WhatsApp Icon
BAZNAS Tulungagung Gelar Upgrading dan Evaluasi Program SKSS untuk Perkuat Komitmen Mahasiswa

Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar Upgrading dan Evaluasi Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) di Rumah Dinas Wakil Bupati Tulungagung, Sabtu (11/7/2026). Agenda tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus evaluasi bagi para mahasiswa penerima manfaat guna memperkuat komitmen, meningkatkan kualitas diri, serta membentuk karakter yang bertanggung jawab dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Acara tersebut diikuti oleh pimpinan BAZNAS Tulungagung yang diwakilkan oleh Wakil Ketua I, seluruh staf pelaksana, serta seluruh mahasiswa aktif penerima beasiswa. Selain menjadi sarana refleksi terhadap pelaksanaan program, forum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan agar manfaat yang diterima tidak hanya berdampak pada keberhasilan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepemimpinan para mahasiswa.

SKSS merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang berfokus pada peningkatan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui bantuan pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan bahwa para penerima manfaat merupakan mahasiswa terpilih yang memperoleh kesempatan berharga untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

"Program ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS untuk memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini untuk meraih kesuksesan pada jenjang yang lebih tinggi, karena diluar sana masih banyak orang yang ingin berada ditempat kalian saat ini tapi keterbatasan ekonomi," ujarnya.

Ia mendorong seluruh mahasiswa agar memanfaatkan masa perkuliahan sebaik mungkin dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan, mengembangkan kemampuan diri, serta terus meningkatkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Menurutnya, keberhasilan para mahasiswa nantinya akan menjadi kebanggaan bagi keluarga sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan program yang dijalankan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. M. Fathul Manan, M.Pd., menjelaskan bahwa SKSS telah berjalan sejak tahun 2017 sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas generasi muda melalui pendidikan tinggi. Selain membantu mahasiswa menyelesaikan studi, pembinaan yang diberikan juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang peduli terhadap lingkungan, tangguh menghadapi tantangan, serta memiliki kemampuan berpikir kritis.

"Kita ingin membangun sisi akademis mahasiswa melalui bangku kuliah, sekaligus membangun pribadi yang peduli, tangguh, dan kritis. Karena itu, komitmen setiap mahasiswa dalam mengikuti Program SKSS akan terus dievaluasi," jelasnya.

Melalui pelaksanaan upgrading dan evaluasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap seluruh penerima manfaat mampu menjaga komitmen selama menempuh pendidikan, terus meningkatkan kapasitas diri, serta tumbuh menjadi lulusan yang berprestasi, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

13/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Menguatkan Pondasi Pendidikan Islam, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 34 RA

Tulungagung - Komitmen dalam memperkuat kualitas lembaga pendidikan terus diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS kembali menyalurkan bantuan pendidikan kepada lembaga Raudhatul Athfal (RA) di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung.

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung tentang Program Pemberdayaan Ekonomi Umat, yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Kamis (09/07/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan Islam sejak usia dini. Kolaborasi ini tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan pendidikan, tetapi juga melalui penguatan program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pendidikan kepada 15 lembaga Raudhatul Athfal (RA) sebagai bagian dari penyaluran bantuan tahap II. Masing-masing lembaga menerima bantuan sebesar Rp1.500.000 yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pendidikan, seperti pengembangan sarana dan prasarana, operasional lembaga, hingga peningkatan kualitas layanan pembelajaran bagi anak-anak usia dini.

Penyaluran bantuan tahap II ini merupakan kelanjutan dari program bantuan pendidikan yang telah dimulai pada 22/05/2026. Pada tahap pertama, BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan bantuan kepada 19 Raudhatul Athfal (RA). Program bantuan pendidikan tersebut, kini telah menjangkau sebanyak 34 RA di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung.

Selain menjadi momentum penyaluran bantuan, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Kerja sama tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat serta pentasarufan zakat, infak, dan sedekah. Melalui sinergi tersebut, diharapkan semakin banyak program kemaslahatan yang dapat diwujudkan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Tulungagung.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus memperluas manfaat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan. Diharapkan sinergi yang telah terjalin mampu meningkatkan kualitas lembaga Raudhatul Athfal sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Tulungagung.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat melalui program-program yang amanah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Klik disini -> Berbagi bersama BAZNAS

09/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Sinergi untuk Umat, BAZNAS dan Kemenag Tulungagung Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat

Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung resmi menjalin perjanjian kerja sama dalam program pemberdayaan ekonomi umat. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan dihadiri oleh jajaran pengurus BAZNAS dan Kemenag Kabupaten Tulungagung (9/7/26).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, khususnya di bidang ekonomi dan pendidikan.

Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan berbagai bantuan di sektor pendidikan. Bantuan yang disalurkan meliputi beasiswa pendidikan, bantuan honor bagi Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT), serta bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada 15 Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Tulungagung.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan tahap kedua dari program kerja sama BAZNAS dan Kementerian Agama. Sebelumnya, sebanyak 19 Raudhatul Athfal (RA) telah menerima bantuan serupa. Dengan demikian, kolaborasi kedua lembaga ini terus diwujudkan secara nyata melalui program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dunia pendidikan.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak dapat dicapai jika hanya dilakukan oleh satu atau dua lembaga saja. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci agar program pemberdayaan mampu berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas.

"Pemberdayaan ekonomi umat akan berjalan lebih kuat dan berkelanjutan apabila dikerjakan secara bersama-sama. Mari kita bergandeng tangan, melibatkan OPD, perguruan tinggi, Kementerian Agama, dan berbagai pihak lainnya. Kementerian Agama memiliki jaringan hingga KUA dan para penyuluh agama, BAZNAS memiliki dukungan permodalan, perguruan tinggi memiliki keahlian dan pendampingan, sedangkan OPD memiliki berbagai program serta anggaran pelatihan. Ketika seluruh potensi tersebut disatukan, akan lahir kekuatan yang luar biasa untuk memberdayakan masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa semangat kolaborasi menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Dengan menggabungkan sumber daya, keahlian, dan jaringan dari berbagai institusi, program pemberdayaan akan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Mohamad Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi yang telah dibangun tidak hanya berhenti pada penandatanganan perjanjian, tetapi terus berkembang menjadi kemitraan yang harmonis dan produktif.

"Mudah-mudahan kerja sama ini seperti manten baru, selalu baik, harmonis, dan mesra. Semoga sinergi antara Kementerian Agama dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus terjaga sehingga mampu menghadirkan lebih banyak manfaat bagi umat dan masyarakat Kabupaten Tulungagung," ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung optimistis dapat memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonomi umat serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antar lembaga diharapkan menjadi model kolaborasi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan di Kabupaten Tulungagung.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung turut mengajak masyarakat untuk turut peduli dan ikut berpartisipasi dalam membangun Tulungagung yang lebih sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah. Mari bersama menghadirkan manfaat bagi sesama.

Klik disini -> Berbagi bersama BAZNAS

09/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Jangan Sampai Terlambat! Pendaftaran Beasiswa SKSS Tahun 2026 Segera Berakhir

Tulungagung - Waktu pendaftaran Program Beasiswa Pendidikan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026 dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung semakin mendekati batas akhir. Bagi calon mahasiswa dan mahasiswa khususnya dari keluarga kurang mampu yang belum mendaftarkan diri, segera manfaatkan kesempatan ini sebelum masa pendaftaran resmi ditutup.

Masih terbuka kesempatan bagi calon mahasiswa baru Kabupaten Tulungagung untuk bergabung menjadi penerima Beasiswa Pendidikan S1 melalui Program SKSS Tahun 2026. Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mendukung generasi muda dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Melalui Program SKSS, para penerima beasiswa akan memperoleh bantuan biaya pendidikan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2.000.000 setiap semester selama maksimal delapan semester. Selain bantuan biaya kuliah, mahasiswa juga akan mendapatkan pembinaan, pendampingan mentor, serta berbagai kegiatan pengembangan diri sebagai bekal untuk menjadi lulusan yang unggul dan berkarakter.

Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang berdomisili di Kabupaten Tulungagung dan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, calon pendaftar diharapkan segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan dan memastikan seluruh berkas telah dikirimkan sebelum masa pendaftaran berakhir.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengimbau kepada seluruh calon pendaftar agar tidak menunggu hingga hari terakhir. Mempersiapkan dan mengirimkan berkas lebih awal akan memberikan waktu yang cukup apabila terdapat dokumen yang perlu diperbaiki atau dilengkapi selama proses verifikasi administrasi.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pendaftaran Program Beasiswa SKSS Tahun 2026 akan ditutup pada tanggal 15 Juli 2026. Setelah masa pendaftaran berakhir, proses akan dilanjutkan dengan seleksi administrasi, tes tulis, dan wawancara bagi peserta yang dinyatakan lolos pada tahap berikutnya.

Program Beasiswa SKSS telah membantu banyak mahasiswa meraih cita-cita menjadi sarjana dan menjadi harapan baru bagi keluarga mereka. Kesempatan yang sama kini masih terbuka bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung yang memenuhi persyaratan dan memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Informasi mengenai persyaratan, mekanisme, serta panduan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi BAZNAS Kabupaten Tulungagung di Pemberitahuan BAZNAS, calon pendaftar dapat memperoleh informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan administrasi, hingga tahapan seleksi. Apabila masih membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Person melalui WhatsApp di 0859-6290-5701.

Segera lengkapi persyaratan, kirimkan berkas pendaftaran, dan manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. satu langkah kecil yang diambil hari ini menjadi awal perjalanan meraih gelar sarjana bersama BAZNAS Kabupaten Tulungagung serta membawa perubahan besar bagi masa depan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Ikuti terus media sosial resmi BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk informasi lebih lanjut:
> Instagram: @baznaskabtulungagung
> Facebook: @baznaskabtulungagung
> Tiktok: @baznaskabtulungagung

08/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Hingga Pelosok Pucanglaban, BAZNAS Tulungagung Pastikan Bantuan Diterima oleh yang Paling Membutuhkan

Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali melaksanakan kegiatan monitoring kepada para penerima Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara di wilayah Kecamatan Pucanglaban, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam memastikan pendistribusian dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan berjalan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh para penerima manfaat.

Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara merupakan salah satu program sosial BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang diperuntukkan bagi masyarakat lanjut usia atau mereka yang hidup sebatangkara dan mengalami keterbatasan ekonomi. Bantuan tersebut disalurkan setiap tiga bulan sekali oleh relawan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam bentuk uang tunai sebesar Rp900.000 kepada masing-masing penerima manfaat.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., berdialog langsung dengan para penerima manfaat. Beliau memastikan bahwa bantuan yang telah disalurkan benar-benar diterima oleh penerima, sekaligus menanyakan nominal bantuan yang diterima sebagai bentuk evaluasi terhadap proses pendistribusian.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., mengatakan bahwa program ini telah berjalan selama bertahun-tahun. Namun, dirinya baru berkesempatan melakukan monitoring secara langsung kepada para penerima manfaat.

"Program ini sebenarnya sudah berjalan bertahun-tahun. Hanya saja saya sendiri belum pernah melakukan monitoring secara langsung. Karena itu, saya ingin melihat sendiri kondisi para penerima manfaat serta memastikan apakah mereka benar-benar layak menerima bantuan ini," ujar Suyadi.

Ia menambahkan bahwa Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara merupakan bentuk kepedulian jangka panjang kepada masyarakat yang hidup dalam kondisi serba keterbatasan. Selama masih memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat, bantuan tersebut akan terus diberikan.

"Insyaallah bantuan ini akan terus diberikan kepada mereka seumur hidup atau sampai mereka meninggal dunia selama BAZNAS masih ada. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan hidup sehari-hari dan menjadi bukti bahwa zakat yang dititipkan oleh para muzaki benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.

Melalui kesempatan tersebut, Suyadi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada saudara-saudara yang hidup dalam kesulitan dan keterbatasan.

"Mari kita tingkatkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang hidup dalam kesulitan dan serba keterbatasan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan, insyaallah kita dapat menghadirkan harapan dan membantu meringankan beban mereka," pungkasnya.

Salurkan zakat, infak, maupun sedekah Anda secara mudah melalui kabtulungagung.baznas.go.id

atau melalui rekening BSI 7137 892 353 an. Baznas Zakat Tulungagung.

07/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

Dukung Asta Cita Presiden Prabowo: BAZNAS Tulungagung Hadiri Rakornas BAZNAS se-Indonesia
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo: BAZNAS Tulungagung Hadiri Rakornas BAZNAS se-Indonesia
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Awards 2025 yang diselenggarakan BAZNAS Republik Indonesia. Acara bergengsi ini berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada 26–29 Agustus 2025, dengan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita.” Kegiatan ini resmi dibuka oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA. dan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta dihadiri oleh sekitar 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Sejumlah tokoh nasional juga hadir, antara lain Menko PMK, Mendagri, Kepala BPS, Deputi PMK Bappenas, serta tokoh nasional lainnya. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. menegaskan bahwa Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Tema Rakornas 2025 mengandung makna besar agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial yang mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan mendukung Asta Cita,” ujarnya. Kiai Noor menambahkan bahwa dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita diwujudkan melalui program nyata di bidang pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi, hingga pembangunan inklusif dan berkeadilan. Sementara itu, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani memberikan apresiasi atas peran BAZNAS. “BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengurus fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Apa yang dilakukan BAZNAS adalah untuk membantu negara mempercepat pencapaian tujuan bernegara,” ucapnya. Muzani menegaskan bahwa kekuatan negara bukan hanya diukur dari militer dan aparat, melainkan juga dari kesejahteraan rakyatnya. Di kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M. menyampaikan komitmen lembaganya dalam mendukung agenda besar ini. “Keikutsertaan BAZNAS Tulungagung dalam Rakornas 2025 menjadi bagian dari upaya kami menyelaraskan program penghimpunan dan pendistribusian zakat dengan visi nasional. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan layanan, serta memastikan dana zakat benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Tulungagung,” tegas Suyadi. Ia menambahkan, BAZNAS Tulungagung siap mendukung penuh Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 dengan menjadikan zakat sebagai pilar penting pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Dengan semangat kebersamaan tersebut, kegiatan ini diharapkan melahirkan langkah-langkah konkret yang semakin memajukan pengelolaan zakat di Indonesia. Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga bagian dari gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Berikan Bantuan Biaya Hidup untuk Mbah Marsini, Lansia Tunarungu Sebatang Kara di Kalidawir
BAZNAS Berikan Bantuan Biaya Hidup untuk Mbah Marsini, Lansia Tunarungu Sebatang Kara di Kalidawir
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Kali ini, bantuan biaya hidup diberikan kepada Mbah Marsini, seorang lansia sebatang kara yang tinggal di Dusun Kedung Dowo, Desa Sukorejo Kulon, Kecamatan Kalidawir. Mbah Marsini hidup tanpa suami dan anak. Sehari-harinya, ia menempati sebuah gubuk kecil berdinding triplek yang berdiri di emperan rumah cucu dari adik kandungnya. Meski tempat tinggal itu sederhana, namun menjadi satu-satunya tempat berlindung dari panas dan hujan. Kondisi fisiknya pun sudah melemah. Pendengarannya berkurang drastis sehingga setiap komunikasi harus dilakukan dengan suara keras agar dapat terdengar. BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan kepada Mbah Marsini melalui Program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatang Kara, salah satu program kemanusiaan yang diperuntukkan bagi lansia fakir miskin tanpa keluarga inti. Bantuan senilai Rp900 ribu tersebut diberikan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung bersama relawan di rumah Mbah Marsini. Bantuan tersebut disambut dengan rasa haru oleh keluarga yang merawatnya. Meski sulit mendengar, Mbah Marsini masih sempat menyampaikan ucapan terima kasih dengan lirih namun penuh makna. “Matur nuwun sanget... matur nuwun, niki bantuane kulo tampi,” ucapnya pelan sambil menggenggam erat tangan petugas. (Terima kasih sekali... terima kasih, bantuan ini saya terima). Relawan BAZNAS Tulungagung, Nella Hanatul Jannah, yang ikut menyalurkan bantuan tersebut menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian nyata kepada masyarakat yang benar-benar tidak memiliki penopang hidup. “Program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatang Kara ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Tulungagung terhadap masyarakat yang hidup sendirian. Bantuan ini memang tidak besar, tetapi kami berharap bisa meringankan beban sekaligus memberi ketenangan bagi para lansia di sisa usia mereka,” terangnya. Dengan adanya program ini, BAZNAS Tulungagung berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada para lansia yang hidup dalam keterbatasan.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dibantu BAZNAS, Devanty Kembangkan Bisnis Hingga Buka Outlet Baru
Dibantu BAZNAS, Devanty Kembangkan Bisnis Hingga Buka Outlet Baru
Tulungagung – Di tengah geliat perekonomian desa, sosok Devanty, perempuan muda berusia 25 tahun, berhasil menunjukkan bahwa semangat berwirausaha dan inovasi dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Sejak memulai usahanya pada tahun 2023, Devanty telah mengembangkan bisnis kuliner unik dengan produk andalannya, Ceker Pedes tanpa Tulang. Usaha yang dijalankan Devanty berawal dari penjualan di kegiatan Car Free Day (CFD) setiap minggu dan sistem COD (cash on delivery). Kini, ia telah memiliki dua outlet yang berlokasi strategis, yakni di Pinka dan Kepuh. Setiap outlet dikelola oleh satu orang yang membantu menjalankan bisnisnya. Dengan harga terjangkau hanya Rp10.000 per porsi, Ceker Pedas tanpa Tulang berhasil menarik minat pelanggan dengan rata-rata penjualan 20-25 porsi pada Weekend, dan hingga 10-20 porsi pada hari biasa. Dari sini, omset yang diraih mencapai Rp2.500.000 per outlet setiap bulannya. Tidak hanya berpuas diri, Devanty berencana menambah variasi produk, seperti krupuk ceker dan risol. Berkat kerja keras dan prinsipnya dalam berwirausaha yang mengedepankan sikap sosial, ketekunan, kejujuran, serta mutu dan kualitas produk usaha Devanty terus berkembang. Meski menghadapi tantangan dalam mencari bahan baku berkualitas dan persaingan pasar yang ketat, Devanty tetap optimis. “Kualitas dan kuantitas bahan baku memang menjadi kendala, tapi kami terus berupaya mencari solusi terbaik demi kepuasan pelanggan,” ujarnya. Pada Oktober 2024 beliau mendapatkan pembiayaan tahap 1 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung sebesar Rp. 1.400.000, dan beliau pergunakan untuk pembelian bahan baku jualan. Langkah besar dilakukan pada Juni 2025, ketika Devanty memperoleh pinjaman tahap kedua sebesar Rp3.000.000 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli rombong dan meja guna membuka outlet baru di wilayah Kepuh sekaligus menambah varian produk, seperti risol. Dengan ekspansi ke wilayah selatan kota Tulungagung, Devanty berharap bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. “Kami ingin terus berkembang dan memperkenalkan produk kami ke lebih banyak orang dengan inovasi yang menarik,” tambah Devanty. Kisah Devanty menjadi inspirasi nyata bahwa dengan prinsip yang kuat dan kerja keras, pengusaha muda desa mampu menembus pasar dan mengangkat ekonomi lokal. Semoga usaha Ceker Pedes tanpa Tulang ini terus sukses dan berkembang di masa depan.
BERITA25/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bersama Pemkab dan BPBD Tinjau Lokasi Longsor di Desa Kradinan
BAZNAS Tulungagung Bersama Pemkab dan BPBD Tinjau Lokasi Longsor di Desa Kradinan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam hal kebencanaan dengan terjun langsung ke lokasi tanah longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Rabu (20/8/2025). Peninjauan ini dilakukan bersama Pemerintah Daerah Tulungagung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Rombongan dipimpin Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., didampingi Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., Sekda Drs. Tri Hariadi, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. Hadir pula jajaran BAZNAS Tulungagung yang menegaskan peran lembaga zakat tidak hanya di bidang sosial-keagamaan, namun juga dalam pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam meringankan beban masyarakat terdampak. “BAZNAS Tulungagung telah bekerjasama dengan BPBD. BPBD bergerak di penanganan darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi, sementara BAZNAS mengambil peran pascabencana, seperti bantuan rehab rumah dan sembako untuk korban. Semua ini tentu dilakukan bersama pemerintah daerah,” jelasnya. Bupati Gatut Sunu juga mengapresiasi sinergi BAZNAS yang selalu hadir di tengah masyarakat. Ia menyatakan pemerintah akan memastikan langkah cepat dalam pemulihan, termasuk perbaikan SDN 2 Kradinan yang terdampak longsor, bahkan relokasi sekolah menjadi opsi apabila kondisi lokasi dianggap rawan bencana susulan. “Kalau tidak membahayakan, kita perbaiki. Tetapi kalau diperkirakan ada potensi longsor susulan, perlu ada pemindahan gedung sekolah,” tegasnya. Sebagaimana diketahui, longsor yang terjadi Selasa (19/8) petang tidak hanya menutup poros jalan penghubung Tulungagung–Trenggalek, tetapi juga merusak sebagian bangunan SDN 2 Kradinan, termasuk toilet, perpustakaan, dan ruang kelas empat. Pembersihan material longsor telah dilakukan BPBD dengan bantuan alat berat. “Tim BPBD terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan akses jalan kembali normal dan bangunan sekolah bisa segera digunakan,” jelas Robinson Nadeak, Kalaksa BPBD Tulungagung. Kehadiran BAZNAS di lokasi bencana ini mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan akibat bencana. Melalui program pascabencana, BAZNAS Tulungagung berkomitmen memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi sekaligus membantu mereka bangkit kembali.
BERITA21/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bantuan BAZNAS Microfinance Desa Dorong Usaha Minuman Tradisional di Tulungagung Makin Berkembang
Bantuan BAZNAS Microfinance Desa Dorong Usaha Minuman Tradisional di Tulungagung Makin Berkembang
Tulungagung – Di tengah geliat perekonomian lokal, kisah inspiratif datang dari Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung. Seorang pelaku UMKM, Diana Sukarti, berhasil mengembangkan usaha minuman tradisional "Es Cincau" dan "Wedang Uwuh" yang ia rintis lebih dari dua tahun lalu. Meski sederhana, usahanya menunjukkan geliat ekonomi yang menjanjikan. Usaha yang dibantu oleh sang adik ini buka setiap pagi dari pukul 07.00 hingga 09.00. Tidak hanya menjual secara langsung dari rumah, Diana juga melakukan pemasaran secara offline dari warung ke warung, serta melalui jalur online untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Ia bahkan melayani pesanan antar langsung ke warung-warung pelanggan tetap. Dengan harga jual Rp5.000 per porsi, pendapatan kotor harian Diana berkisar antara Rp150.000 hingga Rp250.000, bahkan bisa mencapai Rp350.000 saat Car Free Day (CFD). Dari jumlah itu, pendapatan bersih hariannya mencapai Rp50.000–Rp100.000, dan bisa menembus Rp200.000 saat CFD. Bahan baku untuk usaha ini dibeli seminggu sekali dari Toko Daido dan Ana Putra di Tulungagung. Diana juga mengungkapkan bahwa pada Juni 2025 lalu, ia mendapat suntikan modal sebesar Rp3.000.000 dari BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku dan freezer baru yang membantu menyimpan stok minuman dan cincau agar lebih tahan lama. “Harapan saya, semoga usaha ini bisa terus berkembang dan lebih dikenal masyarakat,” ujar Diana dengan penuh semangat. Diana adalah contoh nyata bagaimana pelaku UMKM lokal mampu bertahan, bahkan berkembang di tengah keterbatasan. Dengan ketekunan, inovasi pemasaran, dan sedikit bantuan permodalan, usaha kecil pun bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa.
BERITA20/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-80, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan senilai 47 Juta
Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-80, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan senilai 47 Juta
Tulungagung – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri kegiatan senam dan jalan sehat kerukunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung di halaman kantor Kemenag, Sabtu (16/8/2025). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Bantuan Modal Usaha dengan total senilai Rp47,5 juta. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., kepada para penerima manfaat. Tiga warga yang menerima program Bedah Rumah masing-masing senilai Rp12,5 juta adalah: Sanidjan, warga Dusun Sumberjo, Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat. Nasirah, warga Dusun Bendo, Desa Gandong, Kecamatan Bandung. Eko Wahyudi, warga Dusun Morosebo, Desa Gandong, Kecamatan Bandung. Selain itu, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan Bantuan Modal Usaha dengan total Rp10 juta kepada 10 penerima manfaat. Menurut Bupati Gatut Sunu, penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Bantuan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, mendorong terciptanya kebersamaan, dan memperkuat kerukunan masyarakat dalam membangun Kabupaten Tulungagung yang lebih baik,” ujarnya. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi keluarga prasejahtera. “BAZNAS Tulungagung tidak hanya hadir dalam penghimpunan dan penyaluran zakat, tetapi juga dalam program pemberdayaan yang nyata. Melalui bantuan bedah rumah dan modal usaha ini, kami berharap masyarakat dapat semakin mandiri, produktif, serta memiliki hunian yang lebih layak,” tambah Suyadi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga bentuk nyata sinergi antara pemerintah, Kemenag, dan BAZNAS dalam mewujudkan kesejahteraan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tulungagung.
BERITA19/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Dana Bantuan untuk Tingkatkan Fasilitas Pendidikan di MA PSM Mirigambar
BAZNAS Tulungagung Salurkan Dana Bantuan untuk Tingkatkan Fasilitas Pendidikan di MA PSM Mirigambar
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp 2.500.000 untuk mendukung sarana dan prasarana pembelajaran di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien (MA PSM) Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Jumat (15/8/25). Bantuan diserahkan langsung oleh Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., didampingi perwakilan Kemenag, H. Suryani, M.Ag., kepada pihak pengelola madrasah. Abdul Wachid, S.IP. menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lembaga berbasis keagamaan. “Dana yang kami salurkan ini berasal dari infak, dan sedekah para muzaki di Tulungagung. Harapan kami, meskipun nilainya tidak besar, bantuan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi para pendidik dan santri untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di MA PSM,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan YPI MA PSM Mirigambar, Rizki Kusuma Hapsari, S.E., S.Pd., mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. “Kami sangat berterimakasih banyak atas bantuan dari BAZNAS Tulungagung. Insyaallah, dana ini akan digunakan sebaik-baiknya untuk melengkapi sarana pembelajaran demi kenyamanan dan kemajuan pendidikan para siswa,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung lembaga pendidikan, tidak hanya dengan bantuan sarana fisik, tetapi juga melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.
BERITA15/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Rp35 Juta untuk Korban Longsor dan Bedah Rumah Tidak Layak Huni
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Rp35 Juta untuk Korban Longsor dan Bedah Rumah Tidak Layak Huni
Tulungagung – Dalam rangka memperkuat komitmen di bidang sosial dan kemanusiaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bantuan senilai total Rp35 juta tersebut diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor serta keluarga kurang mampu di Desa Tugu dan Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, pada Rabu (13/8/2025). Proses penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Komisioner BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM, dan H. Zainul Fuad, SE, M.Pd.I, dengan didampingi oleh Sekretaris Kecamatan dan Kepala Desa setempat. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut tidak hanya memberikan dukungan secara material, tetapi juga menjadi bentuk motivasi dan penguatan moral bagi warga yang tengah berusaha memulihkan kondisi pascabencana. Bantuan disalurkan kepada empat penerima manfaat, tiga di antaranya merupakan warga Desa Tugu yang rumahnya terdampak tanah longsor. Bapak Janu menerima bantuan sebesar Rp12 juta yang dikelola bersama pihak desa untuk membangun Tembok Penahan Tanah, guna mencegah terjadinya longsor kembali di sekitar rumahnya. Sementara itu, Bapak Kasini Hariyanto memperoleh bantuan senilai Rp1 juta, dan Bapak Wardi mendapatkan Rp2 juta untuk memperbaiki rumah mereka yang terdampak longsor. Ketua Komisioner BAZNAS Tulungagung, Suyadi menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat dikelola dengan baik dan tepat sasaran. “Kami memohon kerja sama dari pihak desa untuk turut membantu mengelola dana bantuan ini, sehingga proses renovasi dan pembangunan bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima bantuan,” ujarnya. Selain itu, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan bantuan senilai Rp20 juta kepada Mbah Yatun, warga Desa Nglurup, Kecamatan Sendang. Kondisi rumah yang telah rapuh dan tidak layak huni menjadi perhatian BAZNAS untuk segera direnovasi agar bisa lebih nyaman untuk ditinggali. “Saya berterima kasih kepada BAZNAS Tulungagung yang sudah peduli dengan kondisi rumah saya. Semoga BAZNAS bisa lebih sukses lagi dan membantu lebih banyak orang," ungkap Mbah Yatun dengan penuh rasa haru. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga berperan aktif sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan masalah kemanusiaan, khususnya pada saat terjadi bencana di tengah masyarakat.
BERITA13/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Pembekalan Penerima Beasiswa SKSS 2025, Guna Bentuk Karakter Disiplin dan Semangat Kuliah
BAZNAS Tulungagung Gelar Pembekalan Penerima Beasiswa SKSS 2025, Guna Bentuk Karakter Disiplin dan Semangat Kuliah
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Pembekalan bagi Penerima Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) tahun 2025 pada Kamis, (7/8/25). Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa penerima beasiswa SKSS dan bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan semangat dalam menjalani perkuliahan. Menariknya, dalam kegiatan ini BAZNAS Tulungagung juga turut menghadirkan para orang tua atau wali dari para penerima beasiswa. Kehadiran mereka bukan sekadar bentuk dukungan moral, tetapi juga sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam mendampingi proses pendidikan anak. Diharapkan, para orang tua dapat turut mengawasi, memberikan motivasi, serta mendorong anak-anak mereka agar lebih semangat dan bisa fokus menyelesaikan kuliah tepat waktu. Program Beasiswa SKSS merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Namun, BAZNAS menilai bahwa selain dukungan finansial, penerima beasiswa juga perlu dibekali dengan pembentukan karakter, semangat kepedulian sosial, serta wawasan kehidupan nyata. Dalam sambutannya, Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP, mengajak para mahasiswa penerima beasiswa untuk tidak hanya fokus pada dunia akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial melalui gerakan kerelawanan. “Kami ingin adik-adik penerima beasiswa menjadi bagian dari relawan BAZNAS. Di sana, kalian akan belajar banyak hal bukan hanya dari buku dan kampus, tapi dari realita sosial di masyarakat. Kalian akan belajar menjadi mahasiswa yang tidak hanya cerdas, tapi juga peduli dan siap menghadapi kehidupan nyata,” ajaknya. Sementara itu, Pimpinan Komisioner BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM, menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai penerima beasiswa. “Kalian membawa amanah besar, dan itu harus dijaga dengan kedisiplinan dan tanggung jawab. Jangan hanya mengejar nilai, tapi bangun karakter kalian sebagai pribadi yang jujur, gigih, dan berakhlak baik,” tuturnya. Di akhir kegiatan, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, M. Fathul Manan, M.Pd, memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa agar tetap fokus dalam menjalani kuliah dan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi studi. “Kami sangat berharap kalian tidak menikah dulu selama masa studi. Fokuslah pada kuliah agar kalian bisa menyelesaikannya dengan baik dan menjadi sarjana yang membanggakan keluarga,” pesannya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap para penerima beasiswa SKSS dapat tumbuh menjadi mahasiswa yang berprestasi, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
BERITA07/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bersama Membangun Desa! Kolaborasi BAZNAS, BMD, dan Mahasiswa KKN UIN SATU Tulungagung Berdayakan UMKM Desa
Bersama Membangun Desa! Kolaborasi BAZNAS, BMD, dan Mahasiswa KKN UIN SATU Tulungagung Berdayakan UMKM Desa
Tulungagung – Komitmen untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi terus diperkuat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Tahun ini, langkah strategis ditempuh melalui kolaborasi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN SATU Tulungagung, dalam program pendampingan UMKM di berbagai desa di wilayah Kabupaten Tulungagung. Bersama-sama, mereka melaksanakan pendampingan menyeluruh bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan tanpa bunga, dan mengenalkan transformasi digital dalam pemasaran produk. Kolaborasi ini berlangsung sejak rapat koordinasi pada 26 Juni 2025, dengan pelaksanaan lapangan yang dimulai sejak 1 Juli hingga 8 Agustus 2025. Pendampingan dilaksanakan di sejumlah desa yang menjadi sasaran tempat mahasiswa KKN UIN Satu Tulungagung yang beradius 8 km dari kampus, termasuk Desa Sumberdadi, Wonorejo, Tanjungsari, Serut, Kepuh, Karangrejo, Waung, dan Ringinpitu. Melalui serangkaian seminar, pelatihan, diskusi, dan pendampingan langsung, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga zakat, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan. Program yang diusung mencakup pengenalan pembiayaan tanpa bunga melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), edukasi digitalisasi usaha, penyuluhan sertifikasi halal, hingga pemasaran digital. Mahasiswa KKN aktif mendampingi para pelaku UMKM dalam pembuatan label produk, pendaftaran usaha di Google Maps, pembuatan QRIS, dan pengajuan pembiayaan BMD. Berikut rangkaian kegiatan pendampingan yang telah dilakukan di berbagai desa: Sumberdadi (17 Juli) – Seminar “BAZNAS Desa Berdaya, UMKM Merdeka dari Pinjaman Berbunga” menjadi pembuka semangat baru bagi pelaku usaha lokal. Karangrejo (19 Juli) – Penyuluhan sertifikasi halal dan pengenalan program Microfinance BAZNAS bagi pelaku usaha kuliner dan makanan ringan. Tanjungsari (20 Juli) – Workshop digitalisasi UMKM dan promosi produk online bersama BAZNAS dan Mercy Indonesia. Serut (21 Juli) – Seminar pemberdayaan ekonomi umat dan pengajuan pembiayaan BMD oleh pelaku usaha. Wonorejo (26 Juli) – Seminar akselerasi pemasaran melalui media digital dan pendampingan pemasaran online. Waung (24 Juli) – Diskusi antara mahasiswa, perangkat desa, dan pelaku usaha mengenai program BMD dan solusi pengembangan UMKM. Kepuh (28 Juli) – Sosialisasi gerakan gemar infaq dan shodaqoh serta pengenalan program pembiayaan tanpa bunga. Ringinpitu – Kunjungan pelaku UMKM ke kantor BMD untuk memperoleh informasi dan brosur program. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan wujud nyata peran zakat dalam pembangunan ekonomi lokal. "Kami ingin memastikan bahwa zakat bukan hanya untuk konsumsi sesaat, tapi menjadi energi perubahan jangka panjang yang memberdayakan. Program ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi umat," ujarnya. Sementara itu, mahasiswa KKN yang terlibat mengaku terinspirasi dengan semangat juang pelaku UMKM di desa. Mereka belajar tidak hanya dari buku, tetapi langsung dari lapangan, tentang pentingnya keberpihakan, pengabdian, dan kehadiran nyata untuk masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi yang bisa direplikasi di daerah lain, untuk memperkuat peran mahasiswa, lembaga zakat, dan desa dalam menciptakan ekosistem usaha kecil yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh penjuru Kabupaten Tulungagung.
BERITA06/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dorong Usaha Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Usaha Rp10 Juta untuk Warga Pucung Lor
Dorong Usaha Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Usaha Rp10 Juta untuk Warga Pucung Lor
Tulungagung – Sebagai wujud komitmen dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan modal usaha kepada warga. Kali ini, penyaluran dilakukan di Balai Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, pada Selasa (6/8/25), dan diberikan kepada 10 penerima manfaat dengan total nilai Rp.10.000.000,-. Bantuan yang diberikan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik yang selama ini menjadi fokus BAZNAS Tulungagung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor usaha produktif. Dalam sambutannya, Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar santunan, tetapi merupakan bagian dari upaya nyata untuk mendorong masyarakat agar mandiri secara ekonomi. “Bantuan ini adalah bentuk pemberdayaan di sektor ekonomi. Ke depan, kami akan terus melakukan monitoring agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. Kami ingin para penerima bisa tumbuh, berkembang, dan tidak lagi bergantung pada bantuan,” ujar Abdul Wachid. Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi, yang akrab disapa Mbah Pucung, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS kepada warganya. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi jalan untuk memperkuat usaha kecil mereka. “Terima kasih kepada BAZNAS Tulungagung atas bantuannya. Semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi warga kami untuk terus berusaha. Harapan kami, BAZNAS semakin maju dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Tulungagung,” tutur Mbah Pucung. Penyaluran bantuan ini tidak hanya berupa simbolis, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. Dengan sinergi antara pemerintah desa dan BAZNAS, diharapkan akan lahir lebih banyak pelaku usaha kecil yang tangguh dan berdaya saing.
BERITA05/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Biaya Hidup untuk Pak Sukardi, Lansia Sebatangkara dengan Gangguan Psikis
BAZNAS Tulungagung Salurkan Biaya Hidup untuk Pak Sukardi, Lansia Sebatangkara dengan Gangguan Psikis
Tulungagung – Di balik ketenangan Desa Dlodo, Kecamatan Pucanglaban, hidup seorang pria lanjut usia bernama Pak Sukardi (49 tahun). Tidak seperti orang kebanyakan, ia menjalani hari-harinya dalam kesunyian, hidup dengan gangguan psikis yang dideritanya selama bertahun-tahun. Dalam kondisi hidup yang serba terbatas dan tanpa penghasilan, Pak Sukardi menjadi salah satu penerima manfaat bantuan biaya hidup dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung, sebuah program yang diperuntukkan bagi fakir miskin sebatangkara. Bantuan ini disalurkan secara rutin setiap tiga bulan sekali, dengan nominal Rp 900.000, dan diberikan selama penerima masih hidup. “Bantuan ini sangat berarti bagi Pak Sukardi,” ujar Tetangga Pak Sukardi. “Dengan adanya bantuan dari BAZNAS, paling tidak beliau bisa memenuhi kebutuhan dasar, seperti makan sehari-hari, dan sedikit biaya tambahan untuk kebutuhan lain.” BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berkomitmen menjangkau warga-warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem, terutama mereka yang sudah tidak mampu bekerja dan tidak memiliki keluarga yang bisa menopang secara ekonomi. “Pak Sukardi adalah potret nyata dari kelompok rentan yang kami sasar,” jelas Guntur, tim BAZNAS Tulungagung. “Program bantuan biaya hidup ini memang kami tujukan untuk mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama lansia sebatangkara, fakir miskin, atau penyandang disabilitas yang tidak memiliki penghasilan tetap.”, tambahnya. Kehadiran program ini menjadi angin segar bagi warga dan pemerintah desa setempat. Kepala Desa Dlodo menyampaikan apresiasinya terhadap langkah nyata BAZNAS dalam merespons kebutuhan warga seperti Pak Sukardi. “Kami bersyukur karena ada kepedulian yang konkret. Bantuan ini bukan sekadar materi, tetapi bentuk nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan,” ujarnya. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, masih banyak warga yang menjalani hidup dalam kesunyian dan keterbatasan. Dengan uluran tangan dari lembaga seperti BAZNAS, harapan itu tetap hidup meski kecil, tapi sangat berarti bagi mereka yang hampir tak memiliki apa-apa. Program ini diharapkan terus berlanjut, menjangkau lebih banyak lansia fakir miskin di Kabupaten Tulungagung. Karena sejatinya, kepedulian adalah kunci untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.
BERITA04/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Ketika Tak Ada Lagi Keluarga, Zakat Hadir Menjadi Cahaya untuk Mbah Srini
Ketika Tak Ada Lagi Keluarga, Zakat Hadir Menjadi Cahaya untuk Mbah Srini
Tulungagung - Usia senja seharusnya menjadi masa beristirahat dengan damai, dikelilingi keluarga dan kasih sayang. Namun tidak semua orang memiliki kemewahan itu. Di sudut sepi Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, tinggal seorang perempuan tua bernama Mbah Srini, yang menjalani hari-harinya dalam kesendirian. Meski hidup sebatang kara, Mbah Srini tidak benar-benar dilupakan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung hadir sebagai cahaya, menyapa senyapnya hari-hari beliau melalui program Bantuan Biaya Hidup untuk Lansia Fakir Miskin. Ini bukan sekadar bantuan materi, tapi wujud nyata dari kasih sayang sosial dan kepedulian terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Setiap tiga bulan, Mbah Srini menerima bantuan sebesar Rp900.000, cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok harian dan membeli obat-obatan ringan. Di tengah kondisi fisik yang semakin melemah dan usia yang tak lagi muda, bantuan ini membawa rasa aman, ketenangan, dan pengingat bahwa masih ada yang peduli. Bantuan ini disalurkan secara berkala oleh tim BAZNAS setelah melalui proses verifikasi dan kunjungan langsung ke rumah Mbah Srini. Dengan memastikan bantuan tepat sasaran, BAZNAS menjadikan program ini sebagai amanah zakat yang tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama para lansia yang hidup tanpa dukungan keluarga maupun penghasilan tetap. Di rumah kecil yang sederhana, Mbah Srini tinggal sendiri. Dalam Kartu Keluarga, hanya namanya yang tertera. Tidak ada suami, anak, atau sanak saudara yang tinggal bersama. Namun, hidupnya tidak sepenuhnya sunyi. Tetangga dan saudara jauh sesekali datang, memberi perhatian yang tulus. Dan di antara celah-celah kesunyian itu, bantuan dari BAZNAS datang sebagai pelengkap yang berarti, membantu bukan hanya secara ekonomi, tapi juga secara emosional. Kisah Mbah Srini adalah gambaran bahwa zakat bukan hanya angka, tapi adalah harapan, cinta, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Di masa senja, saat seseorang paling membutuhkan pelukan hangat dan kepedulian, zakat yang dikelola dengan amanah mampu menjadi pelipur lara. BAZNAS Tulungagung ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat, tapi juga turut serta. Mari lebih peka. Bisa jadi, di balik pintu yang tertutup, ada jiwa-jiwa tua seperti Mbah Srini, yang berjuang dalam diam. Sekecil apa pun bantuan, ketika diberikan dengan cinta, bisa mengubah kesepian menjadi harapan.
BERITA01/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Hadiri dan Dukung Kegiatan Santunan yatim-piatu dari SDN dan SDI se-Kecamatan Sumbergempol
BAZNAS Tulungagung Hadiri dan Dukung Kegiatan Santunan yatim-piatu dari SDN dan SDI se-Kecamatan Sumbergempol
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri dan memberikan dukungan dalam kegiatan silaturrahim serta santunan kepada anak yatim-piatu dari SDN dan SDI se-Kecamatan Sumbergempol. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Administrasi Satuan Pendidikan (UPASP) Kecamatan Sumbergempol dan berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna pada Kamis (31/7/25). Sebanyak 172 anak yatim menerima bantuan santunan dalam acara tersebut. Kegiatan ini sejalan dengan salah satu program prioritas BAZNAS dalam bidang sosial kemanusiaan, khususnya kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah (mauidzhoh hasanah) oleh KH. Mustamam Muqorrib dari Jabalsari, Sumbergempol yang menekankan pentingnya menyayangi dan menyantuni anak yatim sebagai ladang amal kebaikan. BAZNAS Tulungagung diwakili oleh dua Pimpinan Komisioner, yakni Drs. H. Suyadi, M.M., dan H. Zainul Fuad, S.E., M.Pd.I., yang hadir langsung untuk menyampaikan apresiasi serta dukungan moril kepada para peserta dan penyelenggara. Dalam sambutannya, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan bahwa santunan anak yatim merupakan salah satu program utama BAZNAS Tulungagung. “Program santunan anak yatim adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan dana zakat yang dihimpun bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mayoritas dana yang kami himpun berasal dari ASN, baik dari lingkup Pemerintah Kabupaten maupun Kementerian Agama. Karena itu, saya mengajak Bapak-Ibu ASN di Sumbergempol untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Insyallah program-program kami terencana, terukur, dan amanah,” ujarnya. Suyadi juga menambahkan bahwa program kerja BAZNAS Tulungagung mencakup lima bidang utama, yakni pendidikan, ekonomi, dakwah, sosial, dan kesehatan. Kelima bidang ini menjadi fondasi penting dalam menyalurkan dana zakat agar tepat sasaran dan bermanfaat luas. “Kami berharap anak-anak yatim yang disantuni hari ini tumbuh menjadi generasi yang sholih dan sholihah, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Amin,” tutupnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS menegaskan komitmennya dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, guna menghadirkan program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung kepada yang membutuhkan. BAZNAS berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan berdaya.
BERITA31/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Nasi Kuning Bu Hasanah Berkembang Bersama Dukungan Pembiayaan Tanpa Bunga dari BAZNAS Microfinance Desa
Nasi Kuning Bu Hasanah Berkembang Bersama Dukungan Pembiayaan Tanpa Bunga dari BAZNAS Microfinance Desa
Tulungagung - Di balik ketulusan dan kegigihan seorang wanita paruh baya tercipta nasi kuning yang nikmat dan tersebar disudut-sudut Kota Tulungagung. Uswatun Hasanah, pemilik usaha kuliner “Nasi Kuning Bu Hasanah”. Sejak memulai usahanya pada tahun 2019, Hasanah konsisten menyajikan menu sarapan yang kini menjadi favorit warga Kelurahan Kampung Dalem dan sekitarnya. Usaha ini beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 10.00 pagi, menyuguhkan dua pilihan menu utama: nasi kuning dan bubur ayam. Dengan harga bersahabat, hanya Rp7.000 per porsi, Hasanah berhasil menjaga loyalitas pelanggan dari berbagai kalangan. Tidak hanya di satu tempat, usahanya kini tersebar di empat titik strategis di wilayah kota Tulungagung, masing-masing dijalankan oleh satu pegawai yang membantu operasional harian. Pemasaran dilakukan secara sederhana namun efektif. Selain promosi langsung oleh para pegawai outlet, Hasanah juga melayani pesanan antar untuk jumlah tertentu, memadukan metode pemasaran offline dan online secara cerdas. Rata-rata pendapatan kotor dari seluruh outlet berkisar antara Rp700.000 hingga Rp900.000 per hari, dengan laba bersih harian mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000. Guna menjaga kualitas dan kesegaran, bahan baku seperti beras, santan, dan rempah-rempah selalu dibeli harian dari Pasar Ngemplak, Tulungagung. Di balik perkembangan usaha ini, terdapat dukungan pembiayaan mikro tanpa bunga dan tanpa jaminan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Bentuk bantuan ini menjadi dorongan penting bagi Hasanah dalam memperkuat fondasi usahanya. Pada Oktober 2024, ia mendapatkan pembiayaan tahap pertama sebesar Rp1.800.000. Dana ini digunakan untuk membeli tenda portabel berukuran 2x2 meter yang dipakai untuk berjualan di area Car Free Day (CFD) serta menambah bahan baku. Kemudian pada Maret 2025, Hasanah kembali memperoleh pembiayaan tahap kedua senilai Rp3.000.000 yang difokuskan untuk memperkuat ketersediaan bahan baku di semua titik usahanya. Meskipun nilainya relatif kecil, namun pembiayaan ini menjadi solusi tepat untuk mendorong keberlanjutan usaha tanpa membebani dengan bunga ataupun agunan. Dengan manajemen usaha yang terus ia pelajari dan tingkatkan, serta semangat kerja keras yang tak pernah surut, Uswatun Hasanah menatap masa depan dengan harapan bisa memperluas titik penjualan dan membuka peluang kerja bagi lebih banyak orang di sekitarnya. “Yang penting tetap semangat, terus belajar, dan jujur dalam usaha,” ujarnya penuh keyakinan. “Nasi Kuning Bu Hasanah” bukan sekadar warung sarapan, tapi juga cermin bagaimana usaha kecil dapat tumbuh jika mendapatkan suntikan motivasi dan dukungan pembiayaan yang bersahabat. Kisah ini menjadi contoh nyata bagaimana skema pembiayaan yang adil dan ringan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara perlahan namun pasti.
BERITA31/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sosialisasi Zakat di Kantor BPN Tulungagung: BAZNAS Ajak ASN Berzakat sebagai Jalan Menuju Keberkahan
Sosialisasi Zakat di Kantor BPN Tulungagung: BAZNAS Ajak ASN Berzakat sebagai Jalan Menuju Keberkahan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan sosialisasi zakat pada Selasa (29/07/2025) yang bertempat di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menyasar para pegawai BPN sebagai bentuk edukasi pentingnya zakat dalam kehidupan sosial dan spiritual, sekaligus mendorong partisipasi aktif ASN dalam program zakat yang dikelola oleh BAZNAS. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala BPN Tulungagung, Gatot Suyanto, S.H., yang dalam sambutannya menekankan bahwa zakat merupakan bentuk penyucian jiwa sekaligus sarana introspeksi diri. “Saya berharap, melalui sosialisasi ini, para pegawai semakin memahami bahwa zakat bukan hanya soal kewajiban agama, tetapi juga sebagai pembersih jiwa dan bentuk nyata kepedulian sosial. Jika penyalurannya dilakukan secara jelas dan transparan, manfaat serta keberkahannya akan sangat terasa. Saya siap dipotong gaji 2,5% sebagai komitmen pribadi dan ajakan bagi rekan-rekan ASN,” ungkapnya. Hadir sebagai narasumber utama, dua pimpinan Komisioner BAZNAS Kabupaten Tulungagung, yakni Drs. H. Suyadi, MM dan H. Zainul Fuad, SE, M.Pd.I., yang secara bergantian menyampaikan materi tentang urgensi zakat dan pengelolaan dana zakat yang tepat sasaran. Dalam paparannya, Drs. H. Suyadi, MM mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan jalan menuju keberkahan hidup. “Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS akan kami distribusikan secara amanah. Seperti yang telah kami lakukan, zakat diberikan kepada 180 orang fakir miskin lansia yang hidup sebatang kara, kami berikan bantuan seumur hidup. Ini adalah ajakan kami untuk Bapak-Ibu semua, menapaki jalan surga dengan zakat sebagai amalan yang menyatukan dunia dan akhirat. Jika belum bisa berzakat, masih bisa dengan berinfaq,” ujar Suyadi. Sementara itu, H. Zainul Fuad, SE, M.Pd.I. memberikan penekanan khusus pada posisi zakat dalam Islam dan peran negara dalam mengelolanya. “Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam. Dalam banyak ayat Al-Qur'an, zakat selalu disebut beriringan dengan salat, menunjukkan betapa penting dan tidak terpisahkannya kedua ibadah ini. Salah satunya dalam Surah An-Nur ayat 56: ‘Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul agar kamu diberi rahmat.’” tegasnya. “Zakat memiliki dimensi sosial yang kuat. Karena itu, pemerintah hadir untuk mengelola zakat dengan baik dan amanah bagi kaum dhuafa, khususnya melalui pembentukan lembaga resmi seperti BAZNAS. Ini adalah bentuk tanggung jawab negara, sesuai dengan amanat undang-undang, agar zakat dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran. BAZNAS adalah lembaga terpercaya yang bertugas menjalankan fungsi penting ini,” tambahnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah dan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menunaikan zakat bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian terhadap sesama dan kontribusi untuk membangun kesejahteraan masyarakat.
BERITA29/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar "Lebaran Yatim" Bersama Pemkab, Kemenag, dan BAZNAS Jatim: Wujud Nyata Kepedulian untuk Anak Yatim dan Pemberdayaan Mustahik
BAZNAS Tulungagung Gelar "Lebaran Yatim" Bersama Pemkab, Kemenag, dan BAZNAS Jatim: Wujud Nyata Kepedulian untuk Anak Yatim dan Pemberdayaan Mustahik
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, serta BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan “Lebaran Yatim” dalam rangka memeriahkan bulan Muharram 1447 H. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penyerahan berbagai bantuan pemberdayaan dari BAZNAS kepada masyarakat Tulungagung, dan diselenggarakan secara khidmat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Jumat (25/7/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., beserta jajaran, perwakilan Kemenag Tulungagung, para Kepala OPD, camat se-Kabupaten Tulungagung, tokoh agama dan masyarakat, serta organisasi perempuan seperti TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, Muslimat NU, Fatayat, dan Aisyiyah. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu mengapresiasi kegiatan yang digagas BAZNAS Tulungagung ini sebagai bentuk nyata kepedulian dan cinta kasih terhadap anak-anak yatim serta kelompok masyarakat rentan. “Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi santunan, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Kami mengapresiasi langkah BAZNAS dan berharap program ini terus berkelanjutan,” ujar Bupati Gatut. Sebanyak 300 anak yatim dari berbagai wilayah di Tulungagung menerima santunan dalam acara ini. Selain itu, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan pemberdayaan, di antaranya: Rombong usaha dari BAZNAS Jatim untuk 10 penerima Modal usaha rintisan kepada 10 penerima Bedah rumah tidak layak huni dari BAZNAS Jatim untuk 5 penerima dan dari BAZNAS Tulungagung untuk 2 penerima Pinjaman modal usaha tanpa bunga kepada 42 penerima Bantuan pendidikan tingkat SD untuk 70 siswa dan tingkat SMP untuk 45 siswa Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) dari BAZNAS Jatim kepada 13 mahasiswa dan dari BAZNAS Tulungagung kepada 20 mahasiswa Bantuan ternak kambing kepada 14 penerima Bantuan insentif GTT/PTT kepada 35 penerima Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Tulungagung dalam mewujudkan lima program utama yaitu Tulungagung Cerdas, Tulungagung Sehat, Tulungagung Peduli, Tulungagung Taqwa, dan Tulungagung Makmur. “Kami terus berusaha agar dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat bisa berdampak besar. Untuk itu, kami mengajak seluruh warga Kabupaten Tulungagung agar mempercayakan penyaluran zakat dan infaqnya melalui BAZNAS,” ujar Abdul Wachid. “Khususnya kepada jajaran OPD, kami mohon agar dapat lebih maksimal dalam menyalurkan ZIS-nya melalui BAZNAS. Ini bukan hanya kewajiban moral, tapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengungkapkan bahwa BAZNAS sebagai lembaga resmi negara memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan memperkuat keadilan sosial melalui distribusi zakat. “Apa yang dilakukan BAZNAS Tulungagung hari ini adalah miniatur dari misi besar zakat: membangun peradaban umat yang berdaya, mandiri, dan bermartabat. Zakat adalah instrumen strategis, bukan hanya untuk membantu, tapi juga memberdayakan,” ungkap Prof. Ali Maschan. Sebagai penutup, acara ini dimeriahkan dengan panggung hiburan dan makan-makan gratis yang menghadirkan aneka jajanan, makanan, dan minuman yang disediakan untuk semua tamu undangan, khususnya anak-anak yatim. Suasana hangat dan penuh kegembiraan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan, yang tidak hanya menyentuh secara sosial tetapi juga membawa kebahagiaan dan senyum bagi para penerima manfaat, terutama anak-anak yatim yang menjadi pusat perhatian dalam peringatan bulan Muharram ini. Acara "Lebaran Yatim" ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim di bulan penuh berkah, tetapi juga menjadi momentum nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat dalam upaya membangun Tulungagung yang lebih inklusif dan sejahtera melalui pengelolaan zakat yang transparan dan berdampak.
BERITA28/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bantuan Mikro BAZNAS Jadi Penopang Warung Pecel Mak Ti yang Melegenda Sejak 2007
Bantuan Mikro BAZNAS Jadi Penopang Warung Pecel Mak Ti yang Melegenda Sejak 2007
Tulungagung – Di balik aroma sedap nasi pecel yang menguar dari sebuah warung sederhana di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang tak pernah lelah menata hari demi hari lewat usaha kuliner rumahan. Warung Sego Pecel Mak Ti, yang sudah berdiri sejak 2007, menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan semangat, meski dalam skala kecil, bisa memberi dampak besar bagi lingkungan sekitar. Dikelola oleh Ibu Sutini bersama suami dan anaknya, warung ini buka setiap pagi hingga siang hari, mulai pukul 07.00 hingga 12.00. Menyajikan menu tradisional khas Jawa Timur seperti nasi pecel, nasi campur, dan bubur dengan harga terjangkau mulai dari Rp8.000 sampai Rp18.000, warung ini menjadi tempat favorit warga setempat untuk mengisi energi di pagi dan siang hari. Menariknya, pemasaran warung Mak Ti masih mengandalkan cara-cara tradisional: menjajakan makanan langsung di warung, berkeliling desa, hingga rutin ikut kegiatan Car Free Day (CFD) di pusat kota Tulungagung. Strategi sederhana ini justru berdampak besar. Penjualan saat di CFD bahkan bisa menghasilkan pendapatan kotor harian lebih dari Rp700.000, meningkat signifikan dibanding hari biasa yang berkisar Rp400.000–Rp600.000. Dari hasil tersebut, Ibu Sutini bisa membawa pulang pendapatan bersih sekitar Rp150.000 hingga Rp250.000 per hari. Warung ini tak hanya mengandalkan pelanggan baru, namun juga memiliki pelanggan setia yang rutin menikmati cita rasa khas Mak Ti setiap harinya. Demi menjaga kualitas, setiap sore Ibu Sutini tetap konsisten berbelanja bahan baku segar dari toko sayur lokal. Titik penting dalam perjalanan warung ini terjadi pada Maret 2025. Saat itu, Ibu Sutini mendapat bantuan pembiayaan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp3.000.000. Bantuan ini diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebagai bentuk dukungan ringan namun bermakna untuk usaha kecil yang punya potensi tumbuh dan bertahan. Dana tersebut tidak digunakan untuk hal muluk, melainkan untuk kebutuhan mendesak dan fungsional: pembelian bahan baku dan perlengkapan pendukung warung seperti kursi, dan kompor. Meski tampak sederhana, dukungan ini mampu memperbaiki kualitas pelayanan warung dan menambah kenyamanan pelanggan. Bantuan dari BMD memang bukan bantuan utama yang mengubah segalanya, tapi hadir sebagai penopang penting bagi pelaku usaha mikro seperti Ibu Sutini agar bisa terus berjalan dan berkembang. Bukan sekadar pinjaman, melainkan dorongan kecil yang memperkuat langkah usaha lokal dalam menghadapi tantangan zaman. Meski saat ini warung Mak Ti belum memiliki layanan pesan antar, harapan tetap menyala. Ibu Sutini ingin usahanya terus bertumbuh dan menjangkau lebih banyak pelanggan di masa mendatang. Dengan ketekunan dan sedikit dukungan, warung pecel rumahan ini memberi pelajaran bahwa keberhasilan tak selalu datang dari hal besar, tetapi justru dari konsistensi kecil yang dijaga setiap hari dan dari keberpihakan nyata lembaga seperti BAZNAS terhadap pelaku usaha akar rumput.
BERITA24/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Menuju Mimpi Jadi Sarjana! 25 Finalis Beasiswa SKSS Jalani Wawancara Penentuan
Menuju Mimpi Jadi Sarjana! 25 Finalis Beasiswa SKSS Jalani Wawancara Penentuan
Tulungagung – Seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Kabupaten Tulungagung memasuki babak penentu. Sebanyak 25 peserta terbaik yang sebelumnya lolos dari tahapan tes tulis, kini menghadapi tantangan baru: tes wawancara mendalam yang digelar pada Rabu (23/07/2025) di Kantor BAZNAS Tulungagung. Tes ini menjadi tahap krusial dalam menyaring calon penerima beasiswa SKSS yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam hal integritas, spiritualitas, nasionalisme, dan kepedulian sosial. Dalam proses wawancara ini, peserta ditanya berbagai hal mendalam mulai dari: Ke-BAZNAS-an: sejauh mana mereka mengenal peran dan misi BAZNAS serta kepedulian mereka terhadap pengelolaan zakat. Kebangsaan: komitmen terhadap Pancasila, toleransi, serta semangat menjaga persatuan di tengah keberagaman. Sosial Akademik: motivasi kuliah, visi ke depan, dan rencana kontribusi terhadap keluarga dan masyarakat. Keagamaan: akhlak, ibadah, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., yang turut serta menjadi pewawancara utama, menegaskan bahwa beasiswa ini adalah bagian dari ikhtiar membentuk generasi unggul dari kalangan keluarga mustahik. “Kami ingin memastikan bahwa calon penerima tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki wawasan kebangsaan, keagamaan, serta semangat sosial yang tinggi. Beasiswa ini bukan hanya tentang bantuan dana pendidikan, tapi juga investasi sosial bagi masa depan bangsa,” ungkap Abdul Wachid. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, yang datang dari berbagai kecamatan di Tulungagung dengan semangat tinggi dan harapan besar. Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, M. Fathul Manan, M.Pd., turut memberikan pernyataan bahwa proses seleksi ini dilakukan secara objektif dan profesional. “Kami ingin beasiswa SKSS ini benar-benar tepat sasaran. Proses seleksi berlapis kami lakukan agar benar-benar didapatkan generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi keluarganya dan masyarakat sekitar. Tes ini bukan sekadar formalitas, tapi penentu masa depan mereka,” ujarnya. Beasiswa SKSS sendiri merupakan program unggulan BAZNAS yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan menghadirkan minimal satu sarjana di setiap keluarga mustahik, BAZNAS berharap masa depan lebih cerah bagi generasi mendatang.
BERITA23/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Menjalani Hidup Sendiri, Mbah Suti Dapat Bantuan Biaya Hidup dari BAZNAS
Menjalani Hidup Sendiri, Mbah Suti Dapat Bantuan Biaya Hidup dari BAZNAS
Tulungagung - Di tengah gegap gempita kehidupan modern, masih ada sosok sederhana yang menjadi teladan dalam ketabahan dan semangat hidup. Dialah Mbah Suti, seorang lansia yang tinggal seorang diri di Dusun Jabon, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman. Meski usia telah menua dan pendengaran mulai melemah, semangat hidupnya tetap menyala. Setiap pagi, Mbah Suti masih tampak berjalan-jalan mengelilingi kampung, bahkan sesekali mengayuh sepeda tuanya, meski langkahnya tak lagi sekuat dulu. Mbah Suti merupakan salah satu penerima program bantuan biaya hidup dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Bantuan tersebut diberikan secara rutin setiap tiga bulan sekali, dengan nominal sebesar Rp900.000 per penerima. “Terima kasih, saya senang sekali... bantuan ini sangat membantu untuk beli makan, obat, dan kebutuhan sehari-hari,” ujar Mbah Suti dengan suara lirih namun penuh ketulusan. Kehadiran tetangga yang penuh kepedulian menjadi penopang penting dalam keseharian Mbah Suti. Mereka rutin membantu dan memastikan kebutuhan dasarnya tetap terpenuhi, dengan berbicara lebih keras dan jelas demi mengatasi keterbatasan pendengarannya. Suasana gotong royong yang masih hidup di Dusun Jabon pun kian terasa. Hukma Sobiya, salah satu petugas BAZNAS Tulungagung yang turut menyerahkan bantuan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kaum dhuafa dan lansia yang membutuhkan. “Bantuan biaya hidup ini memang kami salurkan setiap tiga bulan sekali, dan diperuntukkan bagi para fakir miskin yang benar-benar membutuhkan. Kami berharap, meskipun tidak besar, bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi penguat semangat hidup mereka,” ungkapnya. Kisah Mbah Suti tidak hanya menginspirasi karena keteguhannya, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan gotong royong masih sangat relevan dan dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. BAZNAS Tulungagung terus berkomitmen hadir bagi mereka yang membutuhkan, menjembatani kepedulian umat kepada sesama.
BERITA22/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →