
Berita Terkini
Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara BAZNAS Kabupaten Tulungagung
Tulungagung – Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara merupakan salah satu program sosial BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang bertujuan memberikan kepedulian kepada masyarakat lanjut usia maupun mereka yang hidup sebatangkara dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Program ini menjadi wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik yang tidak lagi memiliki penopang kehidupan atau hidup dalam keterbatasan.
Melalui program ini, setiap penerima memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp900.000 yang disalurkan secara berkelanjutan selama penerima masih hidup atau hingga meninggal dunia. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari, sekaligus memberikan rasa aman dan kepastian bagi para penerima yang membutuhkan perhatian serta dukungan dari masyarakat.
Sebagai salah satu program unggulan pada bidang kemanusiaan, program bantuan Biaya Hidup Sebatangkara ini tidak hanya menghadirkan bantuan finansial, tetapi juga menjadi bentuk nyata hadirnya zakat dalam menjaga martabat dan kesejahteraan masyarakat yang rentan.
Dana yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki dan munfiq yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh mereka yang berhak menerima.
Sebaran Penerima Bantuan per Juli Tahun 2026
Adapun jumlah penerima program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara di setiap kecamatan di Kabupaten Tulungagung adalah sebagai berikut:
1. Kecamatan Tulungagung: 14 penerima manfaat2. Kecamatan Sendang: 13 penerima manfaat3. Kecamatan Gondang: 12 penerima manfaat4. Kecamatan Sumbergempol: 12 penerima manfaat5. Kecamatan Campurdarat: 12 penerima manfaat6. Kecamatan Tanggunggunung: 12 penerima manfaat7. Kecamatan Karangrejo: 11 penerima manfaat8. Kecamatan Rejotangan: 11 penerima manfaat9. Kecamatan Ngantru: 10 penerima manfaat10. Kecamatan Pakel: 10 penerima manfaat11. Kecamatan Kalidawir: 10 penerima manfaat12. Kecamatan Pucanglaban: 10 penerima manfaat13. Kecamatan Boyolangu: 9 penerima manfaat14. Kecamatan Besuki: 9 penerima manfaat15. Kecamatan Bandung: 8 penerima manfaat16 Kecamatan Kedungwaru: 8 penerima manfaat17. Kecamatan Ngunut: 8 penerima manfaat18. Kecamatan Pagerwojo: 7 penerima manfaat19. Kecamatan Kauman: 7 penerima manfaat
Total: 193 penerima manfaat.
Data sebaran penerima tersebut menunjukkan bahwa manfaat zakat telah menjangkau hampir seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Hal ini menjadi bukti bahwa dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, tanpa memandang lokasi tempat tinggal.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di tahun-tahun mendatang. Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, maka semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada para mustahik.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh muzaki dan munfiq yang telah mempercayakan zakat, infak, serta sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Setiap rupiah yang ditunaikan menjadi sumber harapan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, menghadirkan ketenangan, serta membantu mereka menjalani kehidupan dengan lebih layak.
Mari terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Bersama, kita dapat menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”(HR. Ahmad)
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui:Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS
• Rekening Zakat: BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
• Rekening Infak dan sedekah: BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
06/08/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Jumat Berkah, BAZNAS Tulungagung Salurkan 150 Paket Makan untuk Tukang Becak dan Pak Ogah
Tulungagung – Di tengah pesatnya perkembangan transportasi modern, banyak tukang becak yang masih setia menggantungkan penghasilannya dari mengayuh becak di jalanan. Meski harus bersaing dengan berbagai moda transportasi yang semakin canggih, mereka tetap bertahan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menggelar program Jumat Berkah dengan menyalurkan 150 paket makan dan minum kepada para tukang becak dan pak ogah (penyeberang jalan), Jumat (31/7/2026).
Penyaluran dilakukan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, di antaranya kawasan RS Bhayangkara Tulungagung, Alun-Alun Tulungagung, dan area sekitar Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi tempat para tukang becak dan pak ogah mencari nafkah setiap harinya.
Sejak pagi, tim BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama para relawan turun langsung membagikan paket makan kepada para penerima manfaat. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan penghasilan yang tidak menentu.
Ari Khotmil Mubarak selaku Tim BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengatakan bahwa program Jumat Berkah dihadirkan sebagai upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang setiap hari tetap bekerja keras meski penghasilannya tidak menentu. Semoga bantuan sederhana ini dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka," ujarnya.
Kehadiran tim BAZNAS disambut dengan penuh rasa syukur oleh para penerima manfaat. Salah seorang tukang becak mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dan menjadi penyemangat di tengah aktivitas mencari nafkah.
"Terimakasih banyak. Semoga semuanya diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan oleh Allah SWT," ungkap salah satu tukang becak.
Melalui program Jumat Berkah, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian sekecil apa pun akan menjadi berarti ketika diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah. Dengan menunaikan ZIS melalui BAZNAS, setiap kebaikan yang dititipkan akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat merasakan manfaatnya.
Mari jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, karena kebaikan yang kita berikan hari ini dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui:Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS
• Rekening Zakat: BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
• Rekening Infak dan sedekah: BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung
31/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS dan Kemenag Perkuat Sinergi Pemberdayaan Ekonomi, UMKM di Pagerwojo Terima Bantuan Modal dan Pendampingan Usaha
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus memperkuat sinergi lintas lembaga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi umat bersama Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan modal usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Pagerwojo yang dilaksanakan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagerwojo, Rabu (29/7/2026).
Pada tahap pertama ini, bantuan diserahkan kepada enam pelaku UMKM dengan nilai masing-masing sebesar Rp1.500.000. Program tersebut merupakan bagian dari target penyaluran kepada sepuluh penerima manfaat, sementara empat penerima lainnya akan menerima bantuan pada tahap berikutnya.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menjelaskan bahwa program bantuan modal usaha ini tidak hanya berorientasi pada pemberian dana, tetapi juga dirancang sebagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, melainkan dari sejauh mana usaha para penerima dapat berkembang dan meningkatkan taraf hidup mereka.
"Bantuan ini bukan sekadar memberikan modal usaha, tetapi akan terus kami dampingi. Bersama penyuluh agama dari Kemenag Tulungagung, kami akan melakukan pembinaan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi secara berkala agar bantuan yang diberikan benar-benar produktif, berkembang, dan memberikan manfaat maksimal bagi para penerima," jelasnya.
Lebih lanjut, Abdul Wachid mengungkapkan bahwa para penerima manfaat juga diajak membangun karakter dermawan melalui kebiasaan bersedekah. Setiap penerima dianjurkan untuk membiasakan sedekah subuh sebesar Rp2.000 setiap hari sebagai bentuk ikhtiar menumbuhkan semangat berbagi sekaligus meningkatkan keberkahan usaha yang dijalankan.
"Kalau sedekahnya istiqamah dan perkembangan usahanya baik, insyaallah akan kami pertimbangkan untuk mendapatkan tambahan bantuan modal. Harapan kami, mereka tidak selamanya menjadi penerima manfaat, tetapi suatu saat mampu naik kelas menjadi muzaki yang ikut membantu sesama melalui zakat, infak, dan sedekah," tambahnya.
Program pemberdayaan ekonomi ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat. Melalui sinergi bersama Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, BAZNAS berharap lahir lebih banyak pelaku usaha yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, Abdul Wachid menyampaikan doa dan harapannya kepada seluruh penerima bantuan. "Semoga bantuan ini benar-benar membawa manfaat, memberikan keberkahan dalam setiap usaha yang dijalankan, melapangkan rezeki, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan menjadi jalan agar para penerima kelak dapat menjadi pribadi yang mandiri, sukses, serta tumbuh menjadi muzaki yang menebarkan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
29/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berita Pendistribusian

Santunan Yatim pada Doa Akhir dan Awal Tahun 2025-2026 di Pendopo Kongas Arum
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan santunan kepada anak yatim dalam rangkaian acara doa akhir dan awal tahun serta pengajian akbar menyambut malam pergantian tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu malam (31/12/25).
Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako dengan total nilai Rp5.400.000,-.
Santunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah bersama BAZNAS terhadap kesejahteraan anak-anak yatim, khususnya di momen pergantian tahun.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Tulungagung. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat program-program sosial dan kemanusiaan, sehingga semakin banyak mustahik yang terbantu dan kesejahteraan umat dapat terus ditingkatkan.
02/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung

BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hidup untuk Suwito, Disabilitas Sebatangkara
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Pada Senin (8/12/25), BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Suwito, warga Dusun Mojo RT 003/RW 002, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, yang hidup dalam kondisi cacat fisik dan sebatangkara.
Sejak kecil, Suwito harus menjalani hidup yang tidak mudah. Ia menyandang cacat fisik sejak lahir dan diterlantarkan oleh orang tuanya. Ia kemudian dibesarkan oleh sang nenek yang menjadi satu-satunya tempat bergantung. Namun, setelah neneknya meninggal dunia, Suwito kembali kehilangan sandaran hidup.
Tanpa penghasilan dan tanpa tempat tinggal tetap, ia kini hanya menumpang di rumah kakaknya. “Hidup saya selama ini hanya berpindah-pindah. Mau cari nafkah, badan tidak mampu. Setelah nenek tiada, rasanya dunia gelap,” ujar Suwito dengan suara lirih.
Kisah pilu ini sampai kepada BAZNAS Tulungagung dan menjadi perhatian serius. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa kondisi yang dialami Suwito merupakan prioritas utama dalam pendistribusian zakat.
“Melihat kondisi Suwito yang cacat sejak lahir, diterlantarkan orang tua, kehilangan nenek, dan kini hidup menumpang, hati kami tergerak. Beliau adalah sasaran utama dana zakat. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab umat dalam mengembalikan martabat hidup beliau,” kata Suyadi.
BAZNAS Tulungagung menetapkan Suwito sebagai penerima bantuan biaya hidup rutin berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sebagai jaminan seumur hidup.
Saat menerima pencairan bantuan tersebut, Suwito tak mampu menahan air mata haru. Tangisnya kali ini adalah ungkapan syukur atas kepedulian yang akhirnya menghampirinya setelah bertahun-tahun menjalani hidup dalam kesendirian.
Suyadi menambahkan bahwa Suwito merupakan satu dari lebih dari 200 fakir miskin sebatangkara di Tulungagung yang kini mendapat perhatian dan bantuan rutin dari BAZNAS.
Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban hidup Suwito, BAZNAS juga mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung akan menjadi bantuan nyata bagi mereka yang paling membutuhkan.
09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Penyaluran Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Tulungagung - Upaya peningkatan sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pada Kamis (4/12/25), lembaga ini menyalurkan bantuan sanitasi kepada warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, dalam acara yang digelar di Balai Desa setempat.
Bantuan berupa uang tunai senilai Rp10.000.000,- diberikan kepada 5 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp2.000.000,-. Para penerima manfaat tersebut yaitu:
1. Muhammad Miftahul Huda, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
2. Miskam, Dsn Pucunglor RT 001 RW 004
3. Zumar, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
4. Markani, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
5. Bero, Dsn Pucunglor RT 003 RW 004
Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., didampingi oleh Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi atau yang akrab disapa Mbah Pucung.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa bantuan sanitasi ini diberikan untuk mendukung terciptanya lingkungan sehat di masyarakat.
“Seluruh bantuan sudah kami salurkan kepada para penerima, dan Alhamdulillah kini telah terbangun fasilitas WC yang lebih layak dan sehat. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses sanitasi yang memadai,” ungkap Suyadi.
Ia menambahkan bahwa fasilitas sanitasi yang baik merupakan pondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan keluarga yang lebih sehat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat, sekaligus mendorong kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya.
Kepala Desa Pucung Lor, Mbah Pucung, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bantuan ini, yang dinilai sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sarana sanitasi memadai.
BAZNAS berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.
04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Artikel Terbaru
Kasih Sayang Dimulai dari Kepedulian
Di tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan, perbedaan, dan berbagai persoalan sosial, sikap saling peduli dan menyayangi sesama menjadi sesuatu yang semakin berharga. Kesibukan, persaingan, dan kepentingan pribadi sering kali membuat seseorang lupa bahwa kehidupan akan terasa lebih indah ketika diwarnai dengan kasih sayang. Padahal, dalam ajaran Islam, kasih sayang bukan sekadar perasaan, melainkan akhlak mulia yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Kasih sayang merupakan salah satu sifat mulia yang menjadi ciri ajaran Islam. Melalui kasih sayang, hubungan antarmanusia menjadi lebih erat, beban hidup terasa lebih ringan, dan berbagai persoalan dapat dihadapi bersama. Tidak heran jika Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk memiliki hati yang lembut dan peduli terhadap siapa pun, karena di balik setiap kebaikan yang diberikan terdapat rahmat Allah SWT yang begitu luas.
Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan. Tidak ada seorang pun yang mampu menjalani kehidupan tanpa bantuan orang lain. Karena itulah, Islam mengajarkan agar setiap Muslim senantiasa memiliki hati yang lembut, penuh empati, dan ringan tangan dalam membantu siapa pun yang membutuhkan. Kasih sayang yang kita berikan kepada sesama menjadi salah satu jalan untuk memperoleh kasih sayang Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangi kalian." (HR. Tirmidzi)
Hadis tersebut mengandung pesan yang sangat mendalam bahwa rahmat Allah SWT akan senantiasa menyertai hamba-hamba-Nya yang memiliki kepedulian terhadap sesama makhluk. Kasih sayang tidak hanya ditunjukkan kepada keluarga atau orang-orang yang dekat dengan kita, tetapi juga kepada tetangga, fakir miskin, anak yatim, orang yang sedang tertimpa musibah, bahkan kepada hewan dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan.
Menyayangi sesama dapat diwujudkan melalui berbagai cara yang sederhana namun bermakna. Memberikan bantuan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan, menghibur orang yang sedang bersedih, memaafkan kesalahan orang lain, menjaga lisan agar tidak menyakiti hati, hingga berbagi sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk nyata dari kasih sayang yang diajarkan Islam. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan menjadi amal yang dicintai Allah SWT.
Kasih sayang juga menjadi pondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis. Ketika setiap individu memiliki kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya, maka akan tumbuh rasa persaudaraan, saling membantu, dan saling menguatkan. Di tengah masih banyaknya saudara-saudara kita yang menghadapi kesulitan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, masalah kesehatan, maupun berbagai persoalan kemanusiaan lainnya, kepedulian kita dapat menjadi sumber harapan yang menghadirkan semangat baru bagi mereka.
Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk kasih sayang yang diberikan tidak akan pernah sia-sia. Bahkan, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Ketika kita meringankan beban orang lain, sesungguhnya Allah sedang menyiapkan pertolongan dan kemudahan dalam kehidupan kita. Kasih sayang yang kita tebarkan akan kembali kepada diri kita dalam bentuk keberkahan, ketenangan hati, dan rahmat dari Allah SWT.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan kasih sayang sebagai bagian dari karakter dan gaya hidup sehari-hari. Jangan pernah ragu untuk berbuat baik, membantu, dan peduli kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang mereka. Sebab, bisa jadi satu bentuk kepedulian yang kita berikan hari ini menjadi penyebab hadirnya senyum, harapan, bahkan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Di era digital seperti sekarang, menebarkan kasih sayang dan kepedulian menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan mudah, aman, dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI:
Zakat• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat TulungagungInfak• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung
Atau klik -> Berbagi bersama BAZNAS
Karena setiap kasih sayang yang kita tebarkan kepada makhluk di bumi akan menjadi jalan datangnya kasih sayang Allah SWT kepada kita. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud nyata kepedulian, agar semakin banyak saudara yang terbantu dan semakin luas rahmat Allah mengalir bagi kehidupan kita semua.
21/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Jadilah Bermanfaat untuk Orang Lain
Di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat, banyak orang berlomba-lomba mengejar kesuksesan. Harta, jabatan, dan pencapaian sering kali dijadikan tolak ukur keberhasilan seseorang. Padahal, dalam pandangan Islam, ukuran kemuliaan manusia tidak hanya terletak pada apa yang berhasil dimiliki, tetapi juga pada seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.
Setiap manusia diciptakan dengan kemampuan dan kesempatan yang berbeda-beda. Ada yang diberikan kelebihan dalam harta, ilmu, tenaga, waktu, maupun pengalaman. Semua itu sejatinya bukan hanya untuk dinikmati sendiri, melainkan sebagai amanah yang dapat digunakan untuk menghadirkan kebaikan bagi orang lain. Sebab, hidup yang paling bermakna adalah hidup yang mampu menjadi alasan hadirnya senyum, harapan, dan kebahagiaan bagi sesama.
Rasulullah SAW telah mengajarkan prinsip hidup yang begitu sederhana namun memiliki makna yang luar biasa. Beliau bersabda:
"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Menolong tetangga yang sedang kesulitan, membantu biaya pendidikan seorang anak yang kesulitan untuk sekolah, menguatkan mereka yang sedang menghadapi cobaan, hingga berbagi rezeki kepada orang yang membutuhkan merupakan wujud nyata dari manfaat yang dapat kita berikan.
Menjadi pribadi yang bermanfaat juga berarti menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat. Sebab, masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, menggapai pendidikan yang layak, memperoleh layanan kesehatan, hingga membangun usaha demi menyambung kehidupan. Kepedulian dari banyak orang, meskipun tampak sederhana, dapat menjadi cahaya harapan bagi mereka untuk bangkit dan menjalani hidup dengan lebih baik.
Islam mengajarkan bahwa berbagi tidak akan pernah mengurangi harta. Sebaliknya, setiap kebaikan yang diberikan akan dibalas dengan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Ketika kita menjadi jalan keluar bagi kesulitan orang lain, sesungguhnya kita sedang membuka pintu kemudahan bagi kehidupan kita sendiri. Inilah indahnya berbagi, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga membawa ketenangan hati dan keberkahan bagi pemberinya.
Oleh karena itu, marilah kita tidak hanya menjadi pribadi yang saleh dalam hubungan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk berbuat baik, sekecil apa pun bentuknya. Karena bisa jadi, satu bantuan kecil yang kita berikan hari ini menjadi sebab berubahnya kehidupan seseorang di masa depan.
Di era digital seperti sekarang, menebar manfaat menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) denga mudah, aman dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI:
Zakat• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat TulungagungInfak• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung
Atau klik -> Berbagi kebaikan bersama BAZNAS
Karena pada akhirnya, warisan terbaik yang kita tinggalkan bukanlah sebanyak apa yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang telah kita hadirkan bagi kehidupan orang lain.
16/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Keistimewaan Bulan Safar: Memahami NIlainya dalam Kalender Hijriah
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Di tengah masyarakat, bulan ini sering dikaitkan dengan berbagai anggapan, seperti bulan yang membawa kesialan, waktu yang tidak baik untuk menikah, memulai usaha, atau bepergian. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa Bulan Safar adalah bulan sial ataupun memiliki kesialan tertentu.
Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa semua waktu yang Allah SWT ciptakan adalah baik. Musibah maupun nikmat yang diterima seseorang merupakan bagian dari takdir Allah SWT, bukan karena pengaruh suatu bulan. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memahami Bulan Safar berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah agar tidak terpengaruh oleh mitos yang berkembang di masyarakat.
Safar dalam Kalender Hijriah
Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan Hijriah. Nama Safar telah dikenal sejak masa Arab sebelum Islam. Sebagian ulama berpendapat bahwa nama tersebut berasal dari kata ?ifr yang berarti kosong, karena pada bulan ini banyak rumah ditinggalkan penduduknya untuk berdagang atau melakukan perjalanan.
Dalam Islam, Bulan Safar memiliki kedudukan yang sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya. Tidak terdapat ibadah khusus ataupun amalan tertentu yang hanya dikhususkan pada bulan ini sebagaimana Ramadan atau sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Namun, Bulan Safar tetap menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.
Meluruskan Mitos tentang Bulan Safar
Salah satu kesalahpahaman yang masih berkembang hingga saat ini adalah anggapan bahwa Bulan Safar membawa kesialan. Keyakinan tersebut berasal dari tradisi masyarakat Arab pada masa jahiliah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada 'adwa (penularan penyakit yang terjadi dengan sendirinya tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada hammah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar."
(HR. Bukhari No. 5707 dan Muslim No. 2220).
Hadis ini menjadi dasar bahwa seorang Muslim tidak boleh meyakini adanya bulan yang membawa kesialan. Segala sesuatu yang terjadi di dunia berlangsung atas kehendak dan ketetapan Allah SWT.
Hikmah Bulan Safar
Walaupun tidak memiliki keutamaan khusus sebagaimana beberapa bulan lainnya, Bulan Safar tetap memiliki banyak pelajaran bagi kehidupan seorang Muslim.
1. Menguatkan akidah dan tawakal
Bulan Safar mengingatkan umat Islam agar hanya bergantung kepada Allah SWT. Seorang Muslim tidak boleh mempercayai ramalan, hari sial, atau bulan sial karena semua urusan berada dalam kekuasaan Allah.
2. Menumbuhkan sikap optimis
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berprasangka baik kepada Allah SWT (husnuzan). Oleh karena itu, tidak ada alasan menunda pernikahan, membuka usaha, pindah rumah, ataupun melakukan perjalanan hanya karena memasuki Bulan Safar.
3. Menjauhi tahayul dan khurafat
Salah satu hikmah terbesar Bulan Safar adalah menjadi pengingat agar umat Islam meninggalkan berbagai kepercayaan yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Seorang Muslim hendaknya mengambil keputusan berdasarkan ilmu dan pertimbangan yang baik, bukan karena mitos.
4. Menjadikan setiap bulan sebagai kesempatan memperbaiki diri
Datangnya Bulan Safar menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap bulan merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Safar
Memang tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan atau disunnahkan secara khusus pada Bulan Safar. Namun, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebagaimana pada bulan-bulan lainnya.
1. Memperbanyak salat sunnah
Selain menjaga salat lima waktu, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat sunnah seperti salat Duha, salat Tahajud, salat Rawatib, dan salat Witir sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
2. Membaca Al-Qur'an setiap hari
Membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, termasuk pada Bulan Safar. Membaca Al-Qur'an akan menambah ketenangan hati dan memperkuat keimanan.
3. Memperbanyak zikir dan doa
Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istigfar, serta memperbanyak doa menjadi amalan yang dapat dilakukan setiap hari. Rasulullah ? juga menganjurkan umatnya untuk senantiasa memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT.
4. Memperbanyak istigfar dan bertaubat
Bulan Safar dapat dijadikan momentum untuk mengevaluasi diri atas kesalahan yang telah dilakukan. Dengan memperbanyak istigfar dan taubat yang sungguh-sungguh, seorang Muslim berharap memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT.
5. Bersedekah dan membantu sesama
Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Bantuan yang diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, maupun masyarakat yang membutuhkan akan membawa manfaat bagi penerima sekaligus menjadi ladang pahala bagi pemberinya.
Penutup
Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan sebagaimana anggapan sebagian masyarakat. Islam mengajarkan bahwa semua bulan merupakan ciptaan Allah SWT dan tidak memiliki kekuatan untuk mendatangkan manfaat maupun mudarat dengan sendirinya.
Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mengisi Bulan Safar dengan memperbanyak amal saleh, memperkuat akidah, menjauhi tahayul, serta meningkatkan kualitas ibadah. Dengan pemahaman yang benar, Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik.
08/07/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
BAZNAS TV
Selayang Pandang Program Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kab. Tulungagung
Penulis: BAZNAS Tulungagung
Beasiswa SKSS BAZNAS: Lentera Harapan di Langit Rama
Penulis: BAZNAS Tulungagung





