WhatsApp Icon
Soroti Kisah Haru Penerima Zakat, BAZNAS Tulungagung Pamerkan Buku Cahaya Zakat di Santrifest 2026

Tulungagung - Suasana kemeriahan Santrifest 2026 di halaman Kantor Pemkab Tulungagung pada Jumat–Sabtu (16–17/10/2026) menyajikan momen hangat yang menyentuh nurani. Di tengah riuk pikuk festival, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung memamerkan sebuah karya literasi penuh kepedulian berjudul "Cahaya Zakat: Kisah Inspiratif Mustahik".

Buku ini bukan sekadar lembaran kertas berisi laporan kegiatan, melainkan cerminan kasih sayang dan bukti nyata bahwa setitik zakat mampu mengukir kembali senyuman serta membawa secercah harapan bagi mereka yang tersisih.

Lahir dari tangan-tangan muda mahasiswa penerima program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) binaan BAZNAS Tulungagung, buku ini ditulis dengan ketulusan tinggi. Para mahasiswa turun langsung menyelami kehidupan, meresapi setiap denyut perjuangan, dan merangkai kisah haru dari 12 lansia sebatang kara penerima program bantuan biaya hidup sepanjang hayat. Di saat usia senja mereka dihampiri kesunyian, kehadiran dana zakat hadir bak pelita yang menghangatkan jiwa.

Karya yang sarat akan nilai kemanusiaan ini pun mengetuk hati dan menuai apresiasi mendalam dari jajaran pemerintah daerah serta para tokoh lintas organisasi keagamaan di Kabupaten Tulungagung, diantaranya: Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir. Mulyanto, S.ST., M.M., Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Tulungagung Makrus Manan, S.P., M.M., Rektor UIN SATU Tulungagung Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., Ketua PCNU Tulungagung Dr. KH. Bagus Ahmadi, M.Sy., M.Pd.I., Rois Syuriah PCNU Tulungagung KH. Muhson Hamdani, M.Sy., hingga perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung Drs. H. M. Hanik Karoroh, M.Ag.

Melalui momen Santrifest 2026 yang diinisiasi oleh Pemkab Tulungagung ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung tidak hanya menghadirkan pameran buku "Cahaya Zakat", tetapi juga terus membuka ruang kebaikan lewat stan layanan konsultasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta stan produk UMKM binaan.

Kehadiran karya ini menjadi pengingat lembut bagi kita semua: bahwa di balik setiap zakat yang ditunaikan, ada kehidupan lansia yang kembali bermakna.

19/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Pajang Z-Coffee di Santrifest 2026, BAZNAS Tulungagung Unjuk Keberhasilan Pemberdayaan Ekonomi Mustahik

Tulungagung - Memanfaatkan momen peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung membuka stan khusus Z-Coffee dalam gelaran Santrifest 2026 di halaman Kantor Pemkab Tulungagung, Jumat–Sabtu (16–17/10/2026). 

Z-Coffee merupakan program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan oleh BAZNAS Tulungagung untuk mendampingi para penerima manfaat (mustahik) agar mampu mandiri secara finansial. Melalui program ini, BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha berupa peralatan usaha, modal kerja, serta pembekalan skill pengolahan kopi berkualitas.

Panitia BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam Santrifest 2026, Ahmad Asrofi, menjelaskan bahwa keikutsertaan Z-Coffee dalam Santrifest 2026 juga menjadi upaya BAZNAS untuk memperkenalkan hasil pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa dana zakat dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

“Melalui stan Z-Coffee ini, kami ingin menunjukkan bahwa zakat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak mustahik, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi. Kami berharap masyarakat semakin mengenal produk Z-Coffee, sementara para mustahik memperoleh pengalaman dalam memasarkan produk, memperluas jangkauan konsumen, dan membangun usaha yang lebih berkembang,” pungkasnya.

Z-Coffee tidak hanya hadir dalam kegiatan atau acara tertentu seperti Santrifest 2026. Masyarakat juga dapat menikmati sajian kopi Z-Coffee setiap hari di halaman Kantor BAZNAS Kabupaten Tulungagung, mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Selain itu, Z-Coffee turut hadir menyapa masyarakat melalui kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Tulungagung setiap pekan.

Kehadiran Z-Coffee di berbagai lokasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendukung usaha para mustahik melalui pembelian produk yang ditawarkan.

Selain memanjakan para penikmat kopi yang berkunjung ke Santrifest 2026, BAZNAS Tulungagung juga menyediakan stan layanan konsultasi ZIS. Langkah ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pembayaran ZIS serta menunjukkan secara nyata bagaimana dana yang disalurkan dapat memutar roda perekonomian masyarakat.

19/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Tingkatkan Literasi Masyarakat, BAZNAS Tulungagung Buka Layanan Konsultasi ZIS di Santrifest 2026

Tulungagung - Guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban keagamaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung membuka layanan konsultasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dalam gelaran Santrifest 2026 di halaman Kantor Pemkab Tulungagung, Jumat–Sabtu (16–17/10/2026).

Layanan publik ini diinisiasi langsung oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung sebagai langkah nyata untuk mendorong literasi ZIS di tengah masyarakat yang dinilai masih memerlukan edukasi lebih luas mengenai tata cara dan penyaluran zakat secara tepat.

Panitia BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam Santrifest 2026, Ahmad Ghilman Muftar Faizin, menyampaikan bahwa stan konsultasi ZIS ini menjadi wadah interaktif bagi warga yang ingin berkonsultasi maupun menunaikan ZIS secara langsung.

"Pembukaan stan layanan konsultasi zakat, infak, dan sedekah ini diharapkan mampu meningkatkan minat serta literasi masyarakat dalam melaksanakan ZIS. Kami menyadari masih banyak warga yang belum mengetahui secara detail tata cara perhitungan dan pembayaran ZIS, sehingga momen Santrifest ini kami manfaatkan secara optimal untuk mengedukasi masyarakat," ungkap Ahmad Ghilman Muftar Faizin.

Selain memfokuskan pada kemudahan konsultasi ZIS, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga memanfaatkan ajang ini untuk mengenalkan hasil nyata pengelolaan dana ZIS melalui produk UMKM binaan, salah satunya Z Coffee. Kehadiran produk binaan ini menjadi bukti nyata bagaimana ZIS yang dikelola secara profesional mampu memberdayakan ekonomi para santri dan masyarakat lokal.

Kegiatan Santrifest 2026 sendiri digelar Pemerintah Kabupaten Tulungagung selama dua hari dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Selain Bazar UMKM, acara dimeriahkan dengan festival musik band, festival Sholawat, hingga peragaan busana fashion show Muslimat.

Mewakili Plt. Bupati Tulungagung, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ir. Mulyanto, S.ST., M.M., mengapresiasi kolaborasi dan peran aktif BAZNAS serta seluruh pihak yang terlibat.

"Santrifest bukan sekadar perayaan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional, melainkan ruang bagi para santri untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan kemampuan mereka," ujar Ir. Mulyanto saat membacakan sambutan pembukaan.

19/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 Hasilkan 10 Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan

Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia sukses menggelar Rapat Koordinasi Nasional pada 13-15 Agustus 2026 di Jakarta, dengan menghasilkan sepuluh resolusi jihad zakat untuk memperkuat pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Resolusi tersebut dibacakan langsung oleh Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A. dihadapan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran Pimpinan BAZNAS RI dan 1.300 perwakilan dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia, yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Rencana Strategis BAZNAS 2026-2031.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menegaskan, resolusi dari Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 tersebut tidak boleh berhenti pada kesepakatan dan perumusan program. Seluruh hasil pembahasan, termasuk Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah.

Ia mengingatkan, sebagai lembaga pengelola dana umat, BAZNAS harus memastikan zakat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pendistribusian, pendayagunaan, dan pemberdayaan.

"Selama tiga hari, kita telah berkumpul, berdiskusi, menyampaikan berbagai pandangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional. Mari kita laksanakan Resolusi Jihad Zakat sebagai sebuah pendakian. Pendakian-pendakian kita untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, memobilisasi zakat, infak, dan sedekah sebanyak-banyaknya, serta mendistribusikannya secara tepat waktu dan tepat jumlah," ujarnya, Kamis (15/10/2026).

Sodik menegaskan, semua komitmen, tekad, misi dan program resolusi ini, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan khairu ummah, umat terbaik, yakni umat islam yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi, sehingga bisa memberi rahmat dan manfaat bagi semua umat dan golongan di Indonesia, sehingga menjadi umat yang berpengaruh, bermartabat dan terhormat.

Sementara itu, Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A. menegaskan resolusi yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 meneguhkan Jihad Zakat sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat

"Dengan semangat satu visi, satu arah, dan satu gerakan zakat nasional, kami menyatakan komitmen bersama untuk menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan solidaritas kemanusiaan Indonesia," ujar Saidah.

Saidah menyampaikan, Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 menegaskan pentingnya kesatuan visi, penguatan kolaborasi, dan tata kelola yang akuntabel dalam menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan nasional.

"Komitmen bersama ini diharapkan mampu memperluas manfaat dana umat, mempercepat pengentasan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat pusat hingga desa," ujarnya.

Adapun 10 resolusi Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 bahwa BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten dan Kota menyatakan komitmen bersama sebagai berikut:

1. Berkomitmen untuk mencapai angka pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya secara nasional menuju Rp70 triliun pada tahun 2027. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan regulasi di pusat dan daerah, literasi zakat sejak dini melalui Manasik Zakat, kerjasama dengan berbagai pihak, serta peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan. Penguatan juga dilakukan melalui peningkatan layanan muzaki, digitalisasi dan inovasi kanal penghimpunan, peningkatan kepercayaan publik terhadap BAZNAS, serta perluasan basis pengumpulan melalui 8 sumber zakat berdasarkan Pasal 4 UU Nomor 23 Tahun 2011 dan pengembangan 23 sumber Dana Sosial Keagamaan Lainnya.

2. Berkomitmen untuk mengoptimalkan pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan nasional yang menyasar kepada 48 juta jiwa mustahik dan penerima manfaat secara efektif, terukur, terintegrasi dan berdampak, dengan memastikan dana umat memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan mustahik dan masyarakat.

3. Berkomitmen untuk bersama pemerintah menargetkan pengentasan kemiskinan sebanyak 601 ribu mustahik atau 2,41 juta jiwa penerima manfaat di tahun 2027 melalui program pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan zakat yang terukur, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kemandirian dan kesejahteraan.

4. Berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Daerah di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa, agar pengelolaan zakat menjadi bagian yang terhubung dengan agenda pembangunan daerah dan menjangkau masyarakat hingga tingkat paling dekat.

5. Berkomitmen untuk mengaktivasi seluruh UPZ Desa di Indonesia sebagai ujung tombak layanan zakat di tingkat komunitas, sehingga penghimpunan, pelayanan muzaki, pendataan mustahik, dan penyaluran dapat semakin dekat dengan masyarakat.

6. Berkomitmen untuk menjaga nama baik dan kepercayaan muzaki, Presiden, Pemerintah, dan masyarakat kepada BAZNAS dalam setiap mandat pengelolaan zakat, melalui tata kelola yang amanah, transparan, profesional, patuh regulasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

7. Berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan jaringan pengusaha dan kelompok profesi melalui semangat ajakan, kolaborasi, dan aksi, sehingga pelaku usaha dan kelompok profesi menjadi mitra strategis dalam memperluas pengumpulan serta menghadirkan program sosial ekonomi yang berdampak.

8. Berkomitmen mendukung penguatan kedudukan, kewenangan, dan kepastian hukum kelembagaan BAZNAS dalam regulasi pengelolaan zakat nasional. Memperkuat sinergi dengan Bappenas/Bappeda melalui pemanfaatan DTSEN sebagai acuan pengelolaan zakat serta menjadikan Indeks Zakat Nasional sebagai instrumen pengukuran kinerja di tingkat pusat dan daerah.

9. Berkomitmen untuk memperkuat koordinasi, kerja sama dengan Kejaksaan dan Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga kepatuhan, keamanan, dan integritas pengelolaan zakat, sehingga setiap dana umat dikelola secara amanah dan terlindungi dari penyalahgunaan.

10. Berkomitmen untuk melaksanakan respon cepat penanganan bencana alam, kemanusiaan, dan sosial baik pada skala lokal, nasional dan global melalui penggalangan dana dan aksi-aksi nyata dilapangan.

Sumber: BAZNAS RI

16/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Dirjen Kemendagri: Kolaborasi BAZNAS dan Pemda Bantu Percepat Pengentasan Kemiskinan

Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut perlu didukung integrasi data, penyelarasan program, dan koordinasi lintas sektor agar penyaluran zakat serta bantuan pemerintah dapat saling melengkapi dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI sekaligus Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Agus Fatoni, dalam Zakat Strategic Talks yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Agus Fatoni menegaskan, BAZNAS dan pemerintah daerah perlu memperkuat sinergi karena memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, integrasi data dan kesamaan sasaran menjadi kunci agar program yang dijalankan kedua pihak dapat berjalan efektif.

“BAZNAS dan pemerintah daerah harus bersama-sama karena tujuannya sama. Sinergi itu wajib. Pemanfaatan satu data dan satu sasaran menjadi kunci agar bantuan yang diberikan pemerintah daerah dan BAZNAS saling melengkapi,” ujar Agus Fatoni.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, S.TP., M.S., Ph.D., mengatakan BAZNAS juga berperan penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) serta prioritas pembangunan nasional, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan, sanitasi, dan pengentasan kemiskinan.

“BAZNAS ini sangat aktif bersinergi dengan Bappenas dalam integrasi satu data. Bapak Menteri PPN/Bappenas (Rachmat Pambudy) sangat mendukung BAZNAS. Kami menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Indonesia terus menurun. Saya kira ini merupakan perkembangan yang sangat baik. Angka kemiskinan saat ini sudah mencapai 8,47 persen, sehingga berada di bawah 10 persen,” ujar Pungkas.

Ia menambahkan, peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat juga mendapat perhatian lembaga internasional, seperti UNFPA dan UNICEF, sebagai bagian dari upaya pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.

Pungkas turut menekankan pentingnya penguatan integrasi data muzaki dan mustahik untuk meningkatkan kontribusi zakat serta memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran. Pemanfaatan data sosial dan ekonomi, menurutnya, dapat membantu BAZNAS mengidentifikasi masyarakat yang paling membutuhkan sekaligus mencegah tumpang tindih dengan program bantuan pemerintah.

“Melalui penguatan kolaborasi, integrasi data, dan pemberdayaan berkelanjutan, BAZNAS dapat terus mengembangkan peran zakat sebagai instrumen untuk mendukung pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Diskusi Zakat Strategic Talks mengangkat tema “Zakat sebagai Instrumen Strategis Pembangunan Nasional: Memperkuat Sinergi ZIS-DSKL dalam Agenda Pembangunan Indonesia” dan dimoderatori Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc., M.A. Kegiatan ini turut menghadirkan Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., dan H. Mochamad Agus Rofiudin sebagai pembicara.

Sumber: BAZNAS RI

16/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

BAZNAS dan Kemenag Perkuat Sinergi Pemberdayaan Ekonomi, UMKM di Pagerwojo Terima Bantuan Modal dan Pendampingan Usaha
BAZNAS dan Kemenag Perkuat Sinergi Pemberdayaan Ekonomi, UMKM di Pagerwojo Terima Bantuan Modal dan Pendampingan Usaha
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus memperkuat sinergi lintas lembaga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi umat bersama Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan modal usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Pagerwojo yang dilaksanakan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagerwojo, Rabu (29/7/2026). Pada tahap pertama ini, bantuan diserahkan kepada enam pelaku UMKM dengan nilai masing-masing sebesar Rp1.500.000. Program tersebut merupakan bagian dari target penyaluran kepada sepuluh penerima manfaat, sementara empat penerima lainnya akan menerima bantuan pada tahap berikutnya. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menjelaskan bahwa program bantuan modal usaha ini tidak hanya berorientasi pada pemberian dana, tetapi juga dirancang sebagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, melainkan dari sejauh mana usaha para penerima dapat berkembang dan meningkatkan taraf hidup mereka. "Bantuan ini bukan sekadar memberikan modal usaha, tetapi akan terus kami dampingi. Bersama penyuluh agama dari Kemenag Tulungagung, kami akan melakukan pembinaan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi secara berkala agar bantuan yang diberikan benar-benar produktif, berkembang, dan memberikan manfaat maksimal bagi para penerima," jelasnya. Lebih lanjut, Abdul Wachid mengungkapkan bahwa para penerima manfaat juga diajak membangun karakter dermawan melalui kebiasaan bersedekah. Setiap penerima dianjurkan untuk membiasakan sedekah subuh sebesar Rp2.000 setiap hari sebagai bentuk ikhtiar menumbuhkan semangat berbagi sekaligus meningkatkan keberkahan usaha yang dijalankan. "Kalau sedekahnya istiqamah dan perkembangan usahanya baik, insyaallah akan kami pertimbangkan untuk mendapatkan tambahan bantuan modal. Harapan kami, mereka tidak selamanya menjadi penerima manfaat, tetapi suatu saat mampu naik kelas menjadi muzaki yang ikut membantu sesama melalui zakat, infak, dan sedekah," tambahnya. Program pemberdayaan ekonomi ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat. Melalui sinergi bersama Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, BAZNAS berharap lahir lebih banyak pelaku usaha yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan. Di akhir kegiatan, Abdul Wachid menyampaikan doa dan harapannya kepada seluruh penerima bantuan. "Semoga bantuan ini benar-benar membawa manfaat, memberikan keberkahan dalam setiap usaha yang dijalankan, melapangkan rezeki, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan menjadi jalan agar para penerima kelak dapat menjadi pribadi yang mandiri, sukses, serta tumbuh menjadi muzaki yang menebarkan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
BERITA29/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
25 Mahasiswa Lolos ke Tahap Akhir, BAZNAS Tulungagung Gelar Wawancara Penentu Beasiswa SKSS 2026
25 Mahasiswa Lolos ke Tahap Akhir, BAZNAS Tulungagung Gelar Wawancara Penentu Beasiswa SKSS 2026
Tulungagung - Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 resmi memasuki tahap akhir seleksi, yakni wawancara calon penerima beasiswa. Tahap ini menjadi penentu akhir sebelum ditetapkannya mahasiswa penerima bantuan pendidikan tahun ini. Kegiatan wawancara diikuti oleh 25 mahasiswa yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung dan mengikuti proses wawancara secara bergantian di hadapan tim seleksi. Ketua Panitia Seleksi, Ahmad Asrofi, menjelaskan bahwa tahap wawancara bertujuan untuk mengenal lebih jauh kondisi calon penerima, mulai dari latar belakang keluarga, motivasi melanjutkan pendidikan, hingga komitmen mereka dalam menyelesaikan studi. "Pada tahap ini kami tidak hanya melihat hasil seleksi administrasi maupun nilai ujian tulis. Tim pewawancara akan melakukan penilaian secara komprehensif, mulai dari aspek keagamaan, kepedulian sosial, kemampuan akademik, wawasan kebangsaan, hingga pengetahuan peserta mengenai BAZNAS dan program-programnya. Dari 25 peserta yang mengikuti tahap akhir ini, nantinya akan dipilih 20 mahasiswa terbaik yang benar-benar memenuhi kriteria sebagai penerima Beasiswa SKSS Tahun 2026," terang Ahmad Asrofi. Melalui tahap wawancara ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berupaya memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai karakter, integritas, serta kesiapan setiap peserta untuk menjalani pendidikan tinggi. Hasil dari tahapan ini akan dipadukan dengan seluruh komponen penilaian pada seleksi sebelumnya sebagai dasar penetapan penerima Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026. Dengan mekanisme seleksi yang dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen menghadirkan proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel, sehingga 20 mahasiswa yang ditetapkan sebagai penerima beasiswa benar-benar merupakan peserta yang paling memenuhi kriteria sesuai dengan ketentuan Program SKSS Tahun 2026.
BERITA28/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Gunakan Teknologi Anti-curang, BAZNAS Tulungagung Tingkatkan Standar Seleksi Beasiswa SKSS tahun 2026
Gunakan Teknologi Anti-curang, BAZNAS Tulungagung Tingkatkan Standar Seleksi Beasiswa SKSS tahun 2026
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menghadirkan inovasi digital dalam proses seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026. Untuk memastikan proses seleksi berjalan secara objektif, transparan, dan profesional, BAZNAS resmi menerapkan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dilengkapi teknologi canggih pendeteksi kecurangan. Pelaksanaan tes berbasis komputer tersebut digelar di Gedung Laboratorium UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung pada Selasa (22/6/2026). Penerapan sistem digital ini menjadi langkah nyata BAZNAS Tulungagung untuk meningkatkan kualitas kelulusan peserta, di mana seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama karena hasil ujian sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan mandiri masing-masing. Ketua Panitia sekaligus Staf IT BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Ahmad Asrofi, menjelaskan bahwa aplikasi ujian seleksi Beasiswa SKSS 2026 ini dirancang dengan tingkat keamanan tinggi untuk meminimalisir segala bentuk potensi kecurangan secara otomatis. Saat peserta mulai mengerjakan tes, tampilan aplikasi secara otomatis akan memenuhi seluruh layar komputer (full screen) dan mengunci sistem operasi. "Begitu peserta masuk ke dalam mode ujian, sistem akan langsung mengunci tampilan layar. Apabila peserta mencoba keluar dari aplikasi, membuka tab browser baru, menjalankan aplikasi lain, atau bahkan menekan tombol Windows pada keyboard, maka sistem akan otomatis mengakhiri ujian saat itu juga," tegas Asrofi. Ia menambahkan, skor atau nilai ujian peserta yang teridentifikasi melakukan pelanggaran akan langsung muncul dan ditandai oleh sistem. Fitur ini dirancang untuk menghilangkan peluang terjadinya kecurangan sekaligus menjaga integritas pelaksanaan tes tulis dari awal hingga akhir. Selain pengamanan aplikasi berbasis digital, soal ujian juga disusun secara acak (random system). Langkah ini dilakukan agar setiap komputer menampilkan urutan maupun paket soal yang berbeda antarpeserta. Dengan demikian, para peserta tidak memiliki peluang untuk saling menyalin jawaban meskipun duduk berdampingan di dalam laboratorium komputer. Adapun materi yang diujikan dalam tes tulis ini mencakup kebaznasan dan pengelolaan ZIS, wawasan keislaman dan moderasi beragama, wawasan kebangsaan, serta tes kemampuan dasar (TKD). Untuk mendukung fokus dan kondusivitas, seluruh unit telepon genggam milik peserta dikumpulkan sebelum tes dimulai. Peserta hanya diperbolehkan membawa kertas kosong untuk mencatat serta air minum pribadi, dibantu pengawasan aktif dari panitia di seluruh sudut ruangan. Salah satu keunggulan utama dari sistem CAT ini adalah transparansi, di mana peserta dapat langsung melihat perolehan skor mereka di layar monitor sesaat setelah menekan tombol selesai tanpa adanya jeda atau intervensi dari pihak mana pun. Meski begitu, Asrofi menegaskan bahwa nilai tes tulis CAT bukanlah satu-satunya faktor penentu kelulusan menuju tahap berikutnya. "Nilai ujian CAT ini akan dikombinasikan dengan hasil survei lapangan yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim verifikasi BAZNAS. Akumulasi kedua nilai tersebut menjadi dasar penentuan peserta yang berhak melaju ke tahap wawancara. Jadi seleksi ini tidak hanya melihat kemampuan akademik saat tes, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan hasil verifikasi lapangan," ungkap Asrofi. Melalui kombinasi pengawasan digital dan verifikasi faktual di lapangan, program Beasiswa SKSS BAZNAS Tulungagung 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas, serta komitmen untuk membangun daerah. Masyarakat dan peserta yang ingin mengetahui pembaruan informasi mengenai hasil seleksi maupun jadwal wawancara Beasiswa SKSS 2026 dapat mengakses portal resmi BAZNAS Kabupaten Tulungagung atau mengikuti kanal media sosial resmi BAZNAS Tulungagung.
BERITA23/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Gunakan Sistem Ujian Anti-Curang, Calon Penerima Beasiswa SKSS Pusing Hadapi Seleksi yang Semakin Ketat
Gunakan Sistem Ujian Anti-Curang, Calon Penerima Beasiswa SKSS Pusing Hadapi Seleksi yang Semakin Ketat
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung menghadirkan inovasi baru dalam proses seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026 dengan menerapkan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dilengkapi teknologi pendeteksi kecurangan. Sistem tersebut digunakan dalam pelaksanaan tes tulis yang digelar di Gedung Laboratorium UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Selasa (22/7/2026). Penerapan sistem ini menjadi salah satu upaya BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk meningkatkan kualitas seleksi sehingga berjalan lebih objektif, transparan, dan profesional. Seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama karena hasil ujian sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing. Ketua Panitia sekaligus Staf IT BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Ahmad Asrofi, menjelaskan bahwa aplikasi ujian dirancang dengan sistem keamanan yang mampu mendeteksi berbagai bentuk kecurangan secara otomatis. Menurutnya, ketika peserta telah memasuki mode ujian, tampilan aplikasi akan memenuhi seluruh layar komputer (full screen) sehingga peserta tidak dapat mengakses program lain selama ujian berlangsung. "Begitu peserta masuk ke dalam mode ujian, sistem akan langsung mengunci tampilan layar. Apabila peserta mencoba keluar dari aplikasi, membuka tab baru, menjalankan aplikasi lain, atau bahkan menekan tombol Windows pada keyboard, maka sistem akan otomatis mengakhiri ujian saat itu juga. Skor yang diperoleh langsung muncul di layar sehingga peserta yang melakukan pelanggaran akan langsung teridentifikasi oleh sistem," jelas Asrofi. Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut dirancang untuk menghilangkan peluang terjadinya kecurangan sekaligus menjaga integritas pelaksanaan seleksi. Selain pengamanan sistem, soal ujian juga dibuat secara acak (random) sehingga setiap komputer menampilkan susunan soal yang berbeda. Dengan demikian, peserta tidak dapat saling menyalin jawaban meskipun duduk berdekatan. "Setiap peserta menerima paket soal yang berbeda. Urutan maupun isi soal telah diacak oleh sistem sehingga masing-masing peserta benar-benar harus mengandalkan kemampuan sendiri dalam mengerjakan ujian," tambahnya. Asrofi juga menegaskan bahwa hasil tes tulis bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan peserta menuju tahap berikutnya. "Nilai ujian ini akan dikombinasikan dengan hasil survei lapangan yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim BAZNAS. Kedua komponen tersebut akan diakumulasi menjadi nilai akhir sebagai dasar penentuan peserta yang berhak melaju ke tahap wawancara. Jadi seleksi ini tidak hanya melihat kemampuan akademik saat tes, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan hasil verifikasi lapangan," ungkapnya. Salah satu bentuk transparansi yang diterapkan dalam sistem ini adalah peserta dapat langsung mengetahui skor ujian sesaat setelah menyelesaikan tes. Hal tersebut memberikan kepastian bahwa proses penilaian berlangsung secara terbuka tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun. Untuk menjaga fokus peserta, seluruh telepon genggam dikumpulkan sebelum ujian dimulai. Peserta hanya diperbolehkan membawa kertas kosong sebagai media mencatat dan air minum pribadi. Selama pelaksanaan tes, pengawas juga secara aktif berkeliling mengawasi seluruh ruangan sehingga setiap peserta benar-benar mengerjakan soal secara mandiri. Adapun materi yang diujikan meliputi kebaznasan, keislaman, wawasan kebangsaan, serta tes kemampuan dasar. Dengan kombinasi sistem pengawasan digital dan pengawasan langsung di dalam ruang ujian, proses seleksi Beasiswa SKSS Tahun 2026 diharapkan mampu menghasilkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas, dan komitmen untuk menjadi generasi penerus yang berkualitas.
BERITA23/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Terapkan Sistem CAT Anti-Curang di Seleksi Beasiswa SKSS 2026
BAZNAS Tulungagung Terapkan Sistem CAT Anti-Curang di Seleksi Beasiswa SKSS 2026
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali melanjutkan rangkaian seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026 dengan menggelar tes tulis bagi para calon penerima beasiswa di Gedung Laboratorium UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Selasa (22/7/2026). Tes ini diikuti oleh 51 peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dari total 90 mahasiswa pendaftar yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung. Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menghadirkan sistem ujian berbasis komputer yang dilengkapi dengan teknologi anti-kecurangan (anti cheating system). Inovasi tersebut menjadi langkah baru dalam menghadirkan proses seleksi yang semakin profesional, transparan, objektif, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengatakan bahwa peningkatan kualitas proses seleksi dilakukan sebagai bentuk komitmen BAZNAS dalam mendapatkan mahasiswa terbaik yang layak menerima beasiswa. "Tahun ini kami memperketat proses seleksi agar benar-benar mampu menjaring mahasiswa yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat belajar yang tinggi. Beasiswa SKSS merupakan amanah dari para muzaki, sehingga setiap tahapan seleksi harus dilakukan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami ingin memastikan bantuan pendidikan ini diterima oleh mahasiswa yang memang layak dan memiliki potensi untuk berkembang," ujar Suyadi. Pelaksanaan tes turut dipantau langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Wakil Ketua II, beserta jajaran pelaksana yang hadir untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Sebelum memasuki ruang ujian, seluruh peserta diwajibkan mengumpulkan telepon genggam serta perangkat elektronik lainnya. Peserta hanya diperbolehkan membawa selembar kertas kosong sebagai media coretan dan air minum pribadi selama mengerjakan soal. Suasana ujian berlangsung dengan penuh konsentrasi. Para pengawas secara bergantian berkeliling memantau setiap peserta sehingga tidak ada ruang bagi tindakan yang mengarah pada kecurangan. Dalam tes tersebut, peserta mengerjakan berbagai materi yang meliputi kebaznasan, keislaman, wawasan kebangsaan, serta tes kemampuan dasar sebagai bagian dari penilaian kompetensi calon penerima Beasiswa SKSS Tahun 2026. Melalui proses seleksi yang semakin ketat ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap mampu melahirkan penerima beasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian sosial yang tinggi.
BERITA23/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Upgrading dan Evaluasi Program SKSS untuk Perkuat Komitmen Mahasiswa
BAZNAS Tulungagung Gelar Upgrading dan Evaluasi Program SKSS untuk Perkuat Komitmen Mahasiswa
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar Upgrading dan Evaluasi Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) di Rumah Dinas Wakil Bupati Tulungagung, Sabtu (11/7/2026). Agenda tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus evaluasi bagi para mahasiswa penerima manfaat guna memperkuat komitmen, meningkatkan kualitas diri, serta membentuk karakter yang bertanggung jawab dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Acara tersebut diikuti oleh pimpinan BAZNAS Tulungagung yang diwakilkan oleh Wakil Ketua I, seluruh staf pelaksana, serta seluruh mahasiswa aktif penerima beasiswa. Selain menjadi sarana refleksi terhadap pelaksanaan program, forum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan agar manfaat yang diterima tidak hanya berdampak pada keberhasilan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepemimpinan para mahasiswa. SKSS merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang berfokus pada peningkatan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui bantuan pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan bahwa para penerima manfaat merupakan mahasiswa terpilih yang memperoleh kesempatan berharga untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. "Program ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS untuk memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini untuk meraih kesuksesan pada jenjang yang lebih tinggi, karena diluar sana masih banyak orang yang ingin berada ditempat kalian saat ini tapi keterbatasan ekonomi," ujarnya. Ia mendorong seluruh mahasiswa agar memanfaatkan masa perkuliahan sebaik mungkin dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan, mengembangkan kemampuan diri, serta terus meningkatkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Menurutnya, keberhasilan para mahasiswa nantinya akan menjadi kebanggaan bagi keluarga sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan program yang dijalankan. Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. M. Fathul Manan, M.Pd., menjelaskan bahwa SKSS telah berjalan sejak tahun 2017 sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas generasi muda melalui pendidikan tinggi. Selain membantu mahasiswa menyelesaikan studi, pembinaan yang diberikan juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang peduli terhadap lingkungan, tangguh menghadapi tantangan, serta memiliki kemampuan berpikir kritis. "Kita ingin membangun sisi akademis mahasiswa melalui bangku kuliah, sekaligus membangun pribadi yang peduli, tangguh, dan kritis. Karena itu, komitmen setiap mahasiswa dalam mengikuti Program SKSS akan terus dievaluasi," jelasnya. Melalui pelaksanaan upgrading dan evaluasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap seluruh penerima manfaat mampu menjaga komitmen selama menempuh pendidikan, terus meningkatkan kapasitas diri, serta tumbuh menjadi lulusan yang berprestasi, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
BERITA13/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Menguatkan Pondasi Pendidikan Islam, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 34 RA
Menguatkan Pondasi Pendidikan Islam, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 34 RA
Tulungagung - Komitmen dalam memperkuat kualitas lembaga pendidikan terus diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS kembali menyalurkan bantuan pendidikan kepada lembaga Raudhatul Athfal (RA) di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung tentang Program Pemberdayaan Ekonomi Umat, yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Kamis (09/07/2026). Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan Islam sejak usia dini. Kolaborasi ini tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan pendidikan, tetapi juga melalui penguatan program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pendidikan kepada 15 lembaga Raudhatul Athfal (RA) sebagai bagian dari penyaluran bantuan tahap II. Masing-masing lembaga menerima bantuan sebesar Rp1.500.000 yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pendidikan, seperti pengembangan sarana dan prasarana, operasional lembaga, hingga peningkatan kualitas layanan pembelajaran bagi anak-anak usia dini. Penyaluran bantuan tahap II ini merupakan kelanjutan dari program bantuan pendidikan yang telah dimulai pada 22/05/2026. Pada tahap pertama, BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan bantuan kepada 19 Raudhatul Athfal (RA). Program bantuan pendidikan tersebut, kini telah menjangkau sebanyak 34 RA di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung. Selain menjadi momentum penyaluran bantuan, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Kerja sama tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat serta pentasarufan zakat, infak, dan sedekah. Melalui sinergi tersebut, diharapkan semakin banyak program kemaslahatan yang dapat diwujudkan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Tulungagung. BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus memperluas manfaat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan. Diharapkan sinergi yang telah terjalin mampu meningkatkan kualitas lembaga Raudhatul Athfal sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Tulungagung. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat melalui program-program yang amanah, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Klik disini -> Berbagi bersama BAZNAS
BERITA09/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sinergi untuk Umat, BAZNAS dan Kemenag Tulungagung Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat
Sinergi untuk Umat, BAZNAS dan Kemenag Tulungagung Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung resmi menjalin perjanjian kerja sama dalam program pemberdayaan ekonomi umat. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan dihadiri oleh jajaran pengurus BAZNAS dan Kemenag Kabupaten Tulungagung (9/7/26). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, khususnya di bidang ekonomi dan pendidikan. Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan berbagai bantuan di sektor pendidikan. Bantuan yang disalurkan meliputi beasiswa pendidikan, bantuan honor bagi Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT), serta bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada 15 Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Tulungagung. Penyaluran bantuan tersebut merupakan tahap kedua dari program kerja sama BAZNAS dan Kementerian Agama. Sebelumnya, sebanyak 19 Raudhatul Athfal (RA) telah menerima bantuan serupa. Dengan demikian, kolaborasi kedua lembaga ini terus diwujudkan secara nyata melalui program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dunia pendidikan. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak dapat dicapai jika hanya dilakukan oleh satu atau dua lembaga saja. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci agar program pemberdayaan mampu berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas. "Pemberdayaan ekonomi umat akan berjalan lebih kuat dan berkelanjutan apabila dikerjakan secara bersama-sama. Mari kita bergandeng tangan, melibatkan OPD, perguruan tinggi, Kementerian Agama, dan berbagai pihak lainnya. Kementerian Agama memiliki jaringan hingga KUA dan para penyuluh agama, BAZNAS memiliki dukungan permodalan, perguruan tinggi memiliki keahlian dan pendampingan, sedangkan OPD memiliki berbagai program serta anggaran pelatihan. Ketika seluruh potensi tersebut disatukan, akan lahir kekuatan yang luar biasa untuk memberdayakan masyarakat," ujarnya. Ia menambahkan bahwa semangat kolaborasi menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Dengan menggabungkan sumber daya, keahlian, dan jaringan dari berbagai institusi, program pemberdayaan akan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Mohamad Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi yang telah dibangun tidak hanya berhenti pada penandatanganan perjanjian, tetapi terus berkembang menjadi kemitraan yang harmonis dan produktif. "Mudah-mudahan kerja sama ini seperti manten baru, selalu baik, harmonis, dan mesra. Semoga sinergi antara Kementerian Agama dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus terjaga sehingga mampu menghadirkan lebih banyak manfaat bagi umat dan masyarakat Kabupaten Tulungagung," ungkapnya. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung optimistis dapat memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonomi umat serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antar lembaga diharapkan menjadi model kolaborasi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan di Kabupaten Tulungagung. BAZNAS Kabupaten Tulungagung turut mengajak masyarakat untuk turut peduli dan ikut berpartisipasi dalam membangun Tulungagung yang lebih sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah. Mari bersama menghadirkan manfaat bagi sesama. Klik disini -> Berbagi bersama BAZNAS
BERITA09/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Jangan Sampai Terlambat! Pendaftaran Beasiswa SKSS Tahun 2026 Segera Berakhir
Jangan Sampai Terlambat! Pendaftaran Beasiswa SKSS Tahun 2026 Segera Berakhir
Tulungagung - Waktu pendaftaran Program Beasiswa Pendidikan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026 dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung semakin mendekati batas akhir. Bagi calon mahasiswa dan mahasiswa khususnya dari keluarga kurang mampu yang belum mendaftarkan diri, segera manfaatkan kesempatan ini sebelum masa pendaftaran resmi ditutup. Masih terbuka kesempatan bagi calon mahasiswa baru Kabupaten Tulungagung untuk bergabung menjadi penerima Beasiswa Pendidikan S1 melalui Program SKSS Tahun 2026. Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mendukung generasi muda dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Melalui Program SKSS, para penerima beasiswa akan memperoleh bantuan biaya pendidikan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2.000.000 setiap semester selama maksimal delapan semester. Selain bantuan biaya kuliah, mahasiswa juga akan mendapatkan pembinaan, pendampingan mentor, serta berbagai kegiatan pengembangan diri sebagai bekal untuk menjadi lulusan yang unggul dan berkarakter. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang berdomisili di Kabupaten Tulungagung dan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, calon pendaftar diharapkan segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan dan memastikan seluruh berkas telah dikirimkan sebelum masa pendaftaran berakhir. BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengimbau kepada seluruh calon pendaftar agar tidak menunggu hingga hari terakhir. Mempersiapkan dan mengirimkan berkas lebih awal akan memberikan waktu yang cukup apabila terdapat dokumen yang perlu diperbaiki atau dilengkapi selama proses verifikasi administrasi. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pendaftaran Program Beasiswa SKSS Tahun 2026 akan ditutup pada tanggal 15 Juli 2026. Setelah masa pendaftaran berakhir, proses akan dilanjutkan dengan seleksi administrasi, tes tulis, dan wawancara bagi peserta yang dinyatakan lolos pada tahap berikutnya. Program Beasiswa SKSS telah membantu banyak mahasiswa meraih cita-cita menjadi sarjana dan menjadi harapan baru bagi keluarga mereka. Kesempatan yang sama kini masih terbuka bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung yang memenuhi persyaratan dan memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Informasi mengenai persyaratan, mekanisme, serta panduan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi BAZNAS Kabupaten Tulungagung di Pemberitahuan BAZNAS, calon pendaftar dapat memperoleh informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan administrasi, hingga tahapan seleksi. Apabila masih membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Person melalui WhatsApp di 0859-6290-5701. Segera lengkapi persyaratan, kirimkan berkas pendaftaran, dan manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. satu langkah kecil yang diambil hari ini menjadi awal perjalanan meraih gelar sarjana bersama BAZNAS Kabupaten Tulungagung serta membawa perubahan besar bagi masa depan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Ikuti terus media sosial resmi BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk informasi lebih lanjut:> Instagram: @baznaskabtulungagung> Facebook: @baznaskabtulungagung> Tiktok: @baznaskabtulungagung
BERITA08/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hingga Pelosok Pucanglaban, BAZNAS Tulungagung Pastikan Bantuan Diterima oleh yang Paling Membutuhkan
Hingga Pelosok Pucanglaban, BAZNAS Tulungagung Pastikan Bantuan Diterima oleh yang Paling Membutuhkan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali melaksanakan kegiatan monitoring kepada para penerima Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara di wilayah Kecamatan Pucanglaban, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam memastikan pendistribusian dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan berjalan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh para penerima manfaat. Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara merupakan salah satu program sosial BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang diperuntukkan bagi masyarakat lanjut usia atau mereka yang hidup sebatangkara dan mengalami keterbatasan ekonomi. Bantuan tersebut disalurkan setiap tiga bulan sekali oleh relawan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam bentuk uang tunai sebesar Rp900.000 kepada masing-masing penerima manfaat. Dalam kegiatan monitoring tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., berdialog langsung dengan para penerima manfaat. Beliau memastikan bahwa bantuan yang telah disalurkan benar-benar diterima oleh penerima, sekaligus menanyakan nominal bantuan yang diterima sebagai bentuk evaluasi terhadap proses pendistribusian. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., mengatakan bahwa program ini telah berjalan selama bertahun-tahun. Namun, dirinya baru berkesempatan melakukan monitoring secara langsung kepada para penerima manfaat. "Program ini sebenarnya sudah berjalan bertahun-tahun. Hanya saja saya sendiri belum pernah melakukan monitoring secara langsung. Karena itu, saya ingin melihat sendiri kondisi para penerima manfaat serta memastikan apakah mereka benar-benar layak menerima bantuan ini," ujar Suyadi. Ia menambahkan bahwa Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara merupakan bentuk kepedulian jangka panjang kepada masyarakat yang hidup dalam kondisi serba keterbatasan. Selama masih memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat, bantuan tersebut akan terus diberikan. "Insyaallah bantuan ini akan terus diberikan kepada mereka seumur hidup atau sampai mereka meninggal dunia selama BAZNAS masih ada. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan hidup sehari-hari dan menjadi bukti bahwa zakat yang dititipkan oleh para muzaki benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan," tambahnya. Melalui kesempatan tersebut, Suyadi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada saudara-saudara yang hidup dalam kesulitan dan keterbatasan. "Mari kita tingkatkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang hidup dalam kesulitan dan serba keterbatasan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan, insyaallah kita dapat menghadirkan harapan dan membantu meringankan beban mereka," pungkasnya. Salurkan zakat, infak, maupun sedekah Anda secara mudah melalui kabtulungagung.baznas.go.id atau melalui rekening BSI 7137 892 353 an. Baznas Zakat Tulungagung.
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Terus Pastikan Manfaat Zakat Tepat Sasaran, Ketua BAZNAS Tulungagung Monitoring Penerima Bantuan di Tanggunggunung
Terus Pastikan Manfaat Zakat Tepat Sasaran, Ketua BAZNAS Tulungagung Monitoring Penerima Bantuan di Tanggunggunung
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus memperkuat komitmennya dalam memastikan pendistribusian dana zakat berjalan secara tepat sasaran melalui kegiatan monitoring kepada penerima Program. Kali ini, monitoring dilaksanakan kepada para penerima manfaat program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara di wilayah Kecamatan Tanggunggunung (30/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., bersama jajaran BAZNAS serta didampingi perangkat desa setempat. Monitoring dilakukan dengan mengunjungi langsung para penerima manfaat guna memastikan bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak sekaligus melihat secara langsung kondisi kehidupan mereka. Program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat yang diperuntukkan bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yang hidup dalam kondisi serba terbatas. Melalui program ini, setiap penerima memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp900.000 yang disalurkan setiap tiga bulan sekali selama penerima masih hidup atau hingga meninggal dunia. Di Kecamatan Tanggunggunung, program ini menjangkau 12 penerima manfaat. Pada monitoring kali ini, BAZNAS mengunjungi empat penerima manfaat, yakni Mbah Sailah dan Mbah Katimen warga Desa Jengglungharjo, serta Mbah Supeno dan Mbah Sumilah warga Desa Pakisrejo. Sementara itu, monitoring kepada penerima manfaat lainnya akan ditindaklanjuti secara bertahap oleh jajaran pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Secara keseluruhan, Program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara saat ini telah menjangkau 193 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menjelaskan bahwa penetapan penerima bantuan dilakukan melalui proses seleksi dan verifikasi yang matang agar bantuan benar-benar tepat sasaran. "Program ini diprioritaskan bagi para lansia berusia 60 tahun ke atas yang hidup sebatangkara, tinggal sendirian, tidak memiliki penghasilan tetap, serta tidak mendapatkan perhatian maupun dukungan dari keluarga. Namun demikian, kami tidak hanya terpaku pada kategori tersebut. BAZNAS juga melakukan berbagai pertimbangan lain, seperti kondisi kesehatan, kemampuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, serta kondisi sosial dan ekonomi mereka. Semua itu kami lakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan," ujar Suyadi. Menurutnya, kegiatan monitoring menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas sekaligus mengevaluasi efektivitas program pendistribusian zakat. Dengan turun langsung ke lapangan, BAZNAS dapat memastikan bahwa bantuan yang berasal dari para muzaki benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mustahik. Selain sebagai bentuk pengawasan, monitoring juga menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan kondisi para penerima manfaat sehingga apabila ditemukan kebutuhan lain yang mendesak, BAZNAS dapat melakukan tindak lanjut sesuai kemampuan dan program yang dimiliki. Suyadi berharap semangat kepedulian sosial masyarakat terus tumbuh sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah. "Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tulungagung untuk terus meningkatkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang hidup dalam kesulitan, khususnya para lansia dan masyarakat yang serba terbatas. Zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka, tetapi juga menjadi jalan menghadirkan keberkahan dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat." Penyaluran dapat dilakukan secara mudah melalui laman kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat atau melalui rekening BSI 7137 892 353 an. Baznas Zakat Tulungagung. Setiap amanah yang dititipkan akan disalurkan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran kepada para mustahik di Kabupaten Tulungagung.
BERITA01/07/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Peringati Muharram: BAZNAS, LAZ dan Kemenag Tulungagung Gelar Lebaran Yatim dan Disabilitas
Peringati Muharram: BAZNAS, LAZ dan Kemenag Tulungagung Gelar Lebaran Yatim dan Disabilitas
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung di Masjid Nurul Hikmah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Muharram 1448 Hijriah ini diikuti oleh berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang ada di Kabupaten Tulungagung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) serta Kepala Madrasah Negeri se-Kabupaten Tulungagung. Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap implementasi program prioritas pemberdayaan ekonomi umat melalui penguatan zakat dan wakaf. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada anak yatim dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan senilai Rp13,5 juta. Bantuan diberikan dalam bentuk santunan kepada anak yatim sebesar Rp200 ribu berupa uang tunai dan tas sekolah untuk masing-masing penerima. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada penyandang disabilitas dengan nilai Rp1 juta untuk setiap penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa partisipasi BAZNAS dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program-program sosial dan kemanusiaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. "BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Agama ini. Momentum Muharram, terutama Hari Asyura, menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kepedulian kepada anak yatim, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang membutuhkan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzaki, kami berupaya menghadirkan manfaat nyata dan membantu meringankan beban mereka," ujar Suyadi. Pelaksanaan kegiatan ini bertepatan dengan 10 Muharram 1448 H yang dikenal sebagai Hari Asyura, salah satu hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, Hari Asyura juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, berbagi kebahagiaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak yatim dan kelompok rentan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan menebarkan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. Semangat Muharram hendaknya menjadi pengingat bahwa kebaikan sekecil apa pun dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan orang lain. BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Mari bersama-sama menghadirkan lebih banyak kebermanfaatan bagi sesama dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Salurkan kebaikan Anda melalui:Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS
BERITA25/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Hadirkan Senyum bagi Yatim dan Disabilitas dalam Forum MUSPADI
BAZNAS Tulungagung Hadirkan Senyum bagi Yatim dan Disabilitas dalam Forum MUSPADI
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung turut berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Perempuan, Anak, dan Disabilitas (MUSPADI) yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 345 peserta dari berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya agar terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan kelompok rentan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan berbagai bantuan kepada para penerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Bantuan yang diberikan meliputi santunan kepada 10 anak yatim masing-masing sebesar Rp200.000, bantuan pendidikan jenjang SD kepada 2 siswa masing-masing sebesar Rp250.000, dan bantuan pendidikan jenjang SMP kepada 2 siswa sebesar Rp300.000, serta bantuan modal usaha kepada 6 penyandang disabilitas dengan nominal Rp1.000.000 per orang. Selain bantuan uang tunai, seluruh penerima manfaat juga mendapatkan paket sembako senilai Rp150.000 per orang. Total dana yang disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan ini mencapai Rp12.100.000. Plt. Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Tika Nifatul Chusna, M.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam forum MUSPADI merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. "MUSPADI menjadi ruang yang sangat penting untuk mendengar dan memahami kebutuhan perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya. BAZNAS Kabupaten Tulungagung hadir tidak hanya sebagai mitra pembangunan sosial, tetapi juga sebagai lembaga yang berupaya memastikan bantuan dari para muzaki dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penerima manfaat sekaligus memberikan semangat untuk terus menjalani kehidupan dengan lebih baik," ujarnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Kebaikan yang kita tunaikan hari ini dapat menjadi harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan. Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS
BERITA23/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua BAZNAS Tulungagung Monitoring Langsung Penyaluran Bantuan Fakir Miskin Sebatangkara
Pastikan Tepat Sasaran, Ketua BAZNAS Tulungagung Monitoring Langsung Penyaluran Bantuan Fakir Miskin Sebatangkara
Tulungagung – Dalam upaya memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., melakukan monitoring sekaligus penyaluran bantuan biaya hidup bagi fakir miskin sebatangkara di sejumlah wilayah Kecamatan Sendang pada Senin (22/6/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap program pendistribusian dana zakat yang telah dihimpun dari masyarakat. Selain menyalurkan bantuan, Suyadi juga memastikan bahwa bantuan diterima langsung oleh para penerima manfaat. Program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatangkara merupakan salah satu program perlindungan sosial yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para lansia yang hidup seorang diri. Melalui program ini, setiap penerima manfaat memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp900.000 yang disalurkan setiap tiga bulan sekali. Program ini menyasar para lanjut usia (lansia) yang tidak memiliki penghasilan tetap, hidup sebatangkara, serta minim atau bahkan tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan agar mereka tetap dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak. Para penerima manfaat yang telah ditetapkan akan terus menerima bantuan tersebut selama memenuhi kriteria program. Bantuan diberikan secara berkelanjutan hingga akhir hayat penerima manfaat atau sampai yang bersangkutan meninggal dunia. Suyadi mengatakan bahwa monitoring lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas dan efektivitas penyaluran bantuan. "Kami ingin memastikan bahwa penyaluran bantuan biaya hidup ini benar-benar tepat sasaran dan diterima langsung oleh para penerima manfaat yang berhak. Monitoring ini tidak hanya kami lakukan di wilayah Kecamatan Sendang saja, tetapi juga akan kami lakukan secara bertahap kepada seluruh penerima manfaat di Kabupaten Tulungagung," ujarnya. Menurutnya, dana zakat yang dikelola oleh BAZNAS merupakan amanah yang dipercayakan masyarakat kepada lembaga. Oleh karena itu, setiap proses penyaluran harus dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. "Zakat yang terhimpun di BAZNAS adalah amanah dari masyarakat. Karena itu, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar sampai kepada penerimanya dan memberikan manfaat sesuai dengan tujuan program yang telah ditetapkan," tambahnya. Melalui kegiatan monitoring ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pendistribusian dana zakat, sehingga kebermanfaatannya semakin dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berbuat baik dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. Mari berbagi kebaikan dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS
BERITA23/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Kolaborasi Kebaikan di Bulan Muharram, 50 Anak Yatim Terima Santunan dari BAZNAS, JNE, dan Josh Gandhos
Kolaborasi Kebaikan di Bulan Muharram, 50 Anak Yatim Terima Santunan dari BAZNAS, JNE, dan Josh Gandhos
Tulungagung – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan JNE dan Komunitas Josh Gandhos Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan pengajian sekaligus santunan anak yatim di Komplek Liur Grup, Desa Mangunsari, pada Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan tersebut dihadiri oleh para pengurus dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung, JNE Tulungagung, dan Komunitas Josh Gandhos Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk sinergi dan kepedulian bersama terhadap anak-anak yatim. Pada kesempatan itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan santunan kepada 50 anak yatim dengan total bantuan sebesar Rp3.000.000,-. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menjelaskan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim. “BAZNAS Kabupaten Tulungagung sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh JNE dan Komunitas Josh Gandhos ini. Semoga kolaborasi yang terjalin dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan kita bersama,” ujarnya. Beliau juga mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, mudah-mudahan kehadiran kita semua pada hari ini dicatat oleh Allah SWT sebagai amal ibadah yang membawa kemaslahatan, maslahah fid dunya wal akhirah, baik di dunia maupun di akhirat,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Komunitas Josh Gandhos yang juga merupakan Kepala JNE Tulungagung, H. Totok Sugiarto, menyampaikan bahwa momentum bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim. “Bulan Muharram dikenal sebagai bulannya anak yatim. Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita dapat melaksanakan kegiatan santunan anak yatim sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian kepada sesama,” katanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung atas sinergi dan dukungannya sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi anak-anak yatim,” lanjutnya. Kepada para penerima santunan, H. Totok berpesan agar terus semangat dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa. “Semoga anak-anak yatim yang hadir hari ini semakin rajin belajar, tumbuh menjadi generasi yang cerdas, adil, makmur, dan sejahtera serta mampu menjadi penerus bangsa yang membanggakan,” pesannya. Melalui momentum Tahun Baru Islam 1448 H ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat solidaritas kepada sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung agar semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS
BERITA22/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Kuliah Impian Tanpa Khawatir Biaya, Beasiswa SKSS BAZNAS Tulungagung Resmi Dibuka
Kuliah Impian Tanpa Khawatir Biaya, Beasiswa SKSS BAZNAS Tulungagung Resmi Dibuka
Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung. Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 resmi dibuka. Program beasiswa jenjang Strata 1 (S1) ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang telah berjalan selama sembilan tahun. Melalui program ini, BAZNAS terus berkomitmen membantu keluarga kurang mampu agar memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang dapat menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana. SKSS hadir sebagai wujud nyata pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini diharapkan mampu membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi para penerima manfaat dan keluarganya. Khusus untuk Masyarakat dan Perguruan Tinggi di Tulungagung Beasiswa SKSS Tahun 2026 diperuntukkan khusus bagi calon mahasiswa yang memiliki identitas atau Kartu Keluarga (KK) berdomisili di Kabupaten Tulungagung. Selain itu, perguruan tinggi yang dipilih untuk mengikuti program ini juga harus berada di wilayah Kabupaten Tulungagung. Ketentuan ini dibuat agar manfaat program dapat lebih fokus dirasakan oleh masyarakat Tulungagung serta mendukung pengembangan pendidikan tinggi di daerah. Para peserta dapat memilih berbagai program studi sesuai minat, bakat, dan potensi yang dimiliki. Dengan demikian, penerima beasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri pada bidang yang mereka cita-citakan. Setiap tahunnya, Program SKSS menjaring 20 mahasiswa terpilih untuk mendapatkan bantuan pendidikan dan pembinaan selama masa perkuliahan. Bantuan UKT dan Pembinaan Berkelanjutan Penerima Beasiswa SKSS akan memperoleh bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2.000.000 per mahasiswa setiap semesternya selama empat tahun masa studi. Tidak hanya itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga memberikan pembinaan rutin kepada seluruh penerima manfaat. Pembinaan tersebut meliputi penguatan karakter, kepemimpinan, integritas, kepedulian sosial, wawasan keislaman, hingga pengembangan kapasitas diri agar mahasiswa siap menjadi generasi yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat. Telah Menghasilkan Puluhan Sarjana Selama sembilan tahun pelaksanaannya, Program SKSS telah memberikan manfaat kepada 156 mahasiswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung. Dari jumlah tersebut, 89 mahasiswa telah berhasil lulus dan menyandang gelar sarjana, sementara 67 mahasiswa lainnya masih aktif menempuh pendidikan diberbagai perguruan tinggi. Segera Daftar dan Raih Kesempatan Emas Ini BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak para lulusan SMA/SMK/MA sederajat dari keluarga kurang mampu yang memenuhi persyaratan untuk segera memanfaatkan kesempatan ini. Jangan lewatkan peluang menjadi bagian dari keluarga besar penerima Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Kabupaten tulungagung Tahun 2026. Periode pendaftaran dibuka mulai 15 Juni hingga 15 Juli 2026. Selama periode tersebut, calon peserta yang memenuhi persyaratan dapat melakukan pendaftaran dan melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Panduan dan informasi lengkap pendaftaran dapat diakses melalui -> Beasiswa SKSS 2026 Contact person WhatsApp: 0859-6290-5701 Jangan sampai ketinggalan kesempatan berharga ini. Persiapkan berkas terbaikmu dan wujudkan impian menjadi sarjana bersama BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
BERITA17/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Didampingi Plt. Ketua TP PKK, BAZNAS Tulungagung Serahkan Bantuan Biaya Hidup untuk Lansia Dhuafa
Didampingi Plt. Ketua TP PKK, BAZNAS Tulungagung Serahkan Bantuan Biaya Hidup untuk Lansia Dhuafa
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran bantuan biaya hidup bagi fakir miskin. Pada Kamis (11/6/2026), bantuan disalurkan kepada dua penerima manfaat, yakni Mbah Tumini, warga Dusun Irunggunan RT 03 RW 01 Desa Panggungrejo, serta Mbah Lasemi, warga Dusun Bebekan RT 01 RW 01 Desa Balerejo, Kecamatan Kauman. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung secara langsung dan didampingi oleh Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Ibu Yuyun Ahmad Baharudin, bersama jajaran pengurus BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Camat Kauman. Program bantuan biaya hidup ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Tulungagung terhadap masyarakat lanjut usia yang hidup dalam kondisi serba keterbatasan. Para penerima manfaat merupakan lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap, serta tidak memiliki keluarga yang menopang kebutuhan hidup sehari-hari, atau hidup seorang diri. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan pada hari ini hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan penerima manfaat program bantuan biaya hidup yang dikelola oleh BAZNAS. "Penyaluran hari ini diberikan kepada dua penerima manfaat di Kecamatan Kauman. Namun secara keseluruhan, program bantuan biaya hidup BAZNAS Kabupaten Tulungagung menjangkau 186 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Tulungagung. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp900.000 yang disalurkan setiap tiga bulan sekali," jelasnya. Lebih lanjut, Suyadi menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk pendampingan jangka panjang bagi para lansia dhuafa yang sangat membutuhkan perhatian dan dukungan. "Bantuan ini akan terus diberikan sepanjang hidup penerima manfaat atau sampai yang bersangkutan meninggal dunia. Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan hidup sehari-hari para lansia yang selama ini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan," tambahnya. Menurutnya, banyak penerima manfaat program ini yang belum tersentuh bantuan pemerintah karena berbagai keterbatasan administrasi. Tidak sedikit dari mereka yang tidak memiliki dokumen kependudukan seperti KTP maupun Kartu Keluarga sehingga sulit mengakses berbagai program bantuan sosial yang tersedia. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berupaya hadir untuk mengisi ruang-ruang kebutuhan masyarakat yang belum terjangkau, sekaligus memastikan bahwa para lansia dhuafa tetap mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak. BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada para lansia dan masyarakat dhuafa yang hidup dalam keterbatasan. "Setiap zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS akan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Mari bersama-sama menjadi bagian dari kebaikan ini. Kepedulian yang kita tunaikan hari ini dapat menjadi harapan dan penyambung kehidupan bagi mereka yang hidup dalam kesulitan," ungkap Suyadi. Masyarakat yang ingin turut berpartisipasi dalam program-program kemanusiaan dan pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dapat menyalurkan zakat, infak, atau sedekah melalui laman: Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS Karena bagi sebagian orang, bantuan yang kita tunaikan mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan, bantuan tersebut dapat menjadi harapan yang sangat berarti untuk melanjutkan kehidupan.
BERITA11/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Kabar Gembira! Beasiswa SKSS BAZNAS Tulungagung 2026 Segera Dibuka!
Kabar Gembira! Beasiswa SKSS BAZNAS Tulungagung 2026 Segera Dibuka!
Tulungagung – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung, khususnya para pelajar dan calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 akan segera dibuka. Program beasiswa jenjang Strata 1 (S1) yang telah berjalan selama sembilan tahun ini menjadi salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Melalui program ini, BAZNAS berupaya mewujudkan harapan agar setiap keluarga kurang mampu di Kabupaten Tulungagung memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang mampu meraih gelar sarjana. Program SKSS diperuntukkan khusus bagi mahasiswa yang berdomisili atau bertempat tinggal di Kabupaten Tulungagung. Setiap tahunnya, sebanyak 20 mahasiswa terpilih mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan S1 di lima perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Tulungagung dengan berbagai pilihan program studi sesuai minat dan bakat masing-masing. Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan para penerima manfaat, BAZNAS Kabupaten Tulungagung memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2.000.000 per mahasiswa pada setiap semesternya selama masa studi hingga empat tahun perkuliahan. Namun, Program SKSS tidak hanya berfokus pada bantuan biaya pendidikan semata. BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga memberikan pembinaan secara berkelanjutan kepada para penerima beasiswa. Melalui berbagai kegiatan pengembangan diri, mahasiswa dibekali dengan pembentukan karakter, penguatan nilai integritas, kepemimpinan, semangat kepedulian sosial, serta wawasan kehidupan yang lebih luas. Pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan siap menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Capaian Program SKSS hingga saat ini menunjukkan hasil yang membanggakan. Sejak pertama kali dilaksanakan, program ini telah memberikan manfaat kepada 156 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 89 mahasiswa telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan menyandang gelar sarjana, sementara 67 mahasiswa lainnya masih aktif menempuh perkuliahan di berbagai perguruan tinggi. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. Program ini tidak hanya membantu individu penerima manfaat, tetapi juga membuka peluang perubahan ekonomi bagi keluarga mereka di masa depan. Bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung yang ingin mengikuti Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026, diharapkan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang dan melengkapi berbagai persyaratan yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Jangan sampai ketinggalan informasi pendaftaran Beasiswa SKSS Tahun 2026. Pantau terus dan ikuti seluruh media resmi BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal, persyaratan, serta mekanisme pendaftaran program beasiswa ini. > Instagram: @baznaskabtulungagung> Facebook: @baznaskabtulungagung> Tiktok: @baznaskabtulungagung Siapkan diri, raih kesempatan, dan wujudkan impian menjadi sarjana bersama BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
BERITA09/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Peduli Lingkungan Sehat, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Sosial Rp20 Juta pada Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Peduli Lingkungan Sehat, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Sosial Rp20 Juta pada Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar manfaat kepada masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial senilai Rp20,5 juta pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang diselenggarakan di RT 003/RW 009, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Jumat (5/6). Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Deklarasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumbernya yang dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, lembaga, komunitas, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan sejumlah bantuan yang terdiri dari santunan kepada anak yatim, bantuan modal usaha untuk kelompok bank sampah, serta bantuan 20 unit tempat sampah. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para penerima sekaligus mendukung upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Plt. Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Tika Nifatul Chusna, M.Pd., menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengintegrasikan program sosial dengan program pemberdayaan masyarakat. “Pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan sosial dengan total nilai Rp20,5 juta. Bantuan tersebut terdiri dari santunan kepada anak yatim, bantuan modal usaha bagi kelompok bank sampah, serta bantuan 20 unit tempat sampah. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat terus diupayakan untuk memberikan dampak yang luas melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun lingkungan. “BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui dukungan para muzaki dan munfik, kami dapat menyalurkan bantuan yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif sehingga mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Menurutnya, bantuan modal usaha kepada kelompok bank sampah menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan. Selain membantu mengurangi permasalahan sampah, program tersebut juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi bagi warga. Di sisi lain, bantuan tempat sampah diharapkan dapat meningkatkan budaya pemilahan sampah dari sumbernya sebagai langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berupaya menjadi jembatan kebaikan antara para pemberi manfaat dan masyarakat yang membutuhkan. Keberhasilan program-program tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Untuk itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam berbagi kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membantu sesama, memberdayakan masyarakat, dan membangun Kabupaten Tulungagung yang lebih sejahtera. Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung: Klik disini-> Berbagi bersama BAZNAS dan jadilah bagian dari gerakan kebaikan untuk mewujudkan Tulungagung yang semakin maju, peduli, dan sejahtera.
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, BAZNAS Tulungagung Perkuat Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, BAZNAS Tulungagung Perkuat Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan
Tulungagung – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, BAZNAS Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam kegiatan Deklarasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumbernya yang digelar pada Jumat (5/6) di RT 003/RW 009, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung. Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., bersama Deputi Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Tri Hariadi, jajaran Forkopimda Tulungagung, Kepala UPT Bapenda Provinsi Jawa Timur, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung beserta jajaran, kepala perangkat daerah, para camat se-Kabupaten Tulungagung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tulungagung, Forum Komunitas Hijau Kabupaten Tulungagung, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, perwakilan Sekolah Adiwiyata, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk membangun aksi nyata dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan persoalan sampah yang semakin kompleks. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat. Kehadiran BAZNAS menjadi wujud nyata sinergi antara program sosial dan kepedulian terhadap lingkungan yang berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab lembaga dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga lingkungan. “BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus mendukung berbagai gerakan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengelolaan lingkungan yang baik merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan kehidupan yang sehat, bersih, dan sejahtera. Karena itu, kami siap bersinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya. Sementara itu, Plt. Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Tika Nifatul Chusna, M.Pd., menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut BAZNAS turut menyalurkan berbagai bantuan sosial dengan total nilai Rp20,5 juta. “Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan sosial senilai Rp20,5 juta yang terdiri dari santunan kepada anak yatim, bantuan modal usaha bagi kelompok bank sampah, serta bantuan 20 unit tempat sampah. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” jelasnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kolaborasi antara pemerintah, lembaga, komunitas, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Selain itu, gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya diharapkan mampu menjadi budaya baru di tengah masyarakat, sehingga dapat mengurangi volume sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →