WhatsApp Icon
Program Beasiswa Pendidikan, BAZNAS Sasar Siswa Kurang Mampu di Sejumlah SMP

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan beasiswa kepada siswa-siswi kurang mampu di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Penyaluran beasiswa dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., bersama Wakil Ketua I, Abdul Wachid. S.IP., dengan mendatangi masing-masing sekolah penerima manfaat. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah sekolah, yakni SMPN 1 Ngunut, SMPN 1 Sumbergempol, SMPN 2 Bandung, dan SMPN 3 Bandung, sehingga bantuan dapat diterima langsung oleh para siswa di lingkungan sekolah mereka.

Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 9 siswa menerima bantuan secara simbolis. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa setiap siswa memperoleh bantuan berupa uang tunai sebesar Rp750.000 yang diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan mereka.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus belajar dan meraih prestasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program beasiswa ini tidak hanya diberikan kepada 9 siswa tersebut, melainkan secara keseluruhan disalurkan kepada 20 siswa kurang mampu yang berasal dari berbagai sekolah tingkat SMP di Kabupaten Tulungagung.

Penyaluran beasiswa ini menjadi salah satu upaya nyata BAZNAS Tulungagung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pendidikan, sekaligus mendorong generasi muda untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi.

16/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Pastikan Tepat Sasaran, Pimpinan BAZNAS Tulungagung Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Lansia Sebatangkara

Tulungagung - Upaya menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung. Kali ini, melalui program bantuan biaya hidup, pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada para penerima manfaat (14/4/26). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan diterima langsung oleh mereka yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan dilakukan dengan membagi dua tim. Tim pertama dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., yang menyerahkan bantuan secara langsung kepada lima orang fakir miskin sebatangkara di wilayah Kawedanan Kalidawir. Sementara itu, tim kedua dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., yang menyalurkan bantuan kepada empat orang penerima di Kawedanan Bandung.

Secara keseluruhan, program ini menyasar sebanyak 188 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung. Untuk penerima manfaat lainnya, bantuan disalurkan langsung oleh relawan BAZNAS Tulungagung di masing-masing wilayah.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp900.000 yang disalurkan setiap tiga bulan sekali, dan akan terus diberikan sepanjang hidup penerima atau hingga akhir hayatnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia yang hidup sebatangkara tanpa penopang ekonomi.

“Program ini adalah wujud kepedulian kita bersama kepada para lansia fakir miskin sebatangkara. Bantuan yang disalurkan ini merupakan amanah dari masyarakat Tulungagung yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada kami untuk disalurkan kepada yang berhak,” ujarnya.

Ia juga berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat, serta memberikan semangat dan rasa kepedulian bahwa mereka tidak sendiri. Semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial.

“Melalui program ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

15/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Beasiswa untuk Siswa/i Kurang Mampu

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran bantuan beasiswa bagi siswa atau siswi kurang mampu. Pada Senin (13/4/2026), Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., secara langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada dua orang siswi.

Adapun penerima bantuan beasiswa tersebut masing-masing berasal dari SMPN 1 Tulungagung dan SMPN 3 Tulungagung. Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp750.000,- yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.

Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pendayagunaan zakat di bidang pendidikan yang terus digencarkan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki yang harus disalurkan secara tepat sasaran.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para siswa dan memotivasi mereka untuk terus semangat dalam menuntut ilmu. Ini adalah bentuk nyata kepedulian umat melalui BAZNAS untuk masa depan generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS akan terus berupaya memperluas jangkauan bantuan, terutama di sektor pendidikan, agar semakin banyak siswa yang merasakan manfaatnya.

Melalui program ini, diharapkan para penerima dapat terus melanjutkan pendidikan dengan lebih baik serta mampu meraih prestasi yang membanggakan. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap kehadiran bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi para siswa untuk tidak menyerah pada keterbatasan, serta mendorong masyarakat untuk semakin peduli dan berpartisipasi dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.

13/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan LKSA Al-Husna Santuni 100 Anak Yatim di Boyolangu

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Husna menggelar kegiatan santunan bagi 100 anak yatim di Aula Panti Asuhan Al-Husna MWC NU Boyolangu, Rabu sore (18/03/25).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim di wilayah Kecamatan Boyolangu sekaligus menjadi agenda rutin LKSA Al-Husna yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Sasaran program ini adalah anak-anak yatim non panti agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan sebesar Rp50.000,- per anak, sementara LKSA Al-Husna memberikan Rp200.000,-. Dengan demikian, masing-masing anak menerima santunan total sebesar Rp250.000,-.

Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim.

“Kami berharap santunan ini tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim. BAZNAS akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.

19/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Distribusikan 47 Ton Beras Zakat Fitrah, Bupati Gatut Sunu Lepas Armada ke 19 Kecamatan

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung secara resmi memberangkatkan armada truk pengangkut beras zakat fitrah untuk didistribusikan ke seluruh wilayah kabupaten. Pemberangkatan dilakukan secara simbolis oleh H. Gatut Sunu Wibowo, ME., selaku Bupati Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Jumat pagi (13/3/2026).

Sebanyak 47 ton beras zakat fitrah diberangkatkan untuk didistribusikan ke 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya memastikan zakat fitrah yang dihimpun dapat segera diterima oleh masyarakat yang berhak sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, ME., menyampaikan bahwa pendistribusian zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan semata, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial serta semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

“Pendistribusian zakat fitrah ini bukan sekadar bentuk kewajiban keagamaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial serta semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menjelaskan bahwa perolehan zakat fitrah yang dihimpun berasal dari masyarakat Kabupaten Tulungagung, termasuk dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia menyebutkan bahwa zakat fitrah yang diterima tidak hanya dalam bentuk beras, tetapi juga uang. Zakat yang dibayarkan dalam bentuk uang kemudian dibelanjakan beras sebelum disalurkan kepada para penerima manfaat.

“Mayoritas ASN menunaikan zakat fitrah dalam bentuk uang, kemudian oleh BAZNAS dibelikan beras. Jadi yang kita distribusikan kepada masyarakat bukan uang, melainkan beras,” jelas Suyadi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyaluran beras zakat fitrah ini diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar berhak menerima, yaitu fakir dan miskin yang berada di desa-desa di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Proses distribusi dilakukan melalui relawan BAZNAS di tingkat kecamatan, sesuai dengan jumlah alokasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Beras zakat fitrah tersebut nantinya akan diturunkan di setiap kantor kecamatan. Selanjutnya, pihak kecamatan akan menyalurkan beras tersebut ke desa-desa di wilayah masing-masing untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Nantinya beras akan dibagikan kepada fakir miskin yang ada di desa-desa. Selain fakir miskin tidak boleh,” tegas Suyadi.

Melalui pendistribusian ini, diharapkan zakat fitrah yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata serta membantu meringankan kebutuhan masyarakat kurang mampu menjelang Hari Raya Idul Fitri.

16/03/2026 | Kontributor: BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

Di Hari Pendidikan Nasional, BAZNAS Tulungagung Hadirkan Harapan Baru untuk Siswa Berkebutuhan Khusus
Di Hari Pendidikan Nasional, BAZNAS Tulungagung Hadirkan Harapan Baru untuk Siswa Berkebutuhan Khusus
Tulungagung - Dalam momen yang sarat makna, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pendidikan kepada tiga siswa berkebutuhan khusus serta menyerahkan satu unit kursi roda kepada penerima manfaat di Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol. (02/05/25) Dengan total bantuan senilai Rp3.000.000,-, ketiga siswa tersebut menerima dukungan finansial yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kelangsungan pendidikan mereka. Tidak hanya itu, BAZNAS juga memberikan sebuah kursi roda kepada salah satu penerima yang membutuhkan bantuan mobilitas, sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar para penyandang disabilitas. Acara penyaluran berlangsung dengan haru dan semangat. Raut wajah bahagia terpancar dari para penerima dan para guru waktu penyaluran berlangsung. Bantuan ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi simbol harapan bagi mereka yang selama ini berjuang dalam keterbatasan. "Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kita semua bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Melalui bantuan ini, kami ingin menyampaikan bahwa mereka tidak sendiri. Kami hadir untuk mendukung," ungkap Abdul Wacid, Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung. Kepala Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam. “Siswa-siswa ini punya semangat yang luar biasa. Mereka datang ke sekolah dengan keterbatasan, tapi tidak pernah menyerah. Bantuan ini bukan hanya materi, tapi juga motivasi.” Penyaluran bantuan ini menjadi bukti bahwa kebaikan tidak harus datang dalam jumlah besar atau kemasan mewah. Seringkali, kebaikan hadir dalam bentuk paling sederhana dengan penuh kepedulian. Dan di Hari Pendidikan Nasional ini, kepedulian itu menjelma dalam bentuk kursi roda dan dana pendidikan, membawa harapan baru bagi anak-anak yang tak pernah berhenti bermimpi, meski jalannya sedikit lebih sunyi. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Tulungagung terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung kemanusiaan dan pendidikan. Karena setiap anak adalah cahaya masa depan bangsa tak terkecuali mereka yang berjalan di jalan yang sedikit berbeda.
BERITA02/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Jejak Kebaikan di Lereng Rejotangan: BAZNAS Tulungagung Ringankan Hidup Mbah Suwito
Jejak Kebaikan di Lereng Rejotangan: BAZNAS Tulungagung Ringankan Hidup Mbah Suwito
Tulungagung – Di sebuah rumah sederhana berdinding anyaman bambu di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, terdapat sebuah rumah sederhana berdinding anyaman bambu yang menjadi saksi bisu perjuangan hidup seorang lansia sebatang kara: Mbah Suwito. Usianya telah renta, badannya ringkih, namun semangatnya tak pernah surut. Sehari-hari, ia bertahan dengan memelihara ayam dan menanam sayuran seadanya untuk dikonsumsi sendiri. Kesendirian adalah teman akrabnya, sebab anak-anaknya tinggal jauh merantau bahkan salah satunya berada di Banjarmasin dan hanya pulang setahun sekali. Di tengah kesulitan hidupnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung hadir sebagai penguat harapan. Melalui program bantuan biaya hidup bagi fakir miskin, BAZNAS menyalurkan bantuan sebesar Rp900.000 rutin setiap tiga bulan sekali kepada warga yang benar-benar membutuhkan, termasuk Mbah Suwito. Menariknya, bantuan ini disalurkan langsung oleh mahasiswa binaan BAZNAS Tulungagung. Mahasiswa-mahasiswa ini adalah penerima beasiswa dari BAZNAS yang kini diberi amanah untuk menyalurkan bantuan secara langsung ke masyarakat. Dengan menyusuri jalan pegunungan dengan suasana alam yang asri, mereka datang membawa lebih dari sekadar uang, tetapi juga kepedulian dan kehangatan kemanusiaan. Ketika tim mahasiswa tiba, Mbah Suwito tengah sibuk meraut bambu untuk membuat kandang ayam. Meski usianya telah lanjut, ia tetap berusaha mandiri dengan keterampilan sederhana yang dimilikinya. Tatkala menerima bantuan, wajahnya seketika berubah cerah. "Alhamdulillah, terima kasih BAZNAS. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Semoga semua yang telah membantu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan umur panjang," ucap mbah Suwito dengan haru. Salah satu mahasiswa penyalur bantuan, Anisatul Maghfiroh, mengaku pengalaman ini membuka matanya akan realitas kehidupan yang sering luput dari perhatian. “Melihat langsung kehidupan Mbah Suwito yang sebatang kara dan tetap kuat menghadapi hari-harinya membuat saya banyak merenung. Saya belajar bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi tentang bagaimana kita bersyukur dan peduli kepada sesama. Ini bukan sekadar menyalurkan bantuan, tapi juga pelajaran hidup yang sangat berharga bagi saya pribadi,” ungkap Nisa dengan mata berkaca-kaca. Melalui peran mahasiswa binaannya, BAZNAS Tulungagung tidak hanya menyalurkan zakat secara tepat sasaran, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada generasi muda. Mereka tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga memahami realitas kehidupan dan arti berbagi dengan sesama. Ketua RW setempat juga mengungkapkan apresiasinya terhadap program ini. "Program dari BAZNAS ini memang bagus apalagi buat warga seperti Mbah Suwito. Kami berharap bantuan ini bisa terus berlanjut, karena masih banyak lansia dhuafa lain yang membutuhkan," tuturnya. BAZNAS Tulungagung terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam membantu sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap donasi yang diberikan akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, sebagaimana yang kini dirasakan oleh Mbah Suwito dan banyak mustahik lainnya. Karena setiap kebaikan yang disalurkan, akan menjadi cahaya bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BMD Perkuat Usaha Mikro, Warung Bu Jumini di Tawangsari Makin Berkembang
BMD Perkuat Usaha Mikro, Warung Bu Jumini di Tawangsari Makin Berkembang
Tulungagung - BAZNAS Microfinance Desa (BMD) terus mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pembiayaan usaha mikro. Salah satu penerima manfaatnya adalah Bu Jumini (56), pemilik warung pracangan di Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Pada Maret 2025, Bu Jumini menerima pembiayaan sebesar Rp2 juta dari BMD. Bantuan tersebut langsung digunakan untuk menambah stok barang, memperkuat pasokan dagangan, dan meningkatkan layanan kepada pelanggan. "Modal ini saya pakai untuk belanja lebih banyak. Alhamdulillah, stok makin lengkap dan pembeli makin ramai," ujar Bu Jumini saat ditemui di warungnya. Warung yang telah beroperasi sejak 2015 ini menjadi andalan warga Tawangsari untuk memenuhi kebutuhan harian. Setiap hari, Bu Jumini membukukan omset sekitar Rp800.000 dengan keuntungan bersih Rp200.000. Ia menjual berbagai kebutuhan pokok, sayur-mayur segar, buah pisang, hingga gorengan hangat. Tak hanya melayani pembelian langsung, Bu Jumini juga memanfaatkan teknologi sederhana dengan menerima pesanan melalui WhatsApp yang dikelola anaknya. Pengantaran ke wilayah Plandan dan Ketanon pun menjadi bagian dari layanan tambahan untuk pelanggan setia. Meski usaha kecil ini sempat menghadapi tantangan seperti pembeli yang belum bisa membayar tunai, Bu Jumini tetap mengutamakan pelayanan dan kepercayaan. Ia optimistis, dengan dukungan modal dari BMD, warungnya akan terus berkembang. BMD berharap, bantuan ini bukan hanya memperbesar kapasitas usaha Bu Jumini, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal di Desa Tawangsari. Pemberdayaan usaha mikro tetap menjadi fokus utama dalam misi membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.
BERITA29/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Modal Tanpa Bunga, Usaha Makin Berkembang: BAZNAS Microfinance Desa Dorong Kemandirian Warga Tulungagung
Modal Tanpa Bunga, Usaha Makin Berkembang: BAZNAS Microfinance Desa Dorong Kemandirian Warga Tulungagung
Tulungagung – Usia bukanlah batas untuk terus produktif dan mandiri. Hal ini dibuktikan oleh Edia Ristanti (51), ibu rumah tangga asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, yang sejak tahun 2017 konsisten mengembangkan usaha keripik rumahan bermerek “BIMA”. Dari dapur rumah sederhananya, Edia mengolah sekitar 15 kilogram ketela setiap hari menjadi 6 kilogram keripik renyah siap jual. Ia juga menyediakan varian keripik pisang, talas, dan sukun untuk memenuhi permintaan pelanggan. Dengan bantuan sang suami, usaha ini dijalankan penuh ketekunan meski dalam keterbatasan. Selama ini, keterbatasan modal kerap menjadi kendala. Bahan baku, plastik kemasan, hingga peralatan produksi harus dikelola sehemat mungkin. Namun, semua berubah ketika pada Maret lalu, Edia mendapatkan bantuan permodalan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung, program pemberdayaan ekonomi berbasis syariah dari BAZNAS yang memberikan pinjaman modal usaha tanpa bunga dan tanpa jaminan. Dana sebesar Rp1.800.000 yang ia terima dimanfaatkan untuk membeli tambahan bahan baku serta perlengkapan produksi seperti plastik dan stiker kemasan. Momentum ini sangat pas, apalagi waktu menjelang Ramadan dan Lebaran saat permintaan keripik melonjak. “Menjelang Ramadan kemarin, saya dapat pesanan hingga 17 kilogram keripik. Alhamdulillah, bisa menghasilkan keuntungan bersih Rp450.000 hanya dari pesanan jelang lebaran,” ungkap Edia dengan semangat. Keripik “BIMA” kini dipasarkan di berbagai warung jajanan dan lingkungan perumahan sekitar. Ia juga menjadi mitra tetap sebuah warung lodho yang secara rutin memesan 10 pak keripik pisang setiap 10 hari. Meski usaha ini belum mengantongi izin resmi, Edia telah membuktikan bahwa usaha rumahan pun bisa bertahan dan berkembang jika diberi akses permodalan yang adil dan memberdayakan. Dengan rata-rata pendapatan kotor Rp100.000 per hari, Edia mencatat laba bersih sekitar Rp75.000, cukup untuk menambah penghasilan keluarga. Ia berharap, dengan dukungan berkelanjutan dari BMD, usahanya bisa naik kelas, dapat mengurus izin usaha, memperluas jaringan distribusi, serta memperkenalkan “BIMA” ke pasar yang lebih luas. Program BAZNAS Microfinance Desa di Tulungagung menjadi bukti bahwa pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan bisa berdampak besar, terutama bagi pelaku usaha kecil. Bukan hanya memberikan modal, tapi juga menumbuhkan harapan dan kemandirian ekonomi masyarakat dari akar rumput.
BERITA25/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar Gunung Bolo: BAZNAS Gelar Rapat Koordinasi dengan Bagian Kesra dan Kepala Desa Jarakan
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar Gunung Bolo: BAZNAS Gelar Rapat Koordinasi dengan Bagian Kesra dan Kepala Desa Jarakan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Kepala Desa Jarakan untuk membahas strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan sekitar Gunung Bolo. Rapat ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen BAZNAS dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program berbasis ekonomi produktif. Salah satu poin utama yang disepakati dalam pertemuan tersebut adalah penyaluran bantuan berupa rombong usaha kepada warga setempat. Bantuan ini ditujukan untuk masyarakat yang memiliki semangat wirausaha namun terbatas dari sisi modal dan fasilitas pendukung. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S. IP., dalam rapat menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik agar dapat mandiri dan berdaya saing. “Dengan bantuan rombong usaha, kami berharap masyarakat di sekitar Gunung Bolo bisa mengembangkan usaha kecil seperti kuliner, minuman, atau kerajinan lokal yang bisa menopang kehidupan sehari-hari,” jelasnya. Kepala Desa Jarakan menyambut baik upaya tersebut dan menyatakan siap mendukung dari sisi pendataan penerima manfaat serta pendampingan setelah bantuan disalurkan. “Kami ingin program ini tidak berhenti pada bantuan saja, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H. M. Makrus Manan S.P., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS ini. Pemberdayaan ekonomi harus menjadi fokus bersama, karena hanya dengan pemberdayaan yang tepat sasaran, masyarakat bisa benar-benar mandiri secara ekonomi,” tegasnya. Bagian Kesra dan pemerintah desa berharap, BAZNAS dapat terus hadir dalam mendampingi usaha kecil masyarakat, tidak hanya melalui bantuan fisik, tetapi juga pembinaan dan penguatan kapasitas, agar upaya pemberdayaan ini benar-benar memberikan dampak jangka panjang
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS
SKSS 2025 Segera Dibuka, BAZNAS Tulungagung Gaet Kampus untuk Berdayakan UMKM Mustahik
SKSS 2025 Segera Dibuka, BAZNAS Tulungagung Gaet Kampus untuk Berdayakan UMKM Mustahik
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar acara rapat koordinasi dalam rangka persiapan pembukaan kembali Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) tahun 2025, dan dalam rangka kolaborasi pendampingan, pelatihan, dan pengembangan UMKM binaan BAZNAS, baik melalui program reguler maupun BAZNAS Microfinance Desa (BMD), (17/04/25). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam memberdayakan mustahik melalui pendidikan dan ekonomi. Dalam rapat koordinasi tersebut, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas hidup mustahik, salah satunya melalui pendampingan dan pelatihan yang lebih intensif terhadap pelaku UMKM binaan serta program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Program ini dirancang untuk membantu mustahik agar mampu mandiri secara ekonomi dan berdaya saing di tengah masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan ini Manajer BMD Tulungagung beserta salah satu stafnya, serta perwakilan dari lima perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung, yaitu UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Universitas Tulungagung, Universitas Bhineka, STAI Diponegoro, dan STAI Muhammadiyah. Kehadiran para akademisi ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama strategis untuk menghadirkan para ahli yang kompeten di bidang ekonomi guna memperkuat program pendampingan, pelatihan dan pengembangan usaha bagi mustahik binaan. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S. IP., menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak hanya menjadi langkah konkret dalam memberdayakan mustahik, tetapi juga menjadi sarana membangun sinergi antara lembaga zakat dan dunia akademik dalam pengentasan kemiskinan berbasis ilmu dan keterampilan. "Program SKSS dan penguatan UMKM adalah bagian dari ikhtiar kami untuk menghadirkan transformasi sosial yang nyata. Dengan keterlibatan kampus-kampus di Tulungagung, kami optimistis dampak dari program ini akan semakin luas dan menyentuh kebutuhan riil mustahik," ujar Abdul. Pembukaan pendaftaran Program SKSS 2025 direncanakan akan segera dibuka dalam waktu dekat. BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai jalan menuju pendidikan tinggi yang lebih baik bagi generasi muda. Dengan kolaborasi, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan akademik, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan umat berbasis zakat, infak, dan sedekah.
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bantuan Modal Usaha BAZNAS Angkat Ekonomi Warga, Penyandang Disabilitas di Tulungagung Kini Makin Mandiri
Bantuan Modal Usaha BAZNAS Angkat Ekonomi Warga, Penyandang Disabilitas di Tulungagung Kini Makin Mandiri
Tulungagung - Program bantuan modal usaha yang disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung telah memberikan dampak positif bagi banyak pelaku usaha kecil di wilayah tersebut. Salah satunya adalah Mulyadi, warga Dusun Maron, Desa Boyolangu penyandang disabilitas yang sebelumnya menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan harus meminjam uang dari berbagai sumber untuk mempertahankan usaha kecilnya. Mulyadi, yang telah membuka warung kopi sejak beberapa tahun lalu, mengungkapkan bahwa kondisi perekonomiannya sempat terpuruk. Sebagai pedagang kecil, ia kesulitan untuk mengembangkan usaha karena keterbatasan modal. "Sebelumnya, saya sering harus meminjam uang kesana-kemari hanya untuk menjaga kelangsungan warung kopi ini. Terkadang, pendapatan yang saya peroleh tak cukup untuk menutup biaya operasional," ungkap Mulyadi. Pada akhir bulan Oktober 2024, Mulyadi menerima program bantuan modal usaha yang disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung sebesar Rp. 1.500.000,- yang menjadi titik balik bagi perkembangan usahanya. Berkat program bantuan modal usaha ini, perekonomian keluarga Mulyadi sekarang ini mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. "Saya sangat bersyukur dan terharu dengan bantuan ini. Dengan modal yang telah berikan oleh BAZNAS, saya bisa menambah varian produk di warung kopi saya, seperti menjual aneka makanan ringan dan minuman lainnya. Pendapatan saya mulai meningkat, dan yang lebih penting, saya tidak perlu lagi meminjam uang untuk modal usaha," kata Mulyadi dengan penuh rasa terima kasih. Menurut Mulyadi, keberagaman produk yang kini dijual di warung kopinya juga menarik perhatian pelanggan baru. "Selain kopi, sekarang kami juga menyediakan berbagai menu makanan ringan dan minuman sehat. Ini memberikan pilihan lebih bagi pelanggan dan meningkatkan kunjungan ke warung kami," tambahnya. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S. IP., menjelaskan bahwa program bantuan modal usaha ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan modal guna mengembangkan usaha mereka. "BAZNAS berkomitmen untuk memberdayakan ekonomi umat, salah satunya melalui bantuan modal usaha seperti yang diterima oleh Bapak Mulyadi. Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan taraf hidup mereka serta mendukung penguatan ekonomi keluarga," ujarnya. Abdul Wachid juga menekankan pentingnya keberlanjutan usaha para penerima bantuan. "Kami tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga mendampingi mereka dalam mengelola usaha agar lebih berkembang. Kami ingin para penerima bantuan dapat mandiri dan sukses dalam usaha mereka," tegasnya. Mulyadi juga menilai bahwa program ini sangat membantu masyarakat kecil, terutama yang berada dalam kondisi ekonomi sulit dan menyandang disabilitas. "Program modal usaha dari BAZNAS ini merupakan program yang bagus, terutama bagi orang-orang yang kesulitan dalam hal ekonomi seperti keluarga kami, terlebih lagi buat yang penyandang disabilitas. Semoga program ini ke depannya dapat lebih luas lagi jangkauannya sehingga bisa membantu masyarakat lebih banyak lagi," ujarnya. Dengan bantuan tersebut, Mulyadi kini tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang. Keberhasilan usaha warung kopinya kini menjadi contoh nyata bahwa program bantuan dari BAZNAS Tulungagung dapat memberikan dampak positif yang besar bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam mengatasi kesulitan ekonomi. Program ini diharapkan dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil lainnya, sehingga dapat memperbaiki perekonomian masyarakat secara lebih luas.
BERITA16/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bertahan di Usia 55, Musrini Bangkitkan Usaha Tahu Susu Berkat Suntikan Modal BAZNAS
Bertahan di Usia 55, Musrini Bangkitkan Usaha Tahu Susu Berkat Suntikan Modal BAZNAS
Tulungagung – Di usia 55 tahun, Musrini, warga Desa Tertek, Kecamatan Tulungagung, tak henti menunjukkan ketangguhannya sebagai pelaku UMKM. Sejak 2020, ia menekuni usaha tahu susu dengan merek “Tahu Susu HOKY” yang kini makin dikenal pelanggan setianya di Pasar Ngemplak. Dalam sehari, Musrini bisa memproduksi 5 kaleng tahu susu yang setara dengan 120 pack, dengan pendapatan kotor mencapai Rp800 ribu per hari. Namun, di balik semangatnya yang luar biasa, ada satu momen yang sangat membekas dalam ingatan Musrini, yaitu saat ia menerima bantuan permodalan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. “Saya benar-benar bersyukur. Waktu itu rasanya seperti diberi angin segar. Pinjaman ini tanpa bunga dan tanpa jaminan, dan itu sangat meringankan saya sebagai pelaku usaha kecil,” ujar Musrini dengan mata berbinar. Pinjaman modal sebesar Rp1,8 juta tersebut langsung ia gunakan untuk menunjang kebutuhan produksi, mulai dari pembelian bahan baku, hingga penambahan alat produksi kecil-kecilan. Tanpa harus memikirkan beban bunga atau risiko kehilangan aset karena jaminan, Musrini merasa lebih leluasa mengelola keuangan usahanya. Setiap hari, ia dibantu oleh anaknya dalam proses produksi, dan dibantu orang kepercayaan untuk menjualkan produk di pasar. Ia tetap menjaga kualitas produknya dengan ketat, bahkan tahu susu produksinya hanya bertahan dua hari dan wajib disimpan di freezer. Menjelang Lebaran lalu, permintaan melonjak tajam. Bahkan, ia sempat kewalahan melayani pembeli karena permintaan yang terus mengalir. Namun itu justru menjadi motivasi tambahan bagi Musrini untuk terus mengembangkan usahanya, meski hingga kini belum memiliki izin resmi. “Saya berharap usaha ini bisa berkembang lebih besar dan bisa punya izin resmi suatu hari nanti. Tapi yang paling penting sekarang, saya bisa terus produksi dan bermanfaat untuk keluarga,” imbuhnya. Kisah Musrini menjadi contoh nyata bagaimana dukungan dari lembaga seperti BAZNAS bisa menjadi pendorong kuat bagi pelaku UMKM untuk tumbuh dan bertahan. Bukan hanya tentang angka nominalnya, tetapi juga tentang kepercayaan dan harapan yang dibawa oleh bantuan modal tanpa bunga dan tanpa jaminan tersebut.
BERITA16/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dibantu BAZNAS, Usaha Gorengan Ibu Lusiana Siap Tancap Gas Setelah 11 Tahun Bertahan
Dibantu BAZNAS, Usaha Gorengan Ibu Lusiana Siap Tancap Gas Setelah 11 Tahun Bertahan
Tulungagung – Di balik aroma gurih dan hangatnya gorengan, tersimpan kisah inspiratif dari seorang ibu tangguh di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu. Lusiana, 44 tahun, tak hanya menjual camilan favorit masyarakat, tapi juga menyajikan bukti nyata bahwa ketekunan dan kerja keras mampu bertahan menghadapi kerasnya persaingan dunia kuliner. Selama lebih dari satu dekade, Lusiana, istri dari Verry Rizki Kurniawan, anggota Kelompok BAZNAS Microfinance (KMB) 80, setia menekuni usaha gorengan yang ia rintis sendiri. Setiap hari, mulai pukul 09.00 pagi hingga 21.00 malam, ia bersama suaminya setia melayani pelanggan yang datang langsung maupun yang memesan lewat WhatsApp. Dengan rasa gorengan yang renyah dan khas, usahanya menjadi andalan banyak warga sekitar yang ingin menikmati camilan sederhana namun menggugah selera. Meski omzet harian bisa mencapai Rp800.000 dengan keuntungan bersih sekitar Rp200.000, Lusiana tak pernah merasa usahanya cukup. Berbekal sertifikasi halal yang telah dikantongi, ia terus berinovasi dan menjaga kualitas, menjadikan usahanya tetap dipercaya dan dicintai konsumen. Angin segar datang pada Februari 2025. Melalui program BAZNAS Microfinance Desa Kabupaten Tulungagung, Lusiana mendapat pinjaman usaha sebesar Rp2.000.000. Dana ini langsung dimanfaatkan untuk membeli kompor dua tungku "api seribu", stok minyak goreng, tepung, regulator, dan bahan baku lain yang krusial demi meningkatkan kapasitas produksi. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekali bisa mendapatkan bantuan dari BMD. Yang paling saya syukuri, bantuan ini tanpa jaminan dan tanpa bunga, jadi benar-benar meringankan dan sangat membantu kami untuk mengembangkan usaha,” ungkap Lusiana dengan mata berbinar. Ia juga menambahkan, “Saya berharap ke depan usaha ini bisa terus berkembang, mungkin bisa menambah variasi produk atau bahkan membuka cabang kecil. Doakan saja, semoga dimudahkan jalannya.” Peran BAZNAS tak hanya sekadar memberi bantuan finansial, tapi juga menyalakan kembali semangat pelaku usaha kecil untuk tumbuh dan naik kelas. Dalam kisah Lusiana, kita melihat bagaimana campur tangan lembaga sosial seperti BAZNAS bisa menjadi titik balik bagi UMKM lokal untuk terus melaju. Usaha kecil bukan berarti mimpi kecil. Dari wajan dan tepung sederhana, Lusiana membuktikan bahwa harapan bisa digoreng jadi kenyataan. Semoga kisahnya menginspirasi banyak pelaku UMKM lain untuk terus melangkah, karena setiap usaha layak untuk diperjuangkan.
BERITA15/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BMD Tulungagung Bantu Sukseskan Usaha Somay dan Batagor “Panjul” milik Daya Iswahyuni
BMD Tulungagung Bantu Sukseskan Usaha Somay dan Batagor “Panjul” milik Daya Iswahyuni
Tulungagung – Dari dapur sederhana di Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, seorang ibu tangguh bernama Daya Iswahyuni (45) menepis keterbatasan dan membuktikan bahwa kesulitan hidup bukanlah akhir dari segalanya. Sejak ditinggal sang suami setahun lalu, Daya menjadi tulang punggung keluarga. Namun di balik tantangan itu, ia bangkit dan sukses mengembangkan usaha kuliner Somay dan Batagor “Panjul”, yang kini semakin dikenal warga Tulungagung. Memulai usahanya sejak 2021, Daya kini mampu memproduksi hingga 400 somay dan 400 batagor per hari, setara dengan sekitar 200 porsi yang dijual di dua lokasi: lapak Kepuh (buka pukul 14.00–21.00) dan lapak Jepun (buka pukul 10.00–17.00). Setiap Minggu, ia juga berjualan di Pasar Senggol, menambah jangkauan usahanya ke pasar tradisional. Meski semua masih dijalankan secara offline, pelanggan setia terus berdatangan karena cita rasa khas dan pelayanan ramah. Dalam operasional sehari-hari, Daya dibantu dua saudaranya untuk produksi di rumah, serta dua karyawan di lapak. “Alhamdulillah, pendapatan kotor bisa Rp650 ribu per lapak per hari. Setelah dikurangi sewa tempat dan bayar yang bantu masak, bersihnya bisa Rp400 ribuan sehari dari dua lapak,” ujar Daya dengan penuh syukur. Uniknya, semua bahan baku ia beli dari toko sekitar lokasi jualan di Desa Kepuh. “Jadi sekalian bantu tetangga juga. Apa yang ada di sekitar, saya manfaatkan,” imbuhnya. Pada Maret 2025, semangat Daya mendapat suntikan semangat baru dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung berupa pembiayaan modal usaha sebesar Rp3 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki rombong jualan, menambahkan roda agar lebih fleksibel, dan membeli stok bahan serta perlengkapan. Meskipun saat ini usahanya belum memiliki izin resmi, Daya tidak kehilangan mimpi. “Alhamdulillah saya senang sekali bisa mendapatkan bantuan modal usaha dari BAZNAS, saya pengin suatu hari punya beberapa cabang, bisa tambah lapak, tambah karyawan. Biar rejeki makin luas, bisa bantu orang lain juga,” ucapnya penuh semangat. Kisah Daya Iswahyuni bukan sekadar cerita sukses seorang penjual somay. Ia adalah simbol kekuatan perempuan, inspirasi bagi banyak single parent dan pelaku UMKM yang tengah berjuang. Dengan semangat dan ketekunan, ia menyalakan harapan, bukan hanya bagi keluarganya, tapi juga bagi komunitas sekitarnya.
BERITA14/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Literasi Zakat, BAZNAS dan MUI Tulungagung Teken Kerja Sama Strategis
Perkuat Literasi Zakat, BAZNAS dan MUI Tulungagung Teken Kerja Sama Strategis
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung resmi menjalin kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung dalam rangka meningkatkan literasi dan kampanye zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah setempat. Penandatanganan perjanjian ini dilakukan dalam acara Rapat Koordinasi dan Halal Bihalal Pengurus MUI se-Kabupaten Tulungagung yang digelar di Intan Jaya Resto Cafe, Kamis (10/04/25). Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Tulungagung, Ketua MUI Tulungagung beserta jajaran, serta seluruh pimpinan MUI Kecamatan se-Kabupaten Tulungagung. Dalam suasana yang penuh keakraban pasca-Idulfitri, acara ini menjadi momentum sinergi antara lembaga keagamaan dan lembaga pengelola zakat di Kabupaten Tulungagung. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen kesejahteraan umat. “Kami berharap dengan adanya kerja sama ini, literasi zakat, infak, dan sedekah dapat lebih masif, tidak hanya melalui edukasi tetapi juga penguatan dari sisi fatwa. MUI sebagai lembaga yang memiliki otoritas keagamaan sangat penting perannya dalam menyampaikan pesan-pesan syariah kepada masyarakat, terutama ASN dan warga Tulungagung secara luas,” ujarnya. Ketua MUI Kabupaten Tulungagung, KH. Hadi Muhammad Mahfudz, juga menyambut baik perjanjian ini dan menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga dalam membangun kesadaran berzakat. “MUI siap mendukung penuh program literasi ZIS yang digagas BAZNAS. Fatwa-fatwa yang kami keluarkan akan menjadi rujukan dalam pelaksanaan dan kampanye zakat agar masyarakat merasa aman dan yakin dalam menunaikannya,” ungkap KH. Hadi. Isi perjanjian ini meliputi kerja sama dalam penyebaran literasi tentang zakat, infak, dan sedekah beserta landasan fatwanya, serta kampanye masif kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat luas di Tulungagung. Dengan terjalinnya perjanjian ini, diharapkan gerakan zakat di Tulungagung dapat lebih terorganisir, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan dan kurang mampu.
BERITA10/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan Bupati Gatut Sunu Salurkan Zakat Fitrah ASN Pemkab Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan Bupati Gatut Sunu Salurkan Zakat Fitrah ASN Pemkab Tulungagung
Tulungagung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menyalurkan zakat fitrah para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Tulungagung pada hari ini, Kamis (27/03/25). Kegiatan ini dilaksanakan secara simbolis di tiga titik, yakni Kantor Kecamatan Ngantru, Kantor Kecamatan Boyolangu, dan Kantor Kecamatan Bandung. Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesra, Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, dan jajaran Prokopim Setda Tulungagung. Penyaluran zakat fitrah ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang kurang mampu. Bupati Gatut Sunu Wibowo berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga penerima di tengah kondisi ekonomi yang menantang terutama dalam momentum menjelang Idul Fitri. "Zakat yang terkumpul dari ASN Pemkab Tulungagung melalui BAZNAS Tulungagung mencapai 45,6 ton beras, dengan total muzakki sebanyak 77.000 orang atau setara 675 juta rupiah. Beras tersebut disalurkan ke seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung melalui relawan BAZNAS di masing-masing kecamatan, dengan setiap penerima mendapatkan 5 kg beras," ujarnya. Selain zakat fitrah, Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S. IP., juga menyampaikan adanya bantuan beasiswa untuk 100 siswa sekolah dasar (SD) dan 60 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dengan total bantuan beasiswa sebesar 200 juta rupiah. Program ini diharapkan dapat mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. "Kita didukung oleh pemerintah, oleh ASN yang berzakat dan bersedekah di BAZNAS kita kembalikan lagi, dan kebetulan yang paling banyak dari dinas pendidikan, kita kembali berupa bantuan beasiswa dengan kriteria tidak mampu, fakir miskin dan prestasi," kata Abdul. Tidak hanya itu, BAZNAS Tulungagung juga memberikan bantuan modal usaha sebesar 1 juta rupiah per orang kepada sejumlah pelaku usaha kecil. Bantuan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro. Melalui kegiatan ini, pemerintah Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. "Kami berpesan kepada bapak ibu yang hadir serta seluruh masyarakat Tulungagung untuk selalu menjaga kerukunan dan mempererat tali silaturahmi menjelang Idul Fitri 1466 H. Mari jadikan momentum Idul Fitri ini sebagai waktu untuk saling memaafkan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT," ujar Bupati Tulungagung. Beliau juga berharap kepada masyarakat Tulungagung dan para ASN khususnya, untuk meningkatkan zakat, sedekah dan infaknya ke BAZNAS Tulungagung. "Harapan kami, kedepannya pengumpulan di BAZNAS ini dapat meningkat sehingga manfaat yang akan didapatkan nanti dapat merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tulungagung," tambahnya.
BERITA28/03/2025 | BAZNAS Tulungagung
Paket Si Fitri untuk Penyandang Disabilitas dan Relawan Penyeberang Jalan
Paket Si Fitri untuk Penyandang Disabilitas dan Relawan Penyeberang Jalan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan menggelar acara pendistribusian paket “Si Fitri” bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 109 paket berisikan sembako dan parcel Hari Raya dibagikan kepada penyandang disabilitas, relawan penyeberang jalan, serta relawan Penjaga Jalur Lintasan (PJL) Kereta Api. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Kamis (27/3/24). Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial dalam rangka menyambut Idulfitri, dengan tujuan membantu meringankan beban masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Khususnya mereka yang berjasa dalam membantu kelancaran lalu lintas dan mobilitas publik. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk dari Dinas Perhubungan, organisasi sosial, serta komunitas relawan di Tulungagung. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa program “Si Fitri” bertujuan untuk memberikan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, terutama mereka yang telah berkontribusi bagi keselamatan masyarakat pengguna jalan,” ujarnya. Paket bantuan yang diberikan terdiri dari sembako seperti beras, minyak goreng, gula, serta parcel berisi makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Salah satu penerima manfaat, Siti Rohmah (45), seorang penjaga palang pintu rel kereta api, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. “Alhamdulillah, ini sangat membantu kami dalam menyambut Lebaran. Terima kasih kepada semua pihak yang peduli,” katanya. Tak hanya memberikan bantuan, acara ini juga menjadi ajang silaturahim dan penghargaan bagi para relawan penyeberang jalan dan PJL yang selama ini telah bekerja keras menjaga keselamatan pengguna jalan. Beberapa dari mereka juga mendapatkan apresiasi khusus atas dedikasi mereka dalam bertugas. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, terutama di momen spesial menjelang Idulfitri. “Semoga program ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” tutup Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung
BERITA26/03/2025 | Humas Tulungagung
David Samson, Dokter Spesialis Teladan Berzakat di BAZNAS Kabupaten Tulungagung
David Samson, Dokter Spesialis Teladan Berzakat di BAZNAS Kabupaten Tulungagung
Tulungagung – Di tengah kesibukannya sebagai seorang dokter spesialis, David Samson, seorang muzaki teladan asal Desa Sobontoro, Kabupaten Tulungagung, terus menunjukkan loyalitas dalam menjalankan kewajiban menuanikan zakat. Setiap tahunnya, David dengan ikhlas membayarkan zakat mal melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung, dengan jumlah yang tidak sedikit, yakni sebesar 80 juta rupiah. David Samson yang berprofesi sebagai dokter spesialis ini telah menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam menjalankan kewajiban menuanikan zakat mal. Menurutnya, zakat merupakan salah satu cara untuk berbagi rezeki dengan sesama, serta meningkatkan kesejahteraan umat. “Sebagai seorang Muslim, saya merasa wajib untuk menunaikan zakat. Ini adalah salah satu cara untuk membersihkan harta dan membantu mereka yang membutuhkan,” ujarnya. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian David terhadap pengelolaan zakat. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak David Samson, yang telah secara rutin membayarkan zakatnya kepada kami. Kontribusi beliau sangat membantu dalam pendistribusian zakat kepada para mustahik, serta dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Tulungagung,” kata Abdul Sebagai muzaki yang mengutamakan keikhlasan dalam berzakat, David berharap bisa menginspirasi lebih banyak orang, terutama di Kabupaten Tulungagung, untuk menunaikan kewajiban zakat. “Zakat itu bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga merupakan sarana untuk saling membantu dan menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi sesama,” tambah David. Dengan contoh keteladanan seperti ini, David Samson memberikan gambaran nyata tentang bagaimana zakat dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat
BERITA26/03/2025 | BAZNAS Tulungagung
Bahagiakan 700 Anak Yatim di Tulungagung, BAZNAS Tulungagung Berkolaborasi dengan Pemkab & KKKS
Bahagiakan 700 Anak Yatim di Tulungagung, BAZNAS Tulungagung Berkolaborasi dengan Pemkab & KKKS
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung dan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) menggelar acara buka bersama dan santunan bagi anak yatim, piatu, serta yatim piatu. Acara ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan diikuti oleh 700 anak yatim piatu dari 19 kecamatan di Tulungagung. (24/03/25) Kegiatan yang diinisiasi oleh Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) ini merupakan wujud kepedulian bersama dalam memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan, terutama di bulan suci Ramadan. “Tujuannya adalah memberikan kebahagiaan sehingga anak-anak ini dapat menjalani puasa dan merayakan Idul Fitri dengan gembira,” jelas Abdul Wachid, Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung. Abdul Wachid juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari sinergi antara BAZNAS, Pemerintah Daerah dan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) dalam memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan.“Kami berharap acara ini tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga membawa kebahagiaan dan semangat bagi anak-anak yatim piatu. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini,” tambahnya. Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, S.M., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BAZNAS dan KKKS. “Ini adalah langkah luar biasa dalam membantu dan membahagiakan anak-anak yatim piatu. Kegiatan ini sangat berarti karena tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi mereka. Semoga kolaborasi ini terus berjalan di masa depan sehingga semakin banyak yang terbantu,” katanya. Sementara itu, Ketua KKKS Tulungagung sekaligus Ketua TP PKK, Ny. endang Gatut Sunu Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial mereka dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar. “Kami merasa bangga dapat menggelar acara ini. Semoga anak-anak bisa merasakan kebahagiaan dan mendapatkan semangat baru dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya. Beliau juga berharap, anak-anak dapat merayakan lebaran tahun ini dengan suka cita. Salah satu Wali anak yatim yang mengikuti acara ini juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Senang sekali bisa menjadi bagian dalam acara ini, bisa berbuka bersama dan anak saya mendapatkan santunan. Terima kasih banyak untuk semua yang telah peduli kepada kami,” ujarnya dengan penuh kebahagiaan. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai wujud kepedulian bersama terhadap anak-anak yatim piatu di Tulungagung. Dengan adanya sinergi antara BAZNAS, Pemerintah Daerah dan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS), manfaat yang diberikan dapat semakin luas dan dirasakan oleh lebih banyak anak yang membutuhkan.
BERITA25/03/2025 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan BAZNAS Jatim Gelar Program OASE, Ajak 50 Anak Yatim Berbelanja Kebutuhan Lebaran
BAZNAS Tulungagung dan BAZNAS Jatim Gelar Program OASE, Ajak 50 Anak Yatim Berbelanja Kebutuhan Lebaran
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan program Orang Tua Asuh Sehari (OASE). Dalam kegiatan ini, sebanyak 50 anak yatim diajak berbelanja kebutuhan Lebaran di Bravo Supermarket, Tulungagung. (24/03/25) Kegiatan yang penuh makna ini dihadiri oleh Waka III BAZNAS Jatim, Ibu Bupati Tulungagung, Ibu Wakil Bupati Tulungagung, Ibu Sekretaris Daerah (Sekda), serta ibu-ibu dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tulungagung. Kehadiran para pemimpin perempuan ini memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak yang turut serta dalam program ini. OASE menjadi salah satu program Ramadhan yang rutin diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung setiap tahun. Dalam kegiatan yang berlangsung penuh keceriaan ini, setiap anak yatim diajak berbelanja dan didampingi oleh seorang orang tua asuh yang berisikan para tamu undangan dan relawan BAZNAS Tulungagung. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, H. Abdul Wachid S. IP., dalam sambutannya, menyampaikan bahwa program OASE ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap anak-anak yatim di Tulungagung, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi mereka, memastikan mereka dapat menyambut Lebaran dengan sukacita. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujar Abdul. Waka III BAZNAS Jawa Timur, Dr. KH. Muhammad Zakki, M. Si., juga turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat mendukung program OASE yang digelar oleh BAZNAS Tulungagung. Ini adalah bentuk nyata perhatian kita kepada anak-anak yatim, dan semoga program ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” katanya. Beliau juga mengatakan bahwa support pemerintah Kabupaten Tulungagung sangat baik. Semoga ikhtiar mempunyai nilai dan manfaat yang besar dan dapat dirasakan anak-anak yatim piatu yang hadir. “Tulungagung merupakan Kabupaten di Jatim di BAZNAS, menurut catatan saya yang paling baik,” tambahnya. Sementara itu, Ibu Bupati Tulungagung, Endang Gatut Sunu Wibowo, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS atas inisiatif mulia ini. “Anak-anak adalah masa depan kita. Dengan program seperti ini, kita menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri dan banyak pihak yang peduli terhadap kesejahteraan mereka. Semoga program ini memberikan kebahagiaan dan berkah bagi kita semua,” tutur beliau. Endang Gatut Sunu Wibowo juga menghimbau kepada masyarakat Tulungagung untuk berzakat dan bersedekah melalui BAZNAS Tulungagung agar manfaat yang tercipta, dapat lebih banyak lagi dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Salah satu anak yatim yang ikut dalam kegiatan ini mengungkapkan rasa senangnya bisa berbelanja kebutuhan Lebaran. “Senang sekali bisa memilih sendiri baju dan perlengkapan Lebaran. Terima kasih BAZNAS,” ucapnya dengan penuh kebahagiaan. Program OASE ini diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada anak-anak yatim di Tulungagung. Dengan adanya kegiatan ini, mereka tidak hanya mendapatkan bantuan materi, tetapi juga merasakan kasih sayang dan perhatian dari masyarakat serta pemerintah daerah. Semoga dengan terselenggaranya program OASE ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi dan peduli terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.
BERITA25/03/2025 | BAZNAS Tulungagung
Cerita Mustahik BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung
Cerita Mustahik BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung
Tulungagung - Bulan ramadhan dan lebaran merupakan momen yang tepat untuk para pelaku usaha mikro terutama di bidang Kuliner dan Industri kuliner untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Tak jarang para pelaku usaha ini bisa menghasilkan pendapatan hingga jutaan rupiah. Seperti salah satu mitra BMD Tulungagung ,yaitu Ibu Zaifa Maria (49 tahun) yang beralamatkan di Kelurahan Sembung ,Kecamatan Tulungagung ini,beliau memiliki usaha Catering Kue dan Roti dengan nama *Baaral Kue* yang beliau tekuni sejak tahun 2000 (25 tahun). jenis produk yang diproduksi bu Zaifa yaitu Produk Harian : Roti dan Kue Metode pemasaran yang dilaksanakan saat ini adalah diambil pedagang langganan , dan ada juga sales yang membantu menawarkan produknya ke toko atau ke konsumen, selain dengan menjual langsung ke konsumen ibu Zaifa juga memasukkan produknya di indomaret dengan mendapatkan jadwal 4 hari dalam 1 minggu, sebelumnya beliau sudah mengikuti kurasi produk oleh pemerintah kabupaten Tulungagung dan sudah memiliki perizinan yang lengkap ,diantaranya adalah NIB IUMK,P-IRT dan Sertifikasi Halal. Spesial bulan Ramadhan dan menjelang lebaran ,ibu Zaifa juga memproduksi kue kering berbagai jenis,yang saat ini mencapai 20 jenis kue lebaran. Untuk memenuhi kebutuhan Pesanan perorangan ataupun toko, ibu Zaifa dibantu oleh Suami dan juga 1 orang saudara yang membantu pengerjaan pesanan. Untuk menunjang proses produksi dan pesanan kue nya , bu Zaifa memiliki Peralatan : oven, mixer, blender, dan sealer. Bu Zaifa berharap suatu saat bisa memiliki sealer otomatis untuk mempercepat proses pengemasan produknya. Omset yang diperoleh bu Zaifa dari usaha ini berkisar antara 20 juta - 30 juta per bulan, dan di bulan ramadhan ini , omset usaha beliau naik sekitar 20% sampai 30 % dibanding bulan sebelumnya. Sebelumnya Ibu zaifa mendapatkan pembiayaan dari BMD (3 bulan yang lalu) sebesar Rp.2.500.000 yang beliau gunakan untuk pembelian peralatan usaha dan juga untuk pembelian bahan baku usaha.
BERITA21/03/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bupati Tulungagung Lepas Armada Distribusi 45 Ton Beras Zakat Fitrah BAZNAS Tulungagung
Bupati Tulungagung Lepas Armada Distribusi 45 Ton Beras Zakat Fitrah BAZNAS Tulungagung
Tulungagung - Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tulungagung secara resmi melepas armada pendistribusian beras zakat fitrah pada Kamis (21/3) di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung. Sebanyak 45,6 ton beras zakat fitrah disalurkan ke desa-desa di seluruh wilayah Tulungagung melalui relawan kecamatan. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, Wakil Bupati Ahmad Baharudin, jajaran pejabat daerah, serta pengurus BAZNAS Tulungagung. Bupati Sunu menegaskan pentingnya zakat fitrah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. “Zakat fitrah ini bukan sekadar kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Kami sangat mengapresiasi upaya BAZNAS Tulungagung dalam mengelola dan menyalurkan zakat ini agar benar-benar tepat sasaran,” ujar Bupati Sunu. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, menjelaskan bahwa beras zakat fitrah yang terkumpul berasal dari masyarakat yang menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS. Beras ini akan didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu di desa-desa dengan bantuan relawan kecamatan yang telah ditunjuk. “Untuk memastikan pendistribusian ini berjalan dengan baik, adil, dan merata. Kami bekerja sama dengan Relawan kecamatan yang akan bertanggung jawab dalam menyalurkan beras zakat fitrah ini kepada yang berhak menerimanya,” jelas Abdul Sebagai simbol pelepasan, Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung secara langsung memberangkatkan armada pendistribusian yang terdiri dua kendaraan pengangkut beras. Acara ini juga disaksikan oleh tokoh agama, perwakilan masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah. Dengan adanya distribusi zakat fitrah ini, diharapkan masyarakat yang kurang mampu dapat merasakan kebahagiaan menjelang Idulfitri. BAZNAS Tulungagung juga terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar pendistribusiannya lebih efektif dan merata. Pemkab Tulungagung mendukung penuh upaya BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan ini menjadi bukti pendistorbusian yang sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam membangun solidaritas sosial di bulan suci Ramadan.
BERITA21/03/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bagikan Ratusan Paket Si Fitri untuk Warga Kurang Mampu
BAZNAS Tulungagung Bagikan Ratusan Paket Si Fitri untuk Warga Kurang Mampu
Tulungagung – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan serta menyambut hari raya Idul Fitri, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan membagikan ratusan paket Si Fitri. Sebanyak 485 paket sembako bernilai Rp 175.000 per paket didistribusikan ke seluruh wilayah Tulungagung. Pendistribusian dilakukan melalui dua jalur utama, yakni melalui pemerintah kecamatan dan dalam kegiatan Safari Ramadan bersama Bupati, Gatut Sunu Wibowo serta Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Paket sembako tersebut tidak hanya disalurkan melalui jalur pemerintah kecamatan, tetapi juga akan diberikan langsung kepada tukang becak, warga fakir miskin yang berada di pinggir jalan dan warga sekitar kantor BAZNAS Tulungagung. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Setiap paket Si Fitri berisi beras 3 kg, minyak goreng 900 ml, Roma Biskuit Kelapa kaleng 450 g, Marjan Spesial 460 ml, Kecap Koki Dollar 275 ml, gula pasir putih 1 kg, dan 4 biji Mie Sedap. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam menyambut momen Lebaran. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif BAZNAS Tulungagung. “Ini adalah bentuk nyata kepedulian kita bersama terhadap masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini bisa membawa kebahagiaan dan kenyamanan bagi mereka yang menerima,” ujarnya saat mendampingi proses penyaluran paket waktu safari Ramadhan. Gatut Sunu juga berharap program ini dapat memicu semangat berbagi di kalangan masyarakat. “Ke depannya, kami ingin kolaborasi seperti ini terus diperkuat agar kesejahteraan warga Tulungagung semakin merata. Solidaritas sosial adalah kunci untuk membangun daerah yang lebih inklusif,” tambahnya. Pimpinan BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk terus membantu masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan ini. Paket sembako ini diharapkan dapat menjadi tambahan berkah bagi mereka yang membutuhkan,” kata Wachid. Sementara itu, perwakilan dari pemerintah kecamatan yang terlibat dalam distribusi bantuan juga menyampaikan dukungannya. “Kami akan memastikan paket ini sampai ke tangan yang tepat. Ini adalah tanggung jawab kami untuk membantu masyarakat yang kurang mampu,” ujar Anang Najib, Kasi Kemas Kecamatan Rejotangan. Dengan adanya program ini, Baznas Tulungagung berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan solidaritas antar warga, terutama dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama serta semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
BERITA14/03/2025 | BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Ikuti Safari Ramadhan Bersama Bupati Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Ikuti Safari Ramadhan Bersama Bupati Tulungagung
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tulungagung turut serta dalam kegiatan Safari Ramadhan bersama Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dan Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Acara ini berlangsung di Masjid Al Huda, Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, pada Senin (10/03/2025). Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung. Acara Safari Ramadhan ini diawali dengan pelaksanaan Sholat Tarawih berjamaah. Selain itu, juga dilakukan santunan kepada anak yatim serta penyerahan bantuan dari BAZNAS Tulungagung berupa Beasiswa SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana) dan juga beasiswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan MA sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen Safari Ramadhan ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat. "Menjaga keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan dan penegak hukum, namun sangat dibutuhkan peran serta masyarakat dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah. Sudah seharusnya keamanan di tiap wilayah menjadi tanggung jawab masing-masing masyarakat yang menempatinya," ujar Bupati Gatut. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. "Kami sangat mendukung program Safari Ramadhan yang digagas oleh pemerintah daerah. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam bidang pendidikan melalui Beasiswa SKSS dan juga beasiswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan MA. Harapan kami, program ini dapat membantu mencetak generasi penerus yang lebih baik," ucapnya. Safari Ramadhan adalah momentum yang sangat baik untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Tak hanya bantuan pendidikan dan santunan kepada anak yatim, BAZNAS Tulungagung juga memberikan paket sembako untuk mereka. Dengan Harapan bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan manfaat yang nyata bagi kehidupan mereka. Kegiatan Safari Ramadhan ini menjadi agenda rutin yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, serta memperkokoh kebersamaan dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.
BERITA11/03/2025 | BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →