WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Bersama Plt. Bupati dan Relawan, Tim BAZNAS Tanggap Bencana Turut Gotong Royong Bersihkan Kali Ngrowo
Bersama Plt. Bupati dan Relawan, Tim BAZNAS Tanggap Bencana Turut Gotong Royong Bersihkan Kali Ngrowo
Tulungagung - Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan terus dilakukan melalui aksi nyata. Tim BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam kegiatan bakti sosial bersih-bersih bantaran Kali Ngrowo bersama Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, serta sejumlah relawan dan masyarakat sekitar bantaran sungai, Minggu (23/8/26). Kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan tersebut menyisir bantaran Kali Ngrowo mulai dari Jembatan Plengkung Mangunsari hingga Dam Majan, dengan jarak kurang lebih 5 kilometer. Rute tersebut mencakup enam desa, yakni Desa Mangunsari, Tawangsari, Winong, Plandaan, Tanon, dan Majan. Aksi bersih sungai dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan aliran sungai dari sampah dan berbagai material yang dapat mengganggu ekosistem serta aliran air. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat agar semakin sadar bahwa kelestarian sungai dan lingkungan membutuhkan keterlibatan dan tanggung jawab seluruh pihak. Tidak hanya bergerak dalam aksi kebersihan lingkungan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menghadirkan kepedulian sosial di tengah kegiatan tersebut. Pada setiap desa yang dilalui, BAZNAS menyalurkan paket sembako kepada masyarakat dhuafa dengan total sebanyak 40 paket sembako. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., menyampaikan harapannya agar kegiatan bakti sosial bersih Kali Ngrowo dapat dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, menjaga kebersihan sungai bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, organisasi, komunitas, relawan, dan masyarakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. “BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam kegiatan bakti sosial bersih Kali Ngrowo ini, kami mengirimkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk turut bergotong royong bersama pemerintah, relawan, dan masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan sekaligus wujud nyata semangat kebersamaan,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan BAZNAS Tanggap Bencana diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, sungai merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat sehingga kebersihannya harus dijaga secara berkelanjutan. Kegiatan bersih Kali Ngrowo ini menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan kepedulian terhadap sesama dapat berjalan beriringan. Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kali ini, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan bersama untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan di Kabupaten Tulungagung. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, Dinas Lingkungan Hidup, relawan, organisasi terkait, dan masyarakat, diharapkan Kali Ngrowo semakin bersih, sehat, dan terawat, serta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai semakin kuat. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan Tulungagung yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
23/08/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Plt. Bupati Tulungagung Bersama BAZNAS Serahkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Sebatangkara di Tawangsari
Plt. Bupati Tulungagung Bersama BAZNAS Serahkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Sebatangkara di Tawangsari
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama Plt. Bupati Tulungagung menyerahkan bantuan bedah rumah kepada Mawahib, warga Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, Minggu (23/8/2026). Penyerahan dilakukan langsung oleh Plt. Bupati bersama Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dan disaksikan jajaran Forkopimda, Camat Kedungwaru, serta Kepala Desa Tawangsari. Bantuan senilai Rp20.000.000 tersebut berasal dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Selanjutnya, dana diberikan kepada Pemerintah Desa Tawangsari untuk dikelola dalam proses pembangunan hingga rumah selesai dan layak ditempati. Mawahib merupakan warga yang tinggal seorang diri dengan kondisi tempat tinggal yang sangat memprihatinkan. Ia selama ini berteduh di sela-sela pepohonan dengan terpal sebagai pelindung, tanpa bangunan maupun dinding yang memadai. Bahkan, pada malam hari ia kerap beristirahat di masjid. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., mengatakan pembangunan rumah tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang layak sekaligus memastikan penerima manfaat dapat menempatinya. “Nanti akan dibangunkan rumah, tetapi harus ditempati. Bantuan ini kami salurkan dan dikelola oleh desa sampai bangunan selesai dan layak huni,” ujarnya. Mawahib menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Ia berharap pembangunan rumah dapat segera terealisasi sehingga memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak. Penyerahan bantuan bedah rumah ini berlangsung bersamaan dengan kegiatan bakti sosial di bantaran Kali Ngrowo. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga turut menyalurkan paket sembako kepada 40 penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Tulungagung untuk terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara nyata di tengah masyarakat. Tidak hanya melalui bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui dukungan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan memberikan harapan baru bagi para penerima manfaat. Melalui semangat kepedulian dan gotong royong, BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah. Salurkan kebaikan Anda dengan mudah melalui:-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS • Rekening Zakat: BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung • Rekening Infak dan sedekah: BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
23/08/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Tata Kelola ZIS, BAZNAS Tulungagung Gelar Rapat Koordinasi BAZNAS Se-Karesidenan Kediri Plus
Perkuat Tata Kelola ZIS, BAZNAS Tulungagung Gelar Rapat Koordinasi BAZNAS Se-Karesidenan Kediri Plus
Tulungagung - Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar silaturahmi dan rapat koordinasi BAZNAS Kabupaten/Kota se-Eks Karesidenan Kediri Plus. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula TP PKK Kabupaten Tulungagung, Kamis (20/8/2026), usai pelantikan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung periode 2026-2031. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan BAZNAS Kota Blitar, BAZNAS Kabupaten Blitar, dan BAZNAS Kabupaten Gresik. Turut hadir Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, perwakilan Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung melalui Kasi Zawa. Silaturahmi dan rapat koordinasi tersebut menjadi ruang bagi para pimpinan BAZNAS untuk membangun komunikasi antarlembaga, berbagi pengalaman, serta bertukar pikiran mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam pengelolaan ZIS. Masing-masing lembaga juga berkesempatan menyampaikan praktik maupun keunggulan yang dimiliki untuk dapat menjadi bahan pembelajaran bersama. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., selaku penyelenggara kegiatan, mengatakan bahwa forum tersebut dibentuk sebagai wadah untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman antar-BAZNAS. “Asbabul nuzul dibentuknya forum ini adalah bagaimana ilmu dan keunggulan yang dimiliki masing-masing BAZNAS bisa dibagikan kepada BAZNAS yang lain. Dengan begitu, kita bisa saling belajar dan berlomba-lomba dalam kemajuan pengelolaan ZIS,” ujar Abdul Wachid. Menurutnya, transformasi tata kelola ZIS tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga secara sendiri-sendiri. Diperlukan komunikasi, koordinasi, dan keterbukaan untuk saling bertukar gagasan agar pengelolaan ZIS semakin efektif, profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Silaturahmi antarlembaga BAZNAS di wilayah eks Karesidenan Kediri Plus ini penting untuk memperkuat tata kelola. Kita perlu saling berkoordinasi dan bertukar pikiran, sehingga setiap pengalaman dan inovasi yang dimiliki dapat menjadi kekuatan bersama untuk memajukan pengelolaan ZIS,” tambahnya. Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H. M. Makrus Manan, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS yang selama ini turut mendukung berbagai program pemberdayaan umat. Ia secara khusus mengapresiasi kontribusi BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam membantu pemerintah daerah menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dukungan terhadap penguatan tata kelola ZIS juga disampaikan Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, H. A. Afif Amrullah, S.HI., M.EI. Ia sependapat dengan gagasan Ketua BAZNAS Tulungagung mengenai pentingnya penguatan kolaborasi dan peningkatan kinerja antar-BAZNAS. “BAZNAS sebagai lembaga nonstruktural harus terus menguatkan kinerja kita dalam mengelola ZIS. Karena itu, forum seperti ini penting untuk saling belajar, memperkuat koordinasi, dan mencari solusi bersama,” ungkapnya. Dalam kegiatan tersebut, para pimpinan BAZNAS terlibat aktif dalam komunikasi, sesi tanya jawab, serta bertukar pikiran mengenai pengelolaan ZIS di masing-masing daerah. Diskusi diarahkan pada upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik, memperkuat kelembagaan, serta mendorong inovasi dalam penghimpunan dan pendistribusian ZIS. Melalui forum silaturahmi dan koordinasi ini, diharapkan terbangun jejaring kerja sama yang semakin kuat antar-BAZNAS di wilayah Eks Karesidenan Kediri Plus. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong transformasi tata kelola ZIS yang semakin profesional, amanah, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
20/08/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Tulungagung Dampingi Plt. Bupati Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Tawangsari
Ketua BAZNAS Tulungagung Dampingi Plt. Bupati Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Tawangsari
Tulungagung - Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., bersama Plt. Bupati Tulungagung menyerahkan bantuan bedah rumah kepada Mawahib, warga Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, yang tinggal seorang diri dalam kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan, (23/8/26). Dalam agenda tersebut, Abdul Wachid turut menyerahkan bantuan senilai Rp20.000.000 yang berasal dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Bantuan selanjutnya dikelola oleh Pemerintah Desa Tawangsari untuk pembangunan rumah hingga layak ditempati. Kegiatan turut disaksikan jajaran Forkopimda, Camat Kedungwaru, dan Kepala Desa Tawangsari. Abdul Wachid menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi penerima manfaat. Penyerahan bantuan ini berlangsung bersamaan dengan kegiatan bakti sosial di bantaran Kali Ngrowo. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada 40 penerima manfaat. Agenda ini menjadi bagian dari komitmen pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam memastikan penyaluran zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

23-08-2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Ketua BAZNAS Tulungagung Hadiri Aksi Bersih Bantaran Kali Ngrowo Bersama Plt. Bupati dan Relawan
Ketua BAZNAS Tulungagung Hadiri Aksi Bersih Bantaran Kali Ngrowo Bersama Plt. Bupati dan Relawan
Tulungagung - Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menghadiri kegiatan bakti sosial bersih bantaran Kali Ngrowo bersama Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., Dinas Lingkungan Hidup, para relawan, organisasi terkait, dan masyarakat, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung serta mendorong kepedulian bersama terhadap lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, Abdul Wachid turut memastikan keterlibatan Tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk bergotong royong membersihkan bantaran Kali Ngrowo. Aksi dilakukan di sepanjang jalur Jembatan Plengkung Mangunsari hingga Dam Majan yang mencakup enam desa, yakni Mangunsari, Tawangsari, Winong, Plandaan, Tanon, dan Majan. “BAZNAS berkomitmen untuk terus hadir dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana, kami ikut mengambil bagian dalam aksi gotong royong ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Abdul Wachid. Selain mendukung kegiatan kebersihan, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama Plt. Bupati Ahmad Baharudin, juga menyalurkan 40 paket sembako kepada masyarakat dhuafa di wilayah yang dilalui kegiatan. Abdul Wachid berharap kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Ia juga berharap kegiatan kepedulian lingkungan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan sungai semakin tumbuh di tengah masyarakat.

23-08-2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Pimpin Forum Silaturahmi, Abdul Wachid Dorong Penguatan Tata Kelola ZIS Antar-BAZNAS Se-Karesidenan Kediri Plus
Pimpin Forum Silaturahmi, Abdul Wachid Dorong Penguatan Tata Kelola ZIS Antar-BAZNAS Se-Karesidenan Kediri Plus
Tulungagung - Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menghadiri sekaligus memimpin kegiatan silaturahmi dan rapat koordinasi BAZNAS Kabupaten/Kota se-Eks Karesidenan Kediri Plus di Aula TP PKK Kabupaten Tulungagung, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda pimpinan setelah pelantikan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031. Forum ini dihadiri BAZNAS Kota Blitar, BAZNAS Kabupaten Kediri, BAZNAS Kabupaten Gresik, Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Dalam pertemuan tersebut, Abdul Wachid menekankan pentingnya memperkuat silaturahmi dan komunikasi antarlembaga BAZNAS sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, ilmu, serta keunggulan yang dimiliki masing-masing BAZNAS. Dengan adanya pertukaran pengetahuan dan praktik pengelolaan, setiap lembaga diharapkan dapat mengambil pembelajaran untuk meningkatkan kinerja di daerah masing-masing. “Asbabul nuzul dibentuknya forum ini adalah bagaimana ilmu dan keunggulan yang dimiliki masing-masing BAZNAS bisa dibagikan kepada BAZNAS yang lain. Dengan begitu, kita bisa saling belajar dan berlomba-lomba dalam kemajuan pengelolaan ZIS,” ujar Abdul Wachid. Ia juga menegaskan bahwa transformasi tata kelola ZIS membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan. Menurutnya, BAZNAS perlu terus membuka ruang komunikasi dan bertukar pikiran agar pengelolaan ZIS semakin profesional, transparan, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat. Dalam agenda tersebut, para pimpinan BAZNAS berdiskusi secara langsung melalui komunikasi, tanya jawab, dan pertukaran gagasan mengenai berbagai hal dalam pengelolaan ZIS. Forum ini juga menjadi kesempatan untuk membahas tantangan serta peluang pengembangan program di masing-masing daerah. Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, H. A. Afif Amrullah, S.HI., M.EI., menyampaikan dukungannya terhadap penguatan forum tersebut. Ia menilai BAZNAS sebagai lembaga nonstruktural perlu terus meningkatkan kinerja dan kualitas pengelolaan ZIS melalui sinergi dan pembelajaran bersama. Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H. M. Makrus Manan, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung program pemberdayaan umat. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan BAZNAS, khususnya BAZNAS Kabupaten Tulungagung, dalam berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui agenda tersebut, Abdul Wachid berharap komunikasi dan silaturahmi antar-BAZNAS dapat terus terjaga dan berkembang menjadi sinergi yang konkret. Pertukaran pengalaman dan gagasan diharapkan mampu mendorong inovasi serta memperkuat tata kelola ZIS, sehingga pengelolaan zakat di masing-masing daerah semakin maju dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

20-08-2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Pendistribusian

BAZNAS Tulungagung Salurkan Puluhan Sapi dan Kambing hingga ke Pelosok
BAZNAS Tulungagung Salurkan Puluhan Sapi dan Kambing hingga ke Pelosok
Tulungagung – Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan sedekah daging ke berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung. Program tersebut diwujudkan melalui pendistribusian hewan hidup berupa sapi dan kambing yang disembelih bertepatan pada momen Hari Raya Iduladha. Pada penyaluran tahun ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung mendistribusikan sebanyak 17 ekor sapi dan 16 ekor kambing kepada sejumlah lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, serta masyarakat di berbagai wilayah Tulungagung. Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya pemerataan manfaat kurban, khususnya bagi masyarakat di daerah pelosok yang selama ini jarang menerima bantuan hewan kurban. Seluruh hewan yang disalurkan dipastikan dalam kondisi sehat, aktif, dan tidak cacat sehingga layak untuk didistribusikan maupun disembelih pada momentum Iduladha. Sebelum diserahkan kepada penerima manfaat, hewan kurban juga telah melalui proses pemeriksaan guna memastikan kualitas, kesehatan, serta kesesuaiannya dengan syariat kurban. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengatakan bahwa program sedekah daging menjadi bentuk nyata kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama warga di wilayah terpencil. “Program sedekah daging ini merupakan bentuk kepedulian sosial agar kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat, khususnya warga di daerah yang jarang menerima bantuan hewan kurban,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan ke berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung agar manfaat kurban dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Menurutnya, penyaluran hingga ke daerah pelosok menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan Iduladha bagi seluruh lapisan masyarakat. Suyadi juga berharap amanah dari para donatur dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat pada momen Hari Raya Iduladha tahun ini. Ia menambahkan bahwa semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga semakin banyak warga yang dapat terbantu, terutama masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap semangat kepedulian sosial dan gotong royong masyarakat terus meningkat. BAZNAS Tulungagung juga mengajak masyarakat untuk terus menebar manfaat melalui zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan keberkahan dan kebahagiaan. Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/sedekah
29/05/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Santunan Yatim pada Doa Akhir dan Awal Tahun 2025-2026 di Pendopo Kongas Arum
Santunan Yatim pada Doa Akhir dan Awal Tahun 2025-2026 di Pendopo Kongas Arum
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan santunan kepada anak yatim dalam rangkaian acara doa akhir dan awal tahun serta pengajian akbar menyambut malam pergantian tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu malam (31/12/25). Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako dengan total nilai Rp5.400.000,-. Santunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah bersama BAZNAS terhadap kesejahteraan anak-anak yatim, khususnya di momen pergantian tahun. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Tulungagung. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat program-program sosial dan kemanusiaan, sehingga semakin banyak mustahik yang terbantu dan kesejahteraan umat dapat terus ditingkatkan.
02/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Pada Senin (8/12/25), BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Suwito, warga Dusun Mojo RT 003/RW 002, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, yang hidup dalam kondisi cacat fisik dan sebatangkara. Sejak kecil, Suwito harus menjalani hidup yang tidak mudah. Ia menyandang cacat fisik sejak lahir dan diterlantarkan oleh orang tuanya. Ia kemudian dibesarkan oleh sang nenek yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Namun, setelah neneknya meninggal dunia, Suwito kembali kehilangan sandaran hidup. Tanpa penghasilan dan tanpa tempat tinggal tetap, ia kini hanya menumpang di rumah kakaknya. “Hidup saya selama ini hanya berpindah-pindah. Mau cari nafkah, badan tidak mampu. Setelah nenek tiada, rasanya dunia gelap,” ujar Suwito dengan suara lirih. Kisah pilu ini sampai kepada BAZNAS Tulungagung dan menjadi perhatian serius. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kondisi yang dialami Suwito merupakan prioritas utama dalam pendistribusian zakat. “Melihat kondisi Suwito yang cacat sejak lahir, diterlantarkan orang tua, kehilangan nenek, dan kini hidup menumpang, hati kami tergerak. Beliau adalah sasaran utama dana zakat. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab umat dalam mengembalikan martabat hidup beliau,” kata Suyadi. BAZNAS Tulungagung menetapkan Suwito sebagai penerima bantuan biaya hidup rutin berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebagai jaminan seumur hidup. Saat menerima pencairan bantuan tersebut, Suwito tak mampu menahan air mata haru. Tangisnya kali ini adalah ungkapan syukur atas kepedulian yang akhirnya menghampirinya setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam kesendirian. Suyadi menambahkan bahwa Suwito merupakan satu dari lebih dari 200 fakir miskin sebatangkara di Tulungagung yang kini mendapat perhatian dan bantuan rutin dari BAZNAS. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup Suwito, BAZNAS juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung akan menjadi bantuan nyata bagi mereka yang paling membutuhkan.
09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Artikel Terbaru

Kasih Sayang Dimulai dari Kepedulian
Kasih Sayang Dimulai dari Kepedulian
Di tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan, perbedaan, dan berbagai persoalan sosial, sikap saling peduli dan menyayangi sesama menjadi sesuatu yang semakin berharga. Kesibukan, persaingan, dan kepentingan pribadi sering kali membuat seseorang lupa bahwa kehidupan akan terasa lebih indah ketika diwarnai dengan kasih sayang. Padahal, dalam ajaran Islam, kasih sayang bukan sekadar perasaan, melainkan akhlak mulia yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kasih sayang merupakan salah satu sifat mulia yang menjadi ciri ajaran Islam. Melalui kasih sayang, hubungan antarmanusia menjadi lebih erat, beban hidup terasa lebih ringan, dan berbagai persoalan dapat dihadapi bersama. Tidak heran jika Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk memiliki hati yang lembut dan peduli terhadap siapa pun, karena di balik setiap kebaikan yang diberikan terdapat rahmat Allah SWT yang begitu luas. Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan. Tidak ada seorang pun yang mampu menjalani kehidupan tanpa bantuan orang lain. Karena itulah, Islam mengajarkan agar setiap Muslim senantiasa memiliki hati yang lembut, penuh empati, dan ringan tangan dalam membantu siapa pun yang membutuhkan. Kasih sayang yang kita berikan kepada sesama menjadi salah satu jalan untuk memperoleh kasih sayang Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangi kalian." (HR. Tirmidzi) Hadis tersebut mengandung pesan yang sangat mendalam bahwa rahmat Allah SWT akan senantiasa menyertai hamba-hamba-Nya yang memiliki kepedulian terhadap sesama makhluk. Kasih sayang tidak hanya ditunjukkan kepada keluarga atau orang-orang yang dekat dengan kita, tetapi juga kepada tetangga, fakir miskin, anak yatim, orang yang sedang tertimpa musibah, bahkan kepada hewan dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan. Menyayangi sesama dapat diwujudkan melalui berbagai cara yang sederhana namun bermakna. Memberikan bantuan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan, menghibur orang yang sedang bersedih, memaafkan kesalahan orang lain, menjaga lisan agar tidak menyakiti hati, hingga berbagi sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk nyata dari kasih sayang yang diajarkan Islam. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan menjadi amal yang dicintai Allah SWT. Kasih sayang juga menjadi pondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis. Ketika setiap individu memiliki kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya, maka akan tumbuh rasa persaudaraan, saling membantu, dan saling menguatkan. Di tengah masih banyaknya saudara-saudara kita yang menghadapi kesulitan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, masalah kesehatan, maupun berbagai persoalan kemanusiaan lainnya, kepedulian kita dapat menjadi sumber harapan yang menghadirkan semangat baru bagi mereka. Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk kasih sayang yang diberikan tidak akan pernah sia-sia. Bahkan, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Ketika kita meringankan beban orang lain, sesungguhnya Allah sedang menyiapkan pertolongan dan kemudahan dalam kehidupan kita. Kasih sayang yang kita tebarkan akan kembali kepada diri kita dalam bentuk keberkahan, ketenangan hati, dan rahmat dari Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita menjadikan kasih sayang sebagai bagian dari karakter dan gaya hidup sehari-hari. Jangan pernah ragu untuk berbuat baik, membantu, dan peduli kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang mereka. Sebab, bisa jadi satu bentuk kepedulian yang kita berikan hari ini menjadi penyebab hadirnya senyum, harapan, bahkan perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Di era digital seperti sekarang, menebarkan kasih sayang dan kepedulian menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan mudah, aman, dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan. Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI: Zakat• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat TulungagungInfak• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung Atau klik -> Berbagi bersama BAZNAS Karena setiap kasih sayang yang kita tebarkan kepada makhluk di bumi akan menjadi jalan datangnya kasih sayang Allah SWT kepada kita. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud nyata kepedulian, agar semakin banyak saudara yang terbantu dan semakin luas rahmat Allah mengalir bagi kehidupan kita semua.
21/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Jadilah Bermanfaat untuk Orang Lain
Jadilah Bermanfaat untuk Orang Lain
Di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat, banyak orang berlomba-lomba mengejar kesuksesan. Harta, jabatan, dan pencapaian sering kali dijadikan tolak ukur keberhasilan seseorang. Padahal, dalam pandangan Islam, ukuran kemuliaan manusia tidak hanya terletak pada apa yang berhasil dimiliki, tetapi juga pada seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama. Setiap manusia diciptakan dengan kemampuan dan kesempatan yang berbeda-beda. Ada yang diberikan kelebihan dalam harta, ilmu, tenaga, waktu, maupun pengalaman. Semua itu sejatinya bukan hanya untuk dinikmati sendiri, melainkan sebagai amanah yang dapat digunakan untuk menghadirkan kebaikan bagi orang lain. Sebab, hidup yang paling bermakna adalah hidup yang mampu menjadi alasan hadirnya senyum, harapan, dan kebahagiaan bagi sesama. Rasulullah SAW telah mengajarkan prinsip hidup yang begitu sederhana namun memiliki makna yang luar biasa. Beliau bersabda: "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad) Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Menolong tetangga yang sedang kesulitan, membantu biaya pendidikan seorang anak yang kesulitan untuk sekolah, menguatkan mereka yang sedang menghadapi cobaan, hingga berbagi rezeki kepada orang yang membutuhkan merupakan wujud nyata dari manfaat yang dapat kita berikan. Menjadi pribadi yang bermanfaat juga berarti menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat. Sebab, masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, menggapai pendidikan yang layak, memperoleh layanan kesehatan, hingga membangun usaha demi menyambung kehidupan. Kepedulian dari banyak orang, meskipun tampak sederhana, dapat menjadi cahaya harapan bagi mereka untuk bangkit dan menjalani hidup dengan lebih baik. Islam mengajarkan bahwa berbagi tidak akan pernah mengurangi harta. Sebaliknya, setiap kebaikan yang diberikan akan dibalas dengan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Ketika kita menjadi jalan keluar bagi kesulitan orang lain, sesungguhnya kita sedang membuka pintu kemudahan bagi kehidupan kita sendiri. Inilah indahnya berbagi, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga membawa ketenangan hati dan keberkahan bagi pemberinya. Oleh karena itu, marilah kita tidak hanya menjadi pribadi yang saleh dalam hubungan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk berbuat baik, sekecil apa pun bentuknya. Karena bisa jadi, satu bantuan kecil yang kita berikan hari ini menjadi sebab berubahnya kehidupan seseorang di masa depan. Di era digital seperti sekarang, menebar manfaat menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) denga mudah, aman dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan. Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI: Zakat• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat TulungagungInfak• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung Atau klik -> Berbagi kebaikan bersama BAZNAS Karena pada akhirnya, warisan terbaik yang kita tinggalkan bukanlah sebanyak apa yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang telah kita hadirkan bagi kehidupan orang lain.
16/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Keistimewaan Bulan Safar: Memahami NIlainya dalam Kalender Hijriah
Keistimewaan Bulan Safar: Memahami NIlainya dalam Kalender Hijriah
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Di tengah masyarakat, bulan ini sering dikaitkan dengan berbagai anggapan, seperti bulan yang membawa kesialan, waktu yang tidak baik untuk menikah, memulai usaha, atau bepergian. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa Bulan Safar adalah bulan sial ataupun memiliki kesialan tertentu. Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa semua waktu yang Allah SWT ciptakan adalah baik. Musibah maupun nikmat yang diterima seseorang merupakan bagian dari takdir Allah SWT, bukan karena pengaruh suatu bulan. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memahami Bulan Safar berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah agar tidak terpengaruh oleh mitos yang berkembang di masyarakat. Safar dalam Kalender Hijriah Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan Hijriah. Nama Safar telah dikenal sejak masa Arab sebelum Islam. Sebagian ulama berpendapat bahwa nama tersebut berasal dari kata ?ifr yang berarti kosong, karena pada bulan ini banyak rumah ditinggalkan penduduknya untuk berdagang atau melakukan perjalanan. Dalam Islam, Bulan Safar memiliki kedudukan yang sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya. Tidak terdapat ibadah khusus ataupun amalan tertentu yang hanya dikhususkan pada bulan ini sebagaimana Ramadan atau sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Namun, Bulan Safar tetap menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri. Meluruskan Mitos tentang Bulan Safar Salah satu kesalahpahaman yang masih berkembang hingga saat ini adalah anggapan bahwa Bulan Safar membawa kesialan. Keyakinan tersebut berasal dari tradisi masyarakat Arab pada masa jahiliah. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada 'adwa (penularan penyakit yang terjadi dengan sendirinya tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada hammah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari No. 5707 dan Muslim No. 2220). Hadis ini menjadi dasar bahwa seorang Muslim tidak boleh meyakini adanya bulan yang membawa kesialan. Segala sesuatu yang terjadi di dunia berlangsung atas kehendak dan ketetapan Allah SWT. Hikmah Bulan Safar Walaupun tidak memiliki keutamaan khusus sebagaimana beberapa bulan lainnya, Bulan Safar tetap memiliki banyak pelajaran bagi kehidupan seorang Muslim. 1. Menguatkan akidah dan tawakal Bulan Safar mengingatkan umat Islam agar hanya bergantung kepada Allah SWT. Seorang Muslim tidak boleh mempercayai ramalan, hari sial, atau bulan sial karena semua urusan berada dalam kekuasaan Allah. 2. Menumbuhkan sikap optimis Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berprasangka baik kepada Allah SWT (husnuzan). Oleh karena itu, tidak ada alasan menunda pernikahan, membuka usaha, pindah rumah, ataupun melakukan perjalanan hanya karena memasuki Bulan Safar. 3. Menjauhi tahayul dan khurafat Salah satu hikmah terbesar Bulan Safar adalah menjadi pengingat agar umat Islam meninggalkan berbagai kepercayaan yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Seorang Muslim hendaknya mengambil keputusan berdasarkan ilmu dan pertimbangan yang baik, bukan karena mitos. 4. Menjadikan setiap bulan sebagai kesempatan memperbaiki diri Datangnya Bulan Safar menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap bulan merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Safar Memang tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan atau disunnahkan secara khusus pada Bulan Safar. Namun, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebagaimana pada bulan-bulan lainnya. 1. Memperbanyak salat sunnah Selain menjaga salat lima waktu, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat sunnah seperti salat Duha, salat Tahajud, salat Rawatib, dan salat Witir sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. 2. Membaca Al-Qur'an setiap hari Membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, termasuk pada Bulan Safar. Membaca Al-Qur'an akan menambah ketenangan hati dan memperkuat keimanan. 3. Memperbanyak zikir dan doa Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istigfar, serta memperbanyak doa menjadi amalan yang dapat dilakukan setiap hari. Rasulullah ? juga menganjurkan umatnya untuk senantiasa memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT. 4. Memperbanyak istigfar dan bertaubat Bulan Safar dapat dijadikan momentum untuk mengevaluasi diri atas kesalahan yang telah dilakukan. Dengan memperbanyak istigfar dan taubat yang sungguh-sungguh, seorang Muslim berharap memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT. 5. Bersedekah dan membantu sesama Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Bantuan yang diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, maupun masyarakat yang membutuhkan akan membawa manfaat bagi penerima sekaligus menjadi ladang pahala bagi pemberinya. Penutup Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan sebagaimana anggapan sebagian masyarakat. Islam mengajarkan bahwa semua bulan merupakan ciptaan Allah SWT dan tidak memiliki kekuatan untuk mendatangkan manfaat maupun mudarat dengan sendirinya. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mengisi Bulan Safar dengan memperbanyak amal saleh, memperkuat akidah, menjauhi tahayul, serta meningkatkan kualitas ibadah. Dengan pemahaman yang benar, Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik.
08/07/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung

BAZNAS TV