WhatsApp Icon

Kisah Isra Miraj dan Hikmahnya Bagi Umat muslim

15/01/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Tulungagung

Bagikan:URL telah tercopy
Kisah Isra Miraj dan Hikmahnya Bagi Umat muslim

Mengenal Isra Miraj

Isra’ Mi'raj merupakan peristiwa yang istimewa dalam agama Islam, yaitu dimana Allah SWT memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad SAW yaitu berupa perjalanan yang mulia bersama malaikat Jibril mulai dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha Palestina. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT sang pencipta alam semesta.

Kisah Singkat Perjalanan Isra' Mi'raj Nabi

Peristiwa Isra' Mi'raj terjadi pada periode Mekkah, ketika Rasulullah SAW sedang berada dalam masa sulit yang disebut Aam al-Huzn (Tahun Kesedihan). Beliau baru saja kehilangan istri tercinta, Siti Khadijah, dan paman yang melindunginya, Abu Thalib. Di tengah duka tersebut, Allah SWT menghibur beliau dengan sebuah perjalanan agung.

Dalam Suatu malam nabi sedang tidur di dalam kamarnya, malaikat Jibril mengeluarkan hati Nabi dan mensucikannya, kemudian mengisi hati nabi dengan emas yang dipenuhi dengan iman dan setelah itu mengembalikannya seperti semula. Kemudian Malaikat Jibril membawa Rasulullah dengan menggunakan Buraq (makhluk surgawi yang langkah kakinya sejauh mata memandang). Nabi berangkat dari Masjidil Haram (Mekkah) menuju Masjidil Aqsa (Palestina).

Sesampainya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin salat berjamaah sebagai imam bagi para Nabi dan Rasul terdahulu. Ini menunjukkan kedudukan beliau sebagai pemimpin para nabi. Setelah dari Masjidil Aqsa, Nabi memulai perjalanan naik ke langit melewati tujuh lapis langit. Di setiap lapisan langit, Nabi bertemu dengan nabi-nabi sebelumnya, mulai dari Nabi Adam AS, Nabi Isa AS, Nabi Yahya AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Idris AS, Nabi Harun AS, Nabi Musa AS, hingga Nabi Ibrahim AS.

Setelah itu nabi melakukan perjalanan ke Sidratul Muntaha Beliau terus naik hingga mencapai tempat tertinggi yang tidak bisa dilewati bahkan oleh Malaikat Jibril sekalipun. Di sinilah Nabi Muhammad SAW berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.

Di Baitul Makmur, Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat 50 waktu dari Allah SWT. Saat turun, beliau bertemu Nabi Musa AS yang mengingatkan bahwa umat Muhammad tidak akan sanggup melakukannya. Atas saran Nabi Musa, Rasulullah berkali-kali kembali menghadap Allah untuk memohon keringanan. Jumlahnya terus dikurangi hingga akhirnya ditetapkan menjadi 5 waktu sehari semalam. Meski Nabi Musa masih menyarankan untuk meminta keringanan lagi, Nabi Muhammad SAW menjawab: "Aku malu kepada Tuhanku, aku ridha dan pasrah".

Keseluruhan perjalanan luar biasa ini terjadi hanya dalam waktu satu malam. Keesokan harinya, ketika Nabi menceritakan hal ini kepada kaum kafir Quraisy, banyak yang mengejek dan menganggapnya tidak masuk akal. Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi orang pertama yang membenarkannya tanpa ragu sedikit pun, sehingga ia mendapat gelar Al-Shiddiq (yang membenarkan).

Hikmah Spiritual Isra' Mi'raj

Isra' Mi'raj merupakan sebuah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu Menuju sidratul Muntaha dalam satu malam peristiwa ini adalah bentuk penghiburan dari Allah kepada Nabi Muhammad setelah mengalami tahun kesedihan (Aam al - Huzn).

1. Memahami tanda - tanda kebesaran Allah

Salah satu hikmah Isra Miraj adalah menyaksikan tanda kebesaran Allah SWT. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan wujud asli Malaikat Jibril yang memiliki 600 sayap hingga menutupi langit. Selain itu, Nabi juga diperlihatkan gambaran surga dan neraka serta berbagai keajaiban lainnya sebagai penguat keimanan akan hal-hal gaib.

2. Pentingnya kedudukan sholat

Berbeda dengan ibadah lain (seperti zakat atau puasa) yang perintahnya turun melalui wahyu Malaikat Jibril di bumi, salat lima waktu diperintahkan langsung oleh Allah kepada Nabi di Sidratul Muntaha. Ini menunjukkan bahwa salat adalah ibadah yang paling utama dan merupakan "jalur komunikasi" langsung antara hamba dengan Sang Pencipta.

3. Keseimbangan dunia dan akhirat

Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (bumi) lalu ke Sidratul Muntaha (langit) mengajarkan kita untuk menjaga keseimbangan yaitu ?Hablum Minannas (Menjaga hubungan baik antar manusia di bumi) dan Hablum Minallah (Menjaga hubungan spiritual dengan Allah melalui salat).

Jika Isra' Mi'raj merupakan tentang perjalanan spiritual, maka sedekah merupakan manifestasi keimanan ke bumi. Sebagaimana salat yang diterima saat Isra' Mi'raj berfungsi sebagai pembersih jiwa sedangkan sedekah untuk membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan.

Mari kita sebagai umat Muslim merenungi peristiwa istimewa Isra' Mi'raj untuk menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat untuk sesama. Mari kita sempurnakan hubungan kita kepada Allah (Hablun Minallah) dengan melaksanakan salat dan memperbaiki Hablum minannas melalui zakat, sedekah, dan infaq.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat