WhatsApp Icon
BAZNAS dan MUI Tulungagung Perkuat Sinergi Syiar dan Literasi ZIS

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menjalin silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor MUI Kabupaten Tulungagung, Selasa (8/9/2026), dan dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama pengurus MUI Kabupaten Tulungagung.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk membangun kolaborasi dalam upaya meningkatkan syiar, kajian, dan literasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tengah masyarakat Kabupaten Tulungagung. Dalam sinergi tersebut, MUI Kabupaten Tulungagung akan mengambil peran dalam menyampaikan edukasi dan syiar keagamaan mengenai ZIS kepada masyarakat.

Melalui kegiatan kajian dan literasi, masyarakat diharapkan semakin memahami zakat, infak, dan sedekah, baik dari sisi hukum dan nilai keagamaannya maupun manfaatnya bagi kehidupan sosial. Syiar yang dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat serta memperkuat budaya berbagi melalui infak dan sedekah.

Kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi ZIS di Kabupaten Tulungagung. Dengan adanya edukasi yang disampaikan melalui tokoh dan jaringan keagamaan, pesan tentang pentingnya ZIS diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas serta disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan umat.

Sinergitas antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan MUI Kabupaten Tulungagung diharapkan tidak berhenti pada pertemuan ini, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan dalam memperkuat syiar dan literasi ZIS. Dengan semakin meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat, diharapkan potensi zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung dapat semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kemaslahatan umat.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gandeng KUA Pagerwojo, Dampingi Penyusunan Business Plan 10 Calon Penerima Manfaat PEU

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagerwojo dalam kegiatan pendampingan penyusunan rencana usaha (business plan) bagi calon penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) berbasis KUA. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam mendorong peningkatan taraf ekonomi masyarakat melalui skema pemberdayaan yang terintegrasi dengan layanan keagamaan di tingkat kecamatan.

Kegiatan berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Sebanyak 10 calon penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi umat mengikuti sesi pendampingan tersebut, dengan didampingi langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung dan penyuluh agama Kecamatan Pagerwojo.

Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali materi seputar penyusunan rencana usaha yang matang, mulai dari perencanaan modal, strategi pemasaran, hingga proyeksi keberlanjutan usaha. Pendampingan tersebut dirancang agar para calon penerima manfaat memiliki bekal yang memadai sebelum benar-benar menjalankan usaha yang akan diberikan bantuan modal oleh BAZNAS melalui Program PEU berbasis KUA.

Melalui program ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sinergi antara BAZNAS dan KUA kecamatan diharapkan dapat memperluas jangkauan program serta memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berdampak nyata.

Dengan adanya pendampingan penyusunan business plan ini, diharapkan ekonomi masyarakat penerima manfaat dapat terus meningkat secara bertahap, sekaligus memperkuat peran lembaga keagamaan di tingkat kecamatan sebagai mitra strategis dalam program pemberdayaan ekonomi umat.

07/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Tekankan Komitmen dan Fokus Pendidikan bagi Penerima SKSS 2026

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan pembekalan dan orientasi bagi para penerima Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026, Rabu (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 mahasiswa penerima beasiswa yang hadir bersama orang tua atau wali masing-masing.

Kegiatan pembekalan dan orientasi ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada para penerima manfaat mengenai program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), sekaligus menumbuhkan semangat, tanggung jawab, dan komitmen para mahasiswa dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Melalui program SKSS, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berupaya membuka kesempatan bagi putra-putri dari keluarga yang membutuhkan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Kehadiran orang tua dan wali dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman serta dukungan bersama terhadap perjalanan pendidikan para penerima beasiswa.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi para mahasiswa penerima beasiswa untuk menyadari bahwa mereka merupakan orang-orang terpilih yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program SKSS.

“Kami mengumpulkan semuanya di sini untuk memberitahukan bahwa kalian semua yang berada di sini adalah orang-orang yang terpilih. Ini adalah awal investasi kalian. Karena itu, manfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang telah diberikan ini,” ujar Abdul Wachid.

Ia menambahkan bahwa menempuh pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya bertujuan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan, membentuk pola pikir, serta mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Kuliah itu juga untuk memperluas wawasan panjenengan semua. Maka gunakan masa kuliah ini sebaik mungkin, bukan hanya untuk belajar di dalam kelas, tetapi juga untuk menambah pengalaman dan pengetahuan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, para penerima Beasiswa SKSS juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga komitmen dan fokus selama menempuh pendidikan. Para mahasiswa diharapkan untuk memprioritaskan penyelesaian studi terlebih dahulu dan tidak menikah selama masih menjalani masa penerimaan beasiswa.

Hal tersebut dimaksudkan agar para penerima beasiswa dapat lebih fokus dalam menimba ilmu dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Pernikahan dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga dikhawatirkan dapat membagi perhatian serta fokus mahasiswa, sehingga berpotensi menghambat proses mereka dalam menyelesaikan studi.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Maliki, menekankan pentingnya ilmu sebagai bekal utama dalam meraih keberhasilan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

“Sebagai manusia, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan salah satu kuncinya adalah ilmu. Siapa yang ingin sukses di dunia dan akhirat, maka modal utamanya juga adalah ilmu,” tuturnya.

Melalui kegiatan pembekalan dan orientasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap para penerima Beasiswa SKSS Tahun 2026 dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan ini dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan kesungguhan.

Ke depan, para mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan luas, berkarakter, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.

Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bidang pendidikan, sekaligus mendorong lahirnya generasi penerus yang mampu mengubah masa depan keluarga menuju kehidupan yang lebih baik.

03/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sembako pada Peresmian Jalan Karya Bhakti TNI di Lingkar Waduk Wonorejo

Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepeduliannya melalui aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan pendidikan dan paket sembako kepada masyarakat dalam kegiatan peresmian hasil pembangunan Jalan Rabat Beton Program Karya Bhakti TNI Kodim 0807/Tulungagung. Kegiatan tersebut diresmikan langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., (2/9/26).

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyerahkan bantuan pendidikan kepada 10 pelajar. Sebanyak lima siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) masing-masing menerima bantuan sebesar Rp250.000, sementara lima siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) masing-masing menerima bantuan sebesar Rp300.000. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyalurkan paket sembako kepada 10 orang dhuafa.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk keterlibatan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan bersama berbagai unsur. Sebelumnya, pada kegiatan pembukaan Program Karya Bhakti TNI, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga turut menyalurkan bantuan serupa kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Maliki, yang turut menyerahkan bantuan, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta memastikan manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“BAZNAS Kabupaten Tulungagung merasa senang dapat turut ambil bagian dalam kegiatan Karya Bhakti TNI ini. Selain pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat, kami juga ingin menghadirkan kepedulian melalui bantuan pendidikan dan sembako bagi mereka yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan para penerima,” ujarnya.

Program Karya Bhakti TNI sendiri menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan percepatan pembangunan infrastruktur yang kokoh serta tepat sasaran hingga ke tingkat desa.

Jalan rabat beton yang telah selesai dibangun kini menjadi akses penting bagi mobilitas harian masyarakat Desa Wonorejo. Dengan kondisi jalan yang lebih rapi dan representatif, akses transportasi masyarakat diharapkan semakin lancar, termasuk dalam mendukung aktivitas warga, mempercepat pengangkutan hasil pertanian, serta menggerakkan potensi perekonomian di lingkungan sekitar.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap sinergi dan semangat gotong royong seperti ini dapat terus terjaga. Pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam bidang pendidikan maupun pemenuhan kebutuhan dasar.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat juga dapat turut mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan dan membantu sesama. BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan bersama-sama membangun Tulungagung yang lebih sejahtera.

Salurkan kebaikan Anda melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS

• Rekening Zakat:
BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung

• Rekening Infak dan sedekah:
BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung

02/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung bersama BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan Rp80 Juta untuk Bedah Empat Rumah Warga

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan bedah rumah tidak layak huni kepada masyarakat yang memiliki tempat tinggal kurang layak dan membutuhkan perbaikan. Bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, bantuan tersebut diberikan kepada empat penerima manfaat yang tersebar di Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Sendang.

Masing-masing penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp20.000.000 yang akan digunakan untuk mendukung proses pembangunan dan rehabilitasi rumah hingga menjadi hunian yang lebih layak.

Adapun empat penerima manfaat tersebut adalah Jarni, warga Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir; Khairul Anam, warga Desa Pakisaji, Kecamatan Kalidawir; Jaenal Arifin, warga Desa Dono, Kecamatan Sendang; serta Sumirah, warga Desa Krosok, Kecamatan Sendang.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung kepada para penerima manfaat. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh perangkat desa dan camat setempat sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pelaksanaan program.

Selanjutnya, dana bantuan akan diserahkan kepada pihak desa untuk dikelola dan digunakan dalam proses pembangunan rumah. Pengelolaan tersebut dilakukan hingga proses pembangunan selesai dan rumah dapat menjadi tempat tinggal yang layak bagi masing-masing penerima manfaat.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Koirudin, S.Ag., yang turut mendistribusikan langsung bantuan kepada para penerima manfaat, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

“Bantuan ini merupakan titipan dari umat yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Dana yang diberikan ini berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Oleh karena itu, ini merupakan amanah yang harus kita jaga dan salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Semoga bantuan bedah rumah ini, dapat membantu para mustahik memperoleh tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak. Selain itu, program ini diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian dan gotong royong umat dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

31/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terpencil
BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terpencil
Tulungagung – Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Pemerintah Daerah Tulungagung bersinergi menyalurkan bantuan hewan kurban ke wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Tulungagung. Total sebanyak 27 hewan kurban yang terdiri dari 1 ekor sapi dan 26 ekor kambing telah didistribusikan ke sejumlah titik desa yang selama ini jarang jarang atau bahkan belum pernah merasakan kehadiran hewan kurban saat Iduladha. Program penyaluran ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat di pelosok daerah yang selama ini jarang atau belum merasakan manfaat dari hewan kurban secara langsung. Bantuan tersebut sebagian berasal dari hasil infak para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disalurkan atas nama Bupati Tulungagung melalui BAZNAS, serta dari para mudhohi (pekurban) masyarakat umum yang mempercayakan pelaksanaan kurbannya kepada BAZNAS Tulungagung. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk mewujudkan pemerataan manfaat hewan kurban di seluruh wilayah, termasuk desa-desa yang sulit diakses. “Kami sangat bersyukur atas kepercayaan para OPD dan masyarakat yang telah menyalurkan infak dan kurbannya melalui BAZNAS. Hewan-hewan kurban ini kami salurkan ke desa-desa yang selama ini belum pernah atau sangat jarang mendapatkan bantuan hewan kurban. Harapannya, masyarakat di wilayah terpencil juga bisa merasakan berkah Iduladha,” ujar Abdul Wachid. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, SE., ME., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat solidaritas antarwarga, khususnya untuk masyarakat yang berada di daerah yang jarang mendapatkan distribusi hewan kurban. “Ini adalah bentuk sinergi dan kepedulian nyata antara pemerintah dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi agar semangat berbagi dan gotong royong terus tumbuh, terutama untuk membantu saudara-saudara kita di wilayah terpencil,” ungkap Bupati Gatut Sunu. Lebih lanjut, Bupati Gatut Sunu juga menyampaikan bahwa Pemkab Tulungagung turut menyalurkan hewan kurban ke berbagai masjid di wilayah kabupaten hingga pelosok. “Tahun ini ada 13 sapi yang diserahkan, termasuk satu dari saya yang nantinya diserahkan ke masjid dan ke Partai Gerindra. Untuk masjidnya, ada di Masjid Kalidawir, Pucung, Bandung, Al Munawar Panggungrejo, dan Al Fattah. Harapannya ini bisa meringankan beban masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pelosok,” tambahnya. Adapun beberapa titik lokasi penyaluran hewan kurban melalui BAZNAS Tulungagung antara lain: 1 ekor sapi disalurkan ke PCNU Kabupaten Tulungagung 1 ekor kambing diserahkan ke Yayasan Berkah Mulya Mandiri, Pagerwojo 1 ekor kambing untuk Mushola At Taubah, Desa Picisan 1 ekor kambing untuk Mushola Nurul Huda, Desa Nyawangan 1 ekor kambing untuk Masjid Al Ishlah, Desa Nglurup Dan puluhan kambing lainnya didistribusikan ke berbagai titik desa di wilayah Kabupaten Tulungagung. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS, program kurban tahun ini tidak hanya menyalurkan daging kepada masyarakat, namun juga menguatkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pemerataan manfaat ibadah kurban di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. BAZNAS Tulungagung juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh muzaki (pemberi zakat) dan mudhohi yang telah menunaikan ibadah dan kewajibannya melalui BAZNAS. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala berlipat serta keberkahan yang terus mengalir.
BERITA05/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hidup dengan Stroke, Memulung untuk Sekolah Anak: BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Rutin 900 Ribu Kepada Pak Triman
Hidup dengan Stroke, Memulung untuk Sekolah Anak: BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Rutin 900 Ribu Kepada Pak Triman
Tulungagung - Kisah hidup Triman, warga Dusun Balong, Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, menjadi potret nyata perjuangan seorang ayah di tengah keterbatasan. Mengidap stroke dan kehilangan istri tercinta, Pak Triman kini harus menghidupi dua anaknya seorang diri. Dengan kondisi tubuh yang lemah dan tidak lagi bisa bekerja secara normal, setiap hari Pak Triman memulung sampah di sekitar desanya. Hasil dari memulung itulah yang ia gunakan untuk mencukupi kebutuhan makan dan sekolah anak-anaknya. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap, tidak ada penghasilan rutin, dan tidak mendapatkan dukungan dari keluarga terdekat. Rumahnya yang sederhana dan berlantai tanah menjadi saksi bisu perjuangan hidupnya bersama dua anaknya yang masih sekolah. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan biaya hidup sebesar Rp900.000,- setiap tiga bulan kepada Pak Triman melalui program bantuan biaya hidup fakir miskin. Program ini menyasar warga miskin yang hidup sebatang kara dan tidak memiliki penghasilan tetap. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Semoga BAZNAS selalu diberi kelancaran dan keberkahan,” ungkap Pak Triman saat menerima bantuan. Proses penyaluran dilakukan langsung oleh tim relawan BAZNAS Tulungagung yang mengunjungi kediaman Pak Triman. Salah satu relawan, Novilia Nuriafitri, menyampaikan harapannya agar bantuan ini bukan hanya menjadi penyambung hidup, tapi juga pembuka jalan untuk masa depan yang lebih baik. “Melihat kondisi Pak Triman secara langsung sangat menyentuh hati kami. Bantuan ini memang tidak besar, tapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban beliau. Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masih banyak saudara di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan,” kata Novilia. Melalui bantuan ini, BAZNAS Tulungagung berharap dapat memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat serta mengurangi kesenjangan ekonomi. Harapan serupa juga diungkapkan oleh warga sekitar agar perhatian terhadap kondisi yang sangat memprihatinkan seperti Pak Triman tidak berhenti hanya sampai di sini. BAZNAS Tulungagung juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam membantu sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Uluran tangan dari kita semua sangat berarti bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Mari bersama BAZNAS, kita memberi manfaat yang nyata, sebagaimana yang dirasakan oleh Pak Triman dan para mustahik lainnya. Dengan bantuan ini, harapan hidup Pak Triman dan anak-anaknya bisa terus menyala di tengah keterbatasan.
BERITA04/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hidup seorang diri di bawah jembatan: BAZNAS Jadi Harapan Baru Pak Mudjahidin
Hidup seorang diri di bawah jembatan: BAZNAS Jadi Harapan Baru Pak Mudjahidin
Tulungagung – Di balik hiruk-pikuk kehidupan modern, masih ada kisah pilu yang menggugah nurani. Salah satunya adalah Pak Mudjahidin, warga Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat, yang telah bertahun-tahun hidup seorang diri di bawah kolong jembatan. Mengalami gangguan kejiwaan dan tanpa keluarga inti yang mendampingi. Mudjahidin tak punya pekerjaan dan tak mampu mengurus kebutuhan dirinya secara utuh, ia hanya bertahan dalam keterbatasan dengan mengandalkan naluri untuk sekadar bertahan hidup. Kondisi ini menarik kepedulian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung. Melalui program bantuan biaya hidup, BAZNAS menyalurkan dana sebesar Rp 900.000 yang diberikan secara rutin setiap tiga bulan sekali kepada Pak Mudjahidin. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari dan memberikan sedikit rasa aman bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. “Bantuan ini kami berikan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat rentan, terutama mereka yang mengalami gangguan mental dan tidak memiliki dukungan keluarga. Semoga dengan bantuan ini, Pak Mudjahidin bisa menjalani hari-harinya dengan sedikit lebih layak,” ujar Lisnawaroh, staff pendistribusian BAZNAS Tulungagung. Penyaluran bantuan ini turut melibatkan mahasiswa binaan BAZNAS Tulungagung, Izza Pitriana, yang turut mendistribusikan langsung bantuan kepada Pak Mudjahidin. “Melihat langsung kondisi Pak Mudjahidin membuat saya semakin bersyukur dan termotivasi untuk terus terlibat dalam kegiatan sosial. Bantuan ini mungkin terlihat kecil, tapi bagi beliau sangat berarti. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal kehadiran dan perhatian. Ini pengalaman yang sangat membuka mata dan hati saya,” tutur Izza penuh empati. Pak Umar, salah satu kerabat dekat Pak Mudjahidin, turut mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Beliau sudah lama tinggal di bawah jembatan. Kami keluarga sebenarnya ingin membantu, tapi dengan keterbatasan kami, sulit sekali. Alhamdulillah ada bantuan dari BAZNAS, ini sangat membantu untuk kebutuhan harian beliau,” ujarnya. Pak Umar juga berharap kedepan ada tindak lanjut berupa pendampingan medis atau program social yang bisa membantu proses pemulihan Pak Mudjahidin serta memberikan lingkungan yang lebih layak dan aman baginya. Kisah Pak Mudjahidin menggambarkan wajah lain kehidupan yang sering luput dari perhatian. Ia adalah salah satu dari sekian banyak individu yang berjuang sendiri dalam senyap. Bantuan dari BAZNAS tidak hanya memberikan kebutuhan fisik, tetapi juga menguatkan pesan bahwa masih ada tangan-tangan peduli yang hadir untuk mereka yang terlupakan. Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih manusiawi bagi mereka yang paling membutuhkan.
BERITA03/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Pinjaman Tanpa Bunga dan tanpa jaminan: BAZNAS Dorong Inovasi Getuk Crispy Bu Diyah Tembus Pasar Modern
Pinjaman Tanpa Bunga dan tanpa jaminan: BAZNAS Dorong Inovasi Getuk Crispy Bu Diyah Tembus Pasar Modern
Tulungagung – Inovasi kuliner unik kembali lahir dari tangan kreatif warga Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman. Diyah Ayu Kurniawati (31), ibu rumah tangga yang sukses menciptakan Getuk Crispy, kuliner tradisional yang berbeda dari biasanya: Getuk Crispy berbentuk bola-bola kecil yang renyah dan menggoda. Usaha yang dirintis sejak awal 2024 ini lahir dari keinginan produksi jajan dengan modal kecil, dan kecintaan Diyah terhadap jajanan tradisional. Namun, alih-alih menyajikan getuk dalam bentuk biasa, Diyah memilih mengemasnya dalam bentuk bola kecil yang digoreng garing siap santap dan tersedia juga versi frozen untuk versi mentah. Bentuk unik ini menjadi daya tarik utama, membedakan produknya dari getuk goreng pada umumnya. Namun, di balik kelezatan produknya, ada kisah inspiratif tentang perjuangan dan dukungan sosial yang jarang terdengar: usaha ini berkembang berkat bantuan pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Pada Maret 2025, Diyah menerima dana sebesar Rp1.500.000 dari BMD untuk pembelian bahan baku dan peningkatan kemasan. Dana ini tanpa jaminan dan tidak dibebankan bunga, sehingga sepenuhnya difokuskan untuk membantu pelaku usaha kecil berkembang tanpa beban finansial. “Program kami memang dirancang untuk memberdayakan ekonomi umat secara berkelanjutan. Bantuan ini bukan sekadar modal, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap pelaku usaha kecil agar mereka bisa mandiri dan naik kelas,” ujar Imam Suyudi, Manajer BMD Tulungagung. Berkat suntikan dana tersebut, Diyah mampu meningkatkan kualitas kemasan produknya dan menjaga stabilitas produksi yang semula bermodal kecil. Kini, ia rutin memproduksi getuk crispy sebanyak tiga kali seminggu, dengan kebutuhan bahan baku ketela mencapai 10–14 kg per sesi produksi. Omzet mingguan mencapai Rp1.050.000, dengan pendapatan bersih sekitar 50 persen dari total omzet. Produk dijual seharga Rp12.000 per pak untuk versi mentah dan Rp14.000 untuk versi matang. Tak hanya memproduksi getuk saja, Diyah juga memproduksi risol. Ia juga menerima pesanan besar untuk acara hajatan serta melayani penjualan online melalui Facebook, WhatsApp, dan layanan antar (delivery order). “Ke depan, saya ingin bisa meng-upgrade kemasan dengan desain yang lebih menarik agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Diyah penuh semangat. Dengan inovasi yang terus dikembangkan dan dukungan nyata dari BMD, Getuk Crispy Diyah Ayu menjadi bukti bahwa sentuhan tradisional dan teknologi modern dapat berpadu menciptakan peluang ekonomi baru tanpa harus terjebak dalam jerat utang atau bunga pinjaman.
BERITA02/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gandeng Pemkab dan Fatayat NU Salurkan Bantuan Ekonomi Rp 20 Juta
BAZNAS Tulungagung Gandeng Pemkab dan Fatayat NU Salurkan Bantuan Ekonomi Rp 20 Juta
Tulungagung – Semangat kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, dan Fatayat NU membuahkan hasil nyata dalam bentuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam momen pelantikan Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Tulungagung, Selasa (27/5/25), dilakukan penyaluran bantuan secara simbolis kepada dua kelompok usaha yang diwakilkan oleh 2 penerima manfaat dari program Z Mart, senilai total Rp 20.000.000,-. Program Z Mart merupakan inisiatif pemberdayaan kelompok usaha mikro yang diharapkan menjadi roda penggerak ekonomi keluarga, khususnya di kalangan perempuan muda. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP, dan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, SE., ME., serta disaksikan langsung oleh Ketua Fatayat NU Tulungagung yang baru dilantik, Alik Mudrikah, M. Pd., beserta jajaran pengurus Fatayat NU se-Kabupaten Tulungagung. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. “Program Z Mart bukan sekadar bantuan, tapi langkah strategis untuk menciptakan perempuan-perempuan tangguh dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, SE., ME., mengapresiasi langkah kolaboratif ini sebagai upaya konkret dalam membangun ketahanan ekonomi lokal. “Pemerintah daerah menyambut baik program ini. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan, terlebih yang menyasar perempuan sebagai motor penggeraknya,” ungkapnya. Ketua Fatayat NU Tulungagung yang baru dilantik, Alik Mudrikah, M. Pd., juga menyampaikan optimismenya. “Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kader Fatayat untuk terus bergerak, berdaya, dan menjadi bagian dari solusi ekonomi umat. Kami siap berperan aktif sebagai mitra pemberdayaan,” tuturnya. Dua penerima manfaat yang mewakili kelompok usaha Z Mart tampak haru saat menerima bantuan secara simbolis. Ke depan, program ini akan terus dikembangkan dan diperluas agar semakin banyak kelompok usaha perempuan yang terbantu dan berkembang menuju kemandirian ekonomi.
BERITA28/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Meriah dan Penuh Warna! BAZNAS Tulungagung Berikan Santunan Anak Yatim dan Bantuan Permodalan UMKM dalam Pesta Rakyat di Titik Nol Kilometer
Meriah dan Penuh Warna! BAZNAS Tulungagung Berikan Santunan Anak Yatim dan Bantuan Permodalan UMKM dalam Pesta Rakyat di Titik Nol Kilometer
Tulungagung - Suasana Titik Nol Kilometer Tulungagung berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (25/05/25), dalam gelaran Pesta Rakyat UMKM yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Kemeriahan acara ini tidak hanya menampilkan ragam produk UMKM, namun juga menyatukan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Acara ini menjadi sorotan publik karena berhasil menyatukan ribuan warga Tulungagung dalam suasana penuh semangat dan harapan baru bagi kemajuan ekonomi lokal. Sejumlah pejabat penting turut hadir, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta anggota DPRD Tulungagung yang turun langsung menyapa masyarakat dan pelaku UMKM. Salah satu elemen penting yang mewarnai acara ini adalah kehadiran BAZNAS Tulungagung, yang turut menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan santunan kepada 10 anak yatim. Santunan ini menjadi simbol perhatian terhadap kaum dhuafa, di tengah gemerlap acara rakyat. Tak hanya itu, BAZNAS Tulungagung juga turut memberikan bantuan permodalan kepada para pelaku UMKM, yang jumlah keseluruhannya mencapai sekitar 600 pedagang. Hampir semua pelaku UMKM yang hadir mendapat dukungan permodalan dengan nominal antara Rp1 juta hingga Rp3 juta per orang, sebagai bentuk komitmen BAZNAS dalam mendukung pertumbuhan ekonomi mikro dan pemberdayaan masyarakat secara langsung. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid menyampaikan bahwa dukungan terhadap pelaku UMKM merupakan bagian dari misi strategis BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. “Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tapi berkembang. Maka dari itu, hampir semua pedagang yang berjumlah sekitar 600 orang kami bantu dengan permodalan. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menyukseskan agenda Pemkab Tulungagung sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkapnya. Selain mendukung Pesta Rakyat UMKM, kegiatan pemberdayaan UMKM ini juga berlanjut setiap minggunya melalui program Car Free Day (CFD) yang digelar di lokasi yang sama. Dalam setiap pelaksanaan CFD, BAZNAS Tulungagung juga mengedarkan kotak sedekah, dan hasilnya cukup menggembirakan, rata-rata sedekah yang terkumpul mencapai Rp1,3 juta setiap minggunya. Dana ini kemudian digunakan kembali untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menyampaikan optimismenya terhadap dampak positif dari kegiatan ini. “Pesta Rakyat UMKM dapat menjadi ikon baru kebangkitan ekonomi lokal. Kami juga berharap, melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM dapat memperluas jejaring usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta mengenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas,” ujar Bupati yang juga dikenal sebagai pemilik Romo Wijoyo Group. Ia menambahkan, “Kami harap kegiatan ini menjadi ikon ekonomi Tulungagung dan mampu mendorong pembangunan serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.” Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat, Pesta Rakyat UMKM menjadi lebih dari sekadar ajang promosi produk, melainkan simbol gotong royong, harapan baru, dan langkah nyata menuju ekonomi lokal yang lebih kuat dan inklusif.
BERITA26/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Kabupaten Tulungagung Salurkan Bantuan Modal Usaha dan Kambing di Desa Gesikan
BAZNAS Kabupaten Tulungagung Salurkan Bantuan Modal Usaha dan Kambing di Desa Gesikan
Tulungagung - Bertepatan dalam momentum menjelang Hari Raya Idul Adha, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan ekonomi produktif kepada warga Desa Gesikan, Kecamatan Pakel (22/05/25). Bantuan yang disalurkan berupa modal usaha dan ternak kambing, sebagai upaya mendukung kemandirian masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi di momen hari besar Islam tersebut. Sebanyak lima warga mendapatkan bantuan modal usaha dengan total nilai sebesar Rp 5.000.000,-, yang ditujukan untuk mengembangkan usaha kecil mereka. Sementara itu, satu kelompok ternak yang terdiri dari dua anggota menerima delapan ekor kambing gibas senilai total Rp 7.000.000,-. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menuturkan bahwa program ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memiliki makna spiritual yang kuat di tengah persiapan umat Muslim menyambut Idul Adha. “Penyaluran bantuan ini bertepatan dengan momen menjelang Idul Adha, di mana semangat untuk saling membantu dan berbagi semakin tinggi. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat kecil juga bisa merasakan manfaat zakat secara langsung,” ujar Abdul Wachid. Salah satu penerima bantuan kambing, Mugito, mengungkapkan rasa syukurnya dan berharap bantuan tersebut menjadi awal perubahan ekonomi bagi keluarganya. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. InsyaAllah akan saya pelihara sebaik mungkin agar bisa berkembang dan bermanfaat ke depannya,” tutur Mugito. Penyaluran bantuan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup penerima serta memperkuat rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat Desa Gesikan.
BERITA23/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Pak Suharto, Penyandang Disabilitas Fisik yang Mendapat Uluran bantuan dari BAZNAS Tulungagung
Pak Suharto, Penyandang Disabilitas Fisik yang Mendapat Uluran bantuan dari BAZNAS Tulungagung
Tulungagung - Di balik kehidupan sederhana di Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, tersimpan kisah menyentuh dari Pak Suharto, seorang penyandang disabilitas fisik (tuna daksa) yang kini mendapatkan harapan baru berkat program bantuan biaya hidup dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pak Suharto, yang selama ini hidup dengan keterbatasan fisik, menerima bantuan rutin sebesar Rp900.000 setiap tiga bulan dari BAZNAS Tulungagung. Bantuan ini menjadi penopang penting dalam keberlangsungan hidupnya, mengingat keterbatasan fisiknya membuatnya sulit bekerja sebagaimana orang lain. “Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS sangat membantu. Anak saya juga terus berjuang agar kami bisa makan dan hidup layak setiap hari,” ungkap Pak Suharto dengan mata berkaca-kaca dengan penuh rasa syukur. BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan ini sebagai bagian dari program kesejahteraan sosial yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu, khususnya penyandang disabilitas dan lansia yang hidup di pelosok daerah. Program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tapi juga menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat. Izza Pitriana, salah satu mahasiswa program SKSS BAZNAS Tulungagung yang menyalurkan bantuan secara langsung kepada Pak Suharto, mengungkapkan rasa harunya. “Melihat senyum dan rasa syukur dari Pak Suharto saat menerima bantuan, membuat saya terharu dan yakin bahwa bantuan yang telah diterimanya ini sangat berarti. Ini bukan hanya soal uang, tapi juga bentuk perhatian dan dukungan moral bagi mereka yang sedang berjuang dalam hidupnya,” ujar Izza. Pak Suharto tinggal bersama anak laki-lakinya yang kini menjadi tulang punggung keluarga. Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga ini tetap kuat dan penuh semangat. Pak Suharto pun tetap menjadi figur penting dalam keluarga, memberi nasihat dan semangat bagi anaknya. Kisah Pak Suharto bukan hanya cerita tentang penerima bantuan, tapi juga tentang kekuatan tekad, syukur, dan solidaritas keluarga. Bantuan rutin dari BAZNAS sebesar Rp900.000 setiap tiga bulan bukan hanya angka, melainkan simbol harapan dan wujud nyata kepedulian. Semoga langkah-langkah seperti ini terus menginspirasi banyak pihak untuk berbagi dan peduli, serta menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan, selalu ada kekuatan yang luar biasa.
BERITA22/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Didorong Dana BAZNAS, Mie Ayam Pangsit Super Kauman Siap Menjajah Dunia Online
Didorong Dana BAZNAS, Mie Ayam Pangsit Super Kauman Siap Menjajah Dunia Online
Tulungagung - Dari gerobak sederhana di sudut Pasar Kliwon Desa Kauman, kini “Mie Ayam Pangsit Super” menjelma menjadi ikon kuliner lokal yang tetap eksis selama lebih dari empat dekade. Namun siapa sangka, salah satu dorongan terbesar dalam kelanjutan usaha ini datang dari bantuan pembiayaan BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Pemilik usaha, M. Ali Ghufron (55), telah meracik mie ayam sejak 1980. Bersama istri dan anaknya, ia membuka lapak sederhana setiap sore hingga malam di Jl. Hasyim Ashari no. 74. Dengan harga terjangkau mulai Rp6.000, ia mampu menarik pelanggan dari berbagai penjuru, bahkan dari luar kota karena letak lapaknya yang strategis. Meski dikenal luas dan memiliki pelanggan loyal, perjalanan usaha Ghufron bukan tanpa tantangan. Salah satu hambatan yang kerap dihadapinya adalah fluktuasi harga bahan pokok. “Mentimun saja sekarang bisa sampai Rp15 ribu per kilo. Padahal itu pelengkap penting buat sajian saya,” ungkapnya. Momentum perubahan datang pada Maret 2025, ketika Ghufron menerima bantuan pembiayaan sebesar Rp3 juta dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Dana ini langsung digunakan untuk membeli peralatan penting seperti kompor jos, dandang baru, dan menambah stok bahan baku. Hasilnya, kualitas dan kapasitas produksi meningkat secara signifikan. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Sekarang saya bisa melayani lebih banyak pelanggan dengan lebih cepat,” ujar Ghufron. Dengan omzet harian sekitar Rp1,2 juta dan pendapatan bersih mencapai Rp500.000, Ghufron kini mulai merancang langkah besar berikutnya: membuka cabang baru dan merambah layanan pesan antar digital seperti GrabFood. Ia yakin, dengan dukungan yang tepat dan tekad kuat, usahanya bisa terus naik kelas. Kisah sukses Ghufron adalah bukti nyata bahwa intervensi tepat sasaran dari lembaga seperti BAZNAS dapat mendorong UMKM lokal untuk bertahan dan berkembang, bahkan di tengah tekanan ekonomi yang tidak menentu.
BERITA22/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Program, BAZNAS Kabupaten Blitar Gelar Silaturahmi ke BAZNAS Kabupaten Tulungagung
Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Program, BAZNAS Kabupaten Blitar Gelar Silaturahmi ke BAZNAS Kabupaten Tulungagung
Tulungagung - Dalam rangka memperkuat sinergi antar lembaga dan meningkatkan kualitas program kerja, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blitar melakukan silaturahmi ke BAZNAS Kabupaten Tulungagung (20/05/25). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat kolaborasi antar lembaga zakat daerah. Rombongan BAZNAS Kabupaten Blitar yang terdiri dari jajaran pimpinan dan staf, dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, disambut hangat oleh Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung beserta seluruh jajaran. Kunjungan silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya strategis BAZNAS Kabupaten Blitar untuk memperkuat efektivitas dan efisiensi pengelolaan zakat, khususnya dalam hal penghimpunan, pelayanan, serta pentasyarufan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Fokus utama dari kunjungan ini adalah untuk mempelajari lebih dalam praktik dan strategi pentasyarufan dana zakat yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Beberapa program unggulan yang menjadi perhatian di antaranya adalah program Zakat Community Development (ZCD). ZCD merupakan program pemberdayaan masyarakat di desa tertentu/pelaku usaha tertentu untuk mengembangkan potensi masyarakat melalui industri kreatif yang menghasilkan produk unggulan, mustahik akan dibina melalui pelatihan keterampilan, serta pendampingan berkelanjutan agar dapat mandiri secara ekonomi. Beberapa program ZCD unggulan BAZNAS Tulungagung yaitu Z Mie Gaess, Z Pentol Gaess, Z Chicken, Z Coffee dan Z Ro. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S. IP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini. Ia berharap sinergi antar-BAZNAS semakin kuat dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak. “Kami menyambut baik kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Blitar. Ini adalah wujud semangat kolaborasi yang harus terus dijaga. Kami siap berbagi pengalaman dan praktik terbaik, khususnya dalam program-program pemberdayaan ekonomi yang telah kami jalankan. Semoga kunjungan ini membawa inspirasi dan manfaat bagi kedua pihak,” ujar Wachid. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Blitar, Achmad Lazim, SE. MM., menyampaikan harapannya agar hasil kunjungan ini dapat diimplementasikan dalam program-program BAZNAS Blitar ke depan. “Kami sangat terkesan dengan inovasi program yang dilakukan BAZNAS Tulungagung, terutama program ZCD yang mampu menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang nyata. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang kami peroleh hari ini dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan program di BAZNAS Blitar, agar lebih menyentuh dan memberdayakan mustahik,” tutur Achmad Lazim. Melalui kunjungan ini, diharapkan kedua BAZNAS dapat saling belajar, bertukar inspirasi, serta memperkuat jaringan kerja sama demi kemaslahatan umat. Semoga hasil dari kunjungan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan menginspirasi pelaksanaan program-program yang lebih efektif di masa mendatang. BAZNAS sebagai lembaga negara nonstruktural terus berkomitmen menjadi pengelola zakat yang amanah dan profesional dalam menyejahterakan umat.
BERITA21/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Modal Cuma Niat dan Doa? Tidak! Shaky Fried Chicken Melejit Berkat Dana Syariah dari BAZNAS
Modal Cuma Niat dan Doa? Tidak! Shaky Fried Chicken Melejit Berkat Dana Syariah dari BAZNAS
Tulungagung – Ketika banyak pelaku usaha kecil terbentur keterbatasan modal, bantuan pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung menjadi penyelamat bagi mereka yang bertekad maju. Salah satu kisah sukses datang dari Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, yang memperlihatkan bagaimana dukungan keuangan yang tepat bisa menjadi titik balik perubahan hidup. Sulistyorini (37), ibu rumah tangga yang sejak 2016 merintis usaha kuliner "Shaky" Fried Chicken. Dengan bermodal semangat dan resep andalan, ia menyajikan aneka olahan ayam goreng dari ceker hingga ayam geprek yang digemari warga sekitar. Meski menjalankan usahanya sendiri, Sulistyorini mampu menjaga omset harian yang stabil, mencapai Rp 800.000 hingga Rp 900.000, dengan keuntungan bersih sekitar Rp 150.000 - Rp 200.000 per hari. Namun, keterbatasan modal kerap menjadi penghambat saat Sulistyorini ingin memperluas usahanya. Kabar baik datang pada April 2025, ketika ia berhasil memperoleh pinjaman modal usaha sebesar Rp 2.200.000 dari BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung. Istimewanya, pinjaman ini tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebuah skema yang sangat langka dan sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM seperti dirinya. “Pinjaman dari BAZNAS Microfinance ini sangat bermanfaat untuk menambah modal usaha yang sedang saya jalankan. Dengan tambahan modal ini, saya bisa menambah stok bahan baku dan saat ini sedang merintis di dua tempat lain sekaligus,” ujar Sulistyorini dengan penuh semangat. Dana dari BMD langsung dimanfaatkan Sulistyorini untuk meningkatkan kapasitas produksi dan membuka dua lokasi penjualan baru, sebuah langkah besar yang sebelumnya hanya bisa ia impikan. Kisahnya membuktikan bahwa akses ke pembiayaan syariah yang adil dan ramah terhadap pelaku usaha kecil bisa menciptakan perubahan nyata. Program pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) ini dirancang khusus untuk mendorong kemajuan ekonomi umat melalui skema yang tidak memberatkan, tanpa bunga, tanpa agunan, dan berbasis kepercayaan. Pendekatan ini memberi ruang bagi masyarakat kecil untuk tumbuh secara mandiri, bermartabat, dan berkelanjutan. Kisah "Shaky" Fried Chicken bukan hanya tentang makanan lezat, tetapi juga tentang semangat pantang menyerah dan pentingnya keberpihakan pada pelaku usaha mikro. Dengan sentuhan dukungan dari BMD, Sulistyorini kini lebih optimis menatap masa depan usahanya. Semoga kisah inspiratif ini menjadi pengingat bahwa dengan tekad dan bantuan yang tepat, setiap usaha kecil memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi inspirasi bagi yang lain.
BERITA14/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Lumpuh Setelah Kecelakaan, Totok dapat Uluran Tangan dari BAZNAS untuk Bertahan Hidup
Lumpuh Setelah Kecelakaan, Totok dapat Uluran Tangan dari BAZNAS untuk Bertahan Hidup
