WhatsApp Icon
Kisah Isra Miraj dan Hikmahnya Bagi Umat muslim

Isra’ Mi'raj merupakan peristiwa yang istimewa dalam agama Islam, yaitu dimana Allah SWT memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad SAW yaitu berupa perjalanan yang mulia bersama malaikat Jibril mulai dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha Palestina. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT sang pencipta alam semesta.

Kisah Singkat Perjalanan Isra' Mi'raj Nabi

Peristiwa Isra' Mi'raj terjadi pada periode Mekkah, ketika Rasulullah SAW sedang berada dalam masa sulit yang disebut Aam al-Huzn (Tahun Kesedihan). Beliau baru saja kehilangan istri tercinta, Siti Khadijah, dan paman yang melindunginya, Abu Thalib. Di tengah duka tersebut, Allah SWT menghibur beliau dengan sebuah perjalanan agung.

Dalam Suatu malam nabi sedang tidur di dalam kamarnya, malaikat Jibril mengeluarkan hati Nabi dan mensucikannya, kemudian mengisi hati nabi dengan emas yang dipenuhi dengan iman dan setelah itu mengembalikannya seperti semula. Kemudian Malaikat Jibril membawa Rasulullah dengan menggunakan Buraq (makhluk surgawi yang langkah kakinya sejauh mata memandang). Nabi berangkat dari Masjidil Haram (Mekkah) menuju Masjidil Aqsa (Palestina).

Sesampainya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin salat berjamaah sebagai imam bagi para Nabi dan Rasul terdahulu. Ini menunjukkan kedudukan beliau sebagai pemimpin para nabi. Setelah dari Masjidil Aqsa, Nabi memulai perjalanan naik ke langit melewati tujuh lapis langit. Di setiap lapisan langit, Nabi bertemu dengan nabi-nabi sebelumnya, mulai dari Nabi Adam AS, Nabi Isa AS, Nabi Yahya AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Idris AS, Nabi Harun AS, Nabi Musa AS, hingga Nabi Ibrahim AS.

Setelah itu nabi melakukan perjalanan ke Sidratul Muntaha Beliau terus naik hingga mencapai tempat tertinggi yang tidak bisa dilewati bahkan oleh Malaikat Jibril sekalipun. Di sinilah Nabi Muhammad SAW berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.

Di Baitul Makmur, Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat 50 waktu dari Allah SWT. Saat turun, beliau bertemu Nabi Musa AS yang mengingatkan bahwa umat Muhammad tidak akan sanggup melakukannya. Atas saran Nabi Musa, Rasulullah berkali-kali kembali menghadap Allah untuk memohon keringanan. Jumlahnya terus dikurangi hingga akhirnya ditetapkan menjadi 5 waktu sehari semalam. Meski Nabi Musa masih menyarankan untuk meminta keringanan lagi, Nabi Muhammad SAW menjawab: "Aku malu kepada Tuhanku, aku ridha dan pasrah".

Keseluruhan perjalanan luar biasa ini terjadi hanya dalam waktu satu malam. Keesokan harinya, ketika Nabi menceritakan hal ini kepada kaum kafir Quraisy, banyak yang mengejek dan menganggapnya tidak masuk akal. Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi orang pertama yang membenarkannya tanpa ragu sedikit pun, sehingga ia mendapat gelar Al-Shiddiq (yang membenarkan).

Hikmah Spiritual Isra' Mi'raj

Isra' Mi'raj merupakan sebuah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu Menuju sidratul Muntaha dalam satu malam peristiwa ini adalah bentuk penghiburan dari Allah kepada Nabi Muhammad setelah mengalami tahun kesedihan (Aam al - Huzn). 

1. Memahami tanda - tanda kebesaran Allah

Salah satu hikmah Isra Miraj adalah menyaksikan tanda kebesaran Allah SWT. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan wujud asli Malaikat Jibril yang memiliki 600 sayap hingga menutupi langit. Selain itu, Nabi juga diperlihatkan gambaran surga dan neraka serta berbagai keajaiban lainnya sebagai penguat keimanan akan hal-hal gaib.

2. Pentingnya kedudukan sholat

Berbeda dengan ibadah lain (seperti zakat atau puasa) yang perintahnya turun melalui wahyu Malaikat Jibril di bumi, salat lima waktu diperintahkan langsung oleh Allah kepada Nabi di Sidratul Muntaha. Ini menunjukkan bahwa salat adalah ibadah yang paling utama dan merupakan "jalur komunikasi" langsung antara hamba dengan Sang Pencipta.

3. Keseimbangan dunia dan akhirat

Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (bumi) lalu ke Sidratul Muntaha (langit) mengajarkan kita untuk menjaga keseimbangan yaitu ?Hablum Minannas (Menjaga hubungan baik antar manusia di bumi) dan Hablum Minallah (Menjaga hubungan spiritual dengan Allah melalui salat).

Jika Isra' Mi'raj merupakan tentang perjalanan spiritual, maka sedekah merupakan manifestasi keimanan ke bumi. Sebagaimana salat yang diterima saat Isra' Mi'raj berfungsi sebagai pembersih jiwa sedangkan sedekah untuk membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan.

Mari kita sebagai umat Muslim merenungi peristiwa istimewa Isra' Mi'raj untuk menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat untuk sesama. Mari kita sempurnakan hubungan kita kepada Allah (Hablun Minallah) dengan melaksanakan salat dan memperbaiki Hablum minannas melalui zakat, sedekah, dan infaq.  

15/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Sedekah sebagai Investasi dalam Kebaikan dan Keberkahan, Bukan Hanya Sekedar Melepas Harta

Sebagian dari kita banyak yang masih ragu untuk memberikan sebagian harta kita kepada orang lain karena takut hartanya berkurang. Padahal jika kita memberi baik dalam bentuk harta atau waktu Allah justru memberikan lebih banyak kebaikan kepada kita baik dalam bentuk pahala, penghapusan dosa, atau rejeki yang berlimpah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist;

“Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, ia bersabda, ‘Sedekah (zakat) tidak akan mengurangi harta, tidaklah Allah menambah seorang hamba sebab pengampunannya (bagi orang lain) kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang tawadhu’ karena Allah melainkan Allah angkat derajatnya,’”  (HR Muslim).

Hadist ini menjelaskan bahwa ketika kita bersedekah atau berzakat harta kita tidak akan berkurang, Allah justru akan memberikan keberkahan dan melipatgandakan harta yang kita miliki. Bersedekah juga merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan  karena dapat membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir dan tamak, mendapatkan pahala dan penghapusan dosa, serta membuka pintu rejeki bagi orang – orang yang melakukan bersedekah.

Secara logika matematika jika 10 dikurangi 1 maka akan menjadi 9. Namun berbeda dalam pandangan ilmu berbagi ketika 1 dikurangi 1 bisa menjadi 10, memberi bukan bentuk pengurangan harta melainkan bentuk investasi, ketika kita bersedekah sebenarnya kita sedang menanam benih kebaikan  yang suatu hari nanti akan bertumbuh menjadi baik dalam bentuk ketenangan hati, kesehatan, atau bahkan terbukanya pintu rejeki yang tidak disangka sangka.

Dari sini kita belajar bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah.  Kita tidak perlu menunggu kaya untuk saling berbagi karena ketika kita bersedekan Allah akan mencukupkan kita dari arah yang tidak disangka – sangka dan ingatlah jika harta yang kita simpan mungkin akan hilang tetapi jika harta kita sedekahkan ini akan menjadi milik kita untuk selamanya dalam bentuk pahala dan kebaikan.

Rahasia merasa cukup adalah bukan dengan kita menggenggam rapat rapat harta yang kita miliki tetapi dengan belajar untuk membagikan sebagian harta kita kepada orang lain karena sebagian harta kita juga merupakan hak orang lain. Mari kita menjadi bagian dari orang – orang yang mengukir kebahagiaan dengan memberi sebagian harta kita kepada mereka yang membutuhkan.

“YUK, BERSEDEKAH MULAI HARI INI ! KECIL BAGI KITA NAMUN BERARTI BAGI MEREKA”.

13/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Amalan Ringan, Pahala Besar: Sunnah yang Dianjurkan di Hari Jumat

Hari Jum’at merupakan hari yang paling istimewa dibandingkan dengan hari-hari lain dalam sepekan. Dalam Islam, hari ini disebut sebagai Sayyidul Ayyam, yang artinya rajanya hari. Sebutan ini bukan tanpa alasan. Jumat memiliki keutamaan yang begitu besar dan keberkahan yang melimpah bagi siapa pun yang menghidupkannya dengan ibadah dan kebaikan.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.”

Hadis ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan hari Jumat di sisi Allah. Ia bukan sekadar hari biasa, tetapi hari penuh sejarah, hari penuh peristiwa besar yang berkaitan dengan kehidupan manusia.

Karena kemuliaannya, hari Jumat bukan hanya tentang shalat berjamaah, tetapi juga tentang menghidupkan sunnah dan memperbanyak amalan. Setiap detiknya mengandung kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjemput keberkahan.

1. Mandi dan Berhias Sebelum Sholat Jum'at

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan sebelum melaksanakan shalat Jumat ialah mandi terlebih dahulu. Nabi Muhammad SAW yang menegaskan pentingnya mandi pada hari Jumat sebagai bentuk penyucian diri sebelum beribadah 

"Barangsiapa yang mendatangi shalat Jumat baik laki-laki maupun wanita maka hendaklah mandi." (HR Ibnu Hibban).

"Sesungguhnya hari ini (Jumat) adalah hari raya yang Allah peruntukkan bagi umat Islam. Maka, barangsiapa yang hendak menuju sholat Jumat hendaklah ia mandi, memakai wewangian jika ada, dan gunakanlah siwak." (HR Ibnu Majah dan At-Thabrani. Dihasankan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami').

Anjuran untuk memakai pakaian yang indah (terbaik) juga disebutkan dalam QS. Al-Araf ayat 31. Allah SWT berfirman sebagai berikut yang artinya:

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan."

2. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Membaca shalawat di hari Jumat merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Hari yang penuh berkah ini menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak pujian kepada Rasulullah SAW sebagai bentuk cinta dan pengingat agar kita senantiasa meneladani akhlaknya. Sebagaimana tertuang dalam sabda, Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

"Perbanyaklah sholawat kepadaku pada malam Jumat dan hari Jumat, barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali," (HR Baihaqi)

3. Membaca Surat Al-Kahfi

Di antara sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan pada hari Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi. Dalam suatu hadits disampaikan:

"Dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulul­lah SAW pernah bersabda: Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka timbullah cahaya baginya dari telapak kakinya hingga ke langit yang memberikan sinar baginya kelak di hari kiamat, dan diampunilah baginya semua dosa di antara dua hari Jumat." (HR An-Nasa'i dan Baihaqi).

Amalan ini bertujuan untuk mendapatkan petunjuk dan cahaya bagi kehidupan dunia dan akhirat.

4. Berdoa pada Waktu Mustajab

Pada hari Jumat terdapat satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, yaitu saat di mana setiap permohonan seorang hamba akan dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

"Pada hari Jum'at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah 'Ashar." (HR Abu Daud).

Para ulama berbeda pendapat tentang waktu mustajab ini, namun banyak yang meyakini bahwa waktu tersebut adalah antara Ashar hingga Maghrib.

5. Shalat Jumat

Shalat Jumat adalah kewajiban bagi setiap laki-laki Muslim yang telah baligh, berakal, dan tidak sedang dalam perjalanan. Ibadah ini memiliki keutamaan besar karena disebut langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli." (QS Al-Jumuah: 9)

6. Bersiwak

Salah satu sunnah yang dianjurkan menjelang shalat Jumat adalah bersiwak. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menjaga kebersihan mulut dan gigi, terutama pada hari yang mulia seperti Jumat.

Dalam sebuah hadits riwayat Baihaqi dan At-Thabrani, Rasulullah SAW selalu bersiwak, memotong kuku, dan mencukur kumis setiap hari Jumat, tepatnya sebelum beliau berangkat ke masjid.

Artinya: "Adalah Rasulullah SAW memotong kuku dan mencukur kumis pada hari Jumat sebelum beliau pergi salat jumat." (HR Baihaqi dan At-Thabrani)

7. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian

Selain bersiwak, mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian juga termasuk sunnah yang dianjurkan pada hari Jumat. Hari yang penuh keberkahan ini sebaiknya disambut dengan tampilan yang rapi dan harum, sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu istimewa yang dimuliakan Allah SWT. 

Hari Jumat adalah anugerah yang Allah SWT berikan kepada umat Islam sebagai hari penuh keberkahan dan kesempatan untuk memperbanyak pahala. Setiap detiknya menyimpan nilai kebaikan bagi siapa pun yang mengisinya dengan keikhlasan dan ibadah. 

Maka, jangan biarkan Jumat berlalu begitu saja. Jadikan ia hari penuh amal, penuh syukur, dan penuh cinta kepada Allah. Karena setiap Jumat adalah undangan dari-Nya untuk menjadi hamba yang lebih baik.

05/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Indahnya Sedekah dan Zakat di Masa Rosululloh

Sedekah dan Zakat pada Masa Rasulullah SAW merupakan Pondasi Keadilan Sosial dalam Islam

Pada masa Rasulullah SAW, sedekah dan zakat bukan hanya sekadar ibadah ritual, tetapi juga merupakan sistem sosial yang membentuk keadilan, persaudaraan, dan kesejahteraan umat. Melalui dua amalan inilah pada zaman Rosul masyarakat Madinah tumbuh menjadi komunitas yang kuat, saling menolong, dan jauh dari kesenjangan sosial. karena zakat dan sedekah ini membawa pengaruh yang baik bagi masyarakat, sehingga zakat dan wakaf ini menjadi hal yang bisa di lakukan secara terus menerus.

Zakat Merupakan Sistem Sosial yang Teratur

Zakat pada masa Rasulullah SAW merupakan instrumen ekonomi yang terkelola dengan sangat baik. Rasulullah menugaskan para amil zakat untuk mendata, mengumpulkan, dan menyalurkan zakat kepada delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

"sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, para Amil zakat, Mualaf, untuk memerdekakan hamba sahaya (Riqab), untuk membebaskan orang-orang yang berhutang (Gharim), untuk fisabilillah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang membutuhkan pertolongan) sebagai kewajiban dari Allah (Ibnu Sabil). sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS At-Taubah:60)

Ayat ini menjelaskan secara tegas bahwa zakat memiliki delapan golongan penerima (asnaf). Pembagian ini tidak boleh keluar dari ketentuan tersebut karena merupakan ketetapan langsung dari Allah. Dengan kata lain, zakat bukan sedekah biasa yang bisa diberikan kepada siapa saja, melainkan ibadah sosial yang diatur secara rinci demi keadilan dan kesejahteraan umat. QS. At-Taubah ayat 60 menunjukkan betapa zakat adalah sistem sosial yang lengkap dan adil. Dengan menyalurkan zakat sesuai syariat, umat Islam bukan hanya menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga membangun masyarakat yang peduli, kuat, dan sejahtera.

Zakat dikelola secara sistematis oleh negara, bukan sekadar pemberian pribadi. Hasilnya, pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang melanjutkan sistem Rasulullah SAW hampir tidak ditemukan lagi orang miskin yang mau menerima zakat karena semua kebutuhan dasar masyarakat sudah terpenuhi. Bahkan dalam satu waktu, petugas zakat atau amil zakat cukup kesulitan mencari orang miskin yang membutuhkan. Mereka rata-rata dalam kondisi yang cukup bahkan mampu untuk membayar zakat.

Sedekah merupakan Cermin Keikhlasan dan Kepedulian

Selain zakat, Rasulullah SAW juga sangat menekankan pentingnya sedekah. Sedekah tidak memiliki batasan jumlah maupun bentuk. Setiap muslim, baik kaya maupun miskin, memiliki kesempatan yang sama untuk bersedekah. Rasulullah SAW sendiri adalah teladan terbaik dalam bersedekah. Beliau dikenal sangat dermawan, terutama di bulan Ramadan, bahkan para sahabat pun mengikuti jejak beliau. Ada yang menyedekahkan harta, ada yang memberi makanan, bahkan ada yang menolong dengan tenaga dan doa.

Dampak Sosial Sedekah dan Zakat di Zaman Nabi

Pada masa Rasulullah SAW, zakat dan sedekah membawa perubahan besar dalam kehidupan umat:

1.  Menghapus kesenjangan sosial antara kaya dan miskin
2.  Menumbuhkan Solidaritas antar warga
3.  Membangun kepercayaan dan stabilitas ekonomi
4.  Menciptakan masyarakat yang memiliki akhlak tinggi

Karena setiap individu terbiasa memberi. Berkat sistem ini, Madinah menjadi masyarakat yang makmur dan beradab, sebuah model peradaban Islam yang berkeadilan. Meneladani Semangat Kebaikan Rasulullah SAW kini, semangat zakat dan sedekah yang diajarkan Rasulullah SAW perlu terus dihidupkan. Di era modern, ada banyak lembaga yang  hadir untuk mengelola zakat dan sedekah secara amanah, transparan, dan tepat sasaran sebagaimana yang telah dicontohkan di masa Rasulullah SAW.


Dengan meneladani sistem zakat dan sedekah pada masa Rasulullah SAW, kita diajak untuk terus menumbuhkan kepedulian dan memperkuat keadilan sosial di tengah masyarakat. Kini, semangat kebaikan itu dapat kita wujudkan melalui lembaga yang amanah dan terpercaya. BAZNAS Kabupaten Tulungagung hadir sebagai sarana untuk mengelola zakat dan sedekah Anda secara profesional, tepat sasaran, dan sesuai syariat.

Mari bersama melanjutkan warisan kebaikan Rasulullah SAW. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung, agar setiap kebaikan yang kita keluarkan menjadi keberkahan bagi sesama dan menjadi cahaya yang menguatkan umat. Semoga Allah membalas setiap amal kita dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin.

19/11/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Saatnya Berjuang Tanpa Senjata: Jadilah Pahlawan Lewat Kedermawanan

Setiap 10 November, bangsa Indonesia mengenang para pahlawan yang telah menorehkan sejarah dengan darah dan air mata. Mereka berjuang bukan untuk pujian, jabatan, atau penghargaan, tetapi karena cinta yang mendalam terhadap tanah air. Dengan tekad dan keberanian, mereka rela kehilangan segalanya demi satu kata yang sakral: MERDEKA.

Namun, makna perjuangan tidak berhenti di masa lalu. Semangat kepahlawanan bukan sekadar kenangan, melainkan api yang harus terus menyala dalam diri setiap anak bangsa. Di era yang serba modern ini, kita tidak lagi berperang melawan penjajah bersenjata, tetapi menghadapi tantangan baru, kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakpedulian sosial. Di sinilah setiap kita dipanggil untuk menjadi pahlawan masa kini, melalui senjata yang berbeda yaitu dengan kepedulian dan kedermawanan.

Salah satu wujud nyata dari semangat itu adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketiganya bukan hanya ibadah finansial, tetapi juga bentuk perjuangan sosial yang mulia. Dengan berzakat, kita membantu mereka yang kekurangan agar bangkit dan berdaya. Dengan berinfak, kita memperkuat solidaritas umat. Dan dengan bersedekah, kita menebar kasih sayang dan harapan di tengah kehidupan yang kerap terasa keras.

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah [9]:103:

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..."

Ayat ini menegaskan bahwa zakat bukan hanya tentang berbagi harta, tapi juga tentang membersihkan jiwa dan melatih hati untuk peduli. Kebaikan yang tumbuh dari zakat, infak, dan sedekah sejatinya adalah bentuk perjuangan melawan egoisme, keserakahan, dan keengganan untuk berbagi.

Rasulullah SAW bersabda dalam HR. Bukhari dan Muslim:

"Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah."

Sederhana, namun dalam maknanya. Memberi lebih mulia daripada meminta. Dan di situlah nilai kepahlawanan tumbuh. Ketika seseorang berani memberi, bahkan dalam keterbatasannya, demi kebaikan yang lebih besar.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, kepahlawanan sejati mungkin tidak lagi terdengar dengan dentuman senjata, melainkan dengan langkah-langkah kecil yang penuh keikhlasan: seorang donatur yang membantu usaha kecil agar bangkit, seorang muzakki yang menyalurkan zakatnya dengan niat tulus, atau seorang relawan yang turun langsung mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan. Merekalah pahlawan zaman ini yang tak berperang di medan laga, tapi berjuang di medan kemanusiaan.

Momen Hari Pahlawan menjadi saat yang tepat untuk merenung dan bertanya pada diri sendiri: Sudahkah kita meneruskan semangat mereka? Sudahkah kita berbuat sesuatu untuk sesama? Sebab bangsa ini tidak hanya memerlukan pahlawan yang berani mengangkat bambu runcing, tapi juga pahlawan yang berani mengulurkan tangan.

Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai sarana untuk menyalakan kembali semangat perjuangan. Melalui kebaikan yang kita tanam, insyaAllah akan tumbuh kesejahteraan, keadilan, dan keberkahan bagi banyak orang.

Selamat Hari Pahlawan

Mari terus berjuang dengan cara kita masing-masing, berjuang untuk menebar manfaat, menguatkan sesama, dan menyalakan cahaya kebaikan di setiap sudut kehidupan. Karena Indonesia yang kuat bukan hanya dibangun oleh pahlawan yang gugur di masa lalu, tapi juga oleh mereka yang hari ini masih memilih untuk berbagi, peduli, dan berkorban dengan ikhlas.

10/11/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Artikel Terbaru

Uang Simpanan, Apa Wajib Kita Zakati? 
Uang Simpanan, Apa Wajib Kita Zakati? 
Harus kita kita ketahui bahwasanya kewajiban zak?t m?l adalah berlaku pada harta yang tersimpan (kanzun) yang terdiri atas emas dan perak, dalam salah satu ayat sudah dijelaskan: “Orang-orang yang menyimpan emas dan perak kemudian ia tidak menafkahkannya di jalan Allah (mengeluarkan zakatnya), maka berilah kabar gembira terhadap mereka akan azab yang teramat pedih.”(QS at-Taubah :34) Ada dua jenis emas dan perak yang saat ini beredar di masyarakat, yaitu pertama berupa emas murni yang biasanya berwujud emas batangan, dan kedua berupa emas yang dicetak. Untuk emas yang dicetak umumnya disebut sebagai huliyyin mub?h, yaitu perhiasan mubah. Ada kalanya emas yang ada dalam bentuk cetak ini berupa kalung, cincin, atau berupa mata uang seperti dinar dan dirham. Nishab dari huliyyin mubah ini adalah 20 mitsq?l, setara dengan 20 dinar, atau kurang lebih 425 gram. Sementara nishab emas murni adalah setara 85 gram. Masing-masing dari emas murni dan emas yang dicetak ini wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% (rub’u al-‘ushr). Untuk nishab perak dalam bentuk huliyyin mubah, adalah sama dengan 200 dirham atau setara dengan kadar 2.975 gram. Adapun bila dalam bentuk perak murni (batangan), maka nishabnya setara dengan ukuran timbangan 595 gram. Zakat yang wajib dikeluarkan dari perak ini juga sama yaitu 2,5%-nya. Catatan yang perlu kita perhatikan dari keberadaan zakat emas dan perak tadi adalah bahwa keduanya telah disimpan (kanzun) selama kurang lebih 1 tahun, baik dalam bentuk batangan murni atau dalam bentuk cetak (KH. Afifuddin Muhadjir, Fathu al-Mudj?b al-Qar?b fi hilli Alf?dhi al-Taqr?b) Lantas kalian tau gak, hubungan keberadaan emas dan perak ini dengan uang? Hubungan kuduanya sangatlah erat, karena sejarah mata uang di dunia ini erat hubungannya dengan emas dan perak. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih klasik pun juga disebutkan adanya relasi antara mata uang dengan emas dan perak. Dilansir dari nu.or.id dalam Keputusan Muktamar ke-8 Nahdlatul Ulama di Jakarta, tanggal 12 Muharram 1352 H./ 7 Mei 1933 M juga menyamakan kedudukan uang ini sama dengan emas dan perak. Namun menilik dari tahun dihasilkannya keputusan tersebut, keputusan itu tidak bisa disalahkan karena memang pada tahun itu kedudukan uang masih memiliki simpanan berupa cadangan emas yang terletak di Bank Indonesia. Pasca dihasilkannya keputusan Muktamar NU yang ke-8 itu berlakulah hukum bahwa setiap uang yang disimpan oleh masyarakat, adalah bernilai cadangan emas dan perak. Karena ia bernilai cadangan emas, maka bila uang tersebut disimpan selama satu tahun, baik disimpan sendiri atau disimpan di bank, dengan catatan yaitu asal tidak dipergunakan sama sekali, maka dari uang ini berlaku nishab zakat.
ARTIKEL05/07/2024 | BAZNAS Tulungagung
Kisah singkat,  Dahsyatnya Sedekah
Kisah singkat,  Dahsyatnya Sedekah
Dikisahkan dalam kitab Risalah Nawadirul Hikayah karya Ahmad Syihabuddin bin Salamah Al Qulyubi. Menceritakan betapa hebatnya (dahsyatnya) sedekah yang bahkan mampu menyelamatkan seseorang dari ketentuan sebagai ahli neraka. Cerita tersebut berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha, bahwa suatu saat telah membeli seorang jariyah, seorang budak perempuan. Sesaat kemudian, malaikat Jibril turun ke bumi dan berkata kepada Nabi Muhammad Saw : "Wahai Muhammad, keluarkanlah budak itu dari rumahmu, karena sesungguhnya ia adalah ahli neraka." Nabi pun mengutarakan perintah malaikat Jibril ini kepada Aisyah. Lalu Aisyah dengan perasaan iba dan wajah kasihan saat melepas kepergian sang budak yang telah dimerdekaannya. Aisyah melepas kepergian sang budak dengan membekalinya beberapa kurma sebagai teman dalam perjalanan. Singkat cerita, saat dalam perjalanan tersebut sang budak pun merasa kelelahan dan memakan kurma pemberian dari Aisyah itu dengan lahap. Namun saat ia menikmati bekal kurma, datang kepadanya seorang fakir meminta-minta.Dari perawakan sang fakir sangat jelas bahwa kondisinya lebih memprihatinkan dibandingkannya dirinya. Karena itu, meskipun lapar dan sesungguhnya ia juga masih membutuhkan bekal kurma, sang budak memberikan tidak hanya sebagian, bahkan seluruh kurma yang tersisa kepada fakir tersebut. Dan benar, sang fakir tersebut sangat kelaparan dan memakan semua kurma yang diberikan oleh sang budak itu tanpa sisa satupun. Melihat hal itu, sang budak berbesar hati untuk merelakan kurma yang sebenarnya jatahnya kepada kalangan yang lebih membutuhkan, yakni fakir itu. Dan betapa dahsyat kekuatan sedekah. Tak lama kemudian setelah sang budak memberikan kurma kepada fakir tadi, malaikat Jibril kembali turun ke bumi. Kali ini mewahyukan kepada Nabi Muhammad bahwa diperintah untuk kembali membiarkan sang budak di rumahnya. Karena sungguh, lantaran sedekah sang budak, rahmat Allah turun dan ia pun batal masuk neraka.
ARTIKEL03/07/2024 | BAZNAS Tulungagung
Hari Jum'at Sebagai Sayyidul Ayyam
Hari Jum'at Sebagai Sayyidul Ayyam
Apa kalian tau apa sih yang dimaksud sayyidul ayyam itu? Hari Jum'at sebagai sayyidul ayyam atau rajanya hari, tentu mengingatkan bahwa hari jum'at bisa menyakinkan pandangan kita dan memastikan kaum muslimin untuk menghiasi hari jum'at dengan hal-hal yang terbaik. Hari Jumat adalah hari istimewa yang dengannya Allah mengagungkan dan menghiasi Islam. Allah memuliakan umat Muhammad SAW dengan hari Jumat, yang tidak diberikan kepada umat nabi terdahulu. Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan keutamaan hari Jumat. Bahkan ada beberapa ulama yang secara khusus menjadikannya dalam satu bentuk karya, seperti kitab al-Lum’ah fi Khashaish al-Jumat, karya Syekh Jalaluddin al-Suyuthi. Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ubadah sebuah hadits: "Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat." Nahh apakah kalian tau juga, mengapa langit, bumi, batu dan benda-benda mati lainnya mengalami kekhawatiran? Padahal benda-benda tersebut merupakan makhluk yang tidak bernyawa? Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam Manahij al-Imdad menjelaskan : "Maksudnya, Allah menciptakan kepada makhuk-makhluk tidak bernyawa ini pengetahuan tentang hal-hal yang terjadi pada hari Jumat tersebut. Rahasia dari kekhawatiran mereka adalah bahwa hari kiamat sebagaimana telah dijelaskan terjadi pada hari Jumat di antara waktu Subuh dan terbitnya matahari. Maka tidaklah binatang-binatang kecuali khawatir akan datangnya hari kiamat pada pagi hari Jumat ini. Saat pagi hari tiba, mereka memuji kepada Allah dan memberi ucapan selamat satu sama lain, mereka mengatakan; ini hari baik. Kiamat tidak terjadi pada pagi hari ini”. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz 1, halaman 286). Ada banyak keutamaan yang dapat dilakukan pada hari jum'at seperti seorang Muslim yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan dinaungi cahaya di antara dua Jumat. Nabi juga menganjurkan agar memperbanyak membaca shalawat pada hari Jumat. Dalam hadist dijelaskan : "Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari dan malam Jumat. Barangsiapa membaca shalawat untuku satu kali, maka Allah membalasnya sepuluh kali."
ARTIKEL28/06/2024 | BAZNAS Tulungagung
Teladan Abu Thalhah: Sedekah Paling Berharga Dengan Harta Yang Kita Cintai
Teladan Abu Thalhah: Sedekah Paling Berharga Dengan Harta Yang Kita Cintai
Bersedekah dengan harta yang kita cintai memanglah amat sangat berat. Karena sifat manusia yang sangat mencintai hartanya lalu enggan mengeluarkannya. Allah berfirman dalam QS. Al fajr:20: “Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu adalah orang Anshar yang memiliki banyak harta di kota Madinah berupa kebun kurma. Ada kebun kurma yang paling ia cintai yang bernama Bairaha’. Kebun tersebut berada di depan masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasukinya dan minum dari air yang begitu enak di dalamnya. " Anas berkata (saat turun ayat, QS. Al Imron:2) Artinya :“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. " Sungguh harta yang paling aku cintai adalah kebun Bairaha’. Sungguh aku wakafkan kebun tersebut karena mengharap pahala dari Allah dan mengharap simpanan di akhirat. Aturlah tanah ini sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi petunjuk kepadamu. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bakh! Itulah harta yang benar-benar beruntung. Itulah harta yang benar-benar beruntung. Aku memang telah mendengar perkataanmu ini. Aku berpendapat, hendaknya engkau sedekahkan tanahmu ini untuk kerabat. Lalu Abu Thalhah membaginya untuk kerabatnya dan anak pamannya.” (HR. Bukhari, no. 1461 dan Muslim, no. 998)
ARTIKEL26/06/2024 | BAZNAS Tulungagung
Menjemput Berkah Melalui Sedekah
Menjemput Berkah Melalui Sedekah
Di antara wujud syukur yang telah diajarkan oleh Rasulullah adalah dengan saling membantu dalam kebaikan sebagai nilai-nilai penting dalam Islam. Rasulullah memberikan banyak ajaran tentang solidaritas, tolong-menolong, dan kasih sayang antar sesama muslim. Dalam kebersamaan dan saling membantu, umat Islam dapat memperkuat tali persaudaraan dan menciptakan masyarakat yang lebih baik dan bahagia. Mari kita juga menguatkan prinsip hidup kita untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan menjalankan perintah-Nya seperti saling berbagi rezeki dan menjauhi larangan-Nya. Allah berfirman dalam QS. Al Baqarah : 215, Yang artinya : "Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. ‎Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, ‎kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan ‎membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha ‎Mengetahuinya.’’‎ Begitu penting dan berharganya melakukan sedekah, Allah memberikan balasan ‎dengan berbagai balasan, di antaranya :‎‎ Diangkat derajat dan ditambah kemuliaan seseorang Didoakan malaikat Menjaga diri dari siksa api neraka Rasulullah bersabda: “Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim). Berbagi akan mendatangkan keberkahan. Apa itu keberkahan? Keberkahan adalah ziyadatul khair yakni bertambahnya kebaikan. Keberkahan ini bisa terlihat dari tigal hal yakni: Pertama adalah sedikit namun manfaat dan dampaknya banyak. Contoh, makanan yang seharusnya cukup dimakan tiga orang, namun karena ada keberkahan maka manfaatnya bisa dirasakan oleh orang banyak. Kedua, berkah itu memang sesuatu yang yang masih misterius dan kita baru mengetahui dan merasakan berkahnya setelah kita mengalami atau mendapatkan manfaat kebaikan darinya. Misalnya, berkah ilmu bisa dirasakan saat kita mengajarkannya kepada orang lain. Padahal dulu saat belajar ilmu tersebut, kita tidak memahaminya. Namun karena kita berbagi dengan mengajarkannya, maka Allah swt membukakan pemahaman kepada kita. Ketiga, mengalirnya kebaikan-kebaikan dalam kehidupan karena imbas kebaikan yang kita perbuat. Contoh, saat kita sedekah seribu rupiah dengan ikhlas, maka pada hakikatnya Allah sedang mengalirkan rezeki yang berlipat ganda dari sedekah tersebut. Perumpamaan sedekah yang kita lakukan adalah seperti saat kita menanam satu buah biji padi yang menumbuhkan tujuh tangkai. Di setiap tangkainya membuahkan 100 biji. Maka jika dihitung secara matematika, dengan sedekah seribu rupiah maka kita akan panen dan mendapatkan 700 ribu rupiah.
ARTIKEL24/06/2024 | BAZNAS Tulungagung
Hari Jum'at: Sisihkan Harta, Gemarkan Sedekah
Hari Jum'at: Sisihkan Harta, Gemarkan Sedekah
Sedekah merupakan salah satu amal ibadah yang besar pahalanya, keberadaannya bukan hanya berkaitan dengan penghambaan kepada Sang Khaliq, namun juga merupakan sikap solidaritas kepada sesama manusia. Disebutkan dalam Al qur'an surat Al-Hajj ayat 34-35, Yang Artinya: "Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami beri rezeki kepada mereka" (QS. Al-Hajj ayat 34-35). Sedekah bisa dilakukan kapan saja dan di mana pun berada serta kepada siapapun. Namun bersedekah memiliki pahala lebih besar bila dilakukan di waktu-waktu utama, di antaranya di hari Jumat. Disebutkan anjuran khusus untuk bersedekah di hari Jumat. Diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh al-Kassi dalam kitab al-Muntakhab min Musnad Abd bin Humaid, yang Artinya: Dari Jabir bin Abdillah berkata, Rasulullah bersabda saat beliau berada di atas mimbarnya, wahai manusia bertobatlah kalian kepada Tuhan kalian sebelum kalian mati. Bersegeralah kembali kepada-Nya dengan amal-amal saleh, sambunglah hubungan antara Tuhan dan kalian dengan memperbanyak dzikir dan sedekah di saat sunyi dan ramai, maka kalian diganjar, ditolong dan diberi rezeki." Di dalam bab “Hal-hal yang Diperintahkan di Hari dan Malam Jumat” di kitab al-Umm, Imam al-Syafi’i juga meriwayatkan sebuah hadits : Yang Artinya: "Telah sampai kepadaku dari Abdillah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah bersabda, ‘Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya shalawat itu tersampaikan dan aku dengar’. Nabi bersabda, "Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipat gandakan" Di dalam literatur fiqih, anjuran bersedekah di hari Jumat sebagaimana waktu-waktu utama yang lain memiliki nilai keutamaan lebih besar dari pada waktu lainnya.Penekanan bersedekah di hari Jumat dan waktu-waktu utama yang lain bukan berarti anjuran untuk menunda sedekah di waktu-waktu tersebut. Namun yang dimaksud adalah bersedekah di waktu-waktu tersebut memiliki pahala yang lebih besar dibandingkan waktu-waktu lainnya.
ARTIKEL21/06/2024 | BAZNAS Tulungagung
Apakah Kalian Tau, Amalan Sunnah Apa yang Dikerjakan Pada Hari Tasyrik?
Apakah Kalian Tau, Amalan Sunnah Apa yang Dikerjakan Pada Hari Tasyrik?
Sebelum kita membahas amalan-amalan sunahnya, apakah kalian sudah tau apakah hari tasyrik itu? Hari tasyrik yaitu tiga hari setelah hari raya idul adha, tepatnya pada tanggal 11-13 Dzulhijjah. Tiga hari tersebut juga adalah batas waktu umat muslim untuk melaksanakan ibadah kurban setelah idul adha. Selain itu, hari Tasyrik juga merupakan waktu istimewa untuk melakukan ibadah lainnya, karena pada hari-hari ini merupakan waktu di mana kebanyakan orang lalai. Keutamaan hari tasyrik dijelaskan dalam kitab Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari. Imam Bukhari mengutip hadits keutamaan Hari Tasyrik sebagai waktu istimewa untuk ibadah yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas ra. yang Artinya: “Dari sahabat Ibnu Abbas ra., dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda, ‘Tidak ada amal pada hari-hari ini yang lebih utama daripadanya di hari-hari ini,’” (HR Bukhari). Adapun ketentuan ibadah di Hari Tasyrik yakni dilarangnya umat Islam melaksanakan puasa dan dianjurkannya memperbanyak zikir. Imam Muslim juga meriwayatkan hadits yang menerangkan hari tasyrik sebagai hari istimewa untuk makan, minum, dan untuk zikir. Artinya: “Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ‘Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir,’” (HR Muslim). Berikut amalan- amalan sunnah dihari tasyrik : Mengumandangkan takbir Memperbanyak dzikir (Tahmid, Tahlil ) Beragam jenis amalan ibadah (lantaran Hari Tasyrik adalah waktu yang istimewa untuk ibadah. Oleh karena itu, beragam amal ibadah yang dilakukan pada waktu-waktu istimewa, ganjarannya juga istimewa).
ARTIKEL20/06/2024 | BAZNAS Tulungagung
Keistimewaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Keistimewaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Kita akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 H tepat pada hari Senin, 16 Juni 2024 M. Sebelum memasuki Hari Idul Qurban, Kita sebagai umat Islam disunnahkan untuk melakukan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah terlebih dahulu. Puasa Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan untuk turut merasakan nikmat yang sedang dilakukan oleh jama'ah haji yang melaksanakan ibadah di tanah suci. Puasa Tarwiyah, merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah (bertepatan Sabtu, 15 Juni 2024 M). Mengenai keistimewaan dari puasa tarwiyah, ada sebuah hadist yang diriwayatkan Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu Najar, yang artinya “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” Namun, hadits tersebut juga dikatakan sebagai hadits yang dha'if (kurang kuat riwayatnya), tapi para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dhaif dengan kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), selama hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum. Puasa Arafah, Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah (Minggu, 16 Juni 2024), puasa tersebut bertepatan dengan umat Islam yang menjalani wukuf di Padang Arafah. Puasa ini sangat dianjurkan kepada umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji. Keistimewaan berpuasa hari Arafah didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi QotadahQotadah, yang artinya "Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat."
ARTIKEL20/06/2024 | BAZNAS Tulungagung
Mari Ungkapkan Syukur Kita Dengan Berkurban
Mari Ungkapkan Syukur Kita Dengan Berkurban
Segala hal terkait dengan rezeki yang sudah didapatkan haruslah disyukuri. Dengan syukur, kita tidak akan lagi selalu menghitung-hitung jumlah harta yang kita miliki. Perlu kita sadari, rezeki, harta adalah washilah (lantaran) saja untuk kita bisa beribadah dengan istiqamah kepada Allah. Ingat, tugas utama kita hidup di dunia ini adalah beribadah menyembah Allah SWT. Sesuai firman Allah dalam surat Adz. Dzariyat :56, yang artinya “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56). Di antara wujud kita syukur adalah dengan bersedekah dan berbagai rezeki kepada orang lain. Dalam bulan Dzulhijjah saat ini, wujud syukur dan pendekatan diri kita kepada Allah bisa kita wujudkan dalam ibadah kurban. Menyembelih hewan kurban merupakan salah satu amalan penting saat Idul Adha. Proses kurban ini memiliki makna religius yang mendalam dan merupakan bagian ajaran Islam yang telah dilakukan selama berabad-abad. Hewan kurban dalam Islam adalah hewan yang disembelih secara khusus untuk tujuan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Hewan kurban yang disembelih meliputi domba, kambing, sapi, kerbau atau unta. Proses penyembelihan hewan kurban bisa kita lakukan pada hari raya Idul Adha (Hari Raya Kurban) yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasryik. Saat menyembelih hewan kurban, penting untuk mengucapkan nama Allah SWT. Pengucapan nama Allah adalah tindakan yang membedakan antara penyembelihan yang sah secara agama dengan penyembelihan biasa (tidak sah dalam syariat islam) . Pengucapan nama Allah secara jelas dan tegas menunjukkan niat yang ikhlas dalam menjalankan ibadah kurban. Niat yang ikhlas berarti menyembelih hewan kurban semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah dan bukan untuk pamer atau mencari popularitas. Ibadah kurban harus dilakukan dengan tujuan yang murni dan tulus di dalam hati. Allah berfirman dalam Surat Al-Hajj [22] ayat 37 yang artinya : "Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin."
ARTIKEL12/06/2024 | BAZNAS Tulungagung
Keutamaan dan Keindahan Ibadah Haji di Bulan Dzulhijjah
Keutamaan dan Keindahan Ibadah Haji di Bulan Dzulhijjah
BAZNAS Tulungagung - Bulan Dzulhijjah adalah bulan terakhir dalam kalender Hijriyah yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam dibanding bulan-bulan sebelumnya, hal ini karena pada bulan ini dilaksanakan ibadah haji, salah satu dari lima rukun Islam. Ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah, yang dikenal sebagai Hari Tarwiyah sedangkan tanggal 9 Dzulhijjah dikenal sebagai Hari Arafah karena pada saat itu para jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wuquf, yang merupakan puncak dari ibadah haji. Malam harinya, mereka menuju Muzdalifah untuk bermalam dan mengumpulkan batu kerikil. Pada tanggal 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan Idul Adha, jamaah melaksanakan pelontaran jumrah Aqabah, penyembelihan hewan kurban, dan mencukur rambut (tahallul), serta thawaf ifadah di Ka'bah. Ibadah dilanjutkan dengan melontar jumrah selama hari-hari Tasyriq (11-13 Dzulhijjah) sebelum kembali ke Makkah untuk melakukan thawaf wada’ sebagai thawaf perpisahan. Selama pelaksanaan haji, jamaah harus mematuhi sejumlah larangan dalam ihram, seperti tidak boleh memakai pakaian berjahit bagi laki-laki, tidak boleh mencukur rambut atau memotong kuku, serta dilarang menggunakan parfum. Selain itu, perilaku seperti berhubungan suami istri, bertengkar, atau mengucapkan kata-kata kasar juga dilarang. Ibadah haji memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah pengampunan dosa-dosa sebelumnya bagi yang melaksanakan haji dengan ikhlas dan penuh ketulusan. Ibadah haji mengandung banyak hikmah mendalam bagi umat Islam. Pertama, haji memberikan kesempatan untuk pengampunan dosa, sebagaimana Rasulullah SAW menyatakan bahwa haji yang mabrur menghapus dosa-dosa sebelumnya, memberikan awal baru yang bersih bagi jamaah. Kedua, haji meningkatkan iman dan takwa, mengajarkan kesabaran, ketekunan, dan kepasrahan total kepada Allah SWT melalui rangkaian ritual yang penuh makna. Ketiga, haji memperkuat persatuan dan solidaritas umat Islam dari berbagai penjuru dunia, menegaskan konsep egalitarianisme di mana semua jamaah, tanpa memandang latar belakang sosial, berdiri sejajar dalam ibadah. Selain itu, haji juga menumbuhkan kedisiplinan dan ketertiban, serta mengingatkan umat Islam tentang pentingnya pengorbanan dan keikhlasan, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS. Dengan demikian, haji tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga perjalanan spiritual yang memperdalam makna hidup dan mendekatkan diri kepada Allah.
ARTIKEL06/06/2024 | BAZNAS Tulungagung
Cara Menyembelih Hewan Kurban dengan Benar
Cara Menyembelih Hewan Kurban dengan Benar
Menyembelih hewan kurban adalah salah satu ibadah yang dianjurkan bagi umat Islam saat Idul Adha. Kegiatan penyembelihan utamanya dilakukan saat hari Nahr atau Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah). Adapun hewan kurban yang boleh disembelih adalah unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba. Hewan kurban tersebut harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti sehat, tidak cacat, tidak buta, tidak pincang, dan tidak kurus. Di samping itu, biasanya hewan kurban juga harus mencapai usia tertentu, yakni unta minimal 5 tahun, sapi dan kerbau minimal 2 tahun, serta kambing dan domba minimal 1 tahun. 1. Persiapan Awal Sebelum memulai pemotongan, pastikan bahwa kambing yang dipilih telah memenuhi syarat-syarat kurban, seperti usia yang memadai, tidak cacat serta sehat secara fisik. Niatkan ibadah kurban dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan beribadah dengan ikhlas. 2. Menyebut Nama Allah Sebutlah nama Allah dengan mengucapkan "Bismillahi, Allahu Akbar" sebelum memulai pemotongan. Ini adalah bacaan yang harus diucapkan sebagai niat sekaligus doa untuk melaksanakan ibadah kurban sesuai ajaran Islam. 3. Memotong Urat Leher Gunakan pisau yang tajam untuk memotong urat leher kambing dengan cepat dan tepat. Potongan harus mengenai urat leher, arteri karotis dan vena jugularis untuk memastikan pengeluaran darah yang akurat. Pemotongan yang baik dan tepat bertujuan memastikan kambing meninggal secara cepat dan tidak menyakiti. 4. Pembersihan Setelah Pemotongan Pastikan semua darah telah keluar dari tubuh kambing sebelum melanjutkan proses berikutnya. Darah harus sepenuhnya dikeringkan dengan melakukan pembersihan sesuai praktik yang diterima dalam masyarakat. 5. Perlakuan yang Hormat pada Hewan Selama proses pemotongan, penting untuk memperlakukan hewan dengan belas kasihan dan rasa hormat. Seorang Muslim harus menghormati makhluk Allah dan menjaga agar tidak menyebabkan penderitaan yang berlebihan pada hewan. 6. Distribusi Daging Daging hasil pemotongan kambing kurban harus didistribusikan kepada mereka yang berhak menerimanya seperti fakir miskin, tetangga dan keluarga. Berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan merupakan bagian integral dari ibadah kurban.
ARTIKEL30/05/2024 | BAZNAS Tulungagung
Mengetahui 5 Tips Rutin Berzakat: Meningkatkan kesadaran umat
Mengetahui 5 Tips Rutin Berzakat: Meningkatkan kesadaran umat
BAZNAS Tulungagung - Zakat merupakan salah satu rukun Islam, namun tidak ada sanksi dari pemerintah atau pihak lain yang diterapkan bagi mereka yang tidak menunaikannya. Hal ini berbeda dengan pembayaran kewajiban pajak yang ada unsur pemaksaannya. Ancaman bagi yang tidak menunaikan kewajiban zakat tersebut berupa dosa yang konsekuensinya ditanggung di akhirat nanti. Oleh karena itu, sangat penting bagi umat muslim yang memenuhi syarat untuk melaksanakan zakat dengan rutin dan ikhlas. Dan inilah beberapa tips yang bisa dipertimbangkan agar kamu bisa rutin berzakat. 1. Pahami Jenisnya Sebelum menunaikan salah satu jenis ibadah ini, kamu sebaiknya pahami terlebih dahulu jenis zakat yang akan dikeluarkan. Hal ini mengingat ada beberapa jenis zakat sesuai dengan tujuan dan waktu pelaksanaannya. Kamu bisa mempelajarinya lewat guru, pemuka agama, dan bisa juga melalui internet. Jika sudah paham, barulah kamu bisa menentukan jenis zakat apa yang ingin dilakukan. Kamu pun bisa rutin berzakat setiap kali merasa sudah waktunya. Jangan sampai kamu tak tahu jenis dan tujuan dari zakat yang dilakukan, ya! 2. Pelajari Besarnya Nilai Zakat Setiap zakat tentu memiliki nilai atau ketentuan sendiri-sendiri. Perhitungannya harus benar agar tujuan mulianya bisa terpenuhi. Ketika nilai zakat sudah dihitung dan dimengerti dengan jelas, kamu dapat dengan mudah mengeluarkannya tanpa khawatir salah atau tak sesuai kaidah Islam. 3. Perhatikan Waktu Berzakat Salah satu cara agar bisa rutin berzakat adalah dengan menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkan zakat. Ini bisa menjadi reminder dan acuan bagi seseorang agar tak sampai lupa. Kamu pun juga bisa memasukkannya pada anggaran pengeluaran rutin. Misalnya, kamu memutuskan untuk mengeluarkan zakat di bulan Ramadan minggu keempat. Kamu bisa mempersiapkannya jauh-jauh hari, sehingga saat waktunya tiba, kamu tak bingung lagi. Hal ini tentu bisa memudahkanmu untuk menunaikan ibadah yang satu ini. 4. Gabung Komunitas Berzakat Cara lain yang bisa membuat seseorang rutin berzakat adalah dengan bergabung dengan komunitas atau organisasi yang bergelut di bidang zakat. Hal ini bisa berpengaruh pada pola pikirmu dan juga bisa membentuk kebiasaan berzakat. Jika tidak ada organisasi seperti itu, maka kamu bisa membentuknya. Ajak saudara atau rekan kerja untuk berhitung agar menambah semangat untuk berzakat. Kamu juga bisa saling mengingatkan satu sama lain jika waktu berzakat tiba, sehingga tak akan terlupa. Menarik, bukan? 5. Zakat Online Di zaman serba modern seperti sekarang ini, kamu memang sudah sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi. Jika berkumpul atau berorganisasi tidak sesuai dengan kebiasaanmu, maka inovasi bertajuk zakat online ini memang cocok untuk kamu. Dan salah satu cara mudah untuk zakat online ini bisa melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Bisa dengan cara lama yakni transfer atau bisa dengan cara mengakses web resmi di laman bayar zakat yang sudah terintegrasi dengan dompet digital. Tak perlu ribet, kamu hanya perlu duduk manis diam dirumah dan mengisi beberapa data yang dibutuhkan, seperti nama lengkap, nomor telepon, dan juga email, maka zakat online pun bisa dengan mudah dilakukan kapanpun dan dimanapun. Ketika pembayaran sukses mereka akan menerima bukti setor zakat yang dikirimkan oleh BAZNAS. Jadi, tak ada lagi alasan untuk tidak berzakat, kan? Sudah Siapkah untuk Rutin Berzakat? Nah, itu tadi 5 tips yang bisa dilakukan agar kamu bisa rutin berzakat. Perlu diingat bahwa zakat itu perlu dibiasakan agar tak berat untuk melakukannya. Apalagi nominal yang dikeluarkan juga tak begitu besar. Jadi, jangan lupa berzakat ya!
ARTIKEL16/05/2024 | BAZNAS Tulungagung
6 Keutamaan Berzakat Sebagai Ibadah Penyempurna Agama
6 Keutamaan Berzakat Sebagai Ibadah Penyempurna Agama
BAZNAS Tulungagung - Zakat merupakan salah satu dari lima pilar utama dalam agama Islam. Zakat juga merupakan sebuah ibadah wajib bagi yang mampu dan memiliki nilai pahala tinggi di sisi Allah SWT. Bahkan di dalam Al-Qur'an, Allah sering menyandingkan ibadah zakat dengan shalat, sehingga bagi menunaikan zakat akan mendapatkan pahala dan yang tidak melaksanakannya akan mendapatkan dosa. Zakat merupakan cara dalam syariat Islam untuk membersihkan harta seseorang dari sifat-sifat negatif seperti kekikiran, keserakahan, dan egoisme. Selain itu, zakat juga merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan pahala serta keberkahan dari-Nya. Berikut adalah beberapa keutamaan zakat yang InsyaAllah akan kita dapatkan. 1. Ibadah penyempurna agama Zakat merupakan bagian dari pondasi rukun Islam yang keempat, setelah syahadat, sholat, dan puasa. Dengan menjalankan zakat, maka akan semakin sempurna ibadah seseorang dalam menjalankan perintah agama. Hal ini tentunya merupakan suatu tujuan dari setiap muslim demi mendapatkan ridho dari Allah SWT 2. Mensucikan dan menambah harta Kata Zakat sendiri memiliki makna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan. Dapat diartikan dengan berzakat maka Allah SWT akan mensucikan harta dan jiwa kita dari dosa. Selain itu zakat juga bermakna An-Numuw, atau tumbuh dan berkembang. Makna ini semakin menegaskan bahwa orang yang menunaikan zakat, Insya Allah hartanya akan terus bertambah dan berkembang. Rasulullah SAW menerangkan hal ini melalui hadis, “Zakat membersihkan harta dan mengembangkannya, serta membuka pintu-pintu rezeki bagi pelakunya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Harta tidak akan berkurang karena sedekah...'” (HR. Muslim No. 2588). 3. Mendapatkan ampunan dosa Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur'an surat Al Maidah ayat 12, yang menyatakan Allah berjanji mengampuni dosa-dosa hambanya yang mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul. “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai...” (QS. Al Maidah: 12) 4. Mendekatkan diri kepada Allah SWT Menunaikan zakat adalah salah satu bentuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Zakat juga mengajarkan kita bagaimana menjadi pribadi yang pemurah, ikhlas dan tulus memberikan bantuan ke orang lain yang membutuhkan. 5. Mendatangkan keberkahan Salah satu makna zakat lainnya adalah Al-Barakatu, yang artinya berkah. Dengan membayarkan zakat atas harta yang kita miliki akan selalu dilimpahkan juga keberkahan oleh Allah SWT. keberkahan harta ini tentunya akan berpengaruh pada keberkahan kita dalam menjalani hidup, InsyaAllah. 6. Menguatkan solidaritas dan menumbuhkan kesejahteraan hidup masyarakat Melalui pembayaran zakat, umat Islam merasakan ikatan solidaritas yang kuat. Mereka merasa bahwa mereka semua adalah bagian dari satu komunitas yang saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam kesulitan. Zakat bukan hanya sekadar mengurangi kemiskinan, tetapi juga membantu dalam menumbuhkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan memperkuat lapisan masyarakat yang kurang mampu, zakat membantu menciptakan kondisi yang lebih stabil dan sejahtera bagi semua. _______________________ BAZNAS Kabupaten Tulungagung memfasilitasi pembayaran zakat dengan lebih mudah dan praktis melalui Zakat Online. Berikut daftar rekening untuk menunaikan zakat Anda: - Bank Jatim Syariah 7152271730 - Bank Jatim 0152540132 - BRI 0110.0103.0165.534 - BSI 7137.892.353 - BPR 01.01.004444
ARTIKEL14/05/2024 | BAZNAS Tulungagung
7 Keutamaan Bersedekah, Sebagai Media Melipatgandakan Pahala
7 Keutamaan Bersedekah, Sebagai Media Melipatgandakan Pahala
BAZNAS Tulungagung - Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Sebagaimana yang sudah disebutkan dalam salah satu ayat Al-Qur'an yang berbunyi : “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271) Sedekah tidak hanya berpatok pada harta benda saja. Hal-hal non materi pun bisa saja dikatakan sebagai sedekah, seperti menolong orang lain baik dengan tenaga maupun pikiran, memberi nafkah keluarga atau istri, menyingkirkan batu, duri dan krikil-krikil kecil dari tengah jalan pun termasuk ke dalam sedekah. Hal yang paling sederhana pun, seperti murah senyum kepada orang lain adalah sedekah. Sebagaimana dalam hadits dikatakan, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi) Melihat ada begitu banyaknya cara untuk bersedekah. Rasanya tidak ada lagi alasan kita untuk tidak melakukannya. Apalagi, setelah kita mengetahui banyaknya nikmat Allah dan keutamaan dari bersedekah. Berikut ini keutamaan sedekah sebagaimana yang sudah disebutkan dalam Al-Qur'an maupun Hadits : 1. Media penghapus dosa Sebagai makhluk Allah SWT yang tak luput dari dosa, umat Islam senantiasa diberikan berbagai keistimewaan agar berkesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa-dosanya dengan cara yang yang diridhai oleh Nya. Salah satunya dengan sedekah. Rasulullah SAW pernah bersabda : “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi). 2. Media untuk melipatgandakan pahala Allah SWT berjanji akan memberikan pahala yang berlipat ganda bagi orang-orang yang sedekah dengan rasa ikhlas, tulus, dan semata-mata mengharap ridho Allah SWT. Sebagaimana yang sudah disebutkan dalam Al-Qur'an yang berbunyi: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18) 3. Sedekah Tidak Mengurangi Harta “Sedekah adalah ibadah yang tidak akan mengurangi harta, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda untuk mengingatkan kita dalam sebuah riwayat Muslim, “sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim) Mengapa sedekah tidak akan mengurangi harta? Karena meskipun secara tersurat harta terlihat berkurang, namun kekurangan tersebut akan ditutup dengan pahala di sisi Allah SWT dan akan terus bertambah kelipatannya menjadi lebih banyak. Hal ini merupakan janji Allah yang termaktub dalam surat Saba' yang berbunyi : “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki sebaik-baiknya.” (QS. Saba': 39) 4. Menjadi naungan dihari kiamat Saat kelak di Padang Mahsyar setiap manusia akan menunggu giliran untuk diadili dari timbangan amal baik dan buruknya. Bisa dibayangkan berapa lama manusia akan menunggu dan merasakan panasnya terik matahari yang sangat dekat dengan kepala. Maka, dijelaskanlah dalam hadits Rasulullah SAW bahwasannya yang menjadikan naungan umat manusia di hari kiamat nanti adalah amalan sedekahnya. “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad). 5. Memanjangkan usia dan mencegah kematian buruk Yang dimaksud dalam memanjangkan usia disini adalah amalan kebaikan dari orang yang bersedekah ini akan terus dikenang melebihi umur hidup di dunia. Dengan sedekah seseorang dijauhkan dari kematian buruk. Hal ini seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW. “Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk, Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.” (HR. Thabrani). 6. Sedekah dapat menjauhkan diri dari api neraka Sebagaimana sedekah bisa menghapus dosa-dosa, maka dengan sedekah pulalah kita bisa terhindar dari api neraka. Mengingat pahala berlipat ganda yang didapat serta dihapusnya dosa-dosa, maka kita pun bisa menjauhkan diri kita agar tidak masuk ke dalam neraka jahanam. Hal ini sebagai sabda Rasulullah SAW, “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (Muttafaqun ‘alaih) 7. Menjadi obat bagi orang yang sakit Sedekah dapat mengobati orang yang sakit, sebagaimana yang tercantum dalam hadits berikut: “Obatilah orang sakit kalian dengan sedekah.” (HR. Abu Daud) Perlu dipahami secara utuh bahwa sakit adalah bagian dari takdir Allah. Kewajiban pertama saat sakit adalah sabar menerima takdir Allah. Pada saat yang sama melakukan ikhtiar
ARTIKEL08/05/2024 | BAZNAS Tulungagung
6 Keutamaan Berkurban, Mengantarkan Jalan Menuju Surga-Nya
6 Keutamaan Berkurban, Mengantarkan Jalan Menuju Surga-Nya
Seluruh ulama sepakat bahwa kurban merupakan syariat (tuntutan agama) yang hukumnya adalah sunah muakkad, atau sunah yang dikuatkan. Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak disyariatkannya sampai beliau wafat. Berkurban sejatinya adalah media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berkurban merupakan suatu bentuk kepatuhan dan ketaatan makhluk kepada sang pencipta. Oleh karena itu, memahami keutamaan berkurban bagi umat muslim adalah satu bentuk upaya meyakinkan dan memantapkan diri untuk menunaikan ibadah sunah ini. Lalu apa saja keutamaan berkurban tersebut? 1. Amalan yang paling dicintai Allah SWT di hari raya Idul Adha Banyak hadis yang menjelaskan bahwa menyembelih kurban merupakan amalan yang paling dicintai Allah pada hari nahr (idul adha), seperti yang ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari nahar (idul adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (hewan kurban), Sesungguhnya ia datang pada hari kiamat dengan tanduk, kulit dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darah itu telah sampai kepada Allah SWT sebelum darah itu tumpah ke tanah, maka hendaknya kalian senang karenanya.” (HR At-Tirmidzi) 2. Media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT Barang siapa berkurban karena takwa kepada Allah, maka Allah akan menerima kurban tersebut menjadi amalan baik di sisi-Nya. “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Maidah: 27) 3. Media untuk meraih ketaqwaan Apa yang ingin kita raih dalam ibadah kurban ini bukanlah persembahan daging dan darahnya, melainkan untuk mendapatkan ketakwaan. “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Q.S. Al-Hajj: 37) 4. Media untuk menambah amal kebaikan Salah satu keutamaan berkurban yang lain yaitu dapat menambah amal kebaikan untuk bekal kehidupan di akhirat. Dalam keutamaannya, Allah akan memberikan pahala yang berlipat-lipat bagi setiap umat Muslim yang menggunakan sebagian hartanya untuk berkuban. Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?”, Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.”, Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?”, Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”, Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”, Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan ibn Majah) 5. Hewan kurban sebagai Saksi di Hari Kiamat Rasulullah telah bersabda dalam sambungan hadis yang diriwayatkan Aisyah: “Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim) Menurut Tirmidzi hadis tersebut hasan, sedangkan Hakim berpendapat bahwa isnadnya shahih. Sebagian ulama mengatakan isnadnya lemah. Namun karena hadis tersebut mengandung ajaran tentang keutamaan qurban, hadis tersebut tidak tercela. 6. Dimensi sosial dan kemanusiaan Ibadah kurban tidak hanya bermanfaat untuk orang yang berqurban (Mudhohi) tapi secara tidak langsung juga bisa membantu fakir miskin dari kelaparan. Islam telah mengatur bagaimana menyeimbangkan perekonomian dan aspek kemanusiaan sosial, salah satunya dengan berkurban. Daging yang dibagikan dapat menghubungkan rasa kasih sayang dan kepedulian antara fakir miskin dengan mudhohi. Dengan berkurban juga kita dapat merasakan kenikmatan rezeki dan berkah yang senantiasa diberikan Allah kepada setiap hambanya.
ARTIKEL26/04/2024 | BAZNAS Tulungagung
Pentingnya Berqurban di Hari Raya Idhul Adha
Pentingnya Berqurban di Hari Raya Idhul Adha
Baznas Tulungagung - Berkurban pada hari raya Idul Adha menjadi salah satu sunnah yang dilakukan umat Islam tiap tanggal 10 Dzulhijjah. Berkurban memiliki banyak keutamaan dan hikmah tersendiri. Hukum dan dalil qurban tertulis dalam Quran surat Al Hajj ayat 34 yang artinya: "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." Dikutip dari artikel baznas.go.id, kata qurban berasal dari bahasa arab "Qaraba, Yaqrabu, Qurbaanan" yang artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, ibadah kurban mengajarkan agar manusia senantiasa memperhatikan nasib orang kecil. Bagi yang mampu harus mengasihi orang yang lebih lemah. Konsep qurban dalam Islam didasarkan pada kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai perintah dari Allah SWT. Namun, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba, sebagai tanda rasa taqwa dan kesetiaan Ibrahim kepada-Nya. Sejak saat itu, praktik qurban dilakukan sebagai bentuk pengorbanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam agama Islam, hewan yang boleh dikurbankan adalah sapi, kambing, atau domba yang memenuhi syarat tertentu, seperti usia minimal 1 tahun untuk kambing dan domba, serta 2 tahun untuk sapi. Selain itu, hewan tersebut harus sehat, tidak cacat, dan diperoleh dengan cara halal. Penulis: Desvian
ARTIKEL26/04/2024 | BAZNAS Tulungagung
Apa Benar Zakat Mudah ?
Apa Benar Zakat Mudah ?
BAZNAS Tulungagung - Seiring berkembangnya tekhnologi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulungagung sebagai badan resmi pemerintah yang bertugas untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) telah melakukan upgrade kantor berbasis digital. Hal ini guna mengoptimalkan pelayanan yang di tawarkan oleh BAZNAS kepada para muzakki dan mustahik agar secara mudah dana ZIS dapat terhimpun dan tersalurkan secara cepat dan tepat. Sekarang bayar zakat secara online melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung, bisa dengan cara lama yakni transfer atau dengan cara mengakses web resmi di laman bayar zakat yang sudah terintegrasi dengan dompet digital Untuk membayarkan zakat secara online muzakki hanya perlu mengisi data diri seperti nama lengkap, nomor telepon, dan juga email. Ketika pembayaran sukses mereka akan menerima bukti setor zakat yang dikirimkan oleh BAZNAS. Sehingga muzakki tidak perlu bersusah payah untuk datang ke kantor. Sementara ini, untuk fasilitas pembayaran zakat berbasis web secara online masih menggunakan gopay dan mandiri bill. Saat ini BAZNAS terus berusaha menambah banyak dompet digital sebagai platform media pembayaran supaya lebih mempermuda muzakki dalam membayarkan zakatnya sesuai dompet digital yang mereka punya.
ARTIKEL19/05/2023 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat