WhatsApp Icon

Belajar Zakat Sambil Berbagi, BAZNAS Ajak Pelajar Tulungagung Jadi Amil Sehari melalui Program Manasik Zakat

09/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Tulungagung

Bagikan:URL telah tercopy
Belajar Zakat Sambil Berbagi, BAZNAS Ajak Pelajar Tulungagung Jadi Amil Sehari melalui Program Manasik Zakat

Lewat Manasik Zakat, BAZNAS Tulungagung Ajak Pelajar Belajar Berbagi Sejak Dini

TulungagungDalam upaya memperkuat syiar zakat, infak, dan sedekah di kalangan generasi muda, BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus menggencarkan literasi filantropi Islam melalui kegiatan Pondok Ramadhan bertajuk Manasik Zakat dengan tema “Dakwah Zakat dan Empati Sosial”. Program ini menyasar pelajar tingkat SMP/MTs di sejumlah sekolah di Kabupaten Tulungagung selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan mahasiswa binaan beasiswa SKSS BAZNAS serta MHPS MAZAWA dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, para siswa diajak memahami pentingnya zakat sebagai bagian dari rukun Islam sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini.

Manasik Zakat pada Ramadhan ini, kembali digelar di beberapa sekolah, di antaranya; SMPN 2 Pakel pada Kamis (5/3/2026), SMP Al Azhaar Masjid Baitul Khoir Bandung pada Jumat (6/3/2026), SMPN 1 Tulungagung pada Sabtu (7/3/2026), dan ditutup di SMPN 6 Tulungagung pada hari yang sama, Sabtu (7/3/2026).

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan literasi zakat di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.

“Gerakan ini penting untuk meningkatkan literasi zakat. Potensi zakat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tulungagung, sangat besar sehingga perlu terus ditingkatkan pengelolaannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang memahami zakat hanya sebatas zakat fitrah, padahal zakat memiliki cakupan yang lebih luas dalam Islam. Oleh karena itu, edukasi sejak usia sekolah menjadi sangat penting agar generasi muda memahami rukun Islam secara utuh.

“Sejak kecil anak-anak dikenalkan rukun Islam seperti syahadat, shalat, dan haji. Namun rukun Islam yang ketiga, yaitu zakat, kadang terlewatkan. Banyak yang hanya mengetahui zakat fitrah, padahal zakat itu sangat luas,” jelasnya.

Tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, kegiatan ini juga menekankan praktik langsung agar para siswa benar-benar memahami proses pengelolaan dana sosial keagamaan.

Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung Bidang Penghimpunan dan Pendayagunaan, Abdul Wachid, S.IP., menjelaskan bahwa peserta didik dilibatkan langsung dalam proses penghimpunan hingga pendistribusian sedekah.

“Pembelajaran tidak hanya bersifat teori, mereka juga akan praktik langsung mulai dari pengumpulan sedekah dari mereka sendiri, kemudian melakukan pencatatan, bahkan sampai ke pendistribusian. Peserta didik juga akan menyeleksi sendiri teman-teman mereka yang berhak menerima,” ujarnya.

Dana sedekah yang berhasil dihimpun tersebut kemudian dikembalikan kepada para peserta untuk disalurkan secara langsung setelah mereka mendapatkan pemahaman mengenai delapan asnaf yaitu golongan yang berhak menerima zakat. Selama proses penghimpunan hingga penyaluran dana sedekah, peserta didik akan terus didampingi oleh tim BAZNAS Tulungagung dan para Guru.

Dengan metode pembelajaran tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami konsep zakat dan sedekah secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkan nilai-nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini pula, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap lahir generasi muda yang memiliki kesadaran kuat untuk gemar berbagi serta peduli terhadap sesama.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat