WhatsApp Icon
BAZNAS Tulungagung Gelar OASE, 108 Anak Yatim Duafa Diajak Belanja Lebaran di Apollo Supermall

Tulungagung – Dalam semarak Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim duafa melalui program Orang Tua Asuh Sehari (OASE). Bekerja sama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Tulungagung, sebanyak 108 anak yatim duafa diajak berbelanja kebutuhan Lebaran di Apollo Supermall Tulungagung, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbangsa. Setelah itu, para peserta diberangkatkan menggunakan bus sekolah menuju pusat perbelanjaan dengan penuh antusias.

Dalam program tersebut, setiap anak menerima uang saku sebesar Rp200.000 dan voucher belanja senilai Rp300.000. Mereka diberi kebebasan memilih sendiri kebutuhan Lebaran sesuai keinginan masing-masing, mulai dari pakaian, celana, sepatu, sandal, hingga perlengkapan lainnya. Terlihat wajah-wajah ceria saat anak-anak menentukan pilihan terbaik untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengungkapkan bahwa pada Ramadhan tahun ini jumlah donatur program OASE mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Jika pada tahun-tahun sebelumnya penerima manfaat kurang dari seratus bahkan pernah kurang dari 50 anak, tahun ini alhamdulillah meningkat menjadi 108 anak yatim duafa,” ujarnya.

Suyadi menambahkan, para Orang Tua Asuh dalam kegiatan ini terdiri dari ibu-ibu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia juga mengimbau para oranng tua asuh untuk menambah sedekah seikhlasnya guna semakin menambah kebahagiaan anak-anak tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Tulungagung, Abdul Wahid, S.IP., menjelaskan bahwa program OASE dilaksanakan untuk membantu meringankan beban ekonomi anak-anak yatim piatu, khususnya menjelang Lebaran.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu perekonomian anak-anak yatim piatu di Tulungagung, agar mereka juga bisa merasakan kebahagiaan memiliki pakaian baru saat Idul Fitri,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Suyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan hartanya melalui BAZNAS Tulungagung.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur. Semoga di bulan Ramadhan ini, seluruh aktivitas kebaikan ini menjadi amal ibadah dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT,” pungkasnya.

05/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Ikuti Safari Ramadhan Pemkab, Salurkan Santunan untuk Anak Yatim

Tulungagung - Dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam rangkaian Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung di sejumlah wilayah selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Kegiatan Safari Ramadhan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antara unsur pimpinan daerah dan masyarakat. Selain itu, agenda ini juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat selama bulan suci. Pemilihan lokasi Safari Ramadhan digilir setiap tahun, sehingga seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung dapat merasakan kehadiran langsung pimpinan daerah.

Dalam setiap titik Safari Ramadhan, BAZNAS Tulungagung menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim di masing-masing wilayah. Santunan yang diberikan berupa uang saku sebesar Rp200.000 serta paket sembako “Si Fitri” senilai Rp120.000 untuk setiap penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan anak-anak yatim menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam Safari Ramadhan merupakan bentuk komitmen lembaga dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Safari Ramadhan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menghadirkan kepedulian sosial. Kami ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh anak-anak yatim melalui santunan dan bantuan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Adapun jadwal dan lokasi Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun ini adalah sebagai berikut:

  1. Pembukaan Safari Ramadhan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, 24 Februari 2026.

  2. Masjid Al Barokah, Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, 26 Februari 2026.

  3. Masjid Darussalam, Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, 2 Maret 2026.

  4. Masjid Al Ikhlas, Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, 4 Maret 2026.

  5. Masjid Baitul Khoir, Desa Bandung, Kecamatan Bandung, 6 Maret 2026.

  6. Masjid Ponpes Al Badru Alaina, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, 10 Maret 2026.

  7. Penutupan Safari Ramadhan di DPRD Tulungagung, 12 Maret 2026.

Melalui partisipasi aktif dalam Safari Ramadhan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperluas kemaslahatan, serta mempererat kebersamaan dalam bingkai kepedulian sosial selama bulan suci Ramadhan

05/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Manasik Zakat di Sekolah, Tanamkan Empati Sosial Sejak Dini

Tulungagung - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Pondok Ramadhan bertajuk Manasik Zakat dengan tema “Dakwah Zakat dan Empati Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah madrasah dan sekolah tingkat SLTP/MTs di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Pelaksanaan perdana Manasik Zakat berlangsung di SMP Negeri 1 Ngunut pada 24–27 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Tulungagung bersama mahasiswa binaan Program Beasiswa SKSS serta HMPS Mazawa UIN 1 Tulungagung.

Wakil Ketua BAZNAS Tulungagung Bidang Penghimpunan, Abdul Wachid, menjelaskan bahwa Manasik Zakat dirancang sebagai media pembelajaran dan pembentukan karakter bagi generasi muda.

“Kami akan melatih para peserta didik untuk menjadi pribadi yang dermawan sejak dini. Mereka diberikan pemahaman tentang zakat, infak, sedekah, serta peran amil, sekaligus menanamkan nilai empati dan kepedulian terhadap fakir miskin, yatim, dan dhuafa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembelajaran tidak hanya bersifat teori, tetapi juga melalui praktik langsung. Para siswa dilibatkan dalam proses penghimpunan sedekah, pencatatan, hingga pendistribusian dana sosial keagamaan.

“Mereka akan praktik langsung mulai dari pengumpulan sedekah dari mereka sendiri, kemudian melakukan pencatatan, bahkan sampai ke pendistribusian. Peserta didik juga akan menyeleksi sendiri teman-teman mereka yang berhak menerima,” tambahnya.

Menurutnya, dana sedekah yang terkumpul akan dikembalikan kepada peserta untuk disalurkan secara langsung setelah mereka memahami delapan asnaf. Dengan cara tersebut, peserta didik diharapkan mampu memahami siapa saja golongan yang berhak menerima, baik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Selain edukasi zakat, infak, dan sedekah, Manasik Zakat ini juga dilengkapi dengan pemberian pemahaman dasar mengenai kesiapsiagaan bencana. Materi disampaikan secara sederhana dan kontekstual, disesuaikan dengan usia pelajar SLTP/MTs, agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sesi ini, peserta dikenalkan pada pentingnya sikap tanggap, peduli, dan saling tolong-menolong saat terjadi bencana sebagai bagian dari nilai empati sosial.

Melalui kegiatan Manasik Zakat ini, BAZNAS Tulungagung berharap dapat menumbuhkan kesadaran berzakat dan kepedulian sosial di kalangan pelajar, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembentukan karakter yang berlandaskan nilai keislaman dan kemanusiaan.

27/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Kick Off Kolaborasi Pendampingan Mitra: BAZNAS, BMD dan Kemenag Tulungagung Perkuat Ekonomi dan Spiritual UMKM Binaan

Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Microfinance Desa (BMD) resmi menggelar Kick Off Kolaborasi Pendampingan Mitra dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menjadi langkah awal sinergi lintas sektor dalam memperkuat pemberdayaan mustahik, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga pembinaan spiritual dan ibadah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung H.M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung H.M. Makrus Manan, S.P., M.M., Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Perwakilan Dinas Koperasi, Ketua IPARI, serta 56 mitra BAZNAS dan BMD Kabupaten Tulungagung.

Kolaborasi ini menjadi tonggak baru pendampingan mitra binaan BAZNAS dan BMD. Jika selama ini fokus pembinaan lebih banyak pada penguatan usaha dan akses permodalan, ke depan para mitra juga akan mendapatkan pendampingan keagamaan melalui penyuluh agama dari Kemenag.

Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa program BMD telah memberikan kontribusi nyata dalam penguatan UMKM di Tulungagung.

“Selama BMD berjalan, kami sudah menggelontorkan dana sebesar Rp1,5 miliar kepada para pelaku UMKM. Bantuan dana ini langsung cair ke rekening penerima manfaat, sehingga prosesnya transparan dan tepat sasaran,” jelasnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan Kemenag menjadi langkah strategis agar para mitra tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung, H.M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan secara menyeluruh dan tanpa biaya.

“Pendampingan nanti tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dari sisi ibadahnya. Pendampingan ini kami lakukan gratis untuk kalian semua, tanpa dipungut biaya. BAZNAS sudah menunjukkan kepedulian kepada para mustahik, sekarang kita juga akan turut serta untuk meningkatkan kebahagiaan dunia dan akhirat para penerima manfaat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Kemenag siap mendampingi proses sertifikasi halal bagi para mitra yang belum memiliki legalitas tersebut. “Jika ada yang belum punya sertifikasi halal, silakan segera mengajukan. Kami dari Kemenag siap mendampingi proses pembuatannya,” tambahnya.

Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, H.M. Makrus Manan, S.P., M.M., dalam kesempatan yang sama menegaskan posisi BAZNAS sebagai bagian dari pemerintah.

“BAZNAS merupakan bagian dari pemerintah, sebuah lembaga pemerintah nonstruktural. Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang selalu turut serta mewujudkan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung,” ungkapnya.

Melalui Kick Off ini, BAZNAS, BMD, dan Kemenag Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan pemberdayaan yang holistik dalam menguatkan usaha, meningkatkan kualitas ibadah, serta mendorong terwujudnya mustahik yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus meraih keberkahan dunia dan akhirat.

12/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Tulungagung Gelar Sosialisasi Zakat Fitrah dan Perkuat Optimalisasi ZIS ASN

TulungagungDalam rangka menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat sosialisasi zakat fitrah di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan dan optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Rapat sosialisasi tersebut diikuti oleh Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Kabupaten Tulungagung, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala SMP, MTs, dan MA, serta Koordinator UPASP se-Kabupaten Tulungagung.

PJ Sekda Kabupaten Tulungagung, Soeroto, S.Sos., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa penghimpunan zakat mal, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung sejauh ini telah berjalan cukup baik. Namun demikian, menurutnya, masih diperlukan langkah-langkah optimalisasi agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia menekankan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Karena itu, penguatan sistem dan dukungan kelembagaan menjadi hal yang penting untuk memastikan penghimpunan ZIS dapat berjalan lebih maksimal.

“Pengumpulan zakat mal, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung selama ini telah berjalan, namun masih memerlukan optimalisasi agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat. Zakat ini adalah kewajiban umat Muslim. Oleh karena itu, kami dari Pemerintah Daerah siap mendukung penuh optimalisasi ZIS di wilayah Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ke depan akan dipertimbangkan penerbitan surat edaran kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memperkuat penghimpunan zakat mal, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aparatur sipil negara dalam menunaikan kewajiban zakat secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., memaparkan potensi besar zakat apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Ia mencontohkan, jika terdapat 500 pejabat struktural yang membayar zakat dengan nominal Rp150.000 per orang, maka dana yang terkumpul hampir mencapai Rp100.000.000.

“Itu baru dari pejabat struktural saja. Bayangkan jika seluruh potensi zakat di Kabupaten Tulungagung dapat dihimpun secara maksimal,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan salah satu program unggulan BAZNAS Tulungagung, yakni bantuan biaya hidup bagi lansia sebatang kara. Program tersebut menyasar lansia yang hidup sendirian tanpa penghasilan tetap, dengan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama hidup.

“Program ini akan terus berjalan selama pembayaran zakat melalui BAZNAS tetap berjalan. Oleh karena itu, optimalisasi penghimpunan ZIS di wilayah Tulungagung perlu terus ditingkatkan,” tegasnya.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa sosialisasi zakat fitrah menjadi momentum penting untuk memperluas edukasi zakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Selain sosialisasi zakat fitrah, BAZNAS juga akan melaksanakan sejumlah program di bulan Ramadhan, salah satunya edukasi zakat, infak, dan sedekah kepada peserta didik di sekolah.

“Kami akan melatih anak-anak menjadi pribadi yang dermawan sejak dini. Mereka akan diberikan pemahaman tentang delapan asnaf, kemudian diminta menyeleksi di antara teman-temannya yang termasuk golongan tersebut. Uang hasil infak atau sedekah mereka nantinya akan kami kembalikan kepada mereka yang berhak,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Zainul Fuad, S.E., M.Pd., memberikan penjelasan terkait zakat fitrah, fidyah, dan kafarat dalam perspektif fikih Islam.

“Setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, ada satu kewajiban lagi bagi umat Islam, yaitu menunaikan zakat fitrah. Ini sangat penting karena merupakan bagian dari rukun Islam. Menjelang berakhirnya Ramadhan, zakat fitrah memiliki keterkaitan erat dengan kesempurnaan ibadah puasa,” paparnya.

Ia juga menjelaskan ketentuan fidyah dan kafarat. “Fidyah adalah denda bagi orang yang tidak melaksanakan puasa. Ibu hamil boleh tidak berpuasa, tetapi wajib membayar fidyah dan tetap mengganti puasanya. Fidyah sebesar satu mud, setara dengan 6,75 ons yang dibulatkan menjadi 7 ons. Jika diuangkan, satu mud senilai Rp30.000,” terangnya.

Sementara itu, kafarat bagi pelanggaran berat di bulan Ramadhan, seperti melakukan hubungan suami istri di siang hari, adalah berpuasa dua bulan berturut-turut tanpa jeda, atau memerdekakan budak, atau memberi makan 60 fakir miskin.

Di akhir kegiatan, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung memaparkan skema penghimpunan zakat fitrah yang akan diterapkan selama Ramadhan 1447 H.

Melalui rapat sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan umat, khususnya di Kabupaten Tulungagung.

10/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

Bersinergi dengan Dinas Kesehatan, BAZNAS Tulungagung Dukung Operasi Katarak Gratis
Bersinergi dengan Dinas Kesehatan, BAZNAS Tulungagung Dukung Operasi Katarak Gratis
Tulungagung – Dalam upaya mendukung program kesehatan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Kolaborasi ini ditandai dengan penyaluran bantuan dana sebesar Rp6.500.000,- dari BAZNAS Tulungagung untuk mendukung kegiatan bakti sosial dan operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Tulungagung. Penyaluran bantuan ini secara resmi dilakukan pada hari ini, Rabu, 9 Juli 2025, bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP. kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Anna Sapti Saripah, SKM. Rencananya, bantuan ini digunakan untuk mendukung kegiatan operasi katarak gratis dalam rangkaian program Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan pada Sabtu, 19 Juli 2025 mendatang. Program ini akan digelar di RSUD dr. Karneni Campurdarat Tulungagung, sebagai langkah nyata dalam menekan angka kebutaan akibat katarak, khususnya bagi warga yang tidak memiliki akses pelayanan kesehatan memadai. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk konkret kepedulian BAZNAS terhadap sektor kesehatan, khususnya dalam mengurangi angka kebutaan akibat katarak di kalangan masyarakat tidak mampu. "Kami berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat, tidak hanya melalui sektor ekonomi dan pendidikan, tetapi juga melalui program-program kesehatan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tulungagung," ujar Abdul Wachid. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Anna Sapti Saripah, mengapresiasi dukungan dari BAZNAS dan menyampaikan bahwa kolaborasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat. "Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Tulungagung atas kepeduliannya. Bantuan ini sangat membantu kami dalam melaksanakan program PGPK, terutama dalam mengadakan operasi katarak gratis bagi warga kurang mampu. Harapannya, sinergi seperti ini bisa terus terjalin untuk mendukung kesehatan masyarakat Tulungagung," tutur Anna. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara lembaga zakat dan instansi pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan, sekaligus menunjukkan bahwa zakat dapat memberikan dampak luas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
BERITA09/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dorong Warung Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Suntik Modal 20 Juta Lewat Program Z-Mart
Dorong Warung Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Suntik Modal 20 Juta Lewat Program Z-Mart
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi umat melalui program Z-Mart, sebuah inisiatif khusus yang menyasar para mustahik (penerima zakat) yang memiliki usaha warung atau toko skala mikro. Pada peluncuran program Z-Mart kali ini, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp. 20.000.000,- kepada 8 penerima manfaat, yang terbagi dalam dua kelompok: satu kelompok berasal dari Kecamatan Ngunut dan satu kelompok lainnya dari Kecamatan Tulungagung. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp. 2.500.000,-. Z-Mart merupakan program pemberdayaan ekonomi produktif yang bertujuan untuk membantu para pelaku usaha kecil dalam mengembangkan usahanya. Selain bantuan modal, program ini juga mencakup pendampingan usaha dan branding, termasuk pemasangan banner Zmart di masing-masing warung sebagai bagian dari identitas program. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa program Z-Mart menjadi salah satu fokus utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. “Z-Mart bukan hanya sekadar bantuan modal, tapi juga bentuk nyata dari semangat kemandirian ekonomi. Harapan kami, program ini mampu mendorong usaha mikro para mustahik agar lebih berkembang dan berdaya saing,” ujar Abdul Wachid. Bantuan disalurkan secara langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung, termasuk di antaranya Ahmad Asrofi, M.E., yang turut melakukan survei lapangan dan pemasangan banner Z-Mart di toko-toko penerima manfaat. “Kami ingin memastikan bahwa penerima benar-benar siap menjalankan usaha dan memiliki semangat untuk berkembang. Pemasangan banner Z-Mart juga menjadi bagian dari penguatan identitas usaha mereka,” jelas Asrofi. Asrofi juga menegaskan bahwa BAZNAS Tulungagung melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana agar tepat sasaran. “Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan penggunaannya tepat. Setiap penerima kami minta untuk menunjukkan struk pembelanjaan agar modal ini benar-benar digunakan untuk keperluan usaha. Selain itu, kami akan terus melakukan monitoring dan pendampingan. Harapannya, usaha mereka bisa berkembang, dan ke depan mereka berpeluang mendapatkan dukungan lanjutan,” tambahnya. Dua penerima bantuan, Bu Zaenuri, warga Desa Kenayan, dan Bu Fitriyah, warga Desa Sumberingin Kidul, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang mereka terima. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami untuk menambah stok barang dagangan. Semoga usaha kami semakin lancar dan berkah,” tutur Bu Zaenuri dengan haru. “Terima kasih BAZNAS, dengan tambahan modal ini saya bisa memperluas usaha warung saya dan menarik lebih banyak pelanggan,” ungkap Bu Fitriyah. Dengan penyaluran ini, BAZNAS Tulungagung berharap program Z-Mart dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak mustahik, sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan memperkuat ketahanan usaha mikro di berbagai wilayah Tulungagung.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Suntikan Dana dari BAZNAS, Bantu Usaha Nasi Cokot Bu Sa'adatul Makin Berkembang
Suntikan Dana dari BAZNAS, Bantu Usaha Nasi Cokot Bu Sa'adatul Makin Berkembang
Tulungagung – Sa'adatul Hanifah (38), ibu rumah tangga asal Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk sukses. Lewat usahanya yang dikenal dengan nama Yoiki Nasi Cokot Tulungagung, ia mampu meraih omzet harian hingga Rp500 ribu, berkat semangat pantang menyerah dan sedikit dukungan pembiayaan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Usaha kuliner rumahan yang ia rintis sejak 2022 ini menyajikan berbagai menu sarapan khas dengan cita rasa rumahan dan harga terjangkau, total ada 12 varian mulai dari nasi cokot dengan teri terong, ayam kemangi, lodho, hingga cumi dan tuna, hanya Rp6.000 per porsi. Berjualan di outlet sederhana yang letaknysa strategis dekat pondok pesantren, puskesmas, dan sekolah, Saadatul dibantu suaminya membuka lapak sejak pukul 05.30 pagi hingga sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB setiap hari, dengan pendapatan bersih mencapai 40% hingga 50% dari omset. Keberhasilan ini tak lepas dari bantuan pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung pada Februari 2025 senilai Rp1,8 juta. Dana tersebut digunakan Sa’adatul untuk memperkuat produksi, membeli peralatan dapur, bahan baku, hingga memenuhi pesanan kue Lebaran. Selain itu, pada Juni 2025, ia juga menerima bantuan banner usaha yang digunakan untuk memperbarui tampilan outlet jualannya. “Saya tidak pernah berharap banyak, yang penting usaha tetap jalan. Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS sangat membantu waktu itu dan datang di saat yang pas,” ujar Sa’adatul. Manajer BMD Tulungagung, Imam Suyudi, menyampaikan bahwa program pembiayaan ini memang dirancang untuk menjangkau pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usahanya. “Kami hadir untuk mendampingi dan memperkuat pelaku UMKM seperti Bu Sa'adatul. Tanpa bunga, tanpa jaminan, tapi berbasis kepercayaan dan tanggung jawab. Kami percaya bahwa dukungan kecil yang tepat bisa memberi dampak besar bagi ekonomi keluarga dan masyarakat,” ujar Imam. Meski sempat menghadapi tantangan seperti penutupan outlet keduanya di sekitar RSUD dr. Iskak, semangat Sa’adatul tak luntur. Ia tetap optimistis untuk terus mengembangkan usaha, membuka cabang baru, bahkan merekrut karyawan di masa depan. Dengan memanfaatkan strategi pemasaran online dan layanan pesan-antar, jangkauan usahanya pun semakin luas. Kini, Sa’adatul menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad kuat dan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa tumbuh dan menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hewan Ternak Senilai Rp14 Juta untuk Warga Tanjungsari
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hewan Ternak Senilai Rp14 Juta untuk Warga Tanjungsari
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi produktif. Kali ini, bantuan disalurkan berupa hewan ternak kepada dua kelompok penerima yang terdiri dari empat warga Desa Tanjungsari: Gito, Sugeng, Yahya, dan Rohman Abdul Rochim. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS Kabupaten Tulungagung (07/07/25), dengan total nilai bantuan sebesar Rp14 juta, atau Rp3,5 juta per orang. Setiap kelompok terdiri dari dua orang, masing-masing kelompok menerima bantuan senilai Rp7 juta yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha peternakan skala kecil di tingkat rumah tangga. Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, M. Fathul Manan, M.Pd., secara langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada para penerima. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. "Bantuan ini bukan sekadar pemberian, tetapi investasi sosial agar para mustahik bisa tumbuh menjadi muzakki. Kami berharap para penerima dapat merawat ternak ini dengan sungguh-sungguh agar memberikan hasil yang berkelanjutan," ujar Fathul Manan. Salah satu penerima bantuan, Sugeng, menyampaikan rasa syukur dan harapannya terhadap bantuan yang diterimanya. "Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Semoga usaha ternak ini bisa berkembang dan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga kami," ungkap Sugeng penuh haru. Program bantuan ternak ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik yang menjadi salah satu fokus utama BAZNAS Tulungagung. Dengan pendekatan produktif dan berkelanjutan, BAZNAS berharap masyarakat yang menerima bantuan dapat bertransformasi menjadi individu yang mandiri secara ekonomi di masa mendatang.
BERITA07/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan MUI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Optimalisasi Pengelolaan ZIS dan Syiar Islam
BAZNAS Tulungagung dan MUI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Optimalisasi Pengelolaan ZIS dan Syiar Islam
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menjalin kerja sama strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung dalam rangka penguatan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) serta memperkuat syiar Islam di wilayah Tulungagung. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan di Kantor MUI Tulungagung, Senin (30/06/2025), dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua lembaga. Kerja sama ini mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang urgensi berzakat, identifikasi mustahik yang benar-benar membutuhkan, hingga penyaluran dana ZIS secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Tujuannya adalah menciptakan sistem filantropi Islam yang lebih kuat dan berdayaguna, serta menjangkau lebih banyak muzaki dan mustahik di Kabupaten Tulungagung. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada umat. “Kami percaya bahwa dengan dukungan keagamaan dari MUI, BAZNAS dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas cakupan penerima manfaat zakat. Ini adalah bentuk nyata dari upaya bersama membangun kesejahteraan umat,” ujar Abdul Wachid. Sementara itu, Perwakilan dari MUI Kabupaten Tulungagung, Drs. KH. M. Fathurrouf Syafi'i, M. Pd. I., menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga amil zakat dan lembaga keulamaan untuk menciptakan ekosistem zakat yang sehat dan sesuai syariat. “MUI siap memberikan bimbingan keagamaan, termasuk dalam hal fatwa dan penguatan syiar Islam, agar pengelolaan zakat tidak hanya tepat secara administratif, tetapi juga benar secara syar’i. Harapannya, keberadaan zakat lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” jelas Gus Rouf. Kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan berbagai program konkret, termasuk kampanye zakat melalui berbagai media dakwah. Dengan sinergi ini, BAZNAS dan MUI Kabupaten Tulungagung berharap mampu membangun fondasi zakat yang lebih kuat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan spiritual masyarakat Tulungagung.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dari Bantuan Pembiayaan Hingga Menuju ke Legalitas: BMD Tulungagung Dorong Usaha Rumahan Bu Dewi Naik Kelas
Dari Bantuan Pembiayaan Hingga Menuju ke Legalitas: BMD Tulungagung Dorong Usaha Rumahan Bu Dewi Naik Kelas
Tulungagung - Di balik dapur sederhana di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, kisah inspiratif tumbuh dari tangan dingin seorang ibu rumah tangga, Dewi Nurhidayah (37). Sejak 2015, ia tekun mengolah ketela menjadi keripik gurih yang kini dikenal dengan merek "Keripik Bu Dewi". Pada Maret 2025, Dewi mendapat dukungan modal usaha sebesar Rp1.600.000 dari BMD Tulungagung. Ia menggunakannya untuk membeli alat produksi seperti dandang, wajan besar, bahan baku, dan kemasan, sehingga proses produksi kini jauh lebih efisien. “Kalau dulu harus masak bergantian, sekarang bisa langsung kukus 5 kg ketela dalam sekali proses,” ujarnya. Keripik Bu Dewi yang hadir dalam varian rasa manis dan balado ini kini rutin diproduksi tiga hari sekali. Dari 5 kg bahan baku, Dewi menghasilkan sekitar 1 kg keripik renyah yang dikemas dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan kecil seharga Rp1.000 hingga kemasan 1 kg dengan harga Rp50.000 per kemasan. Produk ini telah tersebar di 20 titik penjualan lokal, seperti warung dan warung kopi di wilayah Karangrejo, Simo, Bungur, dan Karangwaru. Dengan omzet kotor sekitar Rp300.000 per minggu dan margin bersih mencapai 50%, Dewi melihat potensi besar untuk tumbuh. Namun, langkahnya belum sepenuhnya mulus. Meski sudah mengantongi sertifikasi halal, ia belum memiliki izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), syarat penting untuk menembus pasar swalayan. Menanggapi hal tersebut, BMD Tulungagung, yang bekerja sama dengan Divisi OPPM BAZNAS RI, segera menawarkan bantuan kurasi produk dan fasilitasi pendaftaran PIRT. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengangkat ekonomi pelaku usaha mikro di pedesaan, bukan hanya lewat pembiayaan, tetapi juga pendampingan menyeluruh. “Kalau sudah ada PIRT, saya berharap produk saya bisa masuk ke swalayan. Kemarin sudah tanya ke beberapa tempat, tapi ditolak karena belum ada izin itu,” kata Dewi dengan penuh harap. Tak berhenti di situ, Dewi juga memiliki cita-cita untuk membeli mesin spinner, alat untuk mengurangi kadar minyak pada keripik. Namun, keterbatasan dana membuatnya belum mampu merealisasikan keinginan tersebut. Melihat potensi besar usaha ini, pihak BMD Tulungagung mendorong Dewi untuk mengajukan pembiayaan tahap kedua, khusus untuk menunjang pengadaan alat produksi lanjutan. “Kami percaya, dengan semangat dan pendampingan yang tepat, Bu Dewi bisa melangkah lebih jauh. Pembiayaan BMD bukan hanya soal dana, tapi soal keberlanjutan usaha,” ujar Imam, Manager BMD Tulungagung. Kisah Dewi menjadi bukti nyata bahwa dukungan finansial dari lembaga seperti BAZNAS Microfinance Desa mampu menjadi pemantik perubahan ekonomi di level akar rumput. Dari usaha rumahan, kini Keripik Bu Dewi siap naik kelas dan bersaing di rak-rak swalayan Tulungagung.
BERITA26/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Modalnya Sederhana, Dampaknya Luar Biasa: Peran BMD di Balik Berkembangnya Bengkel Samawa Ketanon
Modalnya Sederhana, Dampaknya Luar Biasa: Peran BMD di Balik Berkembangnya Bengkel Samawa Ketanon
Tulungagung – Di sebuah sudut desa Ketanon, suara gerinda berpadu dengan aroma cat kendaraan menjadi saksi bisu perjuangan M. Agus Ulan Muhaniudin atau yang akrab disapa Muhan. Di balik bengkelnya yang sederhana, pria ini merawat mimpi besar: membangun usaha dari nol, menjaga warisan keterampilan, dan membawa warna baru dalam hidupnya. Bengkel Samawa bukan sekadar tempat mempercantik bodi kendaraan. Sejak 2009, Muhan membangun usaha ini dengan penuh ketekunan. Dari pengecatan, kenteng body, sampai restorasi motor dan mobil, semua dilakoninya sendiri. Namun, seperti banyak pelaku usaha kecil lainnya, ia sempat terhambat di satu titik: modal usaha. Kebutuhan akan peralatan dan bahan baku berkualitas terus meningkat seiring bertambahnya pelanggan. Di sinilah peran BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung terasa sangat berarti. Pada Mei 2025, Muhan mendapat pembiayaan modal usaha sebesar Rp2 juta dari BMD. Uang tersebut langsung ia gunakan untuk membeli berbagai kebutuhan utama seperti cat kendaraan, thinner, paint remover, epoxy, sikat kawat, amplas dan bahan-bahan penting lainnya dalam proses pengecatan dan restorasi. “Saya sangat terbantu. Dana dari BMD ini membuat saya bisa tetap menjaga kualitas hasil kerja. Kalau tidak ada bahan yang cukup, hasil juga tidak maksimal,” ungkap Muhan, sambil menunjukkan rak bahan-bahan yang baru saja ia beli. Bengkel Samawa mampu menangani beberapa unit per bulan, dengan biaya restorasi kendaraan mencapai Rp3,5 juta, rakit Rp500 ribu, dan las sekitar Rp1 juta. Omzetnya kini di kisaran Rp5 juta hingga Rp7 juta per bulan. Margin keuntungan yang mencapai 50-70% membuat usaha ini semakin menjanjikan sebagai tulang punggung keluarga. Muhan pun menyimpan mimpi yang lebih besar. Ia ingin Samawa bukan hanya sekadar bengkel, tapi juga warisan keluarga. “Saya ingin suatu saat anak saya bisa meneruskan ini. Semoga usaha ini bisa terus berkembang dan dikenal lebih luas.” katanya sambil menatap motor yang sedang direstorasi di sudut bengkel. Manager BMD Tulungagung, Imam Suyudi, menjelaskan bahwa program pembiayaan ini menyasar pelaku usaha mikro yang potensial, namun terkendala modal. “Kami ingin hadir sebagai solusi. Bantuan kami mungkin tidak besar, tapi kami percaya, bagi pelaku usaha seperti Pak Muhan, ini bisa jadi titik balik perkembangan,” ujar Imam. Bengkel Samawa kini bukan hanya tentang mempercantik kendaraan. Ia adalah cerita tentang keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk bangkit, dan keberanian untuk terus bergerak meski dimulai dari bawah.
BERITA23/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Disokong Dana dari BAZNAS, Usaha Rumahan ini Mampu Bertahan di Tengah Gejolak Harga
Disokong Dana dari BAZNAS, Usaha Rumahan ini Mampu Bertahan di Tengah Gejolak Harga
Tulungagung – Di balik gang sempit Kelurahan Botoran Timur, aroma manis kue tradisional menguar dari sebuah dapur mungil yang menyimpan cerita perjuangan dan harapan. Sri Widawati (43), akrab disapa Bu Wiwid, adalah sosok tangguh di balik brand rumahan “Kue Basah Bu Wiwid”, usaha turun-temurun yang ia tekuni sejak 2020. Setiap pagi pukul 07.00, tangan cekatan Bu Wiwid mulai bekerja. Dalam empat jam, deretan kue khas Jawa seperti nogosari, mendut, jadah, hingga wajik, siap dikirim ke pasar-pasar tradisional dan para pelanggan setia. Dengan harga jual sekitar Rp2.000 per buah, ia mampu meraih omzet harian Rp130.000, meski keuntungan bersih yang ia bawa pulang hanya sekitar Rp50.000 per hari. Namun, tantangan datang tak hanya dari dapur. Kenaikan harga bahan baku menjadi momok tersendiri. “Kelapa sekarang sampai Rp15.000 per biji, padahal dulu cuma enam ribuan,” keluh Bu Wiwid. Kenaikan tajam ini sempat membuat roda usahanya melambat. Titik balik datang pada Mei 2025, saat Bu Wiwid menerima suntikan modal sebesar Rp1.800.000 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli mesin parut kelapa dan ketela, chopper mini, serta menambah stok bahan baku. Berkat bantuan ini, proses produksi jadi lebih cepat, hemat tenaga, dan hasil kue pun lebih konsisten. “Kami di BMD ingin membantu pelaku usaha kecil seperti Bu Wiwid agar bisa naik kelas. Usaha rumahan seperti ini perlu didorong karena dampaknya langsung terasa di keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Imam Suyudi, Manager BMD Kabupaten Tulungagung. Bu Wiwid kini tak hanya melayani pesanan dari pasar, tapi juga menerima orderan untuk acara yasinan, arisan, hingga via WhatsApp. Ia berharap ke depan bisa menambah varian kue dan memperluas jangkauan distribusi. Di dapur sederhananya, bukan sekadar kue yang dibentuk tetapi juga mimpi. Mimpi seorang ibu untuk terus bertahan, bertumbuh, dan membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa jadi besar.
BERITA19/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Ditinggal Keluarga dan Hidup Tanpa Suara, BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Biaya Hidup Kepada Mbah Atim
Ditinggal Keluarga dan Hidup Tanpa Suara, BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Biaya Hidup Kepada Mbah Atim
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan biaya hidup kepada masyarakat fakir miskin yang hidup dalam kondisi serba keterbatasan. Program kemanusiaan ini merupakan salah satu agenda rutin yang dilakukan setiap tiga bulan sekali, dengan nominal bantuan sebesar Rp900.000 per penerima. Bantuan ini menyasar kelompok masyarakat rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, serta mereka yang hidup sebatang kara tanpa dukungan keluarga. Salah satu penerima manfaat dari program ini adalah Mbah Atim, warga Dusun Setonobendo, Kecamatan Karangrejo, yang kini telah memasuki usia 69 tahun. Ia merupakan penyandang tuna wicara yang hidup tanpa sanak saudara, dan tak ada satu pun keluarga yang bersedia merawatnya. Namun, di tengah kesunyian dan keterasingan itu, masih ada secercah cahaya dari tetangganya, Pak Harun, yang dengan ikhlas memberikan tempat tinggal dan merawat Mbah Atim tanpa pamrih. “Mbah Atim ini sudah lama ikut saya. Saya bukan siapa-siapanya, tapi karena memang kondisinya seperti itu, dan saudara-saudaranya juga tidak ada yang mau mengurusi, saya minta beliau tinggal di sini saja. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan dari BAZNAS ini. Setidaknya bisa membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari beliau,” ungkap Pak Harun penuh haru. Mbah Atim, meski dalam keterbatasan fisik, tetap memiliki semangat hidup yang luar biasa. Setiap hari, ia turut membantu pekerjaan ringan seperti membersihkan kandang kambing, memberi makan ternak, serta memunguti sisa-sisa pakan. Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi pengisi waktu, tetapi juga menjadi bentuk eksistensinya sebagai manusia yang masih ingin berdaya dan berguna bagi lingkungan. Relawan BAZNAS Tulungagung, Amanda Suci Rahmawati, yang turut serta dalam penyaluran bantuan, menyampaikan kesan mendalam setelah mengunjungi Mbah Atim. “Kondisi beliau sangat menyentuh hati kami. Program ini bukan hanya soal memberikan bantuan uang, tetapi juga tentang menghadirkan rasa bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa masih ada yang peduli. Semangat hidup Mbah Atim mengajarkan kita untuk tetap kuat meski dalam segala keterbatasan,” ujar Amanda. Bantuan biaya hidup dari BAZNAS ini bukan sekadar angka di atas kertas. Di balik setiap rupiah, tersimpan harapan, perhatian, dan kasih sayang dari masyarakat yang mengamanahkan zakat dan infaqnya melalui lembaga resmi ini. BAZNAS ingin menjadi jembatan antara mereka yang mampu dan yang membutuhkan, menyalurkan kepedulian agar tidak ada lagi yang terpinggirkan dalam diam. Program ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian bisa datang dari siapa saja, seperti yang ditunjukkan oleh Pak Harun. Ia bukan keluarga, bukan kerabat, tetapi mampu menjadi "rumah" bagi Mbah Atim. Di tengah dunia yang kadang sibuk dengan urusannya sendiri, kisah seperti ini menjadi penyegar hati dan bukti bahwa kebaikan masih nyata ada di sekitar kita. Mari terus dukung program-program kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, kita turut menghadirkan harapan di hati mereka yang nyaris terlupakan. Karena sejatinya, setiap kebaikan yang kita lakukan hari ini, bisa menjadi cahaya terang bagi hidup seseorang di tengah gelapnya keterbatasan.
BERITA18/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Tak Lagi Sendirian: BAZNAS Tulungagung Hadirkan Harapan untuk Mbah Jumitin Lewat Bantuan Biaya Hidup
Tak Lagi Sendirian: BAZNAS Tulungagung Hadirkan Harapan untuk Mbah Jumitin Lewat Bantuan Biaya Hidup
Tulungagung - Kabar gembira kembali menyapa Mbah Jumitin, seorang lansia sebatang kara yang tinggal di Dusun Bantengan, Kecamatan Pagerwojo. Relawan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali mengunjungi kediaman sederhananya untuk menyerahkan bantuan biaya hidup sebesar Rp900.000. Bantuan ini merupakan bagian dari program bantuan rutin triwulanan yang digagas oleh BAZNAS sebagai salah satu program kemanusiaan unggulan. Mbah Jumitin, yang kini telah memasuki usia senja, hidup dalam kondisi yang serba terbatas. Tanpa keluarga yang mendampingi dan tanpa sumber penghasilan tetap, ia bertahan hidup dari belas kasih lingkungan sekitar dan bantuan dari para dermawan. Sejak beberapa tahun terakhir, bantuan dari BAZNAS Tulungagung menjadi satu-satunya harapan yang membantu Mbah Jumitin mencukupi kebutuhan pokoknya. “Uang ini saya pakai untuk beli beras, obat, dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, sangat membantu sekali. Kalau tidak ada bantuan ini, saya bingung dan kesulitan untuk makan apa,” ungkap Mbah Jumitin dengan suara lirih namun penuh rasa syukur. Program bantuan biaya hidup ini bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Tulungagung yang dikelola secara transparan dan amanah oleh BAZNAS. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberikan rasa aman dan kehangatan bagi para mustahik seperti Mbah Jumitin. Relawan BAZNAS Tulungagung, Muh. Darul Muttaqin, yang turut menyerahkan bantuan tersebut, menuturkan, “Kami tidak hanya datang untuk menyerahkan uang, tapi juga membawa semangat dan kepedulian. Kami ingin Mbah Jumitin tahu bahwa dia tidak sendiri. Ini adalah bentuk kasih sayang masyarakat Tulungagung melalui zakat dan sedekah yang dipercayakan kepada BAZNAS.” Kehadiran relawan setiap tiga bulan sekali pun menjadi sesuatu yang sangat dinanti. Bagi Mbah Jumitin, kehadiran mereka bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan perhatian yang selama ini mungkin jarang ia rasakan. Salah satu tetangganya mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada Mbah Jumitin. “Mbah Jumitin itu hidupnya sebatang kara, kami warga sekitar juga kadang bantu seadanya. Tapi alhamdulillah ada BAZNAS yang selalu membantu. Ini sangat luar biasa.” Program bantuan biaya hidup dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung ini menjadi bukti nyata bahwa zakat dan infak yang ditunaikan dengan ikhlas dapat memberikan dampak luar biasa. Tak hanya menyentuh sisi ekonomi, tetapi juga sisi kemanusiaan yang lebih dalam. Melalui program ini, BAZNAS terus berkomitmen untuk menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan langkah kecil namun konsisten, BAZNAS Tulungagung terus berupaya menciptakan lingkungan sosial yang lebih peduli dan manusiawi. Dan bagi Mbah Jumitin, bantuan ini bukan hanya soal rupiah melainkan harapan, perhatian, dan bukti bahwa di usianya yang senja, ia masih dicintai.
BERITA17/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dari Modal Bantuan BMD 2 Juta, Usaha Kripik Usus Ibu Rumah Tangga ini Auto Naik Kelas!
Dari Modal Bantuan BMD 2 Juta, Usaha Kripik Usus Ibu Rumah Tangga ini Auto Naik Kelas!
Tulungagung - Tak banyak yang menyangka bahwa sebuah usaha rumahan bisa berkembang lewat langkah kecil namun strategis. Bermula dari dapur kecil di rumahnya, Sri Wijayana pelaku usaha mikro asal Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung telah membuktikan bahwa kemajuan usaha tak selalu bergantung pada modal besar, tapi pada langkah cerdas dan ketekunan. Usaha kripik usus yang dirintis sejak 2023 itu awalnya hanya dipasarkan secara sederhana dengan sistem titip jual di warung dan kini berupaya untuk naik kelas. Pada Mei 2025, Sri mendapat suntikan semangat berupa pinjaman modal dari Baznas Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp2 juta. Dana tersebut ia manfaatkan untuk membeli alat spinner, perangkat sederhana namun vital dalam proses produksi kripik. Dengan alat itu, hasil produksinya kini lebih renyah, kering, dan tahan lama. Hal ini turut mendongkrak kualitas produk, sekaligus memperpanjang masa simpan kripik, membuka peluang baru dalam pemasaran. “Spinner ini kecil, tapi dampaknya besar buat kualitas kripik saya. Sekarang pelanggan juga mulai bilang kalau produknya makin bagus,” ujar Sri dengan senyum percaya diri. Langkah kecil lainnya yang tengah Sri upayakan adalah sertifikasi halal melalui program OPPM BAZNAS RI. Sertifikasi ini diharapkan membuat produk Sri lebih diterima di pasar secara luas. Selain mengelola produksi sendiri, Sri tetap bekerja sebagai juru masak sambil mendukung suami yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online. Dari usaha ini, ia mampu menghasilkan omzet mingguan Rp400.000–500.000 dengan keuntungan bersih sekitar Rp300.000. Pendapatan ini turut membantu membiayai kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan ketiga anaknya yang masih bersekolah. “Saya ingin pesanan makin ramai dan bisa lebih percaya diri menembus pasar yang lebih luas,” katanya. Kisah Sri adalah potret nyata kekuatan perempuan bisa menggerakkan ekonomi keluarga. Dengan semangat dan sedikit bantuan tepat guna, dapur kecil pun bisa menjadi pintu masuk ke peluang yang lebih besar.
BERITA16/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Cuma 500 rupiah, Pisang Krispy Ibu Martini Laris Manis Berkat Semangat & Dukungan BMD
Cuma 500 rupiah, Pisang Krispy Ibu Martini Laris Manis Berkat Semangat & Dukungan BMD
Tulungagung – Aroma gurih dan renyah Pisang Krispy yang dijual di Dusun Ringinagung, Kelurahan Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak sekolah dan warga sekitar. Di balik lapak sederhana itu, ada perjuangan seorang ibu rumah tangga bernama Ibu Martini (40), yang merintis usahanya sejak awal 2023. Dengan harga sangat terjangkau, hanya Rp500 per biji, camilan ini mampu menghasilkan omzet kotor harian hingga Rp200.000, dengan pendapatan bersih sekitar Rp80.000. Semua proses produksi dikerjakan sendiri oleh Ibu Martini, mulai dari mengupas pisang, membalur tepung, hingga menggoreng dan melayani pembeli. “Saya produksi sendiri dari pagi sampai sore. Alhamdulillah sudah punya pelanggan tetap, terutama anak-anak sekolah,” ujar Martini. Sebagai pelaku usaha kecil, tantangan usaha tentu selalu ada. Di tengah kebutuhan modal yang mendesak, bantuan dari BAZNAS datang sebagai angin segar. Melalui program pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan, BMD Tulungagung memberikan pinjaman senilai Rp2 juta kepada Ibu Martini. Dana tersebut digunakan untuk menambah stok bahan baku agar produksi tetap stabil dan konsisten. “Bantuan dari BAZNAS ini jadi pendorong semangat buat saya. Modal tambahan ini saya pakai untuk beli bahan supaya nggak kehabisan saat banyak pembeli,” katanya. Program pembiayaan mikro dari BAZNAS ini memang dirancang untuk mendorong pelaku usaha mikro agar bisa tumbuh tanpa terjerat beban pinjaman konvensional. Tanpa bunga, tanpa agunan, dan dengan pendampingan usaha, BAZNAS menjadi mitra nyata bagi masyarakat kecil yang ingin mandiri secara ekonomi. Kisah Ibu Martini membuktikan bahwa ketika semangat dan kerja keras bertemu dengan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa menjadi primadona di tengah masyarakat, dan yang terpenting, membawa harapan akan masa depan yang lebih baik.
BERITA13/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dari Dapur ke Lapak Hits! Salma Buktikan Anak Muda Bisa Cuan Bareng BMD Tulungagung
Dari Dapur ke Lapak Hits! Salma Buktikan Anak Muda Bisa Cuan Bareng BMD Tulungagung
Tulungagung – Di balik lapak sederhana berukuran 2x2 meter di pinggir Jalan A. Yani Barat, Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, tersimpan kisah inspiratif tentang semangat, tekad, dan peran nyata pembiayaan mikro dalam mendukung wirausaha muda. “Dapur Ernosa”, usaha kuliner rumahan milik Salma Almira (24), kini menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa diraih meski bermula dari dapur rumah dan modal terbatas. Salma memulai usahanya di dapur kecil rumahnya di Kelurahan Botoran Timur. Dengan semangat wirausaha dan inovasi digital, Salma sukses mengubah hobi memasaknya menjadi ladang penghasilan yang menjanjikan, ia membangun bisnis kuliner dan menjual beragam produk seperti donat, bomboloni, roti, risol, dan aneka gorengan. Ia aktif menjajakan produknya tidak hanya secara langsung di lapak, tetapi juga melalui platform digital seperti TikTok dan Instagram @dapoerernosa.id, serta layanan pesan antar lewat aplikasi Zendo. Namun, tonggak penting dalam perjalanan usahanya terjadi pada Mei 2025, ketika Salma menerima bantuan pembiayaan sebesar Rp2.500.000 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan penting seperti loyang, box kemasan, hand mixer, dan bahan baku produksi. “Bantuan ini sangat bermanfaat. Saya bisa beli alat-alat yang tadinya hanya bisa saya angan-angan saja. Usaha jadi lebih efisien, produksi bisa semakin banyak dan hasilnya pun makin meningkat,” ungkap Salma. Manajer BMD Tulungagung, Imam Suyudi, menyatakan bahwa program ini memang dirancang untuk memberdayakan wirausaha kecil yang punya semangat kuat dan potensi berkembang. “Salma adalah contoh nyata dari anak muda yang gigih dan visioner. Kami di BMD tidak hanya memberi pembiayaan, tapi juga mendampingi agar pelaku usaha seperti Salma bisa naik kelas dan mandiri secara ekonomi,” ujar Imam. Dapur Ernosa kini mencatat omzet harian mencapai Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000 dengan harga produk yang bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga Rp15.000 per item. Pendapatan ini tidak hanya menopang kehidupan sehari-hari, tetapi juga pernah digunakan untuk membiayai kuliahnya hingga lulus. “Usaha ini sudah sangat membantu. Selain dulu untuk biaya kuliah, juga bisa buat bantu keuangan keluarga dan beli alat-alat produksi,” kata Salma. Salma berharap Dapur Ernosa bisa terus berkembang dan dikenal lebih luas di Tulungagung dan sekitarnya. “Saya ingin terus belajar, berinovasi, dan suatu saat bisa punya toko sendiri,” tuturnya dengan penuh harap. Kisah Dapur Ernosa bukan hanya tentang jualan makanan. Ini adalah cerita tentang bagaimana akses pembiayaan yang tepat, seperti dari BMD, bisa membuka jalan menuju kemandirian dan harapan bagi generasi muda yang berani bermimpi dan bertindak. Salma Almira membuktikan bahwa mimpi besar tak selalu dimulai dari modal besar. Dari tenda kecil dan dapur rumah, Dapur Ernosa menjadi simbol ketekunan generasi muda dalam membangun masa depan melalui jalur usaha mandiri.
BERITA11/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terpencil
BAZNAS Tulungagung Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terpencil
Tulungagung – Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Pemerintah Daerah Tulungagung bersinergi menyalurkan bantuan hewan kurban ke wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Tulungagung. Total sebanyak 27 hewan kurban yang terdiri dari 1 ekor sapi dan 26 ekor kambing telah didistribusikan ke sejumlah titik desa yang selama ini jarang jarang atau bahkan belum pernah merasakan kehadiran hewan kurban saat Iduladha. Program penyaluran ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat di pelosok daerah yang selama ini jarang atau belum merasakan manfaat dari hewan kurban secara langsung. Bantuan tersebut sebagian berasal dari hasil infak para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disalurkan atas nama Bupati Tulungagung melalui BAZNAS, serta dari para mudhohi (pekurban) masyarakat umum yang mempercayakan pelaksanaan kurbannya kepada BAZNAS Tulungagung. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk mewujudkan pemerataan manfaat hewan kurban di seluruh wilayah, termasuk desa-desa yang sulit diakses. “Kami sangat bersyukur atas kepercayaan para OPD dan masyarakat yang telah menyalurkan infak dan kurbannya melalui BAZNAS. Hewan-hewan kurban ini kami salurkan ke desa-desa yang selama ini belum pernah atau sangat jarang mendapatkan bantuan hewan kurban. Harapannya, masyarakat di wilayah terpencil juga bisa merasakan berkah Iduladha,” ujar Abdul Wachid. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, SE., ME., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat solidaritas antarwarga, khususnya untuk masyarakat yang berada di daerah yang jarang mendapatkan distribusi hewan kurban. “Ini adalah bentuk sinergi dan kepedulian nyata antara pemerintah dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi agar semangat berbagi dan gotong royong terus tumbuh, terutama untuk membantu saudara-saudara kita di wilayah terpencil,” ungkap Bupati Gatut Sunu. Lebih lanjut, Bupati Gatut Sunu juga menyampaikan bahwa Pemkab Tulungagung turut menyalurkan hewan kurban ke berbagai masjid di wilayah kabupaten hingga pelosok. “Tahun ini ada 13 sapi yang diserahkan, termasuk satu dari saya yang nantinya diserahkan ke masjid dan ke Partai Gerindra. Untuk masjidnya, ada di Masjid Kalidawir, Pucung, Bandung, Al Munawar Panggungrejo, dan Al Fattah. Harapannya ini bisa meringankan beban masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pelosok,” tambahnya. Adapun beberapa titik lokasi penyaluran hewan kurban melalui BAZNAS Tulungagung antara lain: 1 ekor sapi disalurkan ke PCNU Kabupaten Tulungagung 1 ekor kambing diserahkan ke Yayasan Berkah Mulya Mandiri, Pagerwojo 1 ekor kambing untuk Mushola At Taubah, Desa Picisan 1 ekor kambing untuk Mushola Nurul Huda, Desa Nyawangan 1 ekor kambing untuk Masjid Al Ishlah, Desa Nglurup Dan puluhan kambing lainnya didistribusikan ke berbagai titik desa di wilayah Kabupaten Tulungagung. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS, program kurban tahun ini tidak hanya menyalurkan daging kepada masyarakat, namun juga menguatkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pemerataan manfaat ibadah kurban di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. BAZNAS Tulungagung juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh muzaki (pemberi zakat) dan mudhohi yang telah menunaikan ibadah dan kewajibannya melalui BAZNAS. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala berlipat serta keberkahan yang terus mengalir.
BERITA05/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hidup dengan Stroke, Memulung untuk Sekolah Anak: BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Rutin 900 Ribu Kepada Pak Triman
Hidup dengan Stroke, Memulung untuk Sekolah Anak: BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Rutin 900 Ribu Kepada Pak Triman
Tulungagung - Kisah hidup Triman, warga Dusun Balong, Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, menjadi potret nyata perjuangan seorang ayah di tengah keterbatasan. Mengidap stroke dan kehilangan istri tercinta, Pak Triman kini harus menghidupi dua anaknya seorang diri. Dengan kondisi tubuh yang lemah dan tidak lagi bisa bekerja secara normal, setiap hari Pak Triman memulung sampah di sekitar desanya. Hasil dari memulung itulah yang ia gunakan untuk mencukupi kebutuhan makan dan sekolah anak-anaknya. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap, tidak ada penghasilan rutin, dan tidak mendapatkan dukungan dari keluarga terdekat. Rumahnya yang sederhana dan berlantai tanah menjadi saksi bisu perjuangan hidupnya bersama dua anaknya yang masih sekolah. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan biaya hidup sebesar Rp900.000,- setiap tiga bulan kepada Pak Triman melalui program bantuan biaya hidup fakir miskin. Program ini menyasar warga miskin yang hidup sebatang kara dan tidak memiliki penghasilan tetap. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Semoga BAZNAS selalu diberi kelancaran dan keberkahan,” ungkap Pak Triman saat menerima bantuan. Proses penyaluran dilakukan langsung oleh tim relawan BAZNAS Tulungagung yang mengunjungi kediaman Pak Triman. Salah satu relawan, Novilia Nuriafitri, menyampaikan harapannya agar bantuan ini bukan hanya menjadi penyambung hidup, tapi juga pembuka jalan untuk masa depan yang lebih baik. “Melihat kondisi Pak Triman secara langsung sangat menyentuh hati kami. Bantuan ini memang tidak besar, tapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban beliau. Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masih banyak saudara di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan,” kata Novilia. Melalui bantuan ini, BAZNAS Tulungagung berharap dapat memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat serta mengurangi kesenjangan ekonomi. Harapan serupa juga diungkapkan oleh warga sekitar agar perhatian terhadap kondisi yang sangat memprihatinkan seperti Pak Triman tidak berhenti hanya sampai di sini. BAZNAS Tulungagung juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam membantu sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Uluran tangan dari kita semua sangat berarti bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Mari bersama BAZNAS, kita memberi manfaat yang nyata, sebagaimana yang dirasakan oleh Pak Triman dan para mustahik lainnya. Dengan bantuan ini, harapan hidup Pak Triman dan anak-anaknya bisa terus menyala di tengah keterbatasan.
BERITA04/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Hidup seorang diri di bawah jembatan: BAZNAS Jadi Harapan Baru Pak Mudjahidin
Hidup seorang diri di bawah jembatan: BAZNAS Jadi Harapan Baru Pak Mudjahidin
Tulungagung – Di balik hiruk-pikuk kehidupan modern, masih ada kisah pilu yang menggugah nurani. Salah satunya adalah Pak Mudjahidin, warga Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat, yang telah bertahun-tahun hidup seorang diri di bawah kolong jembatan. Mengalami gangguan kejiwaan dan tanpa keluarga inti yang mendampingi. Mudjahidin tak punya pekerjaan dan tak mampu mengurus kebutuhan dirinya secara utuh, ia hanya bertahan dalam keterbatasan dengan mengandalkan naluri untuk sekadar bertahan hidup. Kondisi ini menarik kepedulian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung. Melalui program bantuan biaya hidup, BAZNAS menyalurkan dana sebesar Rp 900.000 yang diberikan secara rutin setiap tiga bulan sekali kepada Pak Mudjahidin. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari dan memberikan sedikit rasa aman bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. “Bantuan ini kami berikan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat rentan, terutama mereka yang mengalami gangguan mental dan tidak memiliki dukungan keluarga. Semoga dengan bantuan ini, Pak Mudjahidin bisa menjalani hari-harinya dengan sedikit lebih layak,” ujar Lisnawaroh, staff pendistribusian BAZNAS Tulungagung. Penyaluran bantuan ini turut melibatkan mahasiswa binaan BAZNAS Tulungagung, Izza Pitriana, yang turut mendistribusikan langsung bantuan kepada Pak Mudjahidin. “Melihat langsung kondisi Pak Mudjahidin membuat saya semakin bersyukur dan termotivasi untuk terus terlibat dalam kegiatan sosial. Bantuan ini mungkin terlihat kecil, tapi bagi beliau sangat berarti. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal kehadiran dan perhatian. Ini pengalaman yang sangat membuka mata dan hati saya,” tutur Izza penuh empati. Pak Umar, salah satu kerabat dekat Pak Mudjahidin, turut mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Beliau sudah lama tinggal di bawah jembatan. Kami keluarga sebenarnya ingin membantu, tapi dengan keterbatasan kami, sulit sekali. Alhamdulillah ada bantuan dari BAZNAS, ini sangat membantu untuk kebutuhan harian beliau,” ujarnya. Pak Umar juga berharap kedepan ada tindak lanjut berupa pendampingan medis atau program social yang bisa membantu proses pemulihan Pak Mudjahidin serta memberikan lingkungan yang lebih layak dan aman baginya. Kisah Pak Mudjahidin menggambarkan wajah lain kehidupan yang sering luput dari perhatian. Ia adalah salah satu dari sekian banyak individu yang berjuang sendiri dalam senyap. Bantuan dari BAZNAS tidak hanya memberikan kebutuhan fisik, tetapi juga menguatkan pesan bahwa masih ada tangan-tangan peduli yang hadir untuk mereka yang terlupakan. Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih manusiawi bagi mereka yang paling membutuhkan.
BERITA03/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Pinjaman Tanpa Bunga dan tanpa jaminan: BAZNAS Dorong Inovasi Getuk Crispy Bu Diyah Tembus Pasar Modern
Pinjaman Tanpa Bunga dan tanpa jaminan: BAZNAS Dorong Inovasi Getuk Crispy Bu Diyah Tembus Pasar Modern
Tulungagung – Inovasi kuliner unik kembali lahir dari tangan kreatif warga Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman. Diyah Ayu Kurniawati (31), ibu rumah tangga yang sukses menciptakan Getuk Crispy, kuliner tradisional yang berbeda dari biasanya: Getuk Crispy berbentuk bola-bola kecil yang renyah dan menggoda. Usaha yang dirintis sejak awal 2024 ini lahir dari keinginan produksi jajan dengan modal kecil, dan kecintaan Diyah terhadap jajanan tradisional. Namun, alih-alih menyajikan getuk dalam bentuk biasa, Diyah memilih mengemasnya dalam bentuk bola kecil yang digoreng garing siap santap dan tersedia juga versi frozen untuk versi mentah. Bentuk unik ini menjadi daya tarik utama, membedakan produknya dari getuk goreng pada umumnya. Namun, di balik kelezatan produknya, ada kisah inspiratif tentang perjuangan dan dukungan sosial yang jarang terdengar: usaha ini berkembang berkat bantuan pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Pada Maret 2025, Diyah menerima dana sebesar Rp1.500.000 dari BMD untuk pembelian bahan baku dan peningkatan kemasan. Dana ini tanpa jaminan dan tidak dibebankan bunga, sehingga sepenuhnya difokuskan untuk membantu pelaku usaha kecil berkembang tanpa beban finansial. “Program kami memang dirancang untuk memberdayakan ekonomi umat secara berkelanjutan. Bantuan ini bukan sekadar modal, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap pelaku usaha kecil agar mereka bisa mandiri dan naik kelas,” ujar Imam Suyudi, Manajer BMD Tulungagung. Berkat suntikan dana tersebut, Diyah mampu meningkatkan kualitas kemasan produknya dan menjaga stabilitas produksi yang semula bermodal kecil. Kini, ia rutin memproduksi getuk crispy sebanyak tiga kali seminggu, dengan kebutuhan bahan baku ketela mencapai 10–14 kg per sesi produksi. Omzet mingguan mencapai Rp1.050.000, dengan pendapatan bersih sekitar 50 persen dari total omzet. Produk dijual seharga Rp12.000 per pak untuk versi mentah dan Rp14.000 untuk versi matang. Tak hanya memproduksi getuk saja, Diyah juga memproduksi risol. Ia juga menerima pesanan besar untuk acara hajatan serta melayani penjualan online melalui Facebook, WhatsApp, dan layanan antar (delivery order). “Ke depan, saya ingin bisa meng-upgrade kemasan dengan desain yang lebih menarik agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Diyah penuh semangat. Dengan inovasi yang terus dikembangkan dan dukungan nyata dari BMD, Getuk Crispy Diyah Ayu menjadi bukti bahwa sentuhan tradisional dan teknologi modern dapat berpadu menciptakan peluang ekonomi baru tanpa harus terjebak dalam jerat utang atau bunga pinjaman.
BERITA02/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gandeng Pemkab dan Fatayat NU Salurkan Bantuan Ekonomi Rp 20 Juta
BAZNAS Tulungagung Gandeng Pemkab dan Fatayat NU Salurkan Bantuan Ekonomi Rp 20 Juta
Tulungagung – Semangat kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, dan Fatayat NU membuahkan hasil nyata dalam bentuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam momen pelantikan Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Tulungagung, Selasa (27/5/25), dilakukan penyaluran bantuan secara simbolis kepada dua kelompok usaha yang diwakilkan oleh 2 penerima manfaat dari program Z Mart, senilai total Rp 20.000.000,-. Program Z Mart merupakan inisiatif pemberdayaan kelompok usaha mikro yang diharapkan menjadi roda penggerak ekonomi keluarga, khususnya di kalangan perempuan muda. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP, dan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, SE., ME., serta disaksikan langsung oleh Ketua Fatayat NU Tulungagung yang baru dilantik, Alik Mudrikah, M. Pd., beserta jajaran pengurus Fatayat NU se-Kabupaten Tulungagung. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. “Program Z Mart bukan sekadar bantuan, tapi langkah strategis untuk menciptakan perempuan-perempuan tangguh dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, SE., ME., mengapresiasi langkah kolaboratif ini sebagai upaya konkret dalam membangun ketahanan ekonomi lokal. “Pemerintah daerah menyambut baik program ini. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan, terlebih yang menyasar perempuan sebagai motor penggeraknya,” ungkapnya. Ketua Fatayat NU Tulungagung yang baru dilantik, Alik Mudrikah, M. Pd., juga menyampaikan optimismenya. “Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kader Fatayat untuk terus bergerak, berdaya, dan menjadi bagian dari solusi ekonomi umat. Kami siap berperan aktif sebagai mitra pemberdayaan,” tuturnya. Dua penerima manfaat yang mewakili kelompok usaha Z Mart tampak haru saat menerima bantuan secara simbolis. Ke depan, program ini akan terus dikembangkan dan diperluas agar semakin banyak kelompok usaha perempuan yang terbantu dan berkembang menuju kemandirian ekonomi.
BERITA28/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Meriah dan Penuh Warna! BAZNAS Tulungagung Berikan Santunan Anak Yatim dan Bantuan Permodalan UMKM dalam Pesta Rakyat di Titik Nol Kilometer
Meriah dan Penuh Warna! BAZNAS Tulungagung Berikan Santunan Anak Yatim dan Bantuan Permodalan UMKM dalam Pesta Rakyat di Titik Nol Kilometer
Tulungagung - Suasana Titik Nol Kilometer Tulungagung berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (25/05/25), dalam gelaran Pesta Rakyat UMKM yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Kemeriahan acara ini tidak hanya menampilkan ragam produk UMKM, namun juga menyatukan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Acara ini menjadi sorotan publik karena berhasil menyatukan ribuan warga Tulungagung dalam suasana penuh semangat dan harapan baru bagi kemajuan ekonomi lokal. Sejumlah pejabat penting turut hadir, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta anggota DPRD Tulungagung yang turun langsung menyapa masyarakat dan pelaku UMKM. Salah satu elemen penting yang mewarnai acara ini adalah kehadiran BAZNAS Tulungagung, yang turut menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan santunan kepada 10 anak yatim. Santunan ini menjadi simbol perhatian terhadap kaum dhuafa, di tengah gemerlap acara rakyat. Tak hanya itu, BAZNAS Tulungagung juga turut memberikan bantuan permodalan kepada para pelaku UMKM, yang jumlah keseluruhannya mencapai sekitar 600 pedagang. Hampir semua pelaku UMKM yang hadir mendapat dukungan permodalan dengan nominal antara Rp1 juta hingga Rp3 juta per orang, sebagai bentuk komitmen BAZNAS dalam mendukung pertumbuhan ekonomi mikro dan pemberdayaan masyarakat secara langsung. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid menyampaikan bahwa dukungan terhadap pelaku UMKM merupakan bagian dari misi strategis BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. “Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tapi berkembang. Maka dari itu, hampir semua pedagang yang berjumlah sekitar 600 orang kami bantu dengan permodalan. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menyukseskan agenda Pemkab Tulungagung sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkapnya. Selain mendukung Pesta Rakyat UMKM, kegiatan pemberdayaan UMKM ini juga berlanjut setiap minggunya melalui program Car Free Day (CFD) yang digelar di lokasi yang sama. Dalam setiap pelaksanaan CFD, BAZNAS Tulungagung juga mengedarkan kotak sedekah, dan hasilnya cukup menggembirakan, rata-rata sedekah yang terkumpul mencapai Rp1,3 juta setiap minggunya. Dana ini kemudian digunakan kembali untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menyampaikan optimismenya terhadap dampak positif dari kegiatan ini. “Pesta Rakyat UMKM dapat menjadi ikon baru kebangkitan ekonomi lokal. Kami juga berharap, melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM dapat memperluas jejaring usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta mengenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas,” ujar Bupati yang juga dikenal sebagai pemilik Romo Wijoyo Group. Ia menambahkan, “Kami harap kegiatan ini menjadi ikon ekonomi Tulungagung dan mampu mendorong pembangunan serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.” Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat, Pesta Rakyat UMKM menjadi lebih dari sekadar ajang promosi produk, melainkan simbol gotong royong, harapan baru, dan langkah nyata menuju ekonomi lokal yang lebih kuat dan inklusif.
BERITA26/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Kabupaten Tulungagung Salurkan Bantuan Modal Usaha dan Kambing di Desa Gesikan
BAZNAS Kabupaten Tulungagung Salurkan Bantuan Modal Usaha dan Kambing di Desa Gesikan
Tulungagung - Bertepatan dalam momentum menjelang Hari Raya Idul Adha, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan ekonomi produktif kepada warga Desa Gesikan, Kecamatan Pakel (22/05/25). Bantuan yang disalurkan berupa modal usaha dan ternak kambing, sebagai upaya mendukung kemandirian masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi di momen hari besar Islam tersebut. Sebanyak lima warga mendapatkan bantuan modal usaha dengan total nilai sebesar Rp 5.000.000,-, yang ditujukan untuk mengembangkan usaha kecil mereka. Sementara itu, satu kelompok ternak yang terdiri dari dua anggota menerima delapan ekor kambing gibas senilai total Rp 7.000.000,-. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menuturkan bahwa program ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memiliki makna spiritual yang kuat di tengah persiapan umat Muslim menyambut Idul Adha. “Penyaluran bantuan ini bertepatan dengan momen menjelang Idul Adha, di mana semangat untuk saling membantu dan berbagi semakin tinggi. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat kecil juga bisa merasakan manfaat zakat secara langsung,” ujar Abdul Wachid. Salah satu penerima bantuan kambing, Mugito, mengungkapkan rasa syukurnya dan berharap bantuan tersebut menjadi awal perubahan ekonomi bagi keluarganya. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. InsyaAllah akan saya pelihara sebaik mungkin agar bisa berkembang dan bermanfaat ke depannya,” tutur Mugito. Penyaluran bantuan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup penerima serta memperkuat rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat Desa Gesikan.
BERITA23/05/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat