
Berita Terkini
Plt. Bupati Tulungagung Bersama BAZNAS Serahkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Sebatangkara di Tawangsari
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama Plt. Bupati Tulungagung menyerahkan bantuan bedah rumah kepada Mawahib, warga Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, Senin (24/8/2026). Penyerahan dilakukan langsung oleh Plt. Bupati bersama Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dan disaksikan jajaran Forkopimda, Camat Kedungwaru, serta Kepala Desa Tawangsari.
Bantuan senilai Rp20.000.000 tersebut berasal dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Selanjutnya, dana diberikan kepada Pemerintah Desa Tawangsari untuk dikelola dalam proses pembangunan hingga rumah selesai dan layak ditempati.
Mawahib merupakan warga yang tinggal seorang diri dengan kondisi tempat tinggal yang sangat memprihatinkan. Ia selama ini berteduh di sela-sela pepohonan dengan terpal sebagai pelindung, tanpa bangunan maupun dinding yang memadai. Bahkan, pada malam hari ia kerap beristirahat di masjid.
Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., mengatakan pembangunan rumah tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang layak sekaligus memastikan penerima manfaat dapat menempatinya.
“Nanti akan dibangunkan rumah, tetapi harus ditempati. Bantuan ini kami salurkan dan dikelola oleh desa sampai bangunan selesai dan layak huni,” ujarnya.
Mawahib menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Ia berharap pembangunan rumah dapat segera terealisasi sehingga memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
Penyerahan bantuan bedah rumah ini berlangsung bersamaan dengan kegiatan bakti sosial di bantaran Kali Ngrowo. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga turut menyalurkan paket sembako kepada 40 penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Tulungagung untuk terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara nyata di tengah masyarakat. Tidak hanya melalui bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui dukungan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan memberikan harapan baru bagi para penerima manfaat.
Melalui semangat kepedulian dan gotong royong, BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah.
Salurkan kebaikan Anda dengan mudah melalui:-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS
• Rekening Zakat: BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
• Rekening Infak dan sedekah: BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
24/08/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Turut Dukung Karya Bakti TNI 2026, Salurkan Bantuan Pendidikan dan Paket Sembako
Tulungagung - Program Karya Bakti TNI Tahun 2026 resmi dimulai melalui kegiatan ground breaking yang digelar di Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Kodim 0807/Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Yonif TP 886/Panjalu Jayati, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur perdesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, MM. Dalam pelaksanaannya, berbagai unsur turut mengambil bagian, termasuk BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang hadir dengan memberikan dukungan melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai lembaga yang memiliki peran dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Tulungagung turut berkontribusi dalam aspek sosial melalui penyaluran bantuan pendidikan dan paket sembako kepada masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pendidikan kepada 6 penerima, yang terdiri dari bantuan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp250.000 per penerima dan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp300.000 per penerima.
Selain bantuan pendidikan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyalurkan paket sembako kepada 10 penerima dari kalangan fakir miskin. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Secara keseluruhan, total bantuan yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan Karya Bakti TNI Tahun 2026 tersebut mencapai Rp3.150.000. Penyaluran ini menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana ZIS untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik.
Keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pengelola ZIS dengan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat. BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berupaya hadir dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui sinergi yang terjalin dalam Karya Bakti TNI 2026, diharapkan pembangunan infrastruktur perdesaan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga berharap kolaborasi semacam ini dapat terus diperkuat, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari kepedulian, gotong royong, dan pengelolaan ZIS yang amanah.
12/08/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara BAZNAS Kabupaten Tulungagung
Tulungagung – Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara merupakan salah satu program sosial BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang bertujuan memberikan kepedulian kepada masyarakat lanjut usia maupun mereka yang hidup sebatangkara dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Program ini menjadi wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik yang tidak lagi memiliki penopang kehidupan atau hidup dalam keterbatasan.
Melalui program ini, setiap penerima memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp900.000 yang disalurkan secara berkelanjutan selama penerima masih hidup atau hingga meninggal dunia. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari, sekaligus memberikan rasa aman dan kepastian bagi para penerima yang membutuhkan perhatian serta dukungan dari masyarakat.
Sebagai salah satu program unggulan pada bidang kemanusiaan, program bantuan Biaya Hidup Sebatangkara ini tidak hanya menghadirkan bantuan finansial, tetapi juga menjadi bentuk nyata hadirnya zakat dalam menjaga martabat dan kesejahteraan masyarakat yang rentan.
Dana yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki dan munfiq yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh mereka yang berhak menerima.
Sebaran Penerima Bantuan per Juli Tahun 2026
Adapun jumlah penerima program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara di setiap kecamatan di Kabupaten Tulungagung adalah sebagai berikut:
1. Kecamatan Tulungagung: 14 penerima manfaat2. Kecamatan Sendang: 13 penerima manfaat3. Kecamatan Gondang: 12 penerima manfaat4. Kecamatan Sumbergempol: 12 penerima manfaat5. Kecamatan Campurdarat: 12 penerima manfaat6. Kecamatan Tanggunggunung: 12 penerima manfaat7. Kecamatan Karangrejo: 11 penerima manfaat8. Kecamatan Rejotangan: 11 penerima manfaat9. Kecamatan Ngantru: 10 penerima manfaat10. Kecamatan Pakel: 10 penerima manfaat11. Kecamatan Kalidawir: 10 penerima manfaat12. Kecamatan Pucanglaban: 10 penerima manfaat13. Kecamatan Boyolangu: 9 penerima manfaat14. Kecamatan Besuki: 9 penerima manfaat15. Kecamatan Bandung: 8 penerima manfaat16 Kecamatan Kedungwaru: 8 penerima manfaat17. Kecamatan Ngunut: 8 penerima manfaat18. Kecamatan Pagerwojo: 7 penerima manfaat19. Kecamatan Kauman: 7 penerima manfaat
Total: 193 penerima manfaat.
Data sebaran penerima tersebut menunjukkan bahwa manfaat zakat telah menjangkau hampir seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Hal ini menjadi bukti bahwa dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, tanpa memandang lokasi tempat tinggal.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di tahun-tahun mendatang. Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, maka semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada para mustahik.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh muzaki dan munfiq yang telah mempercayakan zakat, infak, serta sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Setiap rupiah yang ditunaikan menjadi sumber harapan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, menghadirkan ketenangan, serta membantu mereka menjalani kehidupan dengan lebih layak.
Mari terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Bersama, kita dapat menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”(HR. Ahmad)
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui:Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS
• Rekening Zakat: BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
• Rekening Infak dan sedekah: BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
06/08/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berita Pendistribusian

BAZNAS Tulungagung Salurkan Puluhan Sapi dan Kambing hingga ke Pelosok
Tulungagung – Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan sedekah daging ke berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung. Program tersebut diwujudkan melalui pendistribusian hewan hidup berupa sapi dan kambing yang disembelih bertepatan pada momen Hari Raya Iduladha.
Pada penyaluran tahun ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung mendistribusikan sebanyak 17 ekor sapi dan 16 ekor kambing kepada sejumlah lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, serta masyarakat di berbagai wilayah Tulungagung. Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya pemerataan manfaat kurban, khususnya bagi masyarakat di daerah pelosok yang selama ini jarang menerima bantuan hewan kurban.
Seluruh hewan yang disalurkan dipastikan dalam kondisi sehat, aktif, dan tidak cacat sehingga layak untuk didistribusikan maupun disembelih pada momentum Iduladha. Sebelum diserahkan kepada penerima manfaat, hewan kurban juga telah melalui proses pemeriksaan guna memastikan kualitas, kesehatan, serta kesesuaiannya dengan syariat kurban.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengatakan bahwa program sedekah daging menjadi bentuk nyata kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama warga di wilayah terpencil.
“Program sedekah daging ini merupakan bentuk kepedulian sosial agar kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat, khususnya warga di daerah yang jarang menerima bantuan hewan kurban,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan ke berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung agar manfaat kurban dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Menurutnya, penyaluran hingga ke daerah pelosok menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan Iduladha bagi seluruh lapisan masyarakat.
Suyadi juga berharap amanah dari para donatur dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat pada momen Hari Raya Iduladha tahun ini. Ia menambahkan bahwa semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga semakin banyak warga yang dapat terbantu, terutama masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap semangat kepedulian sosial dan gotong royong masyarakat terus meningkat. BAZNAS Tulungagung juga mengajak masyarakat untuk terus menebar manfaat melalui zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan keberkahan dan kebahagiaan.
Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/sedekah
29/05/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

Santunan Yatim pada Doa Akhir dan Awal Tahun 2025-2026 di Pendopo Kongas Arum
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan santunan kepada anak yatim dalam rangkaian acara doa akhir dan awal tahun serta pengajian akbar menyambut malam pergantian tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu malam (31/12/25).
Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako dengan total nilai Rp5.400.000,-.
Santunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah bersama BAZNAS terhadap kesejahteraan anak-anak yatim, khususnya di momen pergantian tahun.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Tulungagung. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat program-program sosial dan kemanusiaan, sehingga semakin banyak mustahik yang terbantu dan kesejahteraan umat dapat terus ditingkatkan.
02/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Pada Senin (8/12/25), BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Suwito, warga Dusun Mojo RT 003/RW 002, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, yang hidup dalam kondisi cacat fisik dan sebatangkara.
Sejak kecil, Suwito harus menjalani hidup yang tidak mudah. Ia menyandang cacat fisik sejak lahir dan diterlantarkan oleh orang tuanya. Ia kemudian dibesarkan oleh sang nenek yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Namun, setelah neneknya meninggal dunia, Suwito kembali kehilangan sandaran hidup.
Tanpa penghasilan dan tanpa tempat tinggal tetap, ia kini hanya menumpang di rumah kakaknya. “Hidup saya selama ini hanya berpindah-pindah. Mau cari nafkah, badan tidak mampu. Setelah nenek tiada, rasanya dunia gelap,” ujar Suwito dengan suara lirih.
Kisah pilu ini sampai kepada BAZNAS Tulungagung dan menjadi perhatian serius. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kondisi yang dialami Suwito merupakan prioritas utama dalam pendistribusian zakat.
“Melihat kondisi Suwito yang cacat sejak lahir, diterlantarkan orang tua, kehilangan nenek, dan kini hidup menumpang, hati kami tergerak. Beliau adalah sasaran utama dana zakat. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab umat dalam mengembalikan martabat hidup beliau,” kata Suyadi.
BAZNAS Tulungagung menetapkan Suwito sebagai penerima bantuan biaya hidup rutin berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebagai jaminan seumur hidup.
Saat menerima pencairan bantuan tersebut, Suwito tak mampu menahan air mata haru. Tangisnya kali ini adalah ungkapan syukur atas kepedulian yang akhirnya menghampirinya setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam kesendirian.
Suyadi menambahkan bahwa Suwito merupakan satu dari lebih dari 200 fakir miskin sebatangkara di Tulungagung yang kini mendapat perhatian dan bantuan rutin dari BAZNAS.
Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup Suwito, BAZNAS juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung akan menjadi bantuan nyata bagi mereka yang paling membutuhkan.
09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Artikel Terbaru
Kasih Sayang Dimulai dari Kepedulian
Di tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan, perbedaan, dan berbagai persoalan sosial, sikap saling peduli dan menyayangi sesama menjadi sesuatu yang semakin berharga. Kesibukan, persaingan, dan kepentingan pribadi sering kali membuat seseorang lupa bahwa kehidupan akan terasa lebih indah ketika diwarnai dengan kasih sayang. Padahal, dalam ajaran Islam, kasih sayang bukan sekadar perasaan, melainkan akhlak mulia yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Kasih sayang merupakan salah satu sifat mulia yang menjadi ciri ajaran Islam. Melalui kasih sayang, hubungan antarmanusia menjadi lebih erat, beban hidup terasa lebih ringan, dan berbagai persoalan dapat dihadapi bersama. Tidak heran jika Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk memiliki hati yang lembut dan peduli terhadap siapa pun, karena di balik setiap kebaikan yang diberikan terdapat rahmat Allah SWT yang begitu luas.
Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan. Tidak ada seorang pun yang mampu menjalani kehidupan tanpa bantuan orang lain. Karena itulah, Islam mengajarkan agar setiap Muslim senantiasa memiliki hati yang lembut, penuh empati, dan ringan tangan dalam membantu siapa pun yang membutuhkan. Kasih sayang yang kita berikan kepada sesama menjadi salah satu jalan untuk memperoleh kasih sayang Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangi kalian." (HR. Tirmidzi)
Hadis tersebut mengandung pesan yang sangat mendalam bahwa rahmat Allah SWT akan senantiasa menyertai hamba-hamba-Nya yang memiliki kepedulian terhadap sesama makhluk. Kasih sayang tidak hanya ditunjukkan kepada keluarga atau orang-orang yang dekat dengan kita, tetapi juga kepada tetangga, fakir miskin, anak yatim, orang yang sedang tertimpa musibah, bahkan kepada hewan dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan.
Menyayangi sesama dapat diwujudkan melalui berbagai cara yang sederhana namun bermakna. Memberikan bantuan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan, menghibur orang yang sedang bersedih, memaafkan kesalahan orang lain, menjaga lisan agar tidak menyakiti hati, hingga berbagi sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk nyata dari kasih sayang yang diajarkan Islam. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan menjadi amal yang dicintai Allah SWT.
Kasih sayang juga menjadi pondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis. Ketika setiap individu memiliki kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya, maka akan tumbuh rasa persaudaraan, saling membantu, dan saling menguatkan. Di tengah masih banyaknya saudara-saudara kita yang menghadapi kesulitan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, masalah kesehatan, maupun berbagai persoalan kemanusiaan lainnya, kepedulian kita dapat menjadi sumber harapan yang menghadirkan semangat baru bagi mereka.
Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk kasih sayang yang diberikan tidak akan pernah sia-sia. Bahkan, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Ketika kita meringankan beban orang lain, sesungguhnya Allah sedang menyiapkan pertolongan dan kemudahan dalam kehidupan kita. Kasih sayang yang kita tebarkan akan kembali kepada diri kita dalam bentuk keberkahan, ketenangan hati, dan rahmat dari Allah SWT.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan kasih sayang sebagai bagian dari karakter dan gaya hidup sehari-hari. Jangan pernah ragu untuk berbuat baik, membantu, dan peduli kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang mereka. Sebab, bisa jadi satu bentuk kepedulian yang kita berikan hari ini menjadi penyebab hadirnya senyum, harapan, bahkan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Di era digital seperti sekarang, menebarkan kasih sayang dan kepedulian menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan mudah, aman, dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI:
Zakat• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat TulungagungInfak• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung
Atau klik -> Berbagi bersama BAZNAS
Karena setiap kasih sayang yang kita tebarkan kepada makhluk di bumi akan menjadi jalan datangnya kasih sayang Allah SWT kepada kita. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud nyata kepedulian, agar semakin banyak saudara yang terbantu dan semakin luas rahmat Allah mengalir bagi kehidupan kita semua.
21/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Jadilah Bermanfaat untuk Orang Lain
Di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat, banyak orang berlomba-lomba mengejar kesuksesan. Harta, jabatan, dan pencapaian sering kali dijadikan tolak ukur keberhasilan seseorang. Padahal, dalam pandangan Islam, ukuran kemuliaan manusia tidak hanya terletak pada apa yang berhasil dimiliki, tetapi juga pada seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.
Setiap manusia diciptakan dengan kemampuan dan kesempatan yang berbeda-beda. Ada yang diberikan kelebihan dalam harta, ilmu, tenaga, waktu, maupun pengalaman. Semua itu sejatinya bukan hanya untuk dinikmati sendiri, melainkan sebagai amanah yang dapat digunakan untuk menghadirkan kebaikan bagi orang lain. Sebab, hidup yang paling bermakna adalah hidup yang mampu menjadi alasan hadirnya senyum, harapan, dan kebahagiaan bagi sesama.
Rasulullah SAW telah mengajarkan prinsip hidup yang begitu sederhana namun memiliki makna yang luar biasa. Beliau bersabda:
"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Menolong tetangga yang sedang kesulitan, membantu biaya pendidikan seorang anak yang kesulitan untuk sekolah, menguatkan mereka yang sedang menghadapi cobaan, hingga berbagi rezeki kepada orang yang membutuhkan merupakan wujud nyata dari manfaat yang dapat kita berikan.
Menjadi pribadi yang bermanfaat juga berarti menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat. Sebab, masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, menggapai pendidikan yang layak, memperoleh layanan kesehatan, hingga membangun usaha demi menyambung kehidupan. Kepedulian dari banyak orang, meskipun tampak sederhana, dapat menjadi cahaya harapan bagi mereka untuk bangkit dan menjalani hidup dengan lebih baik.
Islam mengajarkan bahwa berbagi tidak akan pernah mengurangi harta. Sebaliknya, setiap kebaikan yang diberikan akan dibalas dengan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Ketika kita menjadi jalan keluar bagi kesulitan orang lain, sesungguhnya kita sedang membuka pintu kemudahan bagi kehidupan kita sendiri. Inilah indahnya berbagi, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga membawa ketenangan hati dan keberkahan bagi pemberinya.
Oleh karena itu, marilah kita tidak hanya menjadi pribadi yang saleh dalam hubungan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk berbuat baik, sekecil apa pun bentuknya. Karena bisa jadi, satu bantuan kecil yang kita berikan hari ini menjadi sebab berubahnya kehidupan seseorang di masa depan.
Di era digital seperti sekarang, menebar manfaat menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) denga mudah, aman dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI:
Zakat• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat TulungagungInfak• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung
Atau klik -> Berbagi kebaikan bersama BAZNAS
Karena pada akhirnya, warisan terbaik yang kita tinggalkan bukanlah sebanyak apa yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang telah kita hadirkan bagi kehidupan orang lain.
16/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Keistimewaan Bulan Safar: Memahami NIlainya dalam Kalender Hijriah
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Di tengah masyarakat, bulan ini sering dikaitkan dengan berbagai anggapan, seperti bulan yang membawa kesialan, waktu yang tidak baik untuk menikah, memulai usaha, atau bepergian. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa Bulan Safar adalah bulan sial ataupun memiliki kesialan tertentu.
Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa semua waktu yang Allah SWT ciptakan adalah baik. Musibah maupun nikmat yang diterima seseorang merupakan bagian dari takdir Allah SWT, bukan karena pengaruh suatu bulan. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memahami Bulan Safar berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah agar tidak terpengaruh oleh mitos yang berkembang di masyarakat.
Safar dalam Kalender Hijriah
Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan Hijriah. Nama Safar telah dikenal sejak masa Arab sebelum Islam. Sebagian ulama berpendapat bahwa nama tersebut berasal dari kata ?ifr yang berarti kosong, karena pada bulan ini banyak rumah ditinggalkan penduduknya untuk berdagang atau melakukan perjalanan.
Dalam Islam, Bulan Safar memiliki kedudukan yang sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya. Tidak terdapat ibadah khusus ataupun amalan tertentu yang hanya dikhususkan pada bulan ini sebagaimana Ramadan atau sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Namun, Bulan Safar tetap menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.
Meluruskan Mitos tentang Bulan Safar
Salah satu kesalahpahaman yang masih berkembang hingga saat ini adalah anggapan bahwa Bulan Safar membawa kesialan. Keyakinan tersebut berasal dari tradisi masyarakat Arab pada masa jahiliah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada 'adwa (penularan penyakit yang terjadi dengan sendirinya tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada hammah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar."
(HR. Bukhari No. 5707 dan Muslim No. 2220).
Hadis ini menjadi dasar bahwa seorang Muslim tidak boleh meyakini adanya bulan yang membawa kesialan. Segala sesuatu yang terjadi di dunia berlangsung atas kehendak dan ketetapan Allah SWT.
Hikmah Bulan Safar
Walaupun tidak memiliki keutamaan khusus sebagaimana beberapa bulan lainnya, Bulan Safar tetap memiliki banyak pelajaran bagi kehidupan seorang Muslim.
1. Menguatkan akidah dan tawakal
Bulan Safar mengingatkan umat Islam agar hanya bergantung kepada Allah SWT. Seorang Muslim tidak boleh mempercayai ramalan, hari sial, atau bulan sial karena semua urusan berada dalam kekuasaan Allah.
2. Menumbuhkan sikap optimis
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berprasangka baik kepada Allah SWT (husnuzan). Oleh karena itu, tidak ada alasan menunda pernikahan, membuka usaha, pindah rumah, ataupun melakukan perjalanan hanya karena memasuki Bulan Safar.
3. Menjauhi tahayul dan khurafat
Salah satu hikmah terbesar Bulan Safar adalah menjadi pengingat agar umat Islam meninggalkan berbagai kepercayaan yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Seorang Muslim hendaknya mengambil keputusan berdasarkan ilmu dan pertimbangan yang baik, bukan karena mitos.
4. Menjadikan setiap bulan sebagai kesempatan memperbaiki diri
Datangnya Bulan Safar menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap bulan merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Safar
Memang tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan atau disunnahkan secara khusus pada Bulan Safar. Namun, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebagaimana pada bulan-bulan lainnya.
1. Memperbanyak salat sunnah
Selain menjaga salat lima waktu, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat sunnah seperti salat Duha, salat Tahajud, salat Rawatib, dan salat Witir sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
2. Membaca Al-Qur'an setiap hari
Membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, termasuk pada Bulan Safar. Membaca Al-Qur'an akan menambah ketenangan hati dan memperkuat keimanan.
3. Memperbanyak zikir dan doa
Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istigfar, serta memperbanyak doa menjadi amalan yang dapat dilakukan setiap hari. Rasulullah ? juga menganjurkan umatnya untuk senantiasa memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT.
4. Memperbanyak istigfar dan bertaubat
Bulan Safar dapat dijadikan momentum untuk mengevaluasi diri atas kesalahan yang telah dilakukan. Dengan memperbanyak istigfar dan taubat yang sungguh-sungguh, seorang Muslim berharap memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT.
5. Bersedekah dan membantu sesama
Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Bantuan yang diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, maupun masyarakat yang membutuhkan akan membawa manfaat bagi penerima sekaligus menjadi ladang pahala bagi pemberinya.
Penutup
Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan sebagaimana anggapan sebagian masyarakat. Islam mengajarkan bahwa semua bulan merupakan ciptaan Allah SWT dan tidak memiliki kekuatan untuk mendatangkan manfaat maupun mudarat dengan sendirinya.
Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mengisi Bulan Safar dengan memperbanyak amal saleh, memperkuat akidah, menjauhi tahayul, serta meningkatkan kualitas ibadah. Dengan pemahaman yang benar, Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik.
08/07/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
BAZNAS TV
Selayang Pandang Program Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kab. Tulungagung
Penulis: BAZNAS Tulungagung
Beasiswa SKSS BAZNAS: Lentera Harapan di Langit Rama
Penulis: BAZNAS Tulungagung





