Keutamaan Menyantuni Anak Yatim di Bulan Muharram: Makna 10 Muharram, Lebaran Anak Yatim, dan Dalilnya
22/06/2026 | Penulis: Humas BASNAZ Tulungagung
Muharram dan Kepedulian terhadap Anak Yatim
Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam sekaligus menjadi awal tahun dalam kalender Hijriah. Selain dikenal sebagai bulan yang penuh keberkahan, Muharram juga identik dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial, khususnya kepada anak yatim. Di Indonesia, tanggal 10 Muharram bahkan dikenal luas sebagai Lebaran Anak Yatim atau Idhul Yatama, yaitu momentum untuk berbagi kebahagiaan melalui santunan kepada anak-anak yatim.
Tradisi tersebut berakar dari ajaran Islam yang memberikan perhatian besar kepada anak yatim. Al-Qur'an dan hadis berulang kali memerintahkan umat Islam untuk menyayangi, melindungi, serta memenuhi kebutuhan mereka. Rasulullah SAW sendiri tumbuh sebagai seorang yatim sehingga menjadi teladan nyata dalam memperlakukan anak yatim dengan kasih sayang dan penghormatan. Bahkan dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang memelihara atau mengasuh anak yatim akan memperoleh kedudukan yang sangat dekat dengan beliau di surga.
Meskipun tidak terdapat dalil sahih yang secara khusus menetapkan tanggal 10 Muharram sebagai Hari Raya Anak Yatim, tradisi menyantuni anak yatim pada hari tersebut dipandang sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Islam yang menekankan kasih sayang, kepedulian sosial, dan semangat berbagi. Oleh karena itu, kegiatan santunan anak yatim yang banyak dilaksanakan pada bulan Muharram merupakan amalan yang baik selama diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT.
Sejumlah ulama juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak sedekah, berbagi kebahagiaan, serta membantu anak yatim dan kaum dhuafa pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Terdapat pula riwayat dari Imam At-Thabarani mengenai keutamaan mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura. Walaupun hadis tersebut dinilai dha'if oleh para ahli hadis, banyak ulama membolehkan pengamalannya dalam ranah fadh?'ilul a'm?l (keutamaan amal), karena kandungannya mendorong umat Islam untuk meningkatkan rasa kasih sayang, kepedulian, dan perhatian kepada anak-anak yatim.
Dengan demikian, bulan Muharram menjadi momen yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah melalui kepedulian terhadap anak yatim. Menyantuni mereka bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk ibadah yang mencerminkan akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW. Semoga semangat berbagi di bulan Muharram dapat terus menginspirasi umat Islam untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan mereka yang membutuhkan.
Artikel Lainnya
Dzulhijjah: Momentum Emas Meningkatkan Keimanan dan Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Keistimewaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa
Memakmurkan Ibadah, Menebar Kebaikan: Makna dan Keutamaan Qurban
Mengapa Hati Sulit Merasa Cukup? Jawabannya Ada pada Cara Kita Melihat Orang Lain
Dari Kebaikan Sederhana Menuju Kemudahan Hidup
Sedekah sebagai Investasi dalam Kebaikan dan Keberkahan, Bukan Hanya Sekedar Melepas Harta
Kurban Digital: Tren Baru Ibadah di Era Modern
Amalan Ringan, Pahala Besar: Sunnah yang Dianjurkan di Hari Jumat
Jangan Sampai Salah! Ini Syarat dan Ketentuan Kurban yang Sah
Tips Khatam Al-Qur’an ala Ramadhan Produktif
Kisah Isra Miraj dan Hikmahnya Bagi Umat muslim
Tau gak? Amalan sedekah itu kayak Memancing Datangnya Rezeki loh..
Jelang Ramadhan 1447 H, Bagaimana Aturan Pembayaran Fidyah bagi Ibu Hamil Menurut Ulama?
Jangan Asal Bagi! Ini Aturan Pembagian Daging Kurban dalam Islam
Sudah Siap Berkurban? Pahami Dulu Makna, Hukum, dan Keutamaan Ibadah Ini

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.
Lihat Daftar Rekening →