Berita Terbaru
BAZNAS Tulungagung Terima Donasi Kemanusiaan dari SD Zumrotus Salamah untuk Korban Bencana Sumatera
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menerima amanah kebaikan dari masyarakat. Pada Selasa (9/12/2025), SD Zumrotus Salamah, Tawangsari, Kedungwaru menyerahkan donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera. Penyerahan berlangsung di Kantor BAZNAS Tulungagung dan diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah beserta perwakilan siswa-siswi SD Zumrotus Salamah.
Donasi dengan total senilai Rp 4.400.000,- tersebut diterima oleh Wakil Ketua Bidang Pendistibusian dan Pendayagunaan BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP. Pihak sekolah menyampaikan bahwa mereka mempercayakan bantuan ini kepada BAZNAS sebagai lembaga resmi pemerintah yang kredibel dan amanah dalam penyaluran dana kemanusiaan.
Ke depan, donasi ini akan diteruskan ke BAZNAS Provinsi Jawa Timur, kemudian dilanjutkan ke BAZNAS Pusat, sebelum akhirnya disalurkan kepada para korban bencana di wilayah Pulau Sumatera.
Abdul Wachid menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan pihak sekolah. “Kami sangat berterima kasih kepada keluarga besar SD Zumrotus Salamah. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Setiap rupiah dari para donatur adalah harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam aksi kemanusiaan ini. Tak harus besar, bahkan donasi kecil pun sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi ujian berat akibat bencana. Semoga kepedulian masyarakat Tulungagung dapat menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di Sumatera.
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bersama Mbah Pucung Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Empat Lansia Fakir Miskin di Ngantru
Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. Bersama dengan Imam Sopingi atau sosok yang dikenal luas dengan sebutan Mbah Pucung (Kepala Desa Pucung Lor), BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan biaya hidup kepada empat lansia fakir miskin sebatang kara. (4/12/25)
Empat penerima manfaat tersebut terdiri dari dua warga Desa Pakel dan dua warga Desa Pucung Lor, kecamatan Ngantru. Penyaluran berlangsung dan diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, di Balai Desa Pucung Lor untuk dua warga Desa Pakel, Kecamatan Ngantru.
Sementara itu, dua penerima manfaat dari Desa Pucung Lor mendapat penyaluran secara langsung di rumah masing-masing, didampingi oleh Mbah Pucung.
Setiap penerima mendapat bantuan berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- yang disalurkan setiap tiga bulan sekali sepanjang hidup penerima, sebagai bentuk dukungan berkelanjutan bagi para lansia yang tidak memiliki keluarga dan tinggal dalam kondisi serba terbatas.
Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian untuk menjamin kehidupan dasar masyarakat yang rentan.
“Bantuan biaya hidup ini kami salurkan sebagai bentuk kehadiran masyarakat melalui BAZNAS untuk memastikan para lansia fakir miskin tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka serta memberi ketenangan dalam menjalani hari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Mbah Pucung menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS Tulungagung atas bantuan yang diberikan kepada warganya
BAZNAS Tulungagung berharap bantuan ini dapat menjadi penguat bagi para penerima manfaat untuk menjalani hidup dengan lebih layak dan tenang. Selain itu, BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, agar semakin banyak saudara yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Sanitasi 10 Juta Secara Simbolis di Desa Pucung Lor
Tulungagung - Upaya peningkatan sanitasi layak bagi masyarakat terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Pada Kamis (4/12/25), lembaga ini menyalurkan bantuan sanitasi kepada warga Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, dalam acara yang digelar di Balai Desa setempat.
Bantuan berupa uang tunai senilai Rp10.000.000,- diberikan kepada 5 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp2.000.000,-. Para penerima manfaat merupakan warga desa Pucung Lor; Muhammad Miftahul Huda, Miskam, Zumar, Markani, dan Bero.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., didampingi oleh Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi atau yang akrab disapa Mbah Pucung.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa bantuan sanitasi ini diberikan untuk mendukung terciptanya lingkungan sehat di masyarakat.
“Seluruh bantuan sudah kami salurkan kepada para penerima, dan Alhamdulillah kini telah terbangun fasilitas WC yang lebih layak dan sehat. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses sanitasi yang memadai,” ungkap Suyadi.
Ia menambahkan bahwa fasilitas sanitasi yang baik merupakan pondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan keluarga yang lebih sehat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat, sekaligus mendorong kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya.
Kepala Desa Pucung Lor, Mbah Pucung, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bantuan ini, yang dinilai sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sarana sanitasi memadai.
BAZNAS berharap agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif Tulungagung Tahun 2025 oleh AJT
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menorehkan prestasi membanggakan. Lembaga ini dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif Tulungagung Tahun 2025 oleh Aliansi Jurnalis Tulungagung (AJT) dalam Malam Penganugerahan yang menjadi puncak perayaan HUT ke-20 AJT bertema “Menjaga Nurani, Merajut Sinergi.”
Acara bergengsi tersebut digelar di Gedung Barata Convention Tulungagung pada Senin (1/12/25) dan turut dihadiri oleh Bupati Tulungagung beserta jajaran Forkopimda.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensi BAZNAS Tulungagung dalam menjalankan program unggulan “Satu Keluarga Satu Sarjana” (SKSS) yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua AJT, Catur Santoso, melalui Sunari selaku Ketua Bidang Multimedia dan IT, menyampaikan bahwa BAZNAS Tulungagung layak mendapat penghargaan tersebut karena telah membuktikan komitmennya dalam pemberdayaan umat melalui pendidikan.
“Program SKSS adalah wujud nyata pemanfaatan dana zakat untuk pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. BAZNAS Tulungagung memberikan harapan kepada keluarga kurang mampu agar minimal satu anak mereka dapat mengenyam pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana,” jelas Sunari.
Program Beasiswa SKSS menyasar mahasiswa dari keluarga fakir atau miskin di Tulungagung yang belum memiliki anggota keluarga lulusan S1 dalam satu Kartu Keluarga.
Melalui program ini, BAZNAS memberikan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) Rp2.000.000 per semester selama delapan semester, serta berbagai fasilitas pengembangan diri bersama mentor. Tujuannya agar para penerima beasiswa dapat tumbuh menjadi pelopor pemberdayaan di lingkungan masing-masing.
Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk kepercayaan publik terhadap kinerja BAZNAS, khususnya dalam sektor pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa hingga tahun 2025, program SKSS telah berhasil meluluskan 100 mahasiswa binaan, sementara 80 mahasiswa lainnya masih aktif menempuh perkuliahan.
“Saat ini terdapat 80 mahasiswa binaan yang tersebar di berbagai kampus di Tulungagung, seperti UIN Satu Tulungagung, Universitas Tulungagung, Universitas Bhinneka PGRI, STAI Diponegoro, dan STAI Muhammadiyah Tulungagung. Ini menjadi bukti bahwa dana zakat benar-benar mampu membuka jalan perubahan bagi generasi muda,” ungkap Suyadi.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Tulungagung akan terus berkomitmen memperluas kebermanfaatan di berbagai bidang termasuk pendidikan, demi terwujudnya masyarakat Tulungagung yang lebih berdaya dan sejahtera.
Di akhir kesempatan, Sunari juga menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya pengakuan terhadap keberhasilan program SKSS, tetapi juga terhadap peran strategis BAZNAS dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat.
“Secara keseluruhan, penghargaan ini merupakan pengakuan atas dedikasi BAZNAS dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi melalui instrumen zakat, infak, dan sedekah, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat,” tutupnya.
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berawal dari Gerobak Telur Gulung, Fikri Kini Raup Omzet Ratusan Ribu per Hari Bersama Dukungan BMD
Tulungagung - Tekad kuat Muhammad Fikri Salam (28), pemuda asal Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, menjadi gambaran bahwa usaha kecil dapat bertumbuh ketika dikelola dengan tekun, jujur, dan konsisten menjaga kualitas. Melalui brand kuliner “Sobat Telur”, Fikri berhasil menarik perhatian masyarakat dengan dua menu andalan: Telur Gulung dan Makaroni Telur. Jajanan ini kini menjadi salah satu cemilan paling dicari di CFD Alun-Alun Tulungagung dan CFD Sobontoro setiap hari Minggunya, bahkan hingga ke Pusat Kuliner PINKA Kutoanyar setiap hari pukul 10.00-17.00 WIB.
Setiap hari, Fikri mengolah 4-5 kilogram telur sebagai bahan utama. Di Pusat Kuliner Pinka, omzet hariannya berada di kisaran Rp200 ribu - Rp300 ribu. Sementara pada momen Car Free Day di dua titik sekaligus, pendapatannya bahkan bisa melesat hingga Rp600 ribu - Rp700 ribu. Dari total omzet tersebut, Fikri mampu mengantongi laba bersih sekitar 50%, sebuah capaian yang memperlihatkan efisiensi pengelolaan usahanya.
Meski menjanjikan, perjalanan usaha Fikri tak selalu mulus. Persaingan di lokasi yang sama, kesulitan mencari SDM untuk membuka cabang, serta fluktuasi harga telur menjadi tantangan yang harus ia hadapi setiap hari. Namun Fikri tidak patah semangat; ia justru semakin termotivasi untuk memperluas usahanya di masa mendatang.
Pada akhir November 2024, Fikri menerima pembiayaan modal usaha tanpa bunga tanpa agunan di tahap pertama sebesar Rp1,6 juta dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku utama.
Kini, pada pengajuan tahap kedua di Oktober 2025, ia kembali mendapat pembiayaan sebesar Rp2,5 juta untuk menambah peralatan sekaligus memperkuat modal bahan baku.
Fikri tidak hanya mendapatkan bantuan berupa modal saja, tetapi juga edukasi dan pendampingan dari tim BMD Tulungagung, salah satunya pencatatan keuangan sederhana. Fikri mengaku mulai menerapkan pembukuan harian agar pengelolaan bisnisnya lebih transparan dan terarah.
Program BMD dirancang bukan untuk mengubah hidup usaha penerima manfaat secara instan, tetapi sebagai penopang yang memperkuat pondasi usaha agar semakin stabil dan berdaya. Fikri menjadi contoh bahwa fasilitas yang tepat mampu mendukung pelaku usaha yang memiliki komitmen kuat.
Dengan prinsip jujur, tekun, dan menjaga kualitas, Fikri optimistis “Sobat Telur” dapat berkembang lebih besar. Keinginannya membuka cabang baru menjadi target yang ingin ia wujudkan agar jajanan rumahan ini semakin dikenal sebagai camilan favorit keluarga.
Kisah Fikri membuktikan bahwa usaha kecil pun dapat melesat ketika dirawat dengan kesungguhan dan dibarengi kemauan untuk belajar dan berkembang.
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Kebencaan untuk Korban Kebakaran di Desa Plandaan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan kebencanaan kepada Winarsini, warga RT 003/RW 005 Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, yang rumahnya hangus terbakar pada Jumat siang (3/10) sekitar pukul 13.45 WIB.
Peristiwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh api dari kompor gas yang ditinggal menyala saat pemilik rumah tengah merebus air. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, seluruh bangunan rumah milik Winarsini ludes terbakar hingga rata dengan tanah, menyisakan kepedihan dan kehilangan besar bagi keluarga.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan kebencanaan pada Senin (1/12/25) bertempat dikantor BAZNAS Tulungagung berupa uang tunai sebesar Rp 5.000.000,- guna meringankan beban Winarsini dan membantu kebutuhan darurat pascakebakaran.
Wakil Ketua III BAZNAS Tulungagung, H. Zainul Fuad, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap warga yang tertimpa musibah.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban Bu Winarsini setelah kehilangan tempat tinggalnya. BAZNAS Tulungagung akan terus hadir untuk masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam situasi darurat seperti kebakaran dan bencana lainnya,” ujarnya.
Dengan adanya bantuan tersebut, BAZNAS Tulungagung berharap Winarsini dapat segera memulihkan kondisi dan memperoleh kembali keteguhan setelah terkena musibah. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah demi membantu sesama yang membutuhkan.
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
CFD Bantaran Sungai Niyama, Suguhkan Keindahan Pegunungan dan Udara Segar
Tulungagung - Desa Besuki, resmi menggelar Car Free Day (CFD) perdana di kawasan bantaran Sungai Niyama, sebuah lokasi yang memadukan keindahan pegunungan dan udara pagi yang segar. Kegiatan yang diinisiasi oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan dilaksanakan oleh UPZ Desa Besuki ini langsung mendapat sambutan meriah dari masyarakat sejak dibukanya pada Ahad pagi.
Bantaran Sungai Niyama yang biasanya menjadi tempat olah raga warga sekitar, kini ditata khusus menjadi jalur bebas kendaraan di Ahad pagi. Para pengunjung dapat berolahraga, berjalan santai, hingga menikmati udara bersih tanpa polusi sambil mendengarkan gemericik air sungai. Pemandangan hijau pegunungan yang mengelilingi area tersebut membuat suasana CFD terasa lebih sejuk dan menenangkan dibandingkan lokasi-lokasi CFD pada umumnya.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan aktivitas sehat, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi warga. Ratusan UMKM lokal terlihat berjejer rapi menyuguhkan beragam kuliner tradisional, minuman herbal, kerajinan kreatif, hingga olahan pangan rumahan. Kehadiran UMKM menjadi magnet yang memperkaya pengalaman para pengunjung.
Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung Bidang Pendistribusian, Abdul Wachid, S.IP, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme warga. “Car Free Day di bantaran Sungai Niyama ini merupakan upaya kami menghadirkan ruang publik yang sehat sekaligus produktif. Kami ingin masyarakat tidak hanya berolahraga dan menikmati udara segar, tetapi juga mendukung ekonomi lokal melalui UMKM yang hadir di sini. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan rutin yang membawa manfaat luas,” ujarnya.
Ketua UPZ Desa Besuki juga menambahkan bahwa CFD ini diharapkan menjadi ikon baru desa. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi alam Besuki dan membuka peluang ekonomi bagi warga.
Acara semakin semarak dengan adanya senam bersama, penampilan komunitas lokal, serta area bermain aman bagi anak-anak. Harmoni antara alam, komunitas, dan pemberdayaan ekonomi menjadikan CFD bantaran Sungai Niyama sebagai salah satu kegiatan publik paling menarik di wilayah Tulungagung.
Dengan dukungan BAZNAS Kabupaten Tulungagung, pemerintah desa, dinas terkait dan masyarakat, CFD ini diharapkan terus berkembang dan menjadi agenda mingguan yang dinantikan warga.
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Resmi Launching CFD UPZ Besuki, Bukakan Ruang Baru bagi 115 Pedagang UMKM
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung resmi melaunching program Car Free Day (CFD) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Besuki pada Minggu pagi, (23/11/2025). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tulungagung yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Dr. Slamet Sunarto, M.Si.
Acara peresmian turut dihadiri oleh pimpinan BAZNAS wilayah sekitar, meliputi BAZNAS Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, serta Kabupaten Mojokerto. Selain itu, Forkopimcam Besuki, Kepala OPD terkait, Kepala Desa Besuki, serta berbagai tokoh masyarakat juga hadir memeriahkan kegiatan tersebut.
Program CFD ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Tulungagung dan UPZ Desa Besuki, dengan tujuan memperkuat pemberdayaan UMKM binaan maupun pelaku UMKM lokal. Melalui penyediaan ruang usaha yang lebih tertata dan strategis, program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan dan berkeadilan.
Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa peluncuran CFD di Desa Besuki merupakan langkah lanjutan dari semangat pemerataan manfaat ekonomi hasil gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Kami melihat keberhasilan CFD yang berjalan aktif di Alun-Alun Tulungagung, dan hari ini kami ingin memperluas manfaatnya. CFD Besuki kami hadirkan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus sarana membangun kemandirian UMKM,” ujarnya.
Sebagai bentuk penguatan ekonomi kerakyatan, BAZNAS Tulungagung juga telah menyalurkan bantuan kepada 60 pelaku UMKM berupa fasilitas tenda dan meja portabel untuk mendukung aktivitas jualan mereka. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas dan kenyamanan pedagang dalam melayani masyarakat.
Ketua BAZNAS Tulungagung tersebut juga menegaskan bahwa pelaksanaan CFD selanjutnya akan dikelola oleh UPZ Desa Besuki.
“Setelah launching ini, pengelolaan kami serahkan kepada UPZ Besuki. Namun BAZNAS tetap akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, baik setiap satu bulan maupun tiga bulan sekali,” jelas Suyadi.
Kepala Desa Besuki menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan CFD yang mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, sudah ada 115 pedagang UMKM yang mendapatkan ruang usaha di CFD ini. Tidak hanya dari Desa Besuki, tetapi juga dari luar desa. Ini menjadi bukti bahwa CFD memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM juga memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya CFD ini.
Dr. Slamet Sunarto menegaskan, “Pemkab Tulungagung mendukung penuh inisiatif BAZNAS dan UPZ Besuki. CFD ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.”
Salah satu pedagang UMKM yang hadir turut mengungkapkan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih kepada BAZNAS dan UPZ Besuki. CFD ini sangat membantu pedagang kecil seperti kami untuk mendapatkan tempat berdagang yang layak dan ramai,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Ketua BAZNAS Tulungagung menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan program ini.
“Semoga dengan adanya CFD ini, sektor ekonomi di Desa Besuki dan sekitarnya bisa terangkat secara maksimal. Kami ingin CFD ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat,” pungkas Suyadi.
BERITA24/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
CFD Desa Besuki Dibuka, Ribuan Pengunjung Padati Bantaran Sungai Niyama
Tulungagung - Suasana Ahad pagi di bantaran Sungai Niyama, Desa Besuki, tampak berbeda dari biasanya. Ribuan warga memadati area tersebut untuk menghadiri pembukaan perdana Car Free Day (CFD) Desa Besuki, sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung, dikelola oleh UPZ Desa Besuki, serta didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung (23/11/2025)
Kegiatan perdana ini menampilkan geliat ekonomi lokal yang luar biasa. Sebanyak 115 UMKM lokal dan 60 diantaranya termasuk UMKM binaan BAZNAS, turut meramaikan sepanjang jalur Sungai Niyama. Sejak pagi, pengunjung langsung berhamburan memenuhi kawasan CFD untuk berbelanja, berolahraga, hingga menikmati kuliner khas desa.
Ketua UPZ Desa Besuki menyampaikan bahwa CFD ini dirancang sebagai sarana pemberdayaan ekonomi warga. "Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah berkelanjutan bagi UMKM untuk tumbuh dan mendekatkan produk mereka ke masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme Pengunjung
Para pengunjung tampak sangat antusias. Banyak yang mengaku senang dengan adanya kegiatan baru yang memberi ruang rekreasi sehat bagi keluarga.
Eka Rahmawati (32), warga Besuki menyampaikan, “Baru pertama dibuka sudah seramai ini. Senang sekali ada tempat yang bisa dipakai olahraga sambil kulineran dengan keluarga. Semoga rutin setiap minggu.”
Sementara itu, Ahmad Satrio (28) juga merasa terkesan, “UMKM-nya lengkap sekali. Banyak produk unik dan harganya terjangkau. Saya berharap panitia bisa terus mengadakannya setiap hari minggu”
Suara Para Pedagang
Tidak hanya pengunjung, para pedagang pun merasa terbantu dengan adanya CFD ini. Siti Nuraini, salah satu UMKM binaan BAZNAS yang menjual jajanan tradisional, mengaku dagangannya laris manis sejak pagi. “Alhamdulillah, baru dua jam buka sudah hampir habis. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami memperluas pasar,” ungkapnya.
Pedagang minuman segar, Rizki Darmawan, juga merasakan manfaat serupa, “Ramainya luar biasa. Ini pertama kali saya berjualan di CFD dan hasilnya sangat memuaskan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut.”
Mendorong Ekonomi Kerakyatan
Dengan antusiasme masyarakat dan keterlibatan pelaku UMKM, Car Free Day bantaran Sungai Niyama diproyeksikan menjadi program mingguan yang tidak hanya memberikan ruang rekreasi sehat bagi warga, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan di Desa Besuki dan sekitarnya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen BAZNAS Tulungagung dan UPZ Desa Besuki dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan ekonomi kreatif dan fasilitas ruang publik yang lebih hidup.
BERITA24/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Memeriahkan HUT ke-820, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Secara Simbolis pada Pagelaran Wayang Kulit di Pendopo Kongas Arum
Tulungagung - Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-820, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung turut berpartisipasi dalam pagelaran wayang kulit yang berlangsung meriah di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Kamis malam, (20/11/25).
Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Tulungagung menampilkan capaian penyaluran bantuannya selama tahun 2025 dengan menyerahkan secara simbolis dua jenis bantuan, yaitu bantuan modal usaha dan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Tulungagung telah menyalurkan bantuan modal usaha kepada 226 penerima manfaat dengan total nilai Rp272.000.000,-. Selain itu, bantuan rehab RTLH kepada 15 penerima juga telah direalisasikan dengan total nilai Rp210.000.000,-.
Sebagai bentuk apresiasi dan penyampaian kepada publik, penyaluran yang telah terlaksana tersebut kemudian diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., kepada dua perwakilan penerima, yaitu Bu Sri Untari dan Bu Munarsih.
Acara yang dibuka langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda, para Camat, Kepala OPD lingkup Pemkab Tulungagung, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati area pendopo.
Pagelaran wayang kulit malam itu semakin semarak dengan tampilnya tiga dalang terkemuka Tulungagung: Ki Eko Kondho Prisdianto, Ki Minto Darsono, dan Ki Sun Gondrong. Kehadiran Niken Salindry, sinden populer asal Kediri, turut menambah antusiasme penonton. Hiburan juga semakin lengkap dengan penampilan Cak Percil cs dan Duo Jo, yang menjadikan malam peringatan HUT Tulungagung ini semakin meriah.
Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah dan kebahagiaan masyarakat Tulungagung.
“BAZNAS Tulungagung hadir tidak hanya dalam program pemberdayaan dan bantuan sosial, tetapi juga dalam momen kebersamaan seperti peringatan Hari Jadi ini. Penyaluran bantuan merupakan wujud komitmen kami dalam membantu masyarakat kurang mampu agar lebih berdaya serta turut menikmati semaraknya perayaan hari jadi Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suyadi menjelaskan bahwa bantuan modal usaha bertujuan memperkuat ekonomi mustahik agar mampu meningkatkan pendapatan, sedangkan bantuan rehab RTLH difokuskan untuk menghadirkan hunian yang layak dan lebih aman bagi keluarga penerima manfaat.
Menutup malam penuh kebersamaan tersebut, BAZNAS Tulungagung menyampaikan harapan agar peringatan Hari Jadi ke-820 ini menjadi titik tumbuh bagi terciptanya masyarakat yang semakin berdaya, kehidupan sosial yang semakin harmonis, serta pembangunan daerah yang berjalan lebih inklusif.
BAZNAS juga berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial semakin kuat sehingga upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Semoga Kabupaten Tulungagung terus berkembang sebagai daerah yang maju, aman, dan penuh keberkahan bagi seluruh warganya.
BERITA21/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dari Jualan di CFD hingga Jadi Pemasok Program MBG, UMKM Binaan BAZNAS Ini Buktikan Kerja Keras Berbuah Manis
Tulungagung – Dari hobi berjualan buah segar di Car Free Day (CFD), kini Diana Nuraini (26), warga Sukorejo, Rejotangan, Tulungagung, berhasil mengembangkan usahanya menjadi pemasok strawberry frozen untuk coffeeshop dan strawberry segar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usaha yang diberi nama “Nadera Strawberry Fresh” ini membuktikan bahwa kerja keras, ketelatenan, dan semangat pantang menyerah bisa mengubah peluang kecil menjadi ladang rezeki yang menjanjikan.
Diana bersama sang suami menjalankan usaha penjualan strawberry segar sejak tahun 2022. Awalnya mereka berjualan secara pre-order dengan sistem COD dan membuka lapak di acara Car Free Day (CFD). Kini, mereka biasa berjualan di 2 tempat dengan waktu yang berbeda, yakni di depan Pasar Ngunut serta 2 lapak di Pusat Kuliner PINKA Kelurahan Kutoanyar Tulungagung, untuk lapak pertama di Gazebo barat sungai dijaga langsung oleh Diana dan suami, sementara lapak kedua ditimur sungai dikelola oleh karyawan.
Selain berjualan secara offline, Diana juga aktif memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar. Melalui akun TikTok “Nadera Strawberry Fresh Tulungagung” dan Facebook “Nadera Real”, ia kerap melakukan live streaming tiktok untuk menarik minat pembeli.
“Kami berusaha terus menjaga kualitas, selalu sortir buah sesuai kondisi buah, kejujuran dalam berjualan telaten, dan selalu memberikan yang terbaik untuk pelanggan untuk meminimalisir komplain dari pelanggan” ujar Diana dan sang suami dengan senyum semangat.
Kini,ketika suplay strawberry lancar ,beliau bisa jualan 2 hari sekali, setiap berjualan, Diana mampu meraup omzet hingga Rp800 ribu, dengan laba bersih sekitar Rp400 ribu. Produk strawberry segar yang dijualnya dibanderol mulai dari Rp2.500 hingga Rp38.000, tergantung ukuran kemasan.
Tak hanya dijual eceran, Nadera Strawberry Fresh kini juga dipercaya untuk menyuplai 120 kilogram strawberry segar setiap 1 bulan sekali ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memasok strawberry frozen untuk coffeeshop di Tulungagung.
Namun, perjalanan usaha ini tidak selalu mulus. Tantangan utama datang setiap musim hujan, ketika pasokan strawberry dari petani menurun. Untuk terus bertahan dan berkembang, Diana memanfaatkan pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung.
Pada tahap pertama di akhir Oktober 2024, Diana memperoleh pembiayaan sebesar Rp1,6 juta yang digunakan untuk membeli tenda, meja, dan banner usaha untuk memenuhi kebutuhan peralatan penunjang jualan di lapak Car Free Day (CFD), Kini, di tahap kedua pada Oktober 2025, ia mendapatkan tambahan modal sebesar Rp3 juta untuk menambah stok strawberry guna memenuhi kebutuhan MBG.
Kunjungan tim BAZNAS Microfinance Desa ke lokasi usahanya kali ini juga memberikan edukasi pencatatan keuangan sederhana agar pengelolaan usaha semakin tertata.
“Kami berharap Nadera Strawberry Fresh terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM muda di Tulungagung,” ujar pendamping program BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung
Dengan semangat dan ketelatenan, Diana Nuraini membuktikan bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan niat baik dan strategi yang tepat dapat tumbuh menjadi bisnis yang berdaya saing tinggi.
BERITA13/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Peduli Generasi Sehat, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Gizi untuk Balita Stunting
Tulungagung – Sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung kembali terjalin. Kali ini, kerja sama tersebut difokuskan pada penanganan permasalahan gizi masyarakat, khususnya bagi balita yang mengalami stunting.
Berdasarkan data Agustus 2025, tercatat sebanyak 2.843 balita atau sekitar 5,52% di Kabupaten Tulungagung mengalami stunting. Menyikapi hal tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan senilai Rp10 juta dalam bentuk susu DanGro, yaitu susu formula khusus yang diformulasikan untuk mendukung pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh balita, terutama yang berisiko gagal tumbuh, kurang gizi, atau gizi buruk.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara simbolis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung pada Selasa (11/11/2025) dan diterima langsung oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara lembaga zakat dan instansi pemerintah daerah dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini bukanlah solusi utama, melainkan bentuk dukungan kecil yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi persoalan gizi.
“Kami sadar bahwa permasalahan stunting membutuhkan upaya besar dan berkelanjutan. Namun, melalui langkah kecil seperti ini, BAZNAS ingin ikut meringankan dan memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang berjuang memperbaiki gizi anak-anak mereka,” ujarnya.
Melalui sinergi ini, BAZNAS Tulungagung berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang.
Ke depan, BAZNAS berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam program-program kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tulungagung.
BERITA12/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan MUI Kembali Perkuat Sinergi untuk Penguatan Zakat dan Syiar Islam
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung terus memperkuat kolaborasi strategisnya bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung dalam upaya penguatan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) serta memperkuat syiar Islam di wilayah Tulungagung.
Sinergi yang kini memasuki tahap ketiga tersebut ditandai dengan penyerahan dana syiar dan dakwah sebesar Rp20 juta dari BAZNAS Tulungagung kepada MUI Kabupaten Tulungagung. Prosesi penyerahan berlangsung di kantor MUI Tulungagung pada Senin (10/11/2025) dan disaksikan oleh jajaran pengurus dari kedua lembaga.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperluas jangkauan dakwah serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat, infaq, dan sedekah sebagai instrumen pembangunan umat. Melalui sinergi ini, BAZNAS dan MUI berupaya memperkuat kegiatan dakwah, sosialisasi, serta edukasi masyarakat agar semakin memahami peran zakat dalam menumbuhkan kesejahteraan sosial dan ekonomi di Tulungagung.
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis yang memiliki dampak luas bagi masyarakat.
“Sinergi ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah strategis untuk memastikan pesan zakat, infaq, dan sedekah tersampaikan secara benar dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui dukungan MUI, gerakan zakat di Tulungagung diharapkan semakin kuat dan menyentuh hati umat.
“Dengan adanya peran MUI, kami yakin pesan dakwah dan ajakan berzakat akan lebih mudah diterima masyarakat. Gerakan zakat akan semakin masif dan berdampak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Abdul Wachid juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mendukung pengelolaan zakat yang terpusat dan profesional.
“Sinergi ini kami harapkan menjadi pemantik semangat kebaikan di tengah masyarakat. Semakin tinggi kesadaran umat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui BAZNAS, maka semakin besar pula dana umat yang dapat kami kelola untuk kemaslahatan bersama,” jelasnya.
Ia menutup dengan harapan agar dampak positif dari sinergi ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Tulungagung.
“InsyaAllah, dengan meningkatnya penghimpunan dana ZIS, manfaatnya akan menjangkau lebih banyak saudara kita yang membutuhkan. Dari sini, kita bisa bersama-sama mewujudkan masyarakat Tulungagung yang lebih mandiri, berdaya, dan sejahtera,” pungkasnya
Ke depan, BAZNAS Tulungagung berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya lembaga keagamaan, dalam memperkokoh ekosistem zakat yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.
Dengan sinergi ini, BAZNAS dan MUI Kabupaten Tulungagung berharap mampu membangun fondasi zakat yang lebih kuat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan spiritual masyarakat Tulungagung.
BERITA11/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Modal Usaha 18 Juta untuk Penyandang Disabilitas, Dorong Kemandirian dan Semangat Sedekah
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas. Pada Kamis (6/11/2025), BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan modal usaha tahap kedua kepada 12 orang penyandang disabilitas yang tergabung dalam Kelompok UMKM Perkumpulan Disabilitas Mandiri Tulungagung, dengan total nilai bantuan mencapai Rp18 juta, dimana masing-masing menerima bantuan modal sebesar Rp1,5 juta.
Penyaluran bantuan berlangsung di kantor BAZNAS Tulungagung dan dihadiri langsung oleh para penerima manfaat. Bantuan ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang telah diberikan pada bulan Oktober 2024. Melalui program ini, BAZNAS Tulungagung terus berupaya menumbuhkan kemandirian ekonomi bagi kelompok disabilitas agar mampu menjalankan usaha secara berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata dari perhatian BAZNAS terhadap kesejahteraan penyandang disabilitas.
“Kami ingin memastikan bahwa para penyandang disabilitas juga memiliki kesempatan yang sama untuk mandiri secara ekonomi. Bantuan ini bukan sekadar santunan, tapi sebuah langkah pemberdayaan agar mereka bisa terus berkarya dan berdaya,” ujar Suyadi.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa BAZNAS Tulungagung berencana menyalurkan bantuan tahap ketiga bagi penerima manfaat yang usahanya terbukti tetap berjalan dan menunjukkan perkembangan positif.
“Jika usaha mereka terus tumbuh dan dikelola dengan baik, insyaallah kami akan memberikan tambahan bantuan tahap ketiga sebagai bentuk apresiasi dan dukungan keberlanjutan,” imbuhnya.
Kebahagiaan pun terpancar dari wajah para penerima manfaat. Dengan penuh rasa syukur, mereka mengungkapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Terima kasih BAZNAS, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga usaha kami bisa terus maju dan kami pun bisa ikut berbagi dengan orang lain,” ungkap salah satu penerima manfaat dengan penuh haru.
Tak hanya berhenti pada penyaluran dana, BAZNAS Tulungagung juga memberikan pendampingan spiritual dengan mengajak para penerima manfaat untuk menjadi pribadi yang dermawan melalui program sedekah subuh Rp2.000 setiap hari. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kepedulian sosial antar sesama.
Di akhir kegiatan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyampaikan harapan agar bantuan ini dapat memberikan manfaat luas dan menginspirasi masyarakat lainnya untuk terus berbuat kebaikan.
“Kami berharap, melalui bantuan ini para penyandang disabilitas bisa semakin berdaya, produktif, dan menjadi bagian dari roda ekonomi masyarakat. Semoga keberkahan terus mengalir dari setiap kebaikan yang kita lakukan bersama,” tutup Suyadi Ketua BAZNAS Tulungagung.
BERITA06/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Wujudkan Zakat Produktif, BAZNAS Tulungagung dan BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan Balai Ternak di Desa Blendis
Tulungagung – Wujud nyata sinergi pengelolaan zakat produktif kembali terlihat di Kabupaten Tulungagung. BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan Balai Ternak Kambing Produktif kepada warga Desa Blendis, Kecamatan Gondang, sebagai langkah konkret dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bantuan yang disalurkan berupa 70 ekor kambing gibas dengan total nilai Rp75.000.000,-. Sebanyak 10 penerima manfaat terpilih masing-masing menerima 7 ekor kambing atau setara dengan nilai Rp7.500.000,-.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di Balai Ternak yang bertempat di Balai Desa Blendis, dan diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., bersama Kepala Desa Blendis, Indri Supriyadi, S.E. (4//11/25)
Bantuan ini berasal dari dana Zakat Produktif BAZNAS Provinsi Jawa Timur yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Dalam penyerahannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang terjalin antara BAZNAS Provinsi dan Kabupaten.
“Kami bersyukur atas kepercayaan dan dukungan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Program balai ternak ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian dan menggerakkan ekonomi umat dari bawah,” ujar Suyadi.
Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan bahwa program seperti ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperkuat ekonomi mustahik.
“BAZNAS Tulungagung terus berupaya menghadirkan program produktif yang berdampak jangka panjang. Kami ingin para penerima manfaat tidak hanya terbantu hari ini, tetapi juga mampu mandiri dan berdaya di masa depan,” terang Wachid.
Di sisi lain, Sutrisno, salah satu penerima manfaat dari Desa Blendis, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Jatim dan BAZNAS Tulungagung atas bantuan ini. InsyaAllah kambing-kambing ini akan kami rawat dengan baik agar bisa berkembang biak dan menjadi sumber penghasilan keluarga kami ke depan,” ujar Sutrisno dengan penuh haru.
Melalui program balai ternak ini, BAZNAS berharap masyarakat penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan dengan penuh tanggung jawab dan semangat gotong royong, sehingga hasilnya dapat dirasakan tidak hanya oleh keluarga penerima manfaat, tetapi juga masyarakat sekitar.
BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap agar sinergi ini terus berlanjut, menjadi inspirasi bagi daerah lain, dan memperluas manfaat zakat dalam mewujudkan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi umat.
BERITA05/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Ika Ristanti, Perajin Aksesoris “Adarizta” yang Tumbuh Bersama Dukungan BAZNAS
Tulungagung – Di tengah derasnya arus industri kreatif, seorang perajin asal Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, berhasil menunjukkan ketekunan luar biasa dalam mengembangkan usahanya. Adalah Ika Ristanti, pemilik Adarizta Accessories Handmade, yang sejak tahun 2020 menekuni dunia aksesoris buatan tangan dengan semangat tinggi dan penuh harapan.
Berbekal keterampilan dan ketelitian, Ika memproduksi berbagai aksesoris unik seperti gantungan kunci, strap HP, gelang, bros, hingga konektor hijab dan masker. Harga produknya pun terjangkau, mulai Rp20.000 hingga Rp50.000, namun tetap mengedepankan kualitas dan desain yang berbeda dari produk massal.
Setiap hari, Ika dibantu oleh sang ibu menjajakan hasil karyanya setiap hari di pusat kuliner Pinka serta di Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi. Namun, cuaca yang tak menentu menjadi tantangan besar bagi Ika. Hujan tiba-tiba sering kali memaksa ia menutup lapak lebih awal dan mengurangi peluang penjualan.
Selain itu, Ika juga harus bekerja keras sendiri untuk memenuhi permintaan pasar dan memastikan stok aksesoris tetap tersedia, meskipun terkadang keterbatasan waktu dan tenaga menjadi kendala.
Meski demikian, semangat Ika tidak surut. Ia terus bekerja keras untuk memenuhi permintaan pasar dan memastikan stok aksesoris tetap tersedia, meskipun terkadang keterbatasan waktu dan tenaga menjadi kendala. Dalam sehari, omsetnya kini mencapai Rp150.000–Rp200.000, dengan laba bersih 50–60%, bahkan bisa tembus Rp400.000 saat berjualan di CFD.
Perkembangan positif ini semakin terasa setelah Ika menerima pembiayaan tahap pertama dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung sebesar Rp1,5 juta pada Oktober 2024, yang ia gunakan untuk membeli bahan baku. Setahun kemudian, pada Oktober 2025, ia kembali mendapatkan pembiayaan tahap kedua sebesar Rp3 juta guna memperkuat stok bahan dengan pembelian grosir.
“Bantuan dari BAZNAS sangat membantu saya untuk menekan biaya produksi. Dengan bahan yang cukup, saya bisa fokus pada desain dan memperbanyak stok,” ujar Ika.
Selain dukungan modal, Ika juga mendapat pendampingan usaha dari tim BMD Tulungagung, terutama dalam hal legalitas usaha dan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS.
Meskipun masih terkendala dalam proses pembuatan NIB, Ika juga mendapatkan pendampingan yang memberikan pemahaman lebih tentang pentingnya pencatatan keuangan yang sederhana untuk usaha kecil seperti miliknya.
Kini, Adarizta tak hanya mengandalkan penjualan offline, tetapi juga mulai memperluas pasar melalui Shopee, Instagram, dan TikTok. Harapannya, produk Adarizta dapat dikenal lebih luas dan menjadi bagian dari tren aksesoris handmade lokal yang berkualitas.
“Ke depan, saya ingin Adarizta semakin besar, dikenal banyak orang, dan tetap memberikan produk yang terbaik bagi pelanggan,” kata Ika optimis.
Dengan ketekunan dan dukungan yang tepat, kisah Ika Ristanti menjadi bukti bahwa semangat wirausaha dan sinergi antara pelaku usaha mikro serta BAZNAS mampu menghadirkan perubahan nyata bagi ekonomi masyarakat desa.
BERITA04/11/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Mbah Porah dan Tali Tampar Kehidupan: Ketika Zakat Menjadi Penyambung Harapan di Usia Senja
Tulungagung – Di sebuah rumah sederhana di Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol, hidup seorang perempuan renta bernama Mbah Porah. Usianya telah menua, matanya mulai rabun, dan tubuhnya kian rapuh. Namun di balik kelemahannya, tersimpan semangat hidup yang luar biasa. Setiap hari, dengan sabut kelapa di tangan, ia merangkai tali tampar untuk dijual meski hasilnya hanya cukup untuk sekadar menyambung hidup.
“Kalau ada yang beli, alhamdulillah bisa buat beli beras. Kadang ya tidak ada,” tutur Mbah Porah dengan senyum tipis, menyembunyikan getir kehidupan yang dijalaninya seorang diri.
Dari empat anak yang pernah ia besarkan, tiga telah berpulang lebih dulu. Satu-satunya anak yang masih hidup kini merantau dan jarang pulang karena kesibukan kerja. Di rumahnya yang sunyi, Mbah Porah hanya ditemani suara alam dan tetangga yang sesekali datang menengok.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung hadir membawa kepedulian nyata. Melalui program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara, BAZNAS menyalurkan bantuan senilai Rp900.000 setiap tiga bulan sekali kepada Mbah Porah. Bantuan ini diterima Mbah Porah sejak awal tahun 2025 dan akan terus berlanjut sepanjang hidup beliau.
Penyaluran dilakukan langsung ke rumah Mbah Porah oleh petugas BAZNAS Tulungagung, Maswidatun Umami, untuk memastikan bantuan benar-benar sampai dan memberi dampak nyata.
“Saat pertama kali kami datang, Mbah Porah menyambut dengan ramah meski dalam keadaan serba terbatas. Rumahnya sederhana sekali, tapi beliau masih semangat menjalani hidup, bahkan sesekali membuat tali tampar dari serabut kelapa untuk dijual. Bantuan ini kami harap bisa meringankan beban beliau dan membuat hidupnya sedikit lebih tenang,” ujar Maswidatun Umami, petugas BAZNAS yang menyalurkan bantuan.
Mbah Porah kini menjadi salah satu dari tiga penerima baru dalam program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Hingga saat ini, sebanyak 188 penerima manfaat di berbagai wilayah Tulungagung telah merasakan manfaat program tersebut, mayoritas di antaranya merupakan lansia dhuafa yang hidup sendiri tanpa keluarga dan tanpa penghasilan tetap.
Program ini menjadi wujud nyata misi kemanusiaan BAZNAS Tulungagung dalam menunaikan amanah zakat dan menyalurkannya kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, khususnya para lansia sebatang kara yang menapaki hari-hari senja dalam keterbatasan.
“Banyak lansia seperti Mbah Porah yang hidup dalam kesepian dan keterbatasan. Kami ingin memastikan mereka tetap merasakan perhatian dan kasih sayang dari umat melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan secara amanah,” tambah Lisnawaroh, staff pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Tulungagung.
Bagi Mbah Porah, bantuan itu bukan sekadar uang, melainkan tanda bahwa dirinya tidak sendirian. Ada yang peduli. Ada yang masih mengingat.
Kehadiran BAZNAS menjadi pengingat bahwa kebaikan kecil dapat menjadi penopang besar bagi mereka yang hampir tak berdaya. Bantuan ini mungkin tak mampu menghapus seluruh kesulitan, tapi cukup untuk menyalakan kembali harapan di usia senja.
Melalui kisah Mbah Porah, BAZNAS Tulungagung mengajak masyarakat untuk terus peduli terhadap sesama. Zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan dengan amanah bukan hanya mengubah kehidupan penerima, tapi juga menumbuhkan rasa kemanusiaan di hati setiap pemberi.
“Mari kita hadir untuk mereka yang nyaris tak lagi punya siapa-siapa. Bersama BAZNAS, kita kuatkan solidaritas umat dan ciptakan keberkahan yang nyata,” pungkas Lisnawaroh.
BERITA29/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan Dinas Kesehatan Bersinergi Tingkatkan Imunitas Masyarakat Lewat Bantuan Susu Bergizi
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung terus berupaya menebar manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial. Kali ini, BAZNAS Tulungagung bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan nutrisi untuk pencegahan penyakit AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) kepada sejumlah Puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., didampingi Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Abdul Wachid, S.IP., dan perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Kegiatan berlangsung di Puskesmas Simo dan Puskesmas Ngantru, pada Senin (20/10/25).
Bantuan yang disalurkan berupa susu Entramix dengan total nilai Rp20.000.000,-. Susu Entramix merupakan susu tinggi energi dan kaya nutrisi, mengandung protein, lemak baik, kalsium, vitamin, dan mineral esensial yang diformulasikan khusus untuk membantu menjaga dan memulihkan kondisi tubuh.
Entramix kerap digunakan untuk mendukung kebutuhan gizi pada individu dengan risiko kekurangan nutrisi, pemulihan setelah sakit, atau untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal.
Dengan kandungan gizi yang lengkap, susu ini diharapkan mampu membantu meningkatkan imunitas masyarakat, sehingga tubuh lebih kuat dalam melawan infeksi serta mencegah penularan penyakit seperti AIDS, TBC, dan Malaria.
Meski demikian, konsumsi susu hanya merupakan salah satu bentuk dukungan nutrisi tambahan. Masyarakat tetap diimbau untuk menjaga pola hidup sehat, menghindari faktor penularan, serta memenuhi kebutuhan gizi seimbang agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari berbagai penyakit menular.
Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa zakat tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tapi juga kesehatan masyarakat. Bantuan nutrisi ini merupakan langkah kecil namun penting dalam menjaga daya tahan tubuh masyarakat agar tetap kuat dan terhindar dari penyakit menular,” ujar H. Suyadi.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menambahkan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Bantuan susu ini diharapkan menjadi tambahan gizi bagi penerima manfaat. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tapi juga semakin sehat dan produktif,” jelas Abdul Wachid.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus menebar kebermanfaatan di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat demi terwujudnya Tulungagung yang lebih sejahtera.
BERITA20/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Berkah Zakat Menyapa Mbah Tarmi, Lansia Sebatangkara Penerima Bantuan BAZNAS
Tulungagung - Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung. Melalui program bantuan biaya hidup bagi fakir miskin sebatangkara, BAZNAS menyalurkan bantuan kepada sejumlah lansia yang hidup dalam keterbatasan, salah satunya Mbah Tarmi, warga Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu.
Di usianya yang renta, Mbah Tarmi kini tak lagi memiliki kemampuan untuk bekerja. Hari-harinya diisi dengan kesederhanaan dan keterbatasan, namun di balik itu tersimpan keteguhan hati untuk tetap bertahan. Kehadiran bantuan dari BAZNAS Tulungagung menjadi angin segar yang sangat berarti bagi beliau.
Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp900.000,- ini disalurkan rutin setiap tiga bulan sekali sepanjang hidup Mbah Tarmi, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen BAZNAS untuk menjaga keberlangsungan hidup para lansia sebatangkara.
Proses penyaluran dilakukan langsung oleh Esti Evarini, mahasiswa SKSS binaan BAZNAS Tulungagung, bersama perangkat desa setempat. Suasana haru menyelimuti momen tersebut saat Mbah Tarmi menerima bantuan dengan mata berkaca-kaca dan ucapan lirih penuh syukur,
“Matur nuwun sanget… mboten nyangka isih ono sing eling karo kulo,” ucap Mbah Tarmi dengan suara bergetar.
(Terimakasih banyak... tidak menyangka masih ada yang peduli dengan saya)
Menurut Esti, pengalaman menyalurkan bantuan ini memberikan pelajaran berharga tentang makna kepedulian dan kemanusiaan.
“Melihat langsung kondisi Mbah Tarmi membuat saya sadar betapa pentingnya peran zakat bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Bantuan kecil bagi kita bisa menjadi kehidupan bagi orang lain,” tutur Esti dengan penuh haru.
Program bantuan biaya hidup dari BAZNAS Tulungagung tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada nilai sosial dan kemanusiaan. Lansia tak berpenghasilan dan hidup sebatangkara menjadi prioritas utama, agar mereka dapat menjalani hari-hari dengan lebih layak dan penuh keberkahan.
BAZNAS Tulungagung berharap langkah kecil ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menumbuhkan empati dan semangat berbagi. Dukungan dari para muzakki melalui zakat, infak, dan sedekah akan menjadi sumber kekuatan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial bagi mereka yang membutuhkan.
Kecil bagi kita, besar artinya bagi mereka.
Salurkan zakat Anda melalui BAZNAS Tulungagung, mari bersama menebar keberkahan, membangun Tulungagung menjadi lebih sejahtera.
BERITA16/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Pemberdayaan Ekonomi Umat: BAZNAS Bantu UMKM Binaan di Gelar Karya UMKM 2025
Tulungagung, September 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi umat. Melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), BAZNAS memfasilitasi dua mitra binaannya untuk tampil dalam ajang bergengsi "Gelar Karya UMKM 2025" yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Tulungagung di dua lokasi berbeda sepanjang bulan September.
Kegiatan Gelar Karya UMKM ini bertujuan mulia untuk meningkatkan penjualan dan omset, memperluas jaringan bisnis, serta menumbuhkan rasa percaya diri pelaku usaha dari berbagai daerah di Tulungagung. Secara keseluruhan, event ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha dan menciptakan lapangan kerja, yang pada akhirnya akan mendongkrak perekonomian masyarakat.
Dua Mitra BMD Raih Omset Menggembirakan
Pada fase pertama kegiatan, yang berlangsung di Lapangan Desa Buntaran, Rejotangan, pada 19-21 September 2025, BAZNAS mengirimkan Agus Hidayat dari Rejotangan. Agus, dengan usaha Bakery di bawah brand Hidayah Bakery, menunjukkan performa yang cukup baik.
Total omset yang berhasil dikumpulkan Agus selama tiga malam pameran adalah sebagai berikut:
Malam ke-1: Rp 101.000
Malam ke-2: Rp 256.000
Malam ke-3: Rp 189.000
Total Omset di Rejotangan: Rp 546.000
Tidak berhenti di sana, BAZNAS kembali memfasilitasi mitranya pada putaran kedua Gelar Karya UMKM, yang diadakan di Lapangan Desa Sukowidodo, Karangrejo, pada 26-28 September 2025. Kali ini, giliran Susanti dari Karangrejo yang berkesempatan mempromosikan usaha Catering-nya dengan brand Radzel.
Susanti berhasil mencatatkan peningkatan omset yang signifikan dari malam ke malam, dengan rincian sebagai berikut:
Malam ke-1: Rp 179.000
Malam ke-2: Rp 285.500
Malam ke-3: Rp 341.000
Total Omset di Karangrejo: Rp 805.500
Secara total, dua mitra binaan BMD BAZNAS Tulungagung berhasil meraup omset sebesar Rp 1.351.500 dari partisipasi mereka di dua lokasi Gelar Karya UMKM 2025.
Dukungan BAZNAS untuk Pemasaran UMKM
Dalam kegiatan ini, BMD Tulungagung memberikan dukungan berupa pinjaman fasilitas dagang.
"Kami meminjamkan booth dan memasang banner Baznas di stand mitra kami. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan para pelaku usaha binaan memiliki sarana yang memadai untuk berpromosi, sekaligus memperkenalkan program BMD kepada masyarakat luas," ujar Imam Suyudi, Manager BMD Tulungagung.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara BAZNAS, melalui program BMD, dan Dinas Koperasi serta UMKM Tulungagung, mampu menciptakan peluang dan mendorong kemandirian ekonomi bagi para mustahik, mengubah mereka dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha yang berdaya.
Program BMD ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di Tulungagung
BERITA13/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
