WhatsApp Icon

Jangan Asal Bagi! Ini Aturan Pembagian Daging Kurban dalam Islam

27/04/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Tulungagung

Bagikan:URL telah tercopy
Jangan Asal Bagi! Ini Aturan Pembagian Daging Kurban dalam Islam

Aturan Pembagian Daging Kurban

Ibadah kurban sering dipahami sebatas menyembelih hewan pada Hari Raya Iduladha. Padahal, esensi kurban tidak berhenti di proses penyembelihan saja, tetapi juga pada bagaimana daging tersebut didistribusikan sesuai syariat.

Dalam Islam, pembagian daging kurban adalah bagian penting dari ibadah itu sendiri. Artinya, kurban bukan sekadar ritual, tetapi juga harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”

(QS. Al-Hajj: 28)

Ayat ini menjadi dasar bahwa daging kurban tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus dibagikan kepada yang membutuhkan.

Kurban Bukan Hanya Menyembelih

Setelah hewan disembelih, tanggung jawab berikutnya adalah memastikan daging sampai kepada yang berhak. Inilah yang sering luput dari perhatian.

Islam mengajarkan bahwa daging kurban dianjurkan untuk dibagi menjadi tiga bagian:

1. Untuk diri sendiri dan keluarga

Orang yang berkurban boleh menikmati sebagian daging sebagai bentuk syukur. Namun, bagian ini tidak boleh diperjualbelikan dalam bentuk apa pun, termasuk bagian seperti kulit atau jeroan.

2. Untuk kerabat atau tetangga

Daging juga dianjurkan untuk dibagikan kepada orang-orang terdekat sebagai wujud mempererat hubungan sosial. Penerimanya tidak harus dari kalangan tidak mampu, selama tujuannya adalah berbagi kebahagiaan.

3. Untuk fakir miskin

Inilah bagian yang paling utama. Daging kurban harus disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, tanpa imbalan apa pun, agar benar-benar memberi manfaat dan menghadirkan kebahagiaan di hari raya. Pembagian ini tidak bersifat wajib secara kaku, namun para ulama sepakat bahwa fakir miskin harus menjadi prioritas utama.

Aturan Penting dalam Pembagian Daging Kurban

Agar ibadah kurban sesuai dengan syariat, berikut beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan:

  • Daging kurban tidak boleh diperjualbelikan
  • Tidak boleh dijadikan sebagai upah bagi panitia penyembelih
  • Sebaiknya dibagikan dalam kondisi mentah
  • Pembagian harus adil dan tidak pilih kasih

Mematuhi aturan ini penting agar kurban tidak hanya sah, tetapi juga bernilai ibadah secara sempurna.

Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang bagaimana dagingnya didistribusikan dengan benar. Jangan sampai ibadah yang sudah baik justru berkurang nilainya karena pembagian yang tidak sesuai. Pastikan daging kurban disalurkan dengan tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh yang berhak.

Wujudkan Kurban yang Tepat Sasaran dan Penuh Manfaat

Menunaikan ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih, tetapi juga memastikan distribusinya sampai kepada yang benar-benar membutuhkan.

Melalui BAZNAS Tulungagung, kurban Anda akan dikelola secara amanah dan disalurkan hingga ke masyarakat di daerah terpencil.

Mari jadikan kurban tahun ini lebih bermakna. Salurkan kurban Anda melalui BAZNAS Tulungagung.

Klik Disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →