WhatsApp Icon
BAZNAS Tulungagung Tekankan Komitmen dan Fokus Pendidikan bagi Penerima SKSS 2026

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan pembekalan dan orientasi bagi para penerima Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026, Rabu (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 mahasiswa penerima beasiswa yang hadir bersama orang tua atau wali masing-masing.

Kegiatan pembekalan dan orientasi ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada para penerima manfaat mengenai program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), sekaligus menumbuhkan semangat, tanggung jawab, dan komitmen para mahasiswa dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Melalui program SKSS, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berupaya membuka kesempatan bagi putra-putri dari keluarga yang membutuhkan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Kehadiran orang tua dan wali dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman serta dukungan bersama terhadap perjalanan pendidikan para penerima beasiswa.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi para mahasiswa penerima beasiswa untuk menyadari bahwa mereka merupakan orang-orang terpilih yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program SKSS.

“Kami mengumpulkan semuanya di sini untuk memberitahukan bahwa kalian semua yang berada di sini adalah orang-orang yang terpilih. Ini adalah awal investasi kalian. Karena itu, manfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang telah diberikan ini,” ujar Abdul Wachid.

Ia menambahkan bahwa menempuh pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya bertujuan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan, membentuk pola pikir, serta mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Kuliah itu juga untuk memperluas wawasan panjenengan semua. Maka gunakan masa kuliah ini sebaik mungkin, bukan hanya untuk belajar di dalam kelas, tetapi juga untuk menambah pengalaman dan pengetahuan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, para penerima Beasiswa SKSS juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga komitmen dan fokus selama menempuh pendidikan. Para mahasiswa diharapkan untuk memprioritaskan penyelesaian studi terlebih dahulu dan tidak menikah selama masih menjalani masa penerimaan beasiswa.

Hal tersebut dimaksudkan agar para penerima beasiswa dapat lebih fokus dalam menimba ilmu dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Pernikahan dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga dikhawatirkan dapat membagi perhatian serta fokus mahasiswa, sehingga berpotensi menghambat proses mereka dalam menyelesaikan studi.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Maliki, menekankan pentingnya ilmu sebagai bekal utama dalam meraih keberhasilan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

“Sebagai manusia, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan salah satu kuncinya adalah ilmu. Siapa yang ingin sukses di dunia dan akhirat, maka modal utamanya juga adalah ilmu,” tuturnya.

Melalui kegiatan pembekalan dan orientasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap para penerima Beasiswa SKSS Tahun 2026 dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan ini dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan kesungguhan.

Ke depan, para mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan luas, berkarakter, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.

Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bidang pendidikan, sekaligus mendorong lahirnya generasi penerus yang mampu mengubah masa depan keluarga menuju kehidupan yang lebih baik.

03/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sembako pada Peresmian Jalan Karya Bhakti TNI di Lingkar Waduk Wonorejo

Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepeduliannya melalui aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan pendidikan dan paket sembako kepada masyarakat dalam kegiatan peresmian hasil pembangunan Jalan Rabat Beton Program Karya Bhakti TNI Kodim 0807/Tulungagung. Kegiatan tersebut diresmikan langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., (2/9/26).

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyerahkan bantuan pendidikan kepada 10 pelajar. Sebanyak lima siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) masing-masing menerima bantuan sebesar Rp250.000, sementara lima siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) masing-masing menerima bantuan sebesar Rp300.000. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyalurkan paket sembako kepada 10 orang dhuafa.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk keterlibatan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan bersama berbagai unsur. Sebelumnya, pada kegiatan pembukaan Program Karya Bhakti TNI, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga turut menyalurkan bantuan serupa kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Maliki, yang turut menyerahkan bantuan, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta memastikan manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“BAZNAS Kabupaten Tulungagung merasa senang dapat turut ambil bagian dalam kegiatan Karya Bhakti TNI ini. Selain pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat, kami juga ingin menghadirkan kepedulian melalui bantuan pendidikan dan sembako bagi mereka yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan para penerima,” ujarnya.

Program Karya Bhakti TNI sendiri menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan percepatan pembangunan infrastruktur yang kokoh serta tepat sasaran hingga ke tingkat desa.

Jalan rabat beton yang telah selesai dibangun kini menjadi akses penting bagi mobilitas harian masyarakat Desa Wonorejo. Dengan kondisi jalan yang lebih rapi dan representatif, akses transportasi masyarakat diharapkan semakin lancar, termasuk dalam mendukung aktivitas warga, mempercepat pengangkutan hasil pertanian, serta menggerakkan potensi perekonomian di lingkungan sekitar.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap sinergi dan semangat gotong royong seperti ini dapat terus terjaga. Pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam bidang pendidikan maupun pemenuhan kebutuhan dasar.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat juga dapat turut mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan dan membantu sesama. BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan bersama-sama membangun Tulungagung yang lebih sejahtera.

Salurkan kebaikan Anda melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS

• Rekening Zakat:
BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung

• Rekening Infak dan sedekah:
BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung

02/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung bersama BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan Rp80 Juta untuk Bedah Empat Rumah Warga

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan bedah rumah tidak layak huni kepada masyarakat yang memiliki tempat tinggal kurang layak dan membutuhkan perbaikan. Bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, bantuan tersebut diberikan kepada empat penerima manfaat yang tersebar di Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Sendang.

Masing-masing penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp20.000.000 yang akan digunakan untuk mendukung proses pembangunan dan rehabilitasi rumah hingga menjadi hunian yang lebih layak.

Adapun empat penerima manfaat tersebut adalah Jarni, warga Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir; Khairul Anam, warga Desa Pakisaji, Kecamatan Kalidawir; Jaenal Arifin, warga Desa Dono, Kecamatan Sendang; serta Sumirah, warga Desa Krosok, Kecamatan Sendang.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung kepada para penerima manfaat. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh perangkat desa dan camat setempat sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pelaksanaan program.

Selanjutnya, dana bantuan akan diserahkan kepada pihak desa untuk dikelola dan digunakan dalam proses pembangunan rumah. Pengelolaan tersebut dilakukan hingga proses pembangunan selesai dan rumah dapat menjadi tempat tinggal yang layak bagi masing-masing penerima manfaat.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Koirudin, S.Ag., yang turut mendistribusikan langsung bantuan kepada para penerima manfaat, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

“Bantuan ini merupakan titipan dari umat yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Dana yang diberikan ini berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Oleh karena itu, ini merupakan amanah yang harus kita jaga dan salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Semoga bantuan bedah rumah ini, dapat membantu para mustahik memperoleh tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak. Selain itu, program ini diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian dan gotong royong umat dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

31/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Dinding Berlubang dan Kerap Bocor Saat Hujan, BAZNAS Bantu Rehabilitasi Rumah Mbah Sumirah

Tulungagung - Di usia senjanya, Sumirah atau yang akrab disapa Mbah Sumirah masih tinggal seorang diri di sebuah rumah sederhana di Dusun Gendingan, Desa Krosok, Kecamatan Sendang. Kondisi rumah yang telah tua dan kurang layak huni tersebut menjadi perhatian BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Rumah yang selama ini ditempati Mbah Sumirah sebagian masih menggunakan dinding anyaman bambu. Meski bagian utama rumah telah terdapat dinding bata merah, sebagian besar bangunan lainnya, terutama di bagian atas, dapur, hingga bagian belakang rumah, masih menggunakan anyaman bambu.

Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena sejumlah bagian dinding anyaman bambu telah berlubang dan mengalami kerusakan. Saat musim hujan tiba, air hujan kerap masuk ke dalam rumah dan membuat bagian dalam rumah mengalami kebocoran atau trocoh. Bahkan, ketika hujan turun dengan deras, air dapat menggenangi sebagian area rumah.

Di samping rumah Mbah Sumirah terdapat rumah milik kerabatnya. Namun, sehari-hari Mbah Sumirah tetap tinggal sendiri di rumah tua yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan bedah rumah tidak layak huni kepada Mbah Sumirah sebesar Rp20.000.000., (31/8/26).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan selanjutnya dikelola melalui pemerintah desa untuk mendukung proses pembangunan hingga rumah Mbah Sumirah dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Koirudin, S.Ag., menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan amanah dari para muzaki dan masyarakat yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

“Bantuan ini merupakan amanah dari umat yang dititipkan melalui BAZNAS. Dana yang disalurkan berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Karena itu, amanah ini harus kita jaga dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya,” ujarnya.

Dengan penuh haru, Mbah Sumirah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Matur nuwun sanget, terimakasih. Kulo mboten saged mbales napa-napa. Mugi sedoyo ingkang sampun paring bantuan diparingi sehat, lancar rejekine, lan diparingi berkah,” tutur Mbah Sumirah dengan penuh haru.

Melalui bantuan bedah rumah tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap Mbah Sumirah dapat segera memiliki tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak huni, sehingga dapat menjalani hari-harinya dengan kondisi kehidupan yang lebih baik.

Mari terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan, salurkan kebaikan Anda melalui:
-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS

• Rekening Zakat:
BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung

• Rekening Infak dan sedekah:
BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung

31/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Empat Mahasiswa Penerima Beasiswa SKSS BAZNAS Tulungagung Lulus Sarjana di STAI Muhammadiyah

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung melalui program bantuan pendidikan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) mencatatkan empat mahasiswa penerima manfaat yang berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 1 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Tulungagung.

Keempat mahasiswa tersebut mengikuti Wisuda Sarjana Strata 1 ke-37 STAI Muhammadiyah Tulungagung yang dilaksanakan di Crown Victoria Hotel, Minggu (30/8/2026).

Adapun empat mahasiswa penerima manfaat program SKSS BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang telah menyelesaikan pendidikan, yakni:
1. Jacinda Putri Prayitno, S.E.
2. Elia Rofi Fatul Rifdah, S.Pd.
3. Sisca Wahyuningsih, S.E.
4. Rafida Amalia Bilqis, S.Pd.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Koirudin, S.Ag., turut hadir secara langsung dalam kegiatan wisuda tersebut.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap para penerima manfaat program SKSS yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Program Satu Keluarga Satu Sarjana merupakan salah satu program bantuan pendidikan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan dalam melanjutkan pendidikan hingga jenjang Strata 1. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Imam Koirudin menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa penerima manfaat program SKSS yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana.

“Selamat kepada para mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 1. Semoga ilmu yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta menjadi bekal untuk melanjutkan pengabdian dan memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, maupun lingkungan,” ujar Imam Koirudin.

Keberhasilan empat mahasiswa tersebut dalam menyelesaikan pendidikan menjadi salah satu capaian dari pelaksanaan program Satu Keluarga Satu Sarjana. Dimana pada sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga telah meluluskan sebanyak 89 mahasiswa Strata 1 dari total 156 mahasiswa, sementara 63 mahasiswa lainnya masih aktif menempuh perkuliahan di berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap para lulusan penerima manfaat program SKSS dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, mengembangkan potensi diri, serta memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Ke depan, program bantuan pendidikan SKSS diharapkan dapat terus memberikan manfaat dan membantu lebih banyak mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

30/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

Mushola Ponpes Al-Khoziny Runtuh: BTB Tulungagung Bantu Proses Pencarian Korban
Mushola Ponpes Al-Khoziny Runtuh: BTB Tulungagung Bantu Proses Pencarian Korban
Sidoarjo – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) hadir di lokasi musibah runtuhnya mushola di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin siang (30/9/2025). Dalam aksi kemanusiaan ini, BTB Tulungagung bergabung bersama tim BTB gabungan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur serta Rumah Sehat BAZNAS Sidoarjo. Tim diterjunkan dengan fokus pada tiga sektor utama yaitu evakuasi korban, penyediaan logistik, dan layanan kesehatan darurat. Pada tahap evakuasi, tim BTB mendukung Basarnas dan aparat setempat dengan menurunkan tim SAR khusus bangunan runtuh (Collapsed Structure Search and Rescue/CSSR). Tim ini dilengkapi peralatan manual maupun mekanis untuk membantu pencarian korban di bawah reruntuhan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan agar tidak menimbulkan keruntuhan susulan. Untuk kebutuhan dasar para korban dan keluarga, BTB mengoperasikan dapur umum yang menyediakan makanan siap saji, serta dapur air untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi. Posko logistik juga disiapkan untuk menyalurkan kebutuhan mendesak seperti selimut, alas tidur, dan perlengkapan ibadah. Di bidang kesehatan, BTB bersama Rumah Sehat BAZNAS memberikan layanan medis, menyalurkan obat-obatan dasar serta memberikan pendampingan psikososial bagi santri dan keluarga yang mengalami trauma. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meninjau lokasi pada Selasa dini hari memastikan proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan. “Ekskavator tidak bisa bergerak sembarangan karena dikhawatirkan menyebabkan reruntuhan tambahan. Tim kami berupaya menjangkau korban dengan menyuplai oksigen dan air,” ujarnya. BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menegaskan komitmen hadir langsung dalam penanganan bencana. Selain itu, BAZNAS Tulungagung berharap musibah ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan, khususnya di lingkungan pendidikan dan pesantren. Harapan lainnya adalah agar solidaritas sosial semakin diperkuat sehingga pemulihan korban berjalan cepat dan tragedi serupa dapat dicegah di masa mendatang.
BERITA01/10/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemda dan MUI Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Optimalisasi ZIS
BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemda dan MUI Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Optimalisasi ZIS
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M sekaligus Optimalisasi Penghimpunan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS). Acara ini berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa pada Senin (29/9/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. bersama Wakil Bupati, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Ketua MUI sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Mlathen KH. Hadi Muhammad Mahfudz, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, OPD se-Kabupaten Tulungagung, Kakan Kemenag Tulungagung, pimpinan organisasi Islam dan organisasi wanita, kepala sekolah SMPN/MIN/MTsN/MAN se-Kabupaten Tulungagung, Korwil UPAS se-Kabupaten Tulungagung, serta para tokoh agama dan masyarakat. Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, acara ini juga bertujuan untuk menguatkan peran ZIS sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, serta memperkuat solidaritas sosial di Tulungagung. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan santunan anak yatim serta bantuan beasiswa program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) secara simbolis. Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. menegaskan bahwa optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Menurutnya, keberadaan ZIS tidak hanya sebatas kewajiban agama bagi umat Islam, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat solidaritas antarwarga. “Dalam kondisi sosial ekonomi saat ini, optimalisasi zakat, infak, dan sedekah sangat penting untuk mengurangi kesenjangan, memberdayakan kaum dhuafa, serta memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Tulungagung yang kita cintai,” tegasnya. Bupati juga menjelaskan bahwa potensi zakat di Tulungagung sangat besar, mengingat mayoritas penduduknya adalah umat Islam. Oleh karena itu, optimalisasi penghimpunan dan penyaluran ZIS melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung perlu terus didorong agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas oleh masyarakat. Gatut Sunu juga menyatakan dukungan penuh kepada BAZNAS Tulungagung. “Saya sangat mendukung program optimalisasi ZIS yang dikelola BAZNAS Tulungagung secara transparan dan akuntabel,” jelasnya. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, baik ASN, pelaku usaha, maupun masyarakat umum, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Tulungagung sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Acara semakin khidmat dengan mauidzah hasanah yang disampaikan oleh Prof. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. dan KH. Hadi Muhammad Mahfudz. Dalam ceramahnya, KH. Ali Maschan menekankan bahwa BAZNAS adalah lembaga pemerintah non struktural yang memiliki legalitas kuat dalam mengelola zakat. “Zakat yang dibayarkan melalui BAZNAS dapat mengurangi pajak dan sudah diatur dalam Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat,” ungkapnya. Sementara KH. Hadi Muhammad Mahfudz menekankan pentingnya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS guna mempercepat pengentasan kemiskinan di Tulungagung. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin meningkat kesadaran masyarakat, khususnya di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung.
BERITA30/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Uluran Tangan BAZNAS Tulungagung Membawa Cahaya Bagi Seorang Lansia
Uluran Tangan BAZNAS Tulungagung Membawa Cahaya Bagi Seorang Lansia
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan biaya hidup kepada masyarakat kurang mampu. Kali ini, bantuan diberikan kepada Mbah Tarinem, lansia berusia lebih dari 80 tahun, warga Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, pada Jumat (25/4/2025). Mbah Tarinem sudah bertahun-tahun hanya bisa berbaring di tempat tidur karena kondisi fisiknya yang lemah. Tulangnya rapuh, tubuhnya semakin kurus, dan seluruh kebutuhannya harus dibantu oleh anak perempuannya yang juga telah berusia sekitar 60 tahun. Mereka tinggal di rumah sederhana berdinding kayu, berlantai tanah, dan beratap genteng yang sebagian sudah bocor. Melalui program bantuan biaya hidup, BAZNAS Tulungagung menyerahkan uang tunai sebesar Rp900.000 yang akan diberikan setiap tiga bulan sekali seumur hidup Mbah Tarinem. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung,Habib Guntur. “Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Semoga bisa meringankan beban hidup Mbah Tarinem dan menjadi penyemangat bagi beliau serta keluarganya,” ujar Habib Guntur saat menyalurkan bantuan. Anak perempuan Mbah Tarinem tak kuasa menahan air mata saat menerima bantuan tersebut. “Saya hanya bisa bersyukur dan berdoa, semoga semua yang telah membantu dibalas kebaikannya oleh Allah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang hidup serba kekurangan,” ucapnya penuh haru. Kepala Desa Pucanglaban turut memberikan apresiasi kepada BAZNAS. Menurutnya, program ini benar-benar menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. “Kami berharap sinergi seperti ini terus berjalan, karena masih banyak warga yang hidup dalam kondisi serupa dan membutuhkan perhatian,” ujarnya. Meski tak banyak berbicara karena usia dan kondisi fisiknya, wajah Mbah Tarinem tampak berseri. Senyum tipis dan sorot matanya yang berbinar menjadi tanda rasa syukur ketika menerima perhatian dari orang-orang yang peduli. BAZNAS Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program kemanusiaan dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui lembaga resmi. “Setiap donasi yang masuk akan kami salurkan tepat sasaran agar benar-benar bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” tambah Habib Guntur. Kisah Mbah Tarinem menjadi salah satu potret nyata bahwa uluran tangan dapat membawa cahaya dan harapan baru. Dengan semangat gotong royong, diharapkan semakin banyak tangan dermawan yang tergerak untuk membantu sesama.
BERITA29/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Perkuat Pemberdayaan Masyarakat, BAZNAS Tulungagung Gelar Rapat Koordinasi dan sinkronisasi program dengan Pemda
Perkuat Pemberdayaan Masyarakat, BAZNAS Tulungagung Gelar Rapat Koordinasi dan sinkronisasi program dengan Pemda
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi program bersama Pemerintah Daerah dalam rangka persiapan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Nanawidha Kantor Pemda Tulungagung pada Kamis (25/09/2025). Rapat tersebut dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Tulungagung beserta jajaran pelaksana. Turut hadir Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H. M. Makrus Manan, S.P., M.M., perwakilan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS dengan Pemerintah Daerah merupakan langkah penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat. “Sinergi BAZNAS dengan pemerintah daerah merupakan tonggak penting pemberdayaan masyarakat Tulungagung. Kami berharap melalui rapat ini sinergi dapat terjalin lebih erat dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua I dan II BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., memaparkan bahwa BAZNAS memiliki lima pilar program, yakni Tulungagung Cerdas, Tulungagung Sehat, Tulungagung Taqwa, Tulungagung Peduli, dan Tulungagung Makmur. Menurutnya, dalam bidang ekonomi yang termasuk dalam program Tulungagung Makmur, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal tunai, tetapi juga menyertakan pelatihan, pendampingan, dan monitoring berkelanjutan. “Program seperti bantuan modal usaha, Santri Entrepreneur, hingga Z-Mart kami rancang bukan sekadar untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk mengubah mustahik menjadi muzaki, sehingga dampaknya lebih berkelanjutan, jadi kami berusaha tidak sekedar memberi bantuan tetapi juga mampu mengentaskan kemiskinan” ungkapnya. Abdul Wachid menambahkan, setiap pilar program BAZNAS memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tulungagung Cerdas fokus pada pendidikan melalui beasiswa dan bantuan sekolah, Tulungagung Sehat hadir dengan layanan kesehatan bagi keluarga dhuafa, Tulungagung Taqwa mendukung pembinaan keagamaan dan peningkatan spiritual, Tulungagung Peduli menjawab kebutuhan darurat serta bantuan sosial, dan Tulungagung Makmur memperkuat perekonomian masyarakat lewat pemberdayaan usaha. Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H. M. Makrus Manan, S.P., M.M., menilai program-program BAZNAS sangat membantu pemerintah dalam membangun masyarakat. “Kesra memiliki tugas langsung membina BAZNAS, mendukung, membantu, dan menyinkronkan program dengan pemerintah. Harapannya, program BAZNAS tahun 2026 dapat sejalan dengan program prioritas Bupati serta mampu membantu mewujudkan visi dan misi Bupati Tulungagung. Kami siap mendukung penuh untuk menyukseskan visi misi tersebut,” tegas Makrus Manan. Dari pihak Bappeda, perwakilan yang hadir menyampaikan bahwa sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah diharapkan mampu saling melengkapi, bukan saling tumpang tindih program. Rapat ini juga diisi dengan pemaparan visi, misi, serta program-program BAZNAS Tulungagung dan Pemerintah Daerah, serta sesi diskusi untuk menyelaraskan langkah ke depan. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan perencanaan RKAT 2026 BAZNAS Tulungagung dapat semakin selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah, sehingga zakat dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tulungagung.
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Rapat Koordinasi Pendampingan Kampung Zakat 2025, BAZNAS Tulungagung Perkuat Sinergi Pemberdayaan Mustahik
Rapat Koordinasi Pendampingan Kampung Zakat 2025, BAZNAS Tulungagung Perkuat Sinergi Pemberdayaan Mustahik
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri Rapat Koordinasi Pendampingan Program Kampung Zakat 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung. Acara ini berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Besuki pada Selasa, 23 September 2025. Turut hadir Kepala KUA Kecamatan Besuki, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Besole, serta Penyuluh Agama Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat peran Kampung Zakat Besuki yang diluncurkan sejak tahun 2023, sehingga tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi para mustahik. Dalam sambutannya, Kasi Zakat dan Wakaf Kemenag Tulungagung, Eko Asyhari Hidayat, menyampaikan pentingnya sinergi antar lembaga dalam pengembangan Kampung Zakat. “Ke depan, kami berharap Kampung Zakat bisa lebih intensif dikelola melalui kolaborasi antara UPZ, Penyuluh Agama, Kemenag, dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M, menekankan pentingnya kesinambungan program pemberdayaan. “Harapan kami, Kampung Zakat tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tuturnya. Turut memberikan sambutan, Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP, yang menyoroti program bantuan modal usaha bagi mustahik. Program ini disertai dengan gerakan Sedekah Subuh Rp2.000 setiap harinya. Berdasarkan hasil survei dan monitoring, program tersebut dinilai sudah mampu membangun dan memberdayakan mustahik. “Kami berharap para mustahik dapat semakin mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan dari BAZNAS,” ungkapnya. Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan sinergi antar lembaga semakin kuat sehingga Kampung Zakat Besuki dapat menjadi model pemberdayaan umat yang berkelanjutan di Tulungagung.
BERITA24/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Kado Haru untuk Sugiarti, BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Bedah Rumah Tak Layak Huni
Kado Haru untuk Sugiarti, BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Bedah Rumah Tak Layak Huni
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan program bedah rumah tidak layak huni. Kali ini, bantuan diberikan kepada Sugiarti, warga Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, pada Jumat (19/09/2025). Rumah yang ditempati Sugiarti berada di atas tanah milik orang lain yang memberinya izin untuk ditinggali seumur hidup. Kondisi bangunannya sudah sangat memprihatinkan: berdinding anyaman bambu rapuh, genteng banyak yang bocor, serta rangka kuda-kuda tidak lagi menyatu dengan tiang bambu penopang. Sugiarti sendiri sudah dua tahun terbaring sakit tanpa penghasilan, hanya bergantung pada kiriman anak dan saudaranya. Beberapa waktu lalu, saudaranya sempat mengirimkan pasir dan batako untuk meninggikan rumah, namun masih belum cukup untuk memperbaikinya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan bedah rumah senilai Rp10.000.000 yang diserahkan langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung, Ahmad Ghilman M.F. “Kami berharap bantuan ini dapat menjadi awal perbaikan rumah Bu Sugiarti agar bisa ditempati dengan lebih layak dan aman. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kesehatan untuk beliau,” ujarnya. Selain itu, tim BAZNAS Tulungagung bersama warga sekitar juga mendirikan tenda darurat di dekat rumah Sugiarti agar dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara. “Tenda ini kami dirikan supaya Bu Sugiarti tetap punya tempat berteduh selama perbaikan rumah berlangsung. Alhamdulillah warga juga kompak membantu,” tutur Ari Khotmil M. Salah satu tetangga menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Kondisi Bu Sugiarti memang memprihatinkan. Dengan adanya bantuan ini, kami lega karena beliau bisa segera tinggal di rumah yang lebih layak.” Melalui program ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong.
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dengan Dukungan BAZNAS, Endah Siap Kembangkan Usaha Somay, Cireng, dan Batagor
Dengan Dukungan BAZNAS, Endah Siap Kembangkan Usaha Somay, Cireng, dan Batagor
Tulungagung - Endah Tri Wahyuni, perempuan berusia 47 tahun, telah menjalankan usaha warung somay dan cireng sejak tahun 2015 di Desa Sobontoro, Boyolangu. Berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya di Kelurahan Karangwaru, warung yang diberi nama Somay dan Cireng Bu Yuni ini menjual berbagai jajanan seperti somay, batagor, dan cireng dengan harga per porsi Rp10.000 namun pembelian Rp.5.000 juga tetap dilayani. Usaha yang dikelola dengan satu orang karyawan ini buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 malam. Endah mencatat omset harian rata-rata mencapai Rp250.000 hingga Rp300.000, dengan keuntungan bersih sekitar Rp125.000 hingga Rp150.000. Menurutnya, tantangan terbesar adalah menurunnya jumlah pelanggan pada tanggal tua dibandingkan tanggal muda. Dalam mengembangkan usaha, Endah mengandalkan promosi sederhana melalui WhatsApp dan memegang teguh prinsip pantang menyerah, kejujuran, dan menjaga kualitas produk. Ia juga memiliki usaha pembuatan jajanan pesanan dan catering sebagai tambahan. Pada Agustus 2025, Endah menerima pinjaman pembiayaan tahap pertama sebesar Rp2 juta dari BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung. Dana ini digunakan untuk membeli bahan baku, modal pengerjaan pesanan, serta penambahan tabung gas. Menurutnya, pinjaman dari BAZNAS sangat bermanfaat dan membantu dalam pengembangan usaha. Ke depan, Endah berencana menambah outlet warungnya dengan memanfaatkan gerobak yang sudah dimiliki dan mencari tempat sewa yang strategis. Dengan semangat dan dukungan yang ada, ia optimis usahanya akan terus berkembang dan semakin dikenal luas.
BERITA17/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Hadirkan Senyum untuk Mbah Surip Lewat Bantuan Seumur Hidup
BAZNAS Hadirkan Senyum untuk Mbah Surip Lewat Bantuan Seumur Hidup
Tulungagung - Kesunyian bukan alasan bagi Mbah Surip untuk menyerah. Lansia tuna rungu dan tuna wicara ini tetap menjalani hidup dengan tegar, meski tinggal sebatangkara di rumah sederhana. Setiap pagi, ia berjalan perlahan ke ladang rumput, membawa sabit kecil untuk mengarit pakan kambing. Hewan ternaknya bukan hanya sekadar sumber penghasilan, tetapi juga teman setia yang menemaninya di usia senja. Mbah Surip, yang tidak memiliki pasangan maupun anak, menjadi salah satu penerima manfaat Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatangkara dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Sejak beberapa waktu lalu, ia rutin menerima bantuan sebesar Rp900.000 setiap tiga bulan sekali untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Bantuan ini akan terus diberikan seumur hidup beliau. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh tim BAZNAS Kabupaten Tulungagung ke rumah Mbah Surip. “Kami ingin memastikan bantuan ini sampai tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya. Mbah Surip adalah sosok yang sabar, tangguh, dan layak mendapatkan perhatian. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban hidup beliau,” ujar Novilia Nuriafitri. Bagi Mbah Surip, uang bantuan itu sangat berarti. Ia memanfaatkannya secara bijak, mulai dari membeli beras, kebutuhan dapur, hingga biaya berobat ringan. Meski sederhana, bantuan ini menjadi harapan besar di tengah keterbatasan yang ia hadapi. Warga sekitar mengenal Mbah Surip sebagai pribadi yang sabar dan tidak pernah mengeluh. Kisah hidupnya menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa dalam keterbatasan sekalipun, ada kekuatan untuk terus bersyukur dan berjuang. Melalui program bantuan ini, BAZNAS Tulungagung terus berkomitmen mendukung mereka yang berada di titik paling rentan, agar tetap bisa menjalani hidup dengan layak dan bermartabat.
BERITA16/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Jumat Berkah: BAZNAS Tulungagung Bagikan Ratusan Paket Makanan untuk Tukang Becak dan Penyebrang Jalan
Jumat Berkah: BAZNAS Tulungagung Bagikan Ratusan Paket Makanan untuk Tukang Becak dan Penyebrang Jalan
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung pada hari ini, Jumat (12/9/2025), melaksanakan kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah. Kegiatan ini difokuskan pada pembagian sebanyak 105 bungkus nasi siap santap yang menyasar para tukang becak, tukang penyebrang jalan, serta kaum fakir miskin yang berada di sejumlah titik strategis di wilayah Tulungagung. Pembagian makanan dilakukan di lima lokasi utama yang menjadi pusat keramaian dan aktivitas masyarakat, yaitu kawasan RS Bhayangkara, Alun-Alun Tulungagung, area sekitar Kantor Pemkab Tulungagung, GOR Lembu Peteng, serta Pasar Ngemplak Tulungagung. Pemilihan lokasi-lokasi tersebut karena lokasi tersebut dianggap strategis sebagai tempat berkumpulnya para tukang becak dan masyarakat yang mencari penghasilan di jalan. Tim BAZNAS Tulungagung bersama sejumlah relawan bergerak sejak pagi untuk menyalurkan ratusan paket makanan kepada penerima manfaat. Ari Khotmil Mubarak selaku tim BAZNAS Tulungagung menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah ini dihadirkan sebagai wujud kepedulian nyata kepada masyarakat yang membutuhkan. “Program Jumat Berkah ini kami selenggarakan sebagai bentuk kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat. Harapannya, mereka yang menerima bisa merasa diperhatikan, dan kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak lupa berbagi rezeki dengan sesama,” ungkapnya. Salah satu penerima manfaat bernama Bapak Agus, seorang tukang becak yang biasa mangkal di kawasan Alun-Alun Tulungagung, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. “Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Tulungagung atas rezeki hari ini. Bantuan ini benar-benar berarti untuk kami yang sehari-hari hanya bergantung pada penghasilan seadanya. Semoga Allah membalas kebaikan semua yang terlibat dan melancarkan rezekinya,” ujarnya dengan penuh haru. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung menunjukkan kepeduliannya untuk hadir langsung di tengah masyarakat, membantu meringankan beban mereka yang kurang beruntung, serta menguatkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di Kabupaten Tulungagung.
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Lebih Produktif, BAZNAS Tulungagung Jalin Kerjasama dengan Kemenag
Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Lebih Produktif, BAZNAS Tulungagung Jalin Kerjasama dengan Kemenag
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung. Penandatanganan ini dilaksanakan dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Zakat yang digelar di aula kantor Kemenag Tulungagung pada Kamis (11/09/25). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Tulungagung beserta jajaran, Kepala Madrasah Negeri (MIN, MTsN, MAN) se-Kabupaten Tulungagung, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Tulungagung, Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Tulungagung serta Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Tulungagung. Isi dari MoU ini menitikberatkan pada upaya memperkuat kerja sama antara BAZNAS dan Kemenag Tulungagung dalam rangka optimalisasi penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah. Perjanjian tersebut juga menegaskan komitmen kedua lembaga untuk meningkatkan pendayagunaan dana ZIS secara produktif dan sesuai dengan syariat Islam, guna mendukung kesejahteraan masyarakat Tulungagung. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas capaian yang telah diraih BAZNAS Tulungagung di tingkat nasional. Tahun ini, BAZNAS Tulungagung memperoleh penghargaan sebagai BAZNAS dengan Pengentasan Kemiskinan Standar BPS Terbaik dan BAZNAS dengan Infrastruktur Terbaik. “Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan pemicu untuk terus berbenah dan semakin berkomitmen dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Tulungagung. Kami berharap dengan adanya MoU bersama Kemenag ini, program-program BAZNAS dapat berjalan lebih optimal dan menyentuh masyarakat luas,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua I dan II BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan komitmen lembaga dalam pemberdayaan masyarakat. “BAZNAS Tulungagung akan terus menghadirkan program-program strategis yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, baik melalui bantuan konsumtif maupun produktif. Kami ingin zakat benar-benar menjadi instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan di Tulungagung,” jelasnya. Kepala Kantor Kemenag Tulungagung, H. M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., juga memberikan sambutan hangat atas kerjasama ini. “Kami mendukung penuh langkah BAZNAS Tulungagung dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat di Tulungagung. Melalui sinergi ini, kami mengajak seluruh ASN, kepala madrasah, kepala KUA, serta para penyuluh agama untuk bersama-sama mengoptimalkan zakat melalui BAZNAS Tulungagung, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya. Dengan adanya penandatanganan MoU ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS dan Kemenag Tulungagung semakin kuat dalam membangun kesadaran zakat, meningkatkan penghimpunan, dan memperluas distribusi manfaat zakat bagi kesejahteraan masyarakat Tulungagung.
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BMD Tulungagung Dukung Usaha Rumahan “Pawoen Mbok Inah” Lewat Pembiayaan Tanpa Bunga
BMD Tulungagung Dukung Usaha Rumahan “Pawoen Mbok Inah” Lewat Pembiayaan Tanpa Bunga
Tulungagung – Di sudut kampung Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, aroma kue yang baru matang menyambut setiap tamu yang datang. Dari dapur mungil di belakang rumahnya, Bibit Ernawati (40) menjalankan usahanya yang diberi nama “Pawoen Mbok Inah”, sebuah usaha rumahan yang menawarkan berbagai macam kue basah dan kue kering dengan cita rasa rumahan yang autentik. Usaha yang dimulai sejak 2012 ini awalnya hanya memproduksi kue ulang tahun. Namun berkat ketekunan dan kecintaan Ibu Bibit pada dunia kuliner, kini produk yang dihasilkan semakin beragam. Setiap harinya, dapur kecil ini memproduksi brownies panggang, brownies lumer, pizza, corndog, hingga burger yang dititipkan di beberapa pusat jajan ternama seperti Pak Geger Jajan, Pak Jarot Al Irsyad, dan Brond Waterpark. Tak hanya menjual secara harian, Pawoen Mbok Inah juga menerima pesanan untuk berbagai keperluan seperti hajatan, rapat, dan jajan rampatan. Dengan promosi sederhana melalui WhatsApp, serta menjaga kualitas bahan baku dan kejujuran sebagai prinsip utama, pelanggan setia pun terus bertambah, termasuk dari lembaga pendidikan seperti TK, PAUD, SD hingga SMP Darussalam Tulungagung. Biasanya produksi dilakukan pukul 19.00 hingga pukul 23.00, usaha ini dikelola oleh Ibu Bibit bersama satu orang rekannya. Dalam sehari, omzet yang diraih mencapai Rp200.000 dengan laba bersih sekitar Rp100.000-125.000. Namun, bagi Ibu Bibit, besar kecilnya laba bukan hal utama. “Yang penting konsumen puas dan tetap setia,” ujarnya dengan penuh semangat. Seiring meningkatnya permintaan, Ibu Bibit menyadari pentingnya peningkatan alat produksi. Pada Agustus 2025 ini, ia mendapatkan pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp1,8 juta tanpa bunga dan tanpa jaminan. Dana tersebut digunakan untuk membeli oven baru yang mampu memanggang dua loyang sekaligus. “Sebelumnya hanya bisa satu loyang. Dengan oven baru ini, produksi bisa lebih cepat dan efisien,” jelasnya. Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal dan alat produksi sederhana (masih menggunakan hand mixer), Ibu Bibit tetap optimistis. Ia bermimpi memiliki outlet kecil atau bakery sendiri di masa depan, agar produk-produk buatannya bisa dinikmati lebih luas. Kehadiran program pembiayaan dari BMD ini menjadi penopang penting bagi pelaku usaha mikro seperti Ibu Bibit. Bantuan yang diberikan bukan untuk membebani, melainkan menjadi dorongan agar usaha rumahan dapat berkembang lebih baik, meskipun tetap bergantung pada ketekunan dan pengelolaan yang dilakukan oleh para pelakunya. Kisah Pawoen Mbok Inah bukan hanya cerita tentang usaha rumahan, tapi juga tentang ketekunan, kesederhanaan, dan semangat untuk terus tumbuh meski dari dapur yang sederhana. Dengan dukungan pembiayaan yang ringan dan komitmen menjaga kualitas, usaha kecil ini menjadi bukti nyata bahwa cita rasa, kejujuran, dan ketekunan adalah resep utama kesuksesan.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Seumur Hidup untuk Mbah Yaminah
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Seumur Hidup untuk Mbah Yaminah
Tulungagung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatangkara. Program ini menyentuh kehidupan seorang lansia inspiratif bernama Mbah Yaminah, warga Dusun Sawahan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman. BAZNAS menyalurkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp900.000 setiap tiga bulan sekali. Dana tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar kaum dhuafa, khususnya lansia yang hidup dalam keterbatasan. Mbah Yaminah sendiri hidup di sebuah rumah sederhana dengan fasilitas terbatas. Bangunan kecil itu menjadi tempatnya berteduh di masa senja, meski dapur dan kamar mandi berada di luar rumah dalam kondisi seadanya. Kendati demikian, semangat hidupnya tetap menyala. Setiap hari ia masih berusaha beraktivitas, berjalan perlahan menyapa tetangga, dan bersosialisasi sebagai bagian dari rutinitas yang membuatnya tetap kuat secara fisik maupun mental. Bagi Mbah Yaminah, bantuan dari BAZNAS ini merupakan anugerah yang tak ternilai. Dengan wajah haru, ia menyampaikan rasa syukurnya saat menerima bantuan. “Bantuan ini sangat membantu kehidupan saya sehari-hari. Saya bisa membeli makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Hukma Sobiya, tim BAZNAS Tulungagung, yang menyerahkan dana bantuan kepada Mbah Yaminah di rumahnya. Kehadiran tim BAZNAS ini disambut penuh rasa haru dan kebahagiaan oleh penerima manfaat. Kepala bidang pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Tulungagung, Ahmad Saifudin menegaskan bahwa program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatangkara merupakan prioritas lembaga dalam memberikan perlindungan sosial. “Kami berkomitmen menyalurkan zakat, infak, dan sedekah masyarakat kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Bantuan Rp900 ribu setiap tiga bulan sekali ini kami salurkan agar lansia fakir miskin dapat menjalani hidup dengan lebih layak dan bermartabat,” ujarnya. Kehadiran tim BAZNAS di Desa Sidorejo pun disambut baik oleh masyarakat. Warga menilai program ini bukan hanya membantu penerima manfaat secara langsung, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial harus terus ditumbuhkan. Melalui program ini, BAZNAS Tulungagung berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berzakat dan bersedekah. Dukungan dari masyarakat akan memperluas jangkauan bantuan, sehingga semakin banyak dhuafa yang bisa terbantu. Dengan demikian, program bantuan biaya hidup fakir miskin sebatangkara sebesar Rp900.000 setiap tiga bulan sekali tidak hanya meringankan beban ekonomi lansia seperti Mbah Yaminah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menghadirkan harapan baru bagi kaum dhuafa di masa senja.
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Lewat Zakat, BAZNAS Tulungagung Hadirkan Cahaya Hidup untuk Mbah Samini
Lewat Zakat, BAZNAS Tulungagung Hadirkan Cahaya Hidup untuk Mbah Samini
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program Bantuan Biaya Hidup untuk fakir miskin dan lansia. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kelompok rentan yang hidup dengan keterbatasan fisik maupun ekonomi. Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Samini, seorang lansia asal Kecamatan Sumbergempol. Meski di usia senjanya ia mengalami keterbatasan penglihatan dan ingatan, bantuan dari BAZNAS menjadi penopang penting bagi kebutuhan sehari-hari. Setiap tiga bulan sekali, Mbah Samini menerima bantuan tunai sebesar Rp900.000 yang akan terus diberikan sepanjang hidupnya. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung, Maswidatun Umami menegaskan bahwa bantuan dipastikan sampai kepada mereka yang benar-benar layak dan membutuhkannya. “Melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat, kami ingin hadir untuk mereka yang berada dalam kondisi lemah. Bantuan ini bukan sekadar meringankan beban hidup, tetapi juga menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Wida. Meski kondisi fisik semakin rapuh, Mbah Samini masih memiliki semangat berbagi. Menurut pengakuan tetangganya, beliau kerap ingin memberi sesuatu kepada kerabat atau tetangga dan tak pernah lupa mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang membantunya. Semangat itu menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak pernah lekang oleh waktu, bahkan di ujung usia. Program bantuan ini tidak hanya memberi pertolongan material, tetapi juga merawat martabat para lansia dan fakir miskin. Kisah Mbah Samini mencerminkan bahwa di balik tubuh renta dan pikiran yang mulai kabur, masih tersimpan ketulusan dan rasa syukur yang patut diteladani. BAZNAS Tulungagung berharap melalui program ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya berbagi. Dukungan masyarakat luas diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan sehingga semakin banyak fakir miskin dan lansia yang merasakan manfaatnya.
BERITA04/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Pembiayaan Syariah Tanpa Bunga, BAZNAS Bantu Perkuat Usaha Toko Bu Yana
Pembiayaan Syariah Tanpa Bunga, BAZNAS Bantu Perkuat Usaha Toko Bu Yana
Tulungagung - Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung kembali menunjukkan peran pentingnya dalam mendorong tumbuhnya usaha mikro. Salah satu penerima manfaatnya adalah Sri Yana (45 tahun), pemilik Toko Yulfi di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu. Sejak tahun 2015, Bu Yana mengelola toko kelontong kecil yang menjual berbagai kebutuhan pokok, mulai dari sembako, pulsa, hingga perlengkapan rumah tangga. Berkat ketekunan dan kejujurannya, usaha tersebut mampu meraih omzet bulanan antara Rp15 juta hingga Rp18 juta. Namun, keterbatasan modal kerap menjadi kendala dalam menjaga ketersediaan stok barang dagangan. Situasi itu mulai berubah pada Agustus 2025, ketika Bu Yana memperoleh tambahan modal usaha sebesar Rp2 juta melalui program BMD Tulungagung. Dana pembiayaan tanpa bunga ini langsung digunakan untuk menambah persediaan barang sehingga pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih optimal. “Bantuan dari BMD ini sangat membantu saya. Stok barang bisa lebih lengkap dan perputaran uang tetap sehat karena tanpa bunga,” ungkap Bu Yana. Selain memperkuat modal, Bu Yana juga memiliki rencana untuk mengembangkan usahanya dengan menyediakan etalase minuman dingin serta layanan pembayaran digital (QRIS) agar pembeli lebih nyaman. Ia bahkan bercita-cita menjadi pemasok bahan kebutuhan untuk warung makan dan pedagang kecil di sekitarnya. Kisah Bu Yana menggambarkan bagaimana program BMD Tulungagung tidak hanya memberikan akses pembiayaan yang ringan, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM desa untuk berkembang. Melalui skema pembiayaan syariah dan pendampingan usaha, BAZNAS berupaya menghadirkan solusi yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal.
BERITA01/09/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dukung Gerakan Zakat, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Dianugerahi Penghargaan BAZNAS Award 2025
Dukung Gerakan Zakat, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Dianugerahi Penghargaan BAZNAS Award 2025
Jakarta – Ajang Penganugerahan BAZNAS Award 2025 yang diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada 26–29 Agustus 2025, menjadi bukti nyata komitmen Kabupaten Tulungagung dalam pengelolaan zakat. Melalui sinergi yang kuat antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Pemerintah Daerah, Tulungagung berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi di tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Tulungagung berhasil menyabet dua penghargaan penting, yakni kategori “BAZNAS Pengentasan Kemiskinan Standar BPS Terbaik” serta “BAZNAS dengan Infrastruktur Terbaik.” Kedua penghargaan ini menegaskan bahwa BAZNAS Tulungagung tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana zakat, tetapi juga mampu menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kategori pengentasan kemiskinan standar BPS menunjukkan bahwa program-program BAZNAS Tulungagung telah sejalan dengan indikator resmi pengukuran kemiskinan nasional, sehingga upaya yang dilakukan benar-benar tepat sasaran. Sementara itu, penghargaan infrastruktur terbaik mencerminkan keberhasilan lembaga dalam membangun sistem digitalisasi, layanan transparan, dan fasilitas yang memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, maupun sedekah. Keberhasilan ini semakin lengkap dengan dianugerahkannya penghargaan kepada Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., sebagai “Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.” Penghargaan ini membuktikan bahwa pemerintah daerah memiliki perhatian besar terhadap gerakan zakat, sekaligus memperlihatkan komitmen dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui sinergi bersama BAZNAS. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Tulungagung. Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Bupati atas penghargaan yang diraih. Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Kami berharap ke depan sinergi ini terus terjalin dalam memajukan umat,” ungkapnya. Lebih lanjut, Suyadi menambahkan bahwa penghargaan yang diraih BAZNAS Tulungagung juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga para muzakki dan donatur. Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus menguatkan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS. “Ke depan, kami berharap sinergi ini semakin erat. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung, insyaAllah BAZNAS akan mampu melahirkan lebih banyak program inovatif memperluas jangkauan pemberdayaan, dan memastikan bahwa zakat benar-benar menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan,” tambahnya. Ajang BAZNAS Award 2025 sendiri merupakan kegiatan tahunan yang memberikan apresiasi kepada BAZNAS se-Indonesia atas kinerja dan kontribusinya dalam tata kelola zakat. Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat bersama dalam memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk semakin menyejahterakan masyarakat.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Gemilang di Ajang Nasional, BAZNAS Tulungagung Borong Dua Penghargaan BAZNAS Award 2025
Gemilang di Ajang Nasional, BAZNAS Tulungagung Borong Dua Penghargaan BAZNAS Award 2025
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Penganugerahan BAZNAS Award 2025 yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada 26–29 Agustus 2025, lembaga zakat asal Kota Marmer itu berhasil meraih dua penghargaan sekaligus. Kegiatan penganugerahan BAZNAS Award 2025 ini diselenggarakan bersamaan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI, sebuah forum penting yang mempertemukan seluruh penggerak zakat dari berbagai provinsi, kabupaten/kota, hingga Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia. Ajang ini menjadi momentum terbesar dalam memberikan apresiasi kepada lembaga maupun tokoh yang berperan penting dalam pengelolaan zakat. Tahun ini, panitia menetapkan sejumlah kategori penghargaan, mulai dari Kepala Daerah Pendukung Zakat, Tokoh Pendukung Zakat, Muzaki, Perusahaan Pendukung Zakat, Mitra Terbaik, BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota, hingga Lembaga Amil Zakat (LAZ). Seluruh penerima penghargaan dipilih melalui proses seleksi yang ketat, dengan mempertimbangkan kinerja, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Dari hasil seleksi tersebut, BAZNAS Tulungagung sukses meraih dua penghargaan, yakni Kategori "BAZNAS Pengentasan Kemiskinan Standar BPS Terbaik" dan Kategori "BAZNAS dengan Infrastruktur Terbaik". Kedua penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa BAZNAS Tulungagung mampu menghadirkan program zakat yang tepat sasaran sekaligus memiliki dukungan infrastruktur memadai dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, dua penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Tulungagung. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim BAZNAS Tulungagung, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan berbagai lembaga mitra yang terus mensupport kinerja kami. Terima kasih atas kebersamaan dan sinergi yang sudah terjalin,” ujarnya. Lebih lanjut, Suyadi menegaskan komitmennya untuk menjaga prestasi tersebut dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan. “Kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Kami ingin memastikan bahwa zakat benar-benar mampu dirasakan manfaatnya oleh mustahik di Tulungagung, sehingga semakin banyak keluarga yang keluar dari garis kemiskinan menuju kehidupan yang lebih makmur,” tambahnya. Tidak hanya itu, keberhasilan BAZNAS Tulungagung dalam meraih penghargaan juga mencerminkan hasil dari strategi digitalisasi, penguatan kelembagaan, serta inovasi dalam program pemberdayaan. Dengan capaian tersebut, BAZNAS Tulungagung optimis akan terus melahirkan inovasi baru dalam mengelola zakat. Harapannya, zakat dapat menjadi kekuatan ekonomi umat sekaligus membantu pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan. Ke depan, BAZNAS Tulungagung berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, memperluas jaringan pelayanan, dan menghadirkan program-program yang lebih berdampak. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat untuk terus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Tulungagung dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo: BAZNAS Tulungagung Hadiri Rakornas BAZNAS se-Indonesia
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo: BAZNAS Tulungagung Hadiri Rakornas BAZNAS se-Indonesia
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Awards 2025 yang diselenggarakan BAZNAS Republik Indonesia. Acara bergengsi ini berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada 26–29 Agustus 2025, dengan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita.” Kegiatan ini resmi dibuka oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA. dan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta dihadiri oleh sekitar 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Sejumlah tokoh nasional juga hadir, antara lain Menko PMK, Mendagri, Kepala BPS, Deputi PMK Bappenas, serta tokoh nasional lainnya. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. menegaskan bahwa Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Tema Rakornas 2025 mengandung makna besar agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial yang mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan mendukung Asta Cita,” ujarnya. Kiai Noor menambahkan bahwa dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita diwujudkan melalui program nyata di bidang pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi, hingga pembangunan inklusif dan berkeadilan. Sementara itu, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani memberikan apresiasi atas peran BAZNAS. “BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengurus fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Apa yang dilakukan BAZNAS adalah untuk membantu negara mempercepat pencapaian tujuan bernegara,” ucapnya. Muzani menegaskan bahwa kekuatan negara bukan hanya diukur dari militer dan aparat, melainkan juga dari kesejahteraan rakyatnya. Di kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M. menyampaikan komitmen lembaganya dalam mendukung agenda besar ini. “Keikutsertaan BAZNAS Tulungagung dalam Rakornas 2025 menjadi bagian dari upaya kami menyelaraskan program penghimpunan dan pendistribusian zakat dengan visi nasional. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan layanan, serta memastikan dana zakat benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Tulungagung,” tegas Suyadi. Ia menambahkan, BAZNAS Tulungagung siap mendukung penuh Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 dengan menjadikan zakat sebagai pilar penting pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Dengan semangat kebersamaan tersebut, kegiatan ini diharapkan melahirkan langkah-langkah konkret yang semakin memajukan pengelolaan zakat di Indonesia. Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga bagian dari gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan.
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Berikan Bantuan Biaya Hidup untuk Mbah Marsini, Lansia Tunarungu Sebatang Kara di Kalidawir
BAZNAS Berikan Bantuan Biaya Hidup untuk Mbah Marsini, Lansia Tunarungu Sebatang Kara di Kalidawir
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Kali ini, bantuan biaya hidup diberikan kepada Mbah Marsini, seorang lansia sebatang kara yang tinggal di Dusun Kedung Dowo, Desa Sukorejo Kulon, Kecamatan Kalidawir. Mbah Marsini hidup tanpa suami dan anak. Sehari-harinya, ia menempati sebuah gubuk kecil berdinding triplek yang berdiri di emperan rumah cucu dari adik kandungnya. Meski tempat tinggal itu sederhana, namun menjadi satu-satunya tempat berlindung dari panas dan hujan. Kondisi fisiknya pun sudah melemah. Pendengarannya berkurang drastis sehingga setiap komunikasi harus dilakukan dengan suara keras agar dapat terdengar. BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan kepada Mbah Marsini melalui Program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatang Kara, salah satu program kemanusiaan yang diperuntukkan bagi lansia fakir miskin tanpa keluarga inti. Bantuan senilai Rp900 ribu tersebut diberikan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung bersama relawan di rumah Mbah Marsini. Bantuan tersebut disambut dengan rasa haru oleh keluarga yang merawatnya. Meski sulit mendengar, Mbah Marsini masih sempat menyampaikan ucapan terima kasih dengan lirih namun penuh makna. “Matur nuwun sanget... matur nuwun, niki bantuane kulo tampi,” ucapnya pelan sambil menggenggam erat tangan petugas. (Terima kasih sekali... terima kasih, bantuan ini saya terima). Relawan BAZNAS Tulungagung, Nella Hanatul Jannah, yang ikut menyalurkan bantuan tersebut menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian nyata kepada masyarakat yang benar-benar tidak memiliki penopang hidup. “Program Bantuan Biaya Hidup Fakir Miskin Sebatang Kara ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Tulungagung terhadap masyarakat yang hidup sendirian. Bantuan ini memang tidak besar, tetapi kami berharap bisa meringankan beban sekaligus memberi ketenangan bagi para lansia di sisa usia mereka,” terangnya. Dengan adanya program ini, BAZNAS Tulungagung berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada para lansia yang hidup dalam keterbatasan.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dibantu BAZNAS, Devanty Kembangkan Bisnis Hingga Buka Outlet Baru
Dibantu BAZNAS, Devanty Kembangkan Bisnis Hingga Buka Outlet Baru
Tulungagung – Di tengah geliat perekonomian desa, sosok Devanty, perempuan muda berusia 25 tahun, berhasil menunjukkan bahwa semangat berwirausaha dan inovasi dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Sejak memulai usahanya pada tahun 2023, Devanty telah mengembangkan bisnis kuliner unik dengan produk andalannya, Ceker Pedes tanpa Tulang. Usaha yang dijalankan Devanty berawal dari penjualan di kegiatan Car Free Day (CFD) setiap minggu dan sistem COD (cash on delivery). Kini, ia telah memiliki dua outlet yang berlokasi strategis, yakni di Pinka dan Kepuh. Setiap outlet dikelola oleh satu orang yang membantu menjalankan bisnisnya. Dengan harga terjangkau hanya Rp10.000 per porsi, Ceker Pedas tanpa Tulang berhasil menarik minat pelanggan dengan rata-rata penjualan 20-25 porsi pada Weekend, dan hingga 10-20 porsi pada hari biasa. Dari sini, omset yang diraih mencapai Rp2.500.000 per outlet setiap bulannya. Tidak hanya berpuas diri, Devanty berencana menambah variasi produk, seperti krupuk ceker dan risol. Berkat kerja keras dan prinsipnya dalam berwirausaha yang mengedepankan sikap sosial, ketekunan, kejujuran, serta mutu dan kualitas produk usaha Devanty terus berkembang. Meski menghadapi tantangan dalam mencari bahan baku berkualitas dan persaingan pasar yang ketat, Devanty tetap optimis. “Kualitas dan kuantitas bahan baku memang menjadi kendala, tapi kami terus berupaya mencari solusi terbaik demi kepuasan pelanggan,” ujarnya. Pada Oktober 2024 beliau mendapatkan pembiayaan tahap 1 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung sebesar Rp. 1.400.000, dan beliau pergunakan untuk pembelian bahan baku jualan. Langkah besar dilakukan pada Juni 2025, ketika Devanty memperoleh pinjaman tahap kedua sebesar Rp3.000.000 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli rombong dan meja guna membuka outlet baru di wilayah Kepuh sekaligus menambah varian produk, seperti risol. Dengan ekspansi ke wilayah selatan kota Tulungagung, Devanty berharap bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. “Kami ingin terus berkembang dan memperkenalkan produk kami ke lebih banyak orang dengan inovasi yang menarik,” tambah Devanty. Kisah Devanty menjadi inspirasi nyata bahwa dengan prinsip yang kuat dan kerja keras, pengusaha muda desa mampu menembus pasar dan mengangkat ekonomi lokal. Semoga usaha Ceker Pedes tanpa Tulang ini terus sukses dan berkembang di masa depan.
BERITA25/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bersama Pemkab dan BPBD Tinjau Lokasi Longsor di Desa Kradinan
BAZNAS Tulungagung Bersama Pemkab dan BPBD Tinjau Lokasi Longsor di Desa Kradinan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam hal kebencanaan dengan terjun langsung ke lokasi tanah longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Rabu (20/8/2025). Peninjauan ini dilakukan bersama Pemerintah Daerah Tulungagung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Rombongan dipimpin Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., didampingi Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., Sekda Drs. Tri Hariadi, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. Hadir pula jajaran BAZNAS Tulungagung yang menegaskan peran lembaga zakat tidak hanya di bidang sosial-keagamaan, namun juga dalam pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam meringankan beban masyarakat terdampak. “BAZNAS Tulungagung telah bekerjasama dengan BPBD. BPBD bergerak di penanganan darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi, sementara BAZNAS mengambil peran pascabencana, seperti bantuan rehab rumah dan sembako untuk korban. Semua ini tentu dilakukan bersama pemerintah daerah,” jelasnya. Bupati Gatut Sunu juga mengapresiasi sinergi BAZNAS yang selalu hadir di tengah masyarakat. Ia menyatakan pemerintah akan memastikan langkah cepat dalam pemulihan, termasuk perbaikan SDN 2 Kradinan yang terdampak longsor, bahkan relokasi sekolah menjadi opsi apabila kondisi lokasi dianggap rawan bencana susulan. “Kalau tidak membahayakan, kita perbaiki. Tetapi kalau diperkirakan ada potensi longsor susulan, perlu ada pemindahan gedung sekolah,” tegasnya. Sebagaimana diketahui, longsor yang terjadi Selasa (19/8) petang tidak hanya menutup poros jalan penghubung Tulungagung–Trenggalek, tetapi juga merusak sebagian bangunan SDN 2 Kradinan, termasuk toilet, perpustakaan, dan ruang kelas empat. Pembersihan material longsor telah dilakukan BPBD dengan bantuan alat berat. “Tim BPBD terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan akses jalan kembali normal dan bangunan sekolah bisa segera digunakan,” jelas Robinson Nadeak, Kalaksa BPBD Tulungagung. Kehadiran BAZNAS di lokasi bencana ini mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan akibat bencana. Melalui program pascabencana, BAZNAS Tulungagung berkomitmen memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi sekaligus membantu mereka bangkit kembali.
BERITA21/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →