
Berita Terkini
BAZNAS Tulungagung Distribusikan 47 Ton Beras Zakat Fitrah, Bupati Gatut Sunu Lepas Armada ke 19 Kecamatan
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung secara resmi memberangkatkan armada truk pengangkut beras zakat fitrah untuk didistribusikan ke seluruh wilayah kabupaten. Pemberangkatan dilakukan secara simbolis oleh H. Gatut Sunu Wibowo, ME., selaku Bupati Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Jumat pagi (13/3/2026).
Sebanyak 47 ton beras zakat fitrah diberangkatkan untuk didistribusikan ke 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya memastikan zakat fitrah yang dihimpun dapat segera diterima oleh masyarakat yang berhak sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, ME., menyampaikan bahwa pendistribusian zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan semata, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial serta semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Pendistribusian zakat fitrah ini bukan sekadar bentuk kewajiban keagamaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial serta semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menjelaskan bahwa perolehan zakat fitrah yang dihimpun berasal dari masyarakat Kabupaten Tulungagung, termasuk dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia menyebutkan bahwa zakat fitrah yang diterima tidak hanya dalam bentuk beras, tetapi juga uang. Zakat yang dibayarkan dalam bentuk uang kemudian dibelanjakan beras sebelum disalurkan kepada para penerima manfaat.
“Mayoritas ASN menunaikan zakat fitrah dalam bentuk uang, kemudian oleh BAZNAS dibelikan beras. Jadi yang kita distribusikan kepada masyarakat bukan uang, melainkan beras,” jelas Suyadi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyaluran beras zakat fitrah ini diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar berhak menerima, yaitu fakir dan miskin yang berada di desa-desa di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Proses distribusi dilakukan melalui relawan BAZNAS di tingkat kecamatan, sesuai dengan jumlah alokasi yang telah ditentukan sebelumnya.
Beras zakat fitrah tersebut nantinya akan diturunkan di setiap kantor kecamatan. Selanjutnya, pihak kecamatan akan menyalurkan beras tersebut ke desa-desa di wilayah masing-masing untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Nantinya beras akan dibagikan kepada fakir miskin yang ada di desa-desa. Selain fakir miskin tidak boleh,” tegas Suyadi.
Melalui pendistribusian ini, diharapkan zakat fitrah yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata serta membantu meringankan kebutuhan masyarakat kurang mampu menjelang Hari Raya Idul Fitri.
16/03/2026 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Perkuat Penghimpunan ZIS di RSUD dr. Iskak melalui Sosialisasi dan PKS
Tulungagung - Dalam rangka mengoptimalkan penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar sosialisasi di RSUD dr. Iskak Kabupaten Tulungagung pada Rabu (12/03/26). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai upaya memperkuat kembali penghimpunan dan pendistribusian ZIS di lingkungan rumah sakit tersebut.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir penghimpunan ZIS dari sektor kesehatan mengalami penurunan. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh perubahan sistem kepegawaian serta masuknya banyak pegawai baru, sehingga koordinasi penghimpunan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di RSUD dr. Iskak belum berjalan optimal.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menguatkan kembali pemahaman, koordinasi, dan sinergi kelembagaan agar penghimpunan ZIS di RSUD dr. Iskak dapat kembali optimal, bahkan lebih baik dari sebelumnya,” ujar Suyadi.
Ia juga mengajak seluruh ASN dan pegawai RSUD dr. Iskak untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, yakni BAZNAS, bagi yang telah memenuhi syarat. Sementara bagi yang belum mampu berzakat, ia mendorong untuk tetap bersedekah sesuai kemampuan.
“Bagi yang mampu, mari berzakat melalui BAZNAS. Jika belum mampu berzakat, bisa dengan sedekah seikhlasnya. Walaupun kecil tetap sangat berarti,” tuturnya.
Suyadi juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat Tulungagung yang membutuhkan bantuan.
“Mari kita bersatu membantu warga Tulungagung yang sedang mengalami kesulitan. Bersama-sama kita ringankan beban mereka melalui program-program BAZNAS,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak, dr. Moch. Ravi Tanwirul Afkara, M.MRS., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menjelaskan bahwa melalui kerja sama ini pihak rumah sakit memfasilitasi seluruh staf yang ingin menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah secara sukarela melalui BAZNAS.
Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyerahkan bantuan berupa kursi roda untuk menunjang mobilitas pasien di RSUD dr. Iskak.
Melalui sinergi ini, diharapkan penghimpunan ZIS di lingkungan RSUD dr. Iskak semakin optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Tulungagung.
13/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS bersama KKKS Santuni 1000 Anak Yatim di Tulungagung
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Rabu (11/03/2026).
Sebanyak 1.000 anak yatim yang berasal dari 271 desa dan kelurahan di Kabupaten Tulungagung hadir dalam kegiatan tersebut. Masing-masing anak menerima santunan uang sebesar Rp200.000 yang terdiri dari Rp100.000 dari KKKS, Rp25.000 dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dan Rp75.000 dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
Tidak hanya santunan uang, para anak yatim juga menerima tas sekolah lengkap dengan alat tulis dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Selain itu, mereka juga mendapatkan kotak konsumsi serta makanan ringan untuk berbuka puasa yang disediakan oleh KKKS Kabupaten Tulungagung.
Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo menyampaikan bahwa anak-anak yatim merupakan amanah yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
“Anak-anak ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para anak yatim agar terus semangat dalam menuntut ilmu.
“Kalian semua adalah harapan masa depan Kabupaten Tulungagung. Tetaplah semangat belajar, rajin menuntut ilmu, dan jangan pernah berhenti berdoa agar cita-cita yang kalian impikan bisa tercapai,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KKKS Kabupaten Tulungagung, Endang Gatut Sunu dalam sambutannya menyampaikan bahwa santunan kali ini diberikan kepada 1.000 anak yatim yang berasal dari 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung.
“Hari ini hadir sekitar 1.000 anak yatim dari seluruh Kabupaten Tulungagung. Kami sangat bersyukur dapat berkumpul bersama dalam kegiatan santunan ini,” ungkapnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Ali Maschan Moesa menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang dalam menjalankan program-programnya selalu bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Pada kegiatan ini kami dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengirimkan 1.000 tas berisi perlengkapan alat tulis senilai Rp150.000 per tas untuk diberikan kepada anak-anak yatim di Kabupaten Tulungagung,” jelasnya.
Melalui kegiatan santunan ini, diharapkan kebersamaan antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat dapat terus menghadirkan kepedulian bagi anak-anak yatim.
Semoga senyum dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka menjadi pengingat bahwa kepedulian kecil yang diberikan bersama mampu menghadirkan harapan besar bagi masa depan mereka.
12/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berita Pendistribusian

BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Pada Senin (8/12/25), BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Suwito, warga Dusun Mojo RT 003/RW 002, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, yang hidup dalam kondisi cacat fisik dan sebatangkara.
Sejak kecil, Suwito harus menjalani hidup yang tidak mudah. Ia menyandang cacat fisik sejak lahir dan diterlantarkan oleh orang tuanya. Ia kemudian dibesarkan oleh sang nenek yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Namun, setelah neneknya meninggal dunia, Suwito kembali kehilangan sandaran hidup.
Tanpa penghasilan dan tanpa tempat tinggal tetap, ia kini hanya menumpang di rumah kakaknya. “Hidup saya selama ini hanya berpindah-pindah. Mau cari nafkah, badan tidak mampu. Setelah nenek tiada, rasanya dunia gelap,” ujar Suwito dengan suara lirih.
Kisah pilu ini sampai kepada BAZNAS Tulungagung dan menjadi perhatian serius. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kondisi yang dialami Suwito merupakan prioritas utama dalam pendistribusian zakat.
“Melihat kondisi Suwito yang cacat sejak lahir, diterlantarkan orang tua, kehilangan nenek, dan kini hidup menumpang, hati kami tergerak. Beliau adalah sasaran utama dana zakat. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab umat dalam mengembalikan martabat hidup beliau,” kata Suyadi.
BAZNAS Tulungagung menetapkan Suwito sebagai penerima bantuan biaya hidup rutin berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebagai jaminan seumur hidup.
Saat menerima pencairan bantuan tersebut, Suwito tak mampu menahan air mata haru. Tangisnya kali ini adalah ungkapan syukur atas kepedulian yang akhirnya menghampirinya setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam kesendirian.
Suyadi menambahkan bahwa Suwito merupakan satu dari lebih dari 200 fakir miskin sebatangkara di Tulungagung yang kini mendapat perhatian dan bantuan rutin dari BAZNAS.
Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup Suwito, BAZNAS juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung akan menjadi bantuan nyata bagi mereka yang paling membutuhkan.
09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Penyaluran Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Tulungagung - Upaya peningkatan sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pada Kamis (4/12/25), lembaga ini menyalurkan bantuan sanitasi kepada warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, dalam acara yang digelar di Balai Desa setempat.
Bantuan berupa uang tunai senilai Rp10.000.000,- diberikan kepada 5 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp2.000.000,-. Para penerima manfaat tersebut yaitu:
1. Muhammad Miftahul Huda, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
2. Miskam, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
3. Zumar, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
4. Markani, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
5. Bero, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., didampingi oleh Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi atau yang akrab disapa Mbah Pucung.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa bantuan sanitasi ini diberikan untuk mendukung terciptanya lingkungan sehat di masyarakat.
“Seluruh bantuan sudah kami salurkan kepada para penerima, dan Alhamdulillah kini telah terbangun fasilitas WC yang lebih layak dan sehat. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses sanitasi yang memadai,” ungkap Suyadi.
Ia menambahkan bahwa fasilitas sanitasi yang baik merupakan pondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan keluarga yang lebih sehat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat, sekaligus mendorong kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya.
Kepala Desa Pucung Lor, Mbah Pucung, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bantuan ini, yang dinilai sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sarana sanitasi memadai.
BAZNAS berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Penyaluran Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara Bersama Mbah Pucung di Ngantru
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Bersama dengan Imam Sopingi atau sosok yang dikenal luas dengan sebutan Mbah Pucung (Kepala Desa Pucung Lor), BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan biaya hidup kepada empat lansia fakir miskin sebatang kara. (4/12/25)
Empat penerima manfaat tersebut terdiri dari dua warga Desa Pakel dan dua warga Desa Pucung Lor, kecamatan Ngantru. Penyaluran berlangsung dan diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, di Balai Desa Pucung Lor untuk dua warga Desa Pakel, Kecamatan Ngantru.
Sementara itu, dua penerima manfaat dari Desa Pucung Lor mendapat penyaluran secara langsung di rumah masing-masing, didampingi oleh Mbah Pucung.
Setiap penerima mendapat bantuan berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sepanjang hidup penerima, sebagai bentuk dukungan berkelanjutan bagi para lansia yang tidak memiliki keluarga dan tinggal dalam kondisi serba terbatas.
Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian untuk menjamin kehidupan dasar masyarakat yang rentan.
“Bantuan biaya hidup ini kami salurkan sebagai bentuk kehadiran masyarakat melalui BAZNAS untuk memastikan para lansia fakir miskin tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka serta memberi ketenangan dalam menjalani hari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Mbah Pucung menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS Tulungagung atas bantuan yang diberikan kepada warganya
BAZNAS Tulungagung berharap bantuan ini dapat menjadi penguat bagi para penerima manfaat untuk menjalani hidup dengan lebih layak dan tenang. Selain itu, BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, agar semakin banyak saudara yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Artikel Terbaru
Ketika Fajar Menyingsing: Keajaiban Sedekah Subuh yang Membuka Pintu Langit
Saat kebanyakan orang masih terlelap dalam sisa kantuk malam, ada segelintir hamba yang telah terjaga, menunduk dalam doa, dan menyelipkan kebaikan di antara dinginnya udara subuh. Mereka bukan sekadar mengejar pahala, tetapi mengetuk pintu langit dengan sedekah di waktu yang paling mulia.
Fenomena “sedekah subuh” belakangan semakin menggema di tengah masyarakat. Bukan karena tren, melainkan karena keyakinan akan keutamaannya yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi. Di balik kesederhanaannya, sedekah di waktu fajar menyimpan janji keberkahan yang luar biasa.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keluasan karunia Allah. Sedekah tidak mengurangi harta, justru menjadi “investasi akhirat” yang berkembang berkali-kali lipat. Jika dilakukan dengan ikhlas, Allah akan menumbuhkannya menjadi keberkahan dunia dan pahala akhirat.
Doa Para Malaikat di Waktu Subuh
Keutamaan sedekah subuh semakin kuat dengan hadis Nabi ?
"Tidaklah seorang hamba berada di pagi hari kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak.’ Dan yang lain berdoa: ‘Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir."(HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah di pagi hari terlebih di waktu subuh memiliki posisi istimewa. Bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga “mengaktifkan” doa para malaikat yang mustajab di sisi Allah.
Mengapa subuh?
Subuh adalah waktu peralihan antara gelap dan terang, antara sunyi dan kehidupan. Di saat itulah hati paling jernih, niat paling tulus, dan doa paling khusyuk. Sedekah di waktu ini bukan sekadar memberi, tetapi menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah — meyakini bahwa rezeki datang dari-Nya, bukan dari dompet kita.
Para ulama menyebut waktu subuh sebagai waqtul barakah (waktu keberkahan). Pada jam-jam ini, hiruk-pikuk dunia belum mengambil alih kesadaran manusia. Tidak ada kebisingan pasar, tidak ada riuhnya pekerjaan, tidak ada gangguan layar ponsel. Yang ada hanya keheningan, zikir, dan bisikan iman. Karena itulah, sedekah yang dilakukan di waktu subuh cenderung lebih murni lahir bukan dari pamer atau dorongan sosial, tetapi dari keikhlasan hati.
Sedekah subuh tidak menuntut nominal besar. Bisa berupa uang, makanan untuk tetangga, memberi makan kucing jalanan, atau bahkan membantu orang yang membutuhkan. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan konsistensi.
Maka, mari kita jadikan fajar bukan hanya waktu untuk bangun, tetapi waktu untuk memberi. Sisipkan kebaikan sebelum aktivitas dunia menyibukkan hati kita. Mulailah hari dengan sedekah, agar Allah memulai hari kita dengan keberkahan.
Bayangkan: ketika matahari belum terbit, namamu sudah disebut oleh malaikat dalam doa kebaikan. Ketika orang lain masih tertidur, catatan amalmu sudah bertambah. Dan ketika rezeki menghampirimu, itu bukan kebetulan itu janji Allah yang terwujud.
Mari hidupkan sedekah subuh. Bukan karena kita punya banyak, tetapi karena kita percaya kepada Yang Maha Memberi. Sebab, tangan yang memberi di subuh hari, kelak akan dipeluk rahmat-Nya di hari kemudian.
05/02/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Tau gak? Amalan sedekah itu kayak Memancing Datangnya Rezeki loh..
Dalam sedekah, umpannya adalah ikhlas dan kailnya adalah keyakinan. Saat kita mengeluarkan sebagian harta di jalan Allah, sejatinya kita sedang menanam kebaikan. Kita tidak sedang “kehilangan”, melainkan menitipkan rezeki kepada Pemilik segala rezeki. Soal hasil dan balasannya, biarlah Allah yang mengatur dengan cara dan waktu terbaik menurut-Nya.
Tidak semua sedekah langsung terasa balasannya. Kadang “strike”-nya memang tidak instan. Namun ketika rezeki itu datang, sering kali hasilnya justru berlipat. Balasan sedekah tidak selalu berupa uang atau materi, tetapi bisa hadir dalam bentuk keberkahan hidup, ketenangan hati, kesehatan, kemudahan urusan, bahkan rezeki dari arah yang sama sekali tidak kita duga.
Dengan bersedekah, kita belajar berbagi sekaligus menumbuhkan harapan akan kebaikan dari Allah SWT. Harta yang dikeluarkan tidak akan mengurangi rezeki, justru menjadi sebab bertambahnya keberkahan dalam kehidupan.
Saat kita memberi dengan ikhlas, sejatinya kita sedang menanam kebaikan. Balasannya mungkin tidak langsung kita rasakan, tetapi Allah SWT selalu mengembalikannya dengan cara terbaik datang perlahan, namun kembali berlipat dalam keberkahan dan rezeki yang tak disangka-sangka.
Selain itu, sedekah juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, sedekah disalurkan secara tertib dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Mari salurkan sedekah terbaik kita melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung:
kabtulungagung.baznas.go.id/sedekah
BSI 7137892051
BRI 011001030166530
Ayo bersedekah hari ini, dan biarkan keberkahan datang menyusul.
05/02/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
Tips Khatam Al-Qur’an ala Ramadhan Produktif
Bulan suci Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kedekatan dengan Allah SWT. Salah satu amalan utama pada bulan penuh keberkahan ini adalah memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Ramadhan yang produktif tidak hanya diukur dari kesibukan aktivitas, tetapi dari kemampuan memanfaatkan waktu untuk menjalankan ibadah yang bernilai.
Menghatamkan Al-Qur’an selama Ramadhan dapat dilakukan dengan perencanaan yang baik dan niat yang tulus. Penetapan target khatam sejak awal membantu mengatur waktu membaca Al-Qur’an secara terarah dan sesuai kemampuan, sehingga tilawah dapat dilakukan secara konsisten tanpa terasa memberatkan.
Produktivitas Ramadhan juga dapat dibangun dengan memanfaatkan waktu di sekitar pelaksanaan salat wajib. Target khatam Al-Qur’an dapat dicapai dengan membagi bacaan di setiap waktu salat. Untuk 1x khatam, cukup membaca 4 halaman setiap selesai salat. Untuk 2x khatam, membaca 8 halaman, dan untuk 3x khatam membaca 12 halaman di setiap waktu salat. Pola ini membantu menjaga kesinambungan tilawah harian sekaligus membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Konsistensi dalam membaca, meskipun dalam jumlah terbatas, lebih utama dibandingkan membaca banyak namun tidak berkelanjutan. Ramadhan produktif adalah Ramadhan yang diisi dengan amalan yang mendatangkan pahala dan keberkahan. BAZNAS mengajak masyarakat menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an agar nilai-nilai kebaikan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
04/02/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung



