
Berita Terkini
Kabar Gembira! Beasiswa SKSS BAZNAS Tulungagung 2026 Segera Dibuka!
Tulungagung – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung, khususnya para pelajar dan calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 akan segera dibuka.
Program beasiswa jenjang Strata 1 (S1) yang telah berjalan selama sembilan tahun ini menjadi salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Melalui program ini, BAZNAS berupaya mewujudkan harapan agar setiap keluarga kurang mampu di Kabupaten Tulungagung memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang mampu meraih gelar sarjana.
Program SKSS diperuntukkan khusus bagi mahasiswa yang berdomisili atau bertempat tinggal di Kabupaten Tulungagung. Setiap tahunnya, sebanyak 20 mahasiswa terpilih mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan S1 di lima perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Tulungagung dengan berbagai pilihan program studi sesuai minat dan bakat masing-masing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan para penerima manfaat, BAZNAS Kabupaten Tulungagung memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2.000.000 per mahasiswa pada setiap semesternya selama masa studi hingga empat tahun perkuliahan.
Namun, Program SKSS tidak hanya berfokus pada bantuan biaya pendidikan semata. BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga memberikan pembinaan secara berkelanjutan kepada para penerima beasiswa. Melalui berbagai kegiatan pengembangan diri, mahasiswa dibekali dengan pembentukan karakter, penguatan nilai integritas, kepemimpinan, semangat kepedulian sosial, serta wawasan kehidupan yang lebih luas. Pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan siap menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
Capaian Program SKSS hingga saat ini menunjukkan hasil yang membanggakan. Sejak pertama kali dilaksanakan, program ini telah memberikan manfaat kepada 156 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 89 mahasiswa telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan menyandang gelar sarjana, sementara 67 mahasiswa lainnya masih aktif menempuh perkuliahan di berbagai perguruan tinggi.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. Program ini tidak hanya membantu individu penerima manfaat, tetapi juga membuka peluang perubahan ekonomi bagi keluarga mereka di masa depan.
Bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung yang ingin mengikuti Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026, diharapkan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang dan melengkapi berbagai persyaratan yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Jangan sampai ketinggalan informasi pendaftaran Beasiswa SKSS Tahun 2026. Pantau terus dan ikuti seluruh media resmi BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal, persyaratan, serta mekanisme pendaftaran program beasiswa ini.
> Instagram: @baznaskabtulungagung> Facebook: @baznaskabtulungagung> Tiktok: @baznaskabtulungagung
Siapkan diri, raih kesempatan, dan wujudkan impian menjadi sarjana bersama BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
09/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, BAZNAS Tulungagung Perkuat Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan
Tulungagung – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, BAZNAS Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam kegiatan Deklarasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumbernya yang digelar pada Jumat (5/6) di RT 003/RW 009, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung.
Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., bersama Deputi Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Tri Hariadi, jajaran Forkopimda Tulungagung, Kepala UPT Bapenda Provinsi Jawa Timur, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung beserta jajaran, kepala perangkat daerah, para camat se-Kabupaten Tulungagung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tulungagung, Forum Komunitas Hijau Kabupaten Tulungagung, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, perwakilan Sekolah Adiwiyata, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk membangun aksi nyata dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan persoalan sampah yang semakin kompleks.
Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat. Kehadiran BAZNAS menjadi wujud nyata sinergi antara program sosial dan kepedulian terhadap lingkungan yang berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab lembaga dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga lingkungan.
“BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus mendukung berbagai gerakan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengelolaan lingkungan yang baik merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan kehidupan yang sehat, bersih, dan sejahtera. Karena itu, kami siap bersinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Tika Nifatul Chusna, M.Pd., menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut BAZNAS turut menyalurkan berbagai bantuan sosial dengan total nilai Rp20,5 juta.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan sosial senilai Rp20,5 juta yang terdiri dari santunan kepada anak yatim, bantuan modal usaha bagi kelompok bank sampah, serta bantuan 20 unit tempat sampah. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kolaborasi antara pemerintah, lembaga, komunitas, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Selain itu, gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya diharapkan mampu menjadi budaya baru di tengah masyarakat, sehingga dapat mengurangi volume sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
08/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Peduli Lingkungan Sehat, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Sosial Rp20 Juta pada Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar manfaat kepada masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial senilai Rp20,5 juta pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang diselenggarakan di RT 003/RW 009, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Jumat (5/6).
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Deklarasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumbernya yang dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, lembaga, komunitas, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan sejumlah bantuan yang terdiri dari santunan kepada anak yatim, bantuan modal usaha untuk kelompok bank sampah, serta bantuan 20 unit tempat sampah. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para penerima sekaligus mendukung upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Plt. Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Tika Nifatul Chusna, M.Pd., menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengintegrasikan program sosial dengan program pemberdayaan masyarakat.
“Pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan sosial dengan total nilai Rp20,5 juta. Bantuan tersebut terdiri dari santunan kepada anak yatim, bantuan modal usaha bagi kelompok bank sampah, serta bantuan 20 unit tempat sampah. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat terus diupayakan untuk memberikan dampak yang luas melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun lingkungan.
“BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui dukungan para muzaki dan munfik, kami dapat menyalurkan bantuan yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif sehingga mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, bantuan modal usaha kepada kelompok bank sampah menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan. Selain membantu mengurangi permasalahan sampah, program tersebut juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi bagi warga. Di sisi lain, bantuan tempat sampah diharapkan dapat meningkatkan budaya pemilahan sampah dari sumbernya sebagai langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berupaya menjadi jembatan kebaikan antara para pemberi manfaat dan masyarakat yang membutuhkan. Keberhasilan program-program tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
Untuk itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam berbagi kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membantu sesama, memberdayakan masyarakat, dan membangun Kabupaten Tulungagung yang lebih sejahtera.
Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung:
Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS
dan jadilah bagian dari gerakan kebaikan untuk mewujudkan Tulungagung yang semakin maju, peduli, dan sejahtera.
08/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berita Pendistribusian

Santunan Yatim pada Doa Akhir dan Awal Tahun 2025-2026 di Pendopo Kongas Arum
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan santunan kepada anak yatim dalam rangkaian acara doa akhir dan awal tahun serta pengajian akbar menyambut malam pergantian tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu malam (31/12/25).
Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako dengan total nilai Rp5.400.000,-.
Santunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah bersama BAZNAS terhadap kesejahteraan anak-anak yatim, khususnya di momen pergantian tahun.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Tulungagung. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat program-program sosial dan kemanusiaan, sehingga semakin banyak mustahik yang terbantu dan kesejahteraan umat dapat terus ditingkatkan.
02/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Pada Senin (8/12/25), BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Suwito, warga Dusun Mojo RT 003/RW 002, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, yang hidup dalam kondisi cacat fisik dan sebatangkara.
Sejak kecil, Suwito harus menjalani hidup yang tidak mudah. Ia menyandang cacat fisik sejak lahir dan diterlantarkan oleh orang tuanya. Ia kemudian dibesarkan oleh sang nenek yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Namun, setelah neneknya meninggal dunia, Suwito kembali kehilangan sandaran hidup.
Tanpa penghasilan dan tanpa tempat tinggal tetap, ia kini hanya menumpang di rumah kakaknya. “Hidup saya selama ini hanya berpindah-pindah. Mau cari nafkah, badan tidak mampu. Setelah nenek tiada, rasanya dunia gelap,” ujar Suwito dengan suara lirih.
Kisah pilu ini sampai kepada BAZNAS Tulungagung dan menjadi perhatian serius. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kondisi yang dialami Suwito merupakan prioritas utama dalam pendistribusian zakat.
“Melihat kondisi Suwito yang cacat sejak lahir, diterlantarkan orang tua, kehilangan nenek, dan kini hidup menumpang, hati kami tergerak. Beliau adalah sasaran utama dana zakat. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab umat dalam mengembalikan martabat hidup beliau,” kata Suyadi.
BAZNAS Tulungagung menetapkan Suwito sebagai penerima bantuan biaya hidup rutin berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebagai jaminan seumur hidup.
Saat menerima pencairan bantuan tersebut, Suwito tak mampu menahan air mata haru. Tangisnya kali ini adalah ungkapan syukur atas kepedulian yang akhirnya menghampirinya setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam kesendirian.
Suyadi menambahkan bahwa Suwito merupakan satu dari lebih dari 200 fakir miskin sebatangkara di Tulungagung yang kini mendapat perhatian dan bantuan rutin dari BAZNAS.
Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup Suwito, BAZNAS juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung akan menjadi bantuan nyata bagi mereka yang paling membutuhkan.
09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Penyaluran Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Tulungagung - Upaya peningkatan sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pada Kamis (4/12/25), lembaga ini menyalurkan bantuan sanitasi kepada warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, dalam acara yang digelar di Balai Desa setempat.
Bantuan berupa uang tunai senilai Rp10.000.000,- diberikan kepada 5 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp2.000.000,-. Para penerima manfaat tersebut yaitu:
1. Muhammad Miftahul Huda, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
2. Miskam, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
3. Zumar, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
4. Markani, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
5. Bero, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., didampingi oleh Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi atau yang akrab disapa Mbah Pucung.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa bantuan sanitasi ini diberikan untuk mendukung terciptanya lingkungan sehat di masyarakat.
“Seluruh bantuan sudah kami salurkan kepada para penerima, dan Alhamdulillah kini telah terbangun fasilitas WC yang lebih layak dan sehat. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses sanitasi yang memadai,” ungkap Suyadi.
Ia menambahkan bahwa fasilitas sanitasi yang baik merupakan pondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan keluarga yang lebih sehat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat, sekaligus mendorong kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya.
Kepala Desa Pucung Lor, Mbah Pucung, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bantuan ini, yang dinilai sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sarana sanitasi memadai.
BAZNAS berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Artikel Terbaru
Mengapa Hati Sulit Merasa Cukup? Jawabannya Ada pada Cara Kita Melihat Orang Lain
Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, kita semakin mudah melihat kehidupan orang lain. Ada yang memamerkan pencapaian, kendaraan baru, rumah impian, perjalanan wisata, hingga berbagai bentuk keberhasilan lainnya. Tanpa disadari, semua itu sering memengaruhi cara kita memandang kehidupan sendiri.
Akibatnya, rasa syukur perlahan tergeser oleh kebiasaan membandingkan. Kita merasa kurang bukan karena Allah belum memberi cukup, tetapi karena terlalu fokus melihat apa yang dimiliki orang lain.
Ketika Membandingkan Menjadi Kebiasaan
Membandingkan diri dengan orang lain adalah salah satu penyebab utama hilangnya rasa syukur. Selalu ada orang yang terlihat lebih kaya, lebih sukses, lebih bahagia, atau lebih beruntung daripada kita. Jika kebahagiaan diukur dari pencapaian orang lain, maka kita akan terus merasa tertinggal.
Padahal, setiap manusia memiliki jalan hidup yang berbeda. Allah SWT memberikan rezeki, ujian, dan nikmat sesuai dengan kehendak-Nya. Apa yang terlihat sebagai kenikmatan pada diri seseorang belum tentu menjadi kebahagiaan yang sesungguhnya. Begitu pula apa yang terlihat sederhana dalam hidup kita bisa jadi merupakan nikmat besar yang tidak dimiliki orang lain.
Al-Qur'an Mengingatkan Kita untuk Tidak Terlalu Melihat Kenikmatan Orang Lain
Allah SWT berfirman:"Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka..."(QS. Thaha: 131).
Ayat ini mengajarkan agar manusia tidak terjebak dalam rasa iri atau silau terhadap kenikmatan dunia yang dimiliki orang lain. Sebaliknya, kita diperintahkan untuk lebih fokus pada karunia yang telah Allah titipkan kepada diri kita sendiri.
Ketika hati terlalu sibuk menghitung nikmat orang lain, kita sering lupa menghitung nikmat yang telah Allah berikan kepada kita setiap hari.
Syukur Adalah Kunci Ketenangan
Orang yang bersyukur tidak berarti memiliki segalanya. Namun, ia mampu melihat nilai dari apa yang sudah dimilikinya. Kesehatan, keluarga, kesempatan beribadah, pekerjaan, dan berbagai nikmat lainnya sering kali dianggap biasa karena kita terlalu fokus pada apa yang belum dimiliki.
Rasa syukur menghadirkan ketenangan batin. Sebaliknya, kebiasaan membandingkan hanya akan melahirkan kegelisahan yang tidak ada ujungnya. Semakin sering membandingkan, semakin sulit merasa cukup.
Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar dalam urusan dunia kita melihat kepada mereka yang berada di bawah kita. Dengan begitu, hati akan lebih mudah bersyukur dan terhindar dari sifat mengeluh.
Wujud Syukur Tidak Hanya di Lisan
Mengucapkan "Alhamdulillah" adalah bagian dari syukur, tetapi syukur yang sempurna juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satu bentuk syukur yang paling mulia adalah berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah.
Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu orang lain, ia sedang mengakui bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT. Berbagi juga membantu kita menyadari bahwa masih banyak saudara yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.
Dengan berbagi, fokus hidup tidak lagi tertuju pada apa yang kurang, melainkan pada bagaimana nikmat yang dimiliki dapat menjadi manfaat bagi orang lain.
Menyempurnakan Syukur dengan Berbagi
Setiap nikmat yang Allah berikan adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, mari jadikan rasa syukur tidak hanya berhenti pada ucapan, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama.
Sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan, mari salurkan infak dan sedekah terbaik melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
No. Rekening BSI: 7137 892 051 a.n. BAZNAS Infaq Tulungagung
atau klik -> kabtulungagung.baznas.go.id/sedekah
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”” (QS. Ibrahim: 7)
03/06/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
Sudah Siap Berkurban? Pahami Dulu Makna, Hukum, dan Keutamaan Ibadah Ini
Makna dan Hakikat kurban
Ibadah kurban merupakan ibadah yang dilaksanakan pada hari raya idul adha, yaitu pada hari tasyrik 10-13 Dzulhijjah. Kata kurban secara etimologi berasal dari bahasa Arab qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat (Ibn Manzhur: 1992:1:662; Munawir:1984:1185). Maksudnya yaitu mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya.
Kurban dalam dimensi vertikal adalah bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah supaya mendapatkan keridhaan-Nya. Sedangkan dalam dimensi sosial, kurban bertujuan untuk menggembirakan kaum fakir pada Hari Raya Idul Adha. Karena itu, daging kurban hendaklah diberikan kepada mereka yang membutuhkan, boleh menyisakan secukupnya untuk dikonsumsi keluarga yang berkurban, dengan tetap mengutamakan kaum fakir dan miskin.
Keterangan tersebut dijelaaskan dalan Q.S. al-Hajj 22:28 : “Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”.
Waktu menyembelih kurban dimulai setelah matahari setinggi tombak atau seusai shalat Idul Adha (10 Dzulhijjah) sampai terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah (tiga hari). Sedangkan distribusi (pembagian) daging kurban dibagi menjadi tiga bagian dan tidak mesti harus sama rata. Ketiga bagian itu, (1) untuk fakir miskin, (2) untuk dihadiahkan, dan (3) untuk dirinya sendiri dan keluarga secukupnya. Dengan catatan, porsi untuk dihadiahkan dan untuk dikonsumsi sendiri tidak lebih dari sepertiga daging kurban. Meskipun demikian memperbanyak pemberian kepada fakir miskin lebih utama. (Dhib al-Bigha:1978:245).
Hukum Kurban
Ibadah kurban hukumnya adalah sunnah muakkad, atau sunnah yang dikuatkan. Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak disyariatkannya sampai beliau wafat. Ketentuan kurban sebagai sunnah muakkad dikukuhkan oleh Imam Malik dan Imam al-Syafi’i. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa ibadah kurban bagi penduduk yang mampu dan tidak dalam keadaan safar (bepergian), hukumnya adalah wajib. (Ibnu Rusyd al-Hafid: tth: 1/314).
Keutamaan Kurban
Keutamaan kurban dalam Islam merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipahami oleh setiap Muslim, khususnya ketika memasuki bulan Dzulhijjah. Ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi memiliki makna yang sangat dalam, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun ketaatan kepada Allah SWT. Dalam kehidupan seorang Muslim, kurban menjadi simbol pengorbanan, keikhlasan, dan bentuk nyata dari ketakwaan. Sebagai umat Islam, memahami keutamaan kurban dalam Islam akan membantu kita menjalankan ibadah ini dengan lebih penuh kesadaran dan keimanan.
Menyembelih kurban adalah suatu sunnah Rasul yang sarat dengan hikmah dan keutamaan. Hal ini didasarkan atas informasi dari beberapa haditst Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam, antara lain:"Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117)
Ibadah kurban yang dilaksanakan pada hari raya Idul Adha sampai hari tasyrik, tiada lain bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Disamping itu, kurban juga berarti menghilangkan sikap egoisme, nafsu serakah, dan sifat individual dalam diri seorang muslim. Dengan berkurban, diharapkan seseorang akan memaknai hidupnya untuk mencapai ridha Allah semata. Ia “korbankan” segalanya (jiwa, harta, dan keluarga) hanya untuk-Nya. Oleh karena itu, pada hakikatnya, yang diterima Allah dari ibadah kurban itu bukanlah daging atau darah hewan yang dikurbakan, melainkan ketakwaan dan ketulusan dari orang yang berkurban, itulah yang sampai kepada-Nya.
Mari jadikan ibadah kurban sebagai wujud ketakwaan dan kepedulian kepada sesama. Dengan berkurban, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan. Semoga setiap kurban yang kita tunaikan menjadi amal penuh keikhlasan dan keberkahan.
Yuk, tunaikan kurban terbaikmu bersama BAZNAS Tulungagung dengan transfer ke rekening:
BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung
Atau klik -> kabtulungagung.baznas.go.id/kurban
27/05/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
Cuti Bersama Idul Adha: Momentum Menyambut Hari Raya dengan Ibadah dan Kepedulian
Cuti bersama Idul Adha sering kali dipandang hanya sebagai waktu untuk beristirahat dari aktivitas pekerjaan. Padahal, di balik itu semua terdapat kesempatan besar bagi umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menghidupkan nilai-nilai ibadah yang menjadi inti dari Hari Raya Idul Adha.
Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum spiritual yang penuh makna. Hari raya ini mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, kepatuhan kepada Allah, serta kepedulian terhadap sesama. Karena itu, cuti bersama seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ibadah, bukan hanya sekadar menikmati waktu luang.
Memperbanyak Ibadah di Hari-Hari Mulia
Hari-hari menjelang dan saat Idul Adha termasuk waktu yang istimewa dalam Islam, terutama pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa amal saleh pada hari-hari tersebut sangat dicintai oleh Allah SWT. Maka, cuti bersama dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak: Salat sunnah, Membaca Al-Qur’an, Dzikir dan takbir, Puasa sunnah Dzulhijjah dan Arafah dan Sedekah kepada yang membutuhkan
Dengan waktu yang lebih longgar, umat Muslim dapat lebih fokus memperbaiki kualitas ibadah yang mungkin selama ini terhambat oleh kesibukan pekerjaan.
Menumbuhkan Semangat Berkurban
Idul Adha identik dengan ibadah kurban, sebuah syariat yang mengandung pelajaran besar tentang keikhlasan dan pengorbanan. Cuti bersama menjadi momen yang tepat untuk ikut terlibat langsung dalam proses ibadah kurban, mulai dari persiapan, penyembelihan, hingga pembagian daging kepada masyarakat.
Keterlibatan ini bukan hanya soal ritual, tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial. Banyak saudara kita yang mungkin hanya bisa menikmati daging setahun sekali saat Idul Adha tiba. Dari sinilah nilai kebersamaan dan rasa syukur semakin terasa.
Mempererat Silaturahmi dan Kebersamaan
Selain memperkuat hubungan dengan Allah SWT, Idul Adha juga mengajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama manusia. Momentum cuti bersama dapat dimanfaatkan untuk: Berkumpul bersama keluarga, Mengunjungi orang tua dan kerabat, Mempererat hubungan tetangga dan Berbagi makanan dan kebahagiaan
Kehangatan kebersamaan di Hari Raya menjadi pengingat bahwa Islam sangat menjunjung tinggi ukhuwah dan kepedulian sosial.
Menjadikan Cuti Bersama Lebih Bermakna
Tidak ada salahnya beristirahat di masa cuti bersama, namun akan jauh lebih baik jika waktu tersebut juga diisi dengan kegiatan yang bernilai ibadah. Idul Adha mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya berasal dari kesenangan dunia, tetapi juga dari hati yang dekat dengan Allah dan mampu berbagi kepada sesama.
Karena itu, mari jadikan cuti bersama Idul Adha bukan sekadar jeda dari rutinitas, melainkan kesempatan untuk memperbanyak amal, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan.
Cuti bersama Idul Adha adalah momen istimewa yang dapat membawa banyak keberkahan jika dimanfaatkan dengan baik. Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, Allah memberikan kesempatan bagi umat-Nya untuk kembali mendekat, memperbaiki diri, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Semoga Hari Raya Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi titik awal untuk meningkatkan ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
25/05/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS TV
Selayang Pandang Program Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kab. Tulungagung
Penulis: BAZNAS Tulungagung
Beasiswa SKSS BAZNAS: Lentera Harapan di Langit Rama
Penulis: BAZNAS Tulungagung




