Berawal dari Gerobak Telur Gulung, Fikri Kini Raup Omzet Ratusan Ribu per Hari Bersama Dukungan BMD
04/12/2025 | Penulis: Humas BAZNAS Tulungagung
Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD)
Tulungagung - Tekad kuat Muhammad Fikri Salam (28), pemuda asal Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, menjadi gambaran bahwa usaha kecil dapat bertumbuh ketika dikelola dengan tekun, jujur, dan konsisten menjaga kualitas. Melalui brand kuliner “Sobat Telur”, Fikri berhasil menarik perhatian masyarakat dengan dua menu andalan: Telur Gulung dan Makaroni Telur. Jajanan ini kini menjadi salah satu cemilan paling dicari di CFD Alun-Alun Tulungagung dan CFD Sobontoro setiap hari Minggunya, bahkan hingga ke Pusat Kuliner PINKA Kutoanyar setiap hari pukul 10.00-17.00 WIB.
Setiap hari, Fikri mengolah 4-5 kilogram telur sebagai bahan utama. Di Pusat Kuliner Pinka, omzet hariannya berada di kisaran Rp200 ribu - Rp300 ribu. Sementara pada momen Car Free Day di dua titik sekaligus, pendapatannya bahkan bisa melesat hingga Rp600 ribu - Rp700 ribu. Dari total omzet tersebut, Fikri mampu mengantongi laba bersih sekitar 50%, sebuah capaian yang memperlihatkan efisiensi pengelolaan usahanya.
Meski menjanjikan, perjalanan usaha Fikri tak selalu mulus. Persaingan di lokasi yang sama, kesulitan mencari SDM untuk membuka cabang, serta fluktuasi harga telur menjadi tantangan yang harus ia hadapi setiap hari. Namun Fikri tidak patah semangat; ia justru semakin termotivasi untuk memperluas usahanya di masa mendatang.
Pada akhir November 2024, Fikri menerima pembiayaan modal usaha tanpa bunga tanpa agunan di tahap pertama sebesar Rp1,6 juta dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku utama.
Kini, pada pengajuan tahap kedua di Oktober 2025, ia kembali mendapat pembiayaan sebesar Rp2,5 juta untuk menambah peralatan sekaligus memperkuat modal bahan baku.
Fikri tidak hanya mendapatkan bantuan berupa modal saja, tetapi juga edukasi dan pendampingan dari tim BMD Tulungagung, salah satunya pencatatan keuangan sederhana. Fikri mengaku mulai menerapkan pembukuan harian agar pengelolaan bisnisnya lebih transparan dan terarah.
Program BMD dirancang bukan untuk mengubah hidup usaha penerima manfaat secara instan, tetapi sebagai penopang yang memperkuat pondasi usaha agar semakin stabil dan berdaya. Fikri menjadi contoh bahwa fasilitas yang tepat mampu mendukung pelaku usaha yang memiliki komitmen kuat.
Dengan prinsip jujur, tekun, dan menjaga kualitas, Fikri optimistis “Sobat Telur” dapat berkembang lebih besar. Keinginannya membuka cabang baru menjadi target yang ingin ia wujudkan agar jajanan rumahan ini semakin dikenal sebagai camilan favorit keluarga.
Kisah Fikri membuktikan bahwa usaha kecil pun dapat melesat ketika dirawat dengan kesungguhan dan dibarengi kemauan untuk belajar dan berkembang.
Berita Lainnya
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi Zakat Fitrah dan Perkuat Optimalisasi ZIS ASN
RTLH BAZNAS, Jadi Harapan Baru Keluarga Yatim Piatu Desa Tenggur
Kick Off Kolaborasi Pendampingan Mitra: BAZNAS, BMD dan Kemenag Tulungagung Perkuat Ekonomi dan Spiritual UMKM Binaan
BAZNAS Tulungagung Konsisten Cetak Sarjana Lewat Program SKSS Selama Sembilan Tahun
BAZNAS Tulungagung Bersama Wakil Bupati Salurkan Bantuan Bedah Rumah Korban Longsor di Desa Picisan
Dari Dapur Sederhana : Kisah Keteguhan Radzel Catering Bersama Bantuan Pembiayaan BMD

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
