
Berita Terkini
Dari Dapur Sederhana : Kisah Keteguhan Radzel Catering Bersama Bantuan Pembiayaan BMD
Tulungagung - Di tengah dinamika usaha kecil yang kerap naik turun, Susanti (51), pemilik Radzel Catering, membuktikan bahwa ketekunan dan kejujuran mampu menjaga api wirausaha tetap menyala. Usaha rumahan yang ia rintis sejak 1996 ini berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, dan hingga kini masih konsisten melayani kebutuhan pangan masyarakat sekitar.
Radzel Catering memproduksi beragam produk, mulai dari kue kering, kue basah, jamu tradisional, nasi kotak, hingga minuman soya. Produksi dilakukan secara mandiri dari rumah, sementara pemasarannya mengandalkan jaringan offline dan online. Secara offline, produk Radzel Catering banyak digunakan untuk kegiatan Posyandu, puskesmas, kader PMT balita, serta berbagai acara desa. Hal ini tidak lepas dari peran aktif Susanti sebagai kader BKKBN, yang membuat produknya dikenal luas di kalangan komunitas dan kegiatan sosial.
Selain itu, Susanti juga rutin berjualan di kegiatan Car Free Day Alun-Alun Tulungagung setiap hari Minggu, yang menjadi salah satu etalase penting bagi produknya untuk menjangkau konsumen baru. Untuk pemasaran harian, Radzel Catering telah masuk ke satu kantin serta dua warung yang menjual kue, jus buah, dan produk lainnya.
Layanan pemesanan online dan pesan antar pun tersedia, khususnya untuk wilayah Karangrejo dan sekitarnya.Dalam sebulan, omzet Radzel Catering berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta, dengan laba bersih di atas 50 persen. Meski demikian, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Susanti mengakui bahwa tantangan terbesar adalah fluktuasi pesanan. Namun, ia memilih untuk tetap semangat, meskipun order yang masuk terkadang kecil.
“Prinsip saya sederhana: jujur, tekun, dan merawat pelanggan,” ujarnya. Prinsip inilah yang membuat pelanggan tetap setia, meski persaingan usaha kuliner semakin ketat.
Untuk mendukung keberlanjutan usahanya, Susanti juga mendapatkan pembiayaan dari Baznas Microfinance Desa Tulungagung. Pada tahap pertama, yang diterima akhir November 2024, ia memperoleh modal sebesar Rp1,8 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku. Saat ini, ia kembali mengajukan pembiayaan tahap kedua pada November 2025 sebesar Rp2 juta, yang juga akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan bahan baku dan pesanan produk.Tak hanya itu, Radzel Catering kini telah ditunjang dengan sertifikasi halal, yang menjadi modal penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Ke depan, Susanti berharap dapat memiliki outlet sendiri.
Dari dapur sederhana di Desa Tulungrejo, Radzel Catering menjadi bukti bahwa usaha kecil dengan manajemen yang jujur, konsisten, dan dekat dengan masyarakat mampu bertahan puluhan tahun bahkan terus bersiap untuk melangkah lebih jauh.
14/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Melalui Zakat Umat, BAZNAS Menjadi Penopang Hidup Nenek Mukir Hingga Akhir Hayat
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan biaya hidup kepada lansia fakir miskin. Kali ini, bantuan diberikan kepada Mbah Mukir, warga Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, yang hidup sebatang kara di usia lanjut.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program Kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat rentan, khususnya lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap maupun pendamping keluarga.
Program bantuan biaya hidup ini menjadi salah satu kegiatan berkelanjutan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang difokuskan pada warga dhuafa sebatang kara. Melalui program ini, BAZNAS berkomitmen memastikan dana zakat yang dihimpun dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat nyata bagi para mustahik.
Mbah Mukir diketahui telah lama menjalani kehidupan seorang diri. Meskipun anaknya sesekali datang menjenguk, sebagian besar kebutuhan dan aktivitas sehari-hari dijalani secara mandiri. Faktor usia yang semakin lanjut menyebabkan kondisi kesehatannya kerap menurun. Dalam keseharian, dukungan sosial masih terjalin melalui kepedulian beberapa tetangga yang sesekali memberikan perhatian.
“Alhamdulillah, mugi-mugi pinaring sukses, sehat kanggo kabeh, lan barokah. Mugi BAZNAS tambah barokah,” tutur Mbah Mukir dengan penuh syukur.
Kepala dusun setempat menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi lansia yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian bersama.
Sementara itu, relawan binaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatang kara yang tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial penerima manfaat. Dalam penyaluran bantuan, relawan turut memberikan pendampingan moril serta memastikan bantuan diterima langsung oleh yang bersangkutan.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif membantu sesama dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, guna menghadirkan harapan dan solusi berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
13/01/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Konsisten Cetak Sarjana Lewat Program SKSS Selama Sembilan Tahun
Tulungagung - Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan terus diwujudkan secara nyata melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Program beasiswa strata 1 (S1) ini telah berjalan selama sembilan tahun dan menjadi harapan besar bagi keluarga kurang mampu agar memiliki setidaknya satu anggota keluarga bergelar sarjana.
Setiap tahunnya, Program SKSS menjaring 20 mahasiswa terpilih untuk menempuh pendidikan S1 di lima perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung, dengan pilihan jurusan yang beragam sesuai minat dan bakat masing-masing peserta. Beasiswa ini mencakup bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 2.000.000,- per mahasiswa selama empat tahun.
Tidak hanya memberikan dukungan finansial, BAZNAS Tulungagung juga menekankan pentingnya pembinaan non-akademik. Para penerima beasiswa dibekali dengan pembentukan karakter, penguatan nilai integritas, semangat kepedulian sosial, serta wawasan kehidupan nyata, agar kelak mampu menjadi pribadi yang mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat.
Hingga saat ini, Program SKSS telah mencatatkan capaian yang membanggakan. Sebanyak 156 mahasiswa telah menerima manfaat beasiswa, dengan 89 mahasiswa telah lulus dan menyandang gelar sarjana, sementara 67 mahasiswa lainnya masih aktif menjalani perkuliahan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa Program SKSS harus benar-benar tepat sasaran. Oleh karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat dan berlapis.
“Beasiswa SKSS ini harus tepat sasaran. Proses seleksi berlapis kami lakukan agar benar-benar mendapatkan generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi keluarga maupun masyarakat sekitar. Seleksi ini bukan sekadar formalitas, tetapi penentu masa depan penerima beasiswa,” tegasnya.
Seleksi Program SKSS dimulai dari seleksi administrasi, dilanjutkan dengan survei lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga calon penerima. Tahap berikutnya adalah tes tulis, dan diakhiri dengan tes wawancara guna menggali motivasi, komitmen, serta kesiapan peserta dalam menempuh pendidikan tinggi.
Dalam rangka menjaga fokus dan keberhasilan studi, BAZNAS Tulungagung juga menetapkan komitmen khusus bagi para penerima beasiswa.
“Selama masa studi, penerima beasiswa SKSS tidak diperkenankan untuk menikah terlebih dahulu. Hal ini agar mereka bisa fokus pada perkuliahan, menyelesaikan studi tepat waktu, dan kelak menjadi sarjana yang membanggakan keluarga,” tambah Suyadi.
Melalui Program SKSS, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat untuk mengangkat derajat keluarga serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Program ini menjadi bukti bahwa zakat, jika dikelola dengan tepat, mampu menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan umat.
12/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berita Pendistribusian

BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Pada Senin (8/12/25), BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Suwito, warga Dusun Mojo RT 003/RW 002, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, yang hidup dalam kondisi cacat fisik dan sebatangkara.
Sejak kecil, Suwito harus menjalani hidup yang tidak mudah. Ia menyandang cacat fisik sejak lahir dan diterlantarkan oleh orang tuanya. Ia kemudian dibesarkan oleh sang nenek yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Namun, setelah neneknya meninggal dunia, Suwito kembali kehilangan sandaran hidup.
Tanpa penghasilan dan tanpa tempat tinggal tetap, ia kini hanya menumpang di rumah kakaknya. “Hidup saya selama ini hanya berpindah-pindah. Mau cari nafkah, badan tidak mampu. Setelah nenek tiada, rasanya dunia gelap,” ujar Suwito dengan suara lirih.
Kisah pilu ini sampai kepada BAZNAS Tulungagung dan menjadi perhatian serius. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kondisi yang dialami Suwito merupakan prioritas utama dalam pendistribusian zakat.
“Melihat kondisi Suwito yang cacat sejak lahir, diterlantarkan orang tua, kehilangan nenek, dan kini hidup menumpang, hati kami tergerak. Beliau adalah sasaran utama dana zakat. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab umat dalam mengembalikan martabat hidup beliau,” kata Suyadi.
BAZNAS Tulungagung menetapkan Suwito sebagai penerima bantuan biaya hidup rutin berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebagai jaminan seumur hidup.
Saat menerima pencairan bantuan tersebut, Suwito tak mampu menahan air mata haru. Tangisnya kali ini adalah ungkapan syukur atas kepedulian yang akhirnya menghampirinya setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam kesendirian.
Suyadi menambahkan bahwa Suwito merupakan satu dari lebih dari 200 fakir miskin sebatangkara di Tulungagung yang kini mendapat perhatian dan bantuan rutin dari BAZNAS.
Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup Suwito, BAZNAS juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung akan menjadi bantuan nyata bagi mereka yang paling membutuhkan.
09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Penyaluran Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Tulungagung - Upaya peningkatan sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pada Kamis (4/12/25), lembaga ini menyalurkan bantuan sanitasi kepada warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, dalam acara yang digelar di Balai Desa setempat.
Bantuan berupa uang tunai senilai Rp10.000.000,- diberikan kepada 5 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp2.000.000,-. Para penerima manfaat tersebut yaitu:
1. Muhammad Miftahul Huda, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
2. Miskam, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
3. Zumar, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
4. Markani, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
5. Bero, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., didampingi oleh Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi atau yang akrab disapa Mbah Pucung.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa bantuan sanitasi ini diberikan untuk mendukung terciptanya lingkungan sehat di masyarakat.
“Seluruh bantuan sudah kami salurkan kepada para penerima, dan Alhamdulillah kini telah terbangun fasilitas WC yang lebih layak dan sehat. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses sanitasi yang memadai,” ungkap Suyadi.
Ia menambahkan bahwa fasilitas sanitasi yang baik merupakan pondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan keluarga yang lebih sehat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat, sekaligus mendorong kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya.
Kepala Desa Pucung Lor, Mbah Pucung, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bantuan ini, yang dinilai sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sarana sanitasi memadai.
BAZNAS berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Penyaluran Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara Bersama Mbah Pucung di Ngantru
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Bersama dengan Imam Sopingi atau sosok yang dikenal luas dengan sebutan Mbah Pucung (Kepala Desa Pucung Lor), BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan biaya hidup kepada empat lansia fakir miskin sebatang kara. (4/12/25)
Empat penerima manfaat tersebut terdiri dari dua warga Desa Pakel dan dua warga Desa Pucung Lor, kecamatan Ngantru. Penyaluran berlangsung dan diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, di Balai Desa Pucung Lor untuk dua warga Desa Pakel, Kecamatan Ngantru.
Sementara itu, dua penerima manfaat dari Desa Pucung Lor mendapat penyaluran secara langsung di rumah masing-masing, didampingi oleh Mbah Pucung.
Setiap penerima mendapat bantuan berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sepanjang hidup penerima, sebagai bentuk dukungan berkelanjutan bagi para lansia yang tidak memiliki keluarga dan tinggal dalam kondisi serba terbatas.
Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian untuk menjamin kehidupan dasar masyarakat yang rentan.
“Bantuan biaya hidup ini kami salurkan sebagai bentuk kehadiran masyarakat melalui BAZNAS untuk memastikan para lansia fakir miskin tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka serta memberi ketenangan dalam menjalani hari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Mbah Pucung menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS Tulungagung atas bantuan yang diberikan kepada warganya
BAZNAS Tulungagung berharap bantuan ini dapat menjadi penguat bagi para penerima manfaat untuk menjalani hidup dengan lebih layak dan tenang. Selain itu, BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, agar semakin banyak saudara yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Artikel Terbaru
Sedekah sebagai Investasi dalam Kebaikan dan Keberkahan, Bukan Hanya Sekedar Melepas Harta
Sebagian dari kita banyak yang masih ragu untuk memberikan sebagian harta kita kepada orang lain karena takut hartanya berkurang. Padahal jika kita memberi baik dalam bentuk harta atau waktu Allah justru memberikan lebih banyak kebaikan kepada kita baik dalam bentuk pahala, penghapusan dosa, atau rejeki yang berlimpah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist;
“Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, ia bersabda, ‘Sedekah (zakat) tidak akan mengurangi harta, tidaklah Allah menambah seorang hamba sebab pengampunannya (bagi orang lain) kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang tawadhu’ karena Allah melainkan Allah angkat derajatnya,’” (HR Muslim).
Hadist ini menjelaskan bahwa ketika kita bersedekah atau berzakat harta kita tidak akan berkurang, Allah justru akan memberikan keberkahan dan melipatgandakan harta yang kita miliki. Bersedekah juga merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan karena dapat membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir dan tamak, mendapatkan pahala dan penghapusan dosa, serta membuka pintu rejeki bagi orang – orang yang melakukan bersedekah.
Secara logika matematika jika 10 dikurangi 1 maka akan menjadi 9. Namun berbeda dalam pandangan ilmu berbagi ketika 1 dikurangi 1 bisa menjadi 10, memberi bukan bentuk pengurangan harta melainkan bentuk investasi, ketika kita bersedekah sebenarnya kita sedang menanam benih kebaikan yang suatu hari nanti akan bertumbuh menjadi baik dalam bentuk ketenangan hati, kesehatan, atau bahkan terbukanya pintu rejeki yang tidak disangka sangka.
Dari sini kita belajar bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Kita tidak perlu menunggu kaya untuk saling berbagi karena ketika kita bersedekan Allah akan mencukupkan kita dari arah yang tidak disangka – sangka dan ingatlah jika harta yang kita simpan mungkin akan hilang tetapi jika harta kita sedekahkan ini akan menjadi milik kita untuk selamanya dalam bentuk pahala dan kebaikan.
Rahasia merasa cukup adalah bukan dengan kita menggenggam rapat rapat harta yang kita miliki tetapi dengan belajar untuk membagikan sebagian harta kita kepada orang lain karena sebagian harta kita juga merupakan hak orang lain. Mari kita menjadi bagian dari orang – orang yang mengukir kebahagiaan dengan memberi sebagian harta kita kepada mereka yang membutuhkan.
“YUK, BERSEDEKAH MULAI HARI INI ! KECIL BAGI KITA NAMUN BERARTI BAGI MEREKA”.
13/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Amalan Ringan, Pahala Besar: Sunnah yang Dianjurkan di Hari Jumat
Hari Jum’at merupakan hari yang paling istimewa dibandingkan dengan hari-hari lain dalam sepekan. Dalam Islam, hari ini disebut sebagai Sayyidul Ayyam, yang artinya rajanya hari. Sebutan ini bukan tanpa alasan. Jumat memiliki keutamaan yang begitu besar dan keberkahan yang melimpah bagi siapa pun yang menghidupkannya dengan ibadah dan kebaikan.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.”
Hadis ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan hari Jumat di sisi Allah. Ia bukan sekadar hari biasa, tetapi hari penuh sejarah, hari penuh peristiwa besar yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
Karena kemuliaannya, hari Jumat bukan hanya tentang shalat berjamaah, tetapi juga tentang menghidupkan sunnah dan memperbanyak amalan. Setiap detiknya mengandung kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjemput keberkahan.
1. Mandi dan Berhias Sebelum Sholat Jum'at
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan sebelum melaksanakan shalat Jumat ialah mandi terlebih dahulu. Nabi Muhammad SAW yang menegaskan pentingnya mandi pada hari Jumat sebagai bentuk penyucian diri sebelum beribadah
"Barangsiapa yang mendatangi shalat Jumat baik laki-laki maupun wanita maka hendaklah mandi." (HR Ibnu Hibban).
"Sesungguhnya hari ini (Jumat) adalah hari raya yang Allah peruntukkan bagi umat Islam. Maka, barangsiapa yang hendak menuju sholat Jumat hendaklah ia mandi, memakai wewangian jika ada, dan gunakanlah siwak." (HR Ibnu Majah dan At-Thabrani. Dihasankan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami').
Anjuran untuk memakai pakaian yang indah (terbaik) juga disebutkan dalam QS. Al-Araf ayat 31. Allah SWT berfirman sebagai berikut yang artinya:
"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan."
2. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Membaca shalawat di hari Jumat merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Hari yang penuh berkah ini menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak pujian kepada Rasulullah SAW sebagai bentuk cinta dan pengingat agar kita senantiasa meneladani akhlaknya. Sebagaimana tertuang dalam sabda, Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:
"Perbanyaklah sholawat kepadaku pada malam Jumat dan hari Jumat, barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali," (HR Baihaqi)
3. Membaca Surat Al-Kahfi
Di antara sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan pada hari Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi. Dalam suatu hadits disampaikan:
"Dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulul­lah SAW pernah bersabda: Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka timbullah cahaya baginya dari telapak kakinya hingga ke langit yang memberikan sinar baginya kelak di hari kiamat, dan diampunilah baginya semua dosa di antara dua hari Jumat." (HR An-Nasa'i dan Baihaqi).
Amalan ini bertujuan untuk mendapatkan petunjuk dan cahaya bagi kehidupan dunia dan akhirat.
4. Berdoa pada Waktu Mustajab
Pada hari Jumat terdapat satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, yaitu saat di mana setiap permohonan seorang hamba akan dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
"Pada hari Jum'at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah 'Ashar." (HR Abu Daud).
Para ulama berbeda pendapat tentang waktu mustajab ini, namun banyak yang meyakini bahwa waktu tersebut adalah antara Ashar hingga Maghrib.
5. Shalat Jumat
Shalat Jumat adalah kewajiban bagi setiap laki-laki Muslim yang telah baligh, berakal, dan tidak sedang dalam perjalanan. Ibadah ini memiliki keutamaan besar karena disebut langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an:
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli." (QS Al-Jumuah: 9)
6. Bersiwak
Salah satu sunnah yang dianjurkan menjelang shalat Jumat adalah bersiwak. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menjaga kebersihan mulut dan gigi, terutama pada hari yang mulia seperti Jumat.
Dalam sebuah hadits riwayat Baihaqi dan At-Thabrani, Rasulullah SAW selalu bersiwak, memotong kuku, dan mencukur kumis setiap hari Jumat, tepatnya sebelum beliau berangkat ke masjid.
Artinya: "Adalah Rasulullah SAW memotong kuku dan mencukur kumis pada hari Jumat sebelum beliau pergi salat jumat." (HR Baihaqi dan At-Thabrani)
7. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Selain bersiwak, mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian juga termasuk sunnah yang dianjurkan pada hari Jumat. Hari yang penuh keberkahan ini sebaiknya disambut dengan tampilan yang rapi dan harum, sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu istimewa yang dimuliakan Allah SWT.
Hari Jumat adalah anugerah yang Allah SWT berikan kepada umat Islam sebagai hari penuh keberkahan dan kesempatan untuk memperbanyak pahala. Setiap detiknya menyimpan nilai kebaikan bagi siapa pun yang mengisinya dengan keikhlasan dan ibadah.
Maka, jangan biarkan Jumat berlalu begitu saja. Jadikan ia hari penuh amal, penuh syukur, dan penuh cinta kepada Allah. Karena setiap Jumat adalah undangan dari-Nya untuk menjadi hamba yang lebih baik.
05/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Indahnya Sedekah dan Zakat di Masa Rosululloh
Sedekah dan Zakat pada Masa Rasulullah SAW merupakan Pondasi Keadilan Sosial dalam Islam
Pada masa Rasulullah SAW, sedekah dan zakat bukan hanya sekadar ibadah ritual, tetapi juga merupakan sistem sosial yang membentuk keadilan, persaudaraan, dan kesejahteraan umat. Melalui dua amalan inilah pada zaman Rosul masyarakat Madinah tumbuh menjadi komunitas yang kuat, saling menolong, dan jauh dari kesenjangan sosial. karena zakat dan sedekah ini membawa pengaruh yang baik bagi masyarakat, sehingga zakat dan wakaf ini menjadi hal yang bisa di lakukan secara terus menerus.
Zakat Merupakan Sistem Sosial yang Teratur
Zakat pada masa Rasulullah SAW merupakan instrumen ekonomi yang terkelola dengan sangat baik. Rasulullah menugaskan para amil zakat untuk mendata, mengumpulkan, dan menyalurkan zakat kepada delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
"sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, para Amil zakat, Mualaf, untuk memerdekakan hamba sahaya (Riqab), untuk membebaskan orang-orang yang berhutang (Gharim), untuk fisabilillah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang membutuhkan pertolongan) sebagai kewajiban dari Allah (Ibnu Sabil). sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS At-Taubah:60)
Ayat ini menjelaskan secara tegas bahwa zakat memiliki delapan golongan penerima (asnaf). Pembagian ini tidak boleh keluar dari ketentuan tersebut karena merupakan ketetapan langsung dari Allah. Dengan kata lain, zakat bukan sedekah biasa yang bisa diberikan kepada siapa saja, melainkan ibadah sosial yang diatur secara rinci demi keadilan dan kesejahteraan umat. QS. At-Taubah ayat 60 menunjukkan betapa zakat adalah sistem sosial yang lengkap dan adil. Dengan menyalurkan zakat sesuai syariat, umat Islam bukan hanya menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga membangun masyarakat yang peduli, kuat, dan sejahtera.
Zakat dikelola secara sistematis oleh negara, bukan sekadar pemberian pribadi. Hasilnya, pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang melanjutkan sistem Rasulullah SAW hampir tidak ditemukan lagi orang miskin yang mau menerima zakat karena semua kebutuhan dasar masyarakat sudah terpenuhi. Bahkan dalam satu waktu, petugas zakat atau amil zakat cukup kesulitan mencari orang miskin yang membutuhkan. Mereka rata-rata dalam kondisi yang cukup bahkan mampu untuk membayar zakat.
Sedekah merupakan Cermin Keikhlasan dan Kepedulian
Selain zakat, Rasulullah SAW juga sangat menekankan pentingnya sedekah. Sedekah tidak memiliki batasan jumlah maupun bentuk. Setiap muslim, baik kaya maupun miskin, memiliki kesempatan yang sama untuk bersedekah. Rasulullah SAW sendiri adalah teladan terbaik dalam bersedekah. Beliau dikenal sangat dermawan, terutama di bulan Ramadan, bahkan para sahabat pun mengikuti jejak beliau. Ada yang menyedekahkan harta, ada yang memberi makanan, bahkan ada yang menolong dengan tenaga dan doa.
Dampak Sosial Sedekah dan Zakat di Zaman Nabi
Pada masa Rasulullah SAW, zakat dan sedekah membawa perubahan besar dalam kehidupan umat:
1. Menghapus kesenjangan sosial antara kaya dan miskin2. Menumbuhkan Solidaritas antar warga3. Membangun kepercayaan dan stabilitas ekonomi4. Menciptakan masyarakat yang memiliki akhlak tinggi
Karena setiap individu terbiasa memberi. Berkat sistem ini, Madinah menjadi masyarakat yang makmur dan beradab, sebuah model peradaban Islam yang berkeadilan. Meneladani Semangat Kebaikan Rasulullah SAW kini, semangat zakat dan sedekah yang diajarkan Rasulullah SAW perlu terus dihidupkan. Di era modern, ada banyak lembaga yang hadir untuk mengelola zakat dan sedekah secara amanah, transparan, dan tepat sasaran sebagaimana yang telah dicontohkan di masa Rasulullah SAW.
Dengan meneladani sistem zakat dan sedekah pada masa Rasulullah SAW, kita diajak untuk terus menumbuhkan kepedulian dan memperkuat keadilan sosial di tengah masyarakat. Kini, semangat kebaikan itu dapat kita wujudkan melalui lembaga yang amanah dan terpercaya. BAZNAS Kabupaten Tulungagung hadir sebagai sarana untuk mengelola zakat dan sedekah Anda secara profesional, tepat sasaran, dan sesuai syariat.
Mari bersama melanjutkan warisan kebaikan Rasulullah SAW. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung, agar setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi keberkahan bagi sesama dan menjadi cahaya yang menguatkan umat. Semoga Allah membalas setiap amal kita dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin.
19/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung



