WhatsApp Icon
Pendaftaran Dibuka! Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung Periode 2026–2031 Resmi Dimulai

TulungagungPanitia Seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung resmi membuka pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung Periode 2026-2031. Seleksi ini dilaksanakan untuk menjaring calon pimpinan yang memiliki integritas, kapabilitas, serta komitmen dalam mengembangkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung.

Pembukaan seleksi tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung guna memastikan keberlanjutan pengelolaan dana zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Dalam seleksi kali ini, Panitia Seleksi membuka kebutuhan sebanyak lima orang pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang akan bertugas pada masa bakti 2026-2031. Para pimpinan terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pemberdayaan umat.

Pendaftaran dibuka mulai 2 Juni hingga 16 Juni 2026 dan dilakukan secara daring melalui laman:
Klik disini -> Sistem Informasi Zakat

Seluruh proses seleksi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan guna memperoleh kandidat terbaik yang mampu mengemban amanah pengelolaan zakat di Kabupaten Tulungagung.

Masyarakat yang memenuhi persyaratan dan berminat mengikuti seleksi dapat mengakses informasi lengkap terkait pengumuman seleksi, persyaratan, tahapan seleksi, serta formulir pernyataan melalui laman:
Klik -> Pemberitahuan BAZNAS

Panitia Seleksi mengundang putra-putri terbaik Kabupaten Tulungagung yang memiliki kompetensi, integritas, dan kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proses seleksi tersebut.

Melalui proses seleksi yang terbuka dan objektif, diharapkan akan terpilih pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang mampu memperkuat tata kelola zakat serta meningkatkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulungagung.

03/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan Pemda Salurkan Puluhan Hewan Kurban, Tebar Kepedulian hingga Pelosok

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyerahkan bantuan sedekah daging secara simbolis kepada sejumlah lembaga keagamaan dan organisasi masyarakat di Kabupaten Tulungagung, Selasa (26/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menumbuhkan nilai kepedulian sosial serta semangat kebersamaan menjelang Hari Raya Iduladha.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, MM., didampingi jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung serta dinas terkait. Bantuan yang disalurkan berupa hewan hidup dalam kondisi sehat, aktif, dan tidak cacat.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 27 ekor sapi diserahkan, termasuk 1 ekor sapi limosin berbobot 1 ton 50 kilogram yang merupakan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta 17 ekor sapi yang berasal dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, MM., menyampaikan bahwa momentum Iduladha menjadi sarana penting untuk memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Melalui momentum kurban ini, kita ingin memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat berharap bantuan hewan kurban ini dapat memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengatakan bahwa program sedekah daging merupakan bentuk nyata kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah yang jarang menerima distribusi hewan kurban.

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Tulungagung tidak hanya menyalurkan bantuan sedekah daging berupa hewan sapi, tetapi juga menyalurkan 16 ekor kambing yang berasal dari donasi masyarakat. Hewan tersebut kemudian disalurkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung, termasuk daerah pelosok agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata.

“Alhamdulillah, amanah dari masyarakat terus kami salurkan kepada yang berhak menerima. Tidak hanya sapi, tahun ini kami juga menyalurkan 16 ekor kambing hasil donasi masyarakat. Distribusi dilakukan hingga ke wilayah pelosok agar masyarakat yang membutuhkan juga dapat merasakan kebahagiaan Iduladha,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus meningkat. BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga mengajak masyarakat untuk terus menebar manfaat melalui zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu.

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

29/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Puluhan RA di Bawah Naungan Kemenag

Tulungagung - BANZAS Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan sosialisasi dan pentasyarufan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan dihadiri oleh jajaran Raudhatul Athfal (RA) di bawah lingkup Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan kepada 19 Raudhatul Athfal (RA) sebagai bagian dari penyaluran tahap pertama. Secara keseluruhan, program ini nantinya akan menyasar 34 RA di Kabupaten Tulungagung.

Bantuan yang diberikan meliputi berbagai sektor kebutuhan pendidikan, mulai dari beasiswa, bantuan honor guru GTT/PTT, hingga bantuan sarana dan prasarana pendidikan. Masing-masing RA menerima bantuan senilai Rp1.500.000,- sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan lembaga pendidikan Islam di Tulungagung.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., dalam sambutannya menjelaskan bahwa program pentasyarufan ini merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang pendidikan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan oleh BAZNAS Tulungagung tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan saja, melainkan juga mencakup bidang lain. Salah satunya yaitu program bantuan biaya hidup sebatangkara bagi para lansia yang hidup sendiri tanpa penghasilan maupun dukungan keluarga. Menurutnya, sebagian besar penerima manfaat program tersebut bahkan tidak memiliki identitas kependudukan sehingga tidak dapat memperoleh bantuan dari pemerintah.

“Ada sekitar 200 lansia yang telah kami bantu hingga beliau wafat. Kalau tidak ada yang membayar zakat dan infaknya melalui BAZNAS, lalu bagaimana nasib mereka nantinya?” ungkapnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah terus meningkat agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu melalui berbagai program yang dijalankan BAZNAS Tulungagung.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Mohamad Afif Fauzi, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penghimpunan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Tulungagung. Beliau juga mengungkapkan rasa syukur karena hampir seluruh ASN di lingkungan Kantor Kemenag Tulungagung telah menunaikan zakat maupun infaknya melalui BAZNAS Tulungagung.

Menurutnya, keberhasilan program pentasyarufan tidak terlepas dari keseimbangan antara penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah.

“Di BAZNAS Tulungagung ini kalau tidak ada yang setor zakat dan infak, maka tidak ada yang ditasyarufkan. Jadi antara penghimpunan dan pendistribusian harus seimbang,” ujarnya.

Beliau menambahkan, apabila nantinya masih terdapat ASN yang belum menunaikan zakat profesi, maka pihaknya melalui bagian ZAWA akan menginstruksikan agar pembayaran zakat profesi dapat disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung.

Selain itu, Mohamad Afif Fauzi turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung atas kerja sama dan kontribusi yang selama ini telah diberikan dalam membantu masyarakat Kabupaten Tulungagung.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang peduli dan ikut berpartisipasi dalam membangun Tulungagung yang lebih sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung, untuk bersama menghadirkan manfaat bagi sesama.

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

22/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Genjot Optimalisasi Penghimpunan ZIS di Eks Kawedanan Campurdarat

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar Sosialisasi dan Optimalisasi Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) se-Eks Kawedanan Campurdarat di Aula Kantor Kecamatan Pakel, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kembali penghimpunan dana ZIS, khususnya di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Tulungagung, Kasi Zakat dan Wakaf (Zawa) Kementerian Agama Tulungagung, para camat se-Eks Kawedanan Campurdarat, Koordinator Wilayah UPA-SP, kepala sekolah SD, hingga kepala puskesmas se-Eks Kawedanan Campurdarat.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Tulungagung yang diwakilkan oleh Wakil Ketua I, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa pada masa sebelumnya BAZNAS Tulungagung pernah menjadi rujukan berbagai BAZNAS kabupaten/kota lain untuk studi tiru. Namun, menurutnya, saat ini penghimpunan dana ZIS di Tulungagung mulai tertinggal dibandingkan daerah lain.

“Dulu BAZNAS Tulungagung sering menjadi tujuan studi tiru dari daerah lain. Namun sekarang justru mulai tertinggal, terutama dalam penghimpunan dana ZIS. Karena itu, sosialisasi seperti ini sangat penting untuk kembali mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Tulungagung, H. Makrus Manan, S.P., M.M., menegaskan dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap pengoptimalan penghimpunan ZIS melalui lembaga resmi, yakni BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Ia berharap penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung dapat kembali meningkat dan berjalan lebih optimal. Selain itu, pihaknya juga meminta para camat untuk turut aktif membantu penguatan penghimpunan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah masing-masing.

“Kami dari pemerintah daerah sangat mendukung optimalisasi ZIS melalui lembaga resmi pemerintah seperti BAZNAS Tulungagung. Kami juga memohon sekaligus menginstruksikan kepada para camat agar membantu pengoptimalan zakat melalui UPZ-UPZ yang ada di bawahnya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh UPZ di wilayah Eks Kawedanan Campurdarat semakin kuat sehingga penghimpunan dana ZIS dapat meningkat dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai bentuk kemudahan layanan, para ASN atau masyarakat dapat menunaikan zakat dan sedekah secara online melalui tautan berikut:

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

13/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Dorong Optimalisasi Penghimpunan ZIS di Kawedanan Ngunut

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Sosialisasi dan Optimalisasi Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) se-Eks Kawedanan Ngunut. Kegiatan ini berlangsung di Aula Wilis UPT Balai Kerja Kabupaten Tulungagung pada Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Kesehatan, para camat se-eks Kawedanan Ngunut, koordinator wilayah UPA-SP, kepala sekolah SD, serta kepala puskesmas se-eks Kawedanan Ngunut. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat penghimpunan ZIS, khususnya di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan penghimpunan ZIS. Ia mengajak seluruh peserta untuk mulai berkontribusi sesuai kemampuan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap Bapak/Ibu semua tergugah untuk berzakat, berinfak, maupun bersedekah melalui BAZNAS. Jika belum mampu berzakat, maka bersedekahlah seikhlasnya. Insyaallah, apa yang ditunaikan akan kembali memberi manfaat, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suyadi menjelaskan bahwa dana ZIS yang dihimpun akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program BAZNAS. Salah satunya adalah program bantuan biaya hidup bagi fakir miskin sebatang kara, yang menyasar lansia tanpa keluarga dan tanpa penghasilan tetap. Ia menambahkan, banyak dari mereka yang belum terjangkau bantuan pemerintah karena tidak memiliki identitas resmi seperti KTP atau Kartu Keluarga.

“Jika penghimpunan ZIS tidak optimal, maka keberlangsungan bantuan bagi mereka tentu akan terancam. Di sinilah pentingnya peran kita bersama,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap kesadaran dan partisipasi ASN serta masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat.

Sebagai bentuk kemudahan layanan, masyarakat dapat menunaikan zakat dan sedekah secara daring melalui tautan berikut:

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

BAZNAS Tulungagung Cetak Barista Profesional Melalui Program Z Coffee
BAZNAS Tulungagung Cetak Barista Profesional Melalui Program Z Coffee
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung terus berinovasi dalam memberdayakan masyarakat melalui berbagai program yang kreatif dan produktif. Salah satunya dengan mengadakan Pelatihan Barista Program Z Coffee yang mengusung konsep unik berupa coffee shop keliling (24/12/2024). Program ini diikuti oleh 5 peserta terpilih yang berasal dari kalangan mustahik, bertujuan untuk membekali mereka keterampilan baru di bidang kopi. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, mencakup materi teori dan praktik tentang dasar-dasar perkopian, teknik penyeduhan (brewing), hingga manajemen usaha kedai kopi. Tidak hanya itu, peserta juga diajarkan strategi pemasaran dan pelayanan pelanggan yang berorientasi pada bisnis coffee shop keliling. Program ini bertujuan agar para peserta dapat membuka usaha mandiri yang berkelanjutan sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas melalui konsep usaha yang fleksibel. Wakil Ketua Baznas Tulungagung, H. Abdulloh Irfan, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap program ini. “Kami melihat potensi besar di industri kopi yang terus berkembang. Program Z Coffee ini kami rancang untuk memberikan peluang baru bagi masyarakat, khususnya mustahik, agar mereka memiliki keterampilan yang bisa langsung diaplikasikan. Dengan konsep coffee shop keliling, kami ingin mendukung mereka menjadi wirausahawan yang mandiri dan produktif,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa BAZNAS Tulungagung tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga terus berupaya menciptakan program pemberdayaan ekonomi yang berdampak jangka panjang. Kelima peserta yang telah menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan bantuan berupa peralatan usaha untuk memulai coffee shop keliling. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pendampingan lanjutan dari BAZNAS Tulungagung guna memastikan keberhasilan usaha yang dirintis. Program Z Coffee menjadi salah satu langkah BAZNAS Tulungagung untuk membantu mustahik bertransformasi menjadi muzakki melalui pemberdayaan ekonomi. Dengan hadirnya barista baru dari program ini, diharapkan mereka mampu mengubah kehidupan mereka sekaligus memberikan inspirasi bagi masyarakat lain. Melalui program-program seperti Z Coffee, BAZNAS Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola zakat secara produktif untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.
BERITA24/12/2024 | BAZNAS Tulungagung
Peningkatan Kapasitas SDM BAZNAS Tulungagung untuk Optimalkan Kinerja
Peningkatan Kapasitas SDM BAZNAS Tulungagung untuk Optimalkan Kinerja
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia pada Rabu (18/12/2024). Acara ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kerja para amil zakat agar lebih optimal dalam melayani masyarakat, khususnya dalam pengelolaan zakat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus dan staf BAZNAS Kabupaten Tulungagung dengan fokus pada beberapa materi strategis, yakni manajemen kepemimpinan, problem solving, manajemen interpersonal, dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion). Semua materi dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan yang relevan dalam menghadapi tantangan operasional sehari-hari. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Abdul Wachid, S. IP. , dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung visi dan misi organisasi. “BAZNAS memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM adalah langkah mutlak yang harus dilakukan untuk memastikan seluruh program dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya. Menurutnya, pelatihan ini juga bertujuan untuk membangun kekompakan tim dan menumbuhkan kepemimpinan yang efektif. “Kita tidak hanya bekerja sebagai individu, tetapi sebagai sebuah tim. Kemampuan dalam manajemen kepemimpinan dan interpersonal menjadi kunci utama untuk menciptakan kolaborasi yang solid. Selain itu, kemampuan memecahkan masalah secara strategis akan mempermudah kita dalam menghadapi dinamika yang ada di lapangan,” tandasnya. Materi pertama mengenai manajemen kepemimpinan disampaikan oleh narasumber yang berpengalaman dalam pengembangan organisasi. Para peserta diajarkan tentang pentingnya gaya kepemimpinan yang adaptif dan visioner, terutama dalam mengelola organisasi berbasis layanan publik seperti BAZNAS. Sesi kedua, yaitu problem solving, memberikan wawasan praktis mengenai bagaimana cara mengidentifikasi masalah, menganalisis akar penyebab, dan mencari solusi yang efektif. Peserta diajak untuk memecahkan studi kasus terkait kendala yang sering dihadapi dalam pengelolaan zakat. Selanjutnya, pada materi manajemen interpersonal, peserta dilatih untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan kerja yang harmonis. Narasumber menekankan pentingnya empati dan keterampilan mendengarkan dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif. Kegiatan diakhiri dengan sesi Focus Group Discussion (FGD), di mana peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi dan mempresentasikan strategi pengembangan layanan zakat. Sesi ini dirancang untuk melatih kemampuan kolaborasi, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan berbasis konsensus. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung optimis bahwa hasil pelatihan ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan. “Kami berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam pekerjaan sehari-hari. Peningkatan kapasitas SDM ini bukan hanya untuk individu, tetapi juga untuk kemajuan bersama. Semakin baik kinerja kita, semakin besar pula manfaat zakat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Abdul. Acara yang berlangsung selama satu hari penuh ini mendapat apresiasi dari para peserta. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam menjalankan tugas sebagai amil zakat. Dengan pelatihan seperti ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung membuktikan komitmennya untuk terus berkembang dan memberikan layanan terbaik bagi umat.
BERITA20/12/2024 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Kursi Roda untuk Sunirta
BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Kursi Roda untuk Sunirta
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan kepada warga kurang mampu. Kali ini, Sunirta, warga Dusun Popoh, Desa Besole, menerima bantuan berupa kursi roda dengan total nilai Rp 1.750.000,-. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu Sunirta yang mengalami keterbatasan mobilitas akibat kondisi kesehatannya. (19/12/24) Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, H. Abdul Wachid, S. IP., menyampaikan, “Bantuan seperti ini merupakan bagian dari program BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap kursi roda ini dapat meringankan beban Ibu Sunirta dan mempermudah aktivitas sehari-harinya.” Sunirta, penerima manfaat bantuan tersebut, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya. “Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Tulungagung atas bantuan ini. Dengan adanya kursi roda ini, saya bisa lebih mandiri dan tidak terlalu merepotkan keluarga,” ujarnya dengan penuh haru. Program bantuan kursi roda ini merupakan salah satu bentuk nyata dari pemanfaatan dana zakat, infaq dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS Tulungagung untuk kesejahteraan masyarakat. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung kegiatan sosial kemanusiaan dengan menyalurkan zakat dan sedekah mereka, sehingga banyak warga kurang mampu yang bisa terbantu dan merasakan manfaatnya.
BERITA20/12/2024 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Tulungagung Hadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Nasional
BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Tulungagung Hadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Nasional
BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Tulungagung berpartisipasi dalam kegiatan Apel Kesiapsiagaan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) yang diadakan oleh BAZNAS Republik Indonesia. Apel diikuti oleh 5.000 personil kesiapsiagaan bencana yang terdiri dari: Relawan BAZNAS Tanggap Bencana, Palang Merah Indonesia, Perwakilan Lembaga Amil Zakat, tenaga medis dan non medis Rumah Sehat BAZNAS; OPD Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, yang bertindak sebagai pembina apel kesiapsiagaan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) 2024 yang dilaksanakan di Alun-Alun Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah. Jum'at (13/12/24). Turut hadir pula Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, serta jajaran pimpinan BAZNAS se-Indonesia. Hadir pula PJ Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M, Sekretaris Utama BNPB, Rustian, S.Si., Apt., M.Kes., Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, perwakilan dari PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) serta Perwakilan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Apel ini bertujuan untuk mengoptimalkan koordinasi dalam penanggulangan bencana oleh tim BAZNAS Tanggap Bencana. Indonesia, yang terletak di "Ring of Fire," memiliki risiko tinggi terhadap berbagai bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan tanah longsor. Dalam sambutannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. "Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana menjadi sangat penting untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan," ujarnya. Wakil Presiden juga memberikan apresiasi kepada BAZNAS atas pembentukan tim BAZNAS Tanggap Bencana. "Saya sangat mengapresiasi peran aktif BAZNAS, para relawan, serta mitra BAZNAS yang telah bersinergi untuk membantu pemerintah dalam penanganan kebencanaan," katanya. Ia juga berharap BAZNAS dapat memperkuat perannya dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Prof. Dr. KH Noor Achmad, Ketua BAZNAS RI, menjelaskan bahwa BAZNAS Tanggap Bencana merupakan harapan masyarakat. "Apa yang kami lakukan ini merupakan bagian dari harapan masyarakat yang menginginkan BAZNAS untuk tampil dan membentuk relawan-relawan," ungkapnya. "Demikian juga pada hari ini akan ada Rakornas BTB dan RSB. RSB rumah tanpa kasir, rumah sehat yang tidak membayar apapun, karena semuanya didedikasikan untuk masyarakat, karena semuanya dari muqayyadh, sehingga tidak perlu membayar," sambungnya. Acara ditutup dengan simulasi kesiapsiagaan bencana, yang menunjukkan kerja sama antara tim BAZNAS Tanggap Bencana dan Palang Merah Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di Indonesia.
BERITA13/12/2024 | BAZNAS Tulungagung
Bantuan Modal Usaha dari BAZNAS Tulungagung: Langkah Nyata Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Bantuan Modal Usaha dari BAZNAS Tulungagung: Langkah Nyata Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan modal usaha. Sejak tahun 2022 hingga sekarang, BAZNAS telah berhasil menyalurkan bantuan kepada 355 individu, dengan total bantuan mencapai Rp. 532.500.000,-. Ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu mereka yang sedang mengalami tantangan ekonomi. Program bantuan modal usaha ini dirancang untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah (UMKM) sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kemandirian ekonomi di Kabupaten Tulungagung. Dalam beberapa tahun terakhir, UMKM telah menjadi pilar penting dalam perekonomian lokal, dan BAZNAS berupaya untuk memperkuat hal ini dengan memberikan bantuan berupa modal usaha. Pada tahun 2024, BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan bantuan kepada 122 orang, dengan total bantuan yang disalurkan sebesar Rp. 232.500.000,-. Ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya dukungan finansial untuk menumbuhkan usaha mereka. BAZNAS berharap bahwa penerima dapat meningkatkan pendapatan mereka dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain menerima bantuan modal, para penerima manfaat juga diberikan arahan untuk berkontribusi dalam program sosial. Salah satunya adalah anjuran untuk melaksanakan sedekah subuh setiap hari dengan nominal Rp 2.000. Plt. Ketua Baznas Kabupaten Tulungagung, H. Abdul Wachid, S. IP., menyampaikan bahwa anjuran sedekah subuh ini bukan hanya sebagai bentuk syukur, tetapi juga untuk melatih kepedulian sosial di kalangan penerima manfaat. "Sedekah subuh 2 ribu ini adalah upaya sederhana namun bermakna untuk terus berbagi kepada sesama, sekaligus menjadi keberkahan dalam menjalankan usaha mereka," ujarnya. Salah satu penerima manfaat, Siti Nurhayati, seorang pedagang kecil di Tulungagung, mengungkapkan rasa syukurnya. "Saya sangat berterima kasih kepada Baznas atas bantuan ini. Modal usaha ini akan saya gunakan untuk menambah stok dagangan saya. Dengan sedekah subuh 2 ribu, saya juga merasa lebih dekat dengan keberkahan," ujarnya. Program ini telah menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus meningkatkan program ini dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
BERITA12/12/2024 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tanggap Bencana Tulungagung Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi
BAZNAS Tanggap Bencana Tulungagung Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi
Tulungagung - Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, BAZNAS tanggap bencana Kabupaten Tulungagung berpartisipasi dalam kegiatan apel yang diselenggarakan di PEMKAB Tulungagung. Kegiatan ini merupakan bentuk upaya dari pemerintah untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana yang mungkin dapat terjadi di tahun 2024/2025. Apel yang diadakan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum penting dalam memperkuat langkah-langkah penanggulangan bencana. Dalam kegiatan tersebut, PJ Bupati Tulungagung bersama dengan forkopimda melakukan peninjauan terhadap kelengkapan kendaraan penanggulangan bencana dari berbagai instansi yang terlibat. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk menghadapi situasi darurat. BAZNAS, Sebagai lembaga yang selalu siap membantu masyarakat, bertekad untuk terus berkontribusi dalam upaya penanggulangan bencana. Dengan pengalaman yang telah dimiliki dalam menangani berbagai bencana sebelumnya, BAZNAS berharap dapat memberikan dukungan yang lebih optimal dan terencana. Dengan tekad yang kuat, BAZNAS berharap dapat menghadapi setiap tantangan yang datang dengan lebih siap dan tangguh. Diharapkan, melalui sinergi yang baik antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat, Kabupaten Tulungagung dapat menjadi daerah yang lebih resilien terhadap bencana. Kesiapsiagaan yang baik tidak hanya melindungi harta dan jiwa, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dalam komunitas. BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung dan bersinergi dengan berbagai pihak demi tercapainya tujuan bersama dalam penanggulangan bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dengan lebih tenang dan aman.
BERITA12/12/2024 | BAZNAS Tulungagung
Dua Bulan Berjalan, BAZNAS Microfinance Desa Kabupaten Tulungagung Gelontorkan Dana Pembiayaan 300 Juta
Dua Bulan Berjalan, BAZNAS Microfinance Desa Kabupaten Tulungagung Gelontorkan Dana Pembiayaan 300 Juta
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) telah menyalurkan dana pembiayaan sebesar Rp. 300 juta kepada masyarakat di Kabupaten Tulungagung. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pembiayaan usaha kecil dan mikro. Penyaluran pembiayaan modal usaha dengan sumber dana zakat dari BAZNAS terlaksana mulai September 2024 dengan total dana disalurkan sebesar Rp. 301.400.000. Total dana tersebut disalurkan dalam bentuk pinjaman modal usaha tanpa bunga kepada 175 penerima manfaat yang tersebar di 52 Desa dari 12 Kecamatan di Kabupaten Tulungagung yang diantaranya di Desa Majan dan Desa Tapan. Dana tersebut diberikan kepada pelaku usaha kecil yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya. Dengan sistem pembiayaan yang berbasis syariah, program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang sulit mengakses layanan keuangan formal. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, H. Abdul Wachid, S. IP. menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di sektor pedesaan. "Kami berharap dana yang disalurkan ini mampu memberikan dampak positif, baik dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat maupun dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya. Beberapa sektor usaha yang mendapatkan pembiayaan antara lain: fashion, industri kuliner, industri kerajinan dan ART, jasa, kuliner siap saji, perdagangan, dan peternakan. BMD tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pada pemberdayaan melalui pendampingan usaha serta adanya monitoring untuk memastikan dana yang disalurkan tepat sasaran. "Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga mendampingi penerima manfaat dalam menjalankan usahanya. Dengan begitu, dana yang disalurkan dapat memberikan dampak maksimal bagi peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar," tambah Imam Suyudi, Manager BMD Tulungagung. Salah satu penerima manfaat, Siti Romdiyah seorang pedagang sayur diteras rumah, mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya. "Saya sangat berterimakasih kepada BAZNAS. Bantuan ini sangat membantu saya untuk mengembangkan usaha jualan sayur saya. Dengan adanya pendampingan, saya juga belajar cara mengelola usaha dengan lebih baik. Sekarang usaha saya mulai berkembang dan penghasilan saya mulai bertambah," katanya. Program Microfinance Desa ini mendapat apresiasi dari masyarakat, terutama para penerima manfaat yang merasa terbantu untuk memajukan usaha mereka tanpa terbebani bunga tinggi seperti pada sistem konvensional. BAZNAS berharap program serupa dapat terus dikembangkan ke wilayah lain di Indonesia.
BERITA12/12/2024 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Kabupaten Tulungagung Salurkan Bantuan Sanitasi di 45 Titik
BAZNAS Kabupaten Tulungagung Salurkan Bantuan Sanitasi di 45 Titik
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung berhasil menyalurkan bantuan sanitasi di 45 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kebersihan dan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengalokasikan anggaran sebesar 5 juta rupiah untuk setiap titik bantuan sanitasi. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas sanitasi yang mencakup pembuatan toilet, sistem pembuangan air yang aman, serta fasilitas lainnya yang mendukung kebersihan dan kesehatan masyarakat. Penerima manfaat sendiri merupakan masyarakat kurang mampu yang berdasarkan survei sebelumnya layak dan membutuhkan fasilitas sanitasi. Dengan adanya program ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit akibat sanitasi yang buruk, serta meningkatkan kualitas hidup warga setempat. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Abdul Wachid, S. IP., mengungkapkan bahwa bantuan sanitasi ini adalah bagian dari komitmen BAZNAS untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih. "Kami berharap bantuan sanitasi ini dapat membantu masyarakat untuk hidup lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit yang bisa ditularkan melalui sanitasi yang buruk," ujarnya. Sementara itu, Kepala Bagian Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ahmad Saifudin, ME., menyampaikan bahwa program ini juga ditujukan untuk mencegah masyarakat ODF (Open Defecation Fee) atau stop buang air besar sembarang. "Program ini juga kami adakan dengan tujuan ODF, mencegah dan meminimalisir adanya masyarakat yang buang air besar sembarang karena kebersihan lingkungan itu sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat harus berbudaya hidup bersih dan sehat agar selalu terhindar dari berbagai penyakit." tambahnya. Salah seorang penerima manfaat, Kusmidi, warga Desa Mojoagung, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diterimanya. "Sebelumnya, kami sangat kesulitan dengan sanitasi yang ada. Sekarang, dengan adanya bantuan ini, kehidupan kami menjadi lebih nyaman dan sehat. Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan bantuan ini, semoga bisa terus membantu masyarakat lainnya," kata Kusmidi dengan penuh haru. Selama satu tahun pelaksanaan program ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berhasil menciptakan dampak positif yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Bantuan sanitasi yang tersebar di 45 titik ini telah membantu lebih dari puluhan keluarga yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak. Dengan suksesnya program ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program serupa di masa mendatang.
BERITA05/12/2024 | BAZNAS Tulungagung
Bantuan Bedah Rumah BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk 7 Penerima Manfaat
Bantuan Bedah Rumah BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk 7 Penerima Manfaat
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyalurkan bantuan bedah rumah. Sebanyak tujuh keluarga di berbagai wilayah Kabupaten Tulungagung telah menerima bantuan untuk merenovasi rumah mereka yang kurang layak huni, dengan nilai masing-masing sebesar Rp. 12.500.000,- per rumah. Setiap titik rumah yang mendapat bantuan tersebut telah melalui proses verifikasi dan penilaian dari pihak BAZNAS, memastikan bahwa rumah-rumah tersebut layak untuk diperbaiki. Kegiatan ini merupakan salah satu program sosial BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam rangka membantu warga yang kurang mampu, serta mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal yang layak. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Abdul Wachid, S. IP., menyampaikan, "Program bedah rumah ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap warga yang kurang mampu. Dengan bantuan yang diberikan, kami berharap rumah yang sebelumnya tidak layak, dapat menjadi tempat yang lebih nyaman dan aman untuk keluarga penerima manfaat. Semoga bantuan ini juga dapat menginspirasi masyarakat untuk terus berbagi, serta memperkuat rasa solidaritas di antara kita." Salah satu penerima manfaat, Marianto, yang rumahnya terletak di Ds. Krosok Kec. Sendang, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. "Saya sangat bersyukur dan terharu karena akhirnya rumah kami bisa diperbaiki. Sebelumnya, rumah saya sangat tidak layak, atapnya bocor dan dinding gedek yang sudah rapuh. Dengan bantuan ini, rumah saya akan lebih aman dan nyaman. Terima kasih kepada BAZNAS dan para donatur yang sudah membantu kami," ungkapnya dengan penuh haru. Selain Marianto, enam penerima manfaat lainnya juga mendapatkan bantuan yang sama, masing-masing senilai Rp. 12.500.000,-. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat, serta memperbaiki kondisi lingkungan tempat tinggal mereka. Program bedah rumah ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk membantu masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, terutama yang menghadapi kesulitan dalam memiliki tempat tinggal yang layak. Ke depannya, BAZNAS berencana untuk melanjutkan program ini dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan bantuan serupa. Penerima bantuan dan warga setempat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS serta para donatur yang telah mendukung program ini. Mereka berharap, dengan adanya bantuan bedah rumah, kehidupan mereka akan semakin baik dan bisa hidup dengan lebih nyaman di rumah yang lebih layak huni. Dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong, diharapkan program bedah rumah ini bisa menjadi langkah nyata dalam menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung.
BERITA05/12/2024 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Luncurkan Program Z Coffee Dalam Event Tulungagung Coffee Fest
BAZNAS Tulungagung Luncurkan Program Z Coffee Dalam Event Tulungagung Coffee Fest
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung meluncurkan program Z-Coffee dalam rangka mendukung perekonomian mustahik (penerima zakat) dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Peluncuran Z-Coffee ini dilakukan dalam event Tulungagung Coffee Festival Peringatan Hari Jadi Tulungagung ke 819, yang digelar di halaman Kantor Bupati Tulungagung. (29/11/34) Z-Coffee merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan oleh BAZNAS Tulungagung, dengan memberi bantuan modal usaha berupa peralatan dan modal kerja, sekaligus pembekalan skill dalam proses pengolahan kopi berkualitas. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mustahik untuk meningkatkan keterampilan dan menciptakan lapangan pekerjaan yang produktif, sekaligus mengangkat produk kopi lokal Tulungagung ke pasar yang lebih luas. "Peluncuran Z-Coffee ini adalah upaya kami untuk memberdayakan mustahik dan memberikan mereka kesempatan untuk mandiri secara ekonomi. Melalui program ini, kami juga ingin menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi sarana untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Wachid, Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung Peluncuran Z-Coffee di Tulungagung Coffee Festival mendapat sambutan antusias dari para pengunjung yang berkesempatan mencicipi produk kopi tersebut. Festival kopi ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai produk olahan kopi terbaik dari wilayah Tulungagung dan sekitarnya. Dalam sambutannya, Pj. Bupati Tulungagung Dr. Ir. Heru Suseno, MT. juga menyampaikan dukungan penuh terhadap perkembangan industri kopi daerah. "Kami sangat mendukung inisiatif seperti Z-Coffee yang turut mempromosikan kopi lokal serta mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif di Tulungagung. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Kabupaten Tulungagung dikenal sebagai Kota Cethe, dimana nyethe telah menjadi budaya yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Tulungagung " kata Bupati dalam pidato singkatnya. Dengan adanya inisiatif seperti Z-Coffee, BAZNAS Tulungagung berharap dapat terus memberdayakan mustahik melalui berbagai program ekonomi produktif, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.
BERITA30/11/2024 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Program Z Chicken untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Usaha Kuliner Halal
BAZNAS Tulungagung Gelar Program Z Chicken untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Usaha Kuliner Halal
Tulungagung - BAZNAS Tulungagung menyelenggarakan pelatihan pembuatan produk olahan Z Chicken yang berlangsung selama 3 hari di halaman kantor BAZNAS Tulungagung. (20-22/11/24) Pelatihan ini diikuti oleh 4 peserta yang antusias untuk mengembangkan keterampilan dalam memproduksi dan mengelola usaha kuliner berbasis ayam goreng krispy. Z Chicken merupakan produk olahan ayam goreng dengan cita rasa khas yang diproses dengan teknik dan bahan-bahan pilihan, menghasilkan ayam yang garing di luar dan empuk di dalam. Dalam pelatihan ini, para peserta tidak hanya diajarkan cara mengolah ayam menjadi produk Z Chicken, tetapi juga diberikan pemahaman tentang strategi pemasaran, serta pengelolaan usaha kuliner yang dapat dijalankan dengan modal terbatas. Selama 4 hari pelatihan, peserta mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli di bidang kuliner "Ibu Diana" dan juga mempraktikkan setiap langkah pembuatan Z Chicken. Mulai dari mempersiapkan bahan baku yang berkualitas, teknik menggoreng yang tepat, serta resep rahasia yang membuat Z Chicken berbeda dari ayam goreng pada umumnya. Selain itu, mereka juga diberikan pengetahuan tentang cara menjaga kualitas produk agar tetap konsisten. Program Z Chicken ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi dengan melatih mental kewirausahaan sejak dini. Dalam pelatihan kali ini, BAZNAS tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung, serta fasilitas lengkap mulai dari bantuan modal, gerobak, pelaratan, hingga monitoring evaluasi. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, H. Abdul Wachid, S. IP. mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk memberdayakan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. "Kami berharap peserta pelatihan ini dapat membuka peluang usaha kuliner yang menguntungkan, serta berkontribusi pada pengurangan angka kemiskinan di Kabupaten Tulungagung," ungkapnya. Pelatihan ini diakhiri dengan praktek langsung pembuatan Z Chicken oleh para peserta, yang diharapkan bisa menerapkan ilmu yang didapat untuk memulai usaha mereka sendiri. Dengan adanya pelatihan ini, BAZNAS Tulungagung ingin memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin memulai usaha mandiri dan produktif di sektor kuliner, sekaligus memanfaatkan potensi zakat untuk kesejahteraan bersama. "Jangan malu untuk memulai usaha. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena ini adalah peluang yang tidak akan datang dua kali," ujar Diana, mengingatkan peserta agar memanfaatkan setiap peluang untuk mencapai kemandirian ekonomi.
BERITA22/11/2024 | BAZNAS Tulungagung
Suparlan Tersenyum Lebar Terima Bantuan Bedah Rumah
Suparlan Tersenyum Lebar Terima Bantuan Bedah Rumah
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan bedah rumah kepada masyarakat yang membutuhkan. Penerima manfaat kali ini adalah Suparlan, salah satu warga Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol yang rumahnya membutuhkan perbaikan mendasar. (20/11/24) Program ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi rumah yang tidak layak huni, agar penerima manfaat dapat menikmati kehidupan yang lebih nyaman dan sehat. Melalui program ini, BAZNAS Tulungagung berharap dapat membantu meningkatkan kualitas hidup warga dan memastikan mereka tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman. Penyaluran bantuan dilakukan dengan menggandeng pihak terkait, termasuk pemerintah setempat untuk memastikan bahwa proses bedah rumah berjalan lancar dan tepat sasaran. Proyek ini melibatkan renovasi berbagai bagian rumah, seperti atap, dinding, dan lantai yang sebelumnya dalam kondisi kurang layak. Suparlan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diterima. "Saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Terima kasih kepada BAZNAS yang telah peduli dengan kondisi saya," ungkapnya. Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membantu masyarakat, BAZNAS Tulungagung berkomitmen untuk terus memperluas program bedah rumah, yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Program ini juga sejalan dengan misi BAZNAS untuk memberdayakan umat melalui zakat dan berbagi kebahagiaan kepada sesama.
BERITA21/11/2024 | BAZNAS Tulungagung
Bantu Kemandirian Usaha Mustahik, BAZNAS Microfinance Desa Diluncurkan di Tulungagung
Bantu Kemandirian Usaha Mustahik, BAZNAS Microfinance Desa Diluncurkan di Tulungagung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di Kabupaten Tulungagung sebagai salah satu langkah strategis BAZNAS untuk mendukung kemandirian dan pengembangan usaha mikro yang dikelola oleh para mustahik. Peresmian ini diselenggarakan dikantor BMD Kabupaten Tulungagung yang berlokasikan di Eks Pertokoan Belga, Desa Kenayan. (15/11/24) Turut hadir Pimpinan Baznas RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, Pj Bupati Tulungagung Dr Ir. Heru Suseno, M.T., Pimpinan BAZNAS Jatim Prof. Dr. K.H. Ali Machan Moesa, M.Si., Pimpinan BAZNAS se-Karesidenan Kediri atau yang mewakili, Kepala Kemenag Kabupaten Tulungagung, serta perwakilan mustahik penerima manfaat. BMD merupakan program penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang berfokus pada layanan keuangan mikro bagi para mustahik pelaku usaha mikro dalam bentuk pembiayaan permodalan tanpa bunga serta pendampingan usaha. Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani mengatakan, dengan hadirnya BMD, diharapkan para mustahik di Tulungagung dapat lebih mandiri secara ekonomi melalui pendampingan serta pembiayaan yang diberikan. "BMD merupakan program unggulan BAZNAS yang telah sukses membantu ribuan pelaku usaha mikro di berbagai daerah. Program ini mengusung konsep pembiayaan tanpa bunga (qardhul hasan) sehingga memudahkan para mustahik untuk mengembangkan usahanya tanpa terbebani oleh cicilan yang memberatkan," ujar Nur Chamdani. Zakat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dengan database Muzaki (pemberi zakat) dan Mustahik (penerima zakat) yang sudah terdata serta membuat BAZNAS mampu menyalurkan bantuan dengan lebih tepat sasaran. Selain itu, BAZNAS juga memberikan berbagai program sebagai bekal kepada penerima manfaat, termasuk untuk persiapan masuk perguruan tinggi, sebagai langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Abdul Wachid, S. IP. mengatakan, BMD merupakan salah satu upaya BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat dalam bidang ekonomi. “BMD hadir untuk memberikan layanan permodalan dan pengembangan usaha bagi para mustahik pelaku usaha mikro. Melalui program ini juga, para mustahik dapat diberikan pinjaman modal tanpa bunga dan tanpa jaminan. ” ujar Wachid. BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga terus memperkuat dukungannya terhadap pemberdayaan usaha mikro. Hingga saat ini, dana hampir Rp 200 juta telah diberikan, dimana sebagian besar dana disalurkan untuk mendukung kegiatan seperti program car free day dan berbagai usaha kecil lainnya di Tulungagung. “Di masa mendatang, kami berencana mendirikan Micro Finance Institute, yaitu sebuah pusat kajian yang berfokus pada pemberdayaan dan peningkatan usaha-usaha mikro. Kami ingin menjadikan tempat ini sebagai pusat peningkatan kapasitas usaha mikro, yang tentunya akan kami dukung dengan kolaborasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kampus-kampus di Tulungagung,” ungkap Abdul Wachid, Plt Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Melalui langkah ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen tidak hanya sebagai lembaga penyalur dana, tetapi juga sebagai mitra pendamping bagi para pelaku usaha mikro untuk mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Saat ini, terdapat 25 titik BMD di seluruh Indonesia yang tersebar di 17 provinsi, dengan BMD Tulungagung sebagai titik keempat di Jawa Timur, setelah BMD Sawojajar di Malang, BMD Sampang, dan BMD Ponorogo. Pimpinan BAZNAS RI, Kol. CAJ (Purn) Nur Chamdani mengatakan, "melalui BMD, berharap mampu menyediakan solusi pembiayaan syariah bagi pelaku usaha mikro, membantu mereka dalam mengembangkan usaha dan menuju kemandirian ekonomi". Program ini menjadi salah satu langkah BAZNAS dalam menyejahterakan Mustahik (penerima zakat) di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program-program BAZNAS, termasuk BMD. Mengingat, progam BMD ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi. “Kami pasti akan mendukung untuk kemanfaatan sosial masyarakat, membantu mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan melalui pendidikan". ujar Heru, Pj Bupati Tulungagung. Sementara itu, Ketua BAZNAS Prov. Jawa Timur, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa berharap dengan adanya BMD Tulungagung akan terbentuk ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan mandiri di kalangan mustahik. “Kami optimis, program ini akan mampu mengurangi angka kemiskinan dan ketergantungan masyarakat pada bantuan sosial. Dengan menjadi pelaku usaha yang mandiri, para mustahik dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah," tambah Ali.
BERITA15/11/2024 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Modal Usaha untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik
BAZNAS Tulungagung Salurkan Modal Usaha untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik
Tulungagung - BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Tulungagung secara rutin memberikan bantuan modal usaha kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama yang terdaftar sebagai mustahik (penerima zakat). Bantuan kali ini diberikan kepada 20 penerima dengan masing-masing penerima mendapatkan Rp. 1.500.000,- di wilayah kecamatan Besuki. (12/11/24) Program ini dirancang untuk membantu para mustahik, yaitu masyarakat penerima zakat, agar dapat mandiri secara ekonomi dengan mengembangkan usaha yang berkelanjutan. “Program modal usaha ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan. Kami berharap dengan adanya bantuan ini, para mustahik dapat menjalankan usaha mereka dengan lebih stabil dan memberikan dampak ekonomi positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Wachid, Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung. Para penerima manfaat merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Mereka berharap agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan menjadi sumber penghidupan yang layak untuk keluarganya. “Alhamdulillah, terima kasih BAZNAS dan para muzaki yang telah membantu usaha saya dan keluarga, semoga kedepannya usaha saya dapat berkembang dan menjadi sumber penghidupan kami,” ujar Sulis, salah satu penerima manfaat. Program modal usaha BAZNAS ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di tingkat lokal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan adanya program modal usaha ini, BAZNAS Tulungagung membuktikan komitmennya dalam mendukung mustahik agar tidak hanya menjadi penerima zakat, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.
BERITA12/11/2024 | BAZNAS Tulungagung
13 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Modal Usaha dari BAZNAS Tulungagung
13 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Modal Usaha dari BAZNAS Tulungagung
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan dana zakat, infak, dan sedekah kepada 13 penyandang disabilitas di Kantor BAZNAS Kabupten Tulungagung. Setiap penerima mendapatkan bantuan modal usaha senilai Rp 1.500.000, yang diharapkan dapat menjadi modal awal dalam mengembangkan usaha mandiri.(29/10/2024) Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP. menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen BAZNAS Tulungagung untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan ekonomi. "Kami berharap bantuan ini dapat menjadi stimulus yang mendorong para penerima untuk terus semangat dan mandiri secara finansial. BAZNAS selalu berusaha hadir untuk mendukung kelompok masyarakat yang rentan, termasuk saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik," ujar Abdul. Bantuan ini, berasal dari pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung dari para muzakki. Menurutnya, kolaborasi dan kepedulian masyarakat dalam memberikan zakat dan infak sangat berperan penting dalam terlaksananya kegiatan ini. Kepala Bagian Pendistribusian BAZNAS Tulungagung, Ahmad Saifudin, juga menambahkan bahwa penyaluran bantuan untuk penyandang disabilitas ini dilakukan dengan penuh perencanaan agar bisa tepat sasaran. "Kami telah melakukan asesmen kepada setiap penerima bantuan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar membutuhkan dan siap untuk menjalankan usaha. Kami juga akan terus memantau perkembangan usaha mereka agar bantuan ini tepat guna," jelas Ahmad. Salah satu penerima bantuan, Anto, seorang penyandang disabilitas yang sudah merintis usaha kecil-kecilan, mengaku sangat terbantu dengan bantuan modal dari BAZNAS. "Modal ini akan saya gunakan untuk menambah stok barang dagangan. Terima kasih kepada BAZNAS dan para muzakki dan munfik yang sudah peduli kepada kami," ungkapnya. Program pemberian bantuan modal usaha ini diharapkan dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang dan mampu menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas maupun kelompok masyarakat lain yang membutuhkan.
BERITA30/10/2024 | BAZNAS Tulungagung
Pelatihan Digitalpreneur " Content Marketing"
Pelatihan Digitalpreneur " Content Marketing"
Tulungagung - Sebanyak 27 santri dari berbagai pondok pesantren di Tulungagung mengikuti pelatihan "Santri Digitalpreneur: Content Marketing" yang diselenggarakan oleh BAZNAS Tulungagung pada Senin 28 Oktober 2024. Pelatihan ini bertemakan “Digdaya Santri, Mandiri Ekonomi”, mengusung visi memberdayakan santri dengan keterampilan pemasaran digital untuk mendukung kemandirian ekonomi. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pimpinan BAZNAS Tulungagung, Kabag Kesra, dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung. Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS Tulungagung menegaskan pentingnya peran santri di era digital untuk membangun kemandirian ekonomi. “Kami ingin para santri memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu berdaya secara ekonomi dengan bekal keterampilan digital,” ujarnya. Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri utama, yakni ahli manajemen media sosial dan praktisi content marketing, yang berbagi wawasan tentang teknik pemasaran digital, pengelolaan media sosial, serta strategi untuk menciptakan konten yang menarik. Dalam sesi pertama, pemateri manajemen sosial media menekankan pentingnya memahami karakteristik masing-masing platform digital. “Konten yang dibuat harus sesuai dengan audiens target dan karakter platform. Instagram, TikTok, dan YouTube punya pendekatan yang berbeda, dan kita harus tahu cara memaksimalkannya,” jelas Khadziqun Nuha. Di sesi berikutnya, pemateri content marketing memberikan panduan praktis tentang bagaimana menciptakan konten menarik yang mampu meningkatkan jangkauan pemasaran. “Konten yang kreatif dan autentik akan lebih mudah menarik perhatian audiens. Santri harus mampu membuat konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menyampaikan pesan yang jelas dan bernilai,” jelas Agung Hartadi. Antusiasme terlihat dari para peserta yang aktif berdiskusi dan mencoba berbagai teknik pemasaran digital yang diajarkan. Salah satu santri peserta pelatihan menyampaikan harapannya agar keterampilan ini bisa membuka peluang usaha baru di bidang digital. Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan santri yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga berdaya saing di dunia digital dan ekonomi.
BERITA28/10/2024 | BAZNAS Tulungagung
Harapan Baru di Tengah Puing: BAZNAS Tulungagung bersama PJ Bupati Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Mbah Konah
Harapan Baru di Tengah Puing: BAZNAS Tulungagung bersama PJ Bupati Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Mbah Konah
Tulungagung - BAZNAS Tulungagung bersama PJ Bupati Tulungagung telah menyalurkan bantuan bedah rumah senilai Rp 12.500.000 kepada Mbah Konah, korban kebakaran yang tinggal di Dusun Cluwok, Desa Bono, Kecamatan Boyolangu. Jum'at (18/10/2024). Kejadian kebakaran ini terjadi pada Hari Selasa, 15 Oktober 2024 sekitar pukul 00.30 WIB. Kebakaran yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik pada magicom telah menghanguskan seluruh isi rumah dan hanya menyisakan tembok rumah saja. Kebakaran cukup mengejutkan korban karena dalam hitungan menit, api melalap begitu cepat dan menghanguskan seluruh harta benda yang dimilikinya. Tidak ada yang tersisa kecuali puing-puing yang hanya menyisakan kenangan di balik reruntuhan rumah yang sederhana. PJ Bupati Tulungagung, Heru Suseno menyampaikan dukungan dan empatinya dalam pemberian bantuan ini. "Bantuan ini diserahkan sebagai bentuk rasa empati dari diri saya sendiri sekaligus pemerintah daerah, dan diharapkan bisa bermanfaat serta meringankan beban korban yang tertimpa musibah kebakaran rumah ini." Ujar beliau. Melihat kondisi Mbah Konah yang memprihatinkan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bergerak cepat merespon kejadian ini. BAZNAS Kabupaten Tulungagung memberikan bantuan berupa bedah rumah dengan harapan dapat mengurangi sedikit beban yang ditanggung Mbah Konah. Dengan bantuan ini diharapkan rumah Mbah Konah dapat segera diperbaiki dan kembali menjadi tempat yang aman serta nyaman bagi Mbah Konah tinggal. "Harapannya semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi Mbah Konah, agar segera memiliki tempat tinggal yang layak kembali, dan semoga dapat meringankan beban korban." Ujar Wachid, Plt Ketua BAZNAS Tulungagung.
BERITA18/10/2024 | BAZNAS Tulungagung
Bantu Usaha Mustahik, BAZNAS Microfinace Desa Luncurkan Pembuatan Rekening Bagi Calon Penerima Bantuan Modal
Bantu Usaha Mustahik, BAZNAS Microfinace Desa Luncurkan Pembuatan Rekening Bagi Calon Penerima Bantuan Modal
Tulungagung - BAZNAS Tulungagung gelar acara sosialisasi dan pembuatan rekening bagi calon penerima bantuan permodalan BAZNAS Microfinance Desa (BMD). (16/10/24) BAZNAS Microfinance Desa (BMD) merupakan program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip nonprofit dalam rangka pengembangan usaha. Program ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat dengan memberikan akses terhadap pembiayaan produktif, seperti usaha kecil dan menengah, pertanian, peternakan, dan perikanan. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Abdul Wachid, S. IP. mengatakan, BMD merupakan salah satu upaya BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat dalam bidang ekonomi. “BMD hadir untuk memberikan layanan permodalan dan pengembangan usaha bagi para mustahik pelaku usaha mikro. Melalui program ini juga, para mustahik dapat diberikan pinjaman modal tanpa bunga dan tanpa jaminan. ” ujar Wachid. Pembuatan rekening kepada para mustahik merupakan langkah awal BMD untuk mendukung sarana permodalan tanpa bunga dan tanpa jaminan. Ini merupakan langkah BAZNAS untuk terus berkomitmen agar usaha mitra mustahik binaan tumbuh dan berkembang. “Kami sangat mendukung sekali program ini, karena akan membantu usaha yang masih pemula. Apalagi ini tanpa bunga, akan bermanfaat sekali untuk mengentaskan kemiskinan di Tulungagung.” ujar Imam, manager BMD Tulungagung. Diharapkan dengan dukungan sarana pemasaran, legalitas & permodalan usaha dari BAZNAS, semakin banyak mustahik yang bisa diberdayakan dan menerima manfaat dari program pinjaman dana bergulir non profit BAZNAS dan usaha mitra semakin berkembang seiring dengan bertambahnya pendapatan usaha dan terbebaskan daripada kemiskinan sehingga terwujud harapan mustahik menjadi muzaki melalui pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dilakukan oleh BAZNAS.
BERITA17/10/2024 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bersama PJ Bupati Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa yang Terdampak Kekeringan
BAZNAS Tulungagung Bersama PJ Bupati Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa yang Terdampak Kekeringan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama PJ Bupati Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, berupa air bersih, modal usaha, dan biaya pendidikan di Balai Desa Campurdarat pada Jumat (11/10/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Tulungagung, BPBD Kabupaten Tulungagung, Camat Campurdarat, Kapolsek Campurdarat, Danramil dan Kepala Desa Campurdarat. Kemudian dibuka dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama PJ Bupati Kabupaten Tulungagung, menyalurkan bantuan air bersih ke daerah-daerah terdampak kekeringan sebagai respons atas kebutuhan warga yang kesulitan mengakses air bersih. Selain bantuan air bersih, disalurkan pula bantuan berupa modal usaha senilai Rp 1.000.000 kepada dua pelaku usaha sebagai bentuk dukungan untuk mengembangkan usaha mereka. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Tulungagung, bantuan beasiswa pendidikan juga diberikan kepada 10 siswa jenjang SD/MI sebesar Rp 250.000, serta kepada 6 siswa jenjang SMP/MTs sebesar Rp 300.000. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga yang merasa sangat terbantu dengan berbagai bentuk dukungan tersebut. Bantuan dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung serta dukungan penuh dari PJ Bupati Kabupaten Tulungagung diharapkan dapat berlanjut dan berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tulungagung secara merata. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengatasi dampak kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Tulungagung, serta memberikan dukungan terhadap kesejahteraan pendidikan dan ekonomi masyarakat. "Penyaluran bantuan air tersebut merupakan wujud kepedulian Pemkab Tulungagung melalui BAZNAS Tulungagung kepada warga masyarakat sekitar," ujar Heru Suseno.
BERITA12/10/2024 | BAZNAS Tulungagung
Sedekah Air, Sedekah Paling Utama
Sedekah Air, Sedekah Paling Utama
Sedekah adalah tindakan memberi atau menyumbang kepada orang lain, biasanya sebagai bentuk amal atau untuk kebaikan sosial. Dalam konteks agama, sedekah sering dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah yang mendatangkan pahala, baik dalam hidup ini maupun di akhirat. Sedekah bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti uang, makanan, air atau bantuan kepada yang membutuhkan. Air dikatakan sebagai sedekah yang lebih utama karena kemanfaatannya sangat luas untuk urusan agama dan duniawi. Anjuran memberi minum bagi yang kehausan tidak hanya bagi makhluk yang menjadikan air sebagai sumber hidupnya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda, "Sedekah itu dapat memadamkan amarah Tuhan dan dapat menghapus dosa, serta dapat menjauhkan seseorang dari api neraka." (HR. Tirmidzi) Hadits ini menunjukkkan bahwa dengan bersedekah dapat menghapus dosa dan serta menjauhkan kita dari api neraka. Sedekah Air ini berguna di musim kemarau panjang seperti ini karena dapat meringankan beban saudara kita yang kekurangan air terutama bagi warga Kabupaten Tulungagung yang terdampak kekeringan. Allah SWT menyukai orang yang bersedekah, terutama sedekah air kepada semua umat-Nya.
BERITA07/10/2024 | BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →