
Berita Terkini
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua BAZNAS Tulungagung Monitoring Langsung Penyaluran Bantuan Fakir Miskin Sebatangkara
Tulungagung – Dalam upaya memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., melakukan monitoring sekaligus penyaluran bantuan biaya hidup bagi fakir miskin sebatangkara di sejumlah wilayah Kecamatan Sendang pada Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap program pendistribusian dana zakat yang telah dihimpun dari masyarakat. Selain menyalurkan bantuan, Suyadi juga memastikan bahwa bantuan diterima langsung oleh para penerima manfaat.
Program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatangkara merupakan salah satu program perlindungan sosial yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para lansia yang hidup seorang diri. Melalui program ini, setiap penerima manfaat memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp900.000 yang disalurkan setiap tiga bulan sekali.
Program ini menyasar para lanjut usia (lansia) yang tidak memiliki penghasilan tetap, hidup sebatangkara, serta minim atau bahkan tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar mereka tetap dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak.
Para penerima manfaat yang telah ditetapkan akan terus menerima bantuan tersebut selama memenuhi kriteria program. Bantuan diberikan secara berkelanjutan hingga akhir hayat penerima manfaat atau sampai yang bersangkutan meninggal dunia.
Suyadi mengatakan bahwa monitoring lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas dan efektivitas penyaluran bantuan.
"Kami ingin memastikan bahwa penyaluran bantuan biaya hidup ini benar-benar tepat sasaran dan diterima langsung oleh para penerima manfaat yang berhak. Monitoring ini tidak hanya kami lakukan di wilayah Kecamatan Sendang saja, tetapi juga akan kami lakukan secara bertahap kepada seluruh penerima manfaat di Kabupaten Tulungagung," ujarnya.
Menurutnya, dana zakat yang dikelola oleh BAZNAS merupakan amanah yang dipercayakan masyarakat kepada lembaga. Oleh karena itu, setiap proses penyaluran harus dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Zakat yang terhimpun di BAZNAS adalah amanah dari masyarakat. Karena itu, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar sampai kepada penerimanya dan memberikan manfaat sesuai dengan tujuan program yang telah ditetapkan," tambahnya.
Melalui kegiatan monitoring ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pendistribusian dana zakat, sehingga kebermanfaatannya semakin dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berbuat baik dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Mari berbagi kebaikan dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS
23/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Kolaborasi Kebaikan di Bulan Muharram, 50 Anak Yatim Terima Santunan dari BAZNAS, JNE, dan Josh Gandhos
Tulungagung – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan JNE dan Komunitas Josh Gandhos Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan pengajian sekaligus santunan anak yatim di Komplek Liur Grup, Desa Mangunsari, pada Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan tersebut dihadiri oleh para pengurus dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung, JNE Tulungagung, dan Komunitas Josh Gandhos Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk sinergi dan kepedulian bersama terhadap anak-anak yatim. Pada kesempatan itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan santunan kepada 50 anak yatim dengan total bantuan sebesar Rp3.000.000,-.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menjelaskan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim.
“BAZNAS Kabupaten Tulungagung sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh JNE dan Komunitas Josh Gandhos ini. Semoga kolaborasi yang terjalin dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan kita bersama,” ujarnya.
Beliau juga mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan kehadiran kita semua pada hari ini dicatat oleh Allah SWT sebagai amal ibadah yang membawa kemaslahatan, maslahah fid dunya wal akhirah, baik di dunia maupun di akhirat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Josh Gandhos yang juga merupakan Kepala JNE Tulungagung, H. Totok Sugiarto, menyampaikan bahwa momentum bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.
“Bulan Muharram dikenal sebagai bulannya anak yatim. Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita dapat melaksanakan kegiatan santunan anak yatim sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian kepada sesama,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung atas sinergi dan dukungannya sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi anak-anak yatim,” lanjutnya.
Kepada para penerima santunan, H. Totok berpesan agar terus semangat dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.
“Semoga anak-anak yatim yang hadir hari ini semakin rajin belajar, tumbuh menjadi generasi yang cerdas, adil, makmur, dan sejahtera serta mampu menjadi penerus bangsa yang membanggakan,” pesannya.
Melalui momentum Tahun Baru Islam 1448 H ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat solidaritas kepada sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan.
Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung agar semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS
22/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Kuliah Impian Tanpa Khawatir Biaya, Beasiswa SKSS BAZNAS Tulungagung Resmi Dibuka
Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung. Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 resmi dibuka.
Program beasiswa jenjang Strata 1 (S1) ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang telah berjalan selama sembilan tahun. Melalui program ini, BAZNAS terus berkomitmen membantu keluarga kurang mampu agar memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang dapat menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana.
SKSS hadir sebagai wujud nyata pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini diharapkan mampu membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi para penerima manfaat dan keluarganya.
Khusus untuk Masyarakat dan Perguruan Tinggi di Tulungagung
Beasiswa SKSS Tahun 2026 diperuntukkan khusus bagi calon mahasiswa yang memiliki identitas atau Kartu Keluarga (KK) berdomisili di Kabupaten Tulungagung.
Selain itu, perguruan tinggi yang dipilih untuk mengikuti program ini juga harus berada di wilayah Kabupaten Tulungagung. Ketentuan ini dibuat agar manfaat program dapat lebih fokus dirasakan oleh masyarakat Tulungagung serta mendukung pengembangan pendidikan tinggi di daerah.
Para peserta dapat memilih berbagai program studi sesuai minat, bakat, dan potensi yang dimiliki. Dengan demikian, penerima beasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri pada bidang yang mereka cita-citakan.
Setiap tahunnya, Program SKSS menjaring 20 mahasiswa terpilih untuk mendapatkan bantuan pendidikan dan pembinaan selama masa perkuliahan.
Bantuan UKT dan Pembinaan Berkelanjutan
Penerima Beasiswa SKSS akan memperoleh bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2.000.000 per mahasiswa setiap semesternya selama empat tahun masa studi.
Tidak hanya itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga memberikan pembinaan rutin kepada seluruh penerima manfaat. Pembinaan tersebut meliputi penguatan karakter, kepemimpinan, integritas, kepedulian sosial, wawasan keislaman, hingga pengembangan kapasitas diri agar mahasiswa siap menjadi generasi yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat.
Telah Menghasilkan Puluhan Sarjana
Selama sembilan tahun pelaksanaannya, Program SKSS telah memberikan manfaat kepada 156 mahasiswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung.
Dari jumlah tersebut, 89 mahasiswa telah berhasil lulus dan menyandang gelar sarjana, sementara 67 mahasiswa lainnya masih aktif menempuh pendidikan diberbagai perguruan tinggi.
Segera Daftar dan Raih Kesempatan Emas Ini
BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak para lulusan SMA/SMK/MA sederajat dari keluarga kurang mampu yang memenuhi persyaratan untuk segera memanfaatkan kesempatan ini. Jangan lewatkan peluang menjadi bagian dari keluarga besar penerima Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Kabupaten tulungagung Tahun 2026.
Periode pendaftaran dibuka mulai 15 Juni hingga 15 Juli 2026. Selama periode tersebut, calon peserta yang memenuhi persyaratan dapat melakukan pendaftaran dan melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Panduan dan informasi lengkap pendaftaran dapat diakses melalui -> Beasiswa SKSS 2026
Contact person WhatsApp: 0859-6290-5701
Jangan sampai ketinggalan kesempatan berharga ini. Persiapkan berkas terbaikmu dan wujudkan impian menjadi sarjana bersama BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
17/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berita Pendistribusian

Santunan Yatim pada Doa Akhir dan Awal Tahun 2025-2026 di Pendopo Kongas Arum
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan santunan kepada anak yatim dalam rangkaian acara doa akhir dan awal tahun serta pengajian akbar menyambut malam pergantian tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu malam (31/12/25).
Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako dengan total nilai Rp5.400.000,-.
Santunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah bersama BAZNAS terhadap kesejahteraan anak-anak yatim, khususnya di momen pergantian tahun.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Tulungagung. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat program-program sosial dan kemanusiaan, sehingga semakin banyak mustahik yang terbantu dan kesejahteraan umat dapat terus ditingkatkan.
02/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Pada Senin (8/12/25), BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Suwito, warga Dusun Mojo RT 003/RW 002, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, yang hidup dalam kondisi cacat fisik dan sebatangkara.
Sejak kecil, Suwito harus menjalani hidup yang tidak mudah. Ia menyandang cacat fisik sejak lahir dan diterlantarkan oleh orang tuanya. Ia kemudian dibesarkan oleh sang nenek yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Namun, setelah neneknya meninggal dunia, Suwito kembali kehilangan sandaran hidup.
Tanpa penghasilan dan tanpa tempat tinggal tetap, ia kini hanya menumpang di rumah kakaknya. “Hidup saya selama ini hanya berpindah-pindah. Mau cari nafkah, badan tidak mampu. Setelah nenek tiada, rasanya dunia gelap,” ujar Suwito dengan suara lirih.
Kisah pilu ini sampai kepada BAZNAS Tulungagung dan menjadi perhatian serius. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kondisi yang dialami Suwito merupakan prioritas utama dalam pendistribusian zakat.
“Melihat kondisi Suwito yang cacat sejak lahir, diterlantarkan orang tua, kehilangan nenek, dan kini hidup menumpang, hati kami tergerak. Beliau adalah sasaran utama dana zakat. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab umat dalam mengembalikan martabat hidup beliau,” kata Suyadi.
BAZNAS Tulungagung menetapkan Suwito sebagai penerima bantuan biaya hidup rutin berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebagai jaminan seumur hidup.
Saat menerima pencairan bantuan tersebut, Suwito tak mampu menahan air mata haru. Tangisnya kali ini adalah ungkapan syukur atas kepedulian yang akhirnya menghampirinya setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam kesendirian.
Suyadi menambahkan bahwa Suwito merupakan satu dari lebih dari 200 fakir miskin sebatangkara di Tulungagung yang kini mendapat perhatian dan bantuan rutin dari BAZNAS.
Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup Suwito, BAZNAS juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung akan menjadi bantuan nyata bagi mereka yang paling membutuhkan.
09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Penyaluran Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Tulungagung - Upaya peningkatan sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pada Kamis (4/12/25), lembaga ini menyalurkan bantuan sanitasi kepada warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, dalam acara yang digelar di Balai Desa setempat.
Bantuan berupa uang tunai senilai Rp10.000.000,- diberikan kepada 5 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp2.000.000,-. Para penerima manfaat tersebut yaitu:
1. Muhammad Miftahul Huda, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
2. Miskam, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
3. Zumar, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
4. Markani, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
5. Bero, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., didampingi oleh Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi atau yang akrab disapa Mbah Pucung.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa bantuan sanitasi ini diberikan untuk mendukung terciptanya lingkungan sehat di masyarakat.
“Seluruh bantuan sudah kami salurkan kepada para penerima, dan Alhamdulillah kini telah terbangun fasilitas WC yang lebih layak dan sehat. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses sanitasi yang memadai,” ungkap Suyadi.
Ia menambahkan bahwa fasilitas sanitasi yang baik merupakan pondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan keluarga yang lebih sehat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat, sekaligus mendorong kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya.
Kepala Desa Pucung Lor, Mbah Pucung, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bantuan ini, yang dinilai sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sarana sanitasi memadai.
BAZNAS berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Artikel Terbaru
Dzulhijjah: Momentum Emas Meningkatkan Keimanan dan Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan paling istimewa dalam kalender Islam. Di bulan inilah umat Islam diberikan kesempatan besar untuk meraih pahala berlimpah melalui berbagai amalan yang dicintai Allah SWT. Tidak hanya menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban, Dzulhijjah juga menghadirkan sepuluh hari pertama yang disebut sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun.
Keistimewaan tersebut menjadikan Dzulhijjah sebagai momentum yang sangat tepat untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki kualitas ibadah, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Setiap muslim yang memahami keutamaan bulan ini tentu tidak ingin melewatkan kesempatan berharga untuk meningkatkan keimanan dan memperbanyak amal saleh.
Keutamaan Dzulhijjah, Bulan yang Dimuliakan Allah
Dzulhijjah termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan... di antaranya empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)
Keagungan Dzulhijjah semakin sempurna dengan hadirnya sepuluh hari pertama yang memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari-hari yang amal saleh pada saat itu lebih dicintai Allah daripada amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah." (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan pada hari-hari tersebut memiliki nilai yang sangat besar. Oleh karena itu, Dzulhijjah menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memperbanyak ibadah dan memperkuat keimanan.
Memperbanyak Dzikir, Menghidupkan Hati yang Lalai
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Dzulhijjah adalah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih menjadi lantunan yang dianjurkan untuk terus mengiringi aktivitas sehari-hari.
Dzikir bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi sarana untuk menghadirkan kesadaran bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah SWT. Ketika hati senantiasa mengingat-Nya, ketenangan akan hadir dan keimanan akan semakin kuat.
Kalimat-kalimat dzikir yang dapat dibiasakan antara lain:1. Subhanallah2. Alhamdulillah3. Laa ilaaha illallah4. Allahu Akbar
Amalan sederhana ini sering kali terlihat ringan, namun memiliki dampak besar dalam menjaga hati tetap hidup dan dekat dengan Allah SWT.
Menjaga Shalat sebagai Pondasi Keimanan
Tidak ada amalan yang lebih utama setelah syahadat selain menjaga shalat. Shalat merupakan tiang agama sekaligus ukuran kualitas hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Momentum Dzulhijjah seharusnya menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki kedisiplinan dalam menunaikan shalat lima waktu, meningkatkan kekhusyukan, serta memperbanyak ibadah sunnah seperti shalat dhuha, rawatib, dan tahajud.
Seseorang yang menjaga shalat dengan baik akan lebih mudah menjaga dirinya dari berbagai bentuk kemaksiatan. Sebaliknya, kelalaian terhadap shalat sering menjadi awal dari melemahnya kualitas iman.
Puasa Dzulhijjah dan Arafah, Jalan Menuju Pengampunan
Di antara amalan istimewa yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah adalah puasa sunnah, khususnya puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Rasulullah SAW bersabda:"Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim)
Keutamaan yang luar biasa ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Selain menjadi sarana meraih ampunan, puasa juga melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, serta menumbuhkan rasa empati kepada mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Menjadikan Al-Qur'an Sebagai Sahabat Harian
Salah satu tanda meningkatnya keimanan adalah semakin dekatnya seseorang dengan Al-Qur'an. Dzulhijjah menjadi waktu yang tepat untuk membangun kembali hubungan yang lebih erat dengan kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam.
Membaca Al-Qur'an setiap hari, menghafal ayat-ayat pilihan, mempelajari tafsir, atau mengikuti majelis ilmu merupakan langkah sederhana yang mampu memberikan perubahan besar bagi kehidupan spiritual seseorang.
Al-Qur'an tidak hanya mengajarkan cara beribadah, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat keteguhan hati, serta memberikan petunjuk dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Sedekah dan Kepedulian Sosial yang Menguatkan Iman
Keimanan yang kuat selalu melahirkan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, Dzulhijjah juga menjadi momen yang sangat baik untuk memperbanyak sedekah dan berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.
Sedekah tidak selalu harus berupa nominal besar. Memberikan makanan kepada tetangga, membantu kaum dhuafa, menyantuni anak yatim, atau berkontribusi dalam program sosial dan kemanusiaan merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Islam.
Melalui sedekah, seorang muslim belajar melepaskan kecintaan berlebihan terhadap dunia dan menyadari bahwa sebagian rezeki yang dimiliki terdapat hak orang lain di dalamnya.
Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS
Tidak dapat dipisahkan dari Dzulhijjah adalah kisah agung Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah tersebut menjadi simbol ketaatan, pengorbanan, serta keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Nabi Ibrahim AS menunjukkan bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala-galanya. Sementara Nabi Ismail AS memberikan teladan tentang kepatuhan dan kesabaran yang luar biasa.
Nilai-nilai pengorbanan tersebut relevan dalam kehidupan sehari-hari. Mengalahkan rasa malas untuk beribadah, menyisihkan sebagian harta untuk membantu sesama, menahan amarah, dan mendahulukan perintah Allah dibanding kepentingan pribadi merupakan bentuk pengorbanan yang dapat dilakukan setiap muslim saat ini.
Menjaga Akhlak sebagai Cerminan Iman
Keimanan bukan hanya tampak dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, Dzulhijjah harus menjadi momentum untuk memperbaiki akhlak dan menjaga lisan.
Menghindari ghibah, fitnah, perkataan kasar, serta perdebatan yang tidak bermanfaat merupakan bagian dari upaya menyempurnakan iman. Sebaliknya, membiasakan berkata baik, bersikap santun, dan menghormati sesama akan memperindah kualitas ibadah yang dilakukan.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.
Konsistensi, Kunci Keberhasilan Meningkatkan Keimanan
Semangat beribadah pada bulan Dzulhijjah tentu sangat baik. Namun yang lebih penting adalah bagaimana semangat tersebut tetap terjaga setelah bulan mulia ini berlalu.
Allah SWT mencintai amal yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit. Karena itu, mulailah dengan target yang realistis dan mampu dijaga secara berkelanjutan, seperti membaca Al-Qur'an setiap hari, menjaga shalat tepat waktu, berdzikir setelah shalat, serta menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah.
Konsistensi dalam kebaikan akan membentuk karakter seorang muslim yang lebih dekat kepada Allah SWT dan lebih siap menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Jangan Biarkan Dzulhijjah Berlalu Tanpa Perubahan
Dzulhijjah bukan sekadar bulan yang identik dengan ibadah haji dan kurban. Lebih dari itu, bulan ini adalah momentum terbaik untuk memperbarui keimanan, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Setiap amal saleh yang dilakukan pada hari-hari mulia ini memiliki nilai yang sangat besar di sisi-Nya. Karena itu, jangan biarkan kesempatan berharga ini berlalu tanpa makna. Mulailah dari langkah-langkah sederhana: memperbanyak dzikir, menjaga shalat, membaca Al-Qur'an, berpuasa sunnah, bersedekah, dan memperbaiki akhlak.
Semoga Dzulhijjah menjadi titik awal lahirnya pribadi yang lebih bertakwa, lebih ikhlas, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Namun, peningkatan keimanan tidak cukup diwujudkan melalui ibadah yang bersifat pribadi saja. Keimanan yang kuat juga tercermin dari kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang masih hidup dalam keterbatasan.
Oleh karena itu, mari manfaatkan momentum Dzulhijjah untuk memperluas manfaat dan menebarkan kebahagiaan melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap harta yang ditunaikan bukan hanya menjadi sarana membersihkan dan menyucikan harta, tetapi juga menjadi jembatan kebaikan yang membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Mari jadikan Dzulhijjah sebagai bulan untuk memperkuat hubungan dengan Allah sekaligus mempererat kepedulian kepada sesama.
Tunaikan kebaikan Anda secara mudah melalui layanan pembayaran online:
Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/sedekah
Semoga setiap amal yang ditunaikan menjadi pahala yang terus mengalir, membawa keberkahan bagi diri, keluarga, dan masyarakat luas.
03/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Mengapa Hati Sulit Merasa Cukup? Jawabannya Ada pada Cara Kita Melihat Orang Lain
Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, kita semakin mudah melihat kehidupan orang lain. Ada yang memamerkan pencapaian, kendaraan baru, rumah impian, perjalanan wisata, hingga berbagai bentuk keberhasilan lainnya. Tanpa disadari, semua itu sering memengaruhi cara kita memandang kehidupan sendiri.
Akibatnya, rasa syukur perlahan tergeser oleh kebiasaan membandingkan. Kita merasa kurang bukan karena Allah belum memberi cukup, tetapi karena terlalu fokus melihat apa yang dimiliki orang lain.
Ketika Membandingkan Menjadi Kebiasaan
Membandingkan diri dengan orang lain adalah salah satu penyebab utama hilangnya rasa syukur. Selalu ada orang yang terlihat lebih kaya, lebih sukses, lebih bahagia, atau lebih beruntung daripada kita. Jika kebahagiaan diukur dari pencapaian orang lain, maka kita akan terus merasa tertinggal.
Padahal, setiap manusia memiliki jalan hidup yang berbeda. Allah SWT memberikan rezeki, ujian, dan nikmat sesuai dengan kehendak-Nya. Apa yang terlihat sebagai kenikmatan pada diri seseorang belum tentu menjadi kebahagiaan yang sesungguhnya. Begitu pula apa yang terlihat sederhana dalam hidup kita bisa jadi merupakan nikmat besar yang tidak dimiliki orang lain.
Al-Qur'an Mengingatkan Kita untuk Tidak Terlalu Melihat Kenikmatan Orang Lain
Allah SWT berfirman:"Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka..."(QS. Thaha: 131).
Ayat ini mengajarkan agar manusia tidak terjebak dalam rasa iri atau silau terhadap kenikmatan dunia yang dimiliki orang lain. Sebaliknya, kita diperintahkan untuk lebih fokus pada karunia yang telah Allah titipkan kepada diri kita sendiri.
Ketika hati terlalu sibuk menghitung nikmat orang lain, kita sering lupa menghitung nikmat yang telah Allah berikan kepada kita setiap hari.
Syukur Adalah Kunci Ketenangan
Orang yang bersyukur tidak berarti memiliki segalanya. Namun, ia mampu melihat nilai dari apa yang sudah dimilikinya. Kesehatan, keluarga, kesempatan beribadah, pekerjaan, dan berbagai nikmat lainnya sering kali dianggap biasa karena kita terlalu fokus pada apa yang belum dimiliki.
Rasa syukur menghadirkan ketenangan batin. Sebaliknya, kebiasaan membandingkan hanya akan melahirkan kegelisahan yang tidak ada ujungnya. Semakin sering membandingkan, semakin sulit merasa cukup.
Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar dalam urusan dunia kita melihat kepada mereka yang berada di bawah kita. Dengan begitu, hati akan lebih mudah bersyukur dan terhindar dari sifat mengeluh.
Wujud Syukur Tidak Hanya di Lisan
Mengucapkan "Alhamdulillah" adalah bagian dari syukur, tetapi syukur yang sempurna juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satu bentuk syukur yang paling mulia adalah berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah.
Ketika seseorang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu orang lain, ia sedang mengakui bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT. Berbagi juga membantu kita menyadari bahwa masih banyak saudara yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.
Dengan berbagi, fokus hidup tidak lagi tertuju pada apa yang kurang, melainkan pada bagaimana nikmat yang dimiliki dapat menjadi manfaat bagi orang lain.
Menyempurnakan Syukur dengan Berbagi
Setiap nikmat yang Allah berikan adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, mari jadikan rasa syukur tidak hanya berhenti pada ucapan, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama.
Sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan, mari salurkan infak dan sedekah terbaik melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
No. Rekening BSI: 7137 892 051 a.n. BAZNAS Infaq Tulungagung
atau klik -> kabtulungagung.baznas.go.id/sedekah
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”” (QS. Ibrahim: 7)
03/06/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
Sudah Siap Berkurban? Pahami Dulu Makna, Hukum, dan Keutamaan Ibadah Ini
Makna dan Hakikat kurban
Ibadah kurban merupakan ibadah yang dilaksanakan pada hari raya idul adha, yaitu pada hari tasyrik 10-13 Dzulhijjah. Kata kurban secara etimologi berasal dari bahasa Arab qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat (Ibn Manzhur: 1992:1:662; Munawir:1984:1185). Maksudnya yaitu mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya.
Kurban dalam dimensi vertikal adalah bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah supaya mendapatkan keridhaan-Nya. Sedangkan dalam dimensi sosial, kurban bertujuan untuk menggembirakan kaum fakir pada Hari Raya Idul Adha. Karena itu, daging kurban hendaklah diberikan kepada mereka yang membutuhkan, boleh menyisakan secukupnya untuk dikonsumsi keluarga yang berkurban, dengan tetap mengutamakan kaum fakir dan miskin.
Keterangan tersebut dijelaaskan dalan Q.S. al-Hajj 22:28 : “Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”.
Waktu menyembelih kurban dimulai setelah matahari setinggi tombak atau seusai shalat Idul Adha (10 Dzulhijjah) sampai terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah (tiga hari). Sedangkan distribusi (pembagian) daging kurban dibagi menjadi tiga bagian dan tidak mesti harus sama rata. Ketiga bagian itu, (1) untuk fakir miskin, (2) untuk dihadiahkan, dan (3) untuk dirinya sendiri dan keluarga secukupnya. Dengan catatan, porsi untuk dihadiahkan dan untuk dikonsumsi sendiri tidak lebih dari sepertiga daging kurban. Meskipun demikian memperbanyak pemberian kepada fakir miskin lebih utama. (Dhib al-Bigha:1978:245).
Hukum Kurban
Ibadah kurban hukumnya adalah sunnah muakkad, atau sunnah yang dikuatkan. Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak disyariatkannya sampai beliau wafat. Ketentuan kurban sebagai sunnah muakkad dikukuhkan oleh Imam Malik dan Imam al-Syafi’i. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa ibadah kurban bagi penduduk yang mampu dan tidak dalam keadaan safar (bepergian), hukumnya adalah wajib. (Ibnu Rusyd al-Hafid: tth: 1/314).
Keutamaan Kurban
Keutamaan kurban dalam Islam merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipahami oleh setiap Muslim, khususnya ketika memasuki bulan Dzulhijjah. Ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi memiliki makna yang sangat dalam, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun ketaatan kepada Allah SWT. Dalam kehidupan seorang Muslim, kurban menjadi simbol pengorbanan, keikhlasan, dan bentuk nyata dari ketakwaan. Sebagai umat Islam, memahami keutamaan kurban dalam Islam akan membantu kita menjalankan ibadah ini dengan lebih penuh kesadaran dan keimanan.
Menyembelih kurban adalah suatu sunnah Rasul yang sarat dengan hikmah dan keutamaan. Hal ini didasarkan atas informasi dari beberapa haditst Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam, antara lain:"Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117)
Ibadah kurban yang dilaksanakan pada hari raya Idul Adha sampai hari tasyrik, tiada lain bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Disamping itu, kurban juga berarti menghilangkan sikap egoisme, nafsu serakah, dan sifat individual dalam diri seorang muslim. Dengan berkurban, diharapkan seseorang akan memaknai hidupnya untuk mencapai ridha Allah semata. Ia “korbankan” segalanya (jiwa, harta, dan keluarga) hanya untuk-Nya. Oleh karena itu, pada hakikatnya, yang diterima Allah dari ibadah kurban itu bukanlah daging atau darah hewan yang dikurbakan, melainkan ketakwaan dan ketulusan dari orang yang berkurban, itulah yang sampai kepada-Nya.
Mari jadikan ibadah kurban sebagai wujud ketakwaan dan kepedulian kepada sesama. Dengan berkurban, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan. Semoga setiap kurban yang kita tunaikan menjadi amal penuh keikhlasan dan keberkahan.
Yuk, tunaikan kurban terbaikmu bersama BAZNAS Tulungagung dengan transfer ke rekening:
BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung
Atau klik -> kabtulungagung.baznas.go.id/kurban
27/05/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
BAZNAS TV
Selayang Pandang Program Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kab. Tulungagung
Penulis: BAZNAS Tulungagung
Beasiswa SKSS BAZNAS: Lentera Harapan di Langit Rama
Penulis: BAZNAS Tulungagung