Tulungagung – Uluran tangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali membawa harapan bagi warga miskin yang hidup dalam keterbatasan. Melalui program bantuan biaya hidup rutin sebesar Rp900.000 tiap tiga bulan, BAZNAS terus menunjukkan komitmennya dalam membantu fakir miskin sebatang kara yang benar-benar membutuhkan. Salah satu penerima manfaat adalah Totok, warga Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan. Pria berusia 30 tahun ini harus berhenti bekerja setelah mengalami kecelakaan saat menjadi kernet truk pasir. Sudah lebih dari satu tahun empat bulan ia hanya bisa terbaring lemah di rumah. Tanpa penghasilan dan keluarga inti, Totok kini hanya mengandalkan bantuan dari kakak kandung dan keponakannya. Menjawab kondisi seperti ini, BAZNAS Tulungagung hadir dengan program bantuan biaya hidup yang disalurkan secara rutin setiap tiga bulan, guna meringankan beban ekonomi fakir miskin seperti Totok. Bantuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari seperti makanan, perawatan, dan keperluan pengobatan. “Kami merasa sangat terbantu. Dengan adanya bantuan ini, beban kami terasa lebih ringan. Semoga BAZNAS terus diberikan keberkahan agar bisa membantu lebih banyak orang,” ungkap Nurhadi, keponakan Totok, penuh rasa syukur. Program ini menyasar warga miskin yang hidup sendiri, tidak memiliki penghasilan tetap, dan dalam kondisi rentan. Totok menjadi contoh nyata dari kelompok masyarakat yang sangat membutuhkan perhatian, dan kehadiran BAZNAS menjadi penyambung harapan di tengah kesulitan hidupnya. Kepala Desa Rejotangan juga mengapresiasi langkah BAZNAS. “Program ini sangat tepat sasaran. Semoga ke depan lebih banyak warga kami yang bisa terbantu,” ujarnya. Dengan tubuh yang semakin lemah dan kondisi rumah yang sederhana, Totok menjalani hari-harinya dengan penuh kesabaran. Bantuan dari BAZNAS ini bukan hanya menyambung kehidupan, tapi juga menjadi penanda bahwa masih banyak tangan-tangan peduli di sekitar mereka. Melalui program bantuan biaya hidup ini, BAZNAS Tulungagung berharap dapat menciptakan kehidupan yang lebih layak bagi fakir miskin sebatang kara di wilayahnya. Masyarakat juga diajak untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak warga yang terbantu. “Semoga bantuan ini terus berlanjut, dan semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” tutur Totok dengan penuh harap.
BERITA09/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dibantu Pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa, Warung Bu Mamik di Tulungagung Terus Tumbuh dan Menggeliat
Dibantu Pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa, Warung Bu Mamik di Tulungagung Terus Tumbuh dan Menggeliat
Tulungagung – Di sudut Desa Mangunsari yang tenang, aroma gurih bakso dan mie ayam mengepul dari dapur kecil Warung Bu Mamik. Setiap hari, warga setempat berbondong-bondong mampir, tak hanya untuk mengisi perut, tetapi juga merasakan kehangatan khas masakan rumahan yang tak lekang oleh waktu. Namun di balik sedapnya cita rasa itu, tersimpan kisah perjuangan dan ketekunan. Sumamik Purnawati (46), sang pemilik warung, tak pernah menyangka usaha yang ia rintis sejak akhir 2023 dengan modal pas-pasan ini akan tumbuh menjadi sumber penghidupan yang stabil. Di tengah keterbatasan promosi karena belum akrab dengan dunia digital, Bu Mamik hanya mengandalkan kekuatan mulut ke mulut. Tapi satu hal yang ia pegang teguh: rasa harus tetap juara. Dan itu terbukti, pelanggan terus berdatangan. Titik balik datang pada Maret 2025. Saat semangatnya mulai diuji oleh kebutuhan modal harian yang terus menekan, tangan pertolongan hadir dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Bantuan pembiayaan sebesar Rp2 juta tanpa bunga ia terima, bukan sekadar sebagai dana, tapi juga sebagai suntikan harapan. “Saya pakai untuk beli daging, ayam, bumbu-bumbu. Alhamdulillah, sekarang bisa lebih tenang. Modal lancar, pembeli juga tambah ramai,” tutur Bu Mamik dengan mata berbinar. Dengan omzet harian mencapai Rp300.000 dan penghasilan bersih sekitar Rp200.000, usaha ini kini terus berjalan stabil. Belanja rutin ke Pasar Ngemplak setiap dua hari sekali dan menjaga kesegaran bahan adalah bagian dari disiplin yang ia bangun sendiri. Bu Mamik punya mimpi: suatu hari nanti ia ingin punya gerobak keliling dan pendapatan semakin meningkat. Dan semua itu, dimulai dari langkah kecil dan kepercayaan yang diberikan BMD Tulungagung. Program microfinance dari BAZNAS ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari dukungan yang tepat sasaran. Tidak hanya memberikan modal, BMD hadir sebagai mitra tumbuh bagi para pelaku usaha kecil seperti Bu Mamik. Mereka yang bekerja dengan hati, dan hanya butuh satu kesempatan untuk berkembang.
BERITA08/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sinergi BAZNAS, Pemerintah, dan Kampus untuk Wujudkan UMKM Mandiri dan Berkelanjutan
Sinergi BAZNAS, Pemerintah, dan Kampus untuk Wujudkan UMKM Mandiri dan Berkelanjutan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi penting dalam rangka menindaklanjuti program pemberdayaan UMKM binaan, Rabu (7/5/2025). Rapat ini bertujuan untuk menyusun strategi kolaboratif dalam membangun kemandirian pelaku UMKM melalui pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya sebatas bantuan modal usaha. Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur strategis, termasuk Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra), perwakilan dari lima kampus besar di Tulungagung yakni UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Universitas Tulungagung, Universitas Bhineka, STAI Diponegoro, dan STAI Muhammadiyah, serta perwakilan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Bappeda, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dalam rapat ini, BAZNAS menegaskan perannya sebagai fasilitator permodalan awal berbasis zakat, serta melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Sementara itu, OPD terkait akan memperkuat dengan program pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas usaha. Perguruan tinggi juga diposisikan sebagai mitra strategis yang akan terlibat dalam pendampingan, riset, hingga pengabdian masyarakat. Mahasiswa dari berbagai jurusan akan diarahkan untuk KKN di Kampung Zakat, serta melakukan magang dan PPL langsung di lingkungan BAZNAS. Berbagai bentuk pelatihan yang akan diberikan meliputi digital marketing, desain produk, manajemen keuangan, pengemasan produk, hingga perizinan dan legalitas usaha. Tujuannya adalah memberikan bekal keterampilan praktis yang dibutuhkan pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk digital. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, menegaskan pentingnya kerja sama ini agar pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada tahap bantuan awal. “Kami ingin agar UMKM di Tulungagung benar-benar berdaya. Tidak cukup hanya dengan memberi modal, tapi juga harus ada pelatihan, pendampingan, monitoring hingga evaluasi. Inilah bentuk ikhtiar kami bersama mitra untuk menciptakan UMKM yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya. Senada dengan itu, Abdul Wachid menambahkan bahwa program ini sebagai bentuk kolaborasi strategis yang saling menguatkan. “Kita menyatukan kekuatan. BAZNAS dengan modal zakatnya, pemerintah dengan program pemberdayaannya, dan kampus dengan kekuatan SDM dan akademiknya. Semua ini kita desain agar UMKM tidak berjalan sendiri, tetapi didampingi hingga bisa tumbuh dan berkembang secara profesional,” tambah Abdul. Kabag Kesra Kabupaten Tulungagung, M. Makrus Manan, menyambut baik inisiatif kolaboratif ini dan menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung. “Program pemberdayaan seperti ini harus terus kita dorong bersama. Kegiatan BAZNAS yang tidak hanya berhenti di bantuan, tetapi juga masuk ke ranah pendampingan, pelatihan, hingga kemitraan, itu patut diapresiasi. Pemerintah Kabupaten Tulungagung tentu akan mendukung penuh agar UMKM kita bisa naik kelas dan berdaya saing,” ungkapnya. Perwakilan dari STAI Muhammadiyah Tulungagung yang turut hadir dalam rapat menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya yang dilakukan BAZNAS. “BAZNAS Tulungagung itu luar biasa. Sudah memberikan bantuan modal usaha bahkan tanpa bunga dan tanpa jaminan. Itu luar biasa bagi kami. Bahkan sampai memikirkan ke pemberdayaannya sekaligus. Kami siap membantu untuk bekerja sama dengan BAZNAS,” ujar Mei Santi. Sementara itu, perwakilan dari Universitas Tulungagung (UNITA), Lona Chinsia menyatakan kesiapan untuk memperluas kolaborasi yang telah berjalan. “Kami selama ini sudah melakukan pelatihan, pendampingan, pemasaran, dan membantu legalitas usaha kepada mahasiswa-mahasiswa kami dan beberapa UMKM binaan. Semoga nantinya bisa berkolaborasi lebih luas lagi,” ungkapnya. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah, dan dunia pendidikan ini diharapkan dapat menjadi model kolaboratif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dari bawah. Dengan pendekatan yang menyeluruh mulai dari bantuan modal, pelatihan, hingga pendampingan berkelanjutan untuk UMKM di Kabupaten Tulungagung diharapkan mampu naik kelas dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Tanpa Bunga dan Jaminan, BAZNAS Microfinance Desa Dongkrak Usaha Es Tebu “Gerdu” di Tulungagung
Tanpa Bunga dan Jaminan, BAZNAS Microfinance Desa Dongkrak Usaha Es Tebu “Gerdu” di Tulungagung
Tulungagung – Dukungan terhadap pelaku usaha mikro di desa-desa terus diwujudkan melalui program pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Dengan skema pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan, BMD menjadi solusi nyata bagi masyarakat desa yang ingin mengembangkan usaha kecil mereka. Salah satu kisah suksesnya datang dari Nurhayati (39), pelaku usaha Es Tebu “Gerdu” asal Desa Macanbang, Kecamatan Gondang, Tulungagung. Sejak tahun 2009, Nurhayati konsisten menjalankan usahanya menjual es tebu segar yang ia jajakan di depan pos kamling dekat perempatan jalan desa, lokasi yang strategis dan ramai dilalui warga. Tak hanya es tebu, ia juga menawarkan gorengan dan kacang sebagai pelengkap. Harga jual yang terjangkau, mulai dari Rp2.500 hingga Rp12.000 per botol, membuat produk Nurhayati digemari banyak pelanggan, khususnya petani dan masyarakat sekitar. Namun, keterbatasan modal sempat menjadi tantangan bagi Nurhayati. Kondisi alat yang mulai usang dan keterbatasan stok bahan baku menghambat produktivitas. Titik terang datang pada April 2025, ketika ia mendapat bantuan pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa sebesar Rp2.500.000, tanpa bunga dan tanpa syarat jaminan. “Pinjaman ini sangat membantu usaha saya. Mesin bisa diperbaiki, stok tebu aman, dan saya bisa membeli perlengkapan tambahan seperti gelas dan termos. Yang paling melegakan, saya tidak harus memikirkan bunga atau jaminan seperti di tempat lain,” ungkap Nurhayati penuh syukur. Berbekal dana tersebut, Nurhayati memperbaiki mesin penggiling tebu, membeli bahan baku, hingga menyervis mesin diesel yang menjadi penggerak utama usahanya. Saat ini, omzet hariannya mencapai sekitar Rp200.000, dengan pendapatan bersih sekitar 50 persen dari total penjualan. Ia juga mulai menerima pesanan dalam jumlah besar dari pelanggan tetap, menunjukkan bahwa skala usahanya perlahan meningkat. Manager BMD Kabupaten Tulungagung, Imam Suyudi, menjelaskan bahwa program pembiayaan ini dirancang untuk menjangkau pelaku usaha kecil yang seringkali tidak tersentuh lembaga keuangan formal. “Kami melihat banyak usaha potensial di desa yang hanya butuh sedikit dorongan modal untuk tumbuh. Melalui pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan ini, kami ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang adil dan memberdayakan, bukan membebani. Bu Nurhayati adalah salah satu contoh nyata keberhasilannya,” ujar Imam. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Microfinance Desa hadir bukan hanya sebagai penyedia dana, tapi juga sebagai pendamping dan mitra usaha yang siap mendukung secara berkelanjutan. Kisah Nurhayati membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, pelaku usaha kecil di desa bisa berkembang dan menciptakan dampak ekonomi lokal yang signifikan. Program seperti ini bukan hanya soal pinjaman, tetapi tentang membuka akses, menumbuhkan harapan, dan menciptakan keberdayaan.
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sebatangkara di Usia Senja, Mbah Wiji Temukan Secerah Harapan: BAZNAS Berikan Bantuan Seumur Hidup
Sebatangkara di Usia Senja, Mbah Wiji Temukan Secerah Harapan: BAZNAS Berikan Bantuan Seumur Hidup
Tulungagung - Di sebuah rumah reyot berdinding bambu dan beralaskan plastik tipis, hidup seorang nenek tua sendirian, dalam sepi, dalam lupa, dalam kondisi yang memilukan. Dialah Mbah Wiji, 80 tahun, lansia sebatang kara dari Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo. Hidupnya seperti dilupakan oleh waktu, tanpa keluarga, tanpa penghasilan, dan dengan ingatan yang perlahan menghilang. Namun, satu hal yang kini membuatnya bertahan: bantuan seumur hidup dari BAZNAS Tulungagung. Dalam keterbatasan dan ketidakberdayaan, Mbah Wiji kini menerima bantuan biaya hidup sebesar Rp900.000 yang diberikan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Bantuan ini bukan hanya sekadar materi, tetapi menjadi sumber utama kehidupannya, untuk makan, untuk bertahan, untuk merasa bahwa ia masih dihargai. Mbah Wiji sering terlihat berjalan tanpa arah. Dalam pikirannya yang mulai kabur, satu hal tetap tertinggal: kerinduan akan teman. Ia kerap memohon kepada siapa pun yang ia temui di jalan, “Ayo, ndok, temani saya di rumah ya… jangan pergi.” Kalimat yang terdengar sederhana, namun menyayat. Jeritan dari kesepian yang terlalu lama tak terjawab. Meski tak memiliki keluarga, ia tak sepenuhnya sendiri. Warga sekitar masih menunjukkan empati. Bu Nartiyah, seorang tetangga yang setiap hari mengawasi keadaannya, menyampaikan bahwa bantuan dari BAZNAS adalah satu-satunya harapan hidup Mbah Wiji. “Beliau itu sudah tidak bisa kerja, tidak punya siapa-siapa. Bantuan inilah satu-satunya pegangan. Biasanya untuk beli makan jadi, kadang saya bantu juga beli lauk,” kata Bu Nartiyah sambil menahan haru. Staff BAZNAS Tulungagung bagian pendistribusian dan pendayagunaan, Lisnawaroh menyampaikan bahwa program bantuan ini bukan hanya bentuk tanggung jawab sosial, tetapi juga wujud cinta kasih dari umat kepada mereka yang lemah dan terlupakan. “Kami berharap bantuan ini bisa menghadirkan ketenangan dan keberlanjutan hidup bagi lansia seperti Mbah Wiji. Melalui sedekah yang dititipkan di BAZNAS, masyarakat secara langsung menyelamatkan kehidupan mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rumah-rumah penerima manfaat, salah satunya oleh Amanda Suci, mahasiswa binaan BAZNAS Tulungagung yang turut terjun dalam proses distribusi. Ia menyampaikan ajakan tulus kepada masyarakat: “Kami mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama. Melalui sedekah di BAZNAS Tulungagung, kita bisa ikut menjadi bagian dari perubahan. Tak harus kaya untuk peduli, cukup ada niat, ada kasih. Kebaikan sekecil apa pun bisa menyelamatkan hidup seseorang.” Dalam dunia yang sering kali lupa pada yang renta dan lemah, kisah Mbah Wiji menjadi pengingat bahwa satu tindakan kebaikan bisa mengubah hidup seseorang. Dan selama masih ada hati yang peduli, tak ada jiwa yang benar-benar sendiri.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Mimpi Tak Perlu Modal Besar: BMD Tulungagung Jadi Kunci Sukses Usaha Kantin Sekolah
Mimpi Tak Perlu Modal Besar: BMD Tulungagung Jadi Kunci Sukses Usaha Kantin Sekolah
Tulungagung – Semangat berwirausaha dan cinta pada dunia kuliner mengantarkan Danny Ardianto (34), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, menjadi salah satu pelaku usaha mikro yang sukses mengelola kantin sekolah. Sejak 2017, Danny menjalankan “Kantin Mas Dani” di area SMPN 1 Karangrejo, yang kini menjadi salah satu kantin favorit siswa. Namun, di balik kesuksesan tersebut, Danny sempat menghadapi tantangan dalam permodalan. Kebutuhan operasional yang terus meningkat mendorongnya mencari solusi pembiayaan. Harapannya terjawab pada Maret 2025, saat ia mendapatkan dukungan pembiayaan sebesar Rp2.500.000 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membeli bahan baku makanan serta cup kertas ramah lingkungan sebagai pengganti plastik sekali pakai. Langkah ini tidak hanya mendukung keberlanjutan usaha, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. “Alhamdulillah, bantuan dari BMD sangat membantu. Modal itu saya pakai untuk belanja bahan jualan dan juga mulai beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Danny. Setiap harinya, Kantin Mas Dani mampu menghasilkan omzet hingga Rp700 ribu, terdiri dari Rp500 ribu dari kantin sekolah dan sekitar Rp200 ribu dari produk-produk yang dititipkan ke berbagai angkringan di Tulungagung. Danny masih menyisihkan penghasilan untuk membayar sewa tahunan kantin sebesar Rp1.750.000. Meski demikian, ia tetap optimistis dan berencana memperbaiki fasilitas kantin agar lebih nyaman bagi siswa. “Saya ingin kantinnya lebih nyaman dan penghasilan juga bisa naik, biar usaha ini bisa terus berkembang,” harap Danny. BAZNAS Microfinance Desa Kabupaten Tulungagung hadir sebagai lembaga yang fokus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pembiayaan mikro tanpa bunga. Menurut Manager BMD Tulungagung, Imam Suyudi, program ini memang ditujukan untuk menjangkau pelaku usaha kecil yang membutuhkan akses modal usaha secara cepat dan mudah. “Kami ingin membantu pelaku usaha kecil seperti Pak Danny agar bisa terus berkembang dan mandiri secara ekonomi. Pembiayaan ini bukan sekadar modal, tapi juga bentuk kepercayaan agar mereka bisa naik kelas,” ujar Imam Suyudi. Dukungan seperti yang diterima Danny menjadi bukti bahwa kehadiran BMD mampu membuka jalan pertumbuhan ekonomi dari akar rumput, bahkan di lingkungan sekolah. Dengan kombinasi antara kerja keras, inovasi, dan dukungan pembiayaan yang tepat, pelaku usaha mikro seperti Danny membuktikan bahwa usaha kecil di lingkungan sekolah pun bisa tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dorong UMKM Desa, BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung Bantu Modal Usaha Warung Soto-Bakso di Kutoanyar
Dorong UMKM Desa, BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung Bantu Modal Usaha Warung Soto-Bakso di Kutoanyar
Tulungagung - Dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil terus digencarkan oleh BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Salah satu penerima manfaatnya adalah Suhartini (49), warga Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, yang kini semakin mantap mengembangkan usaha kulinernya berkat pembiayaan dari program tersebut. Sejak 2016, Suhartini dikenal warga sekitar sebagai penjual soto ayam yang lezat dan ramah. Tahun ini, ia menambah menu andalan berupa bakso, menjadikan warung sederhananya semakin diminati. Setiap hari, bersama sang suami, ia membuka warung dari pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, melayani pelanggan setia dengan kehangatan dan cita rasa khas rumahan. Pada Maret 2025, Suhartini menerima pinjaman tanpa bunga sebesar Rp1.800.000 dari BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung. Dana tersebut langsung ia alokasikan untuk pembelian bahan baku harian di Pasar Ngemplak, membantu menjaga kualitas dan kesegaran makanan yang ia jual. “Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS ini sangat membantu. Modal saya bertambah, bisa beli bahan lebih banyak dan pelanggan pun makin puas,” ujarnya dengan semangat. Pendapatan kotor harian Suhartini kini mencapai sekitar Rp250.000, dengan keuntungan bersih sekitar Rp100.000. Meski pemasaran hanya mengandalkan kabar dari mulut ke mulut, pelanggannya terus bertambah. Beberapa bahkan rela memesan via WhatsApp untuk kemudian mengambil sendiri pesanan mereka. Program pembiayaan dari BMD Tulungagung ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa melalui dukungan permodalan syariah yang mudah dan tanpa beban bunga. Usaha seperti milik Suhartini menjadi bukti bahwa pembiayaan mikro bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tak berhenti di sini, Suhartini memandang masa depan usahanya dengan optimisme. “Kalau rezeki terus lancar, saya ingin buka cabang, bisa buka lapangan kerja juga,” tuturnya. BAZNAS Microfinance Desa Kabupaten Tulungagung terus berkomitmen menjangkau lebih banyak pelaku UMKM seperti Suhartini, membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa dari bawah. Satu usaha kecil yang berkembang, satu harapan besar yang tumbuh.
BERITA05/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sentuhan Kebaikan di Tengah Kota: BAZNAS Tulungagung Bagikan Makanan Gratis
Sentuhan Kebaikan di Tengah Kota: BAZNAS Tulungagung Bagikan Makanan Gratis
Tulungagung - Semangat berbagi kembali menggema di Kota Tulungagung. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar aksi sosial bertajuk “Jumat Berkah” pada hari ini, Jumat (2/5/2025). Dalam kegiatan penuh makna ini, BAZNAS membagikan 100 nasi kotak secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama para tukang becak dan relawan penyebrangan jalan. Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai titik strategis kota, termasuk Terminal Gayatri, Alun-Alun Tulungagung, depan Kantor Pemerintah Daerah, serta area sekitarnya. Pemilihan lokasi-lokasi tersebut bukan tanpa alasan, titik-titik tersebut merupakan tempat berkumpulnya masyarakat pekerja informal yang kerap luput dari perhatian. Ari Khotmil Mubarak, SE., salah satu staff BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang turun langsung membagikan bantuan makanan ini menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Berkah ini merupakan bagian dari program rutin BAZNAS Tulungagung sebagai wujud kepedulian sosial. “Ini adalah bentuk nyata perhatian kami kepada saudara-saudara kita yang sehari-hari bekerja keras di jalanan. Kami ingin berbagi kebahagiaan, terutama di hari Jumat yang penuh berkah,” ujarnya. Aksi sosial ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satu penerima manfaat, Bapak Suyatno, seorang tukang becak yang mangkal di sekitar Terminal Gayatri, mengaku sangat terharu dengan bantuan tersebut. “Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Nasi kotak ini sangat berarti bagi kami yang kadang harus bekerja dari pagi hingga malam tanpa kepastian pendapatan. Rasanya senang sekali mengetahui bahwa masih ada yang peduli,” ungkap Suyatno dengan senyum bahagia. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa makanan, tetapi juga menyebarkan pesan moral tentang pentingnya solidaritas sosial. Melalui kegiatan sederhana ini, BAZNAS ingin mengajak masyarakat untuk ikut peduli terhadap lingkungan sekitar dan mereka yang kurang beruntung. “Insya Allah kegiatan ini akan terus kami lanjutkan secara berkala. Kami juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, baik dalam bentuk donasi maupun dukungan moral,” tambah Ari. Dengan gerakan kecil namun penuh makna ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kepedulian dan mewujudkan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
BERITA02/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Di Hari Pendidikan Nasional, BAZNAS Tulungagung Hadirkan Harapan Baru untuk Siswa Berkebutuhan Khusus
Di Hari Pendidikan Nasional, BAZNAS Tulungagung Hadirkan Harapan Baru untuk Siswa Berkebutuhan Khusus
Tulungagung - Dalam momen yang sarat makna, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pendidikan kepada tiga siswa berkebutuhan khusus serta menyerahkan satu unit kursi roda kepada penerima manfaat di Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien, Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol. (02/05/25) Dengan total bantuan senilai Rp3.000.000,-, ketiga siswa tersebut menerima dukungan finansial yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kelangsungan pendidikan mereka. Tidak hanya itu, BAZNAS juga memberikan sebuah kursi roda kepada salah satu penerima yang membutuhkan bantuan mobilitas, sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar para penyandang disabilitas. Acara penyaluran berlangsung dengan haru dan semangat. Raut wajah bahagia terpancar dari para penerima dan para guru waktu penyaluran berlangsung. Bantuan ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi simbol harapan bagi mereka yang selama ini berjuang dalam keterbatasan. "Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kita semua bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Melalui bantuan ini, kami ingin menyampaikan bahwa mereka tidak sendiri. Kami hadir untuk mendukung," ungkap Abdul Wacid, Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung. Kepala Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam. “Siswa-siswa ini punya semangat yang luar biasa. Mereka datang ke sekolah dengan keterbatasan, tapi tidak pernah menyerah. Bantuan ini bukan hanya materi, tapi juga motivasi.” Penyaluran bantuan ini menjadi bukti bahwa kebaikan tidak harus datang dalam jumlah besar atau kemasan mewah. Seringkali, kebaikan hadir dalam bentuk paling sederhana dengan penuh kepedulian. Dan di Hari Pendidikan Nasional ini, kepedulian itu menjelma dalam bentuk kursi roda dan dana pendidikan, membawa harapan baru bagi anak-anak yang tak pernah berhenti bermimpi, meski jalannya sedikit lebih sunyi. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Tulungagung terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung kemanusiaan dan pendidikan. Karena setiap anak adalah cahaya masa depan bangsa tak terkecuali mereka yang berjalan di jalan yang sedikit berbeda.
BERITA02/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →