WhatsApp Icon
Dari Dapur Sederhana : Kisah Keteguhan Radzel Catering Bersama Bantuan Pembiayaan BMD

Tulungagung - Di tengah dinamika usaha kecil yang kerap naik turun, Susanti (51), pemilik Radzel Catering, membuktikan bahwa ketekunan dan kejujuran mampu menjaga api wirausaha tetap menyala. Usaha rumahan yang ia rintis sejak 1996 ini berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, dan hingga kini masih konsisten melayani kebutuhan pangan masyarakat sekitar.

Radzel Catering memproduksi beragam produk, mulai dari kue kering, kue basah, jamu tradisional, nasi kotak, hingga minuman soya. Produksi dilakukan secara mandiri dari rumah, sementara pemasarannya mengandalkan jaringan offline dan online. Secara offline, produk Radzel Catering banyak digunakan untuk kegiatan Posyandu, puskesmas, kader PMT balita, serta berbagai acara desa. Hal ini tidak lepas dari peran aktif Susanti sebagai kader BKKBN, yang membuat produknya dikenal luas di kalangan komunitas dan kegiatan sosial.

Selain itu, Susanti juga rutin berjualan di kegiatan Car Free Day Alun-Alun Tulungagung setiap hari Minggu, yang menjadi salah satu etalase penting bagi produknya untuk menjangkau konsumen baru. Untuk pemasaran harian, Radzel Catering telah masuk ke satu kantin serta dua warung yang menjual kue, jus buah, dan produk lainnya. 

Layanan pemesanan online dan pesan antar pun tersedia, khususnya untuk wilayah Karangrejo dan sekitarnya.Dalam sebulan, omzet Radzel Catering berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta, dengan laba bersih di atas 50 persen. Meski demikian, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Susanti mengakui bahwa tantangan terbesar adalah fluktuasi pesanan. Namun, ia memilih untuk tetap semangat, meskipun order yang masuk terkadang kecil.

“Prinsip saya sederhana: jujur, tekun, dan merawat pelanggan,” ujarnya. Prinsip inilah yang membuat pelanggan tetap setia, meski persaingan usaha kuliner semakin ketat.

Untuk mendukung keberlanjutan usahanya, Susanti juga mendapatkan pembiayaan dari Baznas Microfinance Desa Tulungagung. Pada tahap pertama, yang diterima akhir November 2024, ia memperoleh modal sebesar Rp1,8 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku. Saat ini, ia kembali mengajukan pembiayaan tahap kedua pada November 2025 sebesar Rp2 juta, yang juga akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan bahan baku dan pesanan produk.Tak hanya itu, Radzel Catering kini telah ditunjang dengan sertifikasi halal, yang menjadi modal penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Ke depan, Susanti berharap dapat memiliki outlet sendiri.

Dari dapur sederhana di Desa Tulungrejo, Radzel Catering menjadi bukti bahwa usaha kecil dengan manajemen yang jujur, konsisten, dan dekat dengan masyarakat mampu bertahan puluhan tahun bahkan terus bersiap untuk melangkah lebih jauh.

14/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Melalui Zakat Umat, BAZNAS Menjadi Penopang Hidup Nenek Mukir Hingga Akhir Hayat

Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan biaya hidup kepada lansia fakir miskin. Kali ini, bantuan diberikan kepada Mbah Mukir, warga Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, yang hidup sebatang kara di usia lanjut.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program Kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat rentan, khususnya lansia yang tidak memiliki penghasilan tetap maupun pendamping keluarga.

Program bantuan biaya hidup ini menjadi salah satu kegiatan berkelanjutan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang difokuskan pada warga dhuafa sebatang kara. Melalui program ini, BAZNAS berkomitmen memastikan dana zakat yang dihimpun dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat nyata bagi para mustahik.

Mbah Mukir diketahui telah lama menjalani kehidupan seorang diri. Meskipun anaknya sesekali datang menjenguk, sebagian besar kebutuhan dan aktivitas sehari-hari dijalani secara mandiri. Faktor usia yang semakin lanjut menyebabkan kondisi kesehatannya kerap menurun. Dalam keseharian, dukungan sosial masih terjalin melalui kepedulian beberapa tetangga yang sesekali memberikan perhatian.

“Alhamdulillah, mugi-mugi pinaring sukses, sehat kanggo kabeh, lan barokah. Mugi BAZNAS tambah barokah,” tutur Mbah Mukir dengan penuh syukur.

Kepala dusun setempat menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi lansia yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian bersama.

Sementara itu, relawan binaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatang kara yang tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial penerima manfaat. Dalam penyaluran bantuan, relawan turut memberikan pendampingan moril serta memastikan bantuan diterima langsung oleh yang bersangkutan.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif membantu sesama dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, guna menghadirkan harapan dan solusi berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.

13/01/2026 | Kontributor: Humas BASNAZ Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Konsisten Cetak Sarjana Lewat Program SKSS Selama Sembilan Tahun

Tulungagung - Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan terus diwujudkan secara nyata melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Program beasiswa strata 1 (S1) ini telah berjalan selama sembilan tahun dan menjadi harapan besar bagi keluarga kurang mampu agar memiliki setidaknya satu anggota keluarga bergelar sarjana.

Setiap tahunnya, Program SKSS menjaring 20 mahasiswa terpilih untuk menempuh pendidikan S1 di lima perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung, dengan pilihan jurusan yang beragam sesuai minat dan bakat masing-masing peserta. Beasiswa ini mencakup bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 2.000.000,- per mahasiswa selama empat tahun.

Tidak hanya memberikan dukungan finansial, BAZNAS Tulungagung juga menekankan pentingnya pembinaan non-akademik. Para penerima beasiswa dibekali dengan pembentukan karakter, penguatan nilai integritas, semangat kepedulian sosial, serta wawasan kehidupan nyata, agar kelak mampu menjadi pribadi yang mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat.

Hingga saat ini, Program SKSS telah mencatatkan capaian yang membanggakan. Sebanyak 156 mahasiswa telah menerima manfaat beasiswa, dengan 89 mahasiswa telah lulus dan menyandang gelar sarjana, sementara 67 mahasiswa lainnya masih aktif menjalani perkuliahan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa Program SKSS harus benar-benar tepat sasaran. Oleh karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat dan berlapis.

“Beasiswa SKSS ini harus tepat sasaran. Proses seleksi berlapis kami lakukan agar benar-benar mendapatkan generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi keluarga maupun masyarakat sekitar. Seleksi ini bukan sekadar formalitas, tetapi penentu masa depan penerima beasiswa,” tegasnya.

Seleksi Program SKSS dimulai dari seleksi administrasi, dilanjutkan dengan survei lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga calon penerima. Tahap berikutnya adalah tes tulis, dan diakhiri dengan tes wawancara guna menggali motivasi, komitmen, serta kesiapan peserta dalam menempuh pendidikan tinggi.

Dalam rangka menjaga fokus dan keberhasilan studi, BAZNAS Tulungagung juga menetapkan komitmen khusus bagi para penerima beasiswa.

“Selama masa studi, penerima beasiswa SKSS tidak diperkenankan untuk menikah terlebih dahulu. Hal ini agar mereka bisa fokus pada perkuliahan, menyelesaikan studi tepat waktu, dan kelak menjadi sarjana yang membanggakan keluarga,” tambah Suyadi.

Melalui Program SKSS, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat untuk mengangkat derajat keluarga serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Program ini menjadi bukti bahwa zakat, jika dikelola dengan tepat, mampu menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan umat.

12/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Hadirkan Hunian Layak bagi Mustahik, BAZNAS Tulungagung Gelontorkan Rp249,5 Juta untuk 20 Penerima

Tulungagung - Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau Rumah Layak Huni (RLH) menjadi wujud nyata komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dalam menghadirkan hunian layak bagi keluarga kurang mampu. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), program ini diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup mustahik dengan menyediakan tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.

Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan bantuan program RTLH/RLH kepada 15 penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp149.500.000,-. Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga yang rumahnya berada dalam kondisi tidak layak huni dan membutuhkan perbaikan mendesak demi keselamatan serta kelayakan tempat tinggal.

Tak hanya itu, BAZNAS Tulungagung juga berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dalam memperluas jangkauan program. Melalui sinergi tersebut, bantuan RTLH/RLH kembali disalurkan kepada 5 penerima manfaat tambahan dengan total nilai sebesar Rp100.000.000,-.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam pengelolaan dana umat. “Program ini bukan sekadar membangun dinding dan atap, tetapi membangun kembali rasa aman, harapan, dan martabat keluarga mustahik. Kami ingin zakat benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama program RTLH/RLH adalah meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui hunian yang layak, sekaligus mendukung kesehatan, keselamatan, dan ketenangan psikologis keluarga penerima manfaat. Dengan tempat tinggal yang lebih baik, keluarga diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif dan bermartabat.

Drs. H. Suyadi, MM. juga menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat agar manfaat ZIS dapat menjangkau lebih luas. “Kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga program-program kemaslahatan seperti ini dapat berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya.

Melalui program RTLH/RLH ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menegaskan bahwa dana ZIS tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program pemberdayaan yang berdampak langsung dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

09/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Ketahanan Ekonomi Daerah, BAZNAS Tulungagung Alokasikan Rp415,5 Juta untuk Usaha Warga

Tulungagung - Keterbatasan ekonomi masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian masyarakat rentan di Kabupaten Tulungagung. Tekanan ekonomi yang berkepanjangan kerap menimbulkan rasa khawatir dan kebingungan, terutama bagi keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor informal. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan lapangan kerja yang berdampak pada menurunnya taraf kesejahteraan keluarga.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat dituntut untuk bekerja lebih keras serta mampu menghadirkan inovasi demi memperbaiki kondisi ekonomi. Namun, upaya tersebut tidak selalu berjalan mudah. Keterbatasan modal usaha, minimnya akses informasi, kurangnya keterampilan, serta terbatasnya akses pasar masih menjadi hambatan utama bagi para pejuang nafkah di Kabupaten Tulungagung.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung melalui Program Pemberdayaan Ekonomi terus berupaya memberikan solusi nyata bagi masyarakat agar mampu mandiri dan memiliki taraf perekonomian yang lebih baik. Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan bantuan modal usaha kepada 318 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Tulungagung, dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp415.500.000.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa modal pengembangan usaha, tetapi juga disertai pendampingan intensif. BAZNAS Tulungagung secara berkala melakukan monitoring untuk memastikan usaha yang dijalankan penerima manfaat tetap berjalan dan mengalami perkembangan. Bahkan, bagi penerima manfaat yang usahanya terbukti tumbuh secara positif, BAZNAS memberikan dukungan lanjutan berupa bantuan tahap kedua hingga tahap ketiga sebagai bentuk apresiasi dan penguatan keberlanjutan usaha.

Tak hanya berfokus pada aspek ekonomi, BAZNAS Tulungagung juga memberikan pendampingan spiritual kepada para penerima manfaat. Melalui program sedekah subuh Rp2.000 setiap hari, para mustahik diajak untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial. Langkah ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga dermawan dan berdaya bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui pendekatan pemberdayaan yang menyeluruh baik secara ekonomi maupun sosial, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkomitmen menghadirkan program yang berkelanjutan dan berdampak nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tulungagung.

08/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

Gemilang di Ajang Nasional, BAZNAS Tulungagung Borong Dua Penghargaan BAZNAS Award 2025
Gemilang di Ajang Nasional, BAZNAS Tulungagung Borong Dua Penghargaan BAZNAS Award 2025
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Penganugerahan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada 26–29 Agustus 2025, lembaga zakat asal Kota Marmer itu berhasil meraih dua penghargaan sekaligus. Kegiatan penganugerahan BAZNAS Award 2025 ini diselenggarakan bersamaan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI, sebuah forum penting yang mempertemukan seluruh penggerak zakat dari berbagai provinsi, kabupaten/kota, hingga Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia. Ajang ini menjadi momentum terbesar dalam memberikan apresiasi kepada lembaga maupun tokoh yang berperan penting dalam pengelolaan zakat. Tahun ini, panitia menetapkan sejumlah kategori penghargaan, mulai dari Kepala Daerah Pendukung Zakat, Tokoh Pendukung Zakat, Muzaki, Perusahaan Pendukung Zakat, Mitra Terbaik, BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota, hingga Lembaga Amil Zakat (LAZ). Seluruh penerima penghargaan dipilih melalui proses seleksi yang ketat, dengan mempertimbangkan kinerja, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Dari hasil seleksi tersebut, BAZNAS Tulungagung sukses meraih dua penghargaan, yakni Kategori "BAZNAS Pengentasan Kemiskinan Standar BPS Terbaik" dan Kategori "BAZNAS dengan Infrastruktur Terbaik". Kedua penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa BAZNAS Tulungagung mampu menghadirkan program zakat yang tepat sasaran sekaligus memiliki dukungan infrastruktur memadai dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, dua penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Tulungagung. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim BAZNAS Tulungagung, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan berbagai lembaga mitra yang terus mensupport kinerja kami. Terima kasih atas kebersamaan dan sinergi yang sudah terjalin,” ujarnya. Lebih lanjut, Suyadi menegaskan komitmennya untuk menjaga prestasi tersebut dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan. “Kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Kami ingin memastikan bahwa zakat benar-benar mampu dirasakan manfaatnya oleh mustahik di Tulungagung, sehingga semakin banyak keluarga yang keluar dari garis kemiskinan menuju kehidupan yang lebih makmur,” tambahnya. Tidak hanya itu, keberhasilan BAZNAS Tulungagung dalam meraih penghargaan juga mencerminkan hasil dari strategi digitalisasi, penguatan kelembagaan, serta inovasi dalam program pemberdayaan. Dengan capaian tersebut, BAZNAS Tulungagung optimis akan terus melahirkan inovasi baru dalam mengelola zakat. Harapannya, zakat dapat menjadi kekuatan ekonomi umat sekaligus membantu pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan. Ke depan, BAZNAS Tulungagung berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, memperluas jaringan pelayanan, dan menghadirkan program-program yang lebih berdampak. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat untuk terus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Tulungagung dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo: BAZNAS Tulungagung Hadiri Rakornas BAZNAS se-Indonesia
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo: BAZNAS Tulungagung Hadiri Rakornas BAZNAS se-Indonesia
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Awards 2025 yang diselenggarakan BAZNAS Republik Indonesia. Acara bergengsi ini berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada 26–29 Agustus 2025, dengan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita.” Kegiatan ini resmi dibuka oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA. dan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta dihadiri oleh sekitar 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Sejumlah tokoh nasional juga hadir, antara lain Menko PMK, Mendagri, Kepala BPS, Deputi PMK Bappenas, serta tokoh nasional lainnya. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. menegaskan bahwa Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Tema Rakornas 2025 mengandung makna besar agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial yang mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan mendukung Asta Cita,” ujarnya. Kiai Noor menambahkan bahwa dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita diwujudkan melalui program nyata di bidang pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi, hingga pembangunan inklusif dan berkeadilan. Sementara itu, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani memberikan apresiasi atas peran BAZNAS. “BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengurus fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Apa yang dilakukan BAZNAS adalah untuk membantu negara mempercepat pencapaian tujuan bernegara,” ucapnya. Muzani menegaskan bahwa kekuatan negara bukan hanya diukur dari militer dan aparat, melainkan juga dari kesejahteraan rakyatnya. Di kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M. menyampaikan komitmen lembaganya dalam mendukung agenda besar ini. “Keikutsertaan BAZNAS Tulungagung dalam Rakornas 2025 menjadi bagian dari upaya kami menyelaraskan program penghimpunan dan pendistribusian zakat dengan visi nasional. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan layanan, serta memastikan dana zakat benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Tulungagung,” tegas Suyadi. Ia menambahkan, BAZNAS Tulungagung siap mendukung penuh Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 dengan menjadikan zakat sebagai pilar penting pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Dengan semangat kebersamaan tersebut, kegiatan ini diharapkan melahirkan langkah-langkah konkret yang semakin memajukan pengelolaan zakat di Indonesia. Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga bagian dari gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Berikan Bantuan Biaya Hidup untuk Mbah Marsini, Lansia Tunarungu Sebatang Kara di Kalidawir
BAZNAS Berikan Bantuan Biaya Hidup untuk Mbah Marsini, Lansia Tunarungu Sebatang Kara di Kalidawir
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Kali ini, bantuan biaya hidup diberikan kepada Mbah Marsini, seorang lansia sebatang kara yang tinggal di Dusun Kedung Dowo, Desa Sukorejo Kulon, Kecamatan Kalidawir. Mbah Marsini hidup tanpa suami dan anak. Sehari-harinya, ia menempati sebuah gubuk kecil berdinding triplek yang berdiri di emperan rumah cucu dari adik kandungnya. Meski tempat tinggal itu sederhana, namun menjadi satu-satunya tempat berlindung dari panas dan hujan. Kondisi fisiknya pun sudah melemah. Pendengarannya berkurang drastis sehingga setiap komunikasi harus dilakukan dengan suara keras agar dapat terdengar. BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan kepada Mbah Marsini melalui Program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatang Kara, salah satu program kemanusiaan yang diperuntukkan bagi lansia fakir miskin tanpa keluarga inti. Bantuan senilai Rp900 ribu tersebut diberikan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung bersama relawan di rumah Mbah Marsini. Bantuan tersebut disambut dengan rasa haru oleh keluarga yang merawatnya. Meski sulit mendengar, Mbah Marsini masih sempat menyampaikan ucapan terima kasih dengan lirih namun penuh makna. “Matur nuwun sanget... matur nuwun, niki bantuane kulo tampi,” ucapnya pelan sambil menggenggam erat tangan petugas. (Terima kasih sekali... terima kasih, bantuan ini saya terima). Relawan BAZNAS Tulungagung, Nella Hanatul Jannah, yang ikut menyalurkan bantuan tersebut menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian nyata kepada masyarakat yang benar-benar tidak memiliki penopang hidup. “Program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatang Kara ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Tulungagung terhadap masyarakat yang hidup sendirian. Bantuan ini memang tidak besar, tetapi kami berharap bisa meringankan beban sekaligus memberi ketenangan bagi para lansia di sisa usia mereka,” terangnya. Dengan adanya program ini, BAZNAS Tulungagung berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada para lansia yang hidup dalam keterbatasan.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dibantu BAZNAS, Devanty Kembangkan Bisnis Hingga Buka Outlet Baru
Dibantu BAZNAS, Devanty Kembangkan Bisnis Hingga Buka Outlet Baru
Tulungagung – Di tengah geliat perekonomian desa, sosok Devanty, perempuan muda berusia 25 tahun, berhasil menunjukkan bahwa semangat berwirausaha dan inovasi dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Sejak memulai usahanya pada tahun 2023, Devanty telah mengembangkan bisnis kuliner unik dengan produk andalannya, Ceker Pedes tanpa Tulang. Usaha yang dijalankan Devanty berawal dari penjualan di kegiatan Car Free Day (CFD) setiap minggu dan sistem COD (cash on delivery). Kini, ia telah memiliki dua outlet yang berlokasi strategis, yakni di Pinka dan Kepuh. Setiap outlet dikelola oleh satu orang yang membantu menjalankan bisnisnya. Dengan harga terjangkau hanya Rp10.000 per porsi, Ceker Pedas tanpa Tulang berhasil menarik minat pelanggan dengan rata-rata penjualan 20-25 porsi pada Weekend, dan hingga 10-20 porsi pada hari biasa. Dari sini, omset yang diraih mencapai Rp2.500.000 per outlet setiap bulannya. Tidak hanya berpuas diri, Devanty berencana menambah variasi produk, seperti krupuk ceker dan risol. Berkat kerja keras dan prinsipnya dalam berwirausaha yang mengedepankan sikap sosial, ketekunan, kejujuran, serta mutu dan kualitas produk usaha Devanty terus berkembang. Meski menghadapi tantangan dalam mencari bahan baku berkualitas dan persaingan pasar yang ketat, Devanty tetap optimis. “Kualitas dan kuantitas bahan baku memang menjadi kendala, tapi kami terus berupaya mencari solusi terbaik demi kepuasan pelanggan,” ujarnya. Pada Oktober 2024 beliau mendapatkan pembiayaan tahap 1 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung sebesar Rp. 1.400.000, dan beliau pergunakan untuk pembelian bahan baku jualan. Langkah besar dilakukan pada Juni 2025, ketika Devanty memperoleh pinjaman tahap kedua sebesar Rp3.000.000 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli rombong dan meja guna membuka outlet baru di wilayah Kepuh sekaligus menambah varian produk, seperti risol. Dengan ekspansi ke wilayah selatan kota Tulungagung, Devanty berharap bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. “Kami ingin terus berkembang dan memperkenalkan produk kami ke lebih banyak orang dengan inovasi yang menarik,” tambah Devanty. Kisah Devanty menjadi inspirasi nyata bahwa dengan prinsip yang kuat dan kerja keras, pengusaha muda desa mampu menembus pasar dan mengangkat ekonomi lokal. Semoga usaha Ceker Pedes tanpa Tulang ini terus sukses dan berkembang di masa depan.
BERITA25/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bersama Pemkab dan BPBD Tinjau Lokasi Longsor di Desa Kradinan
BAZNAS Tulungagung Bersama Pemkab dan BPBD Tinjau Lokasi Longsor di Desa Kradinan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam hal kebencanaan dengan terjun langsung ke lokasi tanah longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Rabu (20/8/2025). Peninjauan ini dilakukan bersama Pemerintah Daerah Tulungagung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Rombongan dipimpin Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., didampingi Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., Sekda Drs. Tri Hariadi, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. Hadir pula jajaran BAZNAS Tulungagung yang menegaskan peran lembaga zakat tidak hanya di bidang sosial-keagamaan, namun juga dalam pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam meringankan beban masyarakat terdampak. “BAZNAS Tulungagung telah bekerjasama dengan BPBD. BPBD bergerak di penanganan darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi, sementara BAZNAS mengambil peran pascabencana, seperti bantuan rehab rumah dan sembako untuk korban. Semua ini tentu dilakukan bersama pemerintah daerah,” jelasnya. Bupati Gatut Sunu juga mengapresiasi sinergi BAZNAS yang selalu hadir di tengah masyarakat. Ia menyatakan pemerintah akan memastikan langkah cepat dalam pemulihan, termasuk perbaikan SDN 2 Kradinan yang terdampak longsor, bahkan relokasi sekolah menjadi opsi apabila kondisi lokasi dianggap rawan bencana susulan. “Kalau tidak membahayakan, kita perbaiki. Tetapi kalau diperkirakan ada potensi longsor susulan, perlu ada pemindahan gedung sekolah,” tegasnya. Sebagaimana diketahui, longsor yang terjadi Selasa (19/8) petang tidak hanya menutup poros jalan penghubung Tulungagung–Trenggalek, tetapi juga merusak sebagian bangunan SDN 2 Kradinan, termasuk toilet, perpustakaan, dan ruang kelas empat. Pembersihan material longsor telah dilakukan BPBD dengan bantuan alat berat. “Tim BPBD terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan akses jalan kembali normal dan bangunan sekolah bisa segera digunakan,” jelas Robinson Nadeak, Kalaksa BPBD Tulungagung. Kehadiran BAZNAS di lokasi bencana ini mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan akibat bencana. Melalui program pascabencana, BAZNAS Tulungagung berkomitmen memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi sekaligus membantu mereka bangkit kembali.
BERITA21/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bantuan BAZNAS Microfinance Desa Dorong Usaha Minuman Tradisional di Tulungagung Makin Berkembang
Bantuan BAZNAS Microfinance Desa Dorong Usaha Minuman Tradisional di Tulungagung Makin Berkembang
Tulungagung – Di tengah geliat perekonomian lokal, kisah inspiratif datang dari Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung. Seorang pelaku UMKM, Diana Sukarti, berhasil mengembangkan usaha minuman tradisional "Es Cincau" dan "Wedang Uwuh" yang ia rintis lebih dari dua tahun lalu. Meski sederhana, usahanya menunjukkan geliat ekonomi yang menjanjikan. Usaha yang dibantu oleh sang adik ini buka setiap pagi dari pukul 07.00 hingga 09.00. Tidak hanya menjual secara langsung dari rumah, Diana juga melakukan pemasaran secara offline dari warung ke warung, serta melalui jalur online untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Ia bahkan melayani pesanan antar langsung ke warung-warung pelanggan tetap. Dengan harga jual Rp5.000 per porsi, pendapatan kotor harian Diana berkisar antara Rp150.000 hingga Rp250.000, bahkan bisa mencapai Rp350.000 saat Car Free Day (CFD). Dari jumlah itu, pendapatan bersih hariannya mencapai Rp50.000–Rp100.000, dan bisa menembus Rp200.000 saat CFD. Bahan baku untuk usaha ini dibeli seminggu sekali dari Toko Daido dan Ana Putra di Tulungagung. Diana juga mengungkapkan bahwa pada Juni 2025 lalu, ia mendapat suntikan modal sebesar Rp3.000.000 dari BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku dan freezer baru yang membantu menyimpan stok minuman dan cincau agar lebih tahan lama. “Harapan saya, semoga usaha ini bisa terus berkembang dan lebih dikenal masyarakat,” ujar Diana dengan penuh semangat. Diana adalah contoh nyata bagaimana pelaku UMKM lokal mampu bertahan, bahkan berkembang di tengah keterbatasan. Dengan ketekunan, inovasi pemasaran, dan sedikit bantuan permodalan, usaha kecil pun bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa.
BERITA20/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-80, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan senilai 47 Juta
Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-80, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan senilai 47 Juta
Tulungagung – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri kegiatan senam dan jalan sehat kerukunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung di halaman kantor Kemenag, Sabtu (16/8/2025). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Bantuan Modal Usaha dengan total senilai Rp47,5 juta. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., kepada para penerima manfaat. Tiga warga yang menerima program Bedah Rumah masing-masing senilai Rp12,5 juta adalah: Sanidjan, warga Dusun Sumberjo, Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat. Nasirah, warga Dusun Bendo, Desa Gandong, Kecamatan Bandung. Eko Wahyudi, warga Dusun Morosebo, Desa Gandong, Kecamatan Bandung. Selain itu, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan Bantuan Modal Usaha dengan total Rp10 juta kepada 10 penerima manfaat. Menurut Bupati Gatut Sunu, penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Bantuan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, mendorong terciptanya kebersamaan, dan memperkuat kerukunan masyarakat dalam membangun Kabupaten Tulungagung yang lebih baik,” ujarnya. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi keluarga prasejahtera. “BAZNAS Tulungagung tidak hanya hadir dalam penghimpunan dan penyaluran zakat, tetapi juga dalam program pemberdayaan yang nyata. Melalui bantuan bedah rumah dan modal usaha ini, kami berharap masyarakat dapat semakin mandiri, produktif, serta memiliki hunian yang lebih layak,” tambah Suyadi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga bentuk nyata sinergi antara pemerintah, Kemenag, dan BAZNAS dalam mewujudkan kesejahteraan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tulungagung.
BERITA19/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Dana Bantuan untuk Tingkatkan Fasilitas Pendidikan di MA PSM Mirigambar
BAZNAS Tulungagung Salurkan Dana Bantuan untuk Tingkatkan Fasilitas Pendidikan di MA PSM Mirigambar
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp 2.500.000 untuk mendukung sarana dan prasarana pembelajaran di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien (MA PSM) Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Jumat (15/8/25). Bantuan diserahkan langsung oleh Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., didampingi perwakilan Kemenag, H. Suryani, M.Ag., kepada pihak pengelola madrasah. Abdul Wachid, S.IP. menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lembaga berbasis keagamaan. “Dana yang kami salurkan ini berasal dari infak, dan sedekah para muzaki di Tulungagung. Harapan kami, meskipun nilainya tidak besar, bantuan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi para pendidik dan santri untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di MA PSM,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan YPI MA PSM Mirigambar, Rizki Kusuma Hapsari, S.E., S.Pd., mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. “Kami sangat berterimakasih banyak atas bantuan dari BAZNAS Tulungagung. Insyaallah, dana ini akan digunakan sebaik-baiknya untuk melengkapi sarana pembelajaran demi kenyamanan dan kemajuan pendidikan para siswa,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung lembaga pendidikan, tidak hanya dengan bantuan sarana fisik, tetapi juga melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.
BERITA15/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Rp35 Juta untuk Korban Longsor dan Bedah Rumah Tidak Layak Huni
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Rp35 Juta untuk Korban Longsor dan Bedah Rumah Tidak Layak Huni
Tulungagung – Dalam rangka memperkuat komitmen di bidang sosial dan kemanusiaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bantuan senilai total Rp35 juta tersebut diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor serta keluarga kurang mampu di Desa Tugu dan Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, pada Rabu (13/8/2025). Proses penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Komisioner BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM, dan H. Zainul Fuad, SE, M.Pd.I, dengan didampingi oleh Sekretaris Kecamatan dan Kepala Desa setempat. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut tidak hanya memberikan dukungan secara material, tetapi juga menjadi bentuk motivasi dan penguatan moral bagi warga yang tengah berusaha memulihkan kondisi pascabencana. Bantuan disalurkan kepada empat penerima manfaat, tiga di antaranya merupakan warga Desa Tugu yang rumahnya terdampak tanah longsor. Bapak Janu menerima bantuan sebesar Rp12 juta yang dikelola bersama pihak desa untuk membangun Tembok Penahan Tanah, guna mencegah terjadinya longsor kembali di sekitar rumahnya. Sementara itu, Bapak Kasini Hariyanto memperoleh bantuan senilai Rp1 juta, dan Bapak Wardi mendapatkan Rp2 juta untuk memperbaiki rumah mereka yang terdampak longsor. Ketua Komisioner BAZNAS Tulungagung, Suyadi menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat dikelola dengan baik dan tepat sasaran. “Kami memohon kerja sama dari pihak desa untuk turut membantu mengelola dana bantuan ini, sehingga proses renovasi dan pembangunan bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima bantuan,” ujarnya. Selain itu, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan bantuan senilai Rp20 juta kepada Mbah Yatun, warga Desa Nglurup, Kecamatan Sendang. Kondisi rumah yang telah rapuh dan tidak layak huni menjadi perhatian BAZNAS untuk segera direnovasi agar bisa lebih nyaman untuk ditinggali. “Saya berterima kasih kepada BAZNAS Tulungagung yang sudah peduli dengan kondisi rumah saya. Semoga BAZNAS bisa lebih sukses lagi dan membantu lebih banyak orang," ungkap Mbah Yatun dengan penuh rasa haru. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga berperan aktif sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan masalah kemanusiaan, khususnya pada saat terjadi bencana di tengah masyarakat.
BERITA13/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Pembekalan Penerima Beasiswa SKSS 2025, Guna Bentuk Karakter Disiplin dan Semangat Kuliah
BAZNAS Tulungagung Gelar Pembekalan Penerima Beasiswa SKSS 2025, Guna Bentuk Karakter Disiplin dan Semangat Kuliah
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Pembekalan bagi Penerima Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) tahun 2025 pada Kamis, (7/8/25). Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa penerima beasiswa SKSS dan bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan semangat dalam menjalani perkuliahan. Menariknya, dalam kegiatan ini BAZNAS Tulungagung juga turut menghadirkan para orang tua atau wali dari para penerima beasiswa. Kehadiran mereka bukan sekadar bentuk dukungan moral, tetapi juga sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam mendampingi proses pendidikan anak. Diharapkan, para orang tua dapat turut mengawasi, memberikan motivasi, serta mendorong anak-anak mereka agar lebih semangat dan bisa fokus menyelesaikan kuliah tepat waktu. Program Beasiswa SKSS merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Namun, BAZNAS menilai bahwa selain dukungan finansial, penerima beasiswa juga perlu dibekali dengan pembentukan karakter, semangat kepedulian sosial, serta wawasan kehidupan nyata. Dalam sambutannya, Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP, mengajak para mahasiswa penerima beasiswa untuk tidak hanya fokus pada dunia akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial melalui gerakan kerelawanan. “Kami ingin adik-adik penerima beasiswa menjadi bagian dari relawan BAZNAS. Di sana, kalian akan belajar banyak hal bukan hanya dari buku dan kampus, tapi dari realita sosial di masyarakat. Kalian akan belajar menjadi mahasiswa yang tidak hanya cerdas, tapi juga peduli dan siap menghadapi kehidupan nyata,” ajaknya. Sementara itu, Pimpinan Komisioner BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM, menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai penerima beasiswa. “Kalian membawa amanah besar, dan itu harus dijaga dengan kedisiplinan dan tanggung jawab. Jangan hanya mengejar nilai, tapi bangun karakter kalian sebagai pribadi yang jujur, gigih, dan berakhlak baik,” tuturnya. Di akhir kegiatan, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, M. Fathul Manan, M.Pd, memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa agar tetap fokus dalam menjalani kuliah dan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi studi. “Kami sangat berharap kalian tidak menikah dulu selama masa studi. Fokuslah pada kuliah agar kalian bisa menyelesaikannya dengan baik dan menjadi sarjana yang membanggakan keluarga,” pesannya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap para penerima beasiswa SKSS dapat tumbuh menjadi mahasiswa yang berprestasi, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
BERITA07/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bersama Membangun Desa! Kolaborasi BAZNAS, BMD, dan Mahasiswa KKN UIN SATU Tulungagung Berdayakan UMKM Desa
Bersama Membangun Desa! Kolaborasi BAZNAS, BMD, dan Mahasiswa KKN UIN SATU Tulungagung Berdayakan UMKM Desa
Tulungagung – Komitmen untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi terus diperkuat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Tahun ini, langkah strategis ditempuh melalui kolaborasi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN SATU Tulungagung, dalam program pendampingan UMKM di berbagai desa di wilayah Kabupaten Tulungagung. Bersama-sama, mereka melaksanakan pendampingan menyeluruh bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan tanpa bunga, dan mengenalkan transformasi digital dalam pemasaran produk. Kolaborasi ini berlangsung sejak rapat koordinasi pada 26 Juni 2025, dengan pelaksanaan lapangan yang dimulai sejak 1 Juli hingga 8 Agustus 2025. Pendampingan dilaksanakan di sejumlah desa yang menjadi sasaran tempat mahasiswa KKN UIN Satu Tulungagung yang beradius 8 km dari kampus, termasuk Desa Sumberdadi, Wonorejo, Tanjungsari, Serut, Kepuh, Karangrejo, Waung, dan Ringinpitu. Melalui serangkaian seminar, pelatihan, diskusi, dan pendampingan langsung, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga zakat, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan. Program yang diusung mencakup pengenalan pembiayaan tanpa bunga melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), edukasi digitalisasi usaha, penyuluhan sertifikasi halal, hingga pemasaran digital. Mahasiswa KKN aktif mendampingi para pelaku UMKM dalam pembuatan label produk, pendaftaran usaha di Google Maps, pembuatan QRIS, dan pengajuan pembiayaan BMD. Berikut rangkaian kegiatan pendampingan yang telah dilakukan di berbagai desa: Sumberdadi (17 Juli) – Seminar “BAZNAS Desa Berdaya, UMKM Merdeka dari Pinjaman Berbunga” menjadi pembuka semangat baru bagi pelaku usaha lokal. Karangrejo (19 Juli) – Penyuluhan sertifikasi halal dan pengenalan program Microfinance BAZNAS bagi pelaku usaha kuliner dan makanan ringan. Tanjungsari (20 Juli) – Workshop digitalisasi UMKM dan promosi produk online bersama BAZNAS dan Mercy Indonesia. Serut (21 Juli) – Seminar pemberdayaan ekonomi umat dan pengajuan pembiayaan BMD oleh pelaku usaha. Wonorejo (26 Juli) – Seminar akselerasi pemasaran melalui media digital dan pendampingan pemasaran online. Waung (24 Juli) – Diskusi antara mahasiswa, perangkat desa, dan pelaku usaha mengenai program BMD dan solusi pengembangan UMKM. Kepuh (28 Juli) – Sosialisasi gerakan gemar infaq dan shodaqoh serta pengenalan program pembiayaan tanpa bunga. Ringinpitu – Kunjungan pelaku UMKM ke kantor BMD untuk memperoleh informasi dan brosur program. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan wujud nyata peran zakat dalam pembangunan ekonomi lokal. "Kami ingin memastikan bahwa zakat bukan hanya untuk konsumsi sesaat, tapi menjadi energi perubahan jangka panjang yang memberdayakan. Program ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi umat," ujarnya. Sementara itu, mahasiswa KKN yang terlibat mengaku terinspirasi dengan semangat juang pelaku UMKM di desa. Mereka belajar tidak hanya dari buku, tetapi langsung dari lapangan, tentang pentingnya keberpihakan, pengabdian, dan kehadiran nyata untuk masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi yang bisa direplikasi di daerah lain, untuk memperkuat peran mahasiswa, lembaga zakat, dan desa dalam menciptakan ekosistem usaha kecil yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh penjuru Kabupaten Tulungagung.
BERITA06/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dorong Usaha Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Usaha Rp10 Juta untuk Warga Pucung Lor
Dorong Usaha Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Usaha Rp10 Juta untuk Warga Pucung Lor
Tulungagung – Sebagai wujud komitmen dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan modal usaha kepada warga. Kali ini, penyaluran dilakukan di Balai Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, pada Selasa (6/8/25), dan diberikan kepada 10 penerima manfaat dengan total nilai Rp.10.000.000,-. Bantuan yang diberikan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik yang selama ini menjadi fokus BAZNAS Tulungagung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor usaha produktif. Dalam sambutannya, Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar santunan, tetapi merupakan bagian dari upaya nyata untuk mendorong masyarakat agar mandiri secara ekonomi. “Bantuan ini adalah bentuk pemberdayaan di sektor ekonomi. Ke depan, kami akan terus melakukan monitoring agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. Kami ingin para penerima bisa tumbuh, berkembang, dan tidak lagi bergantung pada bantuan,” ujar Abdul Wachid. Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi, yang akrab disapa Mbah Pucung, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS kepada warganya. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi jalan untuk memperkuat usaha kecil mereka. “Terima kasih kepada BAZNAS Tulungagung atas bantuannya. Semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi warga kami untuk terus berusaha. Harapan kami, BAZNAS semakin maju dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Tulungagung,” tutur Mbah Pucung. Penyaluran bantuan ini tidak hanya berupa simbolis, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. Dengan sinergi antara pemerintah desa dan BAZNAS, diharapkan akan lahir lebih banyak pelaku usaha kecil yang tangguh dan berdaya saing.
BERITA05/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Biaya Hidup untuk Pak Sukardi, Lansia Sebatangkara dengan Gangguan Psikis
BAZNAS Tulungagung Salurkan Biaya Hidup untuk Pak Sukardi, Lansia Sebatangkara dengan Gangguan Psikis
Tulungagung – Di balik ketenangan Desa Dlodo, Kecamatan Pucanglaban, hidup seorang pria lanjut usia bernama Pak Sukardi (49 tahun). Tidak seperti orang kebanyakan, ia menjalani hari-harinya dalam kesunyian, hidup dengan gangguan psikis yang dideritanya selama bertahun-tahun. Dalam kondisi hidup yang serba terbatas dan tanpa penghasilan, Pak Sukardi menjadi salah satu penerima manfaat bantuan biaya hidup dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung, sebuah program yang diperuntukkan bagi fakir miskin sebatangkara. Bantuan ini disalurkan secara rutin setiap tiga bulan sekali, dengan nominal Rp 900.000, dan diberikan selama penerima masih hidup. “Bantuan ini sangat berarti bagi Pak Sukardi,” ujar Tetangga Pak Sukardi. “Dengan adanya bantuan dari BAZNAS, paling tidak beliau bisa memenuhi kebutuhan dasar, seperti makan sehari-hari, dan sedikit biaya tambahan untuk kebutuhan lain.” BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berkomitmen menjangkau warga-warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem, terutama mereka yang sudah tidak mampu bekerja dan tidak memiliki keluarga yang bisa menopang secara ekonomi. “Pak Sukardi adalah potret nyata dari kelompok rentan yang kami sasar,” jelas Guntur, tim BAZNAS Tulungagung. “Program bantuan biaya hidup ini memang kami tujukan untuk mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama lansia sebatangkara, fakir miskin, atau penyandang disabilitas yang tidak memiliki penghasilan tetap.”, tambahnya. Kehadiran program ini menjadi angin segar bagi warga dan pemerintah desa setempat. Kepala Desa Dlodo menyampaikan apresiasinya terhadap langkah nyata BAZNAS dalam merespons kebutuhan warga seperti Pak Sukardi. “Kami bersyukur karena ada kepedulian yang konkret. Bantuan ini bukan sekadar materi, tetapi bentuk nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan,” ujarnya. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, masih banyak warga yang menjalani hidup dalam kesunyian dan keterbatasan. Dengan uluran tangan dari lembaga seperti BAZNAS, harapan itu tetap hidup meski kecil, tapi sangat berarti bagi mereka yang hampir tak memiliki apa-apa. Program ini diharapkan terus berlanjut, menjangkau lebih banyak lansia fakir miskin di Kabupaten Tulungagung. Karena sejatinya, kepedulian adalah kunci untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.
BERITA04/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Ketika Tak Ada Lagi Keluarga, Zakat Hadir Menjadi Cahaya untuk Mbah Srini
Ketika Tak Ada Lagi Keluarga, Zakat Hadir Menjadi Cahaya untuk Mbah Srini
Tulungagung - Usia senja seharusnya menjadi masa beristirahat dengan damai, dikelilingi keluarga dan kasih sayang. Namun tidak semua orang memiliki kemewahan itu. Di sudut sepi Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, tinggal seorang perempuan tua bernama Mbah Srini, yang menjalani hari-harinya dalam kesendirian. Meski hidup sebatang kara, Mbah Srini tidak benar-benar dilupakan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung hadir sebagai cahaya, menyapa senyapnya hari-hari beliau melalui program Bantuan Biaya Hidup untuk Lansia Fakir Miskin. Ini bukan sekadar bantuan materi, tapi wujud nyata dari kasih sayang sosial dan kepedulian terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Setiap tiga bulan, Mbah Srini menerima bantuan sebesar Rp900.000, cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok harian dan membeli obat-obatan ringan. Di tengah kondisi fisik yang semakin melemah dan usia yang tak lagi muda, bantuan ini membawa rasa aman, ketenangan, dan pengingat bahwa masih ada yang peduli. Bantuan ini disalurkan secara berkala oleh tim BAZNAS setelah melalui proses verifikasi dan kunjungan langsung ke rumah Mbah Srini. Dengan memastikan bantuan tepat sasaran, BAZNAS menjadikan program ini sebagai amanah zakat yang tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama para lansia yang hidup tanpa dukungan keluarga maupun penghasilan tetap. Di rumah kecil yang sederhana, Mbah Srini tinggal sendiri. Dalam Kartu Keluarga, hanya namanya yang tertera. Tidak ada suami, anak, atau sanak saudara yang tinggal bersama. Namun, hidupnya tidak sepenuhnya sunyi. Tetangga dan saudara jauh sesekali datang, memberi perhatian yang tulus. Dan di antara celah-celah kesunyian itu, bantuan dari BAZNAS datang sebagai pelengkap yang berarti, membantu bukan hanya secara ekonomi, tapi juga secara emosional. Kisah Mbah Srini adalah gambaran bahwa zakat bukan hanya angka, tapi adalah harapan, cinta, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Di masa senja, saat seseorang paling membutuhkan pelukan hangat dan kepedulian, zakat yang dikelola dengan amanah mampu menjadi pelipur lara. BAZNAS Tulungagung ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat, tapi juga turut serta. Mari lebih peka. Bisa jadi, di balik pintu yang tertutup, ada jiwa-jiwa tua seperti Mbah Srini, yang berjuang dalam diam. Sekecil apa pun bantuan, ketika diberikan dengan cinta, bisa mengubah kesepian menjadi harapan.
BERITA01/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Hadiri dan Dukung Kegiatan Santunan yatim-piatu dari SDN dan SDI se-Kecamatan Sumbergempol
BAZNAS Tulungagung Hadiri dan Dukung Kegiatan Santunan yatim-piatu dari SDN dan SDI se-Kecamatan Sumbergempol
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri dan memberikan dukungan dalam kegiatan silaturrahim serta santunan kepada anak yatim-piatu dari SDN dan SDI se-Kecamatan Sumbergempol. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Administrasi Satuan Pendidikan (UPASP) Kecamatan Sumbergempol dan berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna pada Kamis (31/7/25). Sebanyak 172 anak yatim menerima bantuan santunan dalam acara tersebut. Kegiatan ini sejalan dengan salah satu program prioritas BAZNAS dalam bidang sosial kemanusiaan, khususnya kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah (mauidzhoh hasanah) oleh KH. Mustamam Muqorrib dari Jabalsari, Sumbergempol yang menekankan pentingnya menyayangi dan menyantuni anak yatim sebagai ladang amal kebaikan. BAZNAS Tulungagung diwakili oleh dua Pimpinan Komisioner, yakni Drs. H. Suyadi, M.M., dan H. Zainul Fuad, S.E., M.Pd.I., yang hadir langsung untuk menyampaikan apresiasi serta dukungan moril kepada para peserta dan penyelenggara. Dalam sambutannya, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan bahwa santunan anak yatim merupakan salah satu program utama BAZNAS Tulungagung. “Program santunan anak yatim adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan dana zakat yang dihimpun bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mayoritas dana yang kami himpun berasal dari ASN, baik dari lingkup Pemerintah Kabupaten maupun Kementerian Agama. Karena itu, saya mengajak Bapak-Ibu ASN di Sumbergempol untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Insyallah program-program kami terencana, terukur, dan amanah,” ujarnya. Suyadi juga menambahkan bahwa program kerja BAZNAS Tulungagung mencakup lima bidang utama, yakni pendidikan, ekonomi, dakwah, sosial, dan kesehatan. Kelima bidang ini menjadi fondasi penting dalam menyalurkan dana zakat agar tepat sasaran dan bermanfaat luas. “Kami berharap anak-anak yatim yang disantuni hari ini tumbuh menjadi generasi yang sholih dan sholihah, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Amin,” tutupnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS menegaskan komitmennya dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, guna menghadirkan program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung kepada yang membutuhkan. BAZNAS berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan berdaya.
BERITA31/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Nasi Kuning Bu Hasanah Berkembang Bersama Dukungan Pembiayaan Tanpa Bunga dari BAZNAS Microfinance Desa
Nasi Kuning Bu Hasanah Berkembang Bersama Dukungan Pembiayaan Tanpa Bunga dari BAZNAS Microfinance Desa
Tulungagung - Di balik ketulusan dan kegigihan seorang wanita paruh baya tercipta nasi kuning yang nikmat dan tersebar disudut-sudut Kota Tulungagung. Uswatun Hasanah, pemilik usaha kuliner “Nasi Kuning Bu Hasanah”. Sejak memulai usahanya pada tahun 2019, Hasanah konsisten menyajikan menu sarapan yang kini menjadi favorit warga Kelurahan Kampung Dalem dan sekitarnya. Usaha ini beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 10.00 pagi, menyuguhkan dua pilihan menu utama: nasi kuning dan bubur ayam. Dengan harga bersahabat, hanya Rp7.000 per porsi, Hasanah berhasil menjaga loyalitas pelanggan dari berbagai kalangan. Tidak hanya di satu tempat, usahanya kini tersebar di empat titik strategis di wilayah kota Tulungagung, masing-masing dijalankan oleh satu pegawai yang membantu operasional harian. Pemasaran dilakukan secara sederhana namun efektif. Selain promosi langsung oleh para pegawai outlet, Hasanah juga melayani pesanan antar untuk jumlah tertentu, memadukan metode pemasaran offline dan online secara cerdas. Rata-rata pendapatan kotor dari seluruh outlet berkisar antara Rp700.000 hingga Rp900.000 per hari, dengan laba bersih harian mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000. Guna menjaga kualitas dan kesegaran, bahan baku seperti beras, santan, dan rempah-rempah selalu dibeli harian dari Pasar Ngemplak, Tulungagung. Di balik perkembangan usaha ini, terdapat dukungan pembiayaan mikro tanpa bunga dan tanpa jaminan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Bentuk bantuan ini menjadi dorongan penting bagi Hasanah dalam memperkuat fondasi usahanya. Pada Oktober 2024, ia mendapatkan pembiayaan tahap pertama sebesar Rp1.800.000. Dana ini digunakan untuk membeli tenda portabel berukuran 2x2 meter yang dipakai untuk berjualan di area Car Free Day (CFD) serta menambah bahan baku. Kemudian pada Maret 2025, Hasanah kembali memperoleh pembiayaan tahap kedua senilai Rp3.000.000 yang difokuskan untuk memperkuat ketersediaan bahan baku di semua titik usahanya. Meskipun nilainya relatif kecil, namun pembiayaan ini menjadi solusi tepat untuk mendorong keberlanjutan usaha tanpa membebani dengan bunga ataupun agunan. Dengan manajemen usaha yang terus ia pelajari dan tingkatkan, serta semangat kerja keras yang tak pernah surut, Uswatun Hasanah menatap masa depan dengan harapan bisa memperluas titik penjualan dan membuka peluang kerja bagi lebih banyak orang di sekitarnya. “Yang penting tetap semangat, terus belajar, dan jujur dalam usaha,” ujarnya penuh keyakinan. “Nasi Kuning Bu Hasanah” bukan sekadar warung sarapan, tapi juga cermin bagaimana usaha kecil dapat tumbuh jika mendapatkan suntikan motivasi dan dukungan pembiayaan yang bersahabat. Kisah ini menjadi contoh nyata bagaimana skema pembiayaan yang adil dan ringan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara perlahan namun pasti.
BERITA31/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sosialisasi Zakat di Kantor BPN Tulungagung: BAZNAS Ajak ASN Berzakat sebagai Jalan Menuju Keberkahan
Sosialisasi Zakat di Kantor BPN Tulungagung: BAZNAS Ajak ASN Berzakat sebagai Jalan Menuju Keberkahan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan sosialisasi zakat pada Selasa (29/07/2025) yang bertempat di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menyasar para pegawai BPN sebagai bentuk edukasi pentingnya zakat dalam kehidupan sosial dan spiritual, sekaligus mendorong partisipasi aktif ASN dalam program zakat yang dikelola oleh BAZNAS. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala BPN Tulungagung, Gatot Suyanto, S.H., yang dalam sambutannya menekankan bahwa zakat merupakan bentuk penyucian jiwa sekaligus sarana introspeksi diri. “Saya berharap, melalui sosialisasi ini, para pegawai semakin memahami bahwa zakat bukan hanya soal kewajiban agama, tetapi juga sebagai pembersih jiwa dan bentuk nyata kepedulian sosial. Jika penyalurannya dilakukan secara jelas dan transparan, manfaat serta keberkahannya akan sangat terasa. Saya siap dipotong gaji 2,5% sebagai komitmen pribadi dan ajakan bagi rekan-rekan ASN,” ungkapnya. Hadir sebagai narasumber utama, dua pimpinan Komisioner BAZNAS Kabupaten Tulungagung, yakni Drs. H. Suyadi, MM dan H. Zainul Fuad, SE, M.Pd.I., yang secara bergantian menyampaikan materi tentang urgensi zakat dan pengelolaan dana zakat yang tepat sasaran. Dalam paparannya, Drs. H. Suyadi, MM mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan jalan menuju keberkahan hidup. “Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS akan kami distribusikan secara amanah. Seperti yang telah kami lakukan, zakat diberikan kepada 180 orang fakir miskin lansia yang hidup sebatang kara, kami berikan bantuan seumur hidup. Ini adalah ajakan kami untuk Bapak-Ibu semua, menapaki jalan surga dengan zakat sebagai amalan yang menyatukan dunia dan akhirat. Jika belum bisa berzakat, masih bisa dengan berinfaq,” ujar Suyadi. Sementara itu, H. Zainul Fuad, SE, M.Pd.I. memberikan penekanan khusus pada posisi zakat dalam Islam dan peran negara dalam mengelolanya. “Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam. Dalam banyak ayat Al-Qur'an, zakat selalu disebut beriringan dengan salat, menunjukkan betapa penting dan tidak terpisahkannya kedua ibadah ini. Salah satunya dalam Surah An-Nur ayat 56: ‘Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul agar kamu diberi rahmat.’” tegasnya. “Zakat memiliki dimensi sosial yang kuat. Karena itu, pemerintah hadir untuk mengelola zakat dengan baik dan amanah bagi kaum dhuafa, khususnya melalui pembentukan lembaga resmi seperti BAZNAS. Ini adalah bentuk tanggung jawab negara, sesuai dengan amanat undang-undang, agar zakat dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran. BAZNAS adalah lembaga terpercaya yang bertugas menjalankan fungsi penting ini,” tambahnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah dan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menunaikan zakat bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian terhadap sesama dan kontribusi untuk membangun kesejahteraan masyarakat.
BERITA29/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar "Lebaran Yatim" Bersama Pemkab, Kemenag, dan BAZNAS Jatim: Wujud Nyata Kepedulian untuk Anak Yatim dan Pemberdayaan Mustahik
BAZNAS Tulungagung Gelar "Lebaran Yatim" Bersama Pemkab, Kemenag, dan BAZNAS Jatim: Wujud Nyata Kepedulian untuk Anak Yatim dan Pemberdayaan Mustahik
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, serta BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan “Lebaran Yatim” dalam rangka memeriahkan bulan Muharram 1447 H. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penyerahan berbagai bantuan pemberdayaan dari BAZNAS kepada masyarakat Tulungagung, dan diselenggarakan secara khidmat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Jumat (25/7/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., beserta jajaran, perwakilan Kemenag Tulungagung, para Kepala OPD, camat se-Kabupaten Tulungagung, tokoh agama dan masyarakat, serta organisasi perempuan seperti TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, Muslimat NU, Fatayat, dan Aisyiyah. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu mengapresiasi kegiatan yang digagas BAZNAS Tulungagung ini sebagai bentuk nyata kepedulian dan cinta kasih terhadap anak-anak yatim serta kelompok masyarakat rentan. “Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi santunan, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Kami mengapresiasi langkah BAZNAS dan berharap program ini terus berkelanjutan,” ujar Bupati Gatut. Sebanyak 300 anak yatim dari berbagai wilayah di Tulungagung menerima santunan dalam acara ini. Selain itu, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan pemberdayaan, di antaranya: Rombong usaha dari BAZNAS Jatim untuk 10 penerima Modal usaha rintisan kepada 10 penerima Bedah rumah tidak layak huni dari BAZNAS Jatim untuk 5 penerima dan dari BAZNAS Tulungagung untuk 2 penerima Pinjaman modal usaha tanpa bunga kepada 42 penerima Bantuan pendidikan tingkat SD untuk 70 siswa dan tingkat SMP untuk 45 siswa Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) dari BAZNAS Jatim kepada 13 mahasiswa dan dari BAZNAS Tulungagung kepada 20 mahasiswa Bantuan ternak kambing kepada 14 penerima Bantuan insentif GTT/PTT kepada 35 penerima Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Tulungagung dalam mewujudkan lima program utama yaitu Tulungagung Cerdas, Tulungagung Sehat, Tulungagung Peduli, Tulungagung Taqwa, dan Tulungagung Makmur. “Kami terus berusaha agar dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat bisa berdampak besar. Untuk itu, kami mengajak seluruh warga Kabupaten Tulungagung agar mempercayakan penyaluran zakat dan infaqnya melalui BAZNAS,” ujar Abdul Wachid. “Khususnya kepada jajaran OPD, kami mohon agar dapat lebih maksimal dalam menyalurkan ZIS-nya melalui BAZNAS. Ini bukan hanya kewajiban moral, tapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengungkapkan bahwa BAZNAS sebagai lembaga resmi negara memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan memperkuat keadilan sosial melalui distribusi zakat. “Apa yang dilakukan BAZNAS Tulungagung hari ini adalah miniatur dari misi besar zakat: membangun peradaban umat yang berdaya, mandiri, dan bermartabat. Zakat adalah instrumen strategis, bukan hanya untuk membantu, tapi juga memberdayakan,” ungkap Prof. Ali Maschan. Sebagai penutup, acara ini dimeriahkan dengan panggung hiburan dan makan-makan gratis yang menghadirkan aneka jajanan, makanan, dan minuman yang disediakan untuk semua tamu undangan, khususnya anak-anak yatim. Suasana hangat dan penuh kegembiraan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan, yang tidak hanya menyentuh secara sosial tetapi juga membawa kebahagiaan dan senyum bagi para penerima manfaat, terutama anak-anak yatim yang menjadi pusat perhatian dalam peringatan bulan Muharram ini. Acara "Lebaran Yatim" ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim di bulan penuh berkah, tetapi juga menjadi momentum nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat dalam upaya membangun Tulungagung yang lebih inklusif dan sejahtera melalui pengelolaan zakat yang transparan dan berdampak.
BERITA28/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bantuan Mikro BAZNAS Jadi Penopang Warung Pecel Mak Ti yang Melegenda Sejak 2007
Bantuan Mikro BAZNAS Jadi Penopang Warung Pecel Mak Ti yang Melegenda Sejak 2007
Tulungagung – Di balik aroma sedap nasi pecel yang menguar dari sebuah warung sederhana di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang tak pernah lelah menata hari demi hari lewat usaha kuliner rumahan. Warung Sego Pecel Mak Ti, yang sudah berdiri sejak 2007, menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan semangat, meski dalam skala kecil, bisa memberi dampak besar bagi lingkungan sekitar. Dikelola oleh Ibu Sutini bersama suami dan anaknya, warung ini buka setiap pagi hingga siang hari, mulai pukul 07.00 hingga 12.00. Menyajikan menu tradisional khas Jawa Timur seperti nasi pecel, nasi campur, dan bubur dengan harga terjangkau mulai dari Rp8.000 sampai Rp18.000, warung ini menjadi tempat favorit warga setempat untuk mengisi energi di pagi dan siang hari. Menariknya, pemasaran warung Mak Ti masih mengandalkan cara-cara tradisional: menjajakan makanan langsung di warung, berkeliling desa, hingga rutin ikut kegiatan Car Free Day (CFD) di pusat kota Tulungagung. Strategi sederhana ini justru berdampak besar. Penjualan saat di CFD bahkan bisa menghasilkan pendapatan kotor harian lebih dari Rp700.000, meningkat signifikan dibanding hari biasa yang berkisar Rp400.000–Rp600.000. Dari hasil tersebut, Ibu Sutini bisa membawa pulang pendapatan bersih sekitar Rp150.000 hingga Rp250.000 per hari. Warung ini tak hanya mengandalkan pelanggan baru, namun juga memiliki pelanggan setia yang rutin menikmati cita rasa khas Mak Ti setiap harinya. Demi menjaga kualitas, setiap sore Ibu Sutini tetap konsisten berbelanja bahan baku segar dari toko sayur lokal. Titik penting dalam perjalanan warung ini terjadi pada Maret 2025. Saat itu, Ibu Sutini mendapat bantuan pembiayaan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp3.000.000. Bantuan ini diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebagai bentuk dukungan ringan namun bermakna untuk usaha kecil yang punya potensi tumbuh dan bertahan. Dana tersebut tidak digunakan untuk hal muluk, melainkan untuk kebutuhan mendesak dan fungsional: pembelian bahan baku dan perlengkapan pendukung warung seperti kursi, dan kompor. Meski tampak sederhana, dukungan ini mampu memperbaiki kualitas pelayanan warung dan menambah kenyamanan pelanggan. Bantuan dari BMD memang bukan bantuan utama yang mengubah segalanya, tapi hadir sebagai penopang penting bagi pelaku usaha mikro seperti Ibu Sutini agar bisa terus berjalan dan berkembang. Bukan sekadar pinjaman, melainkan dorongan kecil yang memperkuat langkah usaha lokal dalam menghadapi tantangan zaman. Meski saat ini warung Mak Ti belum memiliki layanan pesan antar, harapan tetap menyala. Ibu Sutini ingin usahanya terus bertumbuh dan menjangkau lebih banyak pelanggan di masa mendatang. Dengan ketekunan dan sedikit dukungan, warung pecel rumahan ini memberi pelajaran bahwa keberhasilan tak selalu datang dari hal besar, tetapi justru dari konsistensi kecil yang dijaga setiap hari dan dari keberpihakan nyata lembaga seperti BAZNAS terhadap pelaku usaha akar rumput.
BERITA24/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Menuju Mimpi Jadi Sarjana! 25 Finalis Beasiswa SKSS Jalani Wawancara Penentuan
Menuju Mimpi Jadi Sarjana! 25 Finalis Beasiswa SKSS Jalani Wawancara Penentuan
Tulungagung – Seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Kabupaten Tulungagung memasuki babak penentu. Sebanyak 25 peserta terbaik yang sebelumnya lolos dari tahapan tes tulis, kini menghadapi tantangan baru: tes wawancara mendalam yang digelar pada Rabu (23/07/2025) di Kantor BAZNAS Tulungagung. Tes ini menjadi tahap krusial dalam menyaring calon penerima beasiswa SKSS yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam hal integritas, spiritualitas, nasionalisme, dan kepedulian sosial. Dalam proses wawancara ini, peserta ditanya berbagai hal mendalam mulai dari: Ke-BAZNAS-an: sejauh mana mereka mengenal peran dan misi BAZNAS serta kepedulian mereka terhadap pengelolaan zakat. Kebangsaan: komitmen terhadap Pancasila, toleransi, serta semangat menjaga persatuan di tengah keberagaman. Sosial Akademik: motivasi kuliah, visi ke depan, dan rencana kontribusi terhadap keluarga dan masyarakat. Keagamaan: akhlak, ibadah, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., yang turut serta menjadi pewawancara utama, menegaskan bahwa beasiswa ini adalah bagian dari ikhtiar membentuk generasi unggul dari kalangan keluarga mustahik. “Kami ingin memastikan bahwa calon penerima tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki wawasan kebangsaan, keagamaan, serta semangat sosial yang tinggi. Beasiswa ini bukan hanya tentang bantuan dana pendidikan, tapi juga investasi sosial bagi masa depan bangsa,” ungkap Abdul Wachid. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, yang datang dari berbagai kecamatan di Tulungagung dengan semangat tinggi dan harapan besar. Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, M. Fathul Manan, M.Pd., turut memberikan pernyataan bahwa proses seleksi ini dilakukan secara objektif dan profesional. “Kami ingin beasiswa SKSS ini benar-benar tepat sasaran. Proses seleksi berlapis kami lakukan agar benar-benar didapatkan generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi keluarganya dan masyarakat sekitar. Tes ini bukan sekadar formalitas, tapi penentu masa depan mereka,” ujarnya. Beasiswa SKSS sendiri merupakan program unggulan BAZNAS yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan menghadirkan minimal satu sarjana di setiap keluarga mustahik, BAZNAS berharap masa depan lebih cerah bagi generasi mendatang.
BERITA23/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat