WhatsApp Icon
Keistimewaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Bulan Ramadhan adalah suatu moment yang penuh keberkahan yang mengajarkan umat islam untuk terus meningkatkan kepedulian sosial serta semangat berbagi. Salah satu amalan yang mudah tapi memiliki keutamaan besar ialah memberi makan kepada orang yang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda "bahwa siapa saja yang memberi makan orang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang menjalankannya". Oleh karena itu, memberi makan kepada orang yang berpuasa bukan sekedar bentuk kebaikan sosial, melainkan juga ladang pahala yang luar biasa di sisi Allah SWT. 

5 Keutamaan Memberi Makan Buka Puasa

Ada beberapa keutamaan memberi makan buka puasa. Ini juga termasuk bagi yang membantu atau menjadi panitia buka puasa karena termasuk dalam orang yang menolong dalam kebaikan.

1. Memberi makan buka puasa akan mendapatkan pahala dari orang yang berpuasa.

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu 'anhu, Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, 

Artinya: "Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga." (HR. Tirmidzi no.807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5:192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

2. Menggabungkan Shalat, puasa dan sedekah dapat mengantarkan pada ridha Allah.

Ibnu Rajab Al-Hamdali rahimahullah  karenanya menyatakan, "Puasa, shalat dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, 'Shalat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja." (Lathaif Al-Ma'arif, hlm.298)

3. Sedekah akan menyelamatkan seseorang dari panasnya hari kiamat.

Dari 'Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 

Artinya: "Setiap orang akan berada di naungan amalan sedekahnya hingga ia mendapatkan keputusan di tengah-tengah manusia." (HR. Ahmad, 4:147. Syaikh Syu'aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini Shahih)

4. Sedekah akan meredam murka Allah.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits, 

Artinya: "Sedekah itu dapat meredam murka Allah dan mencegah dari keadaan mati yang jelek." (HR. Trimidzi, no. 664. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini Dha'if)

5. Sedekah akan menghapus dosa

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 

Artinya: "Sedekah itu akan memadamkan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api." (HR. Trimidzi, no. 2616; Ibnu Majah, no. 3973. Al-Hafizh Abu Thahir menatakan bahwa sanad hadits ini Hasan)

19/02/2026 | Kontributor: Humas BASNAZ Tulungagung
Ketika Fajar Menyingsing: Keajaiban Sedekah Subuh yang Membuka Pintu Langit

Saat kebanyakan orang masih terlelap dalam sisa kantuk malam, ada segelintir hamba yang telah terjaga, menunduk dalam doa, dan menyelipkan kebaikan di antara dinginnya udara subuh. Mereka bukan sekadar mengejar pahala, tetapi mengetuk pintu langit dengan sedekah di waktu yang paling mulia.

Fenomena “sedekah subuh” belakangan semakin menggema di tengah masyarakat. Bukan karena tren, melainkan karena keyakinan akan keutamaannya yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi. Di balik kesederhanaannya, sedekah di waktu fajar menyimpan janji keberkahan yang luar biasa.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keluasan karunia Allah. Sedekah tidak mengurangi harta, justru menjadi “investasi akhirat” yang berkembang berkali-kali lipat. Jika dilakukan dengan ikhlas, Allah akan menumbuhkannya menjadi keberkahan dunia dan pahala akhirat.

Doa Para Malaikat di Waktu Subuh

Keutamaan sedekah subuh semakin kuat dengan hadis Nabi ?

"Tidaklah seorang hamba berada di pagi hari kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak.’ Dan yang lain berdoa: ‘Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir."(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah di pagi hari terlebih di waktu subuh memiliki posisi istimewa. Bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga “mengaktifkan” doa para malaikat yang mustajab di sisi Allah.

Mengapa subuh?

Subuh adalah waktu peralihan antara gelap dan terang, antara sunyi dan kehidupan. Di saat itulah hati paling jernih, niat paling tulus, dan doa paling khusyuk. Sedekah di waktu ini bukan sekadar memberi, tetapi menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah — meyakini bahwa rezeki datang dari-Nya, bukan dari dompet kita.

Para ulama menyebut waktu subuh sebagai waqtul barakah (waktu keberkahan). Pada jam-jam ini, hiruk-pikuk dunia belum mengambil alih kesadaran manusia. Tidak ada kebisingan pasar, tidak ada riuhnya pekerjaan, tidak ada gangguan layar ponsel. Yang ada hanya keheningan, zikir, dan bisikan iman. Karena itulah, sedekah yang dilakukan di waktu subuh cenderung lebih murni lahir bukan dari pamer atau dorongan sosial, tetapi dari keikhlasan hati.

Sedekah subuh tidak menuntut nominal besar. Bisa berupa uang, makanan untuk tetangga, memberi makan kucing jalanan, atau bahkan membantu orang yang membutuhkan. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan konsistensi.

Maka, mari kita jadikan fajar bukan hanya waktu untuk bangun, tetapi waktu untuk memberi. Sisipkan kebaikan sebelum aktivitas dunia menyibukkan hati kita. Mulailah hari dengan sedekah, agar Allah memulai hari kita dengan keberkahan.

Bayangkan: ketika matahari belum terbit, namamu sudah disebut oleh malaikat dalam doa kebaikan. Ketika orang lain masih tertidur, catatan amalmu sudah bertambah. Dan ketika rezeki menghampirimu, itu bukan kebetulan itu janji Allah yang terwujud.

Mari hidupkan sedekah subuh. Bukan karena kita punya banyak, tetapi karena kita percaya kepada Yang Maha Memberi. Sebab, tangan yang memberi di subuh hari, kelak akan dipeluk rahmat-Nya di hari kemudian.

05/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Tau gak? Amalan sedekah itu kayak Memancing Datangnya Rezeki loh..

Dalam sedekah, umpannya adalah ikhlas dan kailnya adalah keyakinan. Saat kita mengeluarkan sebagian harta di jalan Allah, sejatinya kita sedang menanam kebaikan. Kita tidak sedang “kehilangan”, melainkan menitipkan rezeki kepada Pemilik segala rezeki. Soal hasil dan balasannya, biarlah Allah yang mengatur dengan cara dan waktu terbaik menurut-Nya.

Tidak semua sedekah langsung terasa balasannya. Kadang “strike”-nya memang tidak instan. Namun ketika rezeki itu datang, sering kali hasilnya justru berlipat. Balasan sedekah tidak selalu berupa uang atau materi, tetapi bisa hadir dalam bentuk keberkahan hidup, ketenangan hati, kesehatan, kemudahan urusan, bahkan rezeki dari arah yang sama sekali tidak kita duga.

Dengan bersedekah, kita belajar berbagi sekaligus menumbuhkan harapan akan kebaikan dari Allah SWT. Harta yang dikeluarkan tidak akan mengurangi rezeki, justru menjadi sebab bertambahnya keberkahan dalam kehidupan.

Saat kita memberi dengan ikhlas, sejatinya kita sedang menanam kebaikan. Balasannya mungkin tidak langsung kita rasakan, tetapi Allah SWT selalu mengembalikannya dengan cara terbaik datang perlahan, namun kembali berlipat dalam keberkahan dan rezeki yang tak disangka-sangka.

Selain itu, sedekah juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, sedekah disalurkan secara tertib dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

Mari salurkan sedekah terbaik kita melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung:

kabtulungagung.baznas.go.id/sedekah

BSI 7137892051

BRI 011001030166530

Ayo bersedekah hari ini, dan biarkan keberkahan datang menyusul.

05/02/2026 | Kontributor: Humas BASNAZ Tulungagung
Tips Khatam Al-Qur’an ala Ramadhan Produktif

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kedekatan dengan Allah SWT. Salah satu amalan utama pada bulan penuh keberkahan ini adalah memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Ramadhan yang produktif tidak hanya diukur dari kesibukan aktivitas, tetapi dari kemampuan memanfaatkan waktu untuk menjalankan ibadah yang bernilai.

Menghatamkan Al-Qur’an selama Ramadhan dapat dilakukan dengan perencanaan yang baik dan niat yang tulus. Penetapan target khatam sejak awal membantu mengatur waktu membaca Al-Qur’an secara terarah dan sesuai kemampuan, sehingga tilawah dapat dilakukan secara konsisten tanpa terasa memberatkan.

Produktivitas Ramadhan juga dapat dibangun dengan memanfaatkan waktu di sekitar pelaksanaan salat wajib. Target khatam Al-Qur’an dapat dicapai dengan membagi bacaan di setiap waktu salat. Untuk 1x khatam, cukup membaca 4 halaman setiap selesai salat. Untuk 2x khatam, membaca 8 halaman, dan untuk 3x khatam membaca 12 halaman di setiap waktu salat. Pola ini membantu menjaga kesinambungan tilawah harian sekaligus membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Konsistensi dalam membaca, meskipun dalam jumlah terbatas, lebih utama dibandingkan membaca banyak namun tidak berkelanjutan. Ramadhan produktif adalah Ramadhan yang diisi dengan amalan yang mendatangkan pahala dan keberkahan. BAZNAS mengajak masyarakat menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an agar nilai-nilai kebaikan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

04/02/2026 | Kontributor: Humas BASNAZ Tulungagung
Jelang Ramadhan 1447 H, Bagaimana Aturan Pembayaran Fidyah bagi Ibu Hamil Menurut Ulama?

Sebentar lagi datangnya bulan suci Ramadhan 1477 H, umat Muslim mulai mempersiapkan diri, tidak hanya meningkatkan ibadah tetapi juga menyelesaikan kewajiban yang tertunda, termasuk utang puasa. Islam memberikan keringanan bagi lansia, orang sakit menahun, serta ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. Bagi yang tidak mampu menggantinya di lain waktu, fidyah menjadi solusi yang disyariatkan.

Bagi ibu hamil, keringanan ini berlaku ketika puasa dikhawatirkan membahayakan diri sendiri atau janin. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan tidak memberatkan hamba-Nya.

Pendapat Ulama tentang Fidyah bagi Ibu Hamil

Para ulama memiliki perbedaan pandangan terkait kewajiban qadha dan fidyah bagi ibu hamil yang tidak menjalankan puasa Ramadan. Perbedaan ini didasarkan pada alasan ibu hamil tersebut meninggalkan puasa.

- Mazhab Hanafi: Ibu hamil wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan tanpa perlu membayar fidyah.

- Mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hanbali: Jika ibu hamil khawatir terhadap janinnya, ia wajib membayar fidyah dan mengqadha puasa.

- Ibnu Abbas dan Ibnu Umar: Jika ibu hamil tidak berpuasa karena khawatir pada janinnya, cukup membayar fidyah tanpa perlu mengqadha.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti pendapat yang paling sesuai dengan kondisi pribadi serta arahan ulama setempat. Selain itu, konsultasi dengan tenaga medis juga dianjurkan guna memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin sebelum memutuskan untuk berpuasa atau meninggalkannya.

Cara Menunaikan Fidyah bagi Ibu Hamil

Fidyah dibayarkan dengan memberi makan fakir miskin sebagai pengganti puasa yang tidak dapat dijalankan. Setiap satu hari puasa yang ditinggalkan diganti dengan makanan pokok, seperti beras, sesuai ketentuan syariat.

Fidyah bisa diberikan dalam bentuk beras, makanan siap makan, atau uang senilai makanan tersebut, selama manfaatnya sama dan tepat sasaran. Jika seorang ibu hamil meninggalkan puasa selama satu bulan penuh, maka fidyahnya setara dengan memberi makan 30 orang miskin. Penyalurannya bisa dilakukan langsung atau melalui lembaga zakat.

Pembayaran Fidyah Lewat BAZNAS Kabupaten Tulungagung

Kini, menunaikan fidyah tidak lagi ribet. Melalui layanan digital, BAZNAS Kabupaten Tulungagung memudahkan masyarakat untuk membayar fidyah secara resmi, aman, dan sesuai ketentuan syariat.

Pembayaran fidyah bisa dilakukan secara online tanpa harus datang langsung. Prosesnya sederhana dan bisa diakses kapan saja, sehingga memudahkan siapa pun yang ingin menunaikan kewajiban ibadah dengan tenang.

Cara membayar fidyah secara online:

1. Akses website resmi kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat.

2. Ubah pilihan jenis dana menjadi fidyah, lalu ikuti langkah pembayaran yang tersedia.

Fidyah yang terkumpul akan disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung kepada penerima yang berhak secara tepat sasaran dan amanah.

03/02/2026 | Kontributor: Humas BASNAZ Tulungagung

Artikel Terbaru

6 Keutamaan Berkurban, Mengantarkan Jalan Menuju Surga-Nya
6 Keutamaan Berkurban, Mengantarkan Jalan Menuju Surga-Nya
Seluruh ulama sepakat bahwa kurban merupakan syariat (tuntutan agama) yang hukumnya adalah sunah muakkad, atau sunah yang dikuatkan. Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak disyariatkannya sampai beliau wafat. Berkurban sejatinya adalah media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berkurban merupakan suatu bentuk kepatuhan dan ketaatan makhluk kepada sang pencipta. Oleh karena itu, memahami keutamaan berkurban bagi umat muslim adalah satu bentuk upaya meyakinkan dan memantapkan diri untuk menunaikan ibadah sunah ini. Lalu apa saja keutamaan berkurban tersebut? 1. Amalan yang paling dicintai Allah SWT di hari raya Idul Adha Banyak hadis yang menjelaskan bahwa menyembelih kurban merupakan amalan yang paling dicintai Allah pada hari nahr (idul adha), seperti yang ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari nahar (idul adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (hewan kurban), Sesungguhnya ia datang pada hari kiamat dengan tanduk, kulit dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darah itu telah sampai kepada Allah SWT sebelum darah itu tumpah ke tanah, maka hendaknya kalian senang karenanya.” (HR At-Tirmidzi) 2. Media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT Barang siapa berkurban karena takwa kepada Allah, maka Allah akan menerima kurban tersebut menjadi amalan baik di sisi-Nya. “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Maidah: 27) 3. Media untuk meraih ketaqwaan Apa yang ingin kita raih dalam ibadah kurban ini bukanlah persembahan daging dan darahnya, melainkan untuk mendapatkan ketakwaan. “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Q.S. Al-Hajj: 37) 4. Media untuk menambah amal kebaikan Salah satu keutamaan berkurban yang lain yaitu dapat menambah amal kebaikan untuk bekal kehidupan di akhirat. Dalam keutamaannya, Allah akan memberikan pahala yang berlipat-lipat bagi setiap umat Muslim yang menggunakan sebagian hartanya untuk berkuban. Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?”, Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.”, Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?”, Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”, Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”, Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan ibn Majah) 5. Hewan kurban sebagai Saksi di Hari Kiamat Rasulullah telah bersabda dalam sambungan hadis yang diriwayatkan Aisyah: “Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim) Menurut Tirmidzi hadis tersebut hasan, sedangkan Hakim berpendapat bahwa isnadnya shahih. Sebagian ulama mengatakan isnadnya lemah. Namun karena hadis tersebut mengandung ajaran tentang keutamaan qurban, hadis tersebut tidak tercela. 6. Dimensi sosial dan kemanusiaan Ibadah kurban tidak hanya bermanfaat untuk orang yang berqurban (Mudhohi) tapi secara tidak langsung juga bisa membantu fakir miskin dari kelaparan. Islam telah mengatur bagaimana menyeimbangkan perekonomian dan aspek kemanusiaan sosial, salah satunya dengan berkurban. Daging yang dibagikan dapat menghubungkan rasa kasih sayang dan kepedulian antara fakir miskin dengan mudhohi. Dengan berkurban juga kita dapat merasakan kenikmatan rezeki dan berkah yang senantiasa diberikan Allah kepada setiap hambanya.
ARTIKEL26/04/2024 | BAZNAS Tulungagung
Pentingnya Berqurban di Hari Raya Idhul Adha
Pentingnya Berqurban di Hari Raya Idhul Adha
Baznas Tulungagung - Berkurban pada hari raya Idul Adha menjadi salah satu sunnah yang dilakukan umat Islam tiap tanggal 10 Dzulhijjah. Berkurban memiliki banyak keutamaan dan hikmah tersendiri. Hukum dan dalil qurban tertulis dalam Quran surat Al Hajj ayat 34 yang artinya: "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." Dikutip dari artikel baznas.go.id, kata qurban berasal dari bahasa arab "Qaraba, Yaqrabu, Qurbaanan" yang artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, ibadah kurban mengajarkan agar manusia senantiasa memperhatikan nasib orang kecil. Bagi yang mampu harus mengasihi orang yang lebih lemah. Konsep qurban dalam Islam didasarkan pada kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai perintah dari Allah SWT. Namun, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba, sebagai tanda rasa taqwa dan kesetiaan Ibrahim kepada-Nya. Sejak saat itu, praktik qurban dilakukan sebagai bentuk pengorbanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam agama Islam, hewan yang boleh dikurbankan adalah sapi, kambing, atau domba yang memenuhi syarat tertentu, seperti usia minimal 1 tahun untuk kambing dan domba, serta 2 tahun untuk sapi. Selain itu, hewan tersebut harus sehat, tidak cacat, dan diperoleh dengan cara halal. Penulis: Desvian
ARTIKEL26/04/2024 | BAZNAS Tulungagung
Apa Benar Zakat Mudah ?
Apa Benar Zakat Mudah ?
BAZNAS Tulungagung - Seiring berkembangnya tekhnologi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulungagung sebagai badan resmi pemerintah yang bertugas untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) telah melakukan upgrade kantor berbasis digital. Hal ini guna mengoptimalkan pelayanan yang di tawarkan oleh BAZNAS kepada para muzakki dan mustahik agar secara mudah dana ZIS dapat terhimpun dan tersalurkan secara cepat dan tepat. Sekarang bayar zakat secara online melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung, bisa dengan cara lama yakni transfer atau dengan cara mengakses web resmi di laman bayar zakat yang sudah terintegrasi dengan dompet digital Untuk membayarkan zakat secara online muzakki hanya perlu mengisi data diri seperti nama lengkap, nomor telepon, dan juga email. Ketika pembayaran sukses mereka akan menerima bukti setor zakat yang dikirimkan oleh BAZNAS. Sehingga muzakki tidak perlu bersusah payah untuk datang ke kantor. Sementara ini, untuk fasilitas pembayaran zakat berbasis web secara online masih menggunakan gopay dan mandiri bill. Saat ini BAZNAS terus berusaha menambah banyak dompet digital sebagai platform media pembayaran supaya lebih mempermuda muzakki dalam membayarkan zakatnya sesuai dompet digital yang mereka punya.
ARTIKEL19/05/2023 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat