WhatsApp Icon
BAZNAS Tulungagung Tekankan Komitmen dan Fokus Pendidikan bagi Penerima SKSS 2026

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan pembekalan dan orientasi bagi para penerima Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026, Rabu (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 mahasiswa penerima beasiswa yang hadir bersama orang tua atau wali masing-masing.

Kegiatan pembekalan dan orientasi ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada para penerima manfaat mengenai program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), sekaligus menumbuhkan semangat, tanggung jawab, dan komitmen para mahasiswa dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Melalui program SKSS, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berupaya membuka kesempatan bagi putra-putri dari keluarga yang membutuhkan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Kehadiran orang tua dan wali dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman serta dukungan bersama terhadap perjalanan pendidikan para penerima beasiswa.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi para mahasiswa penerima beasiswa untuk menyadari bahwa mereka merupakan orang-orang terpilih yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program SKSS.

“Kami mengumpulkan semuanya di sini untuk memberitahukan bahwa kalian semua yang berada di sini adalah orang-orang yang terpilih. Ini adalah awal investasi kalian. Karena itu, manfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang telah diberikan ini,” ujar Abdul Wachid.

Ia menambahkan bahwa menempuh pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya bertujuan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan, membentuk pola pikir, serta mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Kuliah itu juga untuk memperluas wawasan panjenengan semua. Maka gunakan masa kuliah ini sebaik mungkin, bukan hanya untuk belajar di dalam kelas, tetapi juga untuk menambah pengalaman dan pengetahuan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, para penerima Beasiswa SKSS juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga komitmen dan fokus selama menempuh pendidikan. Para mahasiswa diharapkan untuk memprioritaskan penyelesaian studi terlebih dahulu dan tidak menikah selama masih menjalani masa penerimaan beasiswa.

Hal tersebut dimaksudkan agar para penerima beasiswa dapat lebih fokus dalam menimba ilmu dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Pernikahan dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga dikhawatirkan dapat membagi perhatian serta fokus mahasiswa, sehingga berpotensi menghambat proses mereka dalam menyelesaikan studi.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Maliki, menekankan pentingnya ilmu sebagai bekal utama dalam meraih keberhasilan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

“Sebagai manusia, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan salah satu kuncinya adalah ilmu. Siapa yang ingin sukses di dunia dan akhirat, maka modal utamanya juga adalah ilmu,” tuturnya.

Melalui kegiatan pembekalan dan orientasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap para penerima Beasiswa SKSS Tahun 2026 dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan ini dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan kesungguhan.

Ke depan, para mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan luas, berkarakter, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.

Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bidang pendidikan, sekaligus mendorong lahirnya generasi penerus yang mampu mengubah masa depan keluarga menuju kehidupan yang lebih baik.

03/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sembako pada Peresmian Jalan Karya Bhakti TNI di Lingkar Waduk Wonorejo

Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepeduliannya melalui aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan pendidikan dan paket sembako kepada masyarakat dalam kegiatan peresmian hasil pembangunan Jalan Rabat Beton Program Karya Bhakti TNI Kodim 0807/Tulungagung. Kegiatan tersebut diresmikan langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., (2/9/26).

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyerahkan bantuan pendidikan kepada 10 pelajar. Sebanyak lima siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) masing-masing menerima bantuan sebesar Rp250.000, sementara lima siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) masing-masing menerima bantuan sebesar Rp300.000. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyalurkan paket sembako kepada 10 orang dhuafa.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk keterlibatan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan bersama berbagai unsur. Sebelumnya, pada kegiatan pembukaan Program Karya Bhakti TNI, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga turut menyalurkan bantuan serupa kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Maliki, yang turut menyerahkan bantuan, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta memastikan manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“BAZNAS Kabupaten Tulungagung merasa senang dapat turut ambil bagian dalam kegiatan Karya Bhakti TNI ini. Selain pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat, kami juga ingin menghadirkan kepedulian melalui bantuan pendidikan dan sembako bagi mereka yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan para penerima,” ujarnya.

Program Karya Bhakti TNI sendiri menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan percepatan pembangunan infrastruktur yang kokoh serta tepat sasaran hingga ke tingkat desa.

Jalan rabat beton yang telah selesai dibangun kini menjadi akses penting bagi mobilitas harian masyarakat Desa Wonorejo. Dengan kondisi jalan yang lebih rapi dan representatif, akses transportasi masyarakat diharapkan semakin lancar, termasuk dalam mendukung aktivitas warga, mempercepat pengangkutan hasil pertanian, serta menggerakkan potensi perekonomian di lingkungan sekitar.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap sinergi dan semangat gotong royong seperti ini dapat terus terjaga. Pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam bidang pendidikan maupun pemenuhan kebutuhan dasar.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat juga dapat turut mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan dan membantu sesama. BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan bersama-sama membangun Tulungagung yang lebih sejahtera.

Salurkan kebaikan Anda melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS

• Rekening Zakat:
BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung

• Rekening Infak dan sedekah:
BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung

02/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung bersama BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan Rp80 Juta untuk Bedah Empat Rumah Warga

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan bedah rumah tidak layak huni kepada masyarakat yang memiliki tempat tinggal kurang layak dan membutuhkan perbaikan. Bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, bantuan tersebut diberikan kepada empat penerima manfaat yang tersebar di Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Sendang.

Masing-masing penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp20.000.000 yang akan digunakan untuk mendukung proses pembangunan dan rehabilitasi rumah hingga menjadi hunian yang lebih layak.

Adapun empat penerima manfaat tersebut adalah Jarni, warga Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir; Khairul Anam, warga Desa Pakisaji, Kecamatan Kalidawir; Jaenal Arifin, warga Desa Dono, Kecamatan Sendang; serta Sumirah, warga Desa Krosok, Kecamatan Sendang.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung kepada para penerima manfaat. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh perangkat desa dan camat setempat sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pelaksanaan program.

Selanjutnya, dana bantuan akan diserahkan kepada pihak desa untuk dikelola dan digunakan dalam proses pembangunan rumah. Pengelolaan tersebut dilakukan hingga proses pembangunan selesai dan rumah dapat menjadi tempat tinggal yang layak bagi masing-masing penerima manfaat.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Koirudin, S.Ag., yang turut mendistribusikan langsung bantuan kepada para penerima manfaat, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

“Bantuan ini merupakan titipan dari umat yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Dana yang diberikan ini berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Oleh karena itu, ini merupakan amanah yang harus kita jaga dan salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Semoga bantuan bedah rumah ini, dapat membantu para mustahik memperoleh tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak. Selain itu, program ini diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian dan gotong royong umat dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

31/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Dinding Berlubang dan Kerap Bocor Saat Hujan, BAZNAS Bantu Rehabilitasi Rumah Mbah Sumirah

Tulungagung - Di usia senjanya, Sumirah atau yang akrab disapa Mbah Sumirah masih tinggal seorang diri di sebuah rumah sederhana di Dusun Gendingan, Desa Krosok, Kecamatan Sendang. Kondisi rumah yang telah tua dan kurang layak huni tersebut menjadi perhatian BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Rumah yang selama ini ditempati Mbah Sumirah sebagian masih menggunakan dinding anyaman bambu. Meski bagian utama rumah telah terdapat dinding bata merah, sebagian besar bangunan lainnya, terutama di bagian atas, dapur, hingga bagian belakang rumah, masih menggunakan anyaman bambu.

Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena sejumlah bagian dinding anyaman bambu telah berlubang dan mengalami kerusakan. Saat musim hujan tiba, air hujan kerap masuk ke dalam rumah dan membuat bagian dalam rumah mengalami kebocoran atau trocoh. Bahkan, ketika hujan turun dengan deras, air dapat menggenangi sebagian area rumah.

Di samping rumah Mbah Sumirah terdapat rumah milik kerabatnya. Namun, sehari-hari Mbah Sumirah tetap tinggal sendiri di rumah tua yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan bedah rumah tidak layak huni kepada Mbah Sumirah sebesar Rp20.000.000., (31/8/26).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan selanjutnya dikelola melalui pemerintah desa untuk mendukung proses pembangunan hingga rumah Mbah Sumirah dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Koirudin, S.Ag., menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan amanah dari para muzaki dan masyarakat yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

“Bantuan ini merupakan amanah dari umat yang dititipkan melalui BAZNAS. Dana yang disalurkan berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Karena itu, amanah ini harus kita jaga dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya,” ujarnya.

Dengan penuh haru, Mbah Sumirah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Matur nuwun sanget, terimakasih. Kulo mboten saged mbales napa-napa. Mugi sedoyo ingkang sampun paring bantuan diparingi sehat, lancar rejekine, lan diparingi berkah,” tutur Mbah Sumirah dengan penuh haru.

Melalui bantuan bedah rumah tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap Mbah Sumirah dapat segera memiliki tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak huni, sehingga dapat menjalani hari-harinya dengan kondisi kehidupan yang lebih baik.

Mari terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan, salurkan kebaikan Anda melalui:
-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS

• Rekening Zakat:
BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung

• Rekening Infak dan sedekah:
BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung

31/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Empat Mahasiswa Penerima Beasiswa SKSS BAZNAS Tulungagung Lulus Sarjana di STAI Muhammadiyah

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung melalui program bantuan pendidikan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) mencatatkan empat mahasiswa penerima manfaat yang berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 1 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Tulungagung.

Keempat mahasiswa tersebut mengikuti Wisuda Sarjana Strata 1 ke-37 STAI Muhammadiyah Tulungagung yang dilaksanakan di Crown Victoria Hotel, Minggu (30/8/2026).

Adapun empat mahasiswa penerima manfaat program SKSS BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang telah menyelesaikan pendidikan, yakni:
1. Jacinda Putri Prayitno, S.E.
2. Elia Rofi Fatul Rifdah, S.Pd.
3. Sisca Wahyuningsih, S.E.
4. Rafida Amalia Bilqis, S.Pd.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Koirudin, S.Ag., turut hadir secara langsung dalam kegiatan wisuda tersebut.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap para penerima manfaat program SKSS yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Program Satu Keluarga Satu Sarjana merupakan salah satu program bantuan pendidikan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan dalam melanjutkan pendidikan hingga jenjang Strata 1. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Imam Koirudin menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa penerima manfaat program SKSS yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana.

“Selamat kepada para mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 1. Semoga ilmu yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta menjadi bekal untuk melanjutkan pengabdian dan memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, maupun lingkungan,” ujar Imam Koirudin.

Keberhasilan empat mahasiswa tersebut dalam menyelesaikan pendidikan menjadi salah satu capaian dari pelaksanaan program Satu Keluarga Satu Sarjana. Dimana pada sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga telah meluluskan sebanyak 89 mahasiswa Strata 1 dari total 156 mahasiswa, sementara 63 mahasiswa lainnya masih aktif menempuh perkuliahan di berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap para lulusan penerima manfaat program SKSS dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, mengembangkan potensi diri, serta memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Ke depan, program bantuan pendidikan SKSS diharapkan dapat terus memberikan manfaat dan membantu lebih banyak mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

30/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

Berawal dari Gerobak Telur Gulung, Fikri Kini Raup Omzet Ratusan Ribu per Hari Bersama Dukungan BMD
Berawal dari Gerobak Telur Gulung, Fikri Kini Raup Omzet Ratusan Ribu per Hari Bersama Dukungan BMD
Tulungagung - Tekad kuat Muhammad Fikri Salam (28), pemuda asal Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, menjadi gambaran bahwa usaha kecil dapat bertumbuh ketika dikelola dengan tekun, jujur, dan konsisten menjaga kualitas. Melalui brand kuliner “Sobat Telur”, Fikri berhasil menarik perhatian masyarakat dengan dua menu andalan: Telur Gulung dan Makaroni Telur. Jajanan ini kini menjadi salah satu cemilan paling dicari di CFD Alun-Alun Tulungagung dan CFD Sobontoro setiap hari Minggunya, bahkan hingga ke Pusat Kuliner PINKA Kutoanyar setiap hari pukul 10.00-17.00 WIB. Setiap hari, Fikri mengolah 4-5 kilogram telur sebagai bahan utama. Di Pusat Kuliner Pinka, omzet hariannya berada di kisaran Rp200 ribu - Rp300 ribu. Sementara pada momen Car Free Day di dua titik sekaligus, pendapatannya bahkan bisa melesat hingga Rp600 ribu - Rp700 ribu. Dari total omzet tersebut, Fikri mampu mengantongi laba bersih sekitar 50%, sebuah capaian yang memperlihatkan efisiensi pengelolaan usahanya. Meski menjanjikan, perjalanan usaha Fikri tak selalu mulus. Persaingan di lokasi yang sama, kesulitan mencari SDM untuk membuka cabang, serta fluktuasi harga telur menjadi tantangan yang harus ia hadapi setiap hari. Namun Fikri tidak patah semangat; ia justru semakin termotivasi untuk memperluas usahanya di masa mendatang. Pada akhir November 2024, Fikri menerima pembiayaan modal usaha tanpa bunga tanpa agunan di tahap pertama sebesar Rp1,6 juta dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku utama. Kini, pada pengajuan tahap kedua di Oktober 2025, ia kembali mendapat pembiayaan sebesar Rp2,5 juta untuk menambah peralatan sekaligus memperkuat modal bahan baku. Fikri tidak hanya mendapatkan bantuan berupa modal saja, tetapi juga edukasi dan pendampingan dari tim BMD Tulungagung, salah satunya pencatatan keuangan sederhana. Fikri mengaku mulai menerapkan pembukuan harian agar pengelolaan bisnisnya lebih transparan dan terarah. Program BMD dirancang bukan untuk mengubah hidup usaha penerima manfaat secara instan, tetapi sebagai penopang yang memperkuat pondasi usaha agar semakin stabil dan berdaya. Fikri menjadi contoh bahwa fasilitas yang tepat mampu mendukung pelaku usaha yang memiliki komitmen kuat. Dengan prinsip jujur, tekun, dan menjaga kualitas, Fikri optimistis “Sobat Telur” dapat berkembang lebih besar. Keinginannya membuka cabang baru menjadi target yang ingin ia wujudkan agar jajanan rumahan ini semakin dikenal sebagai camilan favorit keluarga. Kisah Fikri membuktikan bahwa usaha kecil pun dapat melesat ketika dirawat dengan kesungguhan dan dibarengi kemauan untuk belajar dan berkembang.
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Kebencaan untuk Korban Kebakaran di Desa Plandaan
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Kebencaan untuk Korban Kebakaran di Desa Plandaan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan kebencanaan kepada Winarsini, warga RT 003/RW 005 Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, yang rumahnya hangus terbakar pada Jumat siang (3/10) sekitar pukul 13.45 WIB. Peristiwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh api dari kompor gas yang ditinggal menyala saat pemilik rumah tengah merebus air. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, seluruh bangunan rumah milik Winarsini ludes terbakar hingga rata dengan tanah, menyisakan kepedihan dan kehilangan besar bagi keluarga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan kebencanaan pada Senin (1/12/25) bertempat dikantor BAZNAS Tulungagung berupa uang tunai sebesar Rp 5.000.000,- guna meringankan beban Winarsini dan membantu kebutuhan darurat pascakebakaran. Wakil Ketua III BAZNAS Tulungagung, H. Zainul Fuad, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap warga yang tertimpa musibah. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban Bu Winarsini setelah kehilangan tempat tinggalnya. BAZNAS Tulungagung akan terus hadir untuk masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam situasi darurat seperti kebakaran dan bencana lainnya,” ujarnya. Dengan adanya bantuan tersebut, BAZNAS Tulungagung berharap Winarsini dapat segera memulihkan kondisi dan memperoleh kembali keteguhan setelah terkena musibah. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah demi membantu sesama yang membutuhkan.
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
CFD Bantaran Sungai Niyama, Suguhkan Keindahan Pegunungan dan Udara Segar
CFD Bantaran Sungai Niyama, Suguhkan Keindahan Pegunungan dan Udara Segar
Tulungagung - Desa Besuki, resmi menggelar Car Free Day (CFD) perdana di kawasan bantaran Sungai Niyama, sebuah lokasi yang memadukan keindahan pegunungan dan udara pagi yang segar. Kegiatan yang diinisiasi oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan dilaksanakan oleh UPZ Desa Besuki ini langsung mendapat sambutan meriah dari masyarakat sejak dibukanya pada Ahad pagi. Bantaran Sungai Niyama yang biasanya menjadi tempat olah raga warga sekitar, kini ditata khusus menjadi jalur bebas kendaraan di Ahad pagi. Para pengunjung dapat berolahraga, berjalan santai, hingga menikmati udara bersih tanpa polusi sambil mendengarkan gemericik air sungai. Pemandangan hijau pegunungan yang mengelilingi area tersebut membuat suasana CFD terasa lebih sejuk dan menenangkan dibandingkan lokasi-lokasi CFD pada umumnya. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan aktivitas sehat, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi warga. Ratusan UMKM lokal terlihat berjejer rapi menyuguhkan beragam kuliner tradisional, minuman herbal, kerajinan kreatif, hingga olahan pangan rumahan. Kehadiran UMKM menjadi magnet yang memperkaya pengalaman para pengunjung. Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung Bidang Pendistribusian, Abdul Wachid, S.IP, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme warga. “Car Free Day di bantaran Sungai Niyama ini merupakan upaya kami menghadirkan ruang publik yang sehat sekaligus produktif. Kami ingin masyarakat tidak hanya berolahraga dan menikmati udara segar, tetapi juga mendukung ekonomi lokal melalui UMKM yang hadir di sini. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan rutin yang membawa manfaat luas,” ujarnya. Ketua UPZ Desa Besuki juga menambahkan bahwa CFD ini diharapkan menjadi ikon baru desa. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi alam Besuki dan membuka peluang ekonomi bagi warga. Acara semakin semarak dengan adanya senam bersama, penampilan komunitas lokal, serta area bermain aman bagi anak-anak. Harmoni antara alam, komunitas, dan pemberdayaan ekonomi menjadikan CFD bantaran Sungai Niyama sebagai salah satu kegiatan publik paling menarik di wilayah Tulungagung. Dengan dukungan BAZNAS Kabupaten Tulungagung, pemerintah desa, dinas terkait dan masyarakat, CFD ini diharapkan terus berkembang dan menjadi agenda mingguan yang dinantikan warga.
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
CFD Desa Besuki Dibuka, Ribuan Pengunjung Padati Bantaran Sungai Niyama
CFD Desa Besuki Dibuka, Ribuan Pengunjung Padati Bantaran Sungai Niyama
Tulungagung - Suasana Ahad pagi di bantaran Sungai Niyama, Desa Besuki, tampak berbeda dari biasanya. Ribuan warga memadati area tersebut untuk menghadiri pembukaan perdana Car Free Day (CFD) Desa Besuki, sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung, dikelola oleh UPZ Desa Besuki, serta didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung (23/11/2025) Kegiatan perdana ini menampilkan geliat ekonomi lokal yang luar biasa. Sebanyak 115 UMKM lokal dan 60 diantaranya termasuk UMKM binaan BAZNAS, turut meramaikan sepanjang jalur Sungai Niyama. Sejak pagi, pengunjung langsung berhamburan memenuhi kawasan CFD untuk berbelanja, berolahraga, hingga menikmati kuliner khas desa. Ketua UPZ Desa Besuki menyampaikan bahwa CFD ini dirancang sebagai sarana pemberdayaan ekonomi warga. "Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah berkelanjutan bagi UMKM untuk tumbuh dan mendekatkan produk mereka ke masyarakat,” ujarnya. Antusiasme Pengunjung Para pengunjung tampak sangat antusias. Banyak yang mengaku senang dengan adanya kegiatan baru yang memberi ruang rekreasi sehat bagi keluarga. Eka Rahmawati (32), warga Besuki menyampaikan, “Baru pertama dibuka sudah seramai ini. Senang sekali ada tempat yang bisa dipakai olahraga sambil kulineran dengan keluarga. Semoga rutin setiap minggu.” Sementara itu, Ahmad Satrio (28) juga merasa terkesan, “UMKM-nya lengkap sekali. Banyak produk unik dan harganya terjangkau. Saya berharap panitia bisa terus mengadakannya setiap hari minggu” Suara Para Pedagang Tidak hanya pengunjung, para pedagang pun merasa terbantu dengan adanya CFD ini. Siti Nuraini, salah satu UMKM binaan BAZNAS yang menjual jajanan tradisional, mengaku dagangannya laris manis sejak pagi. “Alhamdulillah, baru dua jam buka sudah hampir habis. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami memperluas pasar,” ungkapnya. Pedagang minuman segar, Rizki Darmawan, juga merasakan manfaat serupa, “Ramainya luar biasa. Ini pertama kali saya berjualan di CFD dan hasilnya sangat memuaskan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut.” Mendorong Ekonomi Kerakyatan Dengan antusiasme masyarakat dan keterlibatan pelaku UMKM, Car Free Day bantaran Sungai Niyama diproyeksikan menjadi program mingguan yang tidak hanya memberikan ruang rekreasi sehat bagi warga, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan di Desa Besuki dan sekitarnya. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen BAZNAS Tulungagung dan UPZ Desa Besuki dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan ekonomi kreatif dan fasilitas ruang publik yang lebih hidup.
BERITA24/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Resmi Launching CFD UPZ Besuki, Bukakan Ruang Baru bagi 115 Pedagang UMKM
BAZNAS Tulungagung Resmi Launching CFD UPZ Besuki, Bukakan Ruang Baru bagi 115 Pedagang UMKM
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung resmi melaunching program Car Free Day (CFD) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Besuki pada Minggu pagi, (23/11/2025). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tulungagung yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Dr. Slamet Sunarto, M.Si. Acara peresmian turut dihadiri oleh pimpinan BAZNAS wilayah sekitar, meliputi BAZNAS Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, serta Kabupaten Mojokerto. Selain itu, Forkopimcam Besuki, Kepala OPD terkait, Kepala Desa Besuki, serta berbagai tokoh masyarakat juga hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Program CFD ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Tulungagung dan UPZ Desa Besuki, dengan tujuan memperkuat pemberdayaan UMKM binaan maupun pelaku UMKM lokal. Melalui penyediaan ruang usaha yang lebih tertata dan strategis, program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan dan berkeadilan. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa peluncuran CFD di Desa Besuki merupakan langkah lanjutan dari semangat pemerataan manfaat ekonomi hasil gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Kami melihat keberhasilan CFD yang berjalan aktif di Alun-Alun Tulungagung, dan hari ini kami ingin memperluas manfaatnya. CFD Besuki kami hadirkan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus sarana membangun kemandirian UMKM,” ujarnya. Sebagai bentuk penguatan ekonomi kerakyatan, BAZNAS Tulungagung juga telah menyalurkan bantuan kepada 60 pelaku UMKM berupa fasilitas tenda dan meja portabel untuk mendukung aktivitas jualan mereka. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas dan kenyamanan pedagang dalam melayani masyarakat. Ketua BAZNAS Tulungagung tersebut juga menegaskan bahwa pelaksanaan CFD selanjutnya akan dikelola oleh UPZ Desa Besuki. “Setelah launching ini, pengelolaan kami serahkan kepada UPZ Besuki. Namun BAZNAS tetap akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, baik setiap satu bulan maupun tiga bulan sekali,” jelas Suyadi. Kepala Desa Besuki menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan CFD yang mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. “Alhamdulillah, sudah ada 115 pedagang UMKM yang mendapatkan ruang usaha di CFD ini. Tidak hanya dari Desa Besuki, tetapi juga dari luar desa. Ini menjadi bukti bahwa CFD memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM juga memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya CFD ini. Dr. Slamet Sunarto menegaskan, “Pemkab Tulungagung mendukung penuh inisiatif BAZNAS dan UPZ Besuki. CFD ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.” Salah satu pedagang UMKM yang hadir turut mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Terima kasih kepada BAZNAS dan UPZ Besuki. CFD ini sangat membantu pedagang kecil seperti kami untuk mendapatkan tempat berdagang yang layak dan ramai,” ujarnya. Menutup kegiatan, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan program ini. “Semoga dengan adanya CFD ini, sektor ekonomi di Desa Besuki dan sekitarnya bisa terangkat secara maksimal. Kami ingin CFD ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat,” pungkas Suyadi.
BERITA24/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Memeriahkan HUT ke-820, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Secara Simbolis pada Pagelaran Wayang Kulit di Pendopo Kongas Arum
Memeriahkan HUT ke-820, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Secara Simbolis pada Pagelaran Wayang Kulit di Pendopo Kongas Arum
Tulungagung - Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-820, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung turut berpartisipasi dalam pagelaran wayang kulit yang berlangsung meriah di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Kamis malam, (20/11/25). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Tulungagung menampilkan capaian penyaluran bantuannya selama tahun 2025 dengan menyerahkan secara simbolis dua jenis bantuan, yaitu bantuan modal usaha dan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Tulungagung telah menyalurkan bantuan modal usaha kepada 226 penerima manfaat dengan total nilai Rp272.000.000,-. Selain itu, bantuan rehab RTLH kepada 15 penerima juga telah direalisasikan dengan total nilai Rp210.000.000,-. Sebagai bentuk apresiasi dan penyampaian kepada publik, penyaluran yang telah terlaksana tersebut kemudian diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., kepada dua perwakilan penerima, yaitu Bu Sri Untari dan Bu Munarsih. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda, para Camat, Kepala OPD lingkup Pemkab Tulungagung, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati area pendopo. Pagelaran wayang kulit malam itu semakin semarak dengan tampilnya tiga dalang terkemuka Tulungagung: Ki Eko Kondho Prisdianto, Ki Minto Darsono, dan Ki Sun Gondrong. Kehadiran Niken Salindry, sinden populer asal Kediri, turut menambah antusiasme penonton. Hiburan juga semakin lengkap dengan penampilan Cak Percil cs dan Duo Jo, yang menjadikan malam peringatan HUT Tulungagung ini semakin meriah. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah dan kebahagiaan masyarakat Tulungagung. “BAZNAS Tulungagung hadir tidak hanya dalam program pemberdayaan dan bantuan sosial, tetapi juga dalam momen kebersamaan seperti peringatan Hari Jadi ini. Penyaluran bantuan merupakan wujud komitmen kami dalam membantu masyarakat kurang mampu agar lebih berdaya serta turut menikmati semaraknya perayaan hari jadi Kabupaten Tulungagung,” ujarnya. Lebih lanjut, Suyadi menjelaskan bahwa bantuan modal usaha bertujuan memperkuat ekonomi mustahik agar mampu meningkatkan pendapatan, sedangkan bantuan rehab RTLH difokuskan untuk menghadirkan hunian yang layak dan lebih aman bagi keluarga penerima manfaat. Menutup malam penuh kebersamaan tersebut, BAZNAS Tulungagung menyampaikan harapan agar peringatan Hari Jadi ke-820 ini menjadi titik tumbuh bagi terciptanya masyarakat yang semakin berdaya, kehidupan sosial yang semakin harmonis, serta pembangunan daerah yang berjalan lebih inklusif. BAZNAS juga berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial semakin kuat sehingga upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Semoga Kabupaten Tulungagung terus berkembang sebagai daerah yang maju, aman, dan penuh keberkahan bagi seluruh warganya.
BERITA21/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dari Jualan di CFD hingga Jadi Pemasok Program MBG, UMKM Binaan BAZNAS Ini Buktikan Kerja Keras Berbuah Manis
Dari Jualan di CFD hingga Jadi Pemasok Program MBG, UMKM Binaan BAZNAS Ini Buktikan Kerja Keras Berbuah Manis
Tulungagung – Dari hobi berjualan buah segar di Car Free Day (CFD), kini Diana Nuraini (26), warga Sukorejo, Rejotangan, Tulungagung, berhasil mengembangkan usahanya menjadi pemasok strawberry frozen untuk coffeeshop dan strawberry segar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usaha yang diberi nama “Nadera Strawberry Fresh” ini membuktikan bahwa kerja keras, ketelatenan, dan semangat pantang menyerah bisa mengubah peluang kecil menjadi ladang rezeki yang menjanjikan. Diana bersama sang suami menjalankan usaha penjualan strawberry segar sejak tahun 2022. Awalnya mereka berjualan secara pre-order dengan sistem COD dan membuka lapak di acara Car Free Day (CFD). Kini, mereka biasa berjualan di 2 tempat dengan waktu yang berbeda, yakni di depan Pasar Ngunut serta 2 lapak di Pusat Kuliner PINKA Kelurahan Kutoanyar Tulungagung, untuk lapak pertama di Gazebo barat sungai dijaga langsung oleh Diana dan suami, sementara lapak kedua ditimur sungai dikelola oleh karyawan. Selain berjualan secara offline, Diana juga aktif memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar. Melalui akun TikTok “Nadera Strawberry Fresh Tulungagung” dan Facebook “Nadera Real”, ia kerap melakukan live streaming tiktok untuk menarik minat pembeli. “Kami berusaha terus menjaga kualitas, selalu sortir buah sesuai kondisi buah, kejujuran dalam berjualan telaten, dan selalu memberikan yang terbaik untuk pelanggan untuk meminimalisir komplain dari pelanggan” ujar Diana dan sang suami dengan senyum semangat. Kini,ketika suplay strawberry lancar ,beliau bisa jualan 2 hari sekali, setiap berjualan, Diana mampu meraup omzet hingga Rp800 ribu, dengan laba bersih sekitar Rp400 ribu. Produk strawberry segar yang dijualnya dibanderol mulai dari Rp2.500 hingga Rp38.000, tergantung ukuran kemasan. Tak hanya dijual eceran, Nadera Strawberry Fresh kini juga dipercaya untuk menyuplai 120 kilogram strawberry segar setiap 1 bulan sekali ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memasok strawberry frozen untuk coffeeshop di Tulungagung. Namun, perjalanan usaha ini tidak selalu mulus. Tantangan utama datang setiap musim hujan, ketika pasokan strawberry dari petani menurun. Untuk terus bertahan dan berkembang, Diana memanfaatkan pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Pada tahap pertama di akhir Oktober 2024, Diana memperoleh pembiayaan sebesar Rp1,6 juta yang digunakan untuk membeli tenda, meja, dan banner usaha untuk memenuhi kebutuhan peralatan penunjang jualan di lapak Car Free Day (CFD), Kini, di tahap kedua pada Oktober 2025, ia mendapatkan tambahan modal sebesar Rp3 juta untuk menambah stok strawberry guna memenuhi kebutuhan MBG. Kunjungan tim BAZNAS Microfinance Desa ke lokasi usahanya kali ini juga memberikan edukasi pencatatan keuangan sederhana agar pengelolaan usaha semakin tertata. “Kami berharap Nadera Strawberry Fresh terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM muda di Tulungagung,” ujar pendamping program BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung Dengan semangat dan ketelatenan, Diana Nuraini membuktikan bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan niat baik dan strategi yang tepat dapat tumbuh menjadi bisnis yang berdaya saing tinggi.
BERITA13/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Peduli Generasi Sehat, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Gizi untuk Balita Stunting
Peduli Generasi Sehat, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Gizi untuk Balita Stunting
Tulungagung – Sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung kembali terjalin. Kali ini, kerja sama tersebut difokuskan pada penanganan permasalahan gizi masyarakat, khususnya bagi balita yang mengalami stunting. Berdasarkan data Agustus 2025, tercatat sebanyak 2.843 balita atau sekitar 5,52% di Kabupaten Tulungagung mengalami stunting. Menyikapi hal tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan senilai Rp10 juta dalam bentuk susu DanGro, yaitu susu formula khusus yang diformulasikan untuk mendukung pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh balita, terutama yang berisiko gagal tumbuh, kurang gizi, atau gizi buruk. Penyaluran bantuan ini dilakukan secara simbolis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung pada Selasa (11/11/2025) dan diterima langsung oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara lembaga zakat dan instansi pemerintah daerah dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini bukanlah solusi utama, melainkan bentuk dukungan kecil yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi persoalan gizi. “Kami sadar bahwa permasalahan stunting membutuhkan upaya besar dan berkelanjutan. Namun, melalui langkah kecil seperti ini, BAZNAS ingin ikut meringankan dan memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang berjuang memperbaiki gizi anak-anak mereka,” ujarnya. Melalui sinergi ini, BAZNAS Tulungagung berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Ke depan, BAZNAS berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam program-program kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tulungagung.
BERITA12/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan MUI Kembali Perkuat Sinergi untuk Penguatan Zakat dan Syiar Islam
BAZNAS Tulungagung dan MUI Kembali Perkuat Sinergi untuk Penguatan Zakat dan Syiar Islam
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung terus memperkuat kolaborasi strategisnya bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung dalam upaya penguatan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) serta memperkuat syiar Islam di wilayah Tulungagung. Sinergi yang kini memasuki tahap ketiga tersebut ditandai dengan penyerahan dana syiar dan dakwah sebesar Rp20 juta dari BAZNAS Tulungagung kepada MUI Kabupaten Tulungagung. Prosesi penyerahan berlangsung di kantor MUI Tulungagung pada Senin (10/11/2025) dan disaksikan oleh jajaran pengurus dari kedua lembaga. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperluas jangkauan dakwah serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat, infaq, dan sedekah sebagai instrumen pembangunan umat. Melalui sinergi ini, BAZNAS dan MUI berupaya memperkuat kegiatan dakwah, sosialisasi, serta edukasi masyarakat agar semakin memahami peran zakat dalam menumbuhkan kesejahteraan sosial dan ekonomi di Tulungagung. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis yang memiliki dampak luas bagi masyarakat. “Sinergi ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah strategis untuk memastikan pesan zakat, infaq, dan sedekah tersampaikan secara benar dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, melalui dukungan MUI, gerakan zakat di Tulungagung diharapkan semakin kuat dan menyentuh hati umat. “Dengan adanya peran MUI, kami yakin pesan dakwah dan ajakan berzakat akan lebih mudah diterima masyarakat. Gerakan zakat akan semakin masif dan berdampak,” tambahnya. Lebih lanjut, Abdul Wachid juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mendukung pengelolaan zakat yang terpusat dan profesional. “Sinergi ini kami harapkan menjadi pemantik semangat kebaikan di tengah masyarakat. Semakin tinggi kesadaran umat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui BAZNAS, maka semakin besar pula dana umat yang dapat kami kelola untuk kemaslahatan bersama,” jelasnya. Ia menutup dengan harapan agar dampak positif dari sinergi ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Tulungagung. “InsyaAllah, dengan meningkatnya penghimpunan dana ZIS, manfaatnya akan menjangkau lebih banyak saudara kita yang membutuhkan. Dari sini, kita bisa bersama-sama mewujudkan masyarakat Tulungagung yang lebih mandiri, berdaya, dan sejahtera,” pungkasnya Ke depan, BAZNAS Tulungagung berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya lembaga keagamaan, dalam memperkokoh ekosistem zakat yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan umat. Dengan sinergi ini, BAZNAS dan MUI Kabupaten Tulungagung berharap mampu membangun fondasi zakat yang lebih kuat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan spiritual masyarakat Tulungagung.
BERITA11/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Modal Usaha 18 Juta untuk Penyandang Disabilitas, Dorong Kemandirian dan Semangat Sedekah
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Modal Usaha 18 Juta untuk Penyandang Disabilitas, Dorong Kemandirian dan Semangat Sedekah
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas. Pada Kamis (6/11/2025), BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan modal usaha tahap kedua kepada 12 orang penyandang disabilitas yang tergabung dalam Kelompok UMKM Perkumpulan Disabilitas Mandiri Tulungagung, dengan total nilai bantuan mencapai Rp18 juta, dimana masing-masing menerima bantuan modal sebesar Rp1,5 juta. Penyaluran bantuan berlangsung di kantor BAZNAS Tulungagung dan dihadiri langsung oleh para penerima manfaat. Bantuan ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang telah diberikan pada bulan Oktober 2024. Melalui program ini, BAZNAS Tulungagung terus berupaya menumbuhkan kemandirian ekonomi bagi kelompok disabilitas agar mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata dari perhatian BAZNAS terhadap kesejahteraan penyandang disabilitas. “Kami ingin memastikan bahwa para penyandang disabilitas juga memiliki kesempatan yang sama untuk mandiri secara ekonomi. Bantuan ini bukan sekadar santunan, tapi sebuah langkah pemberdayaan agar mereka bisa terus berkarya dan berdaya,” ujar Suyadi. Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa BAZNAS Tulungagung berencana menyalurkan bantuan tahap ketiga bagi penerima manfaat yang usahanya terbukti tetap berjalan dan menunjukkan perkembangan positif. “Jika usaha mereka terus tumbuh dan dikelola dengan baik, insyaallah kami akan memberikan tambahan bantuan tahap ketiga sebagai bentuk apresiasi dan dukungan keberlanjutan,” imbuhnya. Kebahagiaan pun terpancar dari wajah para penerima manfaat. Dengan penuh rasa syukur, mereka mengungkapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih BAZNAS, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga usaha kami bisa terus maju dan kami pun bisa ikut berbagi dengan orang lain,” ungkap salah satu penerima manfaat dengan penuh haru. Tak hanya berhenti pada penyaluran dana, BAZNAS Tulungagung juga memberikan pendampingan spiritual dengan mengajak para penerima manfaat untuk menjadi pribadi yang dermawan melalui program sedekah subuh Rp2.000 setiap hari. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kepedulian sosial antar sesama. Di akhir kegiatan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyampaikan harapan agar bantuan ini dapat memberikan manfaat luas dan menginspirasi masyarakat lainnya untuk terus berbuat kebaikan. “Kami berharap, melalui bantuan ini para penyandang disabilitas bisa semakin berdaya, produktif, dan menjadi bagian dari roda ekonomi masyarakat. Semoga keberkahan terus mengalir dari setiap kebaikan yang kita lakukan bersama,” tutup Suyadi Ketua BAZNAS Tulungagung.
BERITA06/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Wujudkan Zakat Produktif, BAZNAS Tulungagung dan BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan Balai Ternak di Desa Blendis
Wujudkan Zakat Produktif, BAZNAS Tulungagung dan BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan Balai Ternak di Desa Blendis
Tulungagung – Wujud nyata sinergi pengelolaan zakat produktif kembali terlihat di Kabupaten Tulungagung. BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan Balai Ternak Kambing Produktif kepada warga Desa Blendis, Kecamatan Gondang, sebagai langkah konkret dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bantuan yang disalurkan berupa 70 ekor kambing gibas dengan total nilai Rp75.000.000,-. Sebanyak 10 penerima manfaat terpilih masing-masing menerima 7 ekor kambing atau setara dengan nilai Rp7.500.000,-. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di Balai Ternak yang bertempat di Balai Desa Blendis, dan diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., bersama Kepala Desa Blendis, Indri Supriyadi, S.E. (4//11/25) Bantuan ini berasal dari dana Zakat Produktif BAZNAS Provinsi Jawa Timur yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan. Dalam penyerahannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang terjalin antara BAZNAS Provinsi dan Kabupaten. “Kami bersyukur atas kepercayaan dan dukungan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Program balai ternak ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian dan menggerakkan ekonomi umat dari bawah,” ujar Suyadi. Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan bahwa program seperti ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperkuat ekonomi mustahik. “BAZNAS Tulungagung terus berupaya menghadirkan program produktif yang berdampak jangka panjang. Kami ingin para penerima manfaat tidak hanya terbantu hari ini, tetapi juga mampu mandiri dan berdaya di masa depan,” terang Wachid. Di sisi lain, Sutrisno, salah satu penerima manfaat dari Desa Blendis, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya atas bantuan yang diterimanya. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Jatim dan BAZNAS Tulungagung atas bantuan ini. InsyaAllah kambing-kambing ini akan kami rawat dengan baik agar bisa berkembang biak dan menjadi sumber penghasilan keluarga kami ke depan,” ujar Sutrisno dengan penuh haru. Melalui program balai ternak ini, BAZNAS berharap masyarakat penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan dengan penuh tanggung jawab dan semangat gotong royong, sehingga hasilnya dapat dirasakan tidak hanya oleh keluarga penerima manfaat, tetapi juga masyarakat sekitar. BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap agar sinergi ini terus berlanjut, menjadi inspirasi bagi daerah lain, dan memperluas manfaat zakat dalam mewujudkan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi umat.
BERITA05/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Ika Ristanti, Perajin Aksesoris “Adarizta” yang Tumbuh Bersama Dukungan BAZNAS
Ika Ristanti, Perajin Aksesoris “Adarizta” yang Tumbuh Bersama Dukungan BAZNAS
Tulungagung – Di tengah derasnya arus industri kreatif, seorang perajin asal Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, berhasil menunjukkan ketekunan luar biasa dalam mengembangkan usahanya. Adalah Ika Ristanti, pemilik Adarizta Accessories Handmade, yang sejak tahun 2020 menekuni dunia aksesoris buatan tangan dengan semangat tinggi dan penuh harapan. Berbekal keterampilan dan ketelitian, Ika memproduksi berbagai aksesoris unik seperti gantungan kunci, strap HP, gelang, bros, hingga konektor hijab dan masker. Harga produknya pun terjangkau, mulai Rp20.000 hingga Rp50.000, namun tetap mengedepankan kualitas dan desain yang berbeda dari produk massal. Setiap hari, Ika dibantu oleh sang ibu menjajakan hasil karyanya setiap hari di pusat kuliner Pinka serta di Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi. Namun, cuaca yang tak menentu menjadi tantangan besar bagi Ika. Hujan tiba-tiba sering kali memaksa ia menutup lapak lebih awal dan mengurangi peluang penjualan. Selain itu, Ika juga harus bekerja keras sendiri untuk memenuhi permintaan pasar dan memastikan stok aksesoris tetap tersedia, meskipun terkadang keterbatasan waktu dan tenaga menjadi kendala. Meski demikian, semangat Ika tidak surut. Ia terus bekerja keras untuk memenuhi permintaan pasar dan memastikan stok aksesoris tetap tersedia, meskipun terkadang keterbatasan waktu dan tenaga menjadi kendala. Dalam sehari, omsetnya kini mencapai Rp150.000–Rp200.000, dengan laba bersih 50–60%, bahkan bisa tembus Rp400.000 saat berjualan di CFD. Perkembangan positif ini semakin terasa setelah Ika menerima pembiayaan tahap pertama dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung sebesar Rp1,5 juta pada Oktober 2024, yang ia gunakan untuk membeli bahan baku. Setahun kemudian, pada Oktober 2025, ia kembali mendapatkan pembiayaan tahap kedua sebesar Rp3 juta guna memperkuat stok bahan dengan pembelian grosir. “Bantuan dari BAZNAS sangat membantu saya untuk menekan biaya produksi. Dengan bahan yang cukup, saya bisa fokus pada desain dan memperbanyak stok,” ujar Ika. Selain dukungan modal, Ika juga mendapat pendampingan usaha dari tim BMD Tulungagung, terutama dalam hal legalitas usaha dan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS. Meskipun masih terkendala dalam proses pembuatan NIB, Ika juga mendapatkan pendampingan yang memberikan pemahaman lebih tentang pentingnya pencatatan keuangan yang sederhana untuk usaha kecil seperti miliknya. Kini, Adarizta tak hanya mengandalkan penjualan offline, tetapi juga mulai memperluas pasar melalui Shopee, Instagram, dan TikTok. Harapannya, produk Adarizta dapat dikenal lebih luas dan menjadi bagian dari tren aksesoris handmade lokal yang berkualitas. “Ke depan, saya ingin Adarizta semakin besar, dikenal banyak orang, dan tetap memberikan produk yang terbaik bagi pelanggan,” kata Ika optimis. Dengan ketekunan dan dukungan yang tepat, kisah Ika Ristanti menjadi bukti bahwa semangat wirausaha dan sinergi antara pelaku usaha mikro serta BAZNAS mampu menghadirkan perubahan nyata bagi ekonomi masyarakat desa.
BERITA04/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Mbah Porah dan Tali Tampar Kehidupan: Ketika Zakat Menjadi Penyambung Harapan di Usia Senja
Mbah Porah dan Tali Tampar Kehidupan: Ketika Zakat Menjadi Penyambung Harapan di Usia Senja
Tulungagung – Di sebuah rumah sederhana di Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol, hidup seorang perempuan renta bernama Mbah Porah. Usianya telah menua, matanya mulai rabun, dan tubuhnya kian rapuh. Namun di balik kelemahannya, tersimpan semangat hidup yang luar biasa. Setiap hari, dengan sabut kelapa di tangan, ia merangkai tali tampar untuk dijual meski hasilnya hanya cukup untuk sekadar menyambung hidup. “Kalau ada yang beli, alhamdulillah bisa buat beli beras. Kadang ya tidak ada,” tutur Mbah Porah dengan senyum tipis, menyembunyikan getir kehidupan yang dijalaninya seorang diri. Dari empat anak yang pernah ia besarkan, tiga telah berpulang lebih dulu. Satu-satunya anak yang masih hidup kini merantau dan jarang pulang karena kesibukan kerja. Di rumahnya yang sunyi, Mbah Porah hanya ditemani suara alam dan tetangga yang sesekali datang menengok. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung hadir membawa kepedulian nyata. Melalui program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara, BAZNAS menyalurkan bantuan senilai Rp900.000 setiap tiga bulan sekali kepada Mbah Porah. Bantuan ini diterima Mbah Porah sejak awal tahun 2025 dan akan terus berlanjut sepanjang hidup beliau. Penyaluran dilakukan langsung ke rumah Mbah Porah oleh petugas BAZNAS Tulungagung, Maswidatun Umami, untuk memastikan bantuan benar-benar sampai dan memberi dampak nyata. “Saat pertama kali kami datang, Mbah Porah menyambut dengan ramah meski dalam keadaan serba terbatas. Rumahnya sederhana sekali, tapi beliau masih semangat menjalani hidup, bahkan sesekali membuat tali tampar dari serabut kelapa untuk dijual. Bantuan ini kami harap bisa meringankan beban beliau dan membuat hidupnya sedikit lebih tenang,” ujar Maswidatun Umami, petugas BAZNAS yang menyalurkan bantuan. Mbah Porah kini menjadi salah satu dari tiga penerima baru dalam program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Hingga saat ini, sebanyak 188 penerima manfaat di berbagai wilayah Tulungagung telah merasakan manfaat program tersebut, mayoritas di antaranya merupakan lansia dhuafa yang hidup sendiri tanpa keluarga dan tanpa penghasilan tetap. Program ini menjadi wujud nyata misi kemanusiaan BAZNAS Tulungagung dalam menunaikan amanah zakat dan menyalurkannya kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, khususnya para lansia sebatang kara yang menapaki hari-hari senja dalam keterbatasan. “Banyak lansia seperti Mbah Porah yang hidup dalam kesepian dan keterbatasan. Kami ingin memastikan mereka tetap merasakan perhatian dan kasih sayang dari umat melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan secara amanah,” tambah Lisnawaroh, staff pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Tulungagung. Bagi Mbah Porah, bantuan itu bukan sekadar uang, melainkan tanda bahwa dirinya tidak sendirian. Ada yang peduli. Ada yang masih mengingat. Kehadiran BAZNAS menjadi pengingat bahwa kebaikan kecil dapat menjadi penopang besar bagi mereka yang hampir tak berdaya. Bantuan ini mungkin tak mampu menghapus seluruh kesulitan, tapi cukup untuk menyalakan kembali harapan di usia senja. Melalui kisah Mbah Porah, BAZNAS Tulungagung mengajak masyarakat untuk terus peduli terhadap sesama. Zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan dengan amanah bukan hanya mengubah kehidupan penerima, tapi juga menumbuhkan rasa kemanusiaan di hati setiap pemberi. “Mari kita hadir untuk mereka yang nyaris tak lagi punya siapa-siapa. Bersama BAZNAS, kita kuatkan solidaritas umat dan ciptakan keberkahan yang nyata,” pungkas Lisnawaroh.
BERITA29/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan Dinas Kesehatan Bersinergi Tingkatkan Imunitas Masyarakat Lewat Bantuan Susu Bergizi
BAZNAS Tulungagung dan Dinas Kesehatan Bersinergi Tingkatkan Imunitas Masyarakat Lewat Bantuan Susu Bergizi
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung terus berupaya menebar manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial. Kali ini, BAZNAS Tulungagung bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan nutrisi untuk pencegahan penyakit AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) kepada sejumlah Puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., didampingi Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Abdul Wachid, S.IP., dan perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Kegiatan berlangsung di Puskesmas Simo dan Puskesmas Ngantru, pada Senin (20/10/25). Bantuan yang disalurkan berupa susu Entramix dengan total nilai Rp20.000.000,-. Susu Entramix merupakan susu tinggi energi dan kaya nutrisi, mengandung protein, lemak baik, kalsium, vitamin, dan mineral esensial yang diformulasikan khusus untuk membantu menjaga dan memulihkan kondisi tubuh. Entramix kerap digunakan untuk mendukung kebutuhan gizi pada individu dengan risiko kekurangan nutrisi, pemulihan setelah sakit, atau untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal. Dengan kandungan gizi yang lengkap, susu ini diharapkan mampu membantu meningkatkan imunitas masyarakat, sehingga tubuh lebih kuat dalam melawan infeksi serta mencegah penularan penyakit seperti AIDS, TBC, dan Malaria. Meski demikian, konsumsi susu hanya merupakan salah satu bentuk dukungan nutrisi tambahan. Masyarakat tetap diimbau untuk menjaga pola hidup sehat, menghindari faktor penularan, serta memenuhi kebutuhan gizi seimbang agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari berbagai penyakit menular. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kesehatan masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa zakat tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tapi juga kesehatan masyarakat. Bantuan nutrisi ini merupakan langkah kecil namun penting dalam menjaga daya tahan tubuh masyarakat agar tetap kuat dan terhindar dari penyakit menular,” ujar H. Suyadi. Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menambahkan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Bantuan susu ini diharapkan menjadi tambahan gizi bagi penerima manfaat. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tapi juga semakin sehat dan produktif,” jelas Abdul Wachid. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus menebar kebermanfaatan di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat demi terwujudnya Tulungagung yang lebih sejahtera.
BERITA20/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berkah Zakat Menyapa Mbah Tarmi, Lansia Sebatangkara Penerima Bantuan BAZNAS
Berkah Zakat Menyapa Mbah Tarmi, Lansia Sebatangkara Penerima Bantuan BAZNAS
Tulungagung - Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung. Melalui program bantuan biaya hidup bagi fakir miskin sebatangkara, BAZNAS menyalurkan bantuan kepada sejumlah lansia yang hidup dalam keterbatasan, salah satunya Mbah Tarmi, warga Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu. Di usianya yang renta, Mbah Tarmi kini tak lagi memiliki kemampuan untuk bekerja. Hari-harinya diisi dengan kesederhanaan dan keterbatasan, namun di balik itu tersimpan keteguhan hati untuk tetap bertahan. Kehadiran bantuan dari BAZNAS Tulungagung menjadi angin segar yang sangat berarti bagi beliau. Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- ini disalurkan rutin setiap tiga bulan sekali sepanjang hidup Mbah Tarmi, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen BAZNAS untuk menjaga keberlangsungan hidup para lansia sebatangkara. Proses penyaluran dilakukan langsung oleh Esti Evarini, mahasiswa SKSS binaan BAZNAS Tulungagung, bersama perangkat desa setempat. Suasana haru menyelimuti momen tersebut saat Mbah Tarmi menerima bantuan dengan mata berkaca-kaca dan ucapan lirih penuh syukur, “Matur nuwun sanget… mboten nyangka isih ono sing eling karo kulo,” ucap Mbah Tarmi dengan suara bergetar. (Terimakasih banyak... tidak menyangka masih ada yang peduli dengan saya) Menurut Esti, pengalaman menyalurkan bantuan ini memberikan pelajaran berharga tentang makna kepedulian dan kemanusiaan. “Melihat langsung kondisi Mbah Tarmi membuat saya sadar betapa pentingnya peran zakat bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Bantuan kecil bagi kita bisa menjadi kehidupan bagi orang lain,” tutur Esti dengan penuh haru. Program bantuan biaya hidup dari BAZNAS Tulungagung tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada nilai sosial dan kemanusiaan. Lansia tak berpenghasilan dan hidup sebatangkara menjadi prioritas utama, agar mereka dapat menjalani hari-hari dengan lebih layak dan penuh keberkahan. BAZNAS Tulungagung berharap langkah kecil ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menumbuhkan empati dan semangat berbagi. Dukungan dari para muzakki melalui zakat, infak, dan sedekah akan menjadi sumber kekuatan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial bagi mereka yang membutuhkan. Kecil bagi kita, besar artinya bagi mereka. Salurkan zakat Anda melalui BAZNAS Tulungagung, mari bersama menebar keberkahan, membangun Tulungagung menjadi lebih sejahtera.
BERITA16/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Pemberdayaan Ekonomi Umat: BAZNAS Bantu UMKM Binaan di Gelar Karya UMKM 2025
Pemberdayaan Ekonomi Umat: BAZNAS Bantu UMKM Binaan di Gelar Karya UMKM 2025
Tulungagung, September 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi umat. Melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), BAZNAS memfasilitasi dua mitra binaannya untuk tampil dalam ajang bergengsi "Gelar Karya UMKM 2025" yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Tulungagung di dua lokasi berbeda sepanjang bulan September. Kegiatan Gelar Karya UMKM ini bertujuan mulia untuk meningkatkan penjualan dan omset, memperluas jaringan bisnis, serta menumbuhkan rasa percaya diri pelaku usaha dari berbagai daerah di Tulungagung. Secara keseluruhan, event ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha dan menciptakan lapangan kerja, yang pada akhirnya akan mendongkrak perekonomian masyarakat. Dua Mitra BMD Raih Omset Menggembirakan Pada fase pertama kegiatan, yang berlangsung di Lapangan Desa Buntaran, Rejotangan, pada 19-21 September 2025, BAZNAS mengirimkan Agus Hidayat dari Rejotangan. Agus, dengan usaha Bakery di bawah brand Hidayah Bakery, menunjukkan performa yang cukup baik. Total omset yang berhasil dikumpulkan Agus selama tiga malam pameran adalah sebagai berikut: Malam ke-1: Rp 101.000 Malam ke-2: Rp 256.000 Malam ke-3: Rp 189.000 Total Omset di Rejotangan: Rp 546.000 Tidak berhenti di sana, BAZNAS kembali memfasilitasi mitranya pada putaran kedua Gelar Karya UMKM, yang diadakan di Lapangan Desa Sukowidodo, Karangrejo, pada 26-28 September 2025. Kali ini, giliran Susanti dari Karangrejo yang berkesempatan mempromosikan usaha Catering-nya dengan brand Radzel. Susanti berhasil mencatatkan peningkatan omset yang signifikan dari malam ke malam, dengan rincian sebagai berikut: Malam ke-1: Rp 179.000 Malam ke-2: Rp 285.500 Malam ke-3: Rp 341.000 Total Omset di Karangrejo: Rp 805.500 Secara total, dua mitra binaan BMD BAZNAS Tulungagung berhasil meraup omset sebesar Rp 1.351.500 dari partisipasi mereka di dua lokasi Gelar Karya UMKM 2025. Dukungan BAZNAS untuk Pemasaran UMKM Dalam kegiatan ini, BMD Tulungagung memberikan dukungan berupa pinjaman fasilitas dagang. "Kami meminjamkan booth dan memasang banner Baznas di stand mitra kami. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan para pelaku usaha binaan memiliki sarana yang memadai untuk berpromosi, sekaligus memperkenalkan program BMD kepada masyarakat luas," ujar Imam Suyudi, Manager BMD Tulungagung. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara BAZNAS, melalui program BMD, dan Dinas Koperasi serta UMKM Tulungagung, mampu menciptakan peluang dan mendorong kemandirian ekonomi bagi para mustahik, mengubah mereka dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha yang berdaya. Program BMD ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di Tulungagung
BERITA13/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemkab, Salurkan Santunan Yatim dan Bantuan Sembako di Harlah TNI ke-80
BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemkab, Salurkan Santunan Yatim dan Bantuan Sembako di Harlah TNI ke-80
Tulungagung — Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kebermanfaatan bagi masyarakat. Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, BAZNAS turut menyalurkan santunan anak yatim dan bantuan sembako dalam acara yang digelar di Sekretariat Ranting PSHT Kauman pada Jumat, (10/10/2025). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan total bantuan sebesar Rp5.000.000,-. Rincian bantuan meliputi santunan kepada 20 anak yatim dengan total nominal Rp2.000.000,-, serta bantuan sembako untuk 30 penerima manfaat senilai Rp3.000.000,-. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., yang turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara BAZNAS dan berbagai elemen masyarakat dalam upaya memperkuat kepedulian sosial. “Kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan BAZNAS dalam meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan,” ujarnya. Melalui momentum peringatan Harlah TNI ke-80 ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap semangat kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan misi TNI yang selalu hadir untuk rakyat.
BERITA10/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bupati Tulungagung Raih Penghargaan BAZNAS Jatim Award 2025
Bupati Tulungagung Raih Penghargaan BAZNAS Jatim Award 2025
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung mengucapkan selamat dan sukses kepada Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., atas diraihnya penghargaan BAZNAS Jatim Award 2025 pada Kriteria Pembinaan terhadap BAZNAS. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur yang digelar di Ball Room Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Rabu (08/10/25). BAZNAS Jatim Award merupakan ajang tahunan yang digagas oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah, lembaga, dan tokoh yang telah berkontribusi besar dalam penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di wilayahnya masing-masing. Penghargaan pada kategori Pembinaan terhadap BAZNAS diberikan kepada kepala daerah yang aktif memberikan dukungan, bimbingan, dan sinergi nyata dalam pengelolaan zakat berbasis kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian tersebut. “Kami atas nama keluarga besar BAZNAS Tulungagung mengucapkan selamat dan sukses kepada Bupati Tulungagung, Bapak H. Gatut Sunu Wibowo, atas penghargaan BAZNAS Jatim Award 2025 ini. Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen beliau dalam mendukung program-program BAZNAS di daerah,” ungkapnya. Lebih lanjut, H. Suyadi berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS akan terus ditingkatkan demi memperluas manfaat zakat di tengah masyarakat. “Kami berharap ke depan kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS semakin kuat. Dengan dukungan penuh dari Bapak Bupati, kami optimis pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di Tulungagung akan semakin meningkat dan mampu menjangkau lebih banyak mustahik,” ujarnya. Melalui penghargaan ini, BAZNAS Tulungagung berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola zakat yang amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Harapannya, sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dapat semakin mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat Tulungagung melalui pengelolaan zakat yang berdayaguna dan berkeadilan.
BERITA08/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Siap Hadapi Musim Bencana, BAZNAS Tulungagung Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025/2026
Siap Hadapi Musim Bencana, BAZNAS Tulungagung Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025/2026
Tulungagung – Sebagai bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menurunkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk mengikuti Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025/2026 yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, Selasa (7/10/25). Apel ini menjadi ajang sinergi lintas lembaga dalam upaya menyiapkan langkah tanggap terhadap potensi bencana yang kerap melanda wilayah Tulungagung. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., serta perwakilan dari berbagai instansi seperti BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, RSUD se-Kabupaten Tulungagung, Satpol PP, PMI, Orari, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga berbagai organisasi masyarakat. Dalam amanatnya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang kerap terjadi di Tulungagung. “Tulungagung sering dilanda bencana. Hingga saat ini tercatat 7 kali banjir, 7 kali longsor, dan kejadian angin puting beliung. Semua itu menjadi pengingat bagi kita untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan,” ujarnya. Beliau juga mengajak masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca dari BMKG atau lembaga terkait serta memperbanyak doa agar Tulungagung selalu dalam lindungan Tuhan dan terhindar dari bencana. Menanggapi hal tersebut, Ari Khotmil Mubarak, S.E., Staf BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Tulungagung, menegaskan bahwa pihaknya siap terlibat aktif dalam setiap upaya penanggulangan bencana. “BAZNAS Tulungagung melalui Tim BTB selalu siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait dalam setiap langkah kesiapsiagaan maupun penanganan bencana. Kami tidak hanya hadir saat tanggap darurat, tetapi juga berupaya aktif terutama dalam pemulihan pascabencana. Semua ini adalah wujud kepedulian kami terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Tulungagung,” ungkapnya. Kehadiran Tim BTB BAZNAS Tulungagung dalam apel tersebut menjadi bukti nyata bahwa lembaga zakat bukan hanya berperan dalam bidang sosial dan ekonomi umat, tetapi juga turut berdiri di garda depan kemanusiaan. Dengan semangat kolaborasi, BAZNAS Tulungagung terus berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan dan tanggap darurat untuk mewujudkan Tulungagung yang lebih tangguh menghadapi bencana
BERITA07/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sinergi BAZNAS dan KUA Gondang Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat
Sinergi BAZNAS dan KUA Gondang Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gondang melaksanakan launching Program Pemberdayaan Ekonomi Umat. Kegiatan ini diadakan di Masjid Besar Gondang, Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung, para penerima bantuan modal usaha, serta perwakilan kampus yang ada di Tulungagung. Dalam acara ini, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan modal usaha kepada 15 penerima manfaat. Sebagai bentuk simbolis, penyerahan dilakukan kepada 5 orang penerima di hadapan tamu undangan. Setiap penerima mendapatkan modal sebesar Rp1.500.000 yang diharapkan mampu menunjang usaha produktif mereka. Bantuan ini diprioritaskan bagi warga yang memiliki usaha kecil dan berkomitmen untuk mengembangkannya, sehingga manfaat zakat dapat benar-benar dirasakan dalam peningkatan taraf hidup. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret dari zakat produktif yang dikelola secara tepat sasaran. Menurutnya, zakat tidak hanya sebatas konsumtif, tetapi juga bisa menjadi sarana pemberdayaan ekonomi. “Harapan kami, bantuan modal ini dapat menjadi langkah awal bagi para penerima untuk mengembangkan usaha, meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus menumbuhkan kemandirian,” ungkapnya. Sementara itu, perwakilan Kemenag Tulungagung, H. M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antara KUA Gondang dan BAZNAS Tulungagung. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata penguatan ekonomi umat berbasis masjid. “Kolaborasi ini penting, karena masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Semoga program ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya. Selain penyerahan bantuan, acara ini juga menjadi momentum untuk menyosialisasikan pentingnya zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola secara profesional. Dengan tata kelola yang baik, dana zakat tidak hanya membantu kebutuhan darurat, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. Program pemberdayaan ekonomi umat ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di kecamatan lain di Tulungagung. BAZNAS Tulungagung menegaskan bahwa melalui program ini, penerima manfaat tidak hanya akan mendapatkan bantuan finansial, tetapi juga akan didorong untuk mengembangkan potensi usaha. Dengan demikian, mereka bisa meningkatkan kemandirian, mengurangi ketergantungan, serta membangun semangat berwirausaha di kalangan masyarakat kecil. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat menghadirkan perubahan sosial yang signifikan. Dengan adanya program pemberdayaan ini, BAZNAS Tulungagung berharap peran zakat semakin terasa dalam mendukung kesejahteraan umat. Bukan hanya untuk saat ini, melainkan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara bertahap melalui usaha produktif yang berkembang.
BERITA02/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →