WhatsApp Icon
Dari Dapur Sederhana : Kisah Keteguhan Radzel Catering Bersama Bantuan Pembiayaan BMD

Tulungagung - Di tengah dinamika usaha kecil yang kerap naik turun, Susanti (51), pemilik Radzel Catering, membuktikan bahwa ketekunan dan kejujuran mampu menjaga api wirausaha tetap menyala. Usaha rumahan yang ia rintis sejak 1996 ini berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, dan hingga kini masih konsisten melayani kebutuhan pangan masyarakat sekitar.

Radzel Catering memproduksi beragam produk, mulai dari kue kering, kue basah, jamu tradisional, nasi kotak, hingga minuman soya. Produksi dilakukan secara mandiri dari rumah, sementara pemasarannya mengandalkan jaringan offline dan online. Secara offline, produk Radzel Catering banyak digunakan untuk kegiatan Posyandu, puskesmas, kader PMT balita, serta berbagai acara desa. Hal ini tidak lepas dari peran aktif Susanti sebagai kader BKKBN, yang membuat produknya dikenal luas di kalangan komunitas dan kegiatan sosial.

Selain itu, Susanti juga rutin berjualan di kegiatan Car Free Day Alun-Alun Tulungagung setiap hari Minggu, yang menjadi salah satu etalase penting bagi produknya untuk menjangkau konsumen baru. Untuk pemasaran harian, Radzel Catering telah masuk ke satu kantin serta dua warung yang menjual kue, jus buah, dan produk lainnya. 

Layanan pemesanan online dan pesan antar pun tersedia, khususnya untuk wilayah Karangrejo dan sekitarnya.Dalam sebulan, omzet Radzel Catering berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta, dengan laba bersih di atas 50 persen. Meski demikian, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Susanti mengakui bahwa tantangan terbesar adalah fluktuasi pesanan. Namun, ia memilih untuk tetap semangat, meskipun order yang masuk terkadang kecil.

“Prinsip saya sederhana: jujur, tekun, dan merawat pelanggan,” ujarnya. Prinsip inilah yang membuat pelanggan tetap setia, meski persaingan usaha kuliner semakin ketat.

Untuk mendukung keberlanjutan usahanya, Susanti juga mendapatkan pembiayaan dari Baznas Microfinance Desa Tulungagung. Pada tahap pertama, yang diterima akhir November 2024, ia memperoleh modal sebesar Rp1,8 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku. Saat ini, ia kembali mengajukan pembiayaan tahap kedua pada November 2025 sebesar Rp2 juta, yang juga akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan bahan baku dan pesanan produk.Tak hanya itu, Radzel Catering kini telah ditunjang dengan sertifikasi halal, yang menjadi modal penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Ke depan, Susanti berharap dapat memiliki outlet sendiri.

Dari dapur sederhana di Desa Tulungrejo, Radzel Catering menjadi bukti bahwa usaha kecil dengan manajemen yang jujur, konsisten, dan dekat dengan masyarakat mampu bertahan puluhan tahun bahkan terus bersiap untuk melangkah lebih jauh.

14/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Melalui Zakat Umat, BAZNAS Menjadi Penopang Hidup Nenek Mukir Hingga Akhir Hayat

Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan biaya hidup kepada lansia fakir miskin. Kali ini, bantuan diberikan kepada Mbah Mukir, warga Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, yang hidup sebatang kara di usia lanjut.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program Kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat rentan, khususnya lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap maupun pendamping keluarga.

Program bantuan biaya hidup ini menjadi salah satu kegiatan berkelanjutan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang difokuskan pada warga dhuafa sebatang kara. Melalui program ini, BAZNAS berkomitmen memastikan dana zakat yang dihimpun dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat nyata bagi para mustahik.

Mbah Mukir diketahui telah lama menjalani kehidupan seorang diri. Meskipun anaknya sesekali datang menjenguk, sebagian besar kebutuhan dan aktivitas sehari-hari dijalani secara mandiri. Faktor usia yang semakin lanjut menyebabkan kondisi kesehatannya kerap menurun. Dalam keseharian, dukungan sosial masih terjalin melalui kepedulian beberapa tetangga yang sesekali memberikan perhatian.

“Alhamdulillah, mugi-mugi pinaring sukses, sehat kanggo kabeh, lan barokah. Mugi BAZNAS tambah barokah,” tutur Mbah Mukir dengan penuh syukur.

Kepala dusun setempat menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi lansia yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian bersama.

Sementara itu, relawan binaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatang kara yang tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial penerima manfaat. Dalam penyaluran bantuan, relawan turut memberikan pendampingan moril serta memastikan bantuan diterima langsung oleh yang bersangkutan.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif membantu sesama dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, guna menghadirkan harapan dan solusi berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.

13/01/2026 | Kontributor: Humas BASNAZ Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Konsisten Cetak Sarjana Lewat Program SKSS Selama Sembilan Tahun

Tulungagung - Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan terus diwujudkan secara nyata melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Program beasiswa strata 1 (S1) ini telah berjalan selama sembilan tahun dan menjadi harapan besar bagi keluarga kurang mampu agar memiliki setidaknya satu anggota keluarga bergelar sarjana.

Setiap tahunnya, Program SKSS menjaring 20 mahasiswa terpilih untuk menempuh pendidikan S1 di lima perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung, dengan pilihan jurusan yang beragam sesuai minat dan bakat masing-masing peserta. Beasiswa ini mencakup bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 2.000.000,- per mahasiswa selama empat tahun.

Tidak hanya memberikan dukungan finansial, BAZNAS Tulungagung juga menekankan pentingnya pembinaan non-akademik. Para penerima beasiswa dibekali dengan pembentukan karakter, penguatan nilai integritas, semangat kepedulian sosial, serta wawasan kehidupan nyata, agar kelak mampu menjadi pribadi yang mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat.

Hingga saat ini, Program SKSS telah mencatatkan capaian yang membanggakan. Sebanyak 156 mahasiswa telah menerima manfaat beasiswa, dengan 89 mahasiswa telah lulus dan menyandang gelar sarjana, sementara 67 mahasiswa lainnya masih aktif menjalani perkuliahan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa Program SKSS harus benar-benar tepat sasaran. Oleh karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat dan berlapis.

“Beasiswa SKSS ini harus tepat sasaran. Proses seleksi berlapis kami lakukan agar benar-benar mendapatkan generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi keluarga maupun masyarakat sekitar. Seleksi ini bukan sekadar formalitas, tetapi penentu masa depan penerima beasiswa,” tegasnya.

Seleksi Program SKSS dimulai dari seleksi administrasi, dilanjutkan dengan survei lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga calon penerima. Tahap berikutnya adalah tes tulis, dan diakhiri dengan tes wawancara guna menggali motivasi, komitmen, serta kesiapan peserta dalam menempuh pendidikan tinggi.

Dalam rangka menjaga fokus dan keberhasilan studi, BAZNAS Tulungagung juga menetapkan komitmen khusus bagi para penerima beasiswa.

“Selama masa studi, penerima beasiswa SKSS tidak diperkenankan untuk menikah terlebih dahulu. Hal ini agar mereka bisa fokus pada perkuliahan, menyelesaikan studi tepat waktu, dan kelak menjadi sarjana yang membanggakan keluarga,” tambah Suyadi.

Melalui Program SKSS, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat untuk mengangkat derajat keluarga serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Program ini menjadi bukti bahwa zakat, jika dikelola dengan tepat, mampu menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan umat.

12/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Hadirkan Hunian Layak bagi Mustahik, BAZNAS Tulungagung Gelontorkan Rp249,5 Juta untuk 20 Penerima

Tulungagung - Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau Rumah Layak Huni (RLH) menjadi wujud nyata komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dalam menghadirkan hunian layak bagi keluarga kurang mampu. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), program ini diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup mustahik dengan menyediakan tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.

Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan bantuan program RTLH/RLH kepada 15 penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp149.500.000,-. Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga yang rumahnya berada dalam kondisi tidak layak huni dan membutuhkan perbaikan mendesak demi keselamatan serta kelayakan tempat tinggal.

Tak hanya itu, BAZNAS Tulungagung juga berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam memperluas jangkauan program. Melalui sinergi tersebut, bantuan RTLH/RLH kembali disalurkan kepada 5 penerima manfaat tambahan dengan total nilai sebesar Rp100.000.000,-.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam pengelolaan dana umat. “Program ini bukan sekadar membangun dinding dan atap, tetapi membangun kembali rasa aman, harapan, dan martabat keluarga mustahik. Kami ingin zakat benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama program RTLH/RLH adalah meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui hunian yang layak, sekaligus mendukung kesehatan, keselamatan, dan ketenangan psikologis keluarga penerima manfaat. Dengan tempat tinggal yang lebih baik, keluarga diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif dan bermartabat.

Drs. H. Suyadi, MM. juga menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat agar manfaat ZIS dapat menjangkau lebih luas. “Kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga program-program kemaslahatan seperti ini dapat berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya.

Melalui program RTLH/RLH ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menegaskan bahwa dana ZIS tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program pemberdayaan yang berdampak langsung dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

09/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah, BAZNAS Tulungagung Alokasikan Rp415,5 Juta untuk Usaha Warga

Tulungagung - Keterbatasan ekonomi masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian masyarakat rentan di Kabupaten Tulungagung. Tekanan ekonomi yang berkepanjangan kerap menimbulkan rasa khawatir dan kebingungan, terutama bagi keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor informal. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan lapangan kerja yang berdampak pada menurunnya taraf kesejahteraan keluarga.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat dituntut untuk bekerja lebih keras serta mampu menghadirkan inovasi demi memperbaiki kondisi ekonomi. Namun, upaya tersebut tidak selalu berjalan mudah. Keterbatasan modal usaha, minimnya akses informasi, kurangnya keterampilan, serta terbatasnya akses pasar masih menjadi hambatan utama bagi para pejuang nafkah di Kabupaten Tulungagung.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung melalui Program Pemberdayaan Ekonomi terus berupaya memberikan solusi nyata bagi masyarakat agar mampu mandiri dan memiliki taraf perekonomian yang lebih baik. Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan bantuan modal usaha kepada 318 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Tulungagung, dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp415.500.000.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa modal pengembangan usaha, tetapi juga disertai pendampingan intensif. BAZNAS Tulungagung secara berkala melakukan monitoring untuk memastikan usaha yang dijalankan penerima manfaat tetap berjalan dan mengalami perkembangan. Bahkan, bagi penerima manfaat yang usahanya terbukti tumbuh secara positif, BAZNAS memberikan dukungan lanjutan berupa bantuan tahap kedua hingga tahap ketiga sebagai bentuk apresiasi dan penguatan keberlanjutan usaha.

Tak hanya berfokus pada aspek ekonomi, BAZNAS Tulungagung juga memberikan pendampingan spiritual kepada para penerima manfaat. Melalui program sedekah subuh Rp2.000 setiap hari, para mustahik diajak untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial. Langkah ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga dermawan dan berdaya bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui pendekatan pemberdayaan yang menyeluruh baik secara ekonomi maupun sosial, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen menghadirkan program yang berkelanjutan dan berdampak nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tulungagung.

08/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemkab, Salurkan Santunan Yatim dan Bantuan Sembako di Harlah TNI ke-80
BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemkab, Salurkan Santunan Yatim dan Bantuan Sembako di Harlah TNI ke-80
Tulungagung — Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kebermanfaatan bagi masyarakat. Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, BAZNAS turut menyalurkan santunan anak yatim dan bantuan sembako dalam acara yang digelar di Sekretariat Ranting PSHT Kauman pada Jumat, (10/10/2025). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan total bantuan sebesar Rp5.000.000,-. Rincian bantuan meliputi santunan kepada 20 anak yatim dengan total nominal Rp2.000.000,-, serta bantuan sembako untuk 30 penerima manfaat senilai Rp3.000.000,-. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., yang turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara BAZNAS dan berbagai elemen masyarakat dalam upaya memperkuat kepedulian sosial. “Kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan BAZNAS dalam meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan,” ujarnya. Melalui momentum peringatan Harlah TNI ke-80 ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap semangat kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan misi TNI yang selalu hadir untuk rakyat.
BERITA10/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bupati Tulungagung Raih Penghargaan BAZNAS Jatim Award 2025
Bupati Tulungagung Raih Penghargaan BAZNAS Jatim Award 2025
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung mengucapkan selamat dan sukses kepada Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., atas diraihnya penghargaan BAZNAS Jatim Award 2025 pada Kriteria Pembinaan terhadap BAZNAS. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur yang digelar di Ball Room Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Rabu (08/10/25). BAZNAS Jatim Award merupakan ajang tahunan yang digagas oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah, lembaga, dan tokoh yang telah berkontribusi besar dalam penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di wilayahnya masing-masing. Penghargaan pada kategori Pembinaan terhadap BAZNAS diberikan kepada kepala daerah yang aktif memberikan dukungan, bimbingan, dan sinergi nyata dalam pengelolaan zakat berbasis kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian tersebut. “Kami atas nama keluarga besar BAZNAS Tulungagung mengucapkan selamat dan sukses kepada Bupati Tulungagung, Bapak H. Gatut Sunu Wibowo, atas penghargaan BAZNAS Jatim Award 2025 ini. Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen beliau dalam mendukung program-program BAZNAS di daerah,” ungkapnya. Lebih lanjut, H. Suyadi berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS akan terus ditingkatkan demi memperluas manfaat zakat di tengah masyarakat. “Kami berharap ke depan kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS semakin kuat. Dengan dukungan penuh dari Bapak Bupati, kami optimis pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di Tulungagung akan semakin meningkat dan mampu menjangkau lebih banyak mustahik,” ujarnya. Melalui penghargaan ini, BAZNAS Tulungagung berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola zakat yang amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Harapannya, sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dapat semakin mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat Tulungagung melalui pengelolaan zakat yang berdayaguna dan berkeadilan.
BERITA08/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Siap Hadapi Musim Bencana, BAZNAS Tulungagung Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025/2026
Siap Hadapi Musim Bencana, BAZNAS Tulungagung Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025/2026
Tulungagung – Sebagai bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menurunkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk mengikuti Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025/2026 yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, Selasa (7/10/25). Apel ini menjadi ajang sinergi lintas lembaga dalam upaya menyiapkan langkah tanggap terhadap potensi bencana yang kerap melanda wilayah Tulungagung. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., serta perwakilan dari berbagai instansi seperti BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, RSUD se-Kabupaten Tulungagung, Satpol PP, PMI, Orari, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga berbagai organisasi masyarakat. Dalam amanatnya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang kerap terjadi di Tulungagung. “Tulungagung sering dilanda bencana. Hingga saat ini tercatat 7 kali banjir, 7 kali longsor, dan kejadian angin puting beliung. Semua itu menjadi pengingat bagi kita untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan,” ujarnya. Beliau juga mengajak masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca dari BMKG atau lembaga terkait serta memperbanyak doa agar Tulungagung selalu dalam lindungan Tuhan dan terhindar dari bencana. Menanggapi hal tersebut, Ari Khotmil Mubarak, S.E., Staf BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Tulungagung, menegaskan bahwa pihaknya siap terlibat aktif dalam setiap upaya penanggulangan bencana. “BAZNAS Tulungagung melalui Tim BTB selalu siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait dalam setiap langkah kesiapsiagaan maupun penanganan bencana. Kami tidak hanya hadir saat tanggap darurat, tetapi juga berupaya aktif terutama dalam pemulihan pascabencana. Semua ini adalah wujud kepedulian kami terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Tulungagung,” ungkapnya. Kehadiran Tim BTB BAZNAS Tulungagung dalam apel tersebut menjadi bukti nyata bahwa lembaga zakat bukan hanya berperan dalam bidang sosial dan ekonomi umat, tetapi juga turut berdiri di garda depan kemanusiaan. Dengan semangat kolaborasi, BAZNAS Tulungagung terus berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan dan tanggap darurat untuk mewujudkan Tulungagung yang lebih tangguh menghadapi bencana
BERITA07/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sinergi BAZNAS dan KUA Gondang Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat
Sinergi BAZNAS dan KUA Gondang Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gondang melaksanakan launching Program Pemberdayaan Ekonomi Umat. Kegiatan ini diadakan di Masjid Besar Gondang, Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung, para penerima bantuan modal usaha, serta perwakilan kampus yang ada di Tulungagung. Dalam acara ini, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan modal usaha kepada 15 penerima manfaat. Sebagai bentuk simbolis, penyerahan dilakukan kepada 5 orang penerima di hadapan tamu undangan. Setiap penerima mendapatkan modal sebesar Rp1.500.000 yang diharapkan mampu menunjang usaha produktif mereka. Bantuan ini diprioritaskan bagi warga yang memiliki usaha kecil dan berkomitmen untuk mengembangkannya, sehingga manfaat zakat dapat benar-benar dirasakan dalam peningkatan taraf hidup. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret dari zakat produktif yang dikelola secara tepat sasaran. Menurutnya, zakat tidak hanya sebatas konsumtif, tetapi juga bisa menjadi sarana pemberdayaan ekonomi. “Harapan kami, bantuan modal ini dapat menjadi langkah awal bagi para penerima untuk mengembangkan usaha, meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus menumbuhkan kemandirian,” ungkapnya. Sementara itu, perwakilan Kemenag Tulungagung, H. M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antara KUA Gondang dan BAZNAS Tulungagung. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata penguatan ekonomi umat berbasis masjid. “Kolaborasi ini penting, karena masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Semoga program ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya. Selain penyerahan bantuan, acara ini juga menjadi momentum untuk menyosialisasikan pentingnya zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola secara profesional. Dengan tata kelola yang baik, dana zakat tidak hanya membantu kebutuhan darurat, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. Program pemberdayaan ekonomi umat ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di kecamatan lain di Tulungagung. BAZNAS Tulungagung menegaskan bahwa melalui program ini, penerima manfaat tidak hanya akan mendapatkan bantuan finansial, tetapi juga akan didorong untuk mengembangkan potensi usaha. Dengan demikian, mereka bisa meningkatkan kemandirian, mengurangi ketergantungan, serta membangun semangat berwirausaha di kalangan masyarakat kecil. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat menghadirkan perubahan sosial yang signifikan. Dengan adanya program pemberdayaan ini, BAZNAS Tulungagung berharap peran zakat semakin terasa dalam mendukung kesejahteraan umat. Bukan hanya untuk saat ini, melainkan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara bertahap melalui usaha produktif yang berkembang.
BERITA02/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Mushola Ponpes Al-Khoziny Runtuh: BTB Tulungagung Bantu Proses Pencarian Korban
Mushola Ponpes Al-Khoziny Runtuh: BTB Tulungagung Bantu Proses Pencarian Korban
Sidoarjo – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) hadir di lokasi musibah runtuhnya mushola di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin siang (30/9/2025). Dalam aksi kemanusiaan ini, BTB Tulungagung bergabung bersama tim BTB gabungan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur serta Rumah Sehat BAZNAS Sidoarjo. Tim diterjunkan dengan fokus pada tiga sektor utama yaitu evakuasi korban, penyediaan logistik, dan layanan kesehatan darurat. Pada tahap evakuasi, tim BTB mendukung Basarnas dan aparat setempat dengan menurunkan tim SAR khusus bangunan runtuh (Collapsed Structure Search and Rescue/CSSR). Tim ini dilengkapi peralatan manual maupun mekanis untuk membantu pencarian korban di bawah reruntuhan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan agar tidak menimbulkan keruntuhan susulan. Untuk kebutuhan dasar para korban dan keluarga, BTB mengoperasikan dapur umum yang menyediakan makanan siap saji, serta dapur air untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi. Posko logistik juga disiapkan untuk menyalurkan kebutuhan mendesak seperti selimut, alas tidur, dan perlengkapan ibadah. Di bidang kesehatan, BTB bersama Rumah Sehat BAZNAS memberikan layanan medis, menyalurkan obat-obatan dasar serta memberikan pendampingan psikososial bagi santri dan keluarga yang mengalami trauma. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meninjau lokasi pada Selasa dini hari memastikan proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan. “Ekskavator tidak bisa bergerak sembarangan karena dikhawatirkan menyebabkan reruntuhan tambahan. Tim kami berupaya menjangkau korban dengan menyuplai oksigen dan air,” ujarnya. BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menegaskan komitmen hadir langsung dalam penanganan bencana. Selain itu, BAZNAS Tulungagung berharap musibah ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan, khususnya di lingkungan pendidikan dan pesantren. Harapan lainnya adalah agar solidaritas sosial semakin diperkuat sehingga pemulihan korban berjalan cepat dan tragedi serupa dapat dicegah di masa mendatang.
BERITA01/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemda dan MUI Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Optimalisasi ZIS
BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemda dan MUI Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Optimalisasi ZIS
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M sekaligus Optimalisasi Penghimpunan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS). Acara ini berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa pada Senin (29/9/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. bersama Wakil Bupati, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Ketua MUI sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Mlathen KH. Hadi Muhammad Mahfudz, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, OPD se-Kabupaten Tulungagung, Kakan Kemenag Tulungagung, pimpinan organisasi Islam dan organisasi wanita, kepala sekolah SMPN/MIN/MTsN/MAN se-Kabupaten Tulungagung, Korwil UPAS se-Kabupaten Tulungagung, serta para tokoh agama dan masyarakat. Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, acara ini juga bertujuan untuk menguatkan peran ZIS sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, serta memperkuat solidaritas sosial di Tulungagung. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan santunan anak yatim serta bantuan beasiswa program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) secara simbolis. Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. menegaskan bahwa optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Menurutnya, keberadaan ZIS tidak hanya sebatas kewajiban agama bagi umat Islam, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat solidaritas antarwarga. “Dalam kondisi sosial ekonomi saat ini, optimalisasi zakat, infak, dan sedekah sangat penting untuk mengurangi kesenjangan, memberdayakan kaum dhuafa, serta memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Tulungagung yang kita cintai,” tegasnya. Bupati juga menjelaskan bahwa potensi zakat di Tulungagung sangat besar, mengingat mayoritas penduduknya adalah umat Islam. Oleh karena itu, optimalisasi penghimpunan dan penyaluran ZIS melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung perlu terus didorong agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas oleh masyarakat. Gatut Sunu juga menyatakan dukungan penuh kepada BAZNAS Tulungagung. “Saya sangat mendukung program optimalisasi ZIS yang dikelola BAZNAS Tulungagung secara transparan dan akuntabel,” jelasnya. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, baik ASN, pelaku usaha, maupun masyarakat umum, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Tulungagung sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Acara semakin khidmat dengan mauidzah hasanah yang disampaikan oleh Prof. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. dan KH. Hadi Muhammad Mahfudz. Dalam ceramahnya, KH. Ali Maschan menekankan bahwa BAZNAS adalah lembaga pemerintah non struktural yang memiliki legalitas kuat dalam mengelola zakat. “Zakat yang dibayarkan melalui BAZNAS dapat mengurangi pajak dan sudah diatur dalam Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat,” ungkapnya. Sementara KH. Hadi Muhammad Mahfudz menekankan pentingnya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS guna mempercepat pengentasan kemiskinan di Tulungagung. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin meningkat kesadaran masyarakat, khususnya di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
BERITA30/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Uluran Tangan BAZNAS Tulungagung Membawa Cahaya Bagi Seorang Lansia
Uluran Tangan BAZNAS Tulungagung Membawa Cahaya Bagi Seorang Lansia
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan biaya hidup kepada masyarakat kurang mampu. Kali ini, bantuan diberikan kepada Mbah Tarinem, lansia berusia lebih dari 80 tahun, warga Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, pada Jumat (25/4/2025). Mbah Tarinem sudah bertahun-tahun hanya bisa berbaring di tempat tidur karena kondisi fisiknya yang lemah. Tulangnya rapuh, tubuhnya semakin kurus, dan seluruh kebutuhannya harus dibantu oleh anak perempuannya yang juga telah berusia sekitar 60 tahun. Mereka tinggal di rumah sederhana berdinding kayu, berlantai tanah, dan beratap genteng yang sebagian sudah bocor. Melalui program bantuan biaya hidup, BAZNAS Tulungagung menyerahkan uang tunai sebesar Rp900.000 yang akan diberikan setiap tiga bulan sekali seumur hidup Mbah Tarinem. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung,Habib Guntur. “Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Semoga bisa meringankan beban hidup Mbah Tarinem dan menjadi penyemangat bagi beliau serta keluarganya,” ujar Habib Guntur saat menyalurkan bantuan. Anak perempuan Mbah Tarinem tak kuasa menahan air mata saat menerima bantuan tersebut. “Saya hanya bisa bersyukur dan berdoa, semoga semua yang telah membantu dibalas kebaikannya oleh Allah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang hidup serba kekurangan,” ucapnya penuh haru. Kepala Desa Pucanglaban turut memberikan apresiasi kepada BAZNAS. Menurutnya, program ini benar-benar menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. “Kami berharap sinergi seperti ini terus berjalan, karena masih banyak warga yang hidup dalam kondisi serupa dan membutuhkan perhatian,” ujarnya. Meski tak banyak berbicara karena usia dan kondisi fisiknya, wajah Mbah Tarinem tampak berseri. Senyum tipis dan sorot matanya yang berbinar menjadi tanda rasa syukur ketika menerima perhatian dari orang-orang yang peduli. BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program kemanusiaan dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga resmi. “Setiap donasi yang masuk akan kami salurkan tepat sasaran agar benar-benar bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” tambah Habib Guntur. Kisah Mbah Tarinem menjadi salah satu potret nyata bahwa uluran tangan dapat membawa cahaya dan harapan baru. Dengan semangat gotong royong, diharapkan semakin banyak tangan dermawan yang tergerak untuk membantu sesama.
BERITA29/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Pemberdayaan Masyarakat, BAZNAS Tulungagung Gelar Rapat Koordinasi dan sinkronisasi program dengan Pemda
Perkuat Pemberdayaan Masyarakat, BAZNAS Tulungagung Gelar Rapat Koordinasi dan sinkronisasi program dengan Pemda
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi program bersama Pemerintah Daerah dalam rangka persiapan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Nanawidha Kantor Pemda Tulungagung pada Kamis (25/09/2025). Rapat tersebut dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Tulungagung beserta jajaran pelaksana. Turut hadir Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H. M. Makrus Manan, S.P., M.M., perwakilan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS dengan Pemerintah Daerah merupakan langkah penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat. “Sinergi BAZNAS dengan pemerintah daerah merupakan tonggak penting pemberdayaan masyarakat Tulungagung. Kami berharap melalui rapat ini sinergi dapat terjalin lebih erat dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua I dan II BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., memaparkan bahwa BAZNAS memiliki lima pilar program, yakni Tulungagung Cerdas, Tulungagung Sehat, Tulungagung Taqwa, Tulungagung Peduli, dan Tulungagung Makmur. Menurutnya, dalam bidang ekonomi yang termasuk dalam program Tulungagung Makmur, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal tunai, tetapi juga menyertakan pelatihan, pendampingan, dan monitoring berkelanjutan. “Program seperti bantuan modal usaha, Santri Entrepreneur, hingga Z-Mart kami rancang bukan sekadar untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk mengubah mustahik menjadi muzaki, sehingga dampaknya lebih berkelanjutan, jadi kami berusaha tidak sekedar memberi bantuan tetapi juga mampu mengentaskan kemiskinan” ungkapnya. Abdul Wachid menambahkan, setiap pilar program BAZNAS memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tulungagung Cerdas fokus pada pendidikan melalui beasiswa dan bantuan sekolah, Tulungagung Sehat hadir dengan layanan kesehatan bagi keluarga dhuafa, Tulungagung Taqwa mendukung pembinaan keagamaan dan peningkatan spiritual, Tulungagung Peduli menjawab kebutuhan darurat serta bantuan sosial, dan Tulungagung Makmur memperkuat perekonomian masyarakat lewat pemberdayaan usaha. Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H. M. Makrus Manan, S.P., M.M., menilai program-program BAZNAS sangat membantu pemerintah dalam membangun masyarakat. “Kesra memiliki tugas langsung membina BAZNAS, mendukung, membantu, dan menyinkronkan program dengan pemerintah. Harapannya, program BAZNAS tahun 2026 dapat sejalan dengan program prioritas Bupati serta mampu membantu mewujudkan visi dan misi Bupati Tulungagung. Kami siap mendukung penuh untuk menyukseskan visi misi tersebut,” tegas Makrus Manan. Dari pihak Bappeda, perwakilan yang hadir menyampaikan bahwa sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah diharapkan mampu saling melengkapi, bukan saling tumpang tindih program. Rapat ini juga diisi dengan pemaparan visi, misi, serta program-program BAZNAS Tulungagung dan Pemerintah Daerah, serta sesi diskusi untuk menyelaraskan langkah ke depan. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan perencanaan RKAT 2026 BAZNAS Tulungagung dapat semakin selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah, sehingga zakat dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tulungagung.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Rapat Koordinasi Pendampingan Kampung Zakat 2025, BAZNAS Tulungagung Perkuat Sinergi Pemberdayaan Mustahik
Rapat Koordinasi Pendampingan Kampung Zakat 2025, BAZNAS Tulungagung Perkuat Sinergi Pemberdayaan Mustahik
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri Rapat Koordinasi Pendampingan Program Kampung Zakat 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung. Acara ini berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Besuki pada Selasa, 23 September 2025. Turut hadir Kepala KUA Kecamatan Besuki, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Besole, serta Penyuluh Agama Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat peran Kampung Zakat Besuki yang diluncurkan sejak tahun 2023, sehingga tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi para mustahik. Dalam sambutannya, Kasi Zakat dan Wakaf Kemenag Tulungagung, Eko Asyhari Hidayat, menyampaikan pentingnya sinergi antar lembaga dalam pengembangan Kampung Zakat. “Ke depan, kami berharap Kampung Zakat bisa lebih intensif dikelola melalui kolaborasi antara UPZ, Penyuluh Agama, Kemenag, dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, menekankan pentingnya kesinambungan program pemberdayaan. “Harapan kami, Kampung Zakat tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tuturnya. Turut memberikan sambutan, Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP, yang menyoroti program bantuan modal usaha bagi mustahik. Program ini disertai dengan gerakan Sedekah Subuh Rp2.000 setiap harinya. Berdasarkan hasil survei dan monitoring, program tersebut dinilai sudah mampu membangun dan memberdayakan mustahik. “Kami berharap para mustahik dapat semakin mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan dari BAZNAS,” ungkapnya. Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan sinergi antar lembaga semakin kuat sehingga Kampung Zakat Besuki dapat menjadi model pemberdayaan umat yang berkelanjutan di Tulungagung.
BERITA24/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Kado Haru untuk Sugiarti, BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Bedah Rumah Tak Layak Huni
Kado Haru untuk Sugiarti, BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Bedah Rumah Tak Layak Huni
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan program bedah rumah tidak layak huni. Kali ini, bantuan diberikan kepada Sugiarti, warga Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, pada Jumat (19/09/2025). Rumah yang ditempati Sugiarti berada di atas tanah milik orang lain yang memberinya izin untuk ditinggali seumur hidup. Kondisi bangunannya sudah sangat memprihatinkan: berdinding anyaman bambu rapuh, genteng banyak yang bocor, serta rangka kuda-kuda tidak lagi menyatu dengan tiang bambu penopang. Sugiarti sendiri sudah dua tahun terbaring sakit tanpa penghasilan, hanya bergantung pada kiriman anak dan saudaranya. Beberapa waktu lalu, saudaranya sempat mengirimkan pasir dan batako untuk meninggikan rumah, namun masih belum cukup untuk memperbaikinya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan bedah rumah senilai Rp10.000.000 yang diserahkan langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung, Ahmad Ghilman M.F. “Kami berharap bantuan ini dapat menjadi awal perbaikan rumah Bu Sugiarti agar bisa ditempati dengan lebih layak dan aman. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kesehatan untuk beliau,” ujarnya. Selain itu, tim BAZNAS Tulungagung bersama warga sekitar juga mendirikan tenda darurat di dekat rumah Sugiarti agar dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara. “Tenda ini kami dirikan supaya Bu Sugiarti tetap punya tempat berteduh selama perbaikan rumah berlangsung. Alhamdulillah warga juga kompak membantu,” tutur Ari Khotmil M. Salah satu tetangga menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Kondisi Bu Sugiarti memang memprihatinkan. Dengan adanya bantuan ini, kami lega karena beliau bisa segera tinggal di rumah yang lebih layak.” Melalui program ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong.
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dengan Dukungan BAZNAS, Endah Siap Kembangkan Usaha Somay, Cireng, dan Batagor
Dengan Dukungan BAZNAS, Endah Siap Kembangkan Usaha Somay, Cireng, dan Batagor
Tulungagung - Endah Tri Wahyuni, perempuan berusia 47 tahun, telah menjalankan usaha warung somay dan cireng sejak tahun 2015 di Desa Sobontoro, Boyolangu. Berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya di Kelurahan Karangwaru, warung yang diberi nama Somay dan Cireng Bu Yuni ini menjual berbagai jajanan seperti somay, batagor, dan cireng dengan harga per porsi Rp10.000 namun pembelian Rp.5.000 juga tetap dilayani. Usaha yang dikelola dengan satu orang karyawan ini buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 malam. Endah mencatat omset harian rata-rata mencapai Rp250.000 hingga Rp300.000, dengan keuntungan bersih sekitar Rp125.000 hingga Rp150.000. Menurutnya, tantangan terbesar adalah menurunnya jumlah pelanggan pada tanggal tua dibandingkan tanggal muda. Dalam mengembangkan usaha, Endah mengandalkan promosi sederhana melalui WhatsApp dan memegang teguh prinsip pantang menyerah, kejujuran, dan menjaga kualitas produk. Ia juga memiliki usaha pembuatan jajanan pesanan dan catering sebagai tambahan. Pada Agustus 2025, Endah menerima pinjaman pembiayaan tahap pertama sebesar Rp2 juta dari BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung. Dana ini digunakan untuk membeli bahan baku, modal pengerjaan pesanan, serta penambahan tabung gas. Menurutnya, pinjaman dari BAZNAS sangat bermanfaat dan membantu dalam pengembangan usaha. Ke depan, Endah berencana menambah outlet warungnya dengan memanfaatkan gerobak yang sudah dimiliki dan mencari tempat sewa yang strategis. Dengan semangat dan dukungan yang ada, ia optimis usahanya akan terus berkembang dan semakin dikenal luas.
BERITA17/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Hadirkan Senyum untuk Mbah Surip Lewat Bantuan Seumur Hidup
BAZNAS Hadirkan Senyum untuk Mbah Surip Lewat Bantuan Seumur Hidup
Tulungagung - Kesunyian bukan alasan bagi Mbah Surip untuk menyerah. Lansia tuna rungu dan tuna wicara ini tetap menjalani hidup dengan tegar, meski tinggal sebatangkara di rumah sederhana. Setiap pagi, ia berjalan perlahan ke ladang rumput, membawa sabit kecil untuk mengarit pakan kambing. Hewan ternaknya bukan hanya sekadar sumber penghasilan, tetapi juga teman setia yang menemaninya di usia senja. Mbah Surip, yang tidak memiliki pasangan maupun anak, menjadi salah satu penerima manfaat Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Sejak beberapa waktu lalu, ia rutin menerima bantuan sebesar Rp900.000 setiap tiga bulan sekali untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Bantuan ini akan terus diberikan seumur hidup beliau. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh tim BAZNAS Kabupaten Tulungagung ke rumah Mbah Surip. “Kami ingin memastikan bantuan ini sampai tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya. Mbah Surip adalah sosok yang sabar, tangguh, dan layak mendapatkan perhatian. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban hidup beliau,” ujar Novilia Nuriafitri. Bagi Mbah Surip, uang bantuan itu sangat berarti. Ia memanfaatkannya secara bijak, mulai dari membeli beras, kebutuhan dapur, hingga biaya berobat ringan. Meski sederhana, bantuan ini menjadi harapan besar di tengah keterbatasan yang ia hadapi. Warga sekitar mengenal Mbah Surip sebagai pribadi yang sabar dan tidak pernah mengeluh. Kisah hidupnya menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa dalam keterbatasan sekalipun, ada kekuatan untuk terus bersyukur dan berjuang. Melalui program bantuan ini, BAZNAS Tulungagung terus berkomitmen mendukung mereka yang berada di titik paling rentan, agar tetap bisa menjalani hidup dengan layak dan bermartabat.
BERITA16/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Jumat Berkah: BAZNAS Tulungagung Bagikan Ratusan Paket Makanan untuk Tukang Becak dan Penyebrang Jalan
Jumat Berkah: BAZNAS Tulungagung Bagikan Ratusan Paket Makanan untuk Tukang Becak dan Penyebrang Jalan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung pada hari ini, Jumat (12/9/2025), melaksanakan kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah. Kegiatan ini difokuskan pada pembagian sebanyak 105 bungkus nasi siap santap yang menyasar para tukang becak, tukang penyebrang jalan, serta kaum fakir miskin yang berada di sejumlah titik strategis di wilayah Tulungagung. Pembagian makanan dilakukan di lima lokasi utama yang menjadi pusat keramaian dan aktivitas masyarakat, yaitu kawasan RS Bhayangkara, Alun-Alun Tulungagung, area sekitar Kantor Pemkab Tulungagung, GOR Lembu Peteng, serta Pasar Ngemplak Tulungagung. Pemilihan lokasi-lokasi tersebut karena lokasi tersebut dianggap strategis sebagai tempat berkumpulnya para tukang becak dan masyarakat yang mencari penghasilan di jalan. Tim BAZNAS Tulungagung bersama sejumlah relawan bergerak sejak pagi untuk menyalurkan ratusan paket makanan kepada penerima manfaat. Ari Khotmil Mubarak selaku tim BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah ini dihadirkan sebagai wujud kepedulian nyata kepada masyarakat yang membutuhkan. “Program Jumat Berkah ini kami selenggarakan sebagai bentuk kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat. Harapannya, mereka yang menerima bisa merasa diperhatikan, dan kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak lupa berbagi rezeki dengan sesama,” ungkapnya. Salah satu penerima manfaat bernama Bapak Agus, seorang tukang becak yang biasa mangkal di kawasan Alun-Alun Tulungagung, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. “Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Tulungagung atas rezeki hari ini. Bantuan ini benar-benar berarti untuk kami yang sehari-hari hanya bergantung pada penghasilan seadanya. Semoga Allah membalas kebaikan semua yang terlibat dan melancarkan rezekinya,” ujarnya dengan penuh haru. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung menunjukkan kepeduliannya untuk hadir langsung di tengah masyarakat, membantu meringankan beban mereka yang kurang beruntung, serta menguatkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di Kabupaten Tulungagung.
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Lebih Produktif, BAZNAS Tulungagung Jalin Kerjasama dengan Kemenag
Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Lebih Produktif, BAZNAS Tulungagung Jalin Kerjasama dengan Kemenag
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung. Penandatanganan ini dilaksanakan dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Zakat yang digelar di aula kantor Kemenag Tulungagung pada Kamis (11/09/25). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Tulungagung beserta jajaran, Kepala Madrasah Negeri (MIN, MTsN, MAN) se-Kabupaten Tulungagung, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Tulungagung, Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Tulungagung serta Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Tulungagung. Isi dari MoU ini menitikberatkan pada upaya memperkuat kerja sama antara BAZNAS dan Kemenag Tulungagung dalam rangka optimalisasi penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah. Perjanjian tersebut juga menegaskan komitmen kedua lembaga untuk meningkatkan pendayagunaan dana ZIS secara produktif dan sesuai dengan syariat Islam, guna mendukung kesejahteraan masyarakat Tulungagung. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas capaian yang telah diraih BAZNAS Tulungagung di tingkat nasional. Tahun ini, BAZNAS Tulungagung memperoleh penghargaan sebagai BAZNAS dengan Pengentasan Kemiskinan Standar BPS Terbaik dan BAZNAS dengan Infrastruktur Terbaik. “Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan pemicu untuk terus berbenah dan semakin berkomitmen dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Tulungagung. Kami berharap dengan adanya MoU bersama Kemenag ini, program-program BAZNAS dapat berjalan lebih optimal dan menyentuh masyarakat luas,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua I dan II BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan komitmen lembaga dalam pemberdayaan masyarakat. “BAZNAS Tulungagung akan terus menghadirkan program-program strategis yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, baik melalui bantuan konsumtif maupun produktif. Kami ingin zakat benar-benar menjadi instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan di Tulungagung,” jelasnya. Kepala Kantor Kemenag Tulungagung, H. M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., juga memberikan sambutan hangat atas kerjasama ini. “Kami mendukung penuh langkah BAZNAS Tulungagung dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat di Tulungagung. Melalui sinergi ini, kami mengajak seluruh ASN, kepala madrasah, kepala KUA, serta para penyuluh agama untuk bersama-sama mengoptimalkan zakat melalui BAZNAS Tulungagung, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya. Dengan adanya penandatanganan MoU ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS dan Kemenag Tulungagung semakin kuat dalam membangun kesadaran zakat, meningkatkan penghimpunan, dan memperluas distribusi manfaat zakat bagi kesejahteraan masyarakat Tulungagung.
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BMD Tulungagung Dukung Usaha Rumahan “Pawoen Mbok Inah” Lewat Pembiayaan Tanpa Bunga
BMD Tulungagung Dukung Usaha Rumahan “Pawoen Mbok Inah” Lewat Pembiayaan Tanpa Bunga
Tulungagung – Di sudut kampung Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, aroma kue yang baru matang menyambut setiap tamu yang datang. Dari dapur mungil di belakang rumahnya, Bibit Ernawati (40) menjalankan usahanya yang diberi nama “Pawoen Mbok Inah”, sebuah usaha rumahan yang menawarkan berbagai macam kue basah dan kue kering dengan cita rasa rumahan yang autentik. Usaha yang dimulai sejak 2012 ini awalnya hanya memproduksi kue ulang tahun. Namun berkat ketekunan dan kecintaan Ibu Bibit pada dunia kuliner, kini produk yang dihasilkan semakin beragam. Setiap harinya, dapur kecil ini memproduksi brownies panggang, brownies lumer, pizza, corndog, hingga burger yang dititipkan di beberapa pusat jajan ternama seperti Pak Geger Jajan, Pak Jarot Al Irsyad, dan Brond Waterpark. Tak hanya menjual secara harian, Pawoen Mbok Inah juga menerima pesanan untuk berbagai keperluan seperti hajatan, rapat, dan jajan rampatan. Dengan promosi sederhana melalui WhatsApp, serta menjaga kualitas bahan baku dan kejujuran sebagai prinsip utama, pelanggan setia pun terus bertambah, termasuk dari lembaga pendidikan seperti TK, PAUD, SD hingga SMP Darussalam Tulungagung. Biasanya produksi dilakukan pukul 19.00 hingga pukul 23.00, usaha ini dikelola oleh Ibu Bibit bersama satu orang rekannya. Dalam sehari, omzet yang diraih mencapai Rp200.000 dengan laba bersih sekitar Rp100.000-125.000. Namun, bagi Ibu Bibit, besar kecilnya laba bukan hal utama. “Yang penting konsumen puas dan tetap setia,” ujarnya dengan penuh semangat. Seiring meningkatnya permintaan, Ibu Bibit menyadari pentingnya peningkatan alat produksi. Pada Agustus 2025 ini, ia mendapatkan pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp1,8 juta tanpa bunga dan tanpa jaminan. Dana tersebut digunakan untuk membeli oven baru yang mampu memanggang dua loyang sekaligus. “Sebelumnya hanya bisa satu loyang. Dengan oven baru ini, produksi bisa lebih cepat dan efisien,” jelasnya. Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal dan alat produksi sederhana (masih menggunakan hand mixer), Ibu Bibit tetap optimistis. Ia bermimpi memiliki outlet kecil atau bakery sendiri di masa depan, agar produk-produk buatannya bisa dinikmati lebih luas. Kehadiran program pembiayaan dari BMD ini menjadi penopang penting bagi pelaku usaha mikro seperti Ibu Bibit. Bantuan yang diberikan bukan untuk membebani, melainkan menjadi dorongan agar usaha rumahan dapat berkembang lebih baik, meskipun tetap bergantung pada ketekunan dan pengelolaan yang dilakukan oleh para pelakunya. Kisah Pawoen Mbok Inah bukan hanya cerita tentang usaha rumahan, tapi juga tentang ketekunan, kesederhanaan, dan semangat untuk terus tumbuh meski dari dapur yang sederhana. Dengan dukungan pembiayaan yang ringan dan komitmen menjaga kualitas, usaha kecil ini menjadi bukti nyata bahwa cita rasa, kejujuran, dan ketekunan adalah resep utama kesuksesan.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Antara Kuliah dan Ngurir: Perjuangan Risky Ahmad Mengejar Mimpi Bersama Beasiswa SKSS BAZNAS
Antara Kuliah dan Ngurir: Perjuangan Risky Ahmad Mengejar Mimpi Bersama Beasiswa SKSS BAZNAS
Tulungagung – Tekad kuat seorang anak petani bernama Risky Ahmad membawanya pada jalan panjang menuju keberhasilan. Lahir dari keluarga sederhana, Risky tumbuh dengan harapan besar kedua orang tuanya, meski sering mendapat cemoohan dari lingkungan sekitar. Setelah lulus SMA, Risky dihadapkan pada dilema besar: melanjutkan kuliah atau tetap di pesantren. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat langkahnya semakin berat, terlebih dengan cibiran tetangga yang meremehkan mimpinya. Namun, Risky ingin membuktikan bahwa kenyataan pahit bukanlah akhir. Tahun 2021 menjadi titik balik penting ketika Risky dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Tulungagung angkatan 5. Beasiswa jenjang S1 ini menanggung biaya pendidikan penuh hingga lulus empat tahun. “Beasiswa ini bukan hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi motivasi besar untuk terus menggapai mimpi,” ungkapnya. Tak hanya bantuan finansial, BAZNAS Tulungagung juga mengajarkan Risky makna berbagi, kepedulian, serta pengalaman hidup yang berharga. Ia bahkan berkesempatan mengabdi dan bekerja di kantor BAZNAS Tulungagung selama dua tahun. Dengan tekad mengubah ekonomi keluarga, ia menempuh jalan penuh perjuangan: mondok, kuliah, sekaligus bekerja. Setiap hari, Risky bekerja sebagai kurir ekspedisi di Tulungagung dari pagi hingga sore, lalu melanjutkan kuliah di kampus hingga petang. Selain itu, ia juga aktif di organisasi kampus untuk menambah pengalaman dan jejaring. Kini, Risky berada di semester akhir dan siap menyandang gelar sarjana tahun ini. Ia membuktikan bahwa dengan doa, usaha, dan tekad kuat, mimpi bisa diwujudkan meski berawal dari keterbatasan. “Jangan mudah rapuh oleh perkataan orang lain, teruslah berusaha dan kembangkan diri selagi muda. Hasil besar tidak hanya dicapai dengan satu cara, tetapi melalui banyak jalan yang Allah sediakan bagi mereka yang sabar dan yakin,” pesan Risky.
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Seumur Hidup untuk Mbah Yaminah
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Seumur Hidup untuk Mbah Yaminah
Tulungagung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatangkara. Program ini menyentuh kehidupan seorang lansia inspiratif bernama Mbah Yaminah, warga Dusun Sawahan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman. BAZNAS menyalurkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp900.000 setiap tiga bulan sekali. Dana tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar kaum dhuafa, khususnya lansia yang hidup dalam keterbatasan. Mbah Yaminah sendiri hidup di sebuah rumah sederhana dengan fasilitas terbatas. Bangunan kecil itu menjadi tempatnya berteduh di masa senja, meski dapur dan kamar mandi berada di luar rumah dalam kondisi seadanya. Kendati demikian, semangat hidupnya tetap menyala. Setiap hari ia masih berusaha beraktivitas, berjalan perlahan menyapa tetangga, dan bersosialisasi sebagai bagian dari rutinitas yang membuatnya tetap kuat secara fisik maupun mental. Bagi Mbah Yaminah, bantuan dari BAZNAS ini merupakan anugerah yang tak ternilai. Dengan wajah haru, ia menyampaikan rasa syukurnya saat menerima bantuan. “Bantuan ini sangat membantu kehidupan saya sehari-hari. Saya bisa membeli makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Hukma Sobiya, tim BAZNAS Tulungagung, yang menyerahkan dana bantuan kepada Mbah Yaminah di rumahnya. Kehadiran tim BAZNAS ini disambut penuh rasa haru dan kebahagiaan oleh penerima manfaat. Kepala bidang pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Tulungagung, Ahmad Saifudin menegaskan bahwa program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatangkara merupakan prioritas lembaga dalam memberikan perlindungan sosial. “Kami berkomitmen menyalurkan zakat, infak, dan sedekah masyarakat kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Bantuan Rp900 ribu setiap tiga bulan sekali ini kami salurkan agar lansia fakir miskin dapat menjalani hidup dengan lebih layak dan bermartabat,” ujarnya. Kehadiran tim BAZNAS di Desa Sidorejo pun disambut baik oleh masyarakat. Warga menilai program ini bukan hanya membantu penerima manfaat secara langsung, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial harus terus ditumbuhkan. Melalui program ini, BAZNAS Tulungagung berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berzakat dan bersedekah. Dukungan dari masyarakat akan memperluas jangkauan bantuan, sehingga semakin banyak dhuafa yang bisa terbantu. Dengan demikian, program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatangkara sebesar Rp900.000 setiap tiga bulan sekali tidak hanya meringankan beban ekonomi lansia seperti Mbah Yaminah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menghadirkan harapan baru bagi kaum dhuafa di masa senja.
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Lewat Zakat, BAZNAS Tulungagung Hadirkan Cahaya Hidup untuk Mbah Samini
Lewat Zakat, BAZNAS Tulungagung Hadirkan Cahaya Hidup untuk Mbah Samini
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program Bantuan Biaya Hidup untuk fakir miskin dan lansia. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kelompok rentan yang hidup dengan keterbatasan fisik maupun ekonomi. Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Samini, seorang lansia asal Kecamatan Sumbergempol. Meski di usia senjanya ia mengalami keterbatasan penglihatan dan ingatan, bantuan dari BAZNAS menjadi penopang penting bagi kebutuhan sehari-hari. Setiap tiga bulan sekali, Mbah Samini menerima bantuan tunai sebesar Rp900.000 yang akan terus diberikan sepanjang hidupnya. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung, Maswidatun Umami menegaskan bahwa bantuan dipastikan sampai kepada mereka yang benar-benar layak dan membutuhkannya. “Melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat, kami ingin hadir untuk mereka yang berada dalam kondisi lemah. Bantuan ini bukan sekadar meringankan beban hidup, tetapi juga menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Wida. Meski kondisi fisik semakin rapuh, Mbah Samini masih memiliki semangat berbagi. Menurut pengakuan tetangganya, beliau kerap ingin memberi sesuatu kepada kerabat atau tetangga dan tak pernah lupa mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang membantunya. Semangat itu menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak pernah lekang oleh waktu, bahkan di ujung usia. Program bantuan ini tidak hanya memberi pertolongan material, tetapi juga merawat martabat para lansia dan fakir miskin. Kisah Mbah Samini mencerminkan bahwa di balik tubuh renta dan pikiran yang mulai kabur, masih tersimpan ketulusan dan rasa syukur yang patut diteladani. BAZNAS Tulungagung berharap melalui program ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya berbagi. Dukungan masyarakat luas diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan sehingga semakin banyak fakir miskin dan lansia yang merasakan manfaatnya.
BERITA04/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Pembiayaan Syariah Tanpa Bunga, BAZNAS Bantu Perkuat Usaha Toko Bu Yana
Pembiayaan Syariah Tanpa Bunga, BAZNAS Bantu Perkuat Usaha Toko Bu Yana
Tulungagung - Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung kembali menunjukkan peran pentingnya dalam mendorong tumbuhnya usaha mikro. Salah satu penerima manfaatnya adalah Sri Yana (45 tahun), pemilik Toko Yulfi di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu. Sejak tahun 2015, Bu Yana mengelola toko kelontong kecil yang menjual berbagai kebutuhan pokok, mulai dari sembako, pulsa, hingga perlengkapan rumah tangga. Berkat ketekunan dan kejujurannya, usaha tersebut mampu meraih omzet bulanan antara Rp15 juta hingga Rp18 juta. Namun, keterbatasan modal kerap menjadi kendala dalam menjaga ketersediaan stok barang dagangan. Situasi itu mulai berubah pada Agustus 2025, ketika Bu Yana memperoleh tambahan modal usaha sebesar Rp2 juta melalui program BMD Tulungagung. Dana pembiayaan tanpa bunga ini langsung digunakan untuk menambah persediaan barang sehingga pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih optimal. “Bantuan dari BMD ini sangat membantu saya. Stok barang bisa lebih lengkap dan perputaran uang tetap sehat karena tanpa bunga,” ungkap Bu Yana. Selain memperkuat modal, Bu Yana juga memiliki rencana untuk mengembangkan usahanya dengan menyediakan etalase minuman dingin serta layanan pembayaran digital (QRIS) agar pembeli lebih nyaman. Ia bahkan bercita-cita menjadi pemasok bahan kebutuhan untuk warung makan dan pedagang kecil di sekitarnya. Kisah Bu Yana menggambarkan bagaimana program BMD Tulungagung tidak hanya memberikan akses pembiayaan yang ringan, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM desa untuk berkembang. Melalui skema pembiayaan syariah dan pendampingan usaha, BAZNAS berupaya menghadirkan solusi yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal.
BERITA01/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dukung Gerakan Zakat, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Dianugerahi Penghargaan BAZNAS Award 2025
Dukung Gerakan Zakat, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Dianugerahi Penghargaan BAZNAS Award 2025
Jakarta – Ajang Penganugerahan BAZNAS Award 2025 yang diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada 26–29 Agustus 2025, menjadi bukti nyata komitmen Kabupaten Tulungagung dalam pengelolaan zakat. Melalui sinergi yang kuat antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Pemerintah Daerah, Tulungagung berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi di tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Tulungagung berhasil menyabet dua penghargaan penting, yakni kategori “BAZNAS Pengentasan Kemiskinan Standar BPS Terbaik” serta “BAZNAS dengan Infrastruktur Terbaik.” Kedua penghargaan ini menegaskan bahwa BAZNAS Tulungagung tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana zakat, tetapi juga mampu menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kategori pengentasan kemiskinan standar BPS menunjukkan bahwa program-program BAZNAS Tulungagung telah sejalan dengan indikator resmi pengukuran kemiskinan nasional, sehingga upaya yang dilakukan benar-benar tepat sasaran. Sementara itu, penghargaan infrastruktur terbaik mencerminkan keberhasilan lembaga dalam membangun sistem digitalisasi, layanan transparan, dan fasilitas yang memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, maupun sedekah. Keberhasilan ini semakin lengkap dengan dianugerahkannya penghargaan kepada Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., sebagai “Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.” Penghargaan ini membuktikan bahwa pemerintah daerah memiliki perhatian besar terhadap gerakan zakat, sekaligus memperlihatkan komitmen dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui sinergi bersama BAZNAS. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Tulungagung. Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Bupati atas penghargaan yang diraih. Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Kami berharap ke depan sinergi ini terus terjalin dalam memajukan umat,” ungkapnya. Lebih lanjut, Suyadi menambahkan bahwa penghargaan yang diraih BAZNAS Tulungagung juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga para muzakki dan donatur. Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus menguatkan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS. “Ke depan, kami berharap sinergi ini semakin erat. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung, insyaAllah BAZNAS akan mampu melahirkan lebih banyak program inovatif memperluas jangkauan pemberdayaan, dan memastikan bahwa zakat benar-benar menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan,” tambahnya. Ajang BAZNAS Award 2025 sendiri merupakan kegiatan tahunan yang memberikan apresiasi kepada BAZNAS se-Indonesia atas kinerja dan kontribusinya dalam tata kelola zakat. Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat bersama dalam memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk semakin menyejahterakan masyarakat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat