bagi sesama.
Salurkan kebaikan Anda melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS
• Rekening Zakat: BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
• Rekening Infak dan sedekah: BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
BERITA24/09/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.
Lihat Daftar Rekening →