WhatsApp Icon
BAZNAS Tulungagung Gelar OASE, 108 Anak Yatim Duafa Diajak Belanja Lebaran di Apollo Supermall

Tulungagung – Dalam semarak Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim duafa melalui program Orang Tua Asuh Sehari (OASE). Bekerja sama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Tulungagung, sebanyak 108 anak yatim duafa diajak berbelanja kebutuhan Lebaran di Apollo Supermall Tulungagung, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbangsa. Setelah itu, para peserta diberangkatkan menggunakan bus sekolah menuju pusat perbelanjaan dengan penuh antusias.

Dalam program tersebut, setiap anak menerima uang saku sebesar Rp200.000 dan voucher belanja senilai Rp300.000. Mereka diberi kebebasan memilih sendiri kebutuhan Lebaran sesuai keinginan masing-masing, mulai dari pakaian, celana, sepatu, sandal, hingga perlengkapan lainnya. Terlihat wajah-wajah ceria saat anak-anak menentukan pilihan terbaik untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengungkapkan bahwa pada Ramadhan tahun ini jumlah donatur program OASE mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Jika pada tahun-tahun sebelumnya penerima manfaat kurang dari seratus bahkan pernah kurang dari 50 anak, tahun ini alhamdulillah meningkat menjadi 108 anak yatim duafa,” ujarnya.

Suyadi menambahkan, para Orang Tua Asuh dalam kegiatan ini terdiri dari ibu-ibu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia juga mengimbau para oranng tua asuh untuk menambah sedekah seikhlasnya guna semakin menambah kebahagiaan anak-anak tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Tulungagung, Abdul Wahid, S.IP., menjelaskan bahwa program OASE dilaksanakan untuk membantu meringankan beban ekonomi anak-anak yatim piatu, khususnya menjelang Lebaran.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu perekonomian anak-anak yatim piatu di Tulungagung, agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan memiliki pakaian baru saat Idul Fitri,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Suyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan hartanya melalui BAZNAS Tulungagung.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur. Semoga di bulan Ramadhan ini, seluruh aktivitas kebaikan ini menjadi amal ibadah dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT,” pungkasnya.

05/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Ikuti Safari Ramadhan Pemkab, Salurkan Santunan untuk Anak Yatim

Tulungagung - Dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam rangkaian Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung di sejumlah wilayah selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Kegiatan Safari Ramadhan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antara unsur pimpinan daerah dan masyarakat. Selain itu, agenda ini juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat selama bulan suci. Pemilihan lokasi Safari Ramadhan digilir setiap tahun, sehingga seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung dapat merasakan kehadiran langsung pimpinan daerah.

Dalam setiap titik Safari Ramadhan, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim di masing-masing wilayah. Santunan yang diberikan berupa uang saku sebesar Rp200.000 serta paket sembako “Si Fitri” senilai Rp120.000 untuk setiap penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan anak-anak yatim menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam Safari Ramadhan merupakan bentuk komitmen lembaga dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Safari Ramadhan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menghadirkan kepedulian sosial. Kami ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh anak-anak yatim melalui santunan dan bantuan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Adapun jadwal dan lokasi Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun ini adalah sebagai berikut:

  1. Pembukaan Safari Ramadhan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, 24 Februari 2026.

  2. Masjid Al Barokah, Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, 26 Februari 2026.

  3. Masjid Darussalam, Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, 2 Maret 2026.

  4. Masjid Al Ikhlas, Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, 4 Maret 2026.

  5. Masjid Baitul Khoir, Desa Bandung, Kecamatan Bandung, 6 Maret 2026.

  6. Masjid Ponpes Al Badru Alaina, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, 10 Maret 2026.

  7. Penutupan Safari Ramadhan di DPRD Tulungagung, 12 Maret 2026.

Melalui partisipasi aktif dalam Safari Ramadhan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperluas kemaslahatan, serta mempererat kebersamaan dalam bingkai kepedulian sosial selama bulan suci Ramadhan

05/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Manasik Zakat di Sekolah, Tanamkan Empati Sosial Sejak Dini

Tulungagung - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Pondok Ramadhan bertajuk Manasik Zakat dengan tema “Dakwah Zakat dan Empati Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah madrasah dan sekolah tingkat SLTP/MTs di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Pelaksanaan perdana Manasik Zakat berlangsung di SMP Negeri 1 Ngunut pada 24–27 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Tulungagung bersama mahasiswa binaan Program Beasiswa SKSS serta HMPS Mazawa UIN 1 Tulungagung.

Wakil Ketua BAZNAS Tulungagung Bidang Penghimpunan, Abdul Wachid, menjelaskan bahwa Manasik Zakat dirancang sebagai media pembelajaran dan pembentukan karakter bagi generasi muda.

“Kami akan melatih para peserta didik untuk menjadi pribadi yang dermawan sejak dini. Mereka diberikan pemahaman tentang zakat, infak, sedekah, serta peran amil, sekaligus menanamkan nilai empati dan kepedulian terhadap fakir miskin, yatim, dan dhuafa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembelajaran tidak hanya bersifat teori, tetapi juga melalui praktik langsung. Para siswa dilibatkan dalam proses penghimpunan sedekah, pencatatan, hingga pendistribusian dana sosial keagamaan.

“Mereka akan praktik langsung mulai dari pengumpulan sedekah dari mereka sendiri, kemudian melakukan pencatatan, bahkan sampai ke pendistribusian. Peserta didik juga akan menyeleksi sendiri teman-teman mereka yang berhak menerima,” tambahnya.

Menurutnya, dana sedekah yang terkumpul akan dikembalikan kepada peserta untuk disalurkan secara langsung setelah mereka memahami delapan asnaf. Dengan cara tersebut, peserta didik diharapkan mampu memahami siapa saja golongan yang berhak menerima, baik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Selain edukasi zakat, infak, dan sedekah, Manasik Zakat ini juga dilengkapi dengan pemberian pemahaman dasar mengenai kesiapsiagaan bencana. Materi disampaikan secara sederhana dan kontekstual, disesuaikan dengan usia pelajar SLTP/MTs, agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sesi ini, peserta dikenalkan pada pentingnya sikap tanggap, peduli, dan saling tolong-menolong saat terjadi bencana sebagai bagian dari nilai empati sosial.

Melalui kegiatan Manasik Zakat ini, BAZNAS Tulungagung berharap dapat menumbuhkan kesadaran berzakat dan kepedulian sosial di kalangan pelajar, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembentukan karakter yang berlandaskan nilai keislaman dan kemanusiaan.

27/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Kick Off Kolaborasi Pendampingan Mitra: BAZNAS, BMD dan Kemenag Tulungagung Perkuat Ekonomi dan Spiritual UMKM Binaan

Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Microfinance Desa (BMD) resmi menggelar Kick Off Kolaborasi Pendampingan Mitra dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menjadi langkah awal sinergi lintas sektor dalam memperkuat pemberdayaan mustahik, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga pembinaan spiritual dan ibadah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung H.M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung H.M. Makrus Manan, S.P., M.M., Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Perwakilan Dinas Koperasi, Ketua IPARI, serta 56 mitra BAZNAS dan BMD Kabupaten Tulungagung.

Kolaborasi ini menjadi tonggak baru pendampingan mitra binaan BAZNAS dan BMD. Jika selama ini fokus pembinaan lebih banyak pada penguatan usaha dan akses permodalan, ke depan para mitra juga akan mendapatkan pendampingan keagamaan melalui penyuluh agama dari Kemenag.

Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa program BMD telah memberikan kontribusi nyata dalam penguatan UMKM di Tulungagung.

“Selama BMD berjalan, kami sudah menggelontorkan dana sebesar Rp1,5 miliar kepada para pelaku UMKM. Bantuan dana ini langsung cair ke rekening penerima manfaat, sehingga prosesnya transparan dan tepat sasaran,” jelasnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan Kemenag menjadi langkah strategis agar para mitra tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung, H.M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan secara menyeluruh dan tanpa biaya.

“Pendampingan nanti tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dari sisi ibadahnya. Pendampingan ini kami lakukan gratis untuk kalian semua, tanpa dipungut biaya. BAZNAS sudah menunjukkan kepedulian kepada para mustahik, sekarang kita juga akan turut serta untuk meningkatkan kebahagiaan dunia dan akhirat para penerima manfaat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Kemenag siap mendampingi proses sertifikasi halal bagi para mitra yang belum memiliki legalitas tersebut. “Jika ada yang belum punya sertifikasi halal, silakan segera mengajukan. Kami dari Kemenag siap mendampingi proses pembuatannya,” tambahnya.

Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H.M. Makrus Manan, S.P., M.M., dalam kesempatan yang sama menegaskan posisi BAZNAS sebagai bagian dari pemerintah.

“BAZNAS merupakan bagian dari pemerintah, sebuah lembaga pemerintah nonstruktural. Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang selalu turut serta mewujudkan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung,” ungkapnya.

Melalui Kick Off ini, BAZNAS, BMD, dan Kemenag Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan pemberdayaan yang holistik dalam menguatkan usaha, meningkatkan kualitas ibadah, serta mendorong terwujudnya mustahik yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus meraih keberkahan dunia dan akhirat.

12/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi Zakat Fitrah dan Perkuat Optimalisasi ZIS ASN

TulungagungDalam rangka menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat sosialisasi zakat fitrah di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan dan optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Rapat sosialisasi tersebut diikuti oleh Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Kabupaten Tulungagung, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala SMP, MTs, dan MA, serta Koordinator UPASP se-Kabupaten Tulungagung.

PJ Sekda Kabupaten Tulungagung, Soeroto, S.Sos., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa penghimpunan zakat mal, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung sejauh ini telah berjalan cukup baik. Namun demikian, menurutnya, masih diperlukan langkah-langkah optimalisasi agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia menekankan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Karena itu, penguatan sistem dan dukungan kelembagaan menjadi hal yang penting untuk memastikan penghimpunan ZIS dapat berjalan lebih maksimal.

“Pengumpulan zakat mal, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung selama ini telah berjalan, namun masih memerlukan optimalisasi agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat. Zakat ini adalah kewajiban umat Muslim. Oleh karena itu, kami dari Pemerintah Daerah siap mendukung penuh optimalisasi ZIS di wilayah Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ke depan akan dipertimbangkan penerbitan surat edaran kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memperkuat penghimpunan zakat mal, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aparatur sipil negara dalam menunaikan kewajiban zakat secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., memaparkan potensi besar zakat apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Ia mencontohkan, jika terdapat 500 pejabat struktural yang membayar zakat dengan nominal Rp150.000 per orang, maka dana yang terkumpul hampir mencapai Rp100.000.000.

“Itu baru dari pejabat struktural saja. Bayangkan jika seluruh potensi zakat di Kabupaten Tulungagung dapat dihimpun secara maksimal,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan salah satu program unggulan BAZNAS Tulungagung, yakni bantuan biaya hidup bagi lansia sebatang kara. Program tersebut menyasar lansia yang hidup sendirian tanpa penghasilan tetap, dengan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama hidup.

“Program ini akan terus berjalan selama pembayaran zakat melalui BAZNAS tetap berjalan. Oleh karena itu, optimalisasi penghimpunan ZIS di wilayah Tulungagung perlu terus ditingkatkan,” tegasnya.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa sosialisasi zakat fitrah menjadi momentum penting untuk memperluas edukasi zakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Selain sosialisasi zakat fitrah, BAZNAS juga akan melaksanakan sejumlah program di bulan Ramadhan, salah satunya edukasi zakat, infak, dan sedekah kepada peserta didik di sekolah.

“Kami akan melatih anak-anak menjadi pribadi yang dermawan sejak dini. Mereka akan diberikan pemahaman tentang delapan asnaf, kemudian diminta menyeleksi di antara teman-temannya yang termasuk golongan tersebut. Uang hasil infak atau sedekah mereka nantinya akan kami kembalikan kepada mereka yang berhak,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Zainul Fuad, S.E., M.Pd., memberikan penjelasan terkait zakat fitrah, fidyah, dan kafarat dalam perspektif fikih Islam.

“Setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, ada satu kewajiban lagi bagi umat Islam, yaitu menunaikan zakat fitrah. Ini sangat penting karena merupakan bagian dari rukun Islam. Menjelang berakhirnya Ramadhan, zakat fitrah memiliki keterkaitan erat dengan kesempurnaan ibadah puasa,” paparnya.

Ia juga menjelaskan ketentuan fidyah dan kafarat. “Fidyah adalah denda bagi orang yang tidak melaksanakan puasa. Ibu hamil boleh tidak berpuasa, tetapi wajib membayar fidyah dan tetap mengganti puasanya. Fidyah sebesar satu mud, setara dengan 6,75 ons yang dibulatkan menjadi 7 ons. Jika diuangkan, satu mud senilai Rp30.000,” terangnya.

Sementara itu, kafarat bagi pelanggaran berat di bulan Ramadhan, seperti melakukan hubungan suami istri di siang hari, adalah berpuasa dua bulan berturut-turut tanpa jeda, atau memerdekakan budak, atau memberi makan 60 fakir miskin.

Di akhir kegiatan, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung memaparkan skema penghimpunan zakat fitrah yang akan diterapkan selama Ramadhan 1447 H.

Melalui rapat sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan umat, khususnya di Kabupaten Tulungagung.

10/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

BAZNAS Tulungagung Gelar OASE, 108 Anak Yatim Duafa Diajak Belanja Lebaran di Apollo Supermall
BAZNAS Tulungagung Gelar OASE, 108 Anak Yatim Duafa Diajak Belanja Lebaran di Apollo Supermall
Tulungagung – Dalam semarak Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim duafa melalui program Orang Tua Asuh Sehari (OASE). Bekerja sama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Tulungagung, sebanyak 108 anak yatim duafa diajak berbelanja kebutuhan Lebaran di Apollo Supermall Tulungagung, Rabu (4/3/2026). Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbangsa. Setelah itu, para peserta diberangkatkan menggunakan bus sekolah menuju pusat perbelanjaan dengan penuh antusias. Dalam program tersebut, setiap anak menerima uang saku sebesar Rp200.000 dan voucher belanja senilai Rp300.000. Mereka diberi kebebasan memilih sendiri kebutuhan Lebaran sesuai keinginan masing-masing, mulai dari pakaian, celana, sepatu, sandal, hingga perlengkapan lainnya. Terlihat wajah-wajah ceria saat anak-anak menentukan pilihan terbaik untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengungkapkan bahwa pada Ramadhan tahun ini jumlah donatur program OASE mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Jika pada tahun-tahun sebelumnya penerima manfaat kurang dari seratus bahkan pernah kurang dari 50 anak, tahun ini alhamdulillah meningkat menjadi 108 anak yatim duafa,” ujarnya. Suyadi menambahkan, para Orang Tua Asuh dalam kegiatan ini terdiri dari ibu-ibu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia juga mengimbau para oranng tua asuh untuk menambah sedekah seikhlasnya guna semakin menambah kebahagiaan anak-anak tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Tulungagung, Abdul Wahid, S.IP., menjelaskan bahwa program OASE dilaksanakan untuk membantu meringankan beban ekonomi anak-anak yatim piatu, khususnya menjelang Lebaran. “Program ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu perekonomian anak-anak yatim piatu di Tulungagung, agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan memiliki pakaian baru saat Idul Fitri,” tuturnya. Di akhir kegiatan, Suyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan hartanya melalui BAZNAS Tulungagung. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur. Semoga di bulan Ramadhan ini, seluruh aktivitas kebaikan ini menjadi amal ibadah dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT,” pungkasnya.
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Ikuti Safari Ramadhan Pemkab, Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
BAZNAS Tulungagung Ikuti Safari Ramadhan Pemkab, Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
Tulungagung - Dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam rangkaian Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung di sejumlah wilayah selama bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan Safari Ramadhan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antara unsur pimpinan daerah dan masyarakat. Selain itu, agenda ini juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat selama bulan suci. Pemilihan lokasi Safari Ramadhan digilir setiap tahun, sehingga seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung dapat merasakan kehadiran langsung pimpinan daerah. Dalam setiap titik Safari Ramadhan, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim di masing-masing wilayah. Santunan yang diberikan berupa uang saku sebesar Rp200.000 serta paket sembako “Si Fitri” senilai Rp120.000 untuk setiap penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan anak-anak yatim menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam Safari Ramadhan merupakan bentuk komitmen lembaga dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Safari Ramadhan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menghadirkan kepedulian sosial. Kami ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh anak-anak yatim melalui santunan dan bantuan kebutuhan pokok,” ujarnya. Adapun jadwal dan lokasi Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun ini adalah sebagai berikut: Pembukaan Safari Ramadhan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, 24 Februari 2026. Masjid Al Barokah, Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, 26 Februari 2026. Masjid Darussalam, Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, 2 Maret 2026. Masjid Al Ikhlas, Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, 4 Maret 2026. Masjid Baitul Khoir, Desa Bandung, Kecamatan Bandung, 6 Maret 2026. Masjid Ponpes Al Badru Alaina, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, 10 Maret 2026. Penutupan Safari Ramadhan di DPRD Tulungagung, 12 Maret 2026. Melalui partisipasi aktif dalam Safari Ramadhan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperluas kemaslahatan, serta mempererat kebersamaan dalam bingkai kepedulian sosial selama bulan suci Ramadhan
BERITA05/03/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Manasik Zakat di Sekolah, Tanamkan Empati Sosial Sejak Dini
BAZNAS Tulungagung Gelar Manasik Zakat di Sekolah, Tanamkan Empati Sosial Sejak Dini
Tulungagung - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Pondok Ramadhan bertajuk Manasik Zakat dengan tema “Dakwah Zakat dan Empati Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah madrasah dan sekolah tingkat SLTP/MTs di wilayah Kabupaten Tulungagung. Pelaksanaan perdana Manasik Zakat berlangsung di SMP Negeri 1 Ngunut pada 24–27 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Tulungagung bersama mahasiswa binaan Program Beasiswa SKSS serta HMPS Mazawa UIN 1 Tulungagung. Wakil Ketua BAZNAS Tulungagung Bidang Penghimpunan, Abdul Wachid, menjelaskan bahwa Manasik Zakat dirancang sebagai media pembelajaran dan pembentukan karakter bagi generasi muda. “Kami akan melatih para peserta didik untuk menjadi pribadi yang dermawan sejak dini. Mereka diberikan pemahaman tentang zakat, infak, sedekah, serta peran amil, sekaligus menanamkan nilai empati dan kepedulian terhadap fakir miskin, yatim, dan dhuafa,” ujarnya. Ia menambahkan, pembelajaran tidak hanya bersifat teori, tetapi juga melalui praktik langsung. Para siswa dilibatkan dalam proses penghimpunan sedekah, pencatatan, hingga pendistribusian dana sosial keagamaan. “Mereka akan praktik langsung mulai dari pengumpulan sedekah dari mereka sendiri, kemudian melakukan pencatatan, bahkan sampai ke pendistribusian. Peserta didik juga akan menyeleksi sendiri teman-teman mereka yang berhak menerima,” tambahnya. Menurutnya, dana sedekah yang terkumpul akan dikembalikan kepada peserta untuk disalurkan secara langsung setelah mereka memahami delapan asnaf. Dengan cara tersebut, peserta didik diharapkan mampu memahami siapa saja golongan yang berhak menerima, baik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Selain edukasi zakat, infak, dan sedekah, Manasik Zakat ini juga dilengkapi dengan pemberian pemahaman dasar mengenai kesiapsiagaan bencana. Materi disampaikan secara sederhana dan kontekstual, disesuaikan dengan usia pelajar SLTP/MTs, agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sesi ini, peserta dikenalkan pada pentingnya sikap tanggap, peduli, dan saling tolong-menolong saat terjadi bencana sebagai bagian dari nilai empati sosial. Melalui kegiatan Manasik Zakat ini, BAZNAS Tulungagung berharap dapat menumbuhkan kesadaran berzakat dan kepedulian sosial di kalangan pelajar, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembentukan karakter yang berlandaskan nilai keislaman dan kemanusiaan.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Kick Off Kolaborasi Pendampingan Mitra: BAZNAS, BMD dan Kemenag Tulungagung Perkuat Ekonomi dan Spiritual UMKM Binaan
Kick Off Kolaborasi Pendampingan Mitra: BAZNAS, BMD dan Kemenag Tulungagung Perkuat Ekonomi dan Spiritual UMKM Binaan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Microfinance Desa (BMD) resmi menggelar Kick Off Kolaborasi Pendampingan Mitra dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menjadi langkah awal sinergi lintas sektor dalam memperkuat pemberdayaan mustahik, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga pembinaan spiritual dan ibadah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung H.M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung H.M. Makrus Manan, S.P., M.M., Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Perwakilan Dinas Koperasi, Ketua IPARI, serta 56 mitra BAZNAS dan BMD Kabupaten Tulungagung. Kolaborasi ini menjadi tonggak baru pendampingan mitra binaan BAZNAS dan BMD. Jika selama ini fokus pembinaan lebih banyak pada penguatan usaha dan akses permodalan, ke depan para mitra juga akan mendapatkan pendampingan keagamaan melalui penyuluh agama dari Kemenag. Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa program BMD telah memberikan kontribusi nyata dalam penguatan UMKM di Tulungagung. “Selama BMD berjalan, kami sudah menggelontorkan dana sebesar Rp1,5 miliar kepada para pelaku UMKM. Bantuan dana ini langsung cair ke rekening penerima manfaat, sehingga prosesnya transparan dan tepat sasaran,” jelasnya. Menurutnya, kolaborasi dengan Kemenag menjadi langkah strategis agar para mitra tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat. Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung, H.M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan secara menyeluruh dan tanpa biaya. “Pendampingan nanti tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dari sisi ibadahnya. Pendampingan ini kami lakukan gratis untuk kalian semua, tanpa dipungut biaya. BAZNAS sudah menunjukkan kepedulian kepada para mustahik, sekarang kita juga akan turut serta untuk meningkatkan kebahagiaan dunia dan akhirat para penerima manfaat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Kemenag siap mendampingi proses sertifikasi halal bagi para mitra yang belum memiliki legalitas tersebut. “Jika ada yang belum punya sertifikasi halal, silakan segera mengajukan. Kami dari Kemenag siap mendampingi proses pembuatannya,” tambahnya. Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H.M. Makrus Manan, S.P., M.M., dalam kesempatan yang sama menegaskan posisi BAZNAS sebagai bagian dari pemerintah. “BAZNAS merupakan bagian dari pemerintah, sebuah lembaga pemerintah nonstruktural. Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang selalu turut serta mewujudkan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung,” ungkapnya. Melalui Kick Off ini, BAZNAS, BMD, dan Kemenag Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan pemberdayaan yang holistik dalam menguatkan usaha, meningkatkan kualitas ibadah, serta mendorong terwujudnya mustahik yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus meraih keberkahan dunia dan akhirat.
BERITA12/02/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi Zakat Fitrah dan Perkuat Optimalisasi ZIS ASN
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi Zakat Fitrah dan Perkuat Optimalisasi ZIS ASN
Tulungagung – Dalam rangka menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat sosialisasi zakat fitrah di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan dan optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Kabupaten Tulungagung. Rapat sosialisasi tersebut diikuti oleh Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Kabupaten Tulungagung, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala SMP, MTs, dan MA, serta Koordinator UPASP se-Kabupaten Tulungagung. PJ Sekda Kabupaten Tulungagung, Soeroto, S.Sos., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa penghimpunan zakat mal, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung sejauh ini telah berjalan cukup baik. Namun demikian, menurutnya, masih diperlukan langkah-langkah optimalisasi agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia menekankan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Karena itu, penguatan sistem dan dukungan kelembagaan menjadi hal yang penting untuk memastikan penghimpunan ZIS dapat berjalan lebih maksimal. “Pengumpulan zakat mal, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung selama ini telah berjalan, namun masih memerlukan optimalisasi agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat. Zakat ini adalah kewajiban umat Muslim. Oleh karena itu, kami dari Pemerintah Daerah siap mendukung penuh optimalisasi ZIS di wilayah Kabupaten Tulungagung,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ke depan akan dipertimbangkan penerbitan surat edaran kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memperkuat penghimpunan zakat mal, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aparatur sipil negara dalam menunaikan kewajiban zakat secara terkoordinasi dan berkelanjutan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., memaparkan potensi besar zakat apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Ia mencontohkan, jika terdapat 500 pejabat struktural yang membayar zakat dengan nominal Rp150.000 per orang, maka dana yang terkumpul hampir mencapai Rp100.000.000. “Itu baru dari pejabat struktural saja. Bayangkan jika seluruh potensi zakat di Kabupaten Tulungagung dapat dihimpun secara maksimal,” ungkapnya. Ia juga menjelaskan salah satu program unggulan BAZNAS Tulungagung, yakni bantuan biaya hidup bagi lansia sebatang kara. Program tersebut menyasar lansia yang hidup sendirian tanpa penghasilan tetap, dengan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama hidup. “Program ini akan terus berjalan selama pembayaran zakat melalui BAZNAS tetap berjalan. Oleh karena itu, optimalisasi penghimpunan ZIS di wilayah Tulungagung perlu terus ditingkatkan,” tegasnya. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa sosialisasi zakat fitrah menjadi momentum penting untuk memperluas edukasi zakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Selain sosialisasi zakat fitrah, BAZNAS juga akan melaksanakan sejumlah program di bulan Ramadhan, salah satunya edukasi zakat, infak, dan sedekah kepada peserta didik di sekolah. “Kami akan melatih anak-anak menjadi pribadi yang dermawan sejak dini. Mereka akan diberikan pemahaman tentang delapan asnaf, kemudian diminta menyeleksi di antara teman-temannya yang termasuk golongan tersebut. Uang hasil infak atau sedekah mereka nantinya akan kami kembalikan kepada mereka yang berhak,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Zainul Fuad, S.E., M.Pd., memberikan penjelasan terkait zakat fitrah, fidyah, dan kafarat dalam perspektif fikih Islam. “Setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, ada satu kewajiban lagi bagi umat Islam, yaitu menunaikan zakat fitrah. Ini sangat penting karena merupakan bagian dari rukun Islam. Menjelang berakhirnya Ramadhan, zakat fitrah memiliki keterkaitan erat dengan kesempurnaan ibadah puasa,” paparnya. Ia juga menjelaskan ketentuan fidyah dan kafarat. “Fidyah adalah denda bagi orang yang tidak melaksanakan puasa. Ibu hamil boleh tidak berpuasa, tetapi wajib membayar fidyah dan tetap mengganti puasanya. Fidyah sebesar satu mud, setara dengan 6,75 ons yang dibulatkan menjadi 7 ons. Jika diuangkan, satu mud senilai Rp30.000,” terangnya. Sementara itu, kafarat bagi pelanggaran berat di bulan Ramadhan, seperti melakukan hubungan suami istri di siang hari, adalah berpuasa dua bulan berturut-turut tanpa jeda, atau memerdekakan budak, atau memberi makan 60 fakir miskin. Di akhir kegiatan, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung memaparkan skema penghimpunan zakat fitrah yang akan diterapkan selama Ramadhan 1447 H. Melalui rapat sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan umat, khususnya di Kabupaten Tulungagung.
BERITA10/02/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Penguatan ZIS ASN, BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi di Disdukcapil
Penguatan ZIS ASN, BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi di Disdukcapil
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menggelar kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tulungagung, Jumat (30/1/2025). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil beserta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau seluruh karyawan Disdukcapil. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memperkuat kembali penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah di wilayah Kabupaten Tulungagung, khususnya pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang tingkat partisipasi ZIS-nya masih tergolong rendah. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. “Gaji yang kita terima itu sebenarnya sebagian adalah hak kaum fakir miskin. Maka sudah seharusnya kita menyucikan harta kita melalui zakat. Jika belum mampu berzakat, maka bisa bersedekah seikhlasnya,” ujar Suyadi. Ia menjelaskan, seseorang yang telah mencapai nisab diwajibkan untuk menunaikan zakat, sedangkan bagi yang belum memenuhi nisab tetap dianjurkan untuk berinfak atau bersedekah sesuai kemampuan. Menurutnya, sekecil apa pun sedekah yang dikeluarkan akan membawa keberkahan bagi pemberinya dan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Suyadi juga menyampaikan bahwa tingkat kesadaran berzakat di lingkungan ASN Kementerian Agama sudah sangat baik. “ASN Kemenag hampir seluruhnya sudah berzakat atau bersedekah melalui BAZNAS. Sementara ASN dan PPPK di bawah Pemerintah Kabupaten masih belum sepenuhnya. Inilah yang perlu kita optimalkan bersama,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tulungagung, Nina Hartati, S.H., M.A.P., menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera membentuk penanggung jawab terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Disdukcapil. “Sedekah dan zakat yang kita keluarkan insyaallah akan kembali kepada kita sendiri dan kepada masyarakat yang berhak dan membutuhkan,” tutur Nina. Lebih lanjut, Suyadi menegaskan bahwa BAZNAS dalam melakukan penghimpunan ZIS tidak mengedepankan unsur pemaksaan. “Tidak ada unsur paksaan sama sekali. Semua dilakukan secara ikhlas dan berdasarkan kesadaran masing-masing pribadi,” jelasnya. Ia menambahkan, bagi ASN dan PPPK yang berkenan, dapat dibuatkan surat pernyataan kesediaan membayar zakat dan infak melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pembayaran dapat dilakukan melalui sistem pemotongan gaji setiap bulan yang dikelola oleh penanggung jawab di masing-masing instansi, atau dibayarkan langsung ke BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Dengan adanya sosialisasi ini, BAZNAS Tulungagung berharap kesadaran dan partisipasi ASN dan PPPK dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Tulungagung.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi ZIS dan Salurkan Bantuan Pendidikan di Dinas Pendidikan
BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi ZIS dan Salurkan Bantuan Pendidikan di Dinas Pendidikan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan sosialisasi zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) sekaligus penyerahan bantuan pendidikan, yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Kamis (29/1/2025). Kegiatan ini diikuti oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, para Koordinator Wilayah (Korwil) UPASP se-Kabupaten Tulungagung, serta koordinator SMP Negeri se-Tulungagung. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kembali penghimpunan ZIS di lingkungan Dinas Pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada para mustahik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Adapun rincian bantuan pendidikan yang disalurkan meliputi: Bantuan pendidikan diberikan Jenjang Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 250.000 per siswa kepada 72 mustahik, dengan total anggaran sebesar Rp 18.750.000. Dan bantuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) diberikan sebesar Rp 300.000 per siswa kepada 82 mustahik, dengan total anggaran sebesar Rp 24.600.000. Penyaluran bantuan pendidikan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat serta mendukung keberlangsungan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Tulungagung. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi penurunan penghimpunan ZIS dari sektor pendidikan. Salah satu faktor penyebabnya adalah perubahan sistem kepegawaian, di mana pegawai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) kini ditempatkan langsung pada satuan kerja (satker) masing-masing. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya koordinasi penghimpunan ZIS melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan pendidikan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan kembali pemahaman, koordinasi, serta sinergi kelembagaan agar penghimpunan ZIS di sektor pendidikan bisa kembali optimal, dan diharapkan bisa lebih bagus daripada kemarin” ujarnya. Dalam sambutannya, Suyadi mengajak seluruh ASN dan pegawai di bawah naungan Dinas Pendidikan untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, yaitu BAZNAS, bagi yang telah memenuhi syarat. Sementara bagi yang belum mampu berzakat, ia mendorong untuk tetap bersedekah sesuai kemampuan. “Bagi yang mampu, mari berzakat melalui BAZNAS. Jika belum mampu berzakat, bisa dengan sedekah, seikhlasnya saja. Walaupun kecil, tetap kami terima,” tutur Suyadi. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bersatu dan memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat Tulungagung yang sedang berada dalam kondisi sulit. “Mari kita bersatu, kita bantu warga kita di Tulungagung yang sedang mengalami kesusahan. Bersama-sama kita ringankan beban mereka melalui program-program yang ada di BAZNAS,” tambahnya. Lebih lanjut, Suyadi mendorong agar setiap sekolah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masing-masing, lengkap dengan koordinator sebagai penanggung jawab. “Silakan bentuk UPZ di masing-masing sekolah, tentukan koordinatornya, supaya ada penanggung jawab dan pengumpulan ZIS bisa berjalan lebih optimal,” tegasnya. Di akhir kegiatan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung turut memberikan arahan kepada seluruh ASN dan PPPK di bawah naungannya agar lebih rutin menunaikan zakat maupun bersedekah melalui BAZNAS. “Saya mengajak seluruh ASN dan PPPK untuk mulai rajin berzakat dan bersedekah melalui BAZNAS. Nanti segera bentuk UPZ di masing-masing satuan pendidikan agar pengumpulan ZIS bisa kita optimalkan kembali,” pungkasnya. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kembali peran sektor pendidikan dalam mendukung penghimpunan ZIS, sekaligus memperluas manfaat program-program BAZNAS bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung yang membutuhkan.
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Sinergi Zakat Mal dan Pajak, BAZNAS dan MUI Tulungagung Gelar Seminar bersama Kantor Pelayanan Pajak
Perkuat Sinergi Zakat Mal dan Pajak, BAZNAS dan MUI Tulungagung Gelar Seminar bersama Kantor Pelayanan Pajak
Tulungagung – Dalam rangka meningkatkan pemahaman serta memperkuat sinergitas antara pembayaran zakat mal dan kewajiban perpajakan dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan umat, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Seminar Penguatan Sinergi Zakat Mal dan Pajak. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Lojikka Tulungagung, pada Sabtu siang (24/01/2026), dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Seminar ini dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tulungagung, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung, jajaran MUI se-Kabupaten Tulungagung, perwakilan bank syariah se-Tulungagung, serta para pengusaha dan pelaku usaha. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen sosial ekonomi umat. Menurutnya, pengelolaan zakat yang optimal dan profesional mampu memberikan dampak nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan. “Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen ampuh dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika dikelola dengan baik dan disinergikan dengan kebijakan negara, zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam pembangunan umat,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tulungagung menyampaikan bahwa pembayaran zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memberikan manfaat fiskal bagi wajib pajak. Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS dapat diperhitungkan sebagai pengurang penghasilan kena pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga menunjukkan bahwa kewajiban zakat dan pajak dapat berjalan selaras dan saling melengkapi. Melalui seminar ini, diharapkan terbangun pemahaman yang utuh di kalangan masyarakat, khususnya para pengusaha dan pelaku usaha, bahwa kewajiban zakat dan pajak dapat dijalankan secara seimbang dan harmonis sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan umat.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung bersama Ny. Endang Gatut Sunu Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Ngunut dan Kauman
BAZNAS Tulungagung bersama Ny. Endang Gatut Sunu Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Ngunut dan Kauman
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Penyaluran bantuan ini dilaksanakan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Endang Gatut Sunu Wibowo, dengan menyasar dua warga penerima manfaat. Bantuan RTLH/RLH tersebut disalurkan langsung kepada Sulastri, warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, serta Miswanto, warga Desa Kauman, Kecamatan Kauman. Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp 12.500.000,- yang digunakan untuk memperbaiki kondisi rumah agar lebih layak, aman, dan sehat untuk ditinggali. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran. “Program Bedah Rumah RTLH ini kami harapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. Semoga bantuan ini membawa kenyamanan, keamanan, dan keberkahan bagi para penerima, serta dapat meningkatkan kualitas hidup mereka ke depan,” ujar Suyadi. Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam menghadirkan manfaat zakat yang nyata dan tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu. Sementara itu, Sulastri, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku selama ini tinggal dalam kondisi yang sangat terbatas. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung atas bantuan bedah rumah ini. Sebelumnya saya harus tidur di samping kandang ayam karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan. Dengan adanya bantuan ini, saya bersyukur ke depan dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman. Terimakasih BAZNAS,” ujar Sulastri. Melalui program Bedah Rumah RTLH ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap sinergi dengan berbagai pihak dapat terus diperkuat guna memperluas manfaat zakat serta menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
HUT BAZNAS ke-25, BAZNAS Tulungagung Gelar Doa Bersama, Khotmil Quran dan Santunan
HUT BAZNAS ke-25, BAZNAS Tulungagung Gelar Doa Bersama, Khotmil Quran dan Santunan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar doa bersama dan khatmil Quran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BAZNAS ke-25 dengan tema “Zakat Menguatkan Indonesia”, pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus rasa syukur atas kiprah BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan zakat untuk kesejahteraan umat. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tulungagung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, serta jajaran pimpinan lama BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan kuatnya sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam mendukung gerakan zakat. Tak hanya diisi doa bersama dan khatmil Quran, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim tingkat SD, SMP, dan SMA, serta 10 kaum dhuafa. Masing-masing penerima santunan mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp200.000 dan paket sembako senilai Rp100.000. Program ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang BAZNAS khususnya dalam 1 tahun terakhir. “Alhamdulillah, selama satu tahun terakhir BAZNAS terus berupaya hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kami juga bersyukur atas capaian di tingkat nasional, yaitu penghargaan sebagai ‘BAZNAS Pengentasan Kemiskinan Standar BPS Terbaik’ dan Kategori ‘BAZNAS dengan Infrastruktur Terbaik’. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Suyadi juga menyampaikan ucapan selamat dan rasa syukur kepada Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., yang juga memperoleh apresiasi sebagai “Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.” Menurutnya, dukungan kepala daerah memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem zakat di daerah. Lebih lanjut, Suyadi mengungkapkan harapannya ke depan agar sinergi antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung semakin diperkuat. “Kami berharap, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung, insyaAllah BAZNAS mampu melahirkan program-program inovatif, memperluas jangkauan pemberdayaan, dan memastikan zakat menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan,” tambahnya. Acara peringatan HUT BAZNAS ke-25 ini ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian BAZNAS Kabupaten Tulungagung selama seperempat abad melayani umat. Semoga BAZNAS Kabupaten Tulungagung ke depan semakin amanah, transparan, dan profesional, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dari Dapur Sederhana : Kisah Keteguhan Radzel Catering Bersama Bantuan Pembiayaan BMD
Dari Dapur Sederhana : Kisah Keteguhan Radzel Catering Bersama Bantuan Pembiayaan BMD
Tulungagung - Di tengah dinamika usaha kecil yang kerap naik turun, Susanti (51), pemilik Radzel Catering, membuktikan bahwa ketekunan dan kejujuran mampu menjaga api wirausaha tetap menyala. Usaha rumahan yang ia rintis sejak 1996 ini berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, dan hingga kini masih konsisten melayani kebutuhan pangan masyarakat sekitar. Radzel Catering memproduksi beragam produk, mulai dari kue kering, kue basah, jamu tradisional, nasi kotak, hingga minuman soya. Produksi dilakukan secara mandiri dari rumah, sementara pemasarannya mengandalkan jaringan offline dan online. Secara offline, produk Radzel Catering banyak digunakan untuk kegiatan Posyandu, puskesmas, kader PMT balita, serta berbagai acara desa. Hal ini tidak lepas dari peran aktif Susanti sebagai kader BKKBN, yang membuat produknya dikenal luas di kalangan komunitas dan kegiatan sosial. Selain itu, Susanti juga rutin berjualan di kegiatan Car Free Day Alun-Alun Tulungagung setiap hari Minggu, yang menjadi salah satu etalase penting bagi produknya untuk menjangkau konsumen baru. Untuk pemasaran harian, Radzel Catering telah masuk ke satu kantin serta dua warung yang menjual kue, jus buah, dan produk lainnya. Layanan pemesanan online dan pesan antar pun tersedia, khususnya untuk wilayah Karangrejo dan sekitarnya.Dalam sebulan, omzet Radzel Catering berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta, dengan laba bersih di atas 50 persen. Meski demikian, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Susanti mengakui bahwa tantangan terbesar adalah fluktuasi pesanan. Namun, ia memilih untuk tetap semangat, meskipun order yang masuk terkadang kecil. “Prinsip saya sederhana: jujur, tekun, dan merawat pelanggan,” ujarnya. Prinsip inilah yang membuat pelanggan tetap setia, meski persaingan usaha kuliner semakin ketat. Untuk mendukung keberlanjutan usahanya, Susanti juga mendapatkan pembiayaan dari Baznas Microfinance Desa Tulungagung. Pada tahap pertama, yang diterima akhir November 2024, ia memperoleh modal sebesar Rp1,8 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku. Saat ini, ia kembali mengajukan pembiayaan tahap kedua pada November 2025 sebesar Rp2 juta, yang juga akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan bahan baku dan pesanan produk.Tak hanya itu, Radzel Catering kini telah ditunjang dengan sertifikasi halal, yang menjadi modal penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Ke depan, Susanti berharap dapat memiliki outlet sendiri. Dari dapur sederhana di Desa Tulungrejo, Radzel Catering menjadi bukti bahwa usaha kecil dengan manajemen yang jujur, konsisten, dan dekat dengan masyarakat mampu bertahan puluhan tahun bahkan terus bersiap untuk melangkah lebih jauh.
BERITA14/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Melalui Zakat Umat, BAZNAS Menjadi Penopang Hidup Nenek Mukir Hingga Akhir Hayat
Melalui Zakat Umat, BAZNAS Menjadi Penopang Hidup Nenek Mukir Hingga Akhir Hayat
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan biaya hidup kepada lansia fakir miskin. Kali ini, bantuan diberikan kepada Mbah Mukir, warga Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, yang hidup sebatang kara di usia lanjut. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program Kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat rentan, khususnya lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap maupun pendamping keluarga. Program bantuan biaya hidup ini menjadi salah satu kegiatan berkelanjutan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang difokuskan pada warga dhuafa sebatang kara. Melalui program ini, BAZNAS berkomitmen memastikan dana zakat yang dihimpun dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat nyata bagi para mustahik. Mbah Mukir diketahui telah lama menjalani kehidupan seorang diri. Meskipun anaknya sesekali datang menjenguk, sebagian besar kebutuhan dan aktivitas sehari-hari dijalani secara mandiri. Faktor usia yang semakin lanjut menyebabkan kondisi kesehatannya kerap menurun. Dalam keseharian, dukungan sosial masih terjalin melalui kepedulian beberapa tetangga yang sesekali memberikan perhatian. “Alhamdulillah, mugi-mugi pinaring sukses, sehat kanggo kabeh, lan barokah. Mugi BAZNAS tambah barokah,” tutur Mbah Mukir dengan penuh syukur. Kepala dusun setempat menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi lansia yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian bersama. Sementara itu, relawan binaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatang kara yang tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial penerima manfaat. Dalam penyaluran bantuan, relawan turut memberikan pendampingan moril serta memastikan bantuan diterima langsung oleh yang bersangkutan. BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif membantu sesama dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, guna menghadirkan harapan dan solusi berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA13/01/2026 | Humas BASNAZ Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Konsisten Cetak Sarjana Lewat Program SKSS Selama Sembilan Tahun
BAZNAS Tulungagung Konsisten Cetak Sarjana Lewat Program SKSS Selama Sembilan Tahun
Tulungagung - Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan terus diwujudkan secara nyata melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Program beasiswa strata 1 (S1) ini telah berjalan selama sembilan tahun dan menjadi harapan besar bagi keluarga kurang mampu agar memiliki setidaknya satu anggota keluarga bergelar sarjana. Setiap tahunnya, Program SKSS menjaring 20 mahasiswa terpilih untuk menempuh pendidikan S1 di lima perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung, dengan pilihan jurusan yang beragam sesuai minat dan bakat masing-masing peserta. Beasiswa ini mencakup bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 2.000.000,- per mahasiswa selama empat tahun. Tidak hanya memberikan dukungan finansial, BAZNAS Tulungagung juga menekankan pentingnya pembinaan non-akademik. Para penerima beasiswa dibekali dengan pembentukan karakter, penguatan nilai integritas, semangat kepedulian sosial, serta wawasan kehidupan nyata, agar kelak mampu menjadi pribadi yang mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat. Hingga saat ini, Program SKSS telah mencatatkan capaian yang membanggakan. Sebanyak 156 mahasiswa telah menerima manfaat beasiswa, dengan 89 mahasiswa telah lulus dan menyandang gelar sarjana, sementara 67 mahasiswa lainnya masih aktif menjalani perkuliahan. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa Program SKSS harus benar-benar tepat sasaran. Oleh karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat dan berlapis. “Beasiswa SKSS ini harus tepat sasaran. Proses seleksi berlapis kami lakukan agar benar-benar mendapatkan generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi keluarga maupun masyarakat sekitar. Seleksi ini bukan sekadar formalitas, tetapi penentu masa depan penerima beasiswa,” tegasnya. Seleksi Program SKSS dimulai dari seleksi administrasi, dilanjutkan dengan survei lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga calon penerima. Tahap berikutnya adalah tes tulis, dan diakhiri dengan tes wawancara guna menggali motivasi, komitmen, serta kesiapan peserta dalam menempuh pendidikan tinggi. Dalam rangka menjaga fokus dan keberhasilan studi, BAZNAS Tulungagung juga menetapkan komitmen khusus bagi para penerima beasiswa. “Selama masa studi, penerima beasiswa SKSS tidak diperkenankan untuk menikah terlebih dahulu. Hal ini agar mereka bisa fokus pada perkuliahan, menyelesaikan studi tepat waktu, dan kelak menjadi sarjana yang membanggakan keluarga,” tambah Suyadi. Melalui Program SKSS, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat untuk mengangkat derajat keluarga serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Program ini menjadi bukti bahwa zakat, jika dikelola dengan tepat, mampu menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan umat.
BERITA12/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hadirkan Hunian Layak bagi Mustahik, BAZNAS Tulungagung Gelontorkan Rp249,5 Juta untuk 20 Penerima
Hadirkan Hunian Layak bagi Mustahik, BAZNAS Tulungagung Gelontorkan Rp249,5 Juta untuk 20 Penerima
Tulungagung - Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau Rumah Layak Huni (RLH) menjadi wujud nyata komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dalam menghadirkan hunian layak bagi keluarga kurang mampu. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), program ini diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup mustahik dengan menyediakan tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman. Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan bantuan program RTLH/RLH kepada 15 penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp149.500.000,-. Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga yang rumahnya berada dalam kondisi tidak layak huni dan membutuhkan perbaikan mendesak demi keselamatan serta kelayakan tempat tinggal. Tak hanya itu, BAZNAS Tulungagung juga berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam memperluas jangkauan program. Melalui sinergi tersebut, bantuan RTLH/RLH kembali disalurkan kepada 5 penerima manfaat tambahan dengan total nilai sebesar Rp100.000.000,-. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam pengelolaan dana umat. “Program ini bukan sekadar membangun dinding dan atap, tetapi membangun kembali rasa aman, harapan, dan martabat keluarga mustahik. Kami ingin zakat benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama program RTLH/RLH adalah meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui hunian yang layak, sekaligus mendukung kesehatan, keselamatan, dan ketenangan psikologis keluarga penerima manfaat. Dengan tempat tinggal yang lebih baik, keluarga diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif dan bermartabat. Drs. H. Suyadi, MM. juga menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat agar manfaat ZIS dapat menjangkau lebih luas. “Kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga program-program kemaslahatan seperti ini dapat berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya. Melalui program RTLH/RLH ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menegaskan bahwa dana ZIS tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program pemberdayaan yang berdampak langsung dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
BERITA09/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah, BAZNAS Tulungagung Alokasikan Rp415,5 Juta untuk Usaha Warga
Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah, BAZNAS Tulungagung Alokasikan Rp415,5 Juta untuk Usaha Warga
Tulungagung - Keterbatasan ekonomi masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian masyarakat rentan di Kabupaten Tulungagung. Tekanan ekonomi yang berkepanjangan kerap menimbulkan rasa khawatir dan kebingungan, terutama bagi keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor informal. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan lapangan kerja yang berdampak pada menurunnya taraf kesejahteraan keluarga. Di tengah situasi tersebut, masyarakat dituntut untuk bekerja lebih keras serta mampu menghadirkan inovasi demi memperbaiki kondisi ekonomi. Namun, upaya tersebut tidak selalu berjalan mudah. Keterbatasan modal usaha, minimnya akses informasi, kurangnya keterampilan, serta terbatasnya akses pasar masih menjadi hambatan utama bagi para pejuang nafkah di Kabupaten Tulungagung. Menjawab tantangan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung melalui Program Pemberdayaan Ekonomi terus berupaya memberikan solusi nyata bagi masyarakat agar mampu mandiri dan memiliki taraf perekonomian yang lebih baik. Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan bantuan modal usaha kepada 318 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Tulungagung, dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp415.500.000. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa modal pengembangan usaha, tetapi juga disertai pendampingan intensif. BAZNAS Tulungagung secara berkala melakukan monitoring untuk memastikan usaha yang dijalankan penerima manfaat tetap berjalan dan mengalami perkembangan. Bahkan, bagi penerima manfaat yang usahanya terbukti tumbuh secara positif, BAZNAS memberikan dukungan lanjutan berupa bantuan tahap kedua hingga tahap ketiga sebagai bentuk apresiasi dan penguatan keberlanjutan usaha. Tak hanya berfokus pada aspek ekonomi, BAZNAS Tulungagung juga memberikan pendampingan spiritual kepada para penerima manfaat. Melalui program sedekah subuh Rp2.000 setiap hari, para mustahik diajak untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial. Langkah ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga dermawan dan berdaya bagi lingkungan sekitarnya. Melalui pendekatan pemberdayaan yang menyeluruh baik secara ekonomi maupun sosial, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen menghadirkan program yang berkelanjutan dan berdampak nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tulungagung.
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dorong Kemandirian UMKM, BMD Gulirkan Dana Usaha Hampir Rp1 Miliar Sepanjang Tahun 2025
Dorong Kemandirian UMKM, BMD Gulirkan Dana Usaha Hampir Rp1 Miliar Sepanjang Tahun 2025
Tulungagung - Upaya penguatan ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui akses permodalan usaha yang inklusif dan berkelanjutan. Layanan keuangan mikro tanpa bunga yang disertai pendampingan usaha menjadi salah satu ikhtiar untuk mendorong kemandirian pelaku usaha mikro agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) hadir sebagai skema penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang berfokus pada pembiayaan modal usaha bagi mustahik pelaku usaha mikro. Melalui program ini, pembiayaan diberikan tanpa bunga dengan sistem pengajuan berkelompok yang terdiri dari 5 hingga 10 orang. Sepanjang tahun 2025, BMD telah menyalurkan pembiayaan modal usaha sebesar Rp 967.200.000,- kepada 302 penerima manfaat. Pengajuan pembiayaan menjangkau wilayah dengan radius maksimal 8 kilometer dari kantor BMD yang berlokasi di Eks Pertokoan Belga, Desa Kenayan, guna memastikan proses pendampingan usaha dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Tak hanya memberikan bantuan permodalan, para penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan dan edukasi mulai dari pencatatan keuangan sederhana, pembuatan banner dan bander usaha, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, pemasaran online, hingga pendampingan legalitas usaha, termasuk proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Upaya ini dilakukan agar UMKM binaan tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan lebih berdaya saing. Selain fokus pada pembiayaan dan pendampingan usaha, BMD juga aktif bersinergi dengan program Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung melalui kegiatan Car Free Day (CFD). Sebuah program yang tidak hanya membatasi penggunaan kendaraan bermotor, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan UMKM binaan dan UMKM lokal, sekaligus wadah aktivitas sosial, olahraga, dan ekonomi masyarakat. CFD yang berpusat di kawasan Alun-Alun Tulungagung diikuti sekitar 600 pedagang UMKM. Dalam kegiatan tersebut, 20 UMKM binaan BAZNAS Tulungagung menerima bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp 1.500.000,-. Sementara itu, 60 UMKM binaan BAZNAS Microfinance Desa (BMD) memperoleh bantuan pembiayaan dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp 261.400.000,-. Melalui program ini, dana ZIS tidak hanya dimanfaatkan secara konsumtif, tetapi dioptimalkan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA07/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Malam Tahun Baru, BAZNAS Tulungagung Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim
Malam Tahun Baru, BAZNAS Tulungagung Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan santunan kepada anak yatim dalam rangkaian acara doa akhir dan awal tahun serta pengajian akbar menyambut malam pergantian tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu malam (31/12/25). Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako dengan total nilai Rp5.400.000,-. Santunan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah bersama BAZNAS terhadap kesejahteraan anak-anak yatim, khususnya di momen pergantian tahun. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Tulungagung. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat program-program sosial dan kemanusiaan, sehingga semakin banyak mustahik yang terbantu dan kesejahteraan umat dapat terus ditingkatkan.
BERITA02/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
RTLH BAZNAS, Jadi Harapan Baru Keluarga Yatim Piatu Desa Tenggur
RTLH BAZNAS, Jadi Harapan Baru Keluarga Yatim Piatu Desa Tenggur
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) kepada keluarga Sdr. Desmitha (18), seorang yatim piatu dari tiga bersaudara yang tinggal di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan. Penyerahan bantuan dilaksanakan secara langsung di lokasi penerima manfaat dan dihadiri oleh Kepala Desa Tenggur serta Ketua RW setempat. Bantuan RTLH tersebut diserahkan oleh Ketua BAZNAS, Drs. Suyadi, MM, dan secara simbolis diterima oleh Agil Prasetyo (15), adik kandung Sdr. Desmitha, lantaran yang bersangkutan sedang bekerja di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sdr. Desmitha dan kedua saudaranya sebelumnya kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka roboh akibat diterpa angin kencang yang melanda wilayah Desa Tenggur beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut mendorong kepedulian perangkat desa dan masyarakat yang secara gotong royong membangun tempat tinggal sementara agar keluarga tersebut tetap memiliki tempat berlindung. Ketua BAZNAS, Drs. Suyadi, MM, dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan RTLH ini merupakan bentuk kehadiran zakat untuk membantu mustahik yang terdampak musibah. “BAZNAS hadir untuk memastikan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana tetap memiliki hunian yang layak. Bantuan RTLH ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Desa Tenggur mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian BAZNAS terhadap warganya yang tertimpa musibah. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS yang telah membantu warga kami. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama,” tuturnya. Melalui program RTLH ini, BAZNAS berharap sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga zakat dapat terus terjalin dalam upaya meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi mereka yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan uluran tangan.
BERITA02/01/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Terima Zakat Mal Lembaga UPZ KSPPS BMT PETA Tahun 2025
BAZNAS Tulungagung Terima Zakat Mal Lembaga UPZ KSPPS BMT PETA Tahun 2025
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menerima penyaluran zakat mal lembaga dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KSPPS BMT PETA tahun 2025. Penyerahan zakat tersebut berlangsung di Kantor KSPPS BMT PETA pada Selasa (30/12/2025). Adapun total zakat mal lembaga yang disalurkan sebesar Rp 329.786.182,-. KSPPS BMT PETA menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan terintegrasi melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat. Selain itu, pihak BMT juga menyampaikan harapan agar kerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Tulungagung ke depan dapat semakin diperkuat, tidak hanya dalam penghimpunan zakat, tetapi juga dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat yang lebih berdampak. Khususnya, KSPPS BMT PETA berharap sinergi yang terjalin dapat diarahkan pada pengembangan program-program ekonomi, sehingga zakat yang disalurkan mampu menjadi instrumen pemberdayaan umat dan mendorong kemandirian ekonomi para mustahik. Sementara itu, pihak BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh KSPPS BMT PETA. Dana zakat mal lembaga tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pendayagunaan zakat, baik di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan terjalinnya kolaborasi yang berkelanjutan antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan KSPPS BMT PETA, diharapkan pengelolaan zakat di Kabupaten Tulungagung semakin optimal dan mampu memberikan manfaat yang luas serta berkelanjutan bagi masyarakat.
BERITA30/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bersama Wakil Bupati Salurkan Bantuan Bedah Rumah Korban Longsor di Desa Picisan
BAZNAS Tulungagung Bersama Wakil Bupati Salurkan Bantuan Bedah Rumah Korban Longsor di Desa Picisan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Wakil Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, MM., menyalurkan bantuan bedah rumah tidak layak huni kepada dua warga terdampak longsor di Desa Picisan, Kecamatan Sendang, pada Senin (29/12/2025). Bantuan bedah rumah dengan total nilai Rp25 juta tersebut diberikan kepada dua penerima manfaat, yakni Pak Sabar dan Pak Ranianto. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di rumah masing-masing penerima pada siang hari, disaksikan oleh Camat Sendang serta perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung. Selain bantuan bedah rumah, Pak Sabar dan Pak Ranianto juga menerima bantuan sembako dari BPBD Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. “Bantuan bedah rumah ini kami salurkan agar para penerima manfaat bisa memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan memulihkan semangat para penerima,” ujar Suyadi. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Tulungagung akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk memastikan dana zakat, infak, dan sedekah tersalurkan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan.
BERITA29/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat