WhatsApp Icon
Pendaftaran Dibuka! Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung Periode 2026–2031 Resmi Dimulai

TulungagungPanitia Seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung resmi membuka pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung Periode 2026-2031. Seleksi ini dilaksanakan untuk menjaring calon pimpinan yang memiliki integritas, kapabilitas, serta komitmen dalam mengembangkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung.

Pembukaan seleksi tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung guna memastikan keberlanjutan pengelolaan dana zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Dalam seleksi kali ini, Panitia Seleksi membuka kebutuhan sebanyak lima orang pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang akan bertugas pada masa bakti 2026-2031. Para pimpinan terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pemberdayaan umat.

Pendaftaran dibuka mulai 2 Juni hingga 16 Juni 2026 dan dilakukan secara daring melalui laman:
Klik disini -> Sistem Informasi Zakat

Seluruh proses seleksi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan guna memperoleh kandidat terbaik yang mampu mengemban amanah pengelolaan zakat di Kabupaten Tulungagung.

Masyarakat yang memenuhi persyaratan dan berminat mengikuti seleksi dapat mengakses informasi lengkap terkait pengumuman seleksi, persyaratan, tahapan seleksi, serta formulir pernyataan melalui laman:
Klik -> Pemberitahuan BAZNAS

Panitia Seleksi mengundang putra-putri terbaik Kabupaten Tulungagung yang memiliki kompetensi, integritas, dan kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proses seleksi tersebut.

Melalui proses seleksi yang terbuka dan objektif, diharapkan akan terpilih pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang mampu memperkuat tata kelola zakat serta meningkatkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulungagung.

03/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan Pemda Salurkan Puluhan Hewan Kurban, Tebar Kepedulian hingga Pelosok

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyerahkan bantuan sedekah daging secara simbolis kepada sejumlah lembaga keagamaan dan organisasi masyarakat di Kabupaten Tulungagung, Selasa (26/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menumbuhkan nilai kepedulian sosial serta semangat kebersamaan menjelang Hari Raya Iduladha.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, MM., didampingi jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung serta dinas terkait. Bantuan yang disalurkan berupa hewan hidup dalam kondisi sehat, aktif, dan tidak cacat.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 27 ekor sapi diserahkan, termasuk 1 ekor sapi limosin berbobot 1 ton 50 kilogram yang merupakan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta 17 ekor sapi yang berasal dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, MM., menyampaikan bahwa momentum Iduladha menjadi sarana penting untuk memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Melalui momentum kurban ini, kita ingin memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat berharap bantuan hewan kurban ini dapat memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengatakan bahwa program sedekah daging merupakan bentuk nyata kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah yang jarang menerima distribusi hewan kurban.

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Tulungagung tidak hanya menyalurkan bantuan sedekah daging berupa hewan sapi, tetapi juga menyalurkan 16 ekor kambing yang berasal dari donasi masyarakat. Hewan tersebut kemudian disalurkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung, termasuk daerah pelosok agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata.

“Alhamdulillah, amanah dari masyarakat terus kami salurkan kepada yang berhak menerima. Tidak hanya sapi, tahun ini kami juga menyalurkan 16 ekor kambing hasil donasi masyarakat. Distribusi dilakukan hingga ke wilayah pelosok agar masyarakat yang membutuhkan juga dapat merasakan kebahagiaan Iduladha,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus meningkat. BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga mengajak masyarakat untuk terus menebar manfaat melalui zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu.

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

29/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Puluhan RA di Bawah Naungan Kemenag

Tulungagung - BANZAS Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan sosialisasi dan pentasyarufan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan dihadiri oleh jajaran Raudhatul Athfal (RA) di bawah lingkup Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan kepada 19 Raudhatul Athfal (RA) sebagai bagian dari penyaluran tahap pertama. Secara keseluruhan, program ini nantinya akan menyasar 34 RA di Kabupaten Tulungagung.

Bantuan yang diberikan meliputi berbagai sektor kebutuhan pendidikan, mulai dari beasiswa, bantuan honor guru GTT/PTT, hingga bantuan sarana dan prasarana pendidikan. Masing-masing RA menerima bantuan senilai Rp1.500.000,- sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan lembaga pendidikan Islam di Tulungagung.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., dalam sambutannya menjelaskan bahwa program pentasyarufan ini merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang pendidikan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan oleh BAZNAS Tulungagung tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan saja, melainkan juga mencakup bidang lain. Salah satunya yaitu program bantuan biaya hidup sebatangkara bagi para lansia yang hidup sendiri tanpa penghasilan maupun dukungan keluarga. Menurutnya, sebagian besar penerima manfaat program tersebut bahkan tidak memiliki identitas kependudukan sehingga tidak dapat memperoleh bantuan dari pemerintah.

“Ada sekitar 200 lansia yang telah kami bantu hingga beliau wafat. Kalau tidak ada yang membayar zakat dan infaknya melalui BAZNAS, lalu bagaimana nasib mereka nantinya?” ungkapnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah terus meningkat agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu melalui berbagai program yang dijalankan BAZNAS Tulungagung.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Mohamad Afif Fauzi, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penghimpunan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Tulungagung. Beliau juga mengungkapkan rasa syukur karena hampir seluruh ASN di lingkungan Kantor Kemenag Tulungagung telah menunaikan zakat maupun infaknya melalui BAZNAS Tulungagung.

Menurutnya, keberhasilan program pentasyarufan tidak terlepas dari keseimbangan antara penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah.

“Di BAZNAS Tulungagung ini kalau tidak ada yang setor zakat dan infak, maka tidak ada yang ditasyarufkan. Jadi antara penghimpunan dan pendistribusian harus seimbang,” ujarnya.

Beliau menambahkan, apabila nantinya masih terdapat ASN yang belum menunaikan zakat profesi, maka pihaknya melalui bagian ZAWA akan menginstruksikan agar pembayaran zakat profesi dapat disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung.

Selain itu, Mohamad Afif Fauzi turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung atas kerja sama dan kontribusi yang selama ini telah diberikan dalam membantu masyarakat Kabupaten Tulungagung.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang peduli dan ikut berpartisipasi dalam membangun Tulungagung yang lebih sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung, untuk bersama menghadirkan manfaat bagi sesama.

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

22/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Genjot Optimalisasi Penghimpunan ZIS di Eks Kawedanan Campurdarat

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar Sosialisasi dan Optimalisasi Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) se-Eks Kawedanan Campurdarat di Aula Kantor Kecamatan Pakel, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kembali penghimpunan dana ZIS, khususnya di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Tulungagung, Kasi Zakat dan Wakaf (Zawa) Kementerian Agama Tulungagung, para camat se-Eks Kawedanan Campurdarat, Koordinator Wilayah UPA-SP, kepala sekolah SD, hingga kepala puskesmas se-Eks Kawedanan Campurdarat.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Tulungagung yang diwakilkan oleh Wakil Ketua I, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa pada masa sebelumnya BAZNAS Tulungagung pernah menjadi rujukan berbagai BAZNAS kabupaten/kota lain untuk studi tiru. Namun, menurutnya, saat ini penghimpunan dana ZIS di Tulungagung mulai tertinggal dibandingkan daerah lain.

“Dulu BAZNAS Tulungagung sering menjadi tujuan studi tiru dari daerah lain. Namun sekarang justru mulai tertinggal, terutama dalam penghimpunan dana ZIS. Karena itu, sosialisasi seperti ini sangat penting untuk kembali mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Tulungagung, H. Makrus Manan, S.P., M.M., menegaskan dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap pengoptimalan penghimpunan ZIS melalui lembaga resmi, yakni BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Ia berharap penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung dapat kembali meningkat dan berjalan lebih optimal. Selain itu, pihaknya juga meminta para camat untuk turut aktif membantu penguatan penghimpunan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah masing-masing.

“Kami dari pemerintah daerah sangat mendukung optimalisasi ZIS melalui lembaga resmi pemerintah seperti BAZNAS Tulungagung. Kami juga memohon sekaligus menginstruksikan kepada para camat agar membantu pengoptimalan zakat melalui UPZ-UPZ yang ada di bawahnya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh UPZ di wilayah Eks Kawedanan Campurdarat semakin kuat sehingga penghimpunan dana ZIS dapat meningkat dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai bentuk kemudahan layanan, para ASN atau masyarakat dapat menunaikan zakat dan sedekah secara online melalui tautan berikut:

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

13/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Dorong Optimalisasi Penghimpunan ZIS di Kawedanan Ngunut

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Sosialisasi dan Optimalisasi Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) se-Eks Kawedanan Ngunut. Kegiatan ini berlangsung di Aula Wilis UPT Balai Kerja Kabupaten Tulungagung pada Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Kesehatan, para camat se-eks Kawedanan Ngunut, koordinator wilayah UPA-SP, kepala sekolah SD, serta kepala puskesmas se-eks Kawedanan Ngunut. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat penghimpunan ZIS, khususnya di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan penghimpunan ZIS. Ia mengajak seluruh peserta untuk mulai berkontribusi sesuai kemampuan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap Bapak/Ibu semua tergugah untuk berzakat, berinfak, maupun bersedekah melalui BAZNAS. Jika belum mampu berzakat, maka bersedekahlah seikhlasnya. Insyaallah, apa yang ditunaikan akan kembali memberi manfaat, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suyadi menjelaskan bahwa dana ZIS yang dihimpun akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program BAZNAS. Salah satunya adalah program bantuan biaya hidup bagi fakir miskin sebatang kara, yang menyasar lansia tanpa keluarga dan tanpa penghasilan tetap. Ia menambahkan, banyak dari mereka yang belum terjangkau bantuan pemerintah karena tidak memiliki identitas resmi seperti KTP atau Kartu Keluarga.

“Jika penghimpunan ZIS tidak optimal, maka keberlangsungan bantuan bagi mereka tentu akan terancam. Di sinilah pentingnya peran kita bersama,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap kesadaran dan partisipasi ASN serta masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat.

Sebagai bentuk kemudahan layanan, masyarakat dapat menunaikan zakat dan sedekah secara daring melalui tautan berikut:

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

Sinergi BAZNAS, Pemerintah, dan Kampus untuk Wujudkan UMKM Mandiri dan Berkelanjutan
Sinergi BAZNAS, Pemerintah, dan Kampus untuk Wujudkan UMKM Mandiri dan Berkelanjutan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi penting dalam rangka menindaklanjuti program pemberdayaan UMKM binaan, Rabu (7/5/2025). Rapat ini bertujuan untuk menyusun strategi kolaboratif dalam membangun kemandirian pelaku UMKM melalui pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya sebatas bantuan modal usaha. Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur strategis, termasuk Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra), perwakilan dari lima kampus besar di Tulungagung yakni UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Universitas Tulungagung, Universitas Bhineka, STAI Diponegoro, dan STAI Muhammadiyah, serta perwakilan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Bappeda, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dalam rapat ini, BAZNAS menegaskan perannya sebagai fasilitator permodalan awal berbasis zakat, serta melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Sementara itu, OPD terkait akan memperkuat dengan program pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas usaha. Perguruan tinggi juga diposisikan sebagai mitra strategis yang akan terlibat dalam pendampingan, riset, hingga pengabdian masyarakat. Mahasiswa dari berbagai jurusan akan diarahkan untuk KKN di Kampung Zakat, serta melakukan magang dan PPL langsung di lingkungan BAZNAS. Berbagai bentuk pelatihan yang akan diberikan meliputi digital marketing, desain produk, manajemen keuangan, pengemasan produk, hingga perizinan dan legalitas usaha. Tujuannya adalah memberikan bekal keterampilan praktis yang dibutuhkan pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk digital. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, menegaskan pentingnya kerja sama ini agar pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada tahap bantuan awal. “Kami ingin agar UMKM di Tulungagung benar-benar berdaya. Tidak cukup hanya dengan memberi modal, tapi juga harus ada pelatihan, pendampingan, monitoring hingga evaluasi. Inilah bentuk ikhtiar kami bersama mitra untuk menciptakan UMKM yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya. Senada dengan itu, Abdul Wachid menambahkan bahwa program ini sebagai bentuk kolaborasi strategis yang saling menguatkan. “Kita menyatukan kekuatan. BAZNAS dengan modal zakatnya, pemerintah dengan program pemberdayaannya, dan kampus dengan kekuatan SDM dan akademiknya. Semua ini kita desain agar UMKM tidak berjalan sendiri, tetapi didampingi hingga bisa tumbuh dan berkembang secara profesional,” tambah Abdul. Kabag Kesra Kabupaten Tulungagung, M. Makrus Manan, menyambut baik inisiatif kolaboratif ini dan menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung. “Program pemberdayaan seperti ini harus terus kita dorong bersama. Kegiatan BAZNAS yang tidak hanya berhenti di bantuan, tetapi juga masuk ke ranah pendampingan, pelatihan, hingga kemitraan, itu patut diapresiasi. Pemerintah Kabupaten Tulungagung tentu akan mendukung penuh agar UMKM kita bisa naik kelas dan berdaya saing,” ungkapnya. Perwakilan dari STAI Muhammadiyah Tulungagung yang turut hadir dalam rapat menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya yang dilakukan BAZNAS. “BAZNAS Tulungagung itu luar biasa. Sudah memberikan bantuan modal usaha bahkan tanpa bunga dan tanpa jaminan. Itu luar biasa bagi kami. Bahkan sampai memikirkan ke pemberdayaannya sekaligus. Kami siap membantu untuk bekerja sama dengan BAZNAS,” ujar Mei Santi. Sementara itu, perwakilan dari Universitas Tulungagung (UNITA), Lona Chinsia menyatakan kesiapan untuk memperluas kolaborasi yang telah berjalan. “Kami selama ini sudah melakukan pelatihan, pendampingan, pemasaran, dan membantu legalitas usaha kepada mahasiswa-mahasiswa kami dan beberapa UMKM binaan. Semoga nantinya bisa berkolaborasi lebih luas lagi,” ungkapnya. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah, dan dunia pendidikan ini diharapkan dapat menjadi model kolaboratif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dari bawah. Dengan pendekatan yang menyeluruh mulai dari bantuan modal, pelatihan, hingga pendampingan berkelanjutan untuk UMKM di Kabupaten Tulungagung diharapkan mampu naik kelas dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Tanpa Bunga dan Jaminan, BAZNAS Microfinance Desa Dongkrak Usaha Es Tebu “Gerdu” di Tulungagung
Tanpa Bunga dan Jaminan, BAZNAS Microfinance Desa Dongkrak Usaha Es Tebu “Gerdu” di Tulungagung
Tulungagung – Dukungan terhadap pelaku usaha mikro di desa-desa terus diwujudkan melalui program pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Dengan skema pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan, BMD menjadi solusi nyata bagi masyarakat desa yang ingin mengembangkan usaha kecil mereka. Salah satu kisah suksesnya datang dari Nurhayati (39), pelaku usaha Es Tebu “Gerdu” asal Desa Macanbang, Kecamatan Gondang, Tulungagung. Sejak tahun 2009, Nurhayati konsisten menjalankan usahanya menjual es tebu segar yang ia jajakan di depan pos kamling dekat perempatan jalan desa, lokasi yang strategis dan ramai dilalui warga. Tak hanya es tebu, ia juga menawarkan gorengan dan kacang sebagai pelengkap. Harga jual yang terjangkau, mulai dari Rp2.500 hingga Rp12.000 per botol, membuat produk Nurhayati digemari banyak pelanggan, khususnya petani dan masyarakat sekitar. Namun, keterbatasan modal sempat menjadi tantangan bagi Nurhayati. Kondisi alat yang mulai usang dan keterbatasan stok bahan baku menghambat produktivitas. Titik terang datang pada April 2025, ketika ia mendapat bantuan pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa sebesar Rp2.500.000, tanpa bunga dan tanpa syarat jaminan. “Pinjaman ini sangat membantu usaha saya. Mesin bisa diperbaiki, stok tebu aman, dan saya bisa membeli perlengkapan tambahan seperti gelas dan termos. Yang paling melegakan, saya tidak harus memikirkan bunga atau jaminan seperti di tempat lain,” ungkap Nurhayati penuh syukur. Berbekal dana tersebut, Nurhayati memperbaiki mesin penggiling tebu, membeli bahan baku, hingga menyervis mesin diesel yang menjadi penggerak utama usahanya. Saat ini, omzet hariannya mencapai sekitar Rp200.000, dengan pendapatan bersih sekitar 50 persen dari total penjualan. Ia juga mulai menerima pesanan dalam jumlah besar dari pelanggan tetap, menunjukkan bahwa skala usahanya perlahan meningkat. Manager BMD Kabupaten Tulungagung, Imam Suyudi, menjelaskan bahwa program pembiayaan ini dirancang untuk menjangkau pelaku usaha kecil yang seringkali tidak tersentuh lembaga keuangan formal. “Kami melihat banyak usaha potensial di desa yang hanya butuh sedikit dorongan modal untuk tumbuh. Melalui pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan ini, kami ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang adil dan memberdayakan, bukan membebani. Bu Nurhayati adalah salah satu contoh nyata keberhasilannya,” ujar Imam. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Microfinance Desa hadir bukan hanya sebagai penyedia dana, tapi juga sebagai pendamping dan mitra usaha yang siap mendukung secara berkelanjutan. Kisah Nurhayati membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, pelaku usaha kecil di desa bisa berkembang dan menciptakan dampak ekonomi lokal yang signifikan. Program seperti ini bukan hanya soal pinjaman, tetapi tentang membuka akses, menumbuhkan harapan, dan menciptakan keberdayaan.
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sebatangkara di Usia Senja, Mbah Wiji Temukan Secerah Harapan: BAZNAS Berikan Bantuan Seumur Hidup
Sebatangkara di Usia Senja, Mbah Wiji Temukan Secerah Harapan: BAZNAS Berikan Bantuan Seumur Hidup
Tulungagung - Di sebuah rumah reyot berdinding bambu dan beralaskan plastik tipis, hidup seorang nenek tua sendirian, dalam sepi, dalam lupa, dalam kondisi yang memilukan. Dialah Mbah Wiji, 80 tahun, lansia sebatang kara dari Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo. Hidupnya seperti dilupakan oleh waktu, tanpa keluarga, tanpa penghasilan, dan dengan ingatan yang perlahan menghilang. Namun, satu hal yang kini membuatnya bertahan: bantuan seumur hidup dari BAZNAS Tulungagung. Dalam keterbatasan dan ketidakberdayaan, Mbah Wiji kini menerima bantuan biaya hidup sebesar Rp900.000 yang diberikan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Bantuan ini bukan hanya sekadar materi, tetapi menjadi sumber utama kehidupannya, untuk makan, untuk bertahan, untuk merasa bahwa ia masih dihargai. Mbah Wiji sering terlihat berjalan tanpa arah. Dalam pikirannya yang mulai kabur, satu hal tetap tertinggal: kerinduan akan teman. Ia kerap memohon kepada siapa pun yang ia temui di jalan, “Ayo, ndok, temani saya di rumah ya… jangan pergi.” Kalimat yang terdengar sederhana, namun menyayat. Jeritan dari kesepian yang terlalu lama tak terjawab. Meski tak memiliki keluarga, ia tak sepenuhnya sendiri. Warga sekitar masih menunjukkan empati. Bu Nartiyah, seorang tetangga yang setiap hari mengawasi keadaannya, menyampaikan bahwa bantuan dari BAZNAS adalah satu-satunya harapan hidup Mbah Wiji. “Beliau itu sudah tidak bisa kerja, tidak punya siapa-siapa. Bantuan inilah satu-satunya pegangan. Biasanya untuk beli makan jadi, kadang saya bantu juga beli lauk,” kata Bu Nartiyah sambil menahan haru. Staff BAZNAS Tulungagung bagian pendistribusian dan pendayagunaan, Lisnawaroh menyampaikan bahwa program bantuan ini bukan hanya bentuk tanggung jawab sosial, tetapi juga wujud cinta kasih dari umat kepada mereka yang lemah dan terlupakan. “Kami berharap bantuan ini bisa menghadirkan ketenangan dan keberlanjutan hidup bagi lansia seperti Mbah Wiji. Melalui sedekah yang dititipkan di BAZNAS, masyarakat secara langsung menyelamatkan kehidupan mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rumah-rumah penerima manfaat, salah satunya oleh Amanda Suci, mahasiswa binaan BAZNAS Tulungagung yang turut terjun dalam proses distribusi. Ia menyampaikan ajakan tulus kepada masyarakat: “Kami mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama. Melalui sedekah di BAZNAS Tulungagung, kita bisa ikut menjadi bagian dari perubahan. Tak harus kaya untuk peduli, cukup ada niat, ada kasih. Kebaikan sekecil apa pun bisa menyelamatkan hidup seseorang.” Dalam dunia yang sering kali lupa pada yang renta dan lemah, kisah Mbah Wiji menjadi pengingat bahwa satu tindakan kebaikan bisa mengubah hidup seseorang. Dan selama masih ada hati yang peduli, tak ada jiwa yang benar-benar sendiri.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Mimpi Tak Perlu Modal Besar: BMD Tulungagung Jadi Kunci Sukses Usaha Kantin Sekolah
Mimpi Tak Perlu Modal Besar: BMD Tulungagung Jadi Kunci Sukses Usaha Kantin Sekolah
Tulungagung – Semangat berwirausaha dan cinta pada dunia kuliner mengantarkan Danny Ardianto (34), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, menjadi salah satu pelaku usaha mikro yang sukses mengelola kantin sekolah. Sejak 2017, Danny menjalankan “Kantin Mas Dani” di area SMPN 1 Karangrejo, yang kini menjadi salah satu kantin favorit siswa. Namun, di balik kesuksesan tersebut, Danny sempat menghadapi tantangan dalam permodalan. Kebutuhan operasional yang terus meningkat mendorongnya mencari solusi pembiayaan. Harapannya terjawab pada Maret 2025, saat ia mendapatkan dukungan pembiayaan sebesar Rp2.500.000 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membeli bahan baku makanan serta cup kertas ramah lingkungan sebagai pengganti plastik sekali pakai. Langkah ini tidak hanya mendukung keberlanjutan usaha, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. “Alhamdulillah, bantuan dari BMD sangat membantu. Modal itu saya pakai untuk belanja bahan jualan dan juga mulai beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Danny. Setiap harinya, Kantin Mas Dani mampu menghasilkan omzet hingga Rp700 ribu, terdiri dari Rp500 ribu dari kantin sekolah dan sekitar Rp200 ribu dari produk-produk yang dititipkan ke berbagai angkringan di Tulungagung. Danny masih menyisihkan penghasilan untuk membayar sewa tahunan kantin sebesar Rp1.750.000. Meski demikian, ia tetap optimistis dan berencana memperbaiki fasilitas kantin agar lebih nyaman bagi siswa. “Saya ingin kantinnya lebih nyaman dan penghasilan juga bisa naik, biar usaha ini bisa terus berkembang,” harap Danny. BAZNAS Microfinance Desa Kabupaten Tulungagung hadir sebagai lembaga yang fokus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pembiayaan mikro tanpa bunga. Menurut Manager BMD Tulungagung, Imam Suyudi, program ini memang ditujukan untuk menjangkau pelaku usaha kecil yang membutuhkan akses modal usaha secara cepat dan mudah. “Kami ingin membantu pelaku usaha kecil seperti Pak Danny agar bisa terus berkembang dan mandiri secara ekonomi. Pembiayaan ini bukan sekadar modal, tapi juga bentuk kepercayaan agar mereka bisa naik kelas,” ujar Imam Suyudi. Dukungan seperti yang diterima Danny menjadi bukti bahwa kehadiran BMD mampu membuka jalan pertumbuhan ekonomi dari akar rumput, bahkan di lingkungan sekolah. Dengan kombinasi antara kerja keras, inovasi, dan dukungan pembiayaan yang tepat, pelaku usaha mikro seperti Danny membuktikan bahwa usaha kecil di lingkungan sekolah pun bisa tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dorong UMKM Desa, BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung Bantu Modal Usaha Warung Soto-Bakso di Kutoanyar
Dorong UMKM Desa, BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung Bantu Modal Usaha Warung Soto-Bakso di Kutoanyar
Tulungagung - Dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil terus digencarkan oleh BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Salah satu penerima manfaatnya adalah Suhartini (49), warga Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, yang kini semakin mantap mengembangkan usaha kulinernya berkat pembiayaan dari program tersebut. Sejak 2016, Suhartini dikenal warga sekitar sebagai penjual soto ayam yang lezat dan ramah. Tahun ini, ia menambah menu andalan berupa bakso, menjadikan warung sederhananya semakin diminati. Setiap hari, bersama sang suami, ia membuka warung dari pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, melayani pelanggan setia dengan kehangatan dan cita rasa khas rumahan. Pada Maret 2025, Suhartini menerima pinjaman tanpa bunga sebesar Rp1.800.000 dari BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung. Dana tersebut langsung ia alokasikan untuk pembelian bahan baku harian di Pasar Ngemplak, membantu menjaga kualitas dan kesegaran makanan yang ia jual. “Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS ini sangat membantu. Modal saya bertambah, bisa beli bahan lebih banyak dan pelanggan pun makin puas,” ujarnya dengan semangat. Pendapatan kotor harian Suhartini kini mencapai sekitar Rp250.000, dengan keuntungan bersih sekitar Rp100.000. Meski pemasaran hanya mengandalkan kabar dari mulut ke mulut, pelanggannya terus bertambah. Beberapa bahkan rela memesan via WhatsApp untuk kemudian mengambil sendiri pesanan mereka. Program pembiayaan dari BMD Tulungagung ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa melalui dukungan permodalan syariah yang mudah dan tanpa beban bunga. Usaha seperti milik Suhartini menjadi bukti bahwa pembiayaan mikro bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tak berhenti di sini, Suhartini memandang masa depan usahanya dengan optimisme. “Kalau rezeki terus lancar, saya ingin buka cabang, bisa buka lapangan kerja juga,” tuturnya. BAZNAS Microfinance Desa Kabupaten Tulungagung terus berkomitmen menjangkau lebih banyak pelaku UMKM seperti Suhartini, membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa dari bawah. Satu usaha kecil yang berkembang, satu harapan besar yang tumbuh.
BERITA05/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sentuhan Kebaikan di Tengah Kota: BAZNAS Tulungagung Bagikan Makanan Gratis
Sentuhan Kebaikan di Tengah Kota: BAZNAS Tulungagung Bagikan Makanan Gratis
Tulungagung - Semangat berbagi kembali menggema di Kota Tulungagung. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar aksi sosial bertajuk “Jumat Berkah” pada hari ini, Jumat (2/5/2025). Dalam kegiatan penuh makna ini, BAZNAS membagikan 100 nasi kotak secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama para tukang becak dan relawan penyebrangan jalan. Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai titik strategis kota, termasuk Terminal Gayatri, Alun-Alun Tulungagung, depan Kantor Pemerintah Daerah, serta area sekitarnya. Pemilihan lokasi-lokasi tersebut bukan tanpa alasan, titik-titik tersebut merupakan tempat berkumpulnya masyarakat pekerja informal yang kerap luput dari perhatian. Ari Khotmil Mubarak, SE., salah satu staff BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang turun langsung membagikan bantuan makanan ini menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Berkah ini merupakan bagian dari program rutin BAZNAS Tulungagung sebagai wujud kepedulian sosial. “Ini adalah bentuk nyata perhatian kami kepada saudara-saudara kita yang sehari-hari bekerja keras di jalanan. Kami ingin berbagi kebahagiaan, terutama di hari Jumat yang penuh berkah,” ujarnya. Aksi sosial ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satu penerima manfaat, Bapak Suyatno, seorang tukang becak yang mangkal di sekitar Terminal Gayatri, mengaku sangat terharu dengan bantuan tersebut. “Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Nasi kotak ini sangat berarti bagi kami yang kadang harus bekerja dari pagi hingga malam tanpa kepastian pendapatan. Rasanya senang sekali mengetahui bahwa masih ada yang peduli,” ungkap Suyatno dengan senyum bahagia. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa makanan, tetapi juga menyebarkan pesan moral tentang pentingnya solidaritas sosial. Melalui kegiatan sederhana ini, BAZNAS ingin mengajak masyarakat untuk ikut peduli terhadap lingkungan sekitar dan mereka yang kurang beruntung. “Insya Allah kegiatan ini akan terus kami lanjutkan secara berkala. Kami juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, baik dalam bentuk donasi maupun dukungan moral,” tambah Ari. Dengan gerakan kecil namun penuh makna ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kepedulian dan mewujudkan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
BERITA02/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Di Hari Pendidikan Nasional, BAZNAS Tulungagung Hadirkan Harapan Baru untuk Siswa Berkebutuhan Khusus
Di Hari Pendidikan Nasional, BAZNAS Tulungagung Hadirkan Harapan Baru untuk Siswa Berkebutuhan Khusus
Tulungagung - Dalam momen yang sarat makna, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pendidikan kepada tiga siswa berkebutuhan khusus serta menyerahkan satu unit kursi roda kepada penerima manfaat di Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol. (02/05/25) Dengan total bantuan senilai Rp3.000.000,-, ketiga siswa tersebut menerima dukungan finansial yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kelangsungan pendidikan mereka. Tidak hanya itu, BAZNAS juga memberikan sebuah kursi roda kepada salah satu penerima yang membutuhkan bantuan mobilitas, sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar para penyandang disabilitas. Acara penyaluran berlangsung dengan haru dan semangat. Raut wajah bahagia terpancar dari para penerima dan para guru waktu penyaluran berlangsung. Bantuan ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi simbol harapan bagi mereka yang selama ini berjuang dalam keterbatasan. "Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kita semua bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Melalui bantuan ini, kami ingin menyampaikan bahwa mereka tidak sendiri. Kami hadir untuk mendukung," ungkap Abdul Wacid, Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung. Kepala Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam. “Siswa-siswa ini punya semangat yang luar biasa. Mereka datang ke sekolah dengan keterbatasan, tapi tidak pernah menyerah. Bantuan ini bukan hanya materi, tapi juga motivasi.” Penyaluran bantuan ini menjadi bukti bahwa kebaikan tidak harus datang dalam jumlah besar atau kemasan mewah. Seringkali, kebaikan hadir dalam bentuk paling sederhana dengan penuh kepedulian. Dan di Hari Pendidikan Nasional ini, kepedulian itu menjelma dalam bentuk kursi roda dan dana pendidikan, membawa harapan baru bagi anak-anak yang tak pernah berhenti bermimpi, meski jalannya sedikit lebih sunyi. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Tulungagung terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung kemanusiaan dan pendidikan. Karena setiap anak adalah cahaya masa depan bangsa tak terkecuali mereka yang berjalan di jalan yang sedikit berbeda.
BERITA02/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Jejak Kebaikan di Lereng Rejotangan: BAZNAS Tulungagung Ringankan Hidup Mbah Suwito
Jejak Kebaikan di Lereng Rejotangan: BAZNAS Tulungagung Ringankan Hidup Mbah Suwito
Tulungagung – Di sebuah rumah sederhana berdinding anyaman bambu di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, terdapat sebuah rumah sederhana berdinding anyaman bambu yang menjadi saksi bisu perjuangan hidup seorang lansia sebatang kara: Mbah Suwito. Usianya telah renta, badannya ringkih, namun semangatnya tak pernah surut. Sehari-hari, ia bertahan dengan memelihara ayam dan menanam sayuran seadanya untuk dikonsumsi sendiri. Kesendirian adalah teman akrabnya, sebab anak-anaknya tinggal jauh merantau bahkan salah satunya berada di Banjarmasin dan hanya pulang setahun sekali. Di tengah kesulitan hidupnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung hadir sebagai penguat harapan. Melalui program bantuan biaya hidup bagi fakir miskin, BAZNAS menyalurkan bantuan sebesar Rp900.000 rutin setiap tiga bulan sekali kepada warga yang benar-benar membutuhkan, termasuk Mbah Suwito. Menariknya, bantuan ini disalurkan langsung oleh mahasiswa binaan BAZNAS Tulungagung. Mahasiswa-mahasiswa ini adalah penerima beasiswa dari BAZNAS yang kini diberi amanah untuk menyalurkan bantuan secara langsung ke masyarakat. Dengan menyusuri jalan pegunungan dengan suasana alam yang asri, mereka datang membawa lebih dari sekadar uang, tetapi juga kepedulian dan kehangatan kemanusiaan. Ketika tim mahasiswa tiba, Mbah Suwito tengah sibuk meraut bambu untuk membuat kandang ayam. Meski usianya telah lanjut, ia tetap berusaha mandiri dengan keterampilan sederhana yang dimilikinya. Tatkala menerima bantuan, wajahnya seketika berubah cerah. "Alhamdulillah, terima kasih BAZNAS. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Semoga semua yang telah membantu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan umur panjang," ucap mbah Suwito dengan haru. Salah satu mahasiswa penyalur bantuan, Anisatul Maghfiroh, mengaku pengalaman ini membuka matanya akan realitas kehidupan yang sering luput dari perhatian. “Melihat langsung kehidupan Mbah Suwito yang sebatang kara dan tetap kuat menghadapi hari-harinya membuat saya banyak merenung. Saya belajar bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi tentang bagaimana kita bersyukur dan peduli kepada sesama. Ini bukan sekadar menyalurkan bantuan, tapi juga pelajaran hidup yang sangat berharga bagi saya pribadi,” ungkap Nisa dengan mata berkaca-kaca. Melalui peran mahasiswa binaannya, BAZNAS Tulungagung tidak hanya menyalurkan zakat secara tepat sasaran, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada generasi muda. Mereka tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga memahami realitas kehidupan dan arti berbagi dengan sesama. Ketua RW setempat juga mengungkapkan apresiasinya terhadap program ini. "Program dari BAZNAS ini memang bagus apalagi buat warga seperti Mbah Suwito. Kami berharap bantuan ini bisa terus berlanjut, karena masih banyak lansia dhuafa lain yang membutuhkan," tuturnya. BAZNAS Tulungagung terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam membantu sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap donasi yang diberikan akan dikelola secara amanah dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, sebagaimana yang kini dirasakan oleh Mbah Suwito dan banyak mustahik lainnya. Karena setiap kebaikan yang disalurkan, akan menjadi cahaya bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BMD Perkuat Usaha Mikro, Warung Bu Jumini di Tawangsari Makin Berkembang
BMD Perkuat Usaha Mikro, Warung Bu Jumini di Tawangsari Makin Berkembang
Tulungagung - BAZNAS Microfinance Desa (BMD) terus mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pembiayaan usaha mikro. Salah satu penerima manfaatnya adalah Bu Jumini (56), pemilik warung pracangan di Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Pada Maret 2025, Bu Jumini menerima pembiayaan sebesar Rp2 juta dari BMD. Bantuan tersebut langsung digunakan untuk menambah stok barang, memperkuat pasokan dagangan, dan meningkatkan layanan kepada pelanggan. "Modal ini saya pakai untuk belanja lebih banyak. Alhamdulillah, stok makin lengkap dan pembeli makin ramai," ujar Bu Jumini saat ditemui di warungnya. Warung yang telah beroperasi sejak 2015 ini menjadi andalan warga Tawangsari untuk memenuhi kebutuhan harian. Setiap hari, Bu Jumini membukukan omset sekitar Rp800.000 dengan keuntungan bersih Rp200.000. Ia menjual berbagai kebutuhan pokok, sayur-mayur segar, buah pisang, hingga gorengan hangat. Tak hanya melayani pembelian langsung, Bu Jumini juga memanfaatkan teknologi sederhana dengan menerima pesanan melalui WhatsApp yang dikelola anaknya. Pengantaran ke wilayah Plandan dan Ketanon pun menjadi bagian dari layanan tambahan untuk pelanggan setia. Meski usaha kecil ini sempat menghadapi tantangan seperti pembeli yang belum bisa membayar tunai, Bu Jumini tetap mengutamakan pelayanan dan kepercayaan. Ia optimistis, dengan dukungan modal dari BMD, warungnya akan terus berkembang. BMD berharap, bantuan ini bukan hanya memperbesar kapasitas usaha Bu Jumini, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal di Desa Tawangsari. Pemberdayaan usaha mikro tetap menjadi fokus utama dalam misi membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.
BERITA29/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Modal Tanpa Bunga, Usaha Makin Berkembang: BAZNAS Microfinance Desa Dorong Kemandirian Warga Tulungagung
Modal Tanpa Bunga, Usaha Makin Berkembang: BAZNAS Microfinance Desa Dorong Kemandirian Warga Tulungagung
Tulungagung – Usia bukanlah batas untuk terus produktif dan mandiri. Hal ini dibuktikan oleh Edia Ristanti (51), ibu rumah tangga asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, yang sejak tahun 2017 konsisten mengembangkan usaha keripik rumahan bermerek “BIMA”. Dari dapur rumah sederhananya, Edia mengolah sekitar 15 kilogram ketela setiap hari menjadi 6 kilogram keripik renyah siap jual. Ia juga menyediakan varian keripik pisang, talas, dan sukun untuk memenuhi permintaan pelanggan. Dengan bantuan sang suami, usaha ini dijalankan penuh ketekunan meski dalam keterbatasan. Selama ini, keterbatasan modal kerap menjadi kendala. Bahan baku, plastik kemasan, hingga peralatan produksi harus dikelola sehemat mungkin. Namun, semua berubah ketika pada Maret lalu, Edia mendapatkan bantuan permodalan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung, program pemberdayaan ekonomi berbasis syariah dari BAZNAS yang memberikan pinjaman modal usaha tanpa bunga dan tanpa jaminan. Dana sebesar Rp1.800.000 yang ia terima dimanfaatkan untuk membeli tambahan bahan baku serta perlengkapan produksi seperti plastik dan stiker kemasan. Momentum ini sangat pas, apalagi waktu menjelang Ramadan dan Lebaran saat permintaan keripik melonjak. “Menjelang Ramadan kemarin, saya dapat pesanan hingga 17 kilogram keripik. Alhamdulillah, bisa menghasilkan keuntungan bersih Rp450.000 hanya dari pesanan jelang lebaran,” ungkap Edia dengan semangat. Keripik “BIMA” kini dipasarkan di berbagai warung jajanan dan lingkungan perumahan sekitar. Ia juga menjadi mitra tetap sebuah warung lodho yang secara rutin memesan 10 pak keripik pisang setiap 10 hari. Meski usaha ini belum mengantongi izin resmi, Edia telah membuktikan bahwa usaha rumahan pun bisa bertahan dan berkembang jika diberi akses permodalan yang adil dan memberdayakan. Dengan rata-rata pendapatan kotor Rp100.000 per hari, Edia mencatat laba bersih sekitar Rp75.000, cukup untuk menambah penghasilan keluarga. Ia berharap, dengan dukungan berkelanjutan dari BMD, usahanya bisa naik kelas, dapat mengurus izin usaha, memperluas jaringan distribusi, serta memperkenalkan “BIMA” ke pasar yang lebih luas. Program BAZNAS Microfinance Desa di Tulungagung menjadi bukti bahwa pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan bisa berdampak besar, terutama bagi pelaku usaha kecil. Bukan hanya memberikan modal, tapi juga menumbuhkan harapan dan kemandirian ekonomi masyarakat dari akar rumput.
BERITA25/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar Gunung Bolo: BAZNAS Gelar Rapat Koordinasi dengan Bagian Kesra dan Kepala Desa Jarakan
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar Gunung Bolo: BAZNAS Gelar Rapat Koordinasi dengan Bagian Kesra dan Kepala Desa Jarakan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Kepala Desa Jarakan untuk membahas strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan sekitar Gunung Bolo. Rapat ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen BAZNAS dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program berbasis ekonomi produktif. Salah satu poin utama yang disepakati dalam pertemuan tersebut adalah penyaluran bantuan berupa rombong usaha kepada warga setempat. Bantuan ini ditujukan untuk masyarakat yang memiliki semangat wirausaha namun terbatas dari sisi modal dan fasilitas pendukung. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S. IP., dalam rapat menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik agar dapat mandiri dan berdaya saing. “Dengan bantuan rombong usaha, kami berharap masyarakat di sekitar Gunung Bolo bisa mengembangkan usaha kecil seperti kuliner, minuman, atau kerajinan lokal yang bisa menopang kehidupan sehari-hari,” jelasnya. Kepala Desa Jarakan menyambut baik upaya tersebut dan menyatakan siap mendukung dari sisi pendataan penerima manfaat serta pendampingan setelah bantuan disalurkan. “Kami ingin program ini tidak berhenti pada bantuan saja, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H. M. Makrus Manan S.P., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS ini. Pemberdayaan ekonomi harus menjadi fokus bersama, karena hanya dengan pemberdayaan yang tepat sasaran, masyarakat bisa benar-benar mandiri secara ekonomi,” tegasnya. Bagian Kesra dan pemerintah desa berharap, BAZNAS dapat terus hadir dalam mendampingi usaha kecil masyarakat, tidak hanya melalui bantuan fisik, tetapi juga pembinaan dan penguatan kapasitas, agar upaya pemberdayaan ini benar-benar memberikan dampak jangka panjang
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS
SKSS 2025 Segera Dibuka, BAZNAS Tulungagung Gaet Kampus untuk Berdayakan UMKM Mustahik
SKSS 2025 Segera Dibuka, BAZNAS Tulungagung Gaet Kampus untuk Berdayakan UMKM Mustahik
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar acara rapat koordinasi dalam rangka persiapan pembukaan kembali Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) tahun 2025, dan dalam rangka kolaborasi pendampingan, pelatihan, dan pengembangan UMKM binaan BAZNAS, baik melalui program reguler maupun BAZNAS Microfinance Desa (BMD), (17/04/25). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam memberdayakan mustahik melalui pendidikan dan ekonomi. Dalam rapat koordinasi tersebut, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas hidup mustahik, salah satunya melalui pendampingan dan pelatihan yang lebih intensif terhadap pelaku UMKM binaan serta program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Program ini dirancang untuk membantu mustahik agar mampu mandiri secara ekonomi dan berdaya saing di tengah masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan ini Manajer BMD Tulungagung beserta salah satu stafnya, serta perwakilan dari lima perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung, yaitu UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Universitas Tulungagung, Universitas Bhineka, STAI Diponegoro, dan STAI Muhammadiyah. Kehadiran para akademisi ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama strategis untuk menghadirkan para ahli yang kompeten di bidang ekonomi guna memperkuat program pendampingan, pelatihan dan pengembangan usaha bagi mustahik binaan. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S. IP., menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak hanya menjadi langkah konkret dalam memberdayakan mustahik, tetapi juga menjadi sarana membangun sinergi antara lembaga zakat dan dunia akademik dalam pengentasan kemiskinan berbasis ilmu dan keterampilan. "Program SKSS dan penguatan UMKM adalah bagian dari ikhtiar kami untuk menghadirkan transformasi sosial yang nyata. Dengan keterlibatan kampus-kampus di Tulungagung, kami optimistis dampak dari program ini akan semakin luas dan menyentuh kebutuhan riil mustahik," ujar Abdul. Pembukaan pendaftaran Program SKSS 2025 direncanakan akan segera dibuka dalam waktu dekat. BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai jalan menuju pendidikan tinggi yang lebih baik bagi generasi muda. Dengan kolaborasi, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan akademik, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan umat berbasis zakat, infak, dan sedekah.
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bantuan Modal Usaha BAZNAS Angkat Ekonomi Warga, Penyandang Disabilitas di Tulungagung Kini Makin Mandiri
Bantuan Modal Usaha BAZNAS Angkat Ekonomi Warga, Penyandang Disabilitas di Tulungagung Kini Makin Mandiri
Tulungagung - Program bantuan modal usaha yang disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung telah memberikan dampak positif bagi banyak pelaku usaha kecil di wilayah tersebut. Salah satunya adalah Mulyadi, warga Dusun Maron, Desa Boyolangu penyandang disabilitas yang sebelumnya menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan harus meminjam uang dari berbagai sumber untuk mempertahankan usaha kecilnya. Mulyadi, yang telah membuka warung kopi sejak beberapa tahun lalu, mengungkapkan bahwa kondisi perekonomiannya sempat terpuruk. Sebagai pedagang kecil, ia kesulitan untuk mengembangkan usaha karena keterbatasan modal. "Sebelumnya, saya sering harus meminjam uang kesana-kemari hanya untuk menjaga kelangsungan warung kopi ini. Terkadang, pendapatan yang saya peroleh tak cukup untuk menutup biaya operasional," ungkap Mulyadi. Pada akhir bulan Oktober 2024, Mulyadi menerima program bantuan modal usaha yang disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung sebesar Rp. 1.500.000,- yang menjadi titik balik bagi perkembangan usahanya. Berkat program bantuan modal usaha ini, perekonomian keluarga Mulyadi sekarang ini mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. "Saya sangat bersyukur dan terharu dengan bantuan ini. Dengan modal yang telah berikan oleh BAZNAS, saya bisa menambah varian produk di warung kopi saya, seperti menjual aneka makanan ringan dan minuman lainnya. Pendapatan saya mulai meningkat, dan yang lebih penting, saya tidak perlu lagi meminjam uang untuk modal usaha," kata Mulyadi dengan penuh rasa terima kasih. Menurut Mulyadi, keberagaman produk yang kini dijual di warung kopinya juga menarik perhatian pelanggan baru. "Selain kopi, sekarang kami juga menyediakan berbagai menu makanan ringan dan minuman sehat. Ini memberikan pilihan lebih bagi pelanggan dan meningkatkan kunjungan ke warung kami," tambahnya. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S. IP., menjelaskan bahwa program bantuan modal usaha ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan modal guna mengembangkan usaha mereka. "BAZNAS berkomitmen untuk memberdayakan ekonomi umat, salah satunya melalui bantuan modal usaha seperti yang diterima oleh Bapak Mulyadi. Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan taraf hidup mereka serta mendukung penguatan ekonomi keluarga," ujarnya. Abdul Wachid juga menekankan pentingnya keberlanjutan usaha para penerima bantuan. "Kami tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga mendampingi mereka dalam mengelola usaha agar lebih berkembang. Kami ingin para penerima bantuan dapat mandiri dan sukses dalam usaha mereka," tegasnya. Mulyadi juga menilai bahwa program ini sangat membantu masyarakat kecil, terutama yang berada dalam kondisi ekonomi sulit dan menyandang disabilitas. "Program modal usaha dari BAZNAS ini merupakan program yang bagus, terutama bagi orang-orang yang kesulitan dalam hal ekonomi seperti keluarga kami, terlebih lagi buat yang penyandang disabilitas. Semoga program ini ke depannya dapat lebih luas lagi jangkauannya sehingga bisa membantu masyarakat lebih banyak lagi," ujarnya. Dengan bantuan tersebut, Mulyadi kini tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang. Keberhasilan usaha warung kopinya kini menjadi contoh nyata bahwa program bantuan dari BAZNAS Tulungagung dapat memberikan dampak positif yang besar bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam mengatasi kesulitan ekonomi. Program ini diharapkan dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil lainnya, sehingga dapat memperbaiki perekonomian masyarakat secara lebih luas.
BERITA16/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bertahan di Usia 55, Musrini Bangkitkan Usaha Tahu Susu Berkat Suntikan Modal BAZNAS
Bertahan di Usia 55, Musrini Bangkitkan Usaha Tahu Susu Berkat Suntikan Modal BAZNAS
Tulungagung – Di usia 55 tahun, Musrini, warga Desa Tertek, Kecamatan Tulungagung, tak henti menunjukkan ketangguhannya sebagai pelaku UMKM. Sejak 2020, ia menekuni usaha tahu susu dengan merek “Tahu Susu HOKY” yang kini makin dikenal pelanggan setianya di Pasar Ngemplak. Dalam sehari, Musrini bisa memproduksi 5 kaleng tahu susu yang setara dengan 120 pack, dengan pendapatan kotor mencapai Rp800 ribu per hari. Namun, di balik semangatnya yang luar biasa, ada satu momen yang sangat membekas dalam ingatan Musrini, yaitu saat ia menerima bantuan permodalan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. “Saya benar-benar bersyukur. Waktu itu rasanya seperti diberi angin segar. Pinjaman ini tanpa bunga dan tanpa jaminan, dan itu sangat meringankan saya sebagai pelaku usaha kecil,” ujar Musrini dengan mata berbinar. Pinjaman modal sebesar Rp1,8 juta tersebut langsung ia gunakan untuk menunjang kebutuhan produksi, mulai dari pembelian bahan baku, hingga penambahan alat produksi kecil-kecilan. Tanpa harus memikirkan beban bunga atau risiko kehilangan aset karena jaminan, Musrini merasa lebih leluasa mengelola keuangan usahanya. Setiap hari, ia dibantu oleh anaknya dalam proses produksi, dan dibantu orang kepercayaan untuk menjualkan produk di pasar. Ia tetap menjaga kualitas produknya dengan ketat, bahkan tahu susu produksinya hanya bertahan dua hari dan wajib disimpan di freezer. Menjelang Lebaran lalu, permintaan melonjak tajam. Bahkan, ia sempat kewalahan melayani pembeli karena permintaan yang terus mengalir. Namun itu justru menjadi motivasi tambahan bagi Musrini untuk terus mengembangkan usahanya, meski hingga kini belum memiliki izin resmi. “Saya berharap usaha ini bisa berkembang lebih besar dan bisa punya izin resmi suatu hari nanti. Tapi yang paling penting sekarang, saya bisa terus produksi dan bermanfaat untuk keluarga,” imbuhnya. Kisah Musrini menjadi contoh nyata bagaimana dukungan dari lembaga seperti BAZNAS bisa menjadi pendorong kuat bagi pelaku UMKM untuk tumbuh dan bertahan. Bukan hanya tentang angka nominalnya, tetapi juga tentang kepercayaan dan harapan yang dibawa oleh bantuan modal tanpa bunga dan tanpa jaminan tersebut.
BERITA16/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dibantu BAZNAS, Usaha Gorengan Ibu Lusiana Siap Tancap Gas Setelah 11 Tahun Bertahan
Dibantu BAZNAS, Usaha Gorengan Ibu Lusiana Siap Tancap Gas Setelah 11 Tahun Bertahan
Tulungagung – Di balik aroma gurih dan hangatnya gorengan, tersimpan kisah inspiratif dari seorang ibu tangguh di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu. Lusiana, 44 tahun, tak hanya menjual camilan favorit masyarakat, tapi juga menyajikan bukti nyata bahwa ketekunan dan kerja keras mampu bertahan menghadapi kerasnya persaingan dunia kuliner. Selama lebih dari satu dekade, Lusiana, istri dari Verry Rizki Kurniawan, anggota Kelompok BAZNAS Microfinance (KMB) 80, setia menekuni usaha gorengan yang ia rintis sendiri. Setiap hari, mulai pukul 09.00 pagi hingga 21.00 malam, ia bersama suaminya setia melayani pelanggan yang datang langsung maupun yang memesan lewat WhatsApp. Dengan rasa gorengan yang renyah dan khas, usahanya menjadi andalan banyak warga sekitar yang ingin menikmati camilan sederhana namun menggugah selera. Meski omzet harian bisa mencapai Rp800.000 dengan keuntungan bersih sekitar Rp200.000, Lusiana tak pernah merasa usahanya cukup. Berbekal sertifikasi halal yang telah dikantongi, ia terus berinovasi dan menjaga kualitas, menjadikan usahanya tetap dipercaya dan dicintai konsumen. Angin segar datang pada Februari 2025. Melalui program BAZNAS Microfinance Desa Kabupaten Tulungagung, Lusiana mendapat pinjaman usaha sebesar Rp2.000.000. Dana ini langsung dimanfaatkan untuk membeli kompor dua tungku "api seribu", stok minyak goreng, tepung, regulator, dan bahan baku lain yang krusial demi meningkatkan kapasitas produksi. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sekali bisa mendapatkan bantuan dari BMD. Yang paling saya syukuri, bantuan ini tanpa jaminan dan tanpa bunga, jadi benar-benar meringankan dan sangat membantu kami untuk mengembangkan usaha,” ungkap Lusiana dengan mata berbinar. Ia juga menambahkan, “Saya berharap ke depan usaha ini bisa terus berkembang, mungkin bisa menambah variasi produk atau bahkan membuka cabang kecil. Doakan saja, semoga dimudahkan jalannya.” Peran BAZNAS tak hanya sekadar memberi bantuan finansial, tapi juga menyalakan kembali semangat pelaku usaha kecil untuk tumbuh dan naik kelas. Dalam kisah Lusiana, kita melihat bagaimana campur tangan lembaga sosial seperti BAZNAS bisa menjadi titik balik bagi UMKM lokal untuk terus melaju. Usaha kecil bukan berarti mimpi kecil. Dari wajan dan tepung sederhana, Lusiana membuktikan bahwa harapan bisa digoreng jadi kenyataan. Semoga kisahnya menginspirasi banyak pelaku UMKM lain untuk terus melangkah, karena setiap usaha layak untuk diperjuangkan.
BERITA15/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BMD Tulungagung Bantu Sukseskan Usaha Somay dan Batagor “Panjul” milik Daya Iswahyuni
BMD Tulungagung Bantu Sukseskan Usaha Somay dan Batagor “Panjul” milik Daya Iswahyuni
Tulungagung – Dari dapur sederhana di Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, seorang ibu tangguh bernama Daya Iswahyuni (45) menepis keterbatasan dan membuktikan bahwa kesulitan hidup bukanlah akhir dari segalanya. Sejak ditinggal sang suami setahun lalu, Daya menjadi tulang punggung keluarga. Namun di balik tantangan itu, ia bangkit dan sukses mengembangkan usaha kuliner Somay dan Batagor “Panjul”, yang kini semakin dikenal warga Tulungagung. Memulai usahanya sejak 2021, Daya kini mampu memproduksi hingga 400 somay dan 400 batagor per hari, setara dengan sekitar 200 porsi yang dijual di dua lokasi: lapak Kepuh (buka pukul 14.00–21.00) dan lapak Jepun (buka pukul 10.00–17.00). Setiap Minggu, ia juga berjualan di Pasar Senggol, menambah jangkauan usahanya ke pasar tradisional. Meski semua masih dijalankan secara offline, pelanggan setia terus berdatangan karena cita rasa khas dan pelayanan ramah. Dalam operasional sehari-hari, Daya dibantu dua saudaranya untuk produksi di rumah, serta dua karyawan di lapak. “Alhamdulillah, pendapatan kotor bisa Rp650 ribu per lapak per hari. Setelah dikurangi sewa tempat dan bayar yang bantu masak, bersihnya bisa Rp400 ribuan sehari dari dua lapak,” ujar Daya dengan penuh syukur. Uniknya, semua bahan baku ia beli dari toko sekitar lokasi jualan di Desa Kepuh. “Jadi sekalian bantu tetangga juga. Apa yang ada di sekitar, saya manfaatkan,” imbuhnya. Pada Maret 2025, semangat Daya mendapat suntikan semangat baru dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung berupa pembiayaan modal usaha sebesar Rp3 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki rombong jualan, menambahkan roda agar lebih fleksibel, dan membeli stok bahan serta perlengkapan. Meskipun saat ini usahanya belum memiliki izin resmi, Daya tidak kehilangan mimpi. “Alhamdulillah saya senang sekali bisa mendapatkan bantuan modal usaha dari BAZNAS, saya pengin suatu hari punya beberapa cabang, bisa tambah lapak, tambah karyawan. Biar rejeki makin luas, bisa bantu orang lain juga,” ucapnya penuh semangat. Kisah Daya Iswahyuni bukan sekadar cerita sukses seorang penjual somay. Ia adalah simbol kekuatan perempuan, inspirasi bagi banyak single parent dan pelaku UMKM yang tengah berjuang. Dengan semangat dan ketekunan, ia menyalakan harapan, bukan hanya bagi keluarganya, tapi juga bagi komunitas sekitarnya.
BERITA14/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Literasi Zakat, BAZNAS dan MUI Tulungagung Teken Kerja Sama Strategis
Perkuat Literasi Zakat, BAZNAS dan MUI Tulungagung Teken Kerja Sama Strategis
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung resmi menjalin kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung dalam rangka meningkatkan literasi dan kampanye zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah setempat. Penandatanganan perjanjian ini dilakukan dalam acara Rapat Koordinasi dan Halal Bihalal Pengurus MUI se-Kabupaten Tulungagung yang digelar di Intan Jaya Resto Cafe, Kamis (10/04/25). Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Tulungagung, Ketua MUI Tulungagung beserta jajaran, serta seluruh pimpinan MUI Kecamatan se-Kabupaten Tulungagung. Dalam suasana yang penuh keakraban pasca-Idulfitri, acara ini menjadi momentum sinergi antara lembaga keagamaan dan lembaga pengelola zakat di Kabupaten Tulungagung. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen kesejahteraan umat. “Kami berharap dengan adanya kerja sama ini, literasi zakat, infak, dan sedekah dapat lebih masif, tidak hanya melalui edukasi tetapi juga penguatan dari sisi fatwa. MUI sebagai lembaga yang memiliki otoritas keagamaan sangat penting perannya dalam menyampaikan pesan-pesan syariah kepada masyarakat, terutama ASN dan warga Tulungagung secara luas,” ujarnya. Ketua MUI Kabupaten Tulungagung, KH. Hadi Muhammad Mahfudz, juga menyambut baik perjanjian ini dan menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga dalam membangun kesadaran berzakat. “MUI siap mendukung penuh program literasi ZIS yang digagas BAZNAS. Fatwa-fatwa yang kami keluarkan akan menjadi rujukan dalam pelaksanaan dan kampanye zakat agar masyarakat merasa aman dan yakin dalam menunaikannya,” ungkap KH. Hadi. Isi perjanjian ini meliputi kerja sama dalam penyebaran literasi tentang zakat, infak, dan sedekah beserta landasan fatwanya, serta kampanye masif kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat luas di Tulungagung. Dengan terjalinnya perjanjian ini, diharapkan gerakan zakat di Tulungagung dapat lebih terorganisir, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan dan kurang mampu.
BERITA10/04/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan Bupati Gatut Sunu Salurkan Zakat Fitrah ASN Pemkab Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan Bupati Gatut Sunu Salurkan Zakat Fitrah ASN Pemkab Tulungagung
Tulungagung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menyalurkan zakat fitrah para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Tulungagung pada hari ini, Kamis (27/03/25). Kegiatan ini dilaksanakan secara simbolis di tiga titik, yakni Kantor Kecamatan Ngantru, Kantor Kecamatan Boyolangu, dan Kantor Kecamatan Bandung. Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesra, Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, dan jajaran Prokopim Setda Tulungagung. Penyaluran zakat fitrah ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang kurang mampu. Bupati Gatut Sunu Wibowo berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga penerima di tengah kondisi ekonomi yang menantang terutama dalam momentum menjelang Idul Fitri. "Zakat yang terkumpul dari ASN Pemkab Tulungagung melalui BAZNAS Tulungagung mencapai 45,6 ton beras, dengan total muzakki sebanyak 77.000 orang atau setara 675 juta rupiah. Beras tersebut disalurkan ke seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung melalui relawan BAZNAS di masing-masing kecamatan, dengan setiap penerima mendapatkan 5 kg beras," ujarnya. Selain zakat fitrah, Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S. IP., juga menyampaikan adanya bantuan beasiswa untuk 100 siswa sekolah dasar (SD) dan 60 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dengan total bantuan beasiswa sebesar 200 juta rupiah. Program ini diharapkan dapat mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. "Kita didukung oleh pemerintah, oleh ASN yang berzakat dan bersedekah di BAZNAS kita kembalikan lagi, dan kebetulan yang paling banyak dari dinas pendidikan, kita kembali berupa bantuan beasiswa dengan kriteria tidak mampu, fakir miskin dan prestasi," kata Abdul. Tidak hanya itu, BAZNAS Tulungagung juga memberikan bantuan modal usaha sebesar 1 juta rupiah per orang kepada sejumlah pelaku usaha kecil. Bantuan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro. Melalui kegiatan ini, pemerintah Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. "Kami berpesan kepada bapak ibu yang hadir serta seluruh masyarakat Tulungagung untuk selalu menjaga kerukunan dan mempererat tali silaturahmi menjelang Idul Fitri 1466 H. Mari jadikan momentum Idul Fitri ini sebagai waktu untuk saling memaafkan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT," ujar Bupati Tulungagung. Beliau juga berharap kepada masyarakat Tulungagung dan para ASN khususnya, untuk meningkatkan zakat, sedekah dan infaknya ke BAZNAS Tulungagung. "Harapan kami, kedepannya pengumpulan di BAZNAS ini dapat meningkat sehingga manfaat yang akan didapatkan nanti dapat merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tulungagung," tambahnya.
BERITA28/03/2025 | BAZNAS Tulungagung
Paket Si Fitri untuk Penyandang Disabilitas dan Relawan Penyeberang Jalan
Paket Si Fitri untuk Penyandang Disabilitas dan Relawan Penyeberang Jalan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan menggelar acara pendistribusian paket “Si Fitri” bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 109 paket berisikan sembako dan parcel Hari Raya dibagikan kepada penyandang disabilitas, relawan penyeberang jalan, serta relawan Penjaga Jalur Lintasan (PJL) Kereta Api. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Kamis (27/3/24). Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial dalam rangka menyambut Idulfitri, dengan tujuan membantu meringankan beban masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Khususnya mereka yang berjasa dalam membantu kelancaran lalu lintas dan mobilitas publik. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk dari Dinas Perhubungan, organisasi sosial, serta komunitas relawan di Tulungagung. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa program “Si Fitri” bertujuan untuk memberikan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, terutama mereka yang telah berkontribusi bagi keselamatan masyarakat pengguna jalan,” ujarnya. Paket bantuan yang diberikan terdiri dari sembako seperti beras, minyak goreng, gula, serta parcel berisi makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Salah satu penerima manfaat, Siti Rohmah (45), seorang penjaga palang pintu rel kereta api, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. “Alhamdulillah, ini sangat membantu kami dalam menyambut Lebaran. Terima kasih kepada semua pihak yang peduli,” katanya. Tak hanya memberikan bantuan, acara ini juga menjadi ajang silaturahim dan penghargaan bagi para relawan penyeberang jalan dan PJL yang selama ini telah bekerja keras menjaga keselamatan pengguna jalan. Beberapa dari mereka juga mendapatkan apresiasi khusus atas dedikasi mereka dalam bertugas. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, terutama di momen spesial menjelang Idulfitri. “Semoga program ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” tutup Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung
BERITA26/03/2025 | Humas Tulungagung
David Samson, Dokter Spesialis Teladan Berzakat di BAZNAS Kabupaten Tulungagung
David Samson, Dokter Spesialis Teladan Berzakat di BAZNAS Kabupaten Tulungagung
Tulungagung – Di tengah kesibukannya sebagai seorang dokter spesialis, David Samson, seorang muzaki teladan asal Desa Sobontoro, Kabupaten Tulungagung, terus menunjukkan loyalitas dalam menjalankan kewajiban menuanikan zakat. Setiap tahunnya, David dengan ikhlas membayarkan zakat mal melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung, dengan jumlah yang tidak sedikit, yakni sebesar 80 juta rupiah. David Samson yang berprofesi sebagai dokter spesialis ini telah menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam menjalankan kewajiban menuanikan zakat mal. Menurutnya, zakat merupakan salah satu cara untuk berbagi rezeki dengan sesama, serta meningkatkan kesejahteraan umat. “Sebagai seorang Muslim, saya merasa wajib untuk menunaikan zakat. Ini adalah salah satu cara untuk membersihkan harta dan membantu mereka yang membutuhkan,” ujarnya. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian David terhadap pengelolaan zakat. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak David Samson, yang telah secara rutin membayarkan zakatnya kepada kami. Kontribusi beliau sangat membantu dalam pendistribusian zakat kepada para mustahik, serta dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Tulungagung,” kata Abdul Sebagai muzaki yang mengutamakan keikhlasan dalam berzakat, David berharap bisa menginspirasi lebih banyak orang, terutama di Kabupaten Tulungagung, untuk menunaikan kewajiban zakat. “Zakat itu bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga merupakan sarana untuk saling membantu dan menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi sesama,” tambah David. Dengan contoh keteladanan seperti ini, David Samson memberikan gambaran nyata tentang bagaimana zakat dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat
BERITA26/03/2025 | BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →