WhatsApp Icon
Pendaftaran Dibuka! Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung Periode 2026–2031 Resmi Dimulai

TulungagungPanitia Seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung resmi membuka pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung Periode 2026-2031. Seleksi ini dilaksanakan untuk menjaring calon pimpinan yang memiliki integritas, kapabilitas, serta komitmen dalam mengembangkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung.

Pembukaan seleksi tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung guna memastikan keberlanjutan pengelolaan dana zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Dalam seleksi kali ini, Panitia Seleksi membuka kebutuhan sebanyak lima orang pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang akan bertugas pada masa bakti 2026-2031. Para pimpinan terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pemberdayaan umat.

Pendaftaran dibuka mulai 2 Juni hingga 16 Juni 2026 dan dilakukan secara daring melalui laman:
Klik disini -> Sistem Informasi Zakat

Seluruh proses seleksi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan guna memperoleh kandidat terbaik yang mampu mengemban amanah pengelolaan zakat di Kabupaten Tulungagung.

Masyarakat yang memenuhi persyaratan dan berminat mengikuti seleksi dapat mengakses informasi lengkap terkait pengumuman seleksi, persyaratan, tahapan seleksi, serta formulir pernyataan melalui laman:
Klik -> Pemberitahuan BAZNAS

Panitia Seleksi mengundang putra-putri terbaik Kabupaten Tulungagung yang memiliki kompetensi, integritas, dan kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proses seleksi tersebut.

Melalui proses seleksi yang terbuka dan objektif, diharapkan akan terpilih pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang mampu memperkuat tata kelola zakat serta meningkatkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulungagung.

03/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan Pemda Salurkan Puluhan Hewan Kurban, Tebar Kepedulian hingga Pelosok

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyerahkan bantuan sedekah daging secara simbolis kepada sejumlah lembaga keagamaan dan organisasi masyarakat di Kabupaten Tulungagung, Selasa (26/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menumbuhkan nilai kepedulian sosial serta semangat kebersamaan menjelang Hari Raya Iduladha.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, MM., didampingi jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung serta dinas terkait. Bantuan yang disalurkan berupa hewan hidup dalam kondisi sehat, aktif, dan tidak cacat.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 27 ekor sapi diserahkan, termasuk 1 ekor sapi limosin berbobot 1 ton 50 kilogram yang merupakan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta 17 ekor sapi yang berasal dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, MM., menyampaikan bahwa momentum Iduladha menjadi sarana penting untuk memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Melalui momentum kurban ini, kita ingin memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat berharap bantuan hewan kurban ini dapat memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., mengatakan bahwa program sedekah daging merupakan bentuk nyata kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah yang jarang menerima distribusi hewan kurban.

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Tulungagung tidak hanya menyalurkan bantuan sedekah daging berupa hewan sapi, tetapi juga menyalurkan 16 ekor kambing yang berasal dari donasi masyarakat. Hewan tersebut kemudian disalurkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung, termasuk daerah pelosok agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata.

“Alhamdulillah, amanah dari masyarakat terus kami salurkan kepada yang berhak menerima. Tidak hanya sapi, tahun ini kami juga menyalurkan 16 ekor kambing hasil donasi masyarakat. Distribusi dilakukan hingga ke wilayah pelosok agar masyarakat yang membutuhkan juga dapat merasakan kebahagiaan Iduladha,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus meningkat. BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga mengajak masyarakat untuk terus menebar manfaat melalui zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu.

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

29/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Puluhan RA di Bawah Naungan Kemenag

Tulungagung - BANZAS Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan sosialisasi dan pentasyarufan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan dihadiri oleh jajaran Raudhatul Athfal (RA) di bawah lingkup Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan kepada 19 Raudhatul Athfal (RA) sebagai bagian dari penyaluran tahap pertama. Secara keseluruhan, program ini nantinya akan menyasar 34 RA di Kabupaten Tulungagung.

Bantuan yang diberikan meliputi berbagai sektor kebutuhan pendidikan, mulai dari beasiswa, bantuan honor guru GTT/PTT, hingga bantuan sarana dan prasarana pendidikan. Masing-masing RA menerima bantuan senilai Rp1.500.000,- sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan lembaga pendidikan Islam di Tulungagung.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., dalam sambutannya menjelaskan bahwa program pentasyarufan ini merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang pendidikan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan oleh BAZNAS Tulungagung tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan saja, melainkan juga mencakup bidang lain. Salah satunya yaitu program bantuan biaya hidup sebatangkara bagi para lansia yang hidup sendiri tanpa penghasilan maupun dukungan keluarga. Menurutnya, sebagian besar penerima manfaat program tersebut bahkan tidak memiliki identitas kependudukan sehingga tidak dapat memperoleh bantuan dari pemerintah.

“Ada sekitar 200 lansia yang telah kami bantu hingga beliau wafat. Kalau tidak ada yang membayar zakat dan infaknya melalui BAZNAS, lalu bagaimana nasib mereka nantinya?” ungkapnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah terus meningkat agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu melalui berbagai program yang dijalankan BAZNAS Tulungagung.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Mohamad Afif Fauzi, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penghimpunan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Tulungagung. Beliau juga mengungkapkan rasa syukur karena hampir seluruh ASN di lingkungan Kantor Kemenag Tulungagung telah menunaikan zakat maupun infaknya melalui BAZNAS Tulungagung.

Menurutnya, keberhasilan program pentasyarufan tidak terlepas dari keseimbangan antara penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah.

“Di BAZNAS Tulungagung ini kalau tidak ada yang setor zakat dan infak, maka tidak ada yang ditasyarufkan. Jadi antara penghimpunan dan pendistribusian harus seimbang,” ujarnya.

Beliau menambahkan, apabila nantinya masih terdapat ASN yang belum menunaikan zakat profesi, maka pihaknya melalui bagian ZAWA akan menginstruksikan agar pembayaran zakat profesi dapat disalurkan melalui BAZNAS Tulungagung.

Selain itu, Mohamad Afif Fauzi turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Tulungagung atas kerja sama dan kontribusi yang selama ini telah diberikan dalam membantu masyarakat Kabupaten Tulungagung.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang peduli dan ikut berpartisipasi dalam membangun Tulungagung yang lebih sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung, untuk bersama menghadirkan manfaat bagi sesama.

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

22/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Genjot Optimalisasi Penghimpunan ZIS di Eks Kawedanan Campurdarat

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar Sosialisasi dan Optimalisasi Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) se-Eks Kawedanan Campurdarat di Aula Kantor Kecamatan Pakel, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kembali penghimpunan dana ZIS, khususnya di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Tulungagung, Kasi Zakat dan Wakaf (Zawa) Kementerian Agama Tulungagung, para camat se-Eks Kawedanan Campurdarat, Koordinator Wilayah UPA-SP, kepala sekolah SD, hingga kepala puskesmas se-Eks Kawedanan Campurdarat.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Tulungagung yang diwakilkan oleh Wakil Ketua I, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa pada masa sebelumnya BAZNAS Tulungagung pernah menjadi rujukan berbagai BAZNAS kabupaten/kota lain untuk studi tiru. Namun, menurutnya, saat ini penghimpunan dana ZIS di Tulungagung mulai tertinggal dibandingkan daerah lain.

“Dulu BAZNAS Tulungagung sering menjadi tujuan studi tiru dari daerah lain. Namun sekarang justru mulai tertinggal, terutama dalam penghimpunan dana ZIS. Karena itu, sosialisasi seperti ini sangat penting untuk kembali mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Tulungagung, H. Makrus Manan, S.P., M.M., menegaskan dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap pengoptimalan penghimpunan ZIS melalui lembaga resmi, yakni BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Ia berharap penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Tulungagung dapat kembali meningkat dan berjalan lebih optimal. Selain itu, pihaknya juga meminta para camat untuk turut aktif membantu penguatan penghimpunan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah masing-masing.

“Kami dari pemerintah daerah sangat mendukung optimalisasi ZIS melalui lembaga resmi pemerintah seperti BAZNAS Tulungagung. Kami juga memohon sekaligus menginstruksikan kepada para camat agar membantu pengoptimalan zakat melalui UPZ-UPZ yang ada di bawahnya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh UPZ di wilayah Eks Kawedanan Campurdarat semakin kuat sehingga penghimpunan dana ZIS dapat meningkat dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai bentuk kemudahan layanan, para ASN atau masyarakat dapat menunaikan zakat dan sedekah secara online melalui tautan berikut:

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

13/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Dorong Optimalisasi Penghimpunan ZIS di Kawedanan Ngunut

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Sosialisasi dan Optimalisasi Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) se-Eks Kawedanan Ngunut. Kegiatan ini berlangsung di Aula Wilis UPT Balai Kerja Kabupaten Tulungagung pada Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Kesehatan, para camat se-eks Kawedanan Ngunut, koordinator wilayah UPA-SP, kepala sekolah SD, serta kepala puskesmas se-eks Kawedanan Ngunut. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat penghimpunan ZIS, khususnya di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan penghimpunan ZIS. Ia mengajak seluruh peserta untuk mulai berkontribusi sesuai kemampuan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap Bapak/Ibu semua tergugah untuk berzakat, berinfak, maupun bersedekah melalui BAZNAS. Jika belum mampu berzakat, maka bersedekahlah seikhlasnya. Insyaallah, apa yang ditunaikan akan kembali memberi manfaat, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suyadi menjelaskan bahwa dana ZIS yang dihimpun akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program BAZNAS. Salah satunya adalah program bantuan biaya hidup bagi fakir miskin sebatang kara, yang menyasar lansia tanpa keluarga dan tanpa penghasilan tetap. Ia menambahkan, banyak dari mereka yang belum terjangkau bantuan pemerintah karena tidak memiliki identitas resmi seperti KTP atau Kartu Keluarga.

“Jika penghimpunan ZIS tidak optimal, maka keberlangsungan bantuan bagi mereka tentu akan terancam. Di sinilah pentingnya peran kita bersama,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap kesadaran dan partisipasi ASN serta masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat.

Sebagai bentuk kemudahan layanan, masyarakat dapat menunaikan zakat dan sedekah secara daring melalui tautan berikut:

Klik disini -> kabtulungagung.baznas.go.id/bayarzakat

28/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

Sosialisasi Zakat di Kantor BPN Tulungagung: BAZNAS Ajak ASN Berzakat sebagai Jalan Menuju Keberkahan
Sosialisasi Zakat di Kantor BPN Tulungagung: BAZNAS Ajak ASN Berzakat sebagai Jalan Menuju Keberkahan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan sosialisasi zakat pada Selasa (29/07/2025) yang bertempat di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menyasar para pegawai BPN sebagai bentuk edukasi pentingnya zakat dalam kehidupan sosial dan spiritual, sekaligus mendorong partisipasi aktif ASN dalam program zakat yang dikelola oleh BAZNAS. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala BPN Tulungagung, Gatot Suyanto, S.H., yang dalam sambutannya menekankan bahwa zakat merupakan bentuk penyucian jiwa sekaligus sarana introspeksi diri. “Saya berharap, melalui sosialisasi ini, para pegawai semakin memahami bahwa zakat bukan hanya soal kewajiban agama, tetapi juga sebagai pembersih jiwa dan bentuk nyata kepedulian sosial. Jika penyalurannya dilakukan secara jelas dan transparan, manfaat serta keberkahannya akan sangat terasa. Saya siap dipotong gaji 2,5% sebagai komitmen pribadi dan ajakan bagi rekan-rekan ASN,” ungkapnya. Hadir sebagai narasumber utama, dua pimpinan Komisioner BAZNAS Kabupaten Tulungagung, yakni Drs. H. Suyadi, MM dan H. Zainul Fuad, SE, M.Pd.I., yang secara bergantian menyampaikan materi tentang urgensi zakat dan pengelolaan dana zakat yang tepat sasaran. Dalam paparannya, Drs. H. Suyadi, MM mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan jalan menuju keberkahan hidup. “Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS akan kami distribusikan secara amanah. Seperti yang telah kami lakukan, zakat diberikan kepada 180 orang fakir miskin lansia yang hidup sebatang kara, kami berikan bantuan seumur hidup. Ini adalah ajakan kami untuk Bapak-Ibu semua, menapaki jalan surga dengan zakat sebagai amalan yang menyatukan dunia dan akhirat. Jika belum bisa berzakat, masih bisa dengan berinfaq,” ujar Suyadi. Sementara itu, H. Zainul Fuad, SE, M.Pd.I. memberikan penekanan khusus pada posisi zakat dalam Islam dan peran negara dalam mengelolanya. “Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam. Dalam banyak ayat Al-Qur'an, zakat selalu disebut beriringan dengan salat, menunjukkan betapa penting dan tidak terpisahkannya kedua ibadah ini. Salah satunya dalam Surah An-Nur ayat 56: ‘Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul agar kamu diberi rahmat.’” tegasnya. “Zakat memiliki dimensi sosial yang kuat. Karena itu, pemerintah hadir untuk mengelola zakat dengan baik dan amanah bagi kaum dhuafa, khususnya melalui pembentukan lembaga resmi seperti BAZNAS. Ini adalah bentuk tanggung jawab negara, sesuai dengan amanat undang-undang, agar zakat dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran. BAZNAS adalah lembaga terpercaya yang bertugas menjalankan fungsi penting ini,” tambahnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah dan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menunaikan zakat bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian terhadap sesama dan kontribusi untuk membangun kesejahteraan masyarakat.
BERITA29/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar "Lebaran Yatim" Bersama Pemkab, Kemenag, dan BAZNAS Jatim: Wujud Nyata Kepedulian untuk Anak Yatim dan Pemberdayaan Mustahik
BAZNAS Tulungagung Gelar "Lebaran Yatim" Bersama Pemkab, Kemenag, dan BAZNAS Jatim: Wujud Nyata Kepedulian untuk Anak Yatim dan Pemberdayaan Mustahik
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, serta BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan “Lebaran Yatim” dalam rangka memeriahkan bulan Muharram 1447 H. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penyerahan berbagai bantuan pemberdayaan dari BAZNAS kepada masyarakat Tulungagung, dan diselenggarakan secara khidmat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Jumat (25/7/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., beserta jajaran, perwakilan Kemenag Tulungagung, para Kepala OPD, camat se-Kabupaten Tulungagung, tokoh agama dan masyarakat, serta organisasi perempuan seperti TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, Muslimat NU, Fatayat, dan Aisyiyah. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu mengapresiasi kegiatan yang digagas BAZNAS Tulungagung ini sebagai bentuk nyata kepedulian dan cinta kasih terhadap anak-anak yatim serta kelompok masyarakat rentan. “Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi santunan, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Kami mengapresiasi langkah BAZNAS dan berharap program ini terus berkelanjutan,” ujar Bupati Gatut. Sebanyak 300 anak yatim dari berbagai wilayah di Tulungagung menerima santunan dalam acara ini. Selain itu, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan pemberdayaan, di antaranya: Rombong usaha dari BAZNAS Jatim untuk 10 penerima Modal usaha rintisan kepada 10 penerima Bedah rumah tidak layak huni dari BAZNAS Jatim untuk 5 penerima dan dari BAZNAS Tulungagung untuk 2 penerima Pinjaman modal usaha tanpa bunga kepada 42 penerima Bantuan pendidikan tingkat SD untuk 70 siswa dan tingkat SMP untuk 45 siswa Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) dari BAZNAS Jatim kepada 13 mahasiswa dan dari BAZNAS Tulungagung kepada 20 mahasiswa Bantuan ternak kambing kepada 14 penerima Bantuan insentif GTT/PTT kepada 35 penerima Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Tulungagung dalam mewujudkan lima program utama yaitu Tulungagung Cerdas, Tulungagung Sehat, Tulungagung Peduli, Tulungagung Taqwa, dan Tulungagung Makmur. “Kami terus berusaha agar dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat bisa berdampak besar. Untuk itu, kami mengajak seluruh warga Kabupaten Tulungagung agar mempercayakan penyaluran zakat dan infaqnya melalui BAZNAS,” ujar Abdul Wachid. “Khususnya kepada jajaran OPD, kami mohon agar dapat lebih maksimal dalam menyalurkan ZIS-nya melalui BAZNAS. Ini bukan hanya kewajiban moral, tapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengungkapkan bahwa BAZNAS sebagai lembaga resmi negara memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan memperkuat keadilan sosial melalui distribusi zakat. “Apa yang dilakukan BAZNAS Tulungagung hari ini adalah miniatur dari misi besar zakat: membangun peradaban umat yang berdaya, mandiri, dan bermartabat. Zakat adalah instrumen strategis, bukan hanya untuk membantu, tapi juga memberdayakan,” ungkap Prof. Ali Maschan. Sebagai penutup, acara ini dimeriahkan dengan panggung hiburan dan makan-makan gratis yang menghadirkan aneka jajanan, makanan, dan minuman yang disediakan untuk semua tamu undangan, khususnya anak-anak yatim. Suasana hangat dan penuh kegembiraan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan, yang tidak hanya menyentuh secara sosial tetapi juga membawa kebahagiaan dan senyum bagi para penerima manfaat, terutama anak-anak yatim yang menjadi pusat perhatian dalam peringatan bulan Muharram ini. Acara "Lebaran Yatim" ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim di bulan penuh berkah, tetapi juga menjadi momentum nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat dalam upaya membangun Tulungagung yang lebih inklusif dan sejahtera melalui pengelolaan zakat yang transparan dan berdampak.
BERITA28/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bantuan Mikro BAZNAS Jadi Penopang Warung Pecel Mak Ti yang Melegenda Sejak 2007
Bantuan Mikro BAZNAS Jadi Penopang Warung Pecel Mak Ti yang Melegenda Sejak 2007
Tulungagung – Di balik aroma sedap nasi pecel yang menguar dari sebuah warung sederhana di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang tak pernah lelah menata hari demi hari lewat usaha kuliner rumahan. Warung Sego Pecel Mak Ti, yang sudah berdiri sejak 2007, menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan semangat, meski dalam skala kecil, bisa memberi dampak besar bagi lingkungan sekitar. Dikelola oleh Ibu Sutini bersama suami dan anaknya, warung ini buka setiap pagi hingga siang hari, mulai pukul 07.00 hingga 12.00. Menyajikan menu tradisional khas Jawa Timur seperti nasi pecel, nasi campur, dan bubur dengan harga terjangkau mulai dari Rp8.000 sampai Rp18.000, warung ini menjadi tempat favorit warga setempat untuk mengisi energi di pagi dan siang hari. Menariknya, pemasaran warung Mak Ti masih mengandalkan cara-cara tradisional: menjajakan makanan langsung di warung, berkeliling desa, hingga rutin ikut kegiatan Car Free Day (CFD) di pusat kota Tulungagung. Strategi sederhana ini justru berdampak besar. Penjualan saat di CFD bahkan bisa menghasilkan pendapatan kotor harian lebih dari Rp700.000, meningkat signifikan dibanding hari biasa yang berkisar Rp400.000–Rp600.000. Dari hasil tersebut, Ibu Sutini bisa membawa pulang pendapatan bersih sekitar Rp150.000 hingga Rp250.000 per hari. Warung ini tak hanya mengandalkan pelanggan baru, namun juga memiliki pelanggan setia yang rutin menikmati cita rasa khas Mak Ti setiap harinya. Demi menjaga kualitas, setiap sore Ibu Sutini tetap konsisten berbelanja bahan baku segar dari toko sayur lokal. Titik penting dalam perjalanan warung ini terjadi pada Maret 2025. Saat itu, Ibu Sutini mendapat bantuan pembiayaan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp3.000.000. Bantuan ini diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebagai bentuk dukungan ringan namun bermakna untuk usaha kecil yang punya potensi tumbuh dan bertahan. Dana tersebut tidak digunakan untuk hal muluk, melainkan untuk kebutuhan mendesak dan fungsional: pembelian bahan baku dan perlengkapan pendukung warung seperti kursi, dan kompor. Meski tampak sederhana, dukungan ini mampu memperbaiki kualitas pelayanan warung dan menambah kenyamanan pelanggan. Bantuan dari BMD memang bukan bantuan utama yang mengubah segalanya, tapi hadir sebagai penopang penting bagi pelaku usaha mikro seperti Ibu Sutini agar bisa terus berjalan dan berkembang. Bukan sekadar pinjaman, melainkan dorongan kecil yang memperkuat langkah usaha lokal dalam menghadapi tantangan zaman. Meski saat ini warung Mak Ti belum memiliki layanan pesan antar, harapan tetap menyala. Ibu Sutini ingin usahanya terus bertumbuh dan menjangkau lebih banyak pelanggan di masa mendatang. Dengan ketekunan dan sedikit dukungan, warung pecel rumahan ini memberi pelajaran bahwa keberhasilan tak selalu datang dari hal besar, tetapi justru dari konsistensi kecil yang dijaga setiap hari dan dari keberpihakan nyata lembaga seperti BAZNAS terhadap pelaku usaha akar rumput.
BERITA24/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Menuju Mimpi Jadi Sarjana! 25 Finalis Beasiswa SKSS Jalani Wawancara Penentuan
Menuju Mimpi Jadi Sarjana! 25 Finalis Beasiswa SKSS Jalani Wawancara Penentuan
Tulungagung – Seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Kabupaten Tulungagung memasuki babak penentu. Sebanyak 25 peserta terbaik yang sebelumnya lolos dari tahapan tes tulis, kini menghadapi tantangan baru: tes wawancara mendalam yang digelar pada Rabu (23/07/2025) di Kantor BAZNAS Tulungagung. Tes ini menjadi tahap krusial dalam menyaring calon penerima beasiswa SKSS yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam hal integritas, spiritualitas, nasionalisme, dan kepedulian sosial. Dalam proses wawancara ini, peserta ditanya berbagai hal mendalam mulai dari: Ke-BAZNAS-an: sejauh mana mereka mengenal peran dan misi BAZNAS serta kepedulian mereka terhadap pengelolaan zakat. Kebangsaan: komitmen terhadap Pancasila, toleransi, serta semangat menjaga persatuan di tengah keberagaman. Sosial Akademik: motivasi kuliah, visi ke depan, dan rencana kontribusi terhadap keluarga dan masyarakat. Keagamaan: akhlak, ibadah, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., yang turut serta menjadi pewawancara utama, menegaskan bahwa beasiswa ini adalah bagian dari ikhtiar membentuk generasi unggul dari kalangan keluarga mustahik. “Kami ingin memastikan bahwa calon penerima tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki wawasan kebangsaan, keagamaan, serta semangat sosial yang tinggi. Beasiswa ini bukan hanya tentang bantuan dana pendidikan, tapi juga investasi sosial bagi masa depan bangsa,” ungkap Abdul Wachid. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, yang datang dari berbagai kecamatan di Tulungagung dengan semangat tinggi dan harapan besar. Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, M. Fathul Manan, M.Pd., turut memberikan pernyataan bahwa proses seleksi ini dilakukan secara objektif dan profesional. “Kami ingin beasiswa SKSS ini benar-benar tepat sasaran. Proses seleksi berlapis kami lakukan agar benar-benar didapatkan generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi keluarganya dan masyarakat sekitar. Tes ini bukan sekadar formalitas, tapi penentu masa depan mereka,” ujarnya. Beasiswa SKSS sendiri merupakan program unggulan BAZNAS yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan menghadirkan minimal satu sarjana di setiap keluarga mustahik, BAZNAS berharap masa depan lebih cerah bagi generasi mendatang.
BERITA23/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Menjalani Hidup Sendiri, Mbah Suti Dapat Bantuan Biaya Hidup dari BAZNAS
Menjalani Hidup Sendiri, Mbah Suti Dapat Bantuan Biaya Hidup dari BAZNAS
Tulungagung - Di tengah gegap gempita kehidupan modern, masih ada sosok sederhana yang menjadi teladan dalam ketabahan dan semangat hidup. Dialah Mbah Suti, seorang lansia yang tinggal seorang diri di Dusun Jabon, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman. Meski usia telah menua dan pendengaran mulai melemah, semangat hidupnya tetap menyala. Setiap pagi, Mbah Suti masih tampak berjalan-jalan mengelilingi kampung, bahkan sesekali mengayuh sepeda tuanya, meski langkahnya tak lagi sekuat dulu. Mbah Suti merupakan salah satu penerima program bantuan biaya hidup dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Bantuan tersebut diberikan secara rutin setiap tiga bulan sekali, dengan nominal sebesar Rp900.000 per penerima. “Terima kasih, saya senang sekali... bantuan ini sangat membantu untuk beli makan, obat, dan kebutuhan sehari-hari,” ujar Mbah Suti dengan suara lirih namun penuh ketulusan. Kehadiran tetangga yang penuh kepedulian menjadi penopang penting dalam keseharian Mbah Suti. Mereka rutin membantu dan memastikan kebutuhan dasarnya tetap terpenuhi, dengan berbicara lebih keras dan jelas demi mengatasi keterbatasan pendengarannya. Suasana gotong royong yang masih hidup di Dusun Jabon pun kian terasa. Hukma Sobiya, salah satu petugas BAZNAS Tulungagung yang turut menyerahkan bantuan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kaum dhuafa dan lansia yang membutuhkan. “Bantuan biaya hidup ini memang kami salurkan setiap tiga bulan sekali, dan diperuntukkan bagi para fakir miskin yang benar-benar membutuhkan. Kami berharap, meskipun tidak besar, bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi penguat semangat hidup mereka,” ungkapnya. Kisah Mbah Suti tidak hanya menginspirasi karena keteguhannya, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan gotong royong masih sangat relevan dan dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. BAZNAS Tulungagung terus berkomitmen hadir bagi mereka yang membutuhkan, menjembatani kepedulian umat kepada sesama.
BERITA22/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Langkah Kecil Menuju Usaha yang Lebih Kuat, Warung Kopi Legendaris Pojok Alon-Alon dapat Suntikan Dana dari BAZNAS
Langkah Kecil Menuju Usaha yang Lebih Kuat, Warung Kopi Legendaris Pojok Alon-Alon dapat Suntikan Dana dari BAZNAS
Tulungagung – Di ujung utara Alun-Alun Tulungagung, berdiri sebuah warung kopi sederhana yang sarat cerita. Warung Kopi Pojok, yang berlokasi di Kelurahan Kampung Dalem, Kecamatan Tulungagung, telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat selama lebih dari setengah abad. Kini, di tangan Erlina Dwi Ariani (39), generasi kedua penerus usaha ini, Warung Kopi Pojok tetap bertahan dan terus berkembang dengan karakter khasnya. Setiap hari, warung ini melayani puluhan pelanggan dengan sajian hangat seperti kopi, teh, gorengan, hingga nasi bungkus. Dengan harga ramah kantong, mulai dari Rp4.000 hingga Rp5.000 per sajian. Erlina mampu meraih omzet harian antara Rp600.000 hingga Rp800.000, dengan keuntungan bersih sekitar Rp200.000 hingga Rp400.000. Meski dijalankan sendiri tanpa karyawan, Erlina menjalankan usahanya dengan semangat penuh. “Prinsip saya dalam berwirausaha adalah jujur dan amanah. Yang penting konsumen puas dan tetap percaya,” ungkapnya. Namun, di balik stabilnya usaha ini, Erlina mengakui adanya tantangan, terutama keterbatasan ruang yang tidak mampu menampung jumlah pelanggan yang terus bertambah. "Tempat tidak bisa ditambah, tapi alhamdulillah konsumen semakin ramai. Saya berharap ke depan bisa punya tempat lebih luas agar usaha ini bisa berkembang lebih baik," ujarnya. Momentum baru datang pada 29 Juni 2025, ketika Warung Kopi Pojok mendapatkan suntikan pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp2.000.000. Pembiayaan ini bersifat tanpa bunga dan tanpa jaminan, diberikan untuk mendukung pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usahanya secara bertahap. Dana tersebut Erlina gunakan untuk membeli perlengkapan tambahan seperti panci, ceret, dan gentong, yang akan menunjang aktivitas harian warung. Meski nilainya tidak besar, bantuan ini menjadi bentuk kepercayaan dan dukungan moral bagi pelaku UMKM seperti Erlina. Program pembiayaan ini memang tidak dimaksudkan sebagai modal utama, melainkan sebagai dorongan yang dapat memperkuat langkah usaha kecil agar lebih stabil dan berdaya. Dengan pengelolaan yang disiplin dan bertanggung jawab, bantuan ini diharapkan dapat memberi dampak nyata, meski secara bertahap. Warung Kopi Pojok kini bukan hanya menjadi tempat menikmati sajian sederhana, tapi juga lambang ketekunan dan keberlanjutan usaha keluarga. Di tangan Erlina, warung ini tumbuh menjadi inspirasi bagi pelaku usaha mikro lainnya, bahwa dengan kejujuran, konsistensi, dan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa terus bertahan dan berkembang.
BERITA22/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS dan Dinas Kesehatan Tulungagung Gelar Operasi Katarak Gratis, Wujud Nyata Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat
BAZNAS dan Dinas Kesehatan Tulungagung Gelar Operasi Katarak Gratis, Wujud Nyata Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat
Tulungagung — Sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung program kesehatan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan bakti sosial operasi mata katarak secara gratis pada Sabtu (19/7/2025). Kegiatan kemanusiaan ini dilangsungkan di RSUD Campurdarat dr. Karneni, di bawah kepemimpinan Direktur dr. Rio Ardona, MMRS, serta didukung oleh tim dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Malang Raya. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., yang menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu berharap kegiatan ini dapat membawa harapan baru bagi para penderita katarak. “Kami berharap, dengan operasi ini, para pasien bisa kembali melihat dunia dengan jelas, hidup lebih mandiri, dan produktif. Saya juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dan tidak ragu untuk memeriksakan diri,” ujarnya. Dalam kegiatan ini, sebanyak 85 warga telah terdaftar sebagai calon penerima layanan operasi katarak gratis. Namun, berdasarkan hasil skrining medis, hanya 60 orang yang dinyatakan lolos untuk menjalani operasi. Direktur RSUD Campurdarat dr. Rio Ardona menjelaskan bahwa 25 orang lainnya belum bisa dioperasi karena mengalami kondisi penyulit seperti hipertensi, kadar gula darah tinggi, dan diabetes. “Pasien yang tidak lolos akan diintervensi terlebih dahulu agar kondisinya membaik. Jika kondisinya sudah memungkinkan, mereka akan dioperasi.,” terang dr. Rio. Ia juga menambahkan bahwa faktor usia masih menjadi pemicu utama terjadinya katarak. Hal ini senada dengan pernyataan Bupati Gatut Sunu yang menyebutkan bahwa katarak masih menjadi penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia, mencakup sekitar 70–80 persen dari total kasus kebutaan. Oleh sebab itu, penanganan dini dan kemudahan akses layanan operasi yang aman menjadi sangat penting. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan komitmen kuat pihaknya dalam mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul. “Kolaborasi lintas sektor seperti ini adalah kunci utama dalam mewujudkan SDM unggul dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. BAZNAS Tulungagung mendukung penuh program-program kesehatan seperti ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, terutama kalangan dhuafa,” ujarnya. Kegiatan bakti sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama antara pemerintah daerah, lembaga layanan zakat, dan tenaga medis dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat. Harapannya, inisiatif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di masa mendatang.
BERITA21/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
34 Mahasiswa Ikuti Tes Tulis Beasiswa BAZNAS, Seleksi Diperketat untuk Pastikan Tepat Sasaran
34 Mahasiswa Ikuti Tes Tulis Beasiswa BAZNAS, Seleksi Diperketat untuk Pastikan Tepat Sasaran
Tulungagung – Sebanyak 34 mahasiswa baru dari lima perguruan tinggi mengikuti seleksi tes tulis program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Kegiatan digelar di Kampus STAI Diponegoro, Kamis (17/7/2025). Ketua Panitia Ahmad Asrofi, M.E. menegaskan, seleksi tes tulis tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 45 peserta. “Dari 52 pendaftar, hanya 34 peserta yang lolos tahap seleksi administrasi dan survei kondisi sosial ekonomi keluarga,” jelasnya. Seleksi beasiswa SKSS dilakukan melalui mekanisme seleksi berlapis, dimulai dari tahap seleksi administrasi dan survey ke lapangan untuk memastikan tingkat kondisi ekonomi keluarga, dilanjutkan dengan tes tulis, dan diakhiri dengan tes wawancara. Tes tulis ini bertujuan untuk menilai potensi akademik peserta, sedangkan wawancara digunakan untuk mendalami motivasi, karakter, serta memastikan kesesuaian dengan kriteria penerima beasiswa. “Beasiswa ini memang kami fokuskan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dan salah satu syaratnya adalah tidak ada anggota keluarga yang sudah menyandang gelar sarjana,” tegas Asrofi. Melalui sistem seleksi ketat ini, BAZNAS berupaya memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan. Tidak hanya dari sisi ekonomi, karakter dan semangat belajar juga menjadi pertimbangan dalam penilaian. Program beasiswa ini telah berjalan secara konsisten setiap tahun dan menjadi harapan besar bagi banyak mahasiswa untuk dapat melanjutkan pendidikan tanpa beban biaya yang berat. Nilai beasiswa yang diberikan setiap tahunnya tetap sama, yakni Rp2 juta per semester untuk setiap penerima. “Walaupun jumlah peserta menurun, kualitas tetap kami jaga. Kami ingin memastikan bahwa penerima beasiswa ini adalah mereka yang benar-benar berjuang,” pungkasnya. Dengan proses seleksi yang lebih ketat, BAZNAS berharap program ini terus memberikan dampak bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
BERITA18/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Hadiri Ikrar Wakaf Serentak: Dorong Percepatan Legalitas Tanah
BAZNAS Tulungagung Hadiri Ikrar Wakaf Serentak: Dorong Percepatan Legalitas Tanah
Tulungagung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri dan mendukung penuh kegiatan Ikrar Wakaf Serentak yang digelar pada Kamis (17/07), oleh Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan ikrar wakaf di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Sebanyak 68 bidang tanah wakaf dari 19 kecamatan secara resmi diikrarkan oleh para wakif melalui Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing. Kecamatan Sendang menjadi penyumbang terbanyak dengan 10 bidang wakaf, menjadikan momen ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat kepastian hukum dan perlindungan terhadap aset wakaf umat. Kepala Kemenag Kabupaten Tulungagung, H. M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi antusiasme dan kolaborasi semua pihak yang terlibat. “Kami sangat mengapresiasi semangat seluruh pihak, mulai dari wakif, nadzir, KUA, hingga mitra strategis seperti BPN dan BAZNAS, atas terwujudnya ikrar wakaf massal ini. Ini menjadi bukti bahwa kesadaran wakaf di masyarakat semakin meningkat,” ujarnya. Meski secara struktural BAZNAS bukan lembaga nadzir wakaf, namun memiliki peran penting dalam mendorong, memfasilitasi, dan mengadvokasi percepatan ikrar serta legalisasi tanah wakaf. Hal ini karena wakaf, bersama dengan zakat, infak, dan sedekah, merupakan bagian dari instrumen keuangan sosial Islam yang berfungsi menopang kesejahteraan dan pemberdayaan umat. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP, menegaskan komitmen BAZNAS dalam mendukung ekosistem wakaf. “Wakaf bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga investasi sosial jangka panjang. Dengan ikrar wakaf yang sah dan tercatat, kita sedang membangun pondasi kebaikan yang manfaatnya akan terus mengalir. BAZNAS siap menjadi mitra strategis dalam mendorong penguatan sistem wakaf di masyarakat,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para nadzir dan wakif semakin termotivasi untuk menuntaskan proses administrasi wakaf secara sah, demi kebermanfaatan yang lebih luas dan berkelanjutan.
BERITA17/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Buka Rekrutmen Amil Satuan Audit Internal (SAI)
BAZNAS Tulungagung Buka Rekrutmen Amil Satuan Audit Internal (SAI)
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung resmi membuka rekrutmen tenaga kerja/amil pada bagian Satuan Audit Internal (SAI) yang dilaksanakan mulai 21 hingga 31 Juli 2025. Rekrutmen ini dibuka untuk mengisi kekosongan posisi SAI seiring dengan pengunduran diri pegawai sebelumnya. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyampaikan bahwa pembukaan rekrutmen ini merupakan bagian dari upaya lembaga dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi serta memperkuat sistem pengawasan dan pelaporan keuangan di lingkungan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Keberadaan Satuan Audit Internal dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam proses rekrutmen ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menetapkan sejumlah persyaratan administratif yang wajib dipenuhi oleh calon pelamar. Berkas yang harus dilampirkan meliputi fotokopi KTP Kabupaten Tulungagung, fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi ijazah terakhir, serta riwayat hidup atau curriculum vitae (CV). Selain itu, terdapat beberapa ketentuan umum yang harus dipenuhi pelamar, di antaranya bersedia bekerja secara profesional dan independen, diutamakan memiliki latar belakang pendidikan di bidang akuntansi, audit, atau keuangan, mampu bekerja secara tim serta tepat waktu, dan tidak sedang terikat pekerjaan dengan instansi lain. Seluruh berkas lamaran dapat diserahkan secara langsung ke Sekretariat BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang beralamat di Jl. Mayor Sujadi No. 172, Kelurahan Jepun, Tulungagung, pada jam kerja pukul 08.00–14.00 WIB setiap Senin hingga Jumat. Melalui rekrutmen ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap dapat memperoleh sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas guna mendukung terwujudnya pengelolaan ZIS yang amanah, profesional, dan terpercaya.
BERITA17/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Tak Lagi Sendiri di Usia 103 Tahun: BAZNAS Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Mbah Warisah
Tak Lagi Sendiri di Usia 103 Tahun: BAZNAS Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Mbah Warisah
Tulungagung - Di sebuah rumah tua berdinding bambu di Desa Sanan, Kecamatan Pakel, hidup seorang perempuan renta bernama Mbah Warisah. Tahun ini, usianya memasuki 103 tahun. Ia tinggal seorang diri, tak lagi mampu berjalan, penglihatan dan pendengarannya pun mulai kabur dimakan usia. Meskipun secara teknis tinggal sendiri, rumah Mbah Warisah bersebelahan dengan rumah anak perempuannya yang juga sudah lanjut usia, Mbah Kasminah, yang kini berumur 74 tahun. Keseharian Mbah Warisah lebih banyak dihabiskan di atas dipan kayu, diam dan pasrah menjalani hari-harinya. Sementara itu, anaknya, Mbah Kasminah, berjuang memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua dengan memelihara dua ekor kambing. Di usia senjanya, ia masih kuat mengarit rumput demi memberi makan ternaknya. “Simbok wes ora iso ngapa-ngapa, yo aku sing ngopeni. Tapi yo iso ngopeni sethitik-sethitik,” tutur Mbah Kasminah saat dikunjungi. (Ibu saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa, ya saya yang merawat. Tapi ya hanya bisa merawat sebisanya.) Melihat kondisi ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur untuk memberikan bantuan biaya hidup kepada Mbah Warisah. Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 2.400.000,- yang akan disalurkan secara rutin setiap empat bulan sekali sepanjang hidup beliau. “Kami memahami bahwa sebagian lansia di Tulungagung hidup dalam keterbatasan yang tidak hanya fisik tapi juga ekonomi dan sosial. Mbah Warisah adalah potret nyata dari perjuangan hidup di usia senja. Bantuan ini bukan hanya bentuk dukungan materi, tapi juga simbol kehadiran negara dan masyarakat untuk mereka,” ujar Ahmad Saifudin, M.E., Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Setiap kali bantuan datang, Mbah Warisah selalu menyambut dengan ekspresi haru meskipun penglihatannya sudah tak mampu mengenali siapa yang datang. Dengan suara lemah dan lirih ia berkata, “iki sopo yo?” Namun setelah tahu bahwa yang datang adalah tim BAZNAS, beliau selalu menyambut dengan senyuman penuh syukur dan ucapan: “Matursuwun yo, cu... Mbah e wes ora nyawang, mugo Gusti Allah mbales kebaikanmu kabeh.” (Terima kasih ya, Nak... Nenek sudah tidak bisa melihat, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua.) Desvian Ahgireksa, anggota tim BAZNAS Tulungagung yang rutin menyalurkan bantuan tersebut, menambahkan, “Kami merasa bukan hanya sebagai petugas, tapi juga bagian dari keluarga Mbah Warisah. Setiap kali datang, rasanya seperti pulang. Saat beliau mendoakan kami, rasanya seperti dipeluk oleh doa yang tulus dari langit.” Anak beliau, Mbah Kasminah, pun turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan tersebut. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat mbantu. Setidaknya iso kanggo tuku beras lan kebutuhan simboke. Aku yo wis sepuh, tapi iso kuwat mergo ngerti ana sing peduli,” ujarnya. (Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Setidaknya bisa untuk beli beras dan kebutuhan ibu saya. Saya juga sudah tua, tapi bisa kuat karena tahu ada yang peduli.) Kehadiran BAZNAS dalam kehidupan Mbah Warisah menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh subur di bumi Tulungagung. Meski sederhana, bantuan tersebut telah menjadi cahaya bagi seorang ibu sepuh yang telah melewati satu abad kehidupan, dalam keheningan dan kesederhanaan yang penuh makna. Bukti bahwa cinta bisa datang dalam bentuk paling sederhana dan sebaris doa yang ikhlas dari hati. Mari, ikut menyebar kebaikan. Jangan tunggu jadi mampu untuk membantu. Sekecil apapun, akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261) Yuk, salurkan kebaikanmu dengan sedekah melalui rekening: BSI: 7137892051 BRI: 011001030166530 "Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya."
BERITA16/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Dukung UMKM Naik Kelas, Es Cendol Mak’e Tembus Enam Outlet!
BAZNAS Dukung UMKM Naik Kelas, Es Cendol Mak’e Tembus Enam Outlet!
Tulungagung – Di tengah arus digitalisasi dan tren kuliner kekinian, siapa sangka minuman tradisional justru mampu mencuri perhatian? Ribut Cahyono (37), warga Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, membuktikan bahwa dengan semangat pantang menyerah dan sedikit sentuhan inovasi, cendol pun bisa naik kelas. Lewat brand lokal Es Cendol Dawet Mak’e, Ribut menyulap usaha rumahan yang dimulai tahun 2024 menjadi jaringan mini bisnis yang terus tumbuh. Tak tanggung-tanggung, kini ia sudah memiliki enam outlet, dengan empat dikelola langsung dan dua lainnya dikelola oleh mitra. Produk cendolnya juga sudah masuk di dua titik strategis: Kepatihan dan Bago. Produk andalan usaha ini adalah es cendol dengan harga terjangkau Rp4.000–Rp8.000 serta es lemon tea seharga Rp4.000–Rp5.000. Dengan harga yang ramah di kantong dan cita rasa yang khas, usaha ini mampu memproduksi sekitar 150 porsi per hari, menghasilkan omzet harian rata-rata Rp400 ribu. Di balik angka itu, ada tiga karyawan tetap yang bekerja di dapur produksi di rumahnya, serta semangat seorang pengusaha lokal yang tak pernah berhenti berinovasi. Namun perjalanan ini tentu tak selalu mulus. Fluktuasi harga bahan baku dan cuaca sering kali jadi tantangan. Tapi justru di titik itulah peran pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung mulai terasa. Pada Juni 2025, Ribut menerima bantuan pembiayaan senilai Rp2 juta dari program BMD. Dana itu langsung dimanfaatkan untuk membeli cup sealer dan membuat rombong baru agar penjualan makin maksimal. Tak berhenti di situ, di bulan Juli ini, Ribut juga mendapat fasilitasi pengajuan sertifikasi halal dari BMD, agar produknya bisa lebih diterima di pasar yang lebih luas. “Saya ingin Es Cendol Dawet Mak’e bisa masuk Shopee dan bisa dijual secara online. Ke depan saya juga ingin kembangkan produk dalam bentuk sachet biar bisa awet dan dijual ke luar kota,” ujar Ribut optimis. Kisah Ribut bukan cuma tentang jualan cendol, tapi juga tentang bagaimana UMKM desa bisa tumbuh dan berdaya dengan dukungan yang tepat. Program BMD BAZNAS bukan sekadar memberi pinjaman, tapi juga membuka jalan bagi pelaku usaha kecil untuk naik level, dari dapur rumahan ke pasar digital. Di tengah gempuran produk instan dan makanan viral, Es Cendol Dawet Mak’e hadir sebagai bukti bahwa cita rasa lokal tetap punya tempat di hati masyarakat. Dan Ribut Cahyono, adalah wajah baru pelaku UMKM desa yang layak jadi inspirasi karena dengan tekad dan kreativitas, usaha kecil bisa jadi besar.
BERITA14/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Kembali Salurkan Bantuan Hewan Ternak, Total 13 Ekor Kambing untuk Warga Serut dan Wates
BAZNAS Tulungagung Kembali Salurkan Bantuan Hewan Ternak, Total 13 Ekor Kambing untuk Warga Serut dan Wates
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui program ekonomi produktif. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan hewan ternak kepada dua kelompok penerima manfaat, dengan total nilai bantuan mencapai Rp 14 juta. Masing-masing kelompok terdiri dari dua orang, dengan total empat penerima manfaat. Dua di antaranya adalah warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, yaitu M. Khoiri dan Nurmain. Sementara dua penerima lainnya adalah warga Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, yakni Haryanto dan Kamsul. Setiap kelompok menerima bantuan senilai Rp 7 juta, atau Rp 3,5 juta per orang, dalam bentuk hewan ternak berupa kambing. Total kambing yang disalurkan mencapai 13 ekor, yang langsung diantar ke lokasi masing-masing penerima pada hari Rabu, 09 Juli 2025. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., turut hadir langsung dalam proses penyaluran bantuan ini. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata peran BAZNAS dalam mendukung ekonomi masyarakat miskin melalui pendekatan produktif dan berkelanjutan. "Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima. Tidak hanya sekadar memelihara, tetapi juga mengembangkan ternak agar bisa menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi keluarga," ungkap Abdul Wachid saat menyerahkan bantuan di lokasi. Salah satu penerima dari Desa Serut, M. Khoiri, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya agar bantuan ini bisa menjadi awal dari perubahan ekonomi keluarganya. "Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga bisa saya rawat dan kembangkan, sehingga hasilnya nanti bisa membantu kebutuhan rumah tangga," ujarnya. Senada dengan itu, Haryanto dari Desa Wates juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar bantuan ini tidak sia-sia dan bisa memberikan manfaat jangka panjang," katanya. Program bantuan ternak ini merupakan bagian dari program ekonomi produktif yang terus dijalankan oleh BAZNAS Tulungagung. Selain bantuan ternak, BAZNAS juga aktif dalam pembiayaan UMKM dan bantuan modal usaha bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA10/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Disuntik Modal oleh BAZNAS, Usaha Sate Bang Imam Siap Buka Cabang Baru!
Disuntik Modal oleh BAZNAS, Usaha Sate Bang Imam Siap Buka Cabang Baru!
Tulungagung - Ketekunan dan konsistensi menjadi modal utama Imam Arifin (36), warga Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, dalam membangun usaha kuliner kaki lima miliknya, "Sate Ayam dan Sate Tahu Bang I". Dua menu andalan yang ditawarkan yaitu sate ayam dan sate tahu yang berhasil merebut hati pelanggan dari berbagai kalangan. Dengan hanya satu outlet di Kedungwaru, Imam sanggup memproduksi dan menjual sekitar 200 tusuk sate ayam dan 200 tusuk sate tahu setiap harinya. Harga yang bersahabat, yakni Rp14.000 untuk sate ayam dan Rp8.000 untuk sate tahu, membuat omzet harian usahanya mencapai sekitar Rp400.000 dengan rata-rata pendapatan bersih Rp125.000 per hari. Yang membuat kisah ini semakin menginspirasi, seluruh proses produksi dilakukan Imam seorang diri, mulai dari mempersiapkan bahan, menusuk sate, hingga memanggangnya. Ia belum memiliki karyawan, namun itu tak menghalangi semangat dan dedikasinya dalam merawat usaha kecil ini. “Prinsip saya dalam berwirausaha itu jujur, amanah, dan konsisten. Itu yang saya pegang sejak awal,” ungkap Imam saat ditemui. Tantangan tentu saja tak pernah absen, Imam harus bergulat dengan fluktuasi harga bahan baku dan cuaca yang kadang mengganggu ritme berjualan. Namun, bukannya mundur, Imam justru bersiap melangkah lebih jauh: membuka cabang baru. “Sekarang saya lagi cari orang yang bisa bantu bakar sate. Rencananya mau buka cabang lagi dalam waktu dekat,” tuturnya. Sebagai bentuk dorongan agar usahanya semakin kokoh, pada Juni 2025 Imam memperoleh pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp2.500.000. Dana ini diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan usaha mikro yang telah berjalan mandiri. Dana tersebut dimanfaatkan Imam untuk membeli bahan baku, memperbarui peralatan jualan, serta menambah modal untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar. Selain itu, ia juga mulai mempersiapkan pembelian alat pendukung untuk keperluan cabang barunya. Menurut Manajer BMD Tulungagung, Imam Suyudi, pembiayaan yang diberikan kepada pelaku usaha seperti Imam Arifin merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen BAZNAS dalam mendukung UMKM yang serius dan berorientasi pada keberlangsungan. “Kami tidak memberikan bantuan sembarangan. Bantuan pembiayaan ini kami berikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebagai bentuk dukungan kepada pelaku usaha yang telah terbukti menjalankan usahanya dengan baik. Harapannya, bantuan ini bisa menjadi pemicu, bukan satu-satunya solusi,” jelas Imam Suyudi. Bantuan ini memang bukan tonggak utama kesuksesan usahanya, namun cukup signifikan sebagai penopang di tengah rencana ekspansi dan kebutuhan modal kerja yang meningkat. Dengan tetap mengandalkan kerja keras dan prinsip usaha yang kuat, Imam membuktikan bahwa dukungan kecil bisa bermakna besar bila diterima oleh tangan yang tepat. Imam Arifin bukan hanya dikenal sebagai "Bang Imam" pemilik sate nikmat, tetapi juga menjadi gambaran nyata dari perjuangan UMKM desa yang melangkah perlahan namun pasti, meniti jalan mandiri dengan semangat pantang menyerah dan integritas.
BERITA09/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bersinergi dengan Dinas Kesehatan, BAZNAS Tulungagung Dukung Operasi Katarak Gratis
Bersinergi dengan Dinas Kesehatan, BAZNAS Tulungagung Dukung Operasi Katarak Gratis
Tulungagung – Dalam upaya mendukung program kesehatan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Kolaborasi ini ditandai dengan penyaluran bantuan dana sebesar Rp6.500.000,- dari BAZNAS Tulungagung untuk mendukung kegiatan bakti sosial dan operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Tulungagung. Penyaluran bantuan ini secara resmi dilakukan pada hari ini, Rabu, 9 Juli 2025, bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP. kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Anna Sapti Saripah, SKM. Rencananya, bantuan ini digunakan untuk mendukung kegiatan operasi katarak gratis dalam rangkaian program Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan pada Sabtu, 19 Juli 2025 mendatang. Program ini akan digelar di RSUD dr. Karneni Campurdarat Tulungagung, sebagai langkah nyata dalam menekan angka kebutaan akibat katarak, khususnya bagi warga yang tidak memiliki akses pelayanan kesehatan memadai. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk konkret kepedulian BAZNAS terhadap sektor kesehatan, khususnya dalam mengurangi angka kebutaan akibat katarak di kalangan masyarakat tidak mampu. "Kami berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat, tidak hanya melalui sektor ekonomi dan pendidikan, tetapi juga melalui program-program kesehatan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tulungagung," ujar Abdul Wachid. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Anna Sapti Saripah, mengapresiasi dukungan dari BAZNAS dan menyampaikan bahwa kolaborasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat. "Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Tulungagung atas kepeduliannya. Bantuan ini sangat membantu kami dalam melaksanakan program PGPK, terutama dalam mengadakan operasi katarak gratis bagi warga kurang mampu. Harapannya, sinergi seperti ini bisa terus terjalin untuk mendukung kesehatan masyarakat Tulungagung," tutur Anna. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara lembaga zakat dan instansi pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan, sekaligus menunjukkan bahwa zakat dapat memberikan dampak luas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
BERITA09/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dorong Warung Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Suntik Modal 20 Juta Lewat Program Z-Mart
Dorong Warung Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Suntik Modal 20 Juta Lewat Program Z-Mart
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi umat melalui program Z-Mart, sebuah inisiatif khusus yang menyasar para mustahik (penerima zakat) yang memiliki usaha warung atau toko skala mikro. Pada peluncuran program Z-Mart kali ini, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp. 20.000.000,- kepada 8 penerima manfaat, yang terbagi dalam dua kelompok: satu kelompok berasal dari Kecamatan Ngunut dan satu kelompok lainnya dari Kecamatan Tulungagung. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp. 2.500.000,-. Z-Mart merupakan program pemberdayaan ekonomi produktif yang bertujuan untuk membantu para pelaku usaha kecil dalam mengembangkan usahanya. Selain bantuan modal, program ini juga mencakup pendampingan usaha dan branding, termasuk pemasangan banner Zmart di masing-masing warung sebagai bagian dari identitas program. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa program Z-Mart menjadi salah satu fokus utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. “Z-Mart bukan hanya sekadar bantuan modal, tapi juga bentuk nyata dari semangat kemandirian ekonomi. Harapan kami, program ini mampu mendorong usaha mikro para mustahik agar lebih berkembang dan berdaya saing,” ujar Abdul Wachid. Bantuan disalurkan secara langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung, termasuk di antaranya Ahmad Asrofi, M.E., yang turut melakukan survei lapangan dan pemasangan banner Z-Mart di toko-toko penerima manfaat. “Kami ingin memastikan bahwa penerima benar-benar siap menjalankan usaha dan memiliki semangat untuk berkembang. Pemasangan banner Z-Mart juga menjadi bagian dari penguatan identitas usaha mereka,” jelas Asrofi. Asrofi juga menegaskan bahwa BAZNAS Tulungagung melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana agar tepat sasaran. “Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan penggunaannya tepat. Setiap penerima kami minta untuk menunjukkan struk pembelanjaan agar modal ini benar-benar digunakan untuk keperluan usaha. Selain itu, kami akan terus melakukan monitoring dan pendampingan. Harapannya, usaha mereka bisa berkembang, dan ke depan mereka berpeluang mendapatkan dukungan lanjutan,” tambahnya. Dua penerima bantuan, Bu Zaenuri, warga Desa Kenayan, dan Bu Fitriyah, warga Desa Sumberingin Kidul, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang mereka terima. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami untuk menambah stok barang dagangan. Semoga usaha kami semakin lancar dan berkah,” tutur Bu Zaenuri dengan haru. “Terima kasih BAZNAS, dengan tambahan modal ini saya bisa memperluas usaha warung saya dan menarik lebih banyak pelanggan,” ungkap Bu Fitriyah. Dengan penyaluran ini, BAZNAS Tulungagung berharap program Z-Mart dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak mustahik, sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan memperkuat ketahanan usaha mikro di berbagai wilayah Tulungagung.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Suntikan Dana dari BAZNAS, Bantu Usaha Nasi Cokot Bu Sa'adatul Makin Berkembang
Suntikan Dana dari BAZNAS, Bantu Usaha Nasi Cokot Bu Sa'adatul Makin Berkembang
Tulungagung – Sa'adatul Hanifah (38), ibu rumah tangga asal Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk sukses. Lewat usahanya yang dikenal dengan nama Yoiki Nasi Cokot Tulungagung, ia mampu meraih omzet harian hingga Rp500 ribu, berkat semangat pantang menyerah dan sedikit dukungan pembiayaan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Usaha kuliner rumahan yang ia rintis sejak 2022 ini menyajikan berbagai menu sarapan khas dengan cita rasa rumahan dan harga terjangkau, total ada 12 varian mulai dari nasi cokot dengan teri terong, ayam kemangi, lodho, hingga cumi dan tuna, hanya Rp6.000 per porsi. Berjualan di outlet sederhana yang letaknysa strategis dekat pondok pesantren, puskesmas, dan sekolah, Saadatul dibantu suaminya membuka lapak sejak pukul 05.30 pagi hingga sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB setiap hari, dengan pendapatan bersih mencapai 40% hingga 50% dari omset. Keberhasilan ini tak lepas dari bantuan pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung pada Februari 2025 senilai Rp1,8 juta. Dana tersebut digunakan Sa’adatul untuk memperkuat produksi, membeli peralatan dapur, bahan baku, hingga memenuhi pesanan kue Lebaran. Selain itu, pada Juni 2025, ia juga menerima bantuan banner usaha yang digunakan untuk memperbarui tampilan outlet jualannya. “Saya tidak pernah berharap banyak, yang penting usaha tetap jalan. Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS sangat membantu waktu itu dan datang di saat yang pas,” ujar Sa’adatul. Manajer BMD Tulungagung, Imam Suyudi, menyampaikan bahwa program pembiayaan ini memang dirancang untuk menjangkau pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usahanya. “Kami hadir untuk mendampingi dan memperkuat pelaku UMKM seperti Bu Sa'adatul. Tanpa bunga, tanpa jaminan, tapi berbasis kepercayaan dan tanggung jawab. Kami percaya bahwa dukungan kecil yang tepat bisa memberi dampak besar bagi ekonomi keluarga dan masyarakat,” ujar Imam. Meski sempat menghadapi tantangan seperti penutupan outlet keduanya di sekitar RSUD dr. Iskak, semangat Sa’adatul tak luntur. Ia tetap optimistis untuk terus mengembangkan usaha, membuka cabang baru, bahkan merekrut karyawan di masa depan. Dengan memanfaatkan strategi pemasaran online dan layanan pesan-antar, jangkauan usahanya pun semakin luas. Kini, Sa’adatul menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad kuat dan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa tumbuh dan menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hewan Ternak Senilai Rp14 Juta untuk Warga Tanjungsari
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hewan Ternak Senilai Rp14 Juta untuk Warga Tanjungsari
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi produktif. Kali ini, bantuan disalurkan berupa hewan ternak kepada dua kelompok penerima yang terdiri dari empat warga Desa Tanjungsari: Gito, Sugeng, Yahya, dan Rohman Abdul Rochim. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS Kabupaten Tulungagung (07/07/25), dengan total nilai bantuan sebesar Rp14 juta, atau Rp3,5 juta per orang. Setiap kelompok terdiri dari dua orang, masing-masing kelompok menerima bantuan senilai Rp7 juta yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha peternakan skala kecil di tingkat rumah tangga. Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, M. Fathul Manan, M.Pd., secara langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada para penerima. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. "Bantuan ini bukan sekadar pemberian, tetapi investasi sosial agar para mustahik bisa tumbuh menjadi muzakki. Kami berharap para penerima dapat merawat ternak ini dengan sungguh-sungguh agar memberikan hasil yang berkelanjutan," ujar Fathul Manan. Salah satu penerima bantuan, Sugeng, menyampaikan rasa syukur dan harapannya terhadap bantuan yang diterimanya. "Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Semoga usaha ternak ini bisa berkembang dan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga kami," ungkap Sugeng penuh haru. Program bantuan ternak ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik yang menjadi salah satu fokus utama BAZNAS Tulungagung. Dengan pendekatan produktif dan berkelanjutan, BAZNAS berharap masyarakat yang menerima bantuan dapat bertransformasi menjadi individu yang mandiri secara ekonomi di masa mendatang.
BERITA07/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan MUI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Optimalisasi Pengelolaan ZIS dan Syiar Islam
BAZNAS Tulungagung dan MUI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Optimalisasi Pengelolaan ZIS dan Syiar Islam
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menjalin kerja sama strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung dalam rangka penguatan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) serta memperkuat syiar Islam di wilayah Tulungagung. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan di Kantor MUI Tulungagung, Senin (30/06/2025), dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua lembaga. Kerja sama ini mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang urgensi berzakat, identifikasi mustahik yang benar-benar membutuhkan, hingga penyaluran dana ZIS secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Tujuannya adalah menciptakan sistem filantropi Islam yang lebih kuat dan berdayaguna, serta menjangkau lebih banyak muzaki dan mustahik di Kabupaten Tulungagung. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada umat. “Kami percaya bahwa dengan dukungan keagamaan dari MUI, BAZNAS dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas cakupan penerima manfaat zakat. Ini adalah bentuk nyata dari upaya bersama membangun kesejahteraan umat,” ujar Abdul Wachid. Sementara itu, Perwakilan dari MUI Kabupaten Tulungagung, Drs. KH. M. Fathurrouf Syafi'i, M. Pd. I., menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga amil zakat dan lembaga keulamaan untuk menciptakan ekosistem zakat yang sehat dan sesuai syariat. “MUI siap memberikan bimbingan keagamaan, termasuk dalam hal fatwa dan penguatan syiar Islam, agar pengelolaan zakat tidak hanya tepat secara administratif, tetapi juga benar secara syar’i. Harapannya, keberadaan zakat lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” jelas Gus Rouf. Kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan berbagai program konkret, termasuk kampanye zakat melalui berbagai media dakwah. Dengan sinergi ini, BAZNAS dan MUI Kabupaten Tulungagung berharap mampu membangun fondasi zakat yang lebih kuat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan spiritual masyarakat Tulungagung.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dari Bantuan Pembiayaan Hingga Menuju ke Legalitas: BMD Tulungagung Dorong Usaha Rumahan Bu Dewi Naik Kelas
Dari Bantuan Pembiayaan Hingga Menuju ke Legalitas: BMD Tulungagung Dorong Usaha Rumahan Bu Dewi Naik Kelas
Tulungagung - Di balik dapur sederhana di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, kisah inspiratif tumbuh dari tangan dingin seorang ibu rumah tangga, Dewi Nurhidayah (37). Sejak 2015, ia tekun mengolah ketela menjadi keripik gurih yang kini dikenal dengan merek "Keripik Bu Dewi". Pada Maret 2025, Dewi mendapat dukungan modal usaha sebesar Rp1.600.000 dari BMD Tulungagung. Ia menggunakannya untuk membeli alat produksi seperti dandang, wajan besar, bahan baku, dan kemasan, sehingga proses produksi kini jauh lebih efisien. “Kalau dulu harus masak bergantian, sekarang bisa langsung kukus 5 kg ketela dalam sekali proses,” ujarnya. Keripik Bu Dewi yang hadir dalam varian rasa manis dan balado ini kini rutin diproduksi tiga hari sekali. Dari 5 kg bahan baku, Dewi menghasilkan sekitar 1 kg keripik renyah yang dikemas dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan kecil seharga Rp1.000 hingga kemasan 1 kg dengan harga Rp50.000 per kemasan. Produk ini telah tersebar di 20 titik penjualan lokal, seperti warung dan warung kopi di wilayah Karangrejo, Simo, Bungur, dan Karangwaru. Dengan omzet kotor sekitar Rp300.000 per minggu dan margin bersih mencapai 50%, Dewi melihat potensi besar untuk tumbuh. Namun, langkahnya belum sepenuhnya mulus. Meski sudah mengantongi sertifikasi halal, ia belum memiliki izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), syarat penting untuk menembus pasar swalayan. Menanggapi hal tersebut, BMD Tulungagung, yang bekerja sama dengan Divisi OPPM BAZNAS RI, segera menawarkan bantuan kurasi produk dan fasilitasi pendaftaran PIRT. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengangkat ekonomi pelaku usaha mikro di pedesaan, bukan hanya lewat pembiayaan, tetapi juga pendampingan menyeluruh. “Kalau sudah ada PIRT, saya berharap produk saya bisa masuk ke swalayan. Kemarin sudah tanya ke beberapa tempat, tapi ditolak karena belum ada izin itu,” kata Dewi dengan penuh harap. Tak berhenti di situ, Dewi juga memiliki cita-cita untuk membeli mesin spinner, alat untuk mengurangi kadar minyak pada keripik. Namun, keterbatasan dana membuatnya belum mampu merealisasikan keinginan tersebut. Melihat potensi besar usaha ini, pihak BMD Tulungagung mendorong Dewi untuk mengajukan pembiayaan tahap kedua, khusus untuk menunjang pengadaan alat produksi lanjutan. “Kami percaya, dengan semangat dan pendampingan yang tepat, Bu Dewi bisa melangkah lebih jauh. Pembiayaan BMD bukan hanya soal dana, tapi soal keberlanjutan usaha,” ujar Imam, Manager BMD Tulungagung. Kisah Dewi menjadi bukti nyata bahwa dukungan finansial dari lembaga seperti BAZNAS Microfinance Desa mampu menjadi pemantik perubahan ekonomi di level akar rumput. Dari usaha rumahan, kini Keripik Bu Dewi siap naik kelas dan bersaing di rak-rak swalayan Tulungagung.
BERITA26/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →