WhatsApp Icon

Keistimewaan Bulan Safar: Memahami NIlainya dalam Kalender Hijriah

08/07/2026  |  Penulis: Humas BASNAZ Tulungagung

Bagikan:URL telah tercopy
Keistimewaan Bulan Safar: Memahami NIlainya dalam Kalender Hijriah

Bulan Safar dan Nilainya dalam Kalender Hijriah

Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Di tengah masyarakat, bulan ini sering dikaitkan dengan berbagai anggapan, seperti bulan yang membawa kesialan, waktu yang tidak baik untuk menikah, memulai usaha, atau bepergian. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa Bulan Safar adalah bulan sial ataupun memiliki kesialan tertentu.

Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa semua waktu yang Allah SWT ciptakan adalah baik. Musibah maupun nikmat yang diterima seseorang merupakan bagian dari takdir Allah SWT, bukan karena pengaruh suatu bulan. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memahami Bulan Safar berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah agar tidak terpengaruh oleh mitos yang berkembang di masyarakat.

Safar dalam Kalender Hijriah

Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan Hijriah. Nama Safar telah dikenal sejak masa Arab sebelum Islam. Sebagian ulama berpendapat bahwa nama tersebut berasal dari kata ?ifr yang berarti kosong, karena pada bulan ini banyak rumah ditinggalkan penduduknya untuk berdagang atau melakukan perjalanan.

Dalam Islam, Bulan Safar memiliki kedudukan yang sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya. Tidak terdapat ibadah khusus ataupun amalan tertentu yang hanya dikhususkan pada bulan ini sebagaimana Ramadan atau sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Namun, Bulan Safar tetap menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.

Meluruskan Mitos tentang Bulan Safar

Salah satu kesalahpahaman yang masih berkembang hingga saat ini adalah anggapan bahwa Bulan Safar membawa kesialan. Keyakinan tersebut berasal dari tradisi masyarakat Arab pada masa jahiliah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada 'adwa (penularan penyakit yang terjadi dengan sendirinya tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada hammah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar."

(HR. Bukhari No. 5707 dan Muslim No. 2220).

Hadis ini menjadi dasar bahwa seorang Muslim tidak boleh meyakini adanya bulan yang membawa kesialan. Segala sesuatu yang terjadi di dunia berlangsung atas kehendak dan ketetapan Allah SWT.

Hikmah Bulan Safar

Walaupun tidak memiliki keutamaan khusus sebagaimana beberapa bulan lainnya, Bulan Safar tetap memiliki banyak pelajaran bagi kehidupan seorang Muslim.

1. Menguatkan akidah dan tawakal

Bulan Safar mengingatkan umat Islam agar hanya bergantung kepada Allah SWT. Seorang Muslim tidak boleh mempercayai ramalan, hari sial, atau bulan sial karena semua urusan berada dalam kekuasaan Allah.

2. Menumbuhkan sikap optimis

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berprasangka baik kepada Allah SWT (husnuzan). Oleh karena itu, tidak ada alasan menunda pernikahan, membuka usaha, pindah rumah, ataupun melakukan perjalanan hanya karena memasuki Bulan Safar.

3. Menjauhi tahayul dan khurafat

Salah satu hikmah terbesar Bulan Safar adalah menjadi pengingat agar umat Islam meninggalkan berbagai kepercayaan yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Seorang Muslim hendaknya mengambil keputusan berdasarkan ilmu dan pertimbangan yang baik, bukan karena mitos.

4. Menjadikan setiap bulan sebagai kesempatan memperbaiki diri

Datangnya Bulan Safar menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap bulan merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Safar

Memang tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan atau disunnahkan secara khusus pada Bulan Safar. Namun, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebagaimana pada bulan-bulan lainnya.

1. Memperbanyak salat sunnah

Selain menjaga salat lima waktu, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat sunnah seperti salat Duha, salat Tahajud, salat Rawatib, dan salat Witir sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

2. Membaca Al-Qur'an setiap hari

Membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, termasuk pada Bulan Safar. Membaca Al-Qur'an akan menambah ketenangan hati dan memperkuat keimanan.

3. Memperbanyak zikir dan doa

Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istigfar, serta memperbanyak doa menjadi amalan yang dapat dilakukan setiap hari. Rasulullah ? juga menganjurkan umatnya untuk senantiasa memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT.

4. Memperbanyak istigfar dan bertaubat

Bulan Safar dapat dijadikan momentum untuk mengevaluasi diri atas kesalahan yang telah dilakukan. Dengan memperbanyak istigfar dan taubat yang sungguh-sungguh, seorang Muslim berharap memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT.

5. Bersedekah dan membantu sesama

Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Bantuan yang diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, maupun masyarakat yang membutuhkan akan membawa manfaat bagi penerima sekaligus menjadi ladang pahala bagi pemberinya.

Penutup

Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan sebagaimana anggapan sebagian masyarakat. Islam mengajarkan bahwa semua bulan merupakan ciptaan Allah SWT dan tidak memiliki kekuatan untuk mendatangkan manfaat maupun mudarat dengan sendirinya.

Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mengisi Bulan Safar dengan memperbanyak amal saleh, memperkuat akidah, menjauhi tahayul, serta meningkatkan kualitas ibadah. Dengan pemahaman yang benar, Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik.

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →