WhatsApp Icon
Program Beasiswa Pendidikan, BAZNAS Sasar Siswa Kurang Mampu di Sejumlah SMP

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan beasiswa kepada siswa-siswi kurang mampu di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Penyaluran beasiswa dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., bersama Wakil Ketua I, Abdul Wachid. S.IP., dengan mendatangi masing-masing sekolah penerima manfaat. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah sekolah, yakni SMPN 1 Ngunut, SMPN 1 Sumbergempol, SMPN 2 Bandung, dan SMPN 3 Bandung, sehingga bantuan dapat diterima langsung oleh para siswa di lingkungan sekolah mereka.

Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 9 siswa menerima bantuan secara simbolis. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa setiap siswa memperoleh bantuan berupa uang tunai sebesar Rp750.000 yang diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan mereka.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus belajar dan meraih prestasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program beasiswa ini tidak hanya diberikan kepada 9 siswa tersebut, melainkan secara keseluruhan disalurkan kepada 20 siswa kurang mampu yang berasal dari berbagai sekolah tingkat SMP di Kabupaten Tulungagung.

Penyaluran beasiswa ini menjadi salah satu upaya nyata BAZNAS Tulungagung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pendidikan, sekaligus mendorong generasi muda untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi.

16/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Pastikan Tepat Sasaran, Pimpinan BAZNAS Tulungagung Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Lansia Sebatangkara

Tulungagung - Upaya menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung. Kali ini, melalui program bantuan biaya hidup, pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada para penerima manfaat (14/4/26). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan diterima langsung oleh mereka yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan dilakukan dengan membagi dua tim. Tim pertama dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., yang menyerahkan bantuan secara langsung kepada lima orang fakir miskin sebatangkara di wilayah Kawedanan Kalidawir. Sementara itu, tim kedua dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., yang menyalurkan bantuan kepada empat orang penerima di Kawedanan Bandung.

Secara keseluruhan, program ini menyasar sebanyak 188 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung. Untuk penerima manfaat lainnya, bantuan disalurkan langsung oleh relawan BAZNAS Tulungagung di masing-masing wilayah.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp900.000 yang disalurkan setiap tiga bulan sekali, dan akan terus diberikan sepanjang hidup penerima atau hingga akhir hayatnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia yang hidup sebatangkara tanpa penopang ekonomi.

“Program ini adalah wujud kepedulian kita bersama kepada para lansia fakir miskin sebatangkara. Bantuan yang disalurkan ini merupakan amanah dari masyarakat Tulungagung yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada kami untuk disalurkan kepada yang berhak,” ujarnya.

Ia juga berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat, serta memberikan semangat dan rasa kepedulian bahwa mereka tidak sendiri. Semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial.

“Melalui program ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

15/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Beasiswa untuk Siswa/i Kurang Mampu

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran bantuan beasiswa bagi siswa atau siswi kurang mampu. Pada Senin (13/4/2026), Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., secara langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada dua orang siswi.

Adapun penerima bantuan beasiswa tersebut masing-masing berasal dari SMPN 1 Tulungagung dan SMPN 3 Tulungagung. Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp750.000,- yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.

Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pendayagunaan zakat di bidang pendidikan yang terus digencarkan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki yang harus disalurkan secara tepat sasaran.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para siswa dan memotivasi mereka untuk terus semangat dalam menuntut ilmu. Ini adalah bentuk nyata kepedulian umat melalui BAZNAS untuk masa depan generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS akan terus berupaya memperluas jangkauan bantuan, terutama di sektor pendidikan, agar semakin banyak siswa yang merasakan manfaatnya.

Melalui program ini, diharapkan para penerima dapat terus melanjutkan pendidikan dengan lebih baik serta mampu meraih prestasi yang membanggakan. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap kehadiran bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi para siswa untuk tidak menyerah pada keterbatasan, serta mendorong masyarakat untuk semakin peduli dan berpartisipasi dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.

13/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan LKSA Al-Husna Santuni 100 Anak Yatim di Boyolangu

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Husna menggelar kegiatan santunan bagi 100 anak yatim di Aula Panti Asuhan Al-Husna MWC NU Boyolangu, Rabu sore (18/03/25).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim di wilayah Kecamatan Boyolangu sekaligus menjadi agenda rutin LKSA Al-Husna yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Sasaran program ini adalah anak-anak yatim non panti agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan sebesar Rp50.000,- per anak, sementara LKSA Al-Husna memberikan Rp200.000,-. Dengan demikian, masing-masing anak menerima santunan total sebesar Rp250.000,-.

Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim.

“Kami berharap santunan ini tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim. BAZNAS akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.

19/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Distribusikan 47 Ton Beras Zakat Fitrah, Bupati Gatut Sunu Lepas Armada ke 19 Kecamatan

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung secara resmi memberangkatkan armada truk pengangkut beras zakat fitrah untuk didistribusikan ke seluruh wilayah kabupaten. Pemberangkatan dilakukan secara simbolis oleh H. Gatut Sunu Wibowo, ME., selaku Bupati Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Jumat pagi (13/3/2026).

Sebanyak 47 ton beras zakat fitrah diberangkatkan untuk didistribusikan ke 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya memastikan zakat fitrah yang dihimpun dapat segera diterima oleh masyarakat yang berhak sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, ME., menyampaikan bahwa pendistribusian zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan semata, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial serta semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

“Pendistribusian zakat fitrah ini bukan sekadar bentuk kewajiban keagamaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial serta semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menjelaskan bahwa perolehan zakat fitrah yang dihimpun berasal dari masyarakat Kabupaten Tulungagung, termasuk dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia menyebutkan bahwa zakat fitrah yang diterima tidak hanya dalam bentuk beras, tetapi juga uang. Zakat yang dibayarkan dalam bentuk uang kemudian dibelanjakan beras sebelum disalurkan kepada para penerima manfaat.

“Mayoritas ASN menunaikan zakat fitrah dalam bentuk uang, kemudian oleh BAZNAS dibelikan beras. Jadi yang kita distribusikan kepada masyarakat bukan uang, melainkan beras,” jelas Suyadi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyaluran beras zakat fitrah ini diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar berhak menerima, yaitu fakir dan miskin yang berada di desa-desa di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Proses distribusi dilakukan melalui relawan BAZNAS di tingkat kecamatan, sesuai dengan jumlah alokasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Beras zakat fitrah tersebut nantinya akan diturunkan di setiap kantor kecamatan. Selanjutnya, pihak kecamatan akan menyalurkan beras tersebut ke desa-desa di wilayah masing-masing untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Nantinya beras akan dibagikan kepada fakir miskin yang ada di desa-desa. Selain fakir miskin tidak boleh,” tegas Suyadi.

Melalui pendistribusian ini, diharapkan zakat fitrah yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata serta membantu meringankan kebutuhan masyarakat kurang mampu menjelang Hari Raya Idul Fitri.

16/03/2026 | Kontributor: BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

Program Beasiswa Pendidikan, BAZNAS Sasar Siswa Kurang Mampu di Sejumlah SMP
Program Beasiswa Pendidikan, BAZNAS Sasar Siswa Kurang Mampu di Sejumlah SMP
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan beasiswa kepada siswa-siswi kurang mampu di wilayah Kabupaten Tulungagung. Penyaluran beasiswa dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., bersama Wakil Ketua I, Abdul Wachid. S.IP., dengan mendatangi masing-masing sekolah penerima manfaat. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah sekolah, yakni SMPN 1 Ngunut, SMPN 1 Sumbergempol, SMPN 2 Bandung, dan SMPN 3 Bandung, sehingga bantuan dapat diterima langsung oleh para siswa di lingkungan sekolah mereka. Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 9 siswa menerima bantuan secara simbolis. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa setiap siswa memperoleh bantuan berupa uang tunai sebesar Rp750.000 yang diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan mereka. “Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus belajar dan meraih prestasi,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program beasiswa ini tidak hanya diberikan kepada 9 siswa tersebut, melainkan secara keseluruhan disalurkan kepada 20 siswa kurang mampu yang berasal dari berbagai sekolah tingkat SMP di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran beasiswa ini menjadi salah satu upaya nyata BAZNAS Tulungagung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pendidikan, sekaligus mendorong generasi muda untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi.
BERITA16/04/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Pastikan Tepat Sasaran, Pimpinan BAZNAS Tulungagung Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Lansia Sebatangkara
Pastikan Tepat Sasaran, Pimpinan BAZNAS Tulungagung Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Lansia Sebatangkara
Tulungagung - Upaya menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung. Kali ini, melalui program bantuan biaya hidup, pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada para penerima manfaat (14/4/26). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan diterima langsung oleh mereka yang membutuhkan. Penyaluran bantuan dilakukan dengan membagi dua tim. Tim pertama dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., yang menyerahkan bantuan secara langsung kepada lima orang fakir miskin sebatangkara di wilayah Kawedanan Kalidawir. Sementara itu, tim kedua dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., yang menyalurkan bantuan kepada empat orang penerima di Kawedanan Bandung. Secara keseluruhan, program ini menyasar sebanyak 188 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung. Untuk penerima manfaat lainnya, bantuan disalurkan langsung oleh relawan BAZNAS Tulungagung di masing-masing wilayah. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp900.000 yang disalurkan setiap tiga bulan sekali, dan akan terus diberikan sepanjang hidup penerima atau hingga akhir hayatnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia yang hidup sebatangkara tanpa penopang ekonomi. “Program ini adalah wujud kepedulian kita bersama kepada para lansia fakir miskin sebatangkara. Bantuan yang disalurkan ini merupakan amanah dari masyarakat Tulungagung yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada kami untuk disalurkan kepada yang berhak,” ujarnya. Ia juga berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat, serta memberikan semangat dan rasa kepedulian bahwa mereka tidak sendiri. Semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial. “Melalui program ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Beasiswa untuk Siswa/i Kurang Mampu
BAZNAS Tulungagung Salurkan Beasiswa untuk Siswa/i Kurang Mampu
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran bantuan beasiswa bagi siswa atau siswi kurang mampu. Pada Senin (13/4/2026), Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., secara langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada dua orang siswi. Adapun penerima bantuan beasiswa tersebut masing-masing berasal dari SMPN 1 Tulungagung dan SMPN 3 Tulungagung. Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp750.000,- yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pendayagunaan zakat di bidang pendidikan yang terus digencarkan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki yang harus disalurkan secara tepat sasaran. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para siswa dan memotivasi mereka untuk terus semangat dalam menuntut ilmu. Ini adalah bentuk nyata kepedulian umat melalui BAZNAS untuk masa depan generasi penerus bangsa,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS akan terus berupaya memperluas jangkauan bantuan, terutama di sektor pendidikan, agar semakin banyak siswa yang merasakan manfaatnya. Melalui program ini, diharapkan para penerima dapat terus melanjutkan pendidikan dengan lebih baik serta mampu meraih prestasi yang membanggakan. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap kehadiran bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi para siswa untuk tidak menyerah pada keterbatasan, serta mendorong masyarakat untuk semakin peduli dan berpartisipasi dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
BERITA13/04/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan LKSA Al-Husna Santuni 100 Anak Yatim di Boyolangu
BAZNAS Tulungagung dan LKSA Al-Husna Santuni 100 Anak Yatim di Boyolangu
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Husna menggelar kegiatan santunan bagi 100 anak yatim di Aula Panti Asuhan Al-Husna MWC NU Boyolangu, Rabu sore (18/03/25). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim di wilayah Kecamatan Boyolangu sekaligus menjadi agenda rutin LKSA Al-Husna yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Sasaran program ini adalah anak-anak yatim non panti agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan sebesar Rp50.000,- per anak, sementara LKSA Al-Husna memberikan Rp200.000,-. Dengan demikian, masing-masing anak menerima santunan total sebesar Rp250.000,-. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim. “Kami berharap santunan ini tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim. BAZNAS akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Distribusikan 47 Ton Beras Zakat Fitrah, Bupati Gatut Sunu Lepas Armada ke 19 Kecamatan
BAZNAS Tulungagung Distribusikan 47 Ton Beras Zakat Fitrah, Bupati Gatut Sunu Lepas Armada ke 19 Kecamatan
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung secara resmi memberangkatkan armada truk pengangkut beras zakat fitrah untuk didistribusikan ke seluruh wilayah kabupaten. Pemberangkatan dilakukan secara simbolis oleh H. Gatut Sunu Wibowo, ME., selaku Bupati Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Jumat pagi (13/3/2026). Sebanyak 47 ton beras zakat fitrah diberangkatkan untuk didistribusikan ke 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya memastikan zakat fitrah yang dihimpun dapat segera diterima oleh masyarakat yang berhak sebelum Hari Raya Idul Fitri. Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, ME., menyampaikan bahwa pendistribusian zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan semata, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial serta semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. “Pendistribusian zakat fitrah ini bukan sekadar bentuk kewajiban keagamaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial serta semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menjelaskan bahwa perolehan zakat fitrah yang dihimpun berasal dari masyarakat Kabupaten Tulungagung, termasuk dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menyebutkan bahwa zakat fitrah yang diterima tidak hanya dalam bentuk beras, tetapi juga uang. Zakat yang dibayarkan dalam bentuk uang kemudian dibelanjakan beras sebelum disalurkan kepada para penerima manfaat. “Mayoritas ASN menunaikan zakat fitrah dalam bentuk uang, kemudian oleh BAZNAS dibelikan beras. Jadi yang kita distribusikan kepada masyarakat bukan uang, melainkan beras,” jelas Suyadi. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyaluran beras zakat fitrah ini diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar berhak menerima, yaitu fakir dan miskin yang berada di desa-desa di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Proses distribusi dilakukan melalui relawan BAZNAS di tingkat kecamatan, sesuai dengan jumlah alokasi yang telah ditentukan sebelumnya. Beras zakat fitrah tersebut nantinya akan diturunkan di setiap kantor kecamatan. Selanjutnya, pihak kecamatan akan menyalurkan beras tersebut ke desa-desa di wilayah masing-masing untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Nantinya beras akan dibagikan kepada fakir miskin yang ada di desa-desa. Selain fakir miskin tidak boleh,” tegas Suyadi. Melalui pendistribusian ini, diharapkan zakat fitrah yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata serta membantu meringankan kebutuhan masyarakat kurang mampu menjelang Hari Raya Idul Fitri.
BERITA16/03/2026 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Perkuat Penghimpunan ZIS di RSUD dr. Iskak melalui Sosialisasi dan PKS
BAZNAS Tulungagung Perkuat Penghimpunan ZIS di RSUD dr. Iskak melalui Sosialisasi dan PKS
Tulungagung - Dalam rangka mengoptimalkan penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar sosialisasi di RSUD dr. Iskak Kabupaten Tulungagung pada Rabu (12/03/26). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai upaya memperkuat kembali penghimpunan dan pendistribusian ZIS di lingkungan rumah sakit tersebut. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir penghimpunan ZIS dari sektor kesehatan mengalami penurunan. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh perubahan sistem kepegawaian serta masuknya banyak pegawai baru, sehingga koordinasi penghimpunan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di RSUD dr. Iskak belum berjalan optimal. “Melalui kegiatan ini kami ingin menguatkan kembali pemahaman, koordinasi, dan sinergi kelembagaan agar penghimpunan ZIS di RSUD dr. Iskak dapat kembali optimal, bahkan lebih baik dari sebelumnya,” ujar Suyadi. Ia juga mengajak seluruh ASN dan pegawai RSUD dr. Iskak untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, yakni BAZNAS, bagi yang telah memenuhi syarat. Sementara bagi yang belum mampu berzakat, ia mendorong untuk tetap bersedekah sesuai kemampuan. “Bagi yang mampu, mari berzakat melalui BAZNAS. Jika belum mampu berzakat, bisa dengan sedekah seikhlasnya. Walaupun kecil tetap sangat berarti,” tuturnya. Suyadi juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat Tulungagung yang membutuhkan bantuan. “Mari kita bersatu membantu warga Tulungagung yang sedang mengalami kesulitan. Bersama-sama kita ringankan beban mereka melalui program-program BAZNAS,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak, dr. Moch. Ravi Tanwirul Afkara, M.MRS., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menjelaskan bahwa melalui kerja sama ini pihak rumah sakit memfasilitasi seluruh staf yang ingin menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah secara sukarela melalui BAZNAS. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyerahkan bantuan berupa kursi roda untuk menunjang mobilitas pasien di RSUD dr. Iskak. Melalui sinergi ini, diharapkan penghimpunan ZIS di lingkungan RSUD dr. Iskak semakin optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Tulungagung.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS bersama KKKS Santuni 1000 Anak Yatim di Tulungagung
BAZNAS bersama KKKS Santuni 1000 Anak Yatim di Tulungagung
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Rabu (11/03/2026). Sebanyak 1.000 anak yatim yang berasal dari 271 desa dan kelurahan di Kabupaten Tulungagung hadir dalam kegiatan tersebut. Masing-masing anak menerima santunan uang sebesar Rp200.000 yang terdiri dari Rp100.000 dari KKKS, Rp25.000 dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dan Rp75.000 dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Tidak hanya santunan uang, para anak yatim juga menerima tas sekolah lengkap dengan alat tulis dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Selain itu, mereka juga mendapatkan kotak konsumsi serta makanan ringan untuk berbuka puasa yang disediakan oleh KKKS Kabupaten Tulungagung. Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo menyampaikan bahwa anak-anak yatim merupakan amanah yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. “Anak-anak ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Ia juga memberikan motivasi kepada para anak yatim agar terus semangat dalam menuntut ilmu. “Kalian semua adalah harapan masa depan Kabupaten Tulungagung. Tetaplah semangat belajar, rajin menuntut ilmu, dan jangan pernah berhenti berdoa agar cita-cita yang kalian impikan bisa tercapai,” tambahnya. Sementara itu, Ketua KKKS Kabupaten Tulungagung, Endang Gatut Sunu dalam sambutannya menyampaikan bahwa santunan kali ini diberikan kepada 1.000 anak yatim yang berasal dari 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. “Hari ini hadir sekitar 1.000 anak yatim dari seluruh Kabupaten Tulungagung. Kami sangat bersyukur dapat berkumpul bersama dalam kegiatan santunan ini,” ungkapnya. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Ali Maschan Moesa menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang dalam menjalankan program-programnya selalu bersinergi dengan pemerintah daerah. “Pada kegiatan ini kami dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengirimkan 1.000 tas berisi perlengkapan alat tulis senilai Rp150.000 per tas untuk diberikan kepada anak-anak yatim di Kabupaten Tulungagung,” jelasnya. Melalui kegiatan santunan ini, diharapkan kebersamaan antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus menghadirkan kepedulian bagi anak-anak yatim. Semoga senyum dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka menjadi pengingat bahwa kepedulian kecil yang diberikan bersama mampu menghadirkan harapan besar bagi masa depan mereka.
BERITA12/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Belajar Zakat Sambil Berbagi, BAZNAS Ajak Pelajar Tulungagung Jadi Amil Sehari melalui Program Manasik Zakat
Belajar Zakat Sambil Berbagi, BAZNAS Ajak Pelajar Tulungagung Jadi Amil Sehari melalui Program Manasik Zakat
Tulungagung – Dalam upaya memperkuat syiar zakat, infak, dan sedekah di kalangan generasi muda, BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus menggencarkan literasi filantropi Islam melalui kegiatan Pondok Ramadhan bertajuk Manasik Zakat dengan tema “Dakwah Zakat dan Empati Sosial”. Program ini menyasar pelajar tingkat SMP/MTs di sejumlah sekolah di Kabupaten Tulungagung selama bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan mahasiswa binaan beasiswa SKSS BAZNAS serta MHPS MAZAWA dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, para siswa diajak memahami pentingnya zakat sebagai bagian dari rukun Islam sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini. Manasik Zakat pada Ramadhan ini, kembali digelar di beberapa sekolah, di antaranya; SMPN 2 Pakel pada Kamis (5/3/2026), SMP Al Azhaar Masjid Baitul Khoir Bandung pada Jumat (6/3/2026), SMPN 1 Tulungagung pada Sabtu (7/3/2026), dan ditutup di SMPN 6 Tulungagung pada hari yang sama, Sabtu (7/3/2026). Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan literasi zakat di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. “Gerakan ini penting untuk meningkatkan literasi zakat. Potensi zakat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tulungagung, sangat besar sehingga perlu terus ditingkatkan pengelolaannya,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang memahami zakat hanya sebatas zakat fitrah, padahal zakat memiliki cakupan yang lebih luas dalam Islam. Oleh karena itu, edukasi sejak usia sekolah menjadi sangat penting agar generasi muda memahami rukun Islam secara utuh. “Sejak kecil anak-anak dikenalkan rukun Islam seperti syahadat, shalat, dan haji. Namun rukun Islam yang ketiga, yaitu zakat, kadang terlewatkan. Banyak yang hanya mengetahui zakat fitrah, padahal zakat itu sangat luas,” jelasnya. Tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, kegiatan ini juga menekankan praktik langsung agar para siswa benar-benar memahami proses pengelolaan dana sosial keagamaan. Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung Bidang Penghimpunan dan Pendayagunaan, Abdul Wachid, S.IP., menjelaskan bahwa peserta didik dilibatkan langsung dalam proses penghimpunan hingga pendistribusian sedekah. “Pembelajaran tidak hanya bersifat teori, mereka juga akan praktik langsung mulai dari pengumpulan sedekah dari mereka sendiri, kemudian melakukan pencatatan, bahkan sampai ke pendistribusian. Peserta didik juga akan menyeleksi sendiri teman-teman mereka yang berhak menerima,” ujarnya. Dana sedekah yang berhasil dihimpun tersebut kemudian dikembalikan kepada para peserta untuk disalurkan secara langsung setelah mereka mendapatkan pemahaman mengenai delapan asnaf yaitu golongan yang berhak menerima zakat. Selama proses penghimpunan hingga penyaluran dana sedekah, peserta didik akan terus didampingi oleh tim BAZNAS Tulungagung dan para Guru. Dengan metode pembelajaran tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami konsep zakat dan sedekah secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkan nilai-nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini pula, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap lahir generasi muda yang memiliki kesadaran kuat untuk gemar berbagi serta peduli terhadap sesama.
BERITA09/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar OASE, 108 Anak Yatim Duafa Diajak Belanja Lebaran di Apollo Supermall
BAZNAS Tulungagung Gelar OASE, 108 Anak Yatim Duafa Diajak Belanja Lebaran di Apollo Supermall
Tulungagung – Dalam semarak Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim duafa melalui program Orang Tua Asuh Sehari (OASE). Bekerja sama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Tulungagung, sebanyak 108 anak yatim duafa diajak berbelanja kebutuhan Lebaran di Apollo Supermall Tulungagung, Rabu (4/3/2026). Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbangsa. Setelah itu, para peserta diberangkatkan menggunakan bus sekolah menuju pusat perbelanjaan dengan penuh antusias. Dalam program tersebut, setiap anak menerima uang saku sebesar Rp200.000 dan voucher belanja senilai Rp300.000. Mereka diberi kebebasan memilih sendiri kebutuhan Lebaran sesuai keinginan masing-masing, mulai dari pakaian, celana, sepatu, sandal, hingga perlengkapan lainnya. Terlihat wajah-wajah ceria saat anak-anak menentukan pilihan terbaik untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengungkapkan bahwa pada Ramadhan tahun ini jumlah donatur program OASE mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Jika pada tahun-tahun sebelumnya penerima manfaat kurang dari seratus bahkan pernah kurang dari 50 anak, tahun ini alhamdulillah meningkat menjadi 108 anak yatim duafa,” ujarnya. Suyadi menambahkan, para Orang Tua Asuh dalam kegiatan ini terdiri dari ibu-ibu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia juga mengimbau para oranng tua asuh untuk menambah sedekah seikhlasnya guna semakin menambah kebahagiaan anak-anak tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Tulungagung, Abdul Wahid, S.IP., menjelaskan bahwa program OASE dilaksanakan untuk membantu meringankan beban ekonomi anak-anak yatim piatu, khususnya menjelang Lebaran. “Program ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu perekonomian anak-anak yatim piatu di Tulungagung, agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan memiliki pakaian baru saat Idul Fitri,” tuturnya. Di akhir kegiatan, Suyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan hartanya melalui BAZNAS Tulungagung. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur. Semoga di bulan Ramadhan ini, seluruh aktivitas kebaikan ini menjadi amal ibadah dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT,” pungkasnya.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Ikuti Safari Ramadhan Pemkab, Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
BAZNAS Tulungagung Ikuti Safari Ramadhan Pemkab, Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
Tulungagung - Dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam rangkaian Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung di sejumlah wilayah selama bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan Safari Ramadhan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antara unsur pimpinan daerah dan masyarakat. Selain itu, agenda ini juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat selama bulan suci. Pemilihan lokasi Safari Ramadhan digilir setiap tahun, sehingga seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung dapat merasakan kehadiran langsung pimpinan daerah. Dalam setiap titik Safari Ramadhan, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim di masing-masing wilayah. Santunan yang diberikan berupa uang saku sebesar Rp200.000 serta paket sembako “Si Fitri” senilai Rp120.000 untuk setiap penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan anak-anak yatim menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam Safari Ramadhan merupakan bentuk komitmen lembaga dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Safari Ramadhan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menghadirkan kepedulian sosial. Kami ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh anak-anak yatim melalui santunan dan bantuan kebutuhan pokok,” ujarnya. Adapun jadwal dan lokasi Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun ini adalah sebagai berikut: 1. Pembukaan Safari Ramadhan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, 24 Februari 2026. 2. Masjid Al Barokah, Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, 26 Februari 2026. 3. Masjid Darussalam, Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, 2 Maret 2026. 4. Masjid Al Ikhlas, Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, 4 Maret 2026. 5. Masjid Baitul Khoir, Desa Bandung, Kecamatan Bandung, 6 Maret 2026. 6. Masjid Ponpes Al Badru Alaina, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, 10 Maret 2026. 7. Penutupan Safari Ramadhan di DPRD Tulungagung, 12 Maret 2026. Melalui partisipasi aktif dalam Safari Ramadhan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperluas kemaslahatan, serta mempererat kebersamaan dalam bingkai kepedulian sosial selama bulan suci Ramadhan
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Manasik Zakat di Sekolah, Tanamkan Empati Sosial Sejak Dini
BAZNAS Tulungagung Gelar Manasik Zakat di Sekolah, Tanamkan Empati Sosial Sejak Dini
Tulungagung - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Pondok Ramadhan bertajuk Manasik Zakat dengan tema “Dakwah Zakat dan Empati Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah madrasah dan sekolah tingkat SLTP/MTs di wilayah Kabupaten Tulungagung. Pelaksanaan perdana Manasik Zakat berlangsung di SMP Negeri 1 Ngunut pada 24–27 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Tulungagung bersama mahasiswa binaan Program Beasiswa SKSS serta HMPS Mazawa UIN 1 Tulungagung. Wakil Ketua BAZNAS Tulungagung Bidang Penghimpunan, Abdul Wachid, menjelaskan bahwa Manasik Zakat dirancang sebagai media pembelajaran dan pembentukan karakter bagi generasi muda. “Kami akan melatih para peserta didik untuk menjadi pribadi yang dermawan sejak dini. Mereka diberikan pemahaman tentang zakat, infak, sedekah, serta peran amil, sekaligus menanamkan nilai empati dan kepedulian terhadap fakir miskin, yatim, dan dhuafa,” ujarnya. Ia menambahkan, pembelajaran tidak hanya bersifat teori, tetapi juga melalui praktik langsung. Para siswa dilibatkan dalam proses penghimpunan sedekah, pencatatan, hingga pendistribusian dana sosial keagamaan. “Mereka akan praktik langsung mulai dari pengumpulan sedekah dari mereka sendiri, kemudian melakukan pencatatan, bahkan sampai ke pendistribusian. Peserta didik juga akan menyeleksi sendiri teman-teman mereka yang berhak menerima,” tambahnya. Menurutnya, dana sedekah yang terkumpul akan dikembalikan kepada peserta untuk disalurkan secara langsung setelah mereka memahami delapan asnaf. Dengan cara tersebut, peserta didik diharapkan mampu memahami siapa saja golongan yang berhak menerima, baik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Selain edukasi zakat, infak, dan sedekah, Manasik Zakat ini juga dilengkapi dengan pemberian pemahaman dasar mengenai kesiapsiagaan bencana. Materi disampaikan secara sederhana dan kontekstual, disesuaikan dengan usia pelajar SMP/MTs, agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sesi ini, peserta dikenalkan pada pentingnya sikap tanggap, peduli, dan saling tolong-menolong saat terjadi bencana sebagai bagian dari nilai empati sosial. Melalui kegiatan Manasik Zakat ini, BAZNAS Tulungagung berharap dapat menumbuhkan kesadaran berzakat dan kepedulian sosial di kalangan pelajar, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembentukan karakter yang berlandaskan nilai keislaman dan kemanusiaan.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Kick Off Kolaborasi Pendampingan Mitra: BAZNAS, BMD dan Kemenag Tulungagung Perkuat Ekonomi dan Spiritual UMKM Binaan
Kick Off Kolaborasi Pendampingan Mitra: BAZNAS, BMD dan Kemenag Tulungagung Perkuat Ekonomi dan Spiritual UMKM Binaan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Microfinance Desa (BMD) resmi menggelar Kick Off Kolaborasi Pendampingan Mitra dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menjadi langkah awal sinergi lintas sektor dalam memperkuat pemberdayaan mustahik, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga pembinaan spiritual dan ibadah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung H.M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung H.M. Makrus Manan, S.P., M.M., Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Perwakilan Dinas Koperasi, Ketua IPARI, serta 56 mitra BAZNAS dan BMD Kabupaten Tulungagung. Kolaborasi ini menjadi tonggak baru pendampingan mitra binaan BAZNAS dan BMD. Jika selama ini fokus pembinaan lebih banyak pada penguatan usaha dan akses permodalan, ke depan para mitra juga akan mendapatkan pendampingan keagamaan melalui penyuluh agama dari Kemenag. Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa program BMD telah memberikan kontribusi nyata dalam penguatan UMKM di Tulungagung. “Selama BMD berjalan, kami sudah menggelontorkan dana sebesar Rp1,5 miliar kepada para pelaku UMKM. Bantuan dana ini langsung cair ke rekening penerima manfaat, sehingga prosesnya transparan dan tepat sasaran,” jelasnya. Menurutnya, kolaborasi dengan Kemenag menjadi langkah strategis agar para mitra tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat. Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung, H.M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan secara menyeluruh dan tanpa biaya. “Pendampingan nanti tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dari sisi ibadahnya. Pendampingan ini kami lakukan gratis untuk kalian semua, tanpa dipungut biaya. BAZNAS sudah menunjukkan kepedulian kepada para mustahik, sekarang kita juga akan turut serta untuk meningkatkan kebahagiaan dunia dan akhirat para penerima manfaat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Kemenag siap mendampingi proses sertifikasi halal bagi para mitra yang belum memiliki legalitas tersebut. “Jika ada yang belum punya sertifikasi halal, silakan segera mengajukan. Kami dari Kemenag siap mendampingi proses pembuatannya,” tambahnya. Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H.M. Makrus Manan, S.P., M.M., dalam kesempatan yang sama menegaskan posisi BAZNAS sebagai bagian dari pemerintah. “BAZNAS merupakan bagian dari pemerintah, sebuah lembaga pemerintah nonstruktural. Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang selalu turut serta mewujudkan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung,” ungkapnya. Melalui Kick Off ini, BAZNAS, BMD, dan Kemenag Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan pemberdayaan yang holistik dalam menguatkan usaha, meningkatkan kualitas ibadah, serta mendorong terwujudnya mustahik yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus meraih keberkahan dunia dan akhirat.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi Zakat Fitrah dan Perkuat Optimalisasi ZIS ASN
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi Zakat Fitrah dan Perkuat Optimalisasi ZIS ASN
Tulungagung – Dalam rangka menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat sosialisasi zakat fitrah di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan dan optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Kabupaten Tulungagung. Rapat sosialisasi tersebut diikuti oleh Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Kabupaten Tulungagung, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala SMP, MTs, dan MA, serta Koordinator UPASP se-Kabupaten Tulungagung. PJ Sekda Kabupaten Tulungagung, Soeroto, S.Sos., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa penghimpunan zakat mal, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung sejauh ini telah berjalan cukup baik. Namun demikian, menurutnya, masih diperlukan langkah-langkah optimalisasi agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia menekankan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Karena itu, penguatan sistem dan dukungan kelembagaan menjadi hal yang penting untuk memastikan penghimpunan ZIS dapat berjalan lebih maksimal. “Pengumpulan zakat mal, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung selama ini telah berjalan, namun masih memerlukan optimalisasi agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat. Zakat ini adalah kewajiban umat Muslim. Oleh karena itu, kami dari Pemerintah Daerah siap mendukung penuh optimalisasi ZIS di wilayah Kabupaten Tulungagung,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ke depan akan dipertimbangkan penerbitan surat edaran kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memperkuat penghimpunan zakat mal, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aparatur sipil negara dalam menunaikan kewajiban zakat secara terkoordinasi dan berkelanjutan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., memaparkan potensi besar zakat apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Ia mencontohkan, jika terdapat 500 pejabat struktural yang membayar zakat dengan nominal Rp150.000 per orang, maka dana yang terkumpul hampir mencapai Rp100.000.000. “Itu baru dari pejabat struktural saja. Bayangkan jika seluruh potensi zakat di Kabupaten Tulungagung dapat dihimpun secara maksimal,” ungkapnya. Ia juga menjelaskan salah satu program unggulan BAZNAS Tulungagung, yakni bantuan biaya hidup bagi lansia sebatang kara. Program tersebut menyasar lansia yang hidup sendirian tanpa penghasilan tetap, dengan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama hidup. “Program ini akan terus berjalan selama pembayaran zakat melalui BAZNAS tetap berjalan. Oleh karena itu, optimalisasi penghimpunan ZIS di wilayah Tulungagung perlu terus ditingkatkan,” tegasnya. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa sosialisasi zakat fitrah menjadi momentum penting untuk memperluas edukasi zakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Selain sosialisasi zakat fitrah, BAZNAS juga akan melaksanakan sejumlah program di bulan Ramadhan, salah satunya edukasi zakat, infak, dan sedekah kepada peserta didik di sekolah. “Kami akan melatih anak-anak menjadi pribadi yang dermawan sejak dini. Mereka akan diberikan pemahaman tentang delapan asnaf, kemudian diminta menyeleksi di antara teman-temannya yang termasuk golongan tersebut. Uang hasil infak atau sedekah mereka nantinya akan kami kembalikan kepada mereka yang berhak,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Zainul Fuad, S.E., M.Pd., memberikan penjelasan terkait zakat fitrah, fidyah, dan kafarat dalam perspektif fikih Islam. “Setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, ada satu kewajiban lagi bagi umat Islam, yaitu menunaikan zakat fitrah. Ini sangat penting karena merupakan bagian dari rukun Islam. Menjelang berakhirnya Ramadhan, zakat fitrah memiliki keterkaitan erat dengan kesempurnaan ibadah puasa,” paparnya. Ia juga menjelaskan ketentuan fidyah dan kafarat. “Fidyah adalah denda bagi orang yang tidak melaksanakan puasa. Ibu hamil boleh tidak berpuasa, tetapi wajib membayar fidyah dan tetap mengganti puasanya. Fidyah sebesar satu mud, setara dengan 6,75 ons yang dibulatkan menjadi 7 ons. Jika diuangkan, satu mud senilai Rp30.000,” terangnya. Sementara itu, kafarat bagi pelanggaran berat di bulan Ramadhan, seperti melakukan hubungan suami istri di siang hari, adalah berpuasa dua bulan berturut-turut tanpa jeda, atau memerdekakan budak, atau memberi makan 60 fakir miskin. Di akhir kegiatan, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung memaparkan skema penghimpunan zakat fitrah yang akan diterapkan selama Ramadhan 1447 H. Melalui rapat sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan umat, khususnya di Kabupaten Tulungagung.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Penguatan ZIS ASN, BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi di Disdukcapil
Penguatan ZIS ASN, BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi di Disdukcapil
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menggelar kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tulungagung, Jumat (30/1/2025). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil beserta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau seluruh karyawan Disdukcapil. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memperkuat kembali penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah di wilayah Kabupaten Tulungagung, khususnya pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang tingkat partisipasi ZIS-nya masih tergolong rendah. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. “Gaji yang kita terima itu sebenarnya sebagian adalah hak kaum fakir miskin. Maka sudah seharusnya kita menyucikan harta kita melalui zakat. Jika belum mampu berzakat, maka bisa bersedekah seikhlasnya,” ujar Suyadi. Ia menjelaskan, seseorang yang telah mencapai nisab diwajibkan untuk menunaikan zakat, sedangkan bagi yang belum memenuhi nisab tetap dianjurkan untuk berinfak atau bersedekah sesuai kemampuan. Menurutnya, sekecil apa pun sedekah yang dikeluarkan akan membawa keberkahan bagi pemberinya dan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Suyadi juga menyampaikan bahwa tingkat kesadaran berzakat di lingkungan ASN Kementerian Agama sudah sangat baik. “ASN Kemenag hampir seluruhnya sudah berzakat atau bersedekah melalui BAZNAS. Sementara ASN dan PPPK di bawah Pemerintah Kabupaten masih belum sepenuhnya. Inilah yang perlu kita optimalkan bersama,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tulungagung, Nina Hartati, S.H., M.A.P., menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera membentuk penanggung jawab terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Disdukcapil. “Sedekah dan zakat yang kita keluarkan insyaallah akan kembali kepada kita sendiri dan kepada masyarakat yang berhak dan membutuhkan,” tutur Nina. Lebih lanjut, Suyadi menegaskan bahwa BAZNAS dalam melakukan penghimpunan ZIS tidak mengedepankan unsur pemaksaan. “Tidak ada unsur paksaan sama sekali. Semua dilakukan secara ikhlas dan berdasarkan kesadaran masing-masing pribadi,” jelasnya. Ia menambahkan, bagi ASN dan PPPK yang berkenan, dapat dibuatkan surat pernyataan kesediaan membayar zakat dan infak melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pembayaran dapat dilakukan melalui sistem pemotongan gaji setiap bulan yang dikelola oleh penanggung jawab di masing-masing instansi, atau dibayarkan langsung ke BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Dengan adanya sosialisasi ini, BAZNAS Tulungagung berharap kesadaran dan partisipasi ASN dan PPPK dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Tulungagung.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi ZIS dan Salurkan Bantuan Pendidikan di Dinas Pendidikan
BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi ZIS dan Salurkan Bantuan Pendidikan di Dinas Pendidikan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan sosialisasi zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) sekaligus penyerahan bantuan pendidikan, yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Kamis (29/1/2025). Kegiatan ini diikuti oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, para Koordinator Wilayah (Korwil) UPASP se-Kabupaten Tulungagung, serta koordinator SMP Negeri se-Tulungagung. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kembali penghimpunan ZIS di lingkungan Dinas Pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada para mustahik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Adapun rincian bantuan pendidikan yang disalurkan meliputi: Bantuan pendidikan diberikan Jenjang Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 250.000 per siswa kepada 72 mustahik, dengan total anggaran sebesar Rp 18.750.000. Dan bantuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) diberikan sebesar Rp 300.000 per siswa kepada 82 mustahik, dengan total anggaran sebesar Rp 24.600.000. Penyaluran bantuan pendidikan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat serta mendukung keberlangsungan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Tulungagung. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi penurunan penghimpunan ZIS dari sektor pendidikan. Salah satu faktor penyebabnya adalah perubahan sistem kepegawaian, di mana pegawai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) kini ditempatkan langsung pada satuan kerja (satker) masing-masing. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya koordinasi penghimpunan ZIS melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan pendidikan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan kembali pemahaman, koordinasi, serta sinergi kelembagaan agar penghimpunan ZIS di sektor pendidikan bisa kembali optimal, dan diharapkan bisa lebih bagus daripada kemarin” ujarnya. Dalam sambutannya, Suyadi mengajak seluruh ASN dan pegawai di bawah naungan Dinas Pendidikan untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, yaitu BAZNAS, bagi yang telah memenuhi syarat. Sementara bagi yang belum mampu berzakat, ia mendorong untuk tetap bersedekah sesuai kemampuan. “Bagi yang mampu, mari berzakat melalui BAZNAS. Jika belum mampu berzakat, bisa dengan sedekah, seikhlasnya saja. Walaupun kecil, tetap kami terima,” tutur Suyadi. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bersatu dan memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat Tulungagung yang sedang berada dalam kondisi sulit. “Mari kita bersatu, kita bantu warga kita di Tulungagung yang sedang mengalami kesusahan. Bersama-sama kita ringankan beban mereka melalui program-program yang ada di BAZNAS,” tambahnya. Lebih lanjut, Suyadi mendorong agar setiap sekolah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masing-masing, lengkap dengan koordinator sebagai penanggung jawab. “Silakan bentuk UPZ di masing-masing sekolah, tentukan koordinatornya, supaya ada penanggung jawab dan pengumpulan ZIS bisa berjalan lebih optimal,” tegasnya. Di akhir kegiatan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung turut memberikan arahan kepada seluruh ASN dan PPPK di bawah naungannya agar lebih rutin menunaikan zakat maupun bersedekah melalui BAZNAS. “Saya mengajak seluruh ASN dan PPPK untuk mulai rajin berzakat dan bersedekah melalui BAZNAS. Nanti segera bentuk UPZ di masing-masing satuan pendidikan agar pengumpulan ZIS bisa kita optimalkan kembali,” pungkasnya. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kembali peran sektor pendidikan dalam mendukung penghimpunan ZIS, sekaligus memperluas manfaat program-program BAZNAS bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung yang membutuhkan.
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Sinergi Zakat Mal dan Pajak, BAZNAS dan MUI Tulungagung Gelar Seminar bersama Kantor Pelayanan Pajak
Perkuat Sinergi Zakat Mal dan Pajak, BAZNAS dan MUI Tulungagung Gelar Seminar bersama Kantor Pelayanan Pajak
Tulungagung – Dalam rangka meningkatkan pemahaman serta memperkuat sinergitas antara pembayaran zakat mal dan kewajiban perpajakan dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan umat, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Seminar Penguatan Sinergi Zakat Mal dan Pajak. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Lojikka Tulungagung, pada Sabtu siang (24/01/2026), dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Seminar ini dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tulungagung, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung, jajaran MUI se-Kabupaten Tulungagung, perwakilan bank syariah se-Tulungagung, serta para pengusaha dan pelaku usaha. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen sosial ekonomi umat. Menurutnya, pengelolaan zakat yang optimal dan profesional mampu memberikan dampak nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan. “Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen ampuh dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika dikelola dengan baik dan disinergikan dengan kebijakan negara, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam pembangunan umat,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tulungagung menyampaikan bahwa pembayaran zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memberikan manfaat fiskal bagi wajib pajak. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS dapat diperhitungkan sebagai pengurang penghasilan kena pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga menunjukkan bahwa kewajiban zakat dan pajak dapat berjalan selaras dan saling melengkapi. Melalui seminar ini, diharapkan terbangun pemahaman yang utuh di kalangan masyarakat, khususnya para pengusaha dan pelaku usaha, bahwa kewajiban zakat dan pajak dapat dijalankan secara seimbang dan harmonis sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan umat.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung bersama Ny. Endang Gatut Sunu Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Ngunut dan Kauman
BAZNAS Tulungagung bersama Ny. Endang Gatut Sunu Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Ngunut dan Kauman
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Penyaluran bantuan ini dilaksanakan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Endang Gatut Sunu Wibowo, dengan menyasar dua warga penerima manfaat. Bantuan RTLH/RLH tersebut disalurkan langsung kepada Sulastri, warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, serta Miswanto, warga Desa Kauman, Kecamatan Kauman. Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp 12.500.000,- yang digunakan untuk memperbaiki kondisi rumah agar lebih layak, aman, dan sehat untuk ditinggali. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran. “Program Bedah Rumah RTLH ini kami harapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. Semoga bantuan ini membawa kenyamanan, keamanan, dan keberkahan bagi para penerima, serta dapat meningkatkan kualitas hidup mereka ke depan,” ujar Suyadi. Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam menghadirkan manfaat zakat yang nyata dan tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu. Sementara itu, Sulastri, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku selama ini tinggal dalam kondisi yang sangat terbatas. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung atas bantuan bedah rumah ini. Sebelumnya saya harus tidur di samping kandang ayam karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan. Dengan adanya bantuan ini, saya bersyukur ke depan dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman. Terimakasih BAZNAS,” ujar Sulastri. Melalui program Bedah Rumah RTLH ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap sinergi dengan berbagai pihak dapat terus diperkuat guna memperluas manfaat zakat serta menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
HUT BAZNAS ke-25, BAZNAS Tulungagung Gelar Doa Bersama, Khotmil Quran dan Santunan
HUT BAZNAS ke-25, BAZNAS Tulungagung Gelar Doa Bersama, Khotmil Quran dan Santunan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar doa bersama dan khatmil Quran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BAZNAS ke-25 dengan tema “Zakat Menguatkan Indonesia”, pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus rasa syukur atas kiprah BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan zakat untuk kesejahteraan umat. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tulungagung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, serta jajaran pimpinan lama BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan kuatnya sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam mendukung gerakan zakat. Tak hanya diisi doa bersama dan khatmil Quran, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim tingkat SD, SMP, dan SMA, serta 10 kaum dhuafa. Masing-masing penerima santunan mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp200.000 dan paket sembako senilai Rp100.000. Program ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang BAZNAS khususnya dalam 1 tahun terakhir. “Alhamdulillah, selama satu tahun terakhir BAZNAS terus berupaya hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kami juga bersyukur atas capaian di tingkat nasional, yaitu penghargaan sebagai ‘BAZNAS Pengentasan Kemiskinan Standar BPS Terbaik’ dan Kategori ‘BAZNAS dengan Infrastruktur Terbaik’. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Suyadi juga menyampaikan ucapan selamat dan rasa syukur kepada Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., yang juga memperoleh apresiasi sebagai “Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.” Menurutnya, dukungan kepala daerah memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem zakat di daerah. Lebih lanjut, Suyadi mengungkapkan harapannya ke depan agar sinergi antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung semakin diperkuat. “Kami berharap, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung, insyaAllah BAZNAS mampu melahirkan program-program inovatif, memperluas jangkauan pemberdayaan, dan memastikan zakat menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan,” tambahnya. Acara peringatan HUT BAZNAS ke-25 ini ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian BAZNAS Kabupaten Tulungagung selama seperempat abad melayani umat. Semoga BAZNAS Kabupaten Tulungagung ke depan semakin amanah, transparan, dan profesional, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dari Dapur Sederhana : Kisah Keteguhan Radzel Catering Bersama Bantuan Pembiayaan BMD
Dari Dapur Sederhana : Kisah Keteguhan Radzel Catering Bersama Bantuan Pembiayaan BMD
Tulungagung - Di tengah dinamika usaha kecil yang kerap naik turun, Susanti (51), pemilik Radzel Catering, membuktikan bahwa ketekunan dan kejujuran mampu menjaga api wirausaha tetap menyala. Usaha rumahan yang ia rintis sejak 1996 ini berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, dan hingga kini masih konsisten melayani kebutuhan pangan masyarakat sekitar. Radzel Catering memproduksi beragam produk, mulai dari kue kering, kue basah, jamu tradisional, nasi kotak, hingga minuman soya. Produksi dilakukan secara mandiri dari rumah, sementara pemasarannya mengandalkan jaringan offline dan online. Secara offline, produk Radzel Catering banyak digunakan untuk kegiatan Posyandu, puskesmas, kader PMT balita, serta berbagai acara desa. Hal ini tidak lepas dari peran aktif Susanti sebagai kader BKKBN, yang membuat produknya dikenal luas di kalangan komunitas dan kegiatan sosial. Selain itu, Susanti juga rutin berjualan di kegiatan Car Free Day Alun-Alun Tulungagung setiap hari Minggu, yang menjadi salah satu etalase penting bagi produknya untuk menjangkau konsumen baru. Untuk pemasaran harian, Radzel Catering telah masuk ke satu kantin serta dua warung yang menjual kue, jus buah, dan produk lainnya. Layanan pemesanan online dan pesan antar pun tersedia, khususnya untuk wilayah Karangrejo dan sekitarnya.Dalam sebulan, omzet Radzel Catering berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta, dengan laba bersih di atas 50 persen. Meski demikian, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Susanti mengakui bahwa tantangan terbesar adalah fluktuasi pesanan. Namun, ia memilih untuk tetap semangat, meskipun order yang masuk terkadang kecil. “Prinsip saya sederhana: jujur, tekun, dan merawat pelanggan,” ujarnya. Prinsip inilah yang membuat pelanggan tetap setia, meski persaingan usaha kuliner semakin ketat. Untuk mendukung keberlanjutan usahanya, Susanti juga mendapatkan pembiayaan dari Baznas Microfinance Desa Tulungagung. Pada tahap pertama, yang diterima akhir November 2024, ia memperoleh modal sebesar Rp1,8 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku. Saat ini, ia kembali mengajukan pembiayaan tahap kedua pada November 2025 sebesar Rp2 juta, yang juga akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan bahan baku dan pesanan produk.Tak hanya itu, Radzel Catering kini telah ditunjang dengan sertifikasi halal, yang menjadi modal penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Ke depan, Susanti berharap dapat memiliki outlet sendiri. Dari dapur sederhana di Desa Tulungrejo, Radzel Catering menjadi bukti bahwa usaha kecil dengan manajemen yang jujur, konsisten, dan dekat dengan masyarakat mampu bertahan puluhan tahun bahkan terus bersiap untuk melangkah lebih jauh.
BERITA14/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Melalui Zakat Umat, BAZNAS Menjadi Penopang Hidup Nenek Mukir Hingga Akhir Hayat
Melalui Zakat Umat, BAZNAS Menjadi Penopang Hidup Nenek Mukir Hingga Akhir Hayat
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan biaya hidup kepada lansia fakir miskin. Kali ini, bantuan diberikan kepada Mbah Mukir, warga Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, yang hidup sebatang kara di usia lanjut. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program Kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat rentan, khususnya lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap maupun pendamping keluarga. Program bantuan biaya hidup ini menjadi salah satu kegiatan berkelanjutan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang difokuskan pada warga dhuafa sebatang kara. Melalui program ini, BAZNAS berkomitmen memastikan dana zakat yang dihimpun dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat nyata bagi para mustahik. Mbah Mukir diketahui telah lama menjalani kehidupan seorang diri. Meskipun anaknya sesekali datang menjenguk, sebagian besar kebutuhan dan aktivitas sehari-hari dijalani secara mandiri. Faktor usia yang semakin lanjut menyebabkan kondisi kesehatannya kerap menurun. Dalam keseharian, dukungan sosial masih terjalin melalui kepedulian beberapa tetangga yang sesekali memberikan perhatian. “Alhamdulillah, mugi-mugi pinaring sukses, sehat kanggo kabeh, lan barokah. Mugi BAZNAS tambah barokah,” tutur Mbah Mukir dengan penuh syukur. Kepala dusun setempat menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi lansia yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian bersama. Sementara itu, relawan binaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatang kara yang tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial penerima manfaat. Dalam penyaluran bantuan, relawan turut memberikan pendampingan moril serta memastikan bantuan diterima langsung oleh yang bersangkutan. BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif membantu sesama dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, guna menghadirkan harapan dan solusi berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA13/01/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →