Hidup seorang diri di bawah jembatan: BAZNAS Jadi Harapan Baru Pak Mudjahidin
03/06/2025 | Penulis: Humas BAZNAS Tulungagung
Proses penyaluran bantuan biaya hidup kepada Mudjahidin
Tulungagung – Di balik hiruk-pikuk kehidupan modern, masih ada kisah pilu yang menggugah nurani. Salah satunya adalah Pak Mudjahidin, warga Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat, yang telah bertahun-tahun hidup seorang diri di bawah kolong jembatan. Mengalami gangguan kejiwaan dan tanpa keluarga inti yang mendampingi. Mudjahidin tak punya pekerjaan dan tak mampu mengurus kebutuhan dirinya secara utuh, ia hanya bertahan dalam keterbatasan dengan mengandalkan naluri untuk sekadar bertahan hidup.
Kondisi ini menarik kepedulian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung. Melalui program bantuan biaya hidup, BAZNAS menyalurkan dana sebesar Rp 900.000 yang diberikan secara rutin setiap tiga bulan sekali kepada Pak Mudjahidin. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari dan memberikan sedikit rasa aman bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.
“Bantuan ini kami berikan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat rentan, terutama mereka yang mengalami gangguan mental dan tidak memiliki dukungan keluarga. Semoga dengan bantuan ini, Pak Mudjahidin bisa menjalani hari-harinya dengan sedikit lebih layak,” ujar Lisnawaroh, staff pendistribusian BAZNAS Tulungagung.
Penyaluran bantuan ini turut melibatkan mahasiswa binaan BAZNAS Tulungagung, Izza Pitriana, yang turut mendistribusikan langsung bantuan kepada Pak Mudjahidin.
“Melihat langsung kondisi Pak Mudjahidin membuat saya semakin bersyukur dan termotivasi untuk terus terlibat dalam kegiatan sosial. Bantuan ini mungkin terlihat kecil, tapi bagi beliau sangat berarti. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal kehadiran dan perhatian. Ini pengalaman yang sangat membuka mata dan hati saya,” tutur Izza penuh empati.
Pak Umar, salah satu kerabat dekat Pak Mudjahidin, turut mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Beliau sudah lama tinggal di bawah jembatan. Kami keluarga sebenarnya ingin membantu, tapi dengan keterbatasan kami, sulit sekali. Alhamdulillah ada bantuan dari BAZNAS, ini sangat membantu untuk kebutuhan harian beliau,” ujarnya.
Pak Umar juga berharap kedepan ada tindak lanjut berupa pendampingan medis atau program social yang bisa membantu proses pemulihan Pak Mudjahidin serta memberikan lingkungan yang lebih layak dan aman baginya.
Kisah Pak Mudjahidin menggambarkan wajah lain kehidupan yang sering luput dari perhatian. Ia adalah salah satu dari sekian banyak individu yang berjuang sendiri dalam senyap. Bantuan dari BAZNAS tidak hanya memberikan kebutuhan fisik, tetapi juga menguatkan pesan bahwa masih ada tangan-tangan peduli yang hadir untuk mereka yang terlupakan.
Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih manusiawi bagi mereka yang paling membutuhkan.
Berita Lainnya
BAZNAS Tulungagung Terima Zakat Mal Lembaga UPZ KSPPS BMT PETA Tahun 2025
Dari Dapur Sederhana : Kisah Keteguhan Radzel Catering Bersama Bantuan Pembiayaan BMD
BAZNAS Tulungagung Terima Kunjungan Kerja dan Studi Referensi BAZNAS Kabupaten Mojokerto
BAZNAS Tulungagung Terima Donasi Peduli Bencana Sumatera dari Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur’an
BAZNAS Tulungagung Lakukan Studi Referensi ke BAZNAS Kota Surabaya untuk Perkuat Kapasitas SDM dan Pengelolaan ZIS
Hadirkan Hunian Layak bagi Mustahik, BAZNAS Tulungagung Gelontorkan Rp249,5 Juta untuk 20 Penerima

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
