WhatsApp Icon
Ketika Beasiswa SKSS BAZNAS Menjadi Jalan Menuju Kebermanfaatan

Saya Maswidatun Umami, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Sejak awal memasuki perkuliahan, saya memiliki harapan untuk dapat melanjutkan pendidikan meskipun biaya menjadi salah satu tantangan bagi keluarga. Hadirnya beasiswa BAZNAS melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) menjadi kesempatan berharga yang membantu saya mewujudkan harapan untuk bisa berkuliah dan meraih cita-cita.

Selama menjadi penerima SKSS, saya mendapatkan lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan. Saya berkesempatan mengikuti kegiatan BAZNAS, termasuk membantu pembagian zakat dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran tentang kepedulian, tanggung jawab, dan pentingnya berbagi kepada sesama.

Salah satu perubahan yang saya rasakan adalah meningkatnya keberanian dalam bermasyarakat. Jika sebelumnya saya merasa kurang percaya diri untuk berinteraksi dengan banyak orang, melalui kegiatan sosial BAZNAS saya belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat. Pengalaman sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam proses saya untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Melihat secara langsung masyarakat yang menerima bantuan juga membuat saya semakin bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan. Saya menyadari bahwa bantuan yang saya terima bukan hanya meringankan beban dalam pendidikan, tetapi juga mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih peduli. Dari sini tumbuh keinginan agar kebaikan yang saya terima tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat saya teruskan kepada orang lain di masa depan.

Kini, saya bersyukur karena telah menyelesaikan perkuliahan tepat waktu yakni lulus pada tahun ini (2026). Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari dukungan dan kesempatan yang saya dapatkan melalui beasiswa SKSS BAZNAS. Bagi saya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang bagaimana saya dapat membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Terima kasih BAZNAS dan para muzaki yang telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan saya. SKSS bukan hanya menjadi jalan bagi saya untuk bisa berkuliah, tetapi juga menjadi jalan untuk belajar, bertumbuh, berani bermasyarakat, dan mengenal arti kebermanfaatan.

Semoga suatu hari nanti saya dapat menjadi seorang muzaki dan mampu membantu orang lain sebagaimana saya pernah dibantu.

Dari sebuah kesempatan, lahir sebuah harapan; dari sebuah kebaikan, tumbuh keinginan untuk meneruskan kebaikan.

"Terima kasih BAZNAS, telah menjadi bagian dari perjalanan saya hingga sampai pada titik ini."

27/08/2026 | Kontributor: Maswidatun Umami
Zakat: Pengertian, Jenis-jenis, Syarat, Nisab, Manfaat, dan Cara Menghitungnya

Zakat merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga memiliki fungsi sosial karena sebagian harta yang dimiliki oleh seorang Muslim disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak orang yang belum memahami secara lengkap mengenai pengertian zakat, jenis-jenis zakat, syarat wajib zakat, nisab zakat, serta cara menghitung zakat. Oleh karena itu, memahami ketentuan zakat sangat penting agar kewajiban tersebut dapat dilaksanakan dengan benar sesuai syariat Islam.

Apa Itu Zakat?

Secara bahasa, zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Secara istilah, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim apabila telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

Zakat tidak hanya berkaitan dengan pemberian harta kepada orang lain. Di dalamnya terdapat nilai ibadah, kepedulian sosial, serta upaya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim diharapkan dapat membersihkan hartanya sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Jenis-Jenis Zakat

Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang memenuhi ketentuan pada bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Zakat fitrah memiliki tujuan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kekurangan selama menjalankan ibadah Ramadan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan orang-orang yang kurang mampu agar dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih baik.

Di Indonesia, zakat fitrah umumnya ditunaikan dalam bentuk makanan pokok berupa beras. Besarannya sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter beras per orang, dengan ketentuan yang dapat mengikuti keputusan lembaga atau otoritas zakat setempat.

2. Zakat Mal

Zakat mal adalah zakat yang dikenakan terhadap harta yang dimiliki seorang Muslim apabila telah memenuhi persyaratan tertentu, seperti mencapai nisab dan memenuhi haul untuk jenis harta yang mensyaratkannya.

Beberapa jenis harta yang dapat dikenai zakat mal antara lain:
- Zakat emas, perak dan logam mulia lainnya
- Zakat atas uang dan surat berharga lainnya
- Zakat perniagaan
- Zakat perdagangan
- Zakat pertanian, perkebunan dan perhutanan
- Zakat peternakan dan perikanan
- Zakat pertambangan
- Zakat prindustrian
- Zakat rikaz atau harta temuan

Setiap jenis harta mempunyai ketentuan nisab, haul, dan kadar zakat yang dapat berbeda.

Apa Itu Nisab Zakat?

Nisab zakat adalah batas minimal kepemilikan harta yang menyebabkan seseorang wajib mengeluarkan zakat. Apabila harta belum mencapai nisab, pada umumnya seseorang belum dikenai kewajiban zakat mal atas harta tersebut.

Besaran nisab berbeda sesuai dengan jenis harta. Sebagai contoh, nisab emas adalah 85 gram emas. Untuk zakat uang, tabungan, dan aset keuangan tertentu, nisab umumnya dianalogikan dengan nilai 85 gram emas.

Karena harga emas dapat berubah, nilai rupiah dari nisab juga dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, perhitungan zakat sebaiknya menggunakan nilai nisab yang berlaku pada saat zakat ditunaikan.

Apa Itu Haul dalam Zakat?

Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah untuk jenis harta tertentu sebelum zakatnya wajib dikeluarkan.

Namun, tidak semua zakat mensyaratkan haul. Misalnya, zakat hasil pertanian berkaitan dengan waktu panen, sedangkan zakat rikaz memiliki ketentuan tersendiri dan tidak menunggu satu tahun.

Dengan memahami perbedaan antara nisab dan haul, seseorang dapat mengetahui kapan harta yang dimilikinya mulai memiliki kewajiban zakat.

Berapa Besaran Zakat?

Untuk beberapa jenis zakat mal, kadar yang umum digunakan adalah 2,5%. Misalnya, zakat atas emas, uang, dan harta perdagangan yang telah memenuhi persyaratan.

Sebagai contoh sederhana, apabila harta yang menjadi dasar perhitungan zakat adalah Rp100.000.000 dan seluruh persyaratan zakat telah terpenuhi, maka:

Zakat = 2,5% × Rp100.000.000

Zakat = Rp2.500.000

Perhitungan sebenarnya dapat berbeda tergantung jenis harta, kewajiban yang diperhitungkan, serta ketentuan yang berlaku. Karena itu, untuk perhitungan zakat yang lebih kompleks, sebaiknya menggunakan panduan atau kalkulator zakat dari lembaga zakat terpercaya.

Siapa yang Berhak Menerima Zakat?

Dalam Islam, terdapat delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat, yaitu:

1. Fakir, yaitu orang yang hampir tidak memiliki harta atau penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok.
2. Miskin, yaitu orang yang memiliki penghasilan tetapi belum mencukupi kebutuhan hidupnya.
3. Amil, yaitu pihak yang bertugas mengelola zakat.
4. Mualaf, yaitu orang yang perlu dikuatkan atau dibina dalam keislamannya.
5. Riqab, yang berkaitan dengan pembebasan dari perbudakan.
6. Gharim, yaitu orang yang memiliki utang untuk kepentingan yang dibenarkan.
7. Fisabilillah, yaitu pihak atau kegiatan yang berada dalam jalan Allah sesuai ketentuan syariat.
8. Ibnu sabil, yaitu orang yang berada dalam perjalanan dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya.

Penyaluran zakat kepada golongan yang tepat penting dilakukan agar manfaat zakat dapat diterima oleh pihak yang memang memiliki hak atasnya.

Apa Saja Manfaat Zakat?

Zakat memiliki manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh orang yang menerima, tetapi juga oleh orang yang menunaikannya dan masyarakat secara luas.

1. Membersihkan Harta

Zakat menjadi salah satu bentuk penyucian harta yang dimiliki seorang Muslim. Dengan menunaikan zakat, seseorang menjalankan kewajibannya atas harta yang telah memenuhi ketentuan.

2. Membantu Masyarakat yang Membutuhkan

Dana zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada dalam kondisi kekurangan, terutama kelompok yang termasuk dalam golongan penerima zakat.

3. Meningkatkan Kepedulian Sosial

Zakat mengajarkan umat Islam untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan kondisi orang lain.

4. Mengurangi Kesenjangan Ekonomi

Apabila dikelola dan disalurkan dengan baik, zakat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi kesenjangan ekonomi.

5. Menumbuhkan Sikap Peduli dan Dermawan

Kebiasaan menunaikan zakat dapat mendorong seseorang untuk memiliki rasa kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.

Bagaimana Cara Menghitung Zakat?

Cara menghitung zakat bergantung pada jenis harta yang dimiliki. Untuk harta tertentu yang telah memenuhi ketentuan dan menggunakan kadar 2,5%, perhitungan sederhananya adalah:

Zakat = 2,5% × harta yang wajib dizakati

Sebagai contoh, seseorang memiliki harta yang menjadi objek zakat senilai Rp200.000.000 dan telah memenuhi nisab serta haul.

Maka:

2,5% × Rp200.000.000 = Rp5.000.000

Dengan demikian, zakat yang perlu dikeluarkan adalah Rp5.000.000, dengan catatan bahwa seluruh persyaratan dan dasar perhitungan tersebut memang sesuai dengan ketentuan zakat yang berlaku.

10/08/2026 | Kontributor: Valda Eka Ziskind Ariyanta
Kasih Sayang Dimulai dari Kepedulian

Di tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan, perbedaan, dan berbagai persoalan sosial, sikap saling peduli dan menyayangi sesama menjadi sesuatu yang semakin berharga. Kesibukan, persaingan, dan kepentingan pribadi sering kali membuat seseorang lupa bahwa kehidupan akan terasa lebih indah ketika diwarnai dengan kasih sayang. Padahal, dalam ajaran Islam, kasih sayang bukan sekadar perasaan, melainkan akhlak mulia yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Kasih sayang merupakan salah satu sifat mulia yang menjadi ciri ajaran Islam. Melalui kasih sayang, hubungan antarmanusia menjadi lebih erat, beban hidup terasa lebih ringan, dan berbagai persoalan dapat dihadapi bersama. Tidak heran jika Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk memiliki hati yang lembut dan peduli terhadap siapa pun, karena di balik setiap kebaikan yang diberikan terdapat rahmat Allah SWT yang begitu luas.

Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan. Tidak ada seorang pun yang mampu menjalani kehidupan tanpa bantuan orang lain. Karena itulah, Islam mengajarkan agar setiap Muslim senantiasa memiliki hati yang lembut, penuh empati, dan ringan tangan dalam membantu siapa pun yang membutuhkan. Kasih sayang yang kita berikan kepada sesama menjadi salah satu jalan untuk memperoleh kasih sayang Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangi kalian."
(HR. Tirmidzi)

Hadis tersebut mengandung pesan yang sangat mendalam bahwa rahmat Allah SWT akan senantiasa menyertai hamba-hamba-Nya yang memiliki kepedulian terhadap sesama makhluk. Kasih sayang tidak hanya ditunjukkan kepada keluarga atau orang-orang yang dekat dengan kita, tetapi juga kepada tetangga, fakir miskin, anak yatim, orang yang sedang tertimpa musibah, bahkan kepada hewan dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan.

Menyayangi sesama dapat diwujudkan melalui berbagai cara yang sederhana namun bermakna. Memberikan bantuan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan, menghibur orang yang sedang bersedih, memaafkan kesalahan orang lain, menjaga lisan agar tidak menyakiti hati, hingga berbagi sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk nyata dari kasih sayang yang diajarkan Islam. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan menjadi amal yang dicintai Allah SWT.

Kasih sayang juga menjadi pondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis. Ketika setiap individu memiliki kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya, maka akan tumbuh rasa persaudaraan, saling membantu, dan saling menguatkan. Di tengah masih banyaknya saudara-saudara kita yang menghadapi kesulitan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, masalah kesehatan, maupun berbagai persoalan kemanusiaan lainnya, kepedulian kita dapat menjadi sumber harapan yang menghadirkan semangat baru bagi mereka.

Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk kasih sayang yang diberikan tidak akan pernah sia-sia. Bahkan, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Ketika kita meringankan beban orang lain, sesungguhnya Allah sedang menyiapkan pertolongan dan kemudahan dalam kehidupan kita. Kasih sayang yang kita tebarkan akan kembali kepada diri kita dalam bentuk keberkahan, ketenangan hati, dan rahmat dari Allah SWT.

Oleh karena itu, marilah kita menjadikan kasih sayang sebagai bagian dari karakter dan gaya hidup sehari-hari. Jangan pernah ragu untuk berbuat baik, membantu, dan peduli kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang mereka. Sebab, bisa jadi satu bentuk kepedulian yang kita berikan hari ini menjadi penyebab hadirnya senyum, harapan, bahkan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.

Di era digital seperti sekarang, menebarkan kasih sayang dan kepedulian menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan mudah, aman, dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan.

Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI:

Zakat
• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
Infak
• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung

Atau klik -> Berbagi bersama BAZNAS

Karena setiap kasih sayang yang kita tebarkan kepada makhluk di bumi akan menjadi jalan datangnya kasih sayang Allah SWT kepada kita. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud nyata kepedulian, agar semakin banyak saudara yang terbantu dan semakin luas rahmat Allah mengalir bagi kehidupan kita semua.

21/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Jadilah Bermanfaat untuk Orang Lain

Di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat, banyak orang berlomba-lomba mengejar kesuksesan. Harta, jabatan, dan pencapaian sering kali dijadikan tolak ukur keberhasilan seseorang. Padahal, dalam pandangan Islam, ukuran kemuliaan manusia tidak hanya terletak pada apa yang berhasil dimiliki, tetapi juga pada seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

Setiap manusia diciptakan dengan kemampuan dan kesempatan yang berbeda-beda. Ada yang diberikan kelebihan dalam harta, ilmu, tenaga, waktu, maupun pengalaman. Semua itu sejatinya bukan hanya untuk dinikmati sendiri, melainkan sebagai amanah yang dapat digunakan untuk menghadirkan kebaikan bagi orang lain. Sebab, hidup yang paling bermakna adalah hidup yang mampu menjadi alasan hadirnya senyum, harapan, dan kebahagiaan bagi sesama.

Rasulullah SAW telah mengajarkan prinsip hidup yang begitu sederhana namun memiliki makna yang luar biasa. Beliau bersabda:

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad)

Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Menolong tetangga yang sedang kesulitan, membantu biaya pendidikan seorang anak yang kesulitan untuk sekolah, menguatkan mereka yang sedang menghadapi cobaan, hingga berbagi rezeki kepada orang yang membutuhkan merupakan wujud nyata dari manfaat yang dapat kita berikan.

Menjadi pribadi yang bermanfaat juga berarti menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat. Sebab, masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, menggapai pendidikan yang layak, memperoleh layanan kesehatan, hingga membangun usaha demi menyambung kehidupan. Kepedulian dari banyak orang, meskipun tampak sederhana, dapat menjadi cahaya harapan bagi mereka untuk bangkit dan menjalani hidup dengan lebih baik.

Islam mengajarkan bahwa berbagi tidak akan pernah mengurangi harta. Sebaliknya, setiap kebaikan yang diberikan akan dibalas dengan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Ketika kita menjadi jalan keluar bagi kesulitan orang lain, sesungguhnya kita sedang membuka pintu kemudahan bagi kehidupan kita sendiri. Inilah indahnya berbagi, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga membawa ketenangan hati dan keberkahan bagi pemberinya.

Oleh karena itu, marilah kita tidak hanya menjadi pribadi yang saleh dalam hubungan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk berbuat baik, sekecil apa pun bentuknya. Karena bisa jadi, satu bantuan kecil yang kita berikan hari ini menjadi sebab berubahnya kehidupan seseorang di masa depan.

Di era digital seperti sekarang, menebar manfaat menjadi semakin mudah. Melalui BAZNAS, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) denga mudah, aman dan terpercaya. Dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang kita titipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan mewujudkan kemandirian bagi mereka yang membutuhkan.

Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kebaikan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui transfer ke rekening BSI:

Zakat
• 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung
Infak
• 7137 892 051 a.n. Baznas Infaq Tulungagung

Atau klik -> Berbagi kebaikan bersama BAZNAS

Karena pada akhirnya, warisan terbaik yang kita tinggalkan bukanlah sebanyak apa yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang telah kita hadirkan bagi kehidupan orang lain.

16/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Keistimewaan Bulan Safar: Memahami NIlainya dalam Kalender Hijriah

Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Di tengah masyarakat, bulan ini sering dikaitkan dengan berbagai anggapan, seperti bulan yang membawa kesialan, waktu yang tidak baik untuk menikah, memulai usaha, atau bepergian. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa Bulan Safar adalah bulan sial ataupun memiliki kesialan tertentu.

Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa semua waktu yang Allah SWT ciptakan adalah baik. Musibah maupun nikmat yang diterima seseorang merupakan bagian dari takdir Allah SWT, bukan karena pengaruh suatu bulan. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memahami Bulan Safar berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah agar tidak terpengaruh oleh mitos yang berkembang di masyarakat.

Safar dalam Kalender Hijriah

Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan Hijriah. Nama Safar telah dikenal sejak masa Arab sebelum Islam. Sebagian ulama berpendapat bahwa nama tersebut berasal dari kata ?ifr yang berarti kosong, karena pada bulan ini banyak rumah ditinggalkan penduduknya untuk berdagang atau melakukan perjalanan.

Dalam Islam, Bulan Safar memiliki kedudukan yang sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya. Tidak terdapat ibadah khusus ataupun amalan tertentu yang hanya dikhususkan pada bulan ini sebagaimana Ramadan atau sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Namun, Bulan Safar tetap menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.

Meluruskan Mitos tentang Bulan Safar

Salah satu kesalahpahaman yang masih berkembang hingga saat ini adalah anggapan bahwa Bulan Safar membawa kesialan. Keyakinan tersebut berasal dari tradisi masyarakat Arab pada masa jahiliah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada 'adwa (penularan penyakit yang terjadi dengan sendirinya tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada hammah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar."

(HR. Bukhari No. 5707 dan Muslim No. 2220).

Hadis ini menjadi dasar bahwa seorang Muslim tidak boleh meyakini adanya bulan yang membawa kesialan. Segala sesuatu yang terjadi di dunia berlangsung atas kehendak dan ketetapan Allah SWT.

Hikmah Bulan Safar

Walaupun tidak memiliki keutamaan khusus sebagaimana beberapa bulan lainnya, Bulan Safar tetap memiliki banyak pelajaran bagi kehidupan seorang Muslim.

1. Menguatkan akidah dan tawakal

Bulan Safar mengingatkan umat Islam agar hanya bergantung kepada Allah SWT. Seorang Muslim tidak boleh mempercayai ramalan, hari sial, atau bulan sial karena semua urusan berada dalam kekuasaan Allah.

2. Menumbuhkan sikap optimis

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berprasangka baik kepada Allah SWT (husnuzan). Oleh karena itu, tidak ada alasan menunda pernikahan, membuka usaha, pindah rumah, ataupun melakukan perjalanan hanya karena memasuki Bulan Safar.

3. Menjauhi tahayul dan khurafat

Salah satu hikmah terbesar Bulan Safar adalah menjadi pengingat agar umat Islam meninggalkan berbagai kepercayaan yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Seorang Muslim hendaknya mengambil keputusan berdasarkan ilmu dan pertimbangan yang baik, bukan karena mitos.

4. Menjadikan setiap bulan sebagai kesempatan memperbaiki diri

Datangnya Bulan Safar menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap bulan merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Safar

Memang tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan atau disunnahkan secara khusus pada Bulan Safar. Namun, terdapat berbagai amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebagaimana pada bulan-bulan lainnya.

1. Memperbanyak salat sunnah

Selain menjaga salat lima waktu, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat sunnah seperti salat Duha, salat Tahajud, salat Rawatib, dan salat Witir sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

2. Membaca Al-Qur'an setiap hari

Membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, termasuk pada Bulan Safar. Membaca Al-Qur'an akan menambah ketenangan hati dan memperkuat keimanan.

 3. Memperbanyak zikir dan doa

Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istigfar, serta memperbanyak doa menjadi amalan yang dapat dilakukan setiap hari. Rasulullah ? juga menganjurkan umatnya untuk senantiasa memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT.

4. Memperbanyak istigfar dan bertaubat

Bulan Safar dapat dijadikan momentum untuk mengevaluasi diri atas kesalahan yang telah dilakukan. Dengan memperbanyak istigfar dan taubat yang sungguh-sungguh, seorang Muslim berharap memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT.

 5. Bersedekah dan membantu sesama

Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Bantuan yang diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, maupun masyarakat yang membutuhkan akan membawa manfaat bagi penerima sekaligus menjadi ladang pahala bagi pemberinya.

Penutup

Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan sebagaimana anggapan sebagian masyarakat. Islam mengajarkan bahwa semua bulan merupakan ciptaan Allah SWT dan tidak memiliki kekuatan untuk mendatangkan manfaat maupun mudarat dengan sendirinya.

Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mengisi Bulan Safar dengan memperbanyak amal saleh, memperkuat akidah, menjauhi tahayul, serta meningkatkan kualitas ibadah. Dengan pemahaman yang benar, Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik.

08/07/2026 | Kontributor: Humas BASNAZ Tulungagung

Artikel Terbaru

6 Keutamaan Berzakat Sebagai Ibadah Penyempurna Agama
6 Keutamaan Berzakat Sebagai Ibadah Penyempurna Agama
BAZNAS Tulungagung - Zakat merupakan salah satu dari lima pilar utama dalam agama Islam. Zakat juga merupakan sebuah ibadah wajib bagi yang mampu dan memiliki nilai pahala tinggi di sisi Allah SWT. Bahkan di dalam Al-Qur'an, Allah sering menyandingkan ibadah zakat dengan shalat, sehingga bagi menunaikan zakat akan mendapatkan pahala dan yang tidak melaksanakannya akan mendapatkan dosa. Zakat merupakan cara dalam syariat Islam untuk membersihkan harta seseorang dari sifat-sifat negatif seperti kekikiran, keserakahan, dan egoisme. Selain itu, zakat juga merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan pahala serta keberkahan dari-Nya. Berikut adalah beberapa keutamaan zakat yang InsyaAllah akan kita dapatkan. 1. Ibadah penyempurna agama Zakat merupakan bagian dari pondasi rukun Islam yang keempat, setelah syahadat, sholat, dan puasa. Dengan menjalankan zakat, maka akan semakin sempurna ibadah seseorang dalam menjalankan perintah agama. Hal ini tentunya merupakan suatu tujuan dari setiap muslim demi mendapatkan ridho dari Allah SWT 2. Mensucikan dan menambah harta Kata Zakat sendiri memiliki makna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan. Dapat diartikan dengan berzakat maka Allah SWT akan mensucikan harta dan jiwa kita dari dosa. Selain itu zakat juga bermakna An-Numuw, atau tumbuh dan berkembang. Makna ini semakin menegaskan bahwa orang yang menunaikan zakat, Insya Allah hartanya akan terus bertambah dan berkembang. Rasulullah SAW menerangkan hal ini melalui hadis, “Zakat membersihkan harta dan mengembangkannya, serta membuka pintu-pintu rezeki bagi pelakunya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Harta tidak akan berkurang karena sedekah...'” (HR. Muslim No. 2588). 3. Mendapatkan ampunan dosa Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur'an surat Al Maidah ayat 12, yang menyatakan Allah berjanji mengampuni dosa-dosa hambanya yang mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul. “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai...” (QS. Al Maidah: 12) 4. Mendekatkan diri kepada Allah SWT Menunaikan zakat adalah salah satu bentuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Zakat juga mengajarkan kita bagaimana menjadi pribadi yang pemurah, ikhlas dan tulus memberikan bantuan ke orang lain yang membutuhkan. 5. Mendatangkan keberkahan Salah satu makna zakat lainnya adalah Al-Barakatu, yang artinya berkah. Dengan membayarkan zakat atas harta yang kita miliki akan selalu dilimpahkan juga keberkahan oleh Allah SWT. keberkahan harta ini tentunya akan berpengaruh pada keberkahan kita dalam menjalani hidup, InsyaAllah. 6. Menguatkan solidaritas dan menumbuhkan kesejahteraan hidup masyarakat Melalui pembayaran zakat, umat Islam merasakan ikatan solidaritas yang kuat. Mereka merasa bahwa mereka semua adalah bagian dari satu komunitas yang saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam kesulitan. Zakat bukan hanya sekadar mengurangi kemiskinan, tetapi juga membantu dalam menumbuhkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan memperkuat lapisan masyarakat yang kurang mampu, zakat membantu menciptakan kondisi yang lebih stabil dan sejahtera bagi semua. _______________________ BAZNAS Kabupaten Tulungagung memfasilitasi pembayaran zakat dengan lebih mudah dan praktis melalui Zakat Online. Berikut daftar rekening untuk menunaikan zakat Anda: - Bank Jatim Syariah 7152271730 - Bank Jatim 0152540132 - BRI 0110.0103.0165.534 - BSI 7137.892.353 - BPR 01.01.004444
ARTIKEL14/05/2024 | BAZNAS Tulungagung
7 Keutamaan Bersedekah, Sebagai Media Melipatgandakan Pahala
7 Keutamaan Bersedekah, Sebagai Media Melipatgandakan Pahala
BAZNAS Tulungagung - Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Sebagaimana yang sudah disebutkan dalam salah satu ayat Al-Qur'an yang berbunyi : “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271) Sedekah tidak hanya berpatok pada harta benda saja. Hal-hal non materi pun bisa saja dikatakan sebagai sedekah, seperti menolong orang lain baik dengan tenaga maupun pikiran, memberi nafkah keluarga atau istri, menyingkirkan batu, duri dan krikil-krikil kecil dari tengah jalan pun termasuk ke dalam sedekah. Hal yang paling sederhana pun, seperti murah senyum kepada orang lain adalah sedekah. Sebagaimana dalam hadits dikatakan, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi) Melihat ada begitu banyaknya cara untuk bersedekah. Rasanya tidak ada lagi alasan kita untuk tidak melakukannya. Apalagi, setelah kita mengetahui banyaknya nikmat Allah dan keutamaan dari bersedekah. Berikut ini keutamaan sedekah sebagaimana yang sudah disebutkan dalam Al-Qur'an maupun Hadits : 1. Media penghapus dosa Sebagai makhluk Allah SWT yang tak luput dari dosa, umat Islam senantiasa diberikan berbagai keistimewaan agar berkesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa-dosanya dengan cara yang yang diridhai oleh Nya. Salah satunya dengan sedekah. Rasulullah SAW pernah bersabda : “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi). 2. Media untuk melipatgandakan pahala Allah SWT berjanji akan memberikan pahala yang berlipat ganda bagi orang-orang yang sedekah dengan rasa ikhlas, tulus, dan semata-mata mengharap ridho Allah SWT. Sebagaimana yang sudah disebutkan dalam Al-Qur'an yang berbunyi: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18) 3. Sedekah Tidak Mengurangi Harta “Sedekah adalah ibadah yang tidak akan mengurangi harta, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda untuk mengingatkan kita dalam sebuah riwayat Muslim, “sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim) Mengapa sedekah tidak akan mengurangi harta? Karena meskipun secara tersurat harta terlihat berkurang, namun kekurangan tersebut akan ditutup dengan pahala di sisi Allah SWT dan akan terus bertambah kelipatannya menjadi lebih banyak. Hal ini merupakan janji Allah yang termaktub dalam surat Saba' yang berbunyi : “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki sebaik-baiknya.” (QS. Saba': 39) 4. Menjadi naungan dihari kiamat Saat kelak di Padang Mahsyar setiap manusia akan menunggu giliran untuk diadili dari timbangan amal baik dan buruknya. Bisa dibayangkan berapa lama manusia akan menunggu dan merasakan panasnya terik matahari yang sangat dekat dengan kepala. Maka, dijelaskanlah dalam hadits Rasulullah SAW bahwasannya yang menjadikan naungan umat manusia di hari kiamat nanti adalah amalan sedekahnya. “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad). 5. Memanjangkan usia dan mencegah kematian buruk Yang dimaksud dalam memanjangkan usia disini adalah amalan kebaikan dari orang yang bersedekah ini akan terus dikenang melebihi umur hidup di dunia. Dengan sedekah seseorang dijauhkan dari kematian buruk. Hal ini seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW. “Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk, Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.” (HR. Thabrani). 6. Sedekah dapat menjauhkan diri dari api neraka Sebagaimana sedekah bisa menghapus dosa-dosa, maka dengan sedekah pulalah kita bisa terhindar dari api neraka. Mengingat pahala berlipat ganda yang didapat serta dihapusnya dosa-dosa, maka kita pun bisa menjauhkan diri kita agar tidak masuk ke dalam neraka jahanam. Hal ini sebagai sabda Rasulullah SAW, “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (Muttafaqun ‘alaih) 7. Menjadi obat bagi orang yang sakit Sedekah dapat mengobati orang yang sakit, sebagaimana yang tercantum dalam hadits berikut: “Obatilah orang sakit kalian dengan sedekah.” (HR. Abu Daud) Perlu dipahami secara utuh bahwa sakit adalah bagian dari takdir Allah. Kewajiban pertama saat sakit adalah sabar menerima takdir Allah. Pada saat yang sama melakukan ikhtiar
ARTIKEL08/05/2024 | BAZNAS Tulungagung
6 Keutamaan Berkurban, Mengantarkan Jalan Menuju Surga-Nya
6 Keutamaan Berkurban, Mengantarkan Jalan Menuju Surga-Nya
Seluruh ulama sepakat bahwa kurban merupakan syariat (tuntutan agama) yang hukumnya adalah sunah muakkad, atau sunah yang dikuatkan. Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak disyariatkannya sampai beliau wafat. Berkurban sejatinya adalah media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berkurban merupakan suatu bentuk kepatuhan dan ketaatan makhluk kepada sang pencipta. Oleh karena itu, memahami keutamaan berkurban bagi umat muslim adalah satu bentuk upaya meyakinkan dan memantapkan diri untuk menunaikan ibadah sunah ini. Lalu apa saja keutamaan berkurban tersebut? 1. Amalan yang paling dicintai Allah SWT di hari raya Idul Adha Banyak hadis yang menjelaskan bahwa menyembelih kurban merupakan amalan yang paling dicintai Allah pada hari nahr (idul adha), seperti yang ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari nahar (idul adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (hewan kurban), Sesungguhnya ia datang pada hari kiamat dengan tanduk, kulit dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darah itu telah sampai kepada Allah SWT sebelum darah itu tumpah ke tanah, maka hendaknya kalian senang karenanya.” (HR At-Tirmidzi) 2. Media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT Barang siapa berkurban karena takwa kepada Allah, maka Allah akan menerima kurban tersebut menjadi amalan baik di sisi-Nya. “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Maidah: 27) 3. Media untuk meraih ketaqwaan Apa yang ingin kita raih dalam ibadah kurban ini bukanlah persembahan daging dan darahnya, melainkan untuk mendapatkan ketakwaan. “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Q.S. Al-Hajj: 37) 4. Media untuk menambah amal kebaikan Salah satu keutamaan berkurban yang lain yaitu dapat menambah amal kebaikan untuk bekal kehidupan di akhirat. Dalam keutamaannya, Allah akan memberikan pahala yang berlipat-lipat bagi setiap umat Muslim yang menggunakan sebagian hartanya untuk berkuban. Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?”, Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.”, Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?”, Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”, Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”, Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan ibn Majah) 5. Hewan kurban sebagai Saksi di Hari Kiamat Rasulullah telah bersabda dalam sambungan hadis yang diriwayatkan Aisyah: “Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim) Menurut Tirmidzi hadis tersebut hasan, sedangkan Hakim berpendapat bahwa isnadnya shahih. Sebagian ulama mengatakan isnadnya lemah. Namun karena hadis tersebut mengandung ajaran tentang keutamaan qurban, hadis tersebut tidak tercela. 6. Dimensi sosial dan kemanusiaan Ibadah kurban tidak hanya bermanfaat untuk orang yang berqurban (Mudhohi) tapi secara tidak langsung juga bisa membantu fakir miskin dari kelaparan. Islam telah mengatur bagaimana menyeimbangkan perekonomian dan aspek kemanusiaan sosial, salah satunya dengan berkurban. Daging yang dibagikan dapat menghubungkan rasa kasih sayang dan kepedulian antara fakir miskin dengan mudhohi. Dengan berkurban juga kita dapat merasakan kenikmatan rezeki dan berkah yang senantiasa diberikan Allah kepada setiap hambanya.
ARTIKEL26/04/2024 | BAZNAS Tulungagung
Pentingnya Berqurban di Hari Raya Idhul Adha
Pentingnya Berqurban di Hari Raya Idhul Adha
Baznas Tulungagung - Berkurban pada hari raya Idul Adha menjadi salah satu sunnah yang dilakukan umat Islam tiap tanggal 10 Dzulhijjah. Berkurban memiliki banyak keutamaan dan hikmah tersendiri. Hukum dan dalil qurban tertulis dalam Quran surat Al Hajj ayat 34 yang artinya: "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." Dikutip dari artikel baznas.go.id, kata qurban berasal dari bahasa arab "Qaraba, Yaqrabu, Qurbaanan" yang artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, ibadah kurban mengajarkan agar manusia senantiasa memperhatikan nasib orang kecil. Bagi yang mampu harus mengasihi orang yang lebih lemah. Konsep qurban dalam Islam didasarkan pada kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai perintah dari Allah SWT. Namun, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba, sebagai tanda rasa taqwa dan kesetiaan Ibrahim kepada-Nya. Sejak saat itu, praktik qurban dilakukan sebagai bentuk pengorbanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam agama Islam, hewan yang boleh dikurbankan adalah sapi, kambing, atau domba yang memenuhi syarat tertentu, seperti usia minimal 1 tahun untuk kambing dan domba, serta 2 tahun untuk sapi. Selain itu, hewan tersebut harus sehat, tidak cacat, dan diperoleh dengan cara halal. Penulis: Desvian
ARTIKEL26/04/2024 | BAZNAS Tulungagung
Apa Benar Zakat Mudah ?
Apa Benar Zakat Mudah ?
BAZNAS Tulungagung - Seiring berkembangnya tekhnologi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulungagung sebagai badan resmi pemerintah yang bertugas untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) telah melakukan upgrade kantor berbasis digital. Hal ini guna mengoptimalkan pelayanan yang di tawarkan oleh BAZNAS kepada para muzakki dan mustahik agar secara mudah dana ZIS dapat terhimpun dan tersalurkan secara cepat dan tepat. Sekarang bayar zakat secara online melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung, bisa dengan cara lama yakni transfer atau dengan cara mengakses web resmi di laman bayar zakat yang sudah terintegrasi dengan dompet digital Untuk membayarkan zakat secara online muzakki hanya perlu mengisi data diri seperti nama lengkap, nomor telepon, dan juga email. Ketika pembayaran sukses mereka akan menerima bukti setor zakat yang dikirimkan oleh BAZNAS. Sehingga muzakki tidak perlu bersusah payah untuk datang ke kantor. Sementara ini, untuk fasilitas pembayaran zakat berbasis web secara online masih menggunakan gopay dan mandiri bill. Saat ini BAZNAS terus berusaha menambah banyak dompet digital sebagai platform media pembayaran supaya lebih mempermuda muzakki dalam membayarkan zakatnya sesuai dompet digital yang mereka punya.
ARTIKEL19/05/2023 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →