WhatsApp Icon
BAZNAS Tulungagung Gelar Upgrading dan Evaluasi Program SKSS untuk Perkuat Komitmen Mahasiswa

Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar Upgrading dan Evaluasi Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) di Rumah Dinas Wakil Bupati Tulungagung, Sabtu (11/7/2026). Agenda tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus evaluasi bagi para mahasiswa penerima manfaat guna memperkuat komitmen, meningkatkan kualitas diri, serta membentuk karakter yang bertanggung jawab dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Acara tersebut diikuti oleh pimpinan BAZNAS Tulungagung yang diwakilkan oleh Wakil Ketua I, seluruh staf pelaksana, serta seluruh mahasiswa aktif penerima beasiswa. Selain menjadi sarana refleksi terhadap pelaksanaan program, forum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan agar manfaat yang diterima tidak hanya berdampak pada keberhasilan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepemimpinan para mahasiswa.

SKSS merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang berfokus pada peningkatan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui bantuan pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan bahwa para penerima manfaat merupakan mahasiswa terpilih yang memperoleh kesempatan berharga untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

"Program ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS untuk memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini untuk meraih kesuksesan pada jenjang yang lebih tinggi, karena diluar sana masih banyak orang yang ingin berada ditempat kalian saat ini tapi keterbatasan ekonomi," ujarnya.

Ia mendorong seluruh mahasiswa agar memanfaatkan masa perkuliahan sebaik mungkin dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan, mengembangkan kemampuan diri, serta terus meningkatkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Menurutnya, keberhasilan para mahasiswa nantinya akan menjadi kebanggaan bagi keluarga sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan program yang dijalankan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. M. Fathul Manan, M.Pd., menjelaskan bahwa SKSS telah berjalan sejak tahun 2017 sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas generasi muda melalui pendidikan tinggi. Selain membantu mahasiswa menyelesaikan studi, pembinaan yang diberikan juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang peduli terhadap lingkungan, tangguh menghadapi tantangan, serta memiliki kemampuan berpikir kritis.

"Kita ingin membangun sisi akademis mahasiswa melalui bangku kuliah, sekaligus membangun pribadi yang peduli, tangguh, dan kritis. Karena itu, komitmen setiap mahasiswa dalam mengikuti Program SKSS akan terus dievaluasi," jelasnya.

Melalui pelaksanaan upgrading dan evaluasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap seluruh penerima manfaat mampu menjaga komitmen selama menempuh pendidikan, terus meningkatkan kapasitas diri, serta tumbuh menjadi lulusan yang berprestasi, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

13/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Menguatkan Pondasi Pendidikan Islam, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 34 RA

Tulungagung - Komitmen dalam memperkuat kualitas lembaga pendidikan terus diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS kembali menyalurkan bantuan pendidikan kepada lembaga Raudhatul Athfal (RA) di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung.

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung tentang Program Pemberdayaan Ekonomi Umat, yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Kamis (09/07/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan Islam sejak usia dini. Kolaborasi ini tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan pendidikan, tetapi juga melalui penguatan program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan pendidikan kepada 15 lembaga Raudhatul Athfal (RA) sebagai bagian dari penyaluran bantuan tahap II. Masing-masing lembaga menerima bantuan sebesar Rp1.500.000 yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pendidikan, seperti pengembangan sarana dan prasarana, operasional lembaga, hingga peningkatan kualitas layanan pembelajaran bagi anak-anak usia dini.

Penyaluran bantuan tahap II ini merupakan kelanjutan dari program bantuan pendidikan yang telah dimulai pada 22/05/2026. Pada tahap pertama, BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan bantuan kepada 19 Raudhatul Athfal (RA). Program bantuan pendidikan tersebut, kini telah menjangkau sebanyak 34 RA di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung.

Selain menjadi momentum penyaluran bantuan, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Kerja sama tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat serta pentasarufan zakat, infak, dan sedekah. Melalui sinergi tersebut, diharapkan semakin banyak program kemaslahatan yang dapat diwujudkan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Tulungagung.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus memperluas manfaat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan. Diharapkan sinergi yang telah terjalin mampu meningkatkan kualitas lembaga Raudhatul Athfal sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Tulungagung.

Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat melalui program-program yang amanah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Klik disini -> Berbagi bersama BAZNAS

09/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Sinergi untuk Umat, BAZNAS dan Kemenag Tulungagung Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat

Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung resmi menjalin perjanjian kerja sama dalam program pemberdayaan ekonomi umat. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan dihadiri oleh jajaran pengurus BAZNAS dan Kemenag Kabupaten Tulungagung (9/7/26).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, khususnya di bidang ekonomi dan pendidikan.

Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan berbagai bantuan di sektor pendidikan. Bantuan yang disalurkan meliputi beasiswa pendidikan, bantuan honor bagi Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT), serta bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada 15 Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Tulungagung.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan tahap kedua dari program kerja sama BAZNAS dan Kementerian Agama. Sebelumnya, sebanyak 19 Raudhatul Athfal (RA) telah menerima bantuan serupa. Dengan demikian, kolaborasi kedua lembaga ini terus diwujudkan secara nyata melalui program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dunia pendidikan.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak dapat dicapai jika hanya dilakukan oleh satu atau dua lembaga saja. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci agar program pemberdayaan mampu berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas.

"Pemberdayaan ekonomi umat akan berjalan lebih kuat dan berkelanjutan apabila dikerjakan secara bersama-sama. Mari kita bergandeng tangan, melibatkan OPD, perguruan tinggi, Kementerian Agama, dan berbagai pihak lainnya. Kementerian Agama memiliki jaringan hingga KUA dan para penyuluh agama, BAZNAS memiliki dukungan permodalan, perguruan tinggi memiliki keahlian dan pendampingan, sedangkan OPD memiliki berbagai program serta anggaran pelatihan. Ketika seluruh potensi tersebut disatukan, akan lahir kekuatan yang luar biasa untuk memberdayakan masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa semangat kolaborasi menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Dengan menggabungkan sumber daya, keahlian, dan jaringan dari berbagai institusi, program pemberdayaan akan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Mohamad Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi yang telah dibangun tidak hanya berhenti pada penandatanganan perjanjian, tetapi terus berkembang menjadi kemitraan yang harmonis dan produktif.

"Mudah-mudahan kerja sama ini seperti manten baru, selalu baik, harmonis, dan mesra. Semoga sinergi antara Kementerian Agama dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus terjaga sehingga mampu menghadirkan lebih banyak manfaat bagi umat dan masyarakat Kabupaten Tulungagung," ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung optimistis dapat memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonomi umat serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antar lembaga diharapkan menjadi model kolaborasi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan di Kabupaten Tulungagung.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung turut mengajak masyarakat untuk turut peduli dan ikut berpartisipasi dalam membangun Tulungagung yang lebih sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah. Mari bersama menghadirkan manfaat bagi sesama.

Klik disini -> Berbagi bersama BAZNAS

09/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Jangan Sampai Terlambat! Pendaftaran Beasiswa SKSS Tahun 2026 Segera Berakhir

Tulungagung - Waktu pendaftaran Program Beasiswa Pendidikan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026 dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung semakin mendekati batas akhir. Bagi calon mahasiswa dan mahasiswa khususnya dari keluarga kurang mampu yang belum mendaftarkan diri, segera manfaatkan kesempatan ini sebelum masa pendaftaran resmi ditutup.

Masih terbuka kesempatan bagi calon mahasiswa baru Kabupaten Tulungagung untuk bergabung menjadi penerima Beasiswa Pendidikan S1 melalui Program SKSS Tahun 2026. Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mendukung generasi muda dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Melalui Program SKSS, para penerima beasiswa akan memperoleh bantuan biaya pendidikan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2.000.000 setiap semester selama maksimal delapan semester. Selain bantuan biaya kuliah, mahasiswa juga akan mendapatkan pembinaan, pendampingan mentor, serta berbagai kegiatan pengembangan diri sebagai bekal untuk menjadi lulusan yang unggul dan berkarakter.

Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang berdomisili di Kabupaten Tulungagung dan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, calon pendaftar diharapkan segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan dan memastikan seluruh berkas telah dikirimkan sebelum masa pendaftaran berakhir.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengimbau kepada seluruh calon pendaftar agar tidak menunggu hingga hari terakhir. Mempersiapkan dan mengirimkan berkas lebih awal akan memberikan waktu yang cukup apabila terdapat dokumen yang perlu diperbaiki atau dilengkapi selama proses verifikasi administrasi.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pendaftaran Program Beasiswa SKSS Tahun 2026 akan ditutup pada tanggal 15 Juli 2026. Setelah masa pendaftaran berakhir, proses akan dilanjutkan dengan seleksi administrasi, tes tulis, dan wawancara bagi peserta yang dinyatakan lolos pada tahap berikutnya.

Program Beasiswa SKSS telah membantu banyak mahasiswa meraih cita-cita menjadi sarjana dan menjadi harapan baru bagi keluarga mereka. Kesempatan yang sama kini masih terbuka bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung yang memenuhi persyaratan dan memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Informasi mengenai persyaratan, mekanisme, serta panduan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi BAZNAS Kabupaten Tulungagung di Pemberitahuan BAZNAS, calon pendaftar dapat memperoleh informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan administrasi, hingga tahapan seleksi. Apabila masih membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Person melalui WhatsApp di 0859-6290-5701.

Segera lengkapi persyaratan, kirimkan berkas pendaftaran, dan manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. satu langkah kecil yang diambil hari ini menjadi awal perjalanan meraih gelar sarjana bersama BAZNAS Kabupaten Tulungagung serta membawa perubahan besar bagi masa depan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Ikuti terus media sosial resmi BAZNAS Kabupaten Tulungagung untuk informasi lebih lanjut:
> Instagram: @baznaskabtulungagung
> Facebook: @baznaskabtulungagung
> Tiktok: @baznaskabtulungagung

08/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Hingga Pelosok Pucanglaban, BAZNAS Tulungagung Pastikan Bantuan Diterima oleh yang Paling Membutuhkan

Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali melaksanakan kegiatan monitoring kepada para penerima Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara di wilayah Kecamatan Pucanglaban, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam memastikan pendistribusian dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan berjalan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh para penerima manfaat.

Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara merupakan salah satu program sosial BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang diperuntukkan bagi masyarakat lanjut usia atau mereka yang hidup sebatangkara dan mengalami keterbatasan ekonomi. Bantuan tersebut disalurkan setiap tiga bulan sekali oleh relawan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam bentuk uang tunai sebesar Rp900.000 kepada masing-masing penerima manfaat.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., berdialog langsung dengan para penerima manfaat. Beliau memastikan bahwa bantuan yang telah disalurkan benar-benar diterima oleh penerima, sekaligus menanyakan nominal bantuan yang diterima sebagai bentuk evaluasi terhadap proses pendistribusian.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., mengatakan bahwa program ini telah berjalan selama bertahun-tahun. Namun, dirinya baru berkesempatan melakukan monitoring secara langsung kepada para penerima manfaat.

"Program ini sebenarnya sudah berjalan bertahun-tahun. Hanya saja saya sendiri belum pernah melakukan monitoring secara langsung. Karena itu, saya ingin melihat sendiri kondisi para penerima manfaat serta memastikan apakah mereka benar-benar layak menerima bantuan ini," ujar Suyadi.

Ia menambahkan bahwa Program Bantuan Biaya Hidup Sebatangkara merupakan bentuk kepedulian jangka panjang kepada masyarakat yang hidup dalam kondisi serba keterbatasan. Selama masih memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat, bantuan tersebut akan terus diberikan.

"Insyaallah bantuan ini akan terus diberikan kepada mereka seumur hidup atau sampai mereka meninggal dunia selama BAZNAS masih ada. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan hidup sehari-hari dan menjadi bukti bahwa zakat yang dititipkan oleh para muzaki benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.

Melalui kesempatan tersebut, Suyadi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada saudara-saudara yang hidup dalam kesulitan dan keterbatasan.

"Mari kita tingkatkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang hidup dalam kesulitan dan serba keterbatasan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan, insyaallah kita dapat menghadirkan harapan dan membantu meringankan beban mereka," pungkasnya.

Salurkan zakat, infak, maupun sedekah Anda secara mudah melalui kabtulungagung.baznas.go.id

atau melalui rekening BSI 7137 892 353 an. Baznas Zakat Tulungagung.

07/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

Langkah Kecil Menuju Usaha yang Lebih Kuat, Warung Kopi Legendaris Pojok Alon-Alon dapat Suntikan Dana dari BAZNAS
Langkah Kecil Menuju Usaha yang Lebih Kuat, Warung Kopi Legendaris Pojok Alon-Alon dapat Suntikan Dana dari BAZNAS
Tulungagung – Di ujung utara Alun-Alun Tulungagung, berdiri sebuah warung kopi sederhana yang sarat cerita. Warung Kopi Pojok, yang berlokasi di Kelurahan Kampung Dalem, Kecamatan Tulungagung, telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat selama lebih dari setengah abad. Kini, di tangan Erlina Dwi Ariani (39), generasi kedua penerus usaha ini, Warung Kopi Pojok tetap bertahan dan terus berkembang dengan karakter khasnya. Setiap hari, warung ini melayani puluhan pelanggan dengan sajian hangat seperti kopi, teh, gorengan, hingga nasi bungkus. Dengan harga ramah kantong, mulai dari Rp4.000 hingga Rp5.000 per sajian. Erlina mampu meraih omzet harian antara Rp600.000 hingga Rp800.000, dengan keuntungan bersih sekitar Rp200.000 hingga Rp400.000. Meski dijalankan sendiri tanpa karyawan, Erlina menjalankan usahanya dengan semangat penuh. “Prinsip saya dalam berwirausaha adalah jujur dan amanah. Yang penting konsumen puas dan tetap percaya,” ungkapnya. Namun, di balik stabilnya usaha ini, Erlina mengakui adanya tantangan, terutama keterbatasan ruang yang tidak mampu menampung jumlah pelanggan yang terus bertambah. "Tempat tidak bisa ditambah, tapi alhamdulillah konsumen semakin ramai. Saya berharap ke depan bisa punya tempat lebih luas agar usaha ini bisa berkembang lebih baik," ujarnya. Momentum baru datang pada 29 Juni 2025, ketika Warung Kopi Pojok mendapatkan suntikan pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp2.000.000. Pembiayaan ini bersifat tanpa bunga dan tanpa jaminan, diberikan untuk mendukung pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usahanya secara bertahap. Dana tersebut Erlina gunakan untuk membeli perlengkapan tambahan seperti panci, ceret, dan gentong, yang akan menunjang aktivitas harian warung. Meski nilainya tidak besar, bantuan ini menjadi bentuk kepercayaan dan dukungan moral bagi pelaku UMKM seperti Erlina. Program pembiayaan ini memang tidak dimaksudkan sebagai modal utama, melainkan sebagai dorongan yang dapat memperkuat langkah usaha kecil agar lebih stabil dan berdaya. Dengan pengelolaan yang disiplin dan bertanggung jawab, bantuan ini diharapkan dapat memberi dampak nyata, meski secara bertahap. Warung Kopi Pojok kini bukan hanya menjadi tempat menikmati sajian sederhana, tapi juga lambang ketekunan dan keberlanjutan usaha keluarga. Di tangan Erlina, warung ini tumbuh menjadi inspirasi bagi pelaku usaha mikro lainnya, bahwa dengan kejujuran, konsistensi, dan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa terus bertahan dan berkembang.
BERITA22/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS dan Dinas Kesehatan Tulungagung Gelar Operasi Katarak Gratis, Wujud Nyata Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat
BAZNAS dan Dinas Kesehatan Tulungagung Gelar Operasi Katarak Gratis, Wujud Nyata Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat
Tulungagung — Sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung program kesehatan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan bakti sosial operasi mata katarak secara gratis pada Sabtu (19/7/2025). Kegiatan kemanusiaan ini dilangsungkan di RSUD Campurdarat dr. Karneni, di bawah kepemimpinan Direktur dr. Rio Ardona, MMRS, serta didukung oleh tim dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Malang Raya. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., yang menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu berharap kegiatan ini dapat membawa harapan baru bagi para penderita katarak. “Kami berharap, dengan operasi ini, para pasien bisa kembali melihat dunia dengan jelas, hidup lebih mandiri, dan produktif. Saya juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dan tidak ragu untuk memeriksakan diri,” ujarnya. Dalam kegiatan ini, sebanyak 85 warga telah terdaftar sebagai calon penerima layanan operasi katarak gratis. Namun, berdasarkan hasil skrining medis, hanya 60 orang yang dinyatakan lolos untuk menjalani operasi. Direktur RSUD Campurdarat dr. Rio Ardona menjelaskan bahwa 25 orang lainnya belum bisa dioperasi karena mengalami kondisi penyulit seperti hipertensi, kadar gula darah tinggi, dan diabetes. “Pasien yang tidak lolos akan diintervensi terlebih dahulu agar kondisinya membaik. Jika kondisinya sudah memungkinkan, mereka akan dioperasi.,” terang dr. Rio. Ia juga menambahkan bahwa faktor usia masih menjadi pemicu utama terjadinya katarak. Hal ini senada dengan pernyataan Bupati Gatut Sunu yang menyebutkan bahwa katarak masih menjadi penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia, mencakup sekitar 70–80 persen dari total kasus kebutaan. Oleh sebab itu, penanganan dini dan kemudahan akses layanan operasi yang aman menjadi sangat penting. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan komitmen kuat pihaknya dalam mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul. “Kolaborasi lintas sektor seperti ini adalah kunci utama dalam mewujudkan SDM unggul dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. BAZNAS Tulungagung mendukung penuh program-program kesehatan seperti ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, terutama kalangan dhuafa,” ujarnya. Kegiatan bakti sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama antara pemerintah daerah, lembaga layanan zakat, dan tenaga medis dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat. Harapannya, inisiatif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di masa mendatang.
BERITA21/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
34 Mahasiswa Ikuti Tes Tulis Beasiswa BAZNAS, Seleksi Diperketat untuk Pastikan Tepat Sasaran
34 Mahasiswa Ikuti Tes Tulis Beasiswa BAZNAS, Seleksi Diperketat untuk Pastikan Tepat Sasaran
Tulungagung – Sebanyak 34 mahasiswa baru dari lima perguruan tinggi mengikuti seleksi tes tulis program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Kegiatan digelar di Kampus STAI Diponegoro, Kamis (17/7/2025). Ketua Panitia Ahmad Asrofi, M.E. menegaskan, seleksi tes tulis tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 45 peserta. “Dari 52 pendaftar, hanya 34 peserta yang lolos tahap seleksi administrasi dan survei kondisi sosial ekonomi keluarga,” jelasnya. Seleksi beasiswa SKSS dilakukan melalui mekanisme seleksi berlapis, dimulai dari tahap seleksi administrasi dan survey ke lapangan untuk memastikan tingkat kondisi ekonomi keluarga, dilanjutkan dengan tes tulis, dan diakhiri dengan tes wawancara. Tes tulis ini bertujuan untuk menilai potensi akademik peserta, sedangkan wawancara digunakan untuk mendalami motivasi, karakter, serta memastikan kesesuaian dengan kriteria penerima beasiswa. “Beasiswa ini memang kami fokuskan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dan salah satu syaratnya adalah tidak ada anggota keluarga yang sudah menyandang gelar sarjana,” tegas Asrofi. Melalui sistem seleksi ketat ini, BAZNAS berupaya memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan. Tidak hanya dari sisi ekonomi, karakter dan semangat belajar juga menjadi pertimbangan dalam penilaian. Program beasiswa ini telah berjalan secara konsisten setiap tahun dan menjadi harapan besar bagi banyak mahasiswa untuk dapat melanjutkan pendidikan tanpa beban biaya yang berat. Nilai beasiswa yang diberikan setiap tahunnya tetap sama, yakni Rp2 juta per semester untuk setiap penerima. “Walaupun jumlah peserta menurun, kualitas tetap kami jaga. Kami ingin memastikan bahwa penerima beasiswa ini adalah mereka yang benar-benar berjuang,” pungkasnya. Dengan proses seleksi yang lebih ketat, BAZNAS berharap program ini terus memberikan dampak bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
BERITA18/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Hadiri Ikrar Wakaf Serentak: Dorong Percepatan Legalitas Tanah
BAZNAS Tulungagung Hadiri Ikrar Wakaf Serentak: Dorong Percepatan Legalitas Tanah
Tulungagung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri dan mendukung penuh kegiatan Ikrar Wakaf Serentak yang digelar pada Kamis (17/07), oleh Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan ikrar wakaf di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Sebanyak 68 bidang tanah wakaf dari 19 kecamatan secara resmi diikrarkan oleh para wakif melalui Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing. Kecamatan Sendang menjadi penyumbang terbanyak dengan 10 bidang wakaf, menjadikan momen ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat kepastian hukum dan perlindungan terhadap aset wakaf umat. Kepala Kemenag Kabupaten Tulungagung, H. M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi antusiasme dan kolaborasi semua pihak yang terlibat. “Kami sangat mengapresiasi semangat seluruh pihak, mulai dari wakif, nadzir, KUA, hingga mitra strategis seperti BPN dan BAZNAS, atas terwujudnya ikrar wakaf massal ini. Ini menjadi bukti bahwa kesadaran wakaf di masyarakat semakin meningkat,” ujarnya. Meski secara struktural BAZNAS bukan lembaga nadzir wakaf, namun memiliki peran penting dalam mendorong, memfasilitasi, dan mengadvokasi percepatan ikrar serta legalisasi tanah wakaf. Hal ini karena wakaf, bersama dengan zakat, infak, dan sedekah, merupakan bagian dari instrumen keuangan sosial Islam yang berfungsi menopang kesejahteraan dan pemberdayaan umat. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP, menegaskan komitmen BAZNAS dalam mendukung ekosistem wakaf. “Wakaf bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga investasi sosial jangka panjang. Dengan ikrar wakaf yang sah dan tercatat, kita sedang membangun pondasi kebaikan yang manfaatnya akan terus mengalir. BAZNAS siap menjadi mitra strategis dalam mendorong penguatan sistem wakaf di masyarakat,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para nadzir dan wakif semakin termotivasi untuk menuntaskan proses administrasi wakaf secara sah, demi kebermanfaatan yang lebih luas dan berkelanjutan.
BERITA17/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Buka Rekrutmen Amil Satuan Audit Internal (SAI)
BAZNAS Tulungagung Buka Rekrutmen Amil Satuan Audit Internal (SAI)
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung resmi membuka rekrutmen tenaga kerja/amil pada bagian Satuan Audit Internal (SAI) yang dilaksanakan mulai 21 hingga 31 Juli 2025. Rekrutmen ini dibuka untuk mengisi kekosongan posisi SAI seiring dengan pengunduran diri pegawai sebelumnya. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyampaikan bahwa pembukaan rekrutmen ini merupakan bagian dari upaya lembaga dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi serta memperkuat sistem pengawasan dan pelaporan keuangan di lingkungan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Keberadaan Satuan Audit Internal dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam proses rekrutmen ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menetapkan sejumlah persyaratan administratif yang wajib dipenuhi oleh calon pelamar. Berkas yang harus dilampirkan meliputi fotokopi KTP Kabupaten Tulungagung, fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi ijazah terakhir, serta riwayat hidup atau curriculum vitae (CV). Selain itu, terdapat beberapa ketentuan umum yang harus dipenuhi pelamar, di antaranya bersedia bekerja secara profesional dan independen, diutamakan memiliki latar belakang pendidikan di bidang akuntansi, audit, atau keuangan, mampu bekerja secara tim serta tepat waktu, dan tidak sedang terikat pekerjaan dengan instansi lain. Seluruh berkas lamaran dapat diserahkan secara langsung ke Sekretariat BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang beralamat di Jl. Mayor Sujadi No. 172, Kelurahan Jepun, Tulungagung, pada jam kerja pukul 08.00–14.00 WIB setiap Senin hingga Jumat. Melalui rekrutmen ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap dapat memperoleh sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas guna mendukung terwujudnya pengelolaan ZIS yang amanah, profesional, dan terpercaya.
BERITA17/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Tak Lagi Sendiri di Usia 103 Tahun: BAZNAS Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Mbah Warisah
Tak Lagi Sendiri di Usia 103 Tahun: BAZNAS Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Mbah Warisah
Tulungagung - Di sebuah rumah tua berdinding bambu di Desa Sanan, Kecamatan Pakel, hidup seorang perempuan renta bernama Mbah Warisah. Tahun ini, usianya memasuki 103 tahun. Ia tinggal seorang diri, tak lagi mampu berjalan, penglihatan dan pendengarannya pun mulai kabur dimakan usia. Meskipun secara teknis tinggal sendiri, rumah Mbah Warisah bersebelahan dengan rumah anak perempuannya yang juga sudah lanjut usia, Mbah Kasminah, yang kini berumur 74 tahun. Keseharian Mbah Warisah lebih banyak dihabiskan di atas dipan kayu, diam dan pasrah menjalani hari-harinya. Sementara itu, anaknya, Mbah Kasminah, berjuang memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua dengan memelihara dua ekor kambing. Di usia senjanya, ia masih kuat mengarit rumput demi memberi makan ternaknya. “Simbok wes ora iso ngapa-ngapa, yo aku sing ngopeni. Tapi yo iso ngopeni sethitik-sethitik,” tutur Mbah Kasminah saat dikunjungi. (Ibu saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa, ya saya yang merawat. Tapi ya hanya bisa merawat sebisanya.) Melihat kondisi ini, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur untuk memberikan bantuan biaya hidup kepada Mbah Warisah. Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 2.400.000,- yang akan disalurkan secara rutin setiap empat bulan sekali sepanjang hidup beliau. “Kami memahami bahwa sebagian lansia di Tulungagung hidup dalam keterbatasan yang tidak hanya fisik tapi juga ekonomi dan sosial. Mbah Warisah adalah potret nyata dari perjuangan hidup di usia senja. Bantuan ini bukan hanya bentuk dukungan materi, tapi juga simbol kehadiran negara dan masyarakat untuk mereka,” ujar Ahmad Saifudin, M.E., Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Setiap kali bantuan datang, Mbah Warisah selalu menyambut dengan ekspresi haru meskipun penglihatannya sudah tak mampu mengenali siapa yang datang. Dengan suara lemah dan lirih ia berkata, “iki sopo yo?” Namun setelah tahu bahwa yang datang adalah tim BAZNAS, beliau selalu menyambut dengan senyuman penuh syukur dan ucapan: “Matursuwun yo, cu... Mbah e wes ora nyawang, mugo Gusti Allah mbales kebaikanmu kabeh.” (Terima kasih ya, Nak... Nenek sudah tidak bisa melihat, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua.) Desvian Ahgireksa, anggota tim BAZNAS Tulungagung yang rutin menyalurkan bantuan tersebut, menambahkan, “Kami merasa bukan hanya sebagai petugas, tapi juga bagian dari keluarga Mbah Warisah. Setiap kali datang, rasanya seperti pulang. Saat beliau mendoakan kami, rasanya seperti dipeluk oleh doa yang tulus dari langit.” Anak beliau, Mbah Kasminah, pun turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan tersebut. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat mbantu. Setidaknya iso kanggo tuku beras lan kebutuhan simboke. Aku yo wis sepuh, tapi iso kuwat mergo ngerti ana sing peduli,” ujarnya. (Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Setidaknya bisa untuk beli beras dan kebutuhan ibu saya. Saya juga sudah tua, tapi bisa kuat karena tahu ada yang peduli.) Kehadiran BAZNAS dalam kehidupan Mbah Warisah menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh subur di bumi Tulungagung. Meski sederhana, bantuan tersebut telah menjadi cahaya bagi seorang ibu sepuh yang telah melewati satu abad kehidupan, dalam keheningan dan kesederhanaan yang penuh makna. Bukti bahwa cinta bisa datang dalam bentuk paling sederhana dan sebaris doa yang ikhlas dari hati. Mari, ikut menyebar kebaikan. Jangan tunggu jadi mampu untuk membantu. Sekecil apapun, akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261) Yuk, salurkan kebaikanmu dengan sedekah melalui rekening: BSI: 7137892051 BRI: 011001030166530 "Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya."
BERITA16/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Dukung UMKM Naik Kelas, Es Cendol Mak’e Tembus Enam Outlet!
BAZNAS Dukung UMKM Naik Kelas, Es Cendol Mak’e Tembus Enam Outlet!
Tulungagung – Di tengah arus digitalisasi dan tren kuliner kekinian, siapa sangka minuman tradisional justru mampu mencuri perhatian? Ribut Cahyono (37), warga Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, membuktikan bahwa dengan semangat pantang menyerah dan sedikit sentuhan inovasi, cendol pun bisa naik kelas. Lewat brand lokal Es Cendol Dawet Mak’e, Ribut menyulap usaha rumahan yang dimulai tahun 2024 menjadi jaringan mini bisnis yang terus tumbuh. Tak tanggung-tanggung, kini ia sudah memiliki enam outlet, dengan empat dikelola langsung dan dua lainnya dikelola oleh mitra. Produk cendolnya juga sudah masuk di dua titik strategis: Kepatihan dan Bago. Produk andalan usaha ini adalah es cendol dengan harga terjangkau Rp4.000–Rp8.000 serta es lemon tea seharga Rp4.000–Rp5.000. Dengan harga yang ramah di kantong dan cita rasa yang khas, usaha ini mampu memproduksi sekitar 150 porsi per hari, menghasilkan omzet harian rata-rata Rp400 ribu. Di balik angka itu, ada tiga karyawan tetap yang bekerja di dapur produksi di rumahnya, serta semangat seorang pengusaha lokal yang tak pernah berhenti berinovasi. Namun perjalanan ini tentu tak selalu mulus. Fluktuasi harga bahan baku dan cuaca sering kali jadi tantangan. Tapi justru di titik itulah peran pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung mulai terasa. Pada Juni 2025, Ribut menerima bantuan pembiayaan senilai Rp2 juta dari program BMD. Dana itu langsung dimanfaatkan untuk membeli cup sealer dan membuat rombong baru agar penjualan makin maksimal. Tak berhenti di situ, di bulan Juli ini, Ribut juga mendapat fasilitasi pengajuan sertifikasi halal dari BMD, agar produknya bisa lebih diterima di pasar yang lebih luas. “Saya ingin Es Cendol Dawet Mak’e bisa masuk Shopee dan bisa dijual secara online. Ke depan saya juga ingin kembangkan produk dalam bentuk sachet biar bisa awet dan dijual ke luar kota,” ujar Ribut optimis. Kisah Ribut bukan cuma tentang jualan cendol, tapi juga tentang bagaimana UMKM desa bisa tumbuh dan berdaya dengan dukungan yang tepat. Program BMD BAZNAS bukan sekadar memberi pinjaman, tapi juga membuka jalan bagi pelaku usaha kecil untuk naik level, dari dapur rumahan ke pasar digital. Di tengah gempuran produk instan dan makanan viral, Es Cendol Dawet Mak’e hadir sebagai bukti bahwa cita rasa lokal tetap punya tempat di hati masyarakat. Dan Ribut Cahyono, adalah wajah baru pelaku UMKM desa yang layak jadi inspirasi karena dengan tekad dan kreativitas, usaha kecil bisa jadi besar.
BERITA14/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Kembali Salurkan Bantuan Hewan Ternak, Total 13 Ekor Kambing untuk Warga Serut dan Wates
BAZNAS Tulungagung Kembali Salurkan Bantuan Hewan Ternak, Total 13 Ekor Kambing untuk Warga Serut dan Wates
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui program ekonomi produktif. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan hewan ternak kepada dua kelompok penerima manfaat, dengan total nilai bantuan mencapai Rp 14 juta. Masing-masing kelompok terdiri dari dua orang, dengan total empat penerima manfaat. Dua di antaranya adalah warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, yaitu M. Khoiri dan Nurmain. Sementara dua penerima lainnya adalah warga Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, yakni Haryanto dan Kamsul. Setiap kelompok menerima bantuan senilai Rp 7 juta, atau Rp 3,5 juta per orang, dalam bentuk hewan ternak berupa kambing. Total kambing yang disalurkan mencapai 13 ekor, yang langsung diantar ke lokasi masing-masing penerima pada hari Rabu, 09 Juli 2025. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., turut hadir langsung dalam proses penyaluran bantuan ini. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata peran BAZNAS dalam mendukung ekonomi masyarakat miskin melalui pendekatan produktif dan berkelanjutan. "Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima. Tidak hanya sekadar memelihara, tetapi juga mengembangkan ternak agar bisa menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi keluarga," ungkap Abdul Wachid saat menyerahkan bantuan di lokasi. Salah satu penerima dari Desa Serut, M. Khoiri, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya agar bantuan ini bisa menjadi awal dari perubahan ekonomi keluarganya. "Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga bisa saya rawat dan kembangkan, sehingga hasilnya nanti bisa membantu kebutuhan rumah tangga," ujarnya. Senada dengan itu, Haryanto dari Desa Wates juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar bantuan ini tidak sia-sia dan bisa memberikan manfaat jangka panjang," katanya. Program bantuan ternak ini merupakan bagian dari program ekonomi produktif yang terus dijalankan oleh BAZNAS Tulungagung. Selain bantuan ternak, BAZNAS juga aktif dalam pembiayaan UMKM dan bantuan modal usaha bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA10/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Disuntik Modal oleh BAZNAS, Usaha Sate Bang Imam Siap Buka Cabang Baru!
Disuntik Modal oleh BAZNAS, Usaha Sate Bang Imam Siap Buka Cabang Baru!
Tulungagung - Ketekunan dan konsistensi menjadi modal utama Imam Arifin (36), warga Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, dalam membangun usaha kuliner kaki lima miliknya, "Sate Ayam dan Sate Tahu Bang I". Dua menu andalan yang ditawarkan yaitu sate ayam dan sate tahu yang berhasil merebut hati pelanggan dari berbagai kalangan. Dengan hanya satu outlet di Kedungwaru, Imam sanggup memproduksi dan menjual sekitar 200 tusuk sate ayam dan 200 tusuk sate tahu setiap harinya. Harga yang bersahabat, yakni Rp14.000 untuk sate ayam dan Rp8.000 untuk sate tahu, membuat omzet harian usahanya mencapai sekitar Rp400.000 dengan rata-rata pendapatan bersih Rp125.000 per hari. Yang membuat kisah ini semakin menginspirasi, seluruh proses produksi dilakukan Imam seorang diri, mulai dari mempersiapkan bahan, menusuk sate, hingga memanggangnya. Ia belum memiliki karyawan, namun itu tak menghalangi semangat dan dedikasinya dalam merawat usaha kecil ini. “Prinsip saya dalam berwirausaha itu jujur, amanah, dan konsisten. Itu yang saya pegang sejak awal,” ungkap Imam saat ditemui. Tantangan tentu saja tak pernah absen, Imam harus bergulat dengan fluktuasi harga bahan baku dan cuaca yang kadang mengganggu ritme berjualan. Namun, bukannya mundur, Imam justru bersiap melangkah lebih jauh: membuka cabang baru. “Sekarang saya lagi cari orang yang bisa bantu bakar sate. Rencananya mau buka cabang lagi dalam waktu dekat,” tuturnya. Sebagai bentuk dorongan agar usahanya semakin kokoh, pada Juni 2025 Imam memperoleh pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp2.500.000. Dana ini diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan usaha mikro yang telah berjalan mandiri. Dana tersebut dimanfaatkan Imam untuk membeli bahan baku, memperbarui peralatan jualan, serta menambah modal untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar. Selain itu, ia juga mulai mempersiapkan pembelian alat pendukung untuk keperluan cabang barunya. Menurut Manajer BMD Tulungagung, Imam Suyudi, pembiayaan yang diberikan kepada pelaku usaha seperti Imam Arifin merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen BAZNAS dalam mendukung UMKM yang serius dan berorientasi pada keberlangsungan. “Kami tidak memberikan bantuan sembarangan. Bantuan pembiayaan ini kami berikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebagai bentuk dukungan kepada pelaku usaha yang telah terbukti menjalankan usahanya dengan baik. Harapannya, bantuan ini bisa menjadi pemicu, bukan satu-satunya solusi,” jelas Imam Suyudi. Bantuan ini memang bukan tonggak utama kesuksesan usahanya, namun cukup signifikan sebagai penopang di tengah rencana ekspansi dan kebutuhan modal kerja yang meningkat. Dengan tetap mengandalkan kerja keras dan prinsip usaha yang kuat, Imam membuktikan bahwa dukungan kecil bisa bermakna besar bila diterima oleh tangan yang tepat. Imam Arifin bukan hanya dikenal sebagai "Bang Imam" pemilik sate nikmat, tetapi juga menjadi gambaran nyata dari perjuangan UMKM desa yang melangkah perlahan namun pasti, meniti jalan mandiri dengan semangat pantang menyerah dan integritas.
BERITA09/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bersinergi dengan Dinas Kesehatan, BAZNAS Tulungagung Dukung Operasi Katarak Gratis
Bersinergi dengan Dinas Kesehatan, BAZNAS Tulungagung Dukung Operasi Katarak Gratis
Tulungagung – Dalam upaya mendukung program kesehatan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Kolaborasi ini ditandai dengan penyaluran bantuan dana sebesar Rp6.500.000,- dari BAZNAS Tulungagung untuk mendukung kegiatan bakti sosial dan operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Tulungagung. Penyaluran bantuan ini secara resmi dilakukan pada hari ini, Rabu, 9 Juli 2025, bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP. kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Anna Sapti Saripah, SKM. Rencananya, bantuan ini digunakan untuk mendukung kegiatan operasi katarak gratis dalam rangkaian program Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan pada Sabtu, 19 Juli 2025 mendatang. Program ini akan digelar di RSUD dr. Karneni Campurdarat Tulungagung, sebagai langkah nyata dalam menekan angka kebutaan akibat katarak, khususnya bagi warga yang tidak memiliki akses pelayanan kesehatan memadai. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk konkret kepedulian BAZNAS terhadap sektor kesehatan, khususnya dalam mengurangi angka kebutaan akibat katarak di kalangan masyarakat tidak mampu. "Kami berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat, tidak hanya melalui sektor ekonomi dan pendidikan, tetapi juga melalui program-program kesehatan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tulungagung," ujar Abdul Wachid. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Anna Sapti Saripah, mengapresiasi dukungan dari BAZNAS dan menyampaikan bahwa kolaborasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat. "Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Tulungagung atas kepeduliannya. Bantuan ini sangat membantu kami dalam melaksanakan program PGPK, terutama dalam mengadakan operasi katarak gratis bagi warga kurang mampu. Harapannya, sinergi seperti ini bisa terus terjalin untuk mendukung kesehatan masyarakat Tulungagung," tutur Anna. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara lembaga zakat dan instansi pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan, sekaligus menunjukkan bahwa zakat dapat memberikan dampak luas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
BERITA09/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dorong Warung Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Suntik Modal 20 Juta Lewat Program Z-Mart
Dorong Warung Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Suntik Modal 20 Juta Lewat Program Z-Mart
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi umat melalui program Z-Mart, sebuah inisiatif khusus yang menyasar para mustahik (penerima zakat) yang memiliki usaha warung atau toko skala mikro. Pada peluncuran program Z-Mart kali ini, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp. 20.000.000,- kepada 8 penerima manfaat, yang terbagi dalam dua kelompok: satu kelompok berasal dari Kecamatan Ngunut dan satu kelompok lainnya dari Kecamatan Tulungagung. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp. 2.500.000,-. Z-Mart merupakan program pemberdayaan ekonomi produktif yang bertujuan untuk membantu para pelaku usaha kecil dalam mengembangkan usahanya. Selain bantuan modal, program ini juga mencakup pendampingan usaha dan branding, termasuk pemasangan banner Zmart di masing-masing warung sebagai bagian dari identitas program. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa program Z-Mart menjadi salah satu fokus utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. “Z-Mart bukan hanya sekadar bantuan modal, tapi juga bentuk nyata dari semangat kemandirian ekonomi. Harapan kami, program ini mampu mendorong usaha mikro para mustahik agar lebih berkembang dan berdaya saing,” ujar Abdul Wachid. Bantuan disalurkan secara langsung oleh tim BAZNAS Tulungagung, termasuk di antaranya Ahmad Asrofi, M.E., yang turut melakukan survei lapangan dan pemasangan banner Z-Mart di toko-toko penerima manfaat. “Kami ingin memastikan bahwa penerima benar-benar siap menjalankan usaha dan memiliki semangat untuk berkembang. Pemasangan banner Z-Mart juga menjadi bagian dari penguatan identitas usaha mereka,” jelas Asrofi. Asrofi juga menegaskan bahwa BAZNAS Tulungagung melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana agar tepat sasaran. “Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan penggunaannya tepat. Setiap penerima kami minta untuk menunjukkan struk pembelanjaan agar modal ini benar-benar digunakan untuk keperluan usaha. Selain itu, kami akan terus melakukan monitoring dan pendampingan. Harapannya, usaha mereka bisa berkembang, dan ke depan mereka berpeluang mendapatkan dukungan lanjutan,” tambahnya. Dua penerima bantuan, Bu Zaenuri, warga Desa Kenayan, dan Bu Fitriyah, warga Desa Sumberingin Kidul, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang mereka terima. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami untuk menambah stok barang dagangan. Semoga usaha kami semakin lancar dan berkah,” tutur Bu Zaenuri dengan haru. “Terima kasih BAZNAS, dengan tambahan modal ini saya bisa memperluas usaha warung saya dan menarik lebih banyak pelanggan,” ungkap Bu Fitriyah. Dengan penyaluran ini, BAZNAS Tulungagung berharap program Z-Mart dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak mustahik, sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan memperkuat ketahanan usaha mikro di berbagai wilayah Tulungagung.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Suntikan Dana dari BAZNAS, Bantu Usaha Nasi Cokot Bu Sa'adatul Makin Berkembang
Suntikan Dana dari BAZNAS, Bantu Usaha Nasi Cokot Bu Sa'adatul Makin Berkembang
Tulungagung – Sa'adatul Hanifah (38), ibu rumah tangga asal Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk sukses. Lewat usahanya yang dikenal dengan nama Yoiki Nasi Cokot Tulungagung, ia mampu meraih omzet harian hingga Rp500 ribu, berkat semangat pantang menyerah dan sedikit dukungan pembiayaan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Usaha kuliner rumahan yang ia rintis sejak 2022 ini menyajikan berbagai menu sarapan khas dengan cita rasa rumahan dan harga terjangkau, total ada 12 varian mulai dari nasi cokot dengan teri terong, ayam kemangi, lodho, hingga cumi dan tuna, hanya Rp6.000 per porsi. Berjualan di outlet sederhana yang letaknysa strategis dekat pondok pesantren, puskesmas, dan sekolah, Saadatul dibantu suaminya membuka lapak sejak pukul 05.30 pagi hingga sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB setiap hari, dengan pendapatan bersih mencapai 40% hingga 50% dari omset. Keberhasilan ini tak lepas dari bantuan pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung pada Februari 2025 senilai Rp1,8 juta. Dana tersebut digunakan Sa’adatul untuk memperkuat produksi, membeli peralatan dapur, bahan baku, hingga memenuhi pesanan kue Lebaran. Selain itu, pada Juni 2025, ia juga menerima bantuan banner usaha yang digunakan untuk memperbarui tampilan outlet jualannya. “Saya tidak pernah berharap banyak, yang penting usaha tetap jalan. Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS sangat membantu waktu itu dan datang di saat yang pas,” ujar Sa’adatul. Manajer BMD Tulungagung, Imam Suyudi, menyampaikan bahwa program pembiayaan ini memang dirancang untuk menjangkau pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usahanya. “Kami hadir untuk mendampingi dan memperkuat pelaku UMKM seperti Bu Sa'adatul. Tanpa bunga, tanpa jaminan, tapi berbasis kepercayaan dan tanggung jawab. Kami percaya bahwa dukungan kecil yang tepat bisa memberi dampak besar bagi ekonomi keluarga dan masyarakat,” ujar Imam. Meski sempat menghadapi tantangan seperti penutupan outlet keduanya di sekitar RSUD dr. Iskak, semangat Sa’adatul tak luntur. Ia tetap optimistis untuk terus mengembangkan usaha, membuka cabang baru, bahkan merekrut karyawan di masa depan. Dengan memanfaatkan strategi pemasaran online dan layanan pesan-antar, jangkauan usahanya pun semakin luas. Kini, Sa’adatul menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad kuat dan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa tumbuh dan menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hewan Ternak Senilai Rp14 Juta untuk Warga Tanjungsari
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Hewan Ternak Senilai Rp14 Juta untuk Warga Tanjungsari
Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi produktif. Kali ini, bantuan disalurkan berupa hewan ternak kepada dua kelompok penerima yang terdiri dari empat warga Desa Tanjungsari: Gito, Sugeng, Yahya, dan Rohman Abdul Rochim. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS Kabupaten Tulungagung (07/07/25), dengan total nilai bantuan sebesar Rp14 juta, atau Rp3,5 juta per orang. Setiap kelompok terdiri dari dua orang, masing-masing kelompok menerima bantuan senilai Rp7 juta yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha peternakan skala kecil di tingkat rumah tangga. Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, M. Fathul Manan, M.Pd., secara langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada para penerima. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. "Bantuan ini bukan sekadar pemberian, tetapi investasi sosial agar para mustahik bisa tumbuh menjadi muzakki. Kami berharap para penerima dapat merawat ternak ini dengan sungguh-sungguh agar memberikan hasil yang berkelanjutan," ujar Fathul Manan. Salah satu penerima bantuan, Sugeng, menyampaikan rasa syukur dan harapannya terhadap bantuan yang diterimanya. "Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Semoga usaha ternak ini bisa berkembang dan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga kami," ungkap Sugeng penuh haru. Program bantuan ternak ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik yang menjadi salah satu fokus utama BAZNAS Tulungagung. Dengan pendekatan produktif dan berkelanjutan, BAZNAS berharap masyarakat yang menerima bantuan dapat bertransformasi menjadi individu yang mandiri secara ekonomi di masa mendatang.
BERITA07/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung dan MUI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Optimalisasi Pengelolaan ZIS dan Syiar Islam
BAZNAS Tulungagung dan MUI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Optimalisasi Pengelolaan ZIS dan Syiar Islam
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menjalin kerja sama strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung dalam rangka penguatan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) serta memperkuat syiar Islam di wilayah Tulungagung. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan di Kantor MUI Tulungagung, Senin (30/06/2025), dan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua lembaga. Kerja sama ini mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang urgensi berzakat, identifikasi mustahik yang benar-benar membutuhkan, hingga penyaluran dana ZIS secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Tujuannya adalah menciptakan sistem filantropi Islam yang lebih kuat dan berdayaguna, serta menjangkau lebih banyak muzaki dan mustahik di Kabupaten Tulungagung. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada umat. “Kami percaya bahwa dengan dukungan keagamaan dari MUI, BAZNAS dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas cakupan penerima manfaat zakat. Ini adalah bentuk nyata dari upaya bersama membangun kesejahteraan umat,” ujar Abdul Wachid. Sementara itu, Perwakilan dari MUI Kabupaten Tulungagung, Drs. KH. M. Fathurrouf Syafi'i, M. Pd. I., menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga amil zakat dan lembaga keulamaan untuk menciptakan ekosistem zakat yang sehat dan sesuai syariat. “MUI siap memberikan bimbingan keagamaan, termasuk dalam hal fatwa dan penguatan syiar Islam, agar pengelolaan zakat tidak hanya tepat secara administratif, tetapi juga benar secara syar’i. Harapannya, keberadaan zakat lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” jelas Gus Rouf. Kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan berbagai program konkret, termasuk kampanye zakat melalui berbagai media dakwah. Dengan sinergi ini, BAZNAS dan MUI Kabupaten Tulungagung berharap mampu membangun fondasi zakat yang lebih kuat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan spiritual masyarakat Tulungagung.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dari Bantuan Pembiayaan Hingga Menuju ke Legalitas: BMD Tulungagung Dorong Usaha Rumahan Bu Dewi Naik Kelas
Dari Bantuan Pembiayaan Hingga Menuju ke Legalitas: BMD Tulungagung Dorong Usaha Rumahan Bu Dewi Naik Kelas
Tulungagung - Di balik dapur sederhana di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, kisah inspiratif tumbuh dari tangan dingin seorang ibu rumah tangga, Dewi Nurhidayah (37). Sejak 2015, ia tekun mengolah ketela menjadi keripik gurih yang kini dikenal dengan merek "Keripik Bu Dewi". Pada Maret 2025, Dewi mendapat dukungan modal usaha sebesar Rp1.600.000 dari BMD Tulungagung. Ia menggunakannya untuk membeli alat produksi seperti dandang, wajan besar, bahan baku, dan kemasan, sehingga proses produksi kini jauh lebih efisien. “Kalau dulu harus masak bergantian, sekarang bisa langsung kukus 5 kg ketela dalam sekali proses,” ujarnya. Keripik Bu Dewi yang hadir dalam varian rasa manis dan balado ini kini rutin diproduksi tiga hari sekali. Dari 5 kg bahan baku, Dewi menghasilkan sekitar 1 kg keripik renyah yang dikemas dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan kecil seharga Rp1.000 hingga kemasan 1 kg dengan harga Rp50.000 per kemasan. Produk ini telah tersebar di 20 titik penjualan lokal, seperti warung dan warung kopi di wilayah Karangrejo, Simo, Bungur, dan Karangwaru. Dengan omzet kotor sekitar Rp300.000 per minggu dan margin bersih mencapai 50%, Dewi melihat potensi besar untuk tumbuh. Namun, langkahnya belum sepenuhnya mulus. Meski sudah mengantongi sertifikasi halal, ia belum memiliki izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), syarat penting untuk menembus pasar swalayan. Menanggapi hal tersebut, BMD Tulungagung, yang bekerja sama dengan Divisi OPPM BAZNAS RI, segera menawarkan bantuan kurasi produk dan fasilitasi pendaftaran PIRT. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengangkat ekonomi pelaku usaha mikro di pedesaan, bukan hanya lewat pembiayaan, tetapi juga pendampingan menyeluruh. “Kalau sudah ada PIRT, saya berharap produk saya bisa masuk ke swalayan. Kemarin sudah tanya ke beberapa tempat, tapi ditolak karena belum ada izin itu,” kata Dewi dengan penuh harap. Tak berhenti di situ, Dewi juga memiliki cita-cita untuk membeli mesin spinner, alat untuk mengurangi kadar minyak pada keripik. Namun, keterbatasan dana membuatnya belum mampu merealisasikan keinginan tersebut. Melihat potensi besar usaha ini, pihak BMD Tulungagung mendorong Dewi untuk mengajukan pembiayaan tahap kedua, khusus untuk menunjang pengadaan alat produksi lanjutan. “Kami percaya, dengan semangat dan pendampingan yang tepat, Bu Dewi bisa melangkah lebih jauh. Pembiayaan BMD bukan hanya soal dana, tapi soal keberlanjutan usaha,” ujar Imam, Manager BMD Tulungagung. Kisah Dewi menjadi bukti nyata bahwa dukungan finansial dari lembaga seperti BAZNAS Microfinance Desa mampu menjadi pemantik perubahan ekonomi di level akar rumput. Dari usaha rumahan, kini Keripik Bu Dewi siap naik kelas dan bersaing di rak-rak swalayan Tulungagung.
BERITA26/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Modalnya Sederhana, Dampaknya Luar Biasa: Peran BMD di Balik Berkembangnya Bengkel Samawa Ketanon
Modalnya Sederhana, Dampaknya Luar Biasa: Peran BMD di Balik Berkembangnya Bengkel Samawa Ketanon
Tulungagung – Di sebuah sudut desa Ketanon, suara gerinda berpadu dengan aroma cat kendaraan menjadi saksi bisu perjuangan M. Agus Ulan Muhaniudin atau yang akrab disapa Muhan. Di balik bengkelnya yang sederhana, pria ini merawat mimpi besar: membangun usaha dari nol, menjaga warisan keterampilan, dan membawa warna baru dalam hidupnya. Bengkel Samawa bukan sekadar tempat mempercantik bodi kendaraan. Sejak 2009, Muhan membangun usaha ini dengan penuh ketekunan. Dari pengecatan, kenteng body, sampai restorasi motor dan mobil, semua dilakoninya sendiri. Namun, seperti banyak pelaku usaha kecil lainnya, ia sempat terhambat di satu titik: modal usaha. Kebutuhan akan peralatan dan bahan baku berkualitas terus meningkat seiring bertambahnya pelanggan. Di sinilah peran BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung terasa sangat berarti. Pada Mei 2025, Muhan mendapat pembiayaan modal usaha sebesar Rp2 juta dari BMD. Uang tersebut langsung ia gunakan untuk membeli berbagai kebutuhan utama seperti cat kendaraan, thinner, paint remover, epoxy, sikat kawat, amplas dan bahan-bahan penting lainnya dalam proses pengecatan dan restorasi. “Saya sangat terbantu. Dana dari BMD ini membuat saya bisa tetap menjaga kualitas hasil kerja. Kalau tidak ada bahan yang cukup, hasil juga tidak maksimal,” ungkap Muhan, sambil menunjukkan rak bahan-bahan yang baru saja ia beli. Bengkel Samawa mampu menangani beberapa unit per bulan, dengan biaya restorasi kendaraan mencapai Rp3,5 juta, rakit Rp500 ribu, dan las sekitar Rp1 juta. Omzetnya kini di kisaran Rp5 juta hingga Rp7 juta per bulan. Margin keuntungan yang mencapai 50-70% membuat usaha ini semakin menjanjikan sebagai tulang punggung keluarga. Muhan pun menyimpan mimpi yang lebih besar. Ia ingin Samawa bukan hanya sekadar bengkel, tapi juga warisan keluarga. “Saya ingin suatu saat anak saya bisa meneruskan ini. Semoga usaha ini bisa terus berkembang dan dikenal lebih luas.” katanya sambil menatap motor yang sedang direstorasi di sudut bengkel. Manager BMD Tulungagung, Imam Suyudi, menjelaskan bahwa program pembiayaan ini menyasar pelaku usaha mikro yang potensial, namun terkendala modal. “Kami ingin hadir sebagai solusi. Bantuan kami mungkin tidak besar, tapi kami percaya, bagi pelaku usaha seperti Pak Muhan, ini bisa jadi titik balik perkembangan,” ujar Imam. Bengkel Samawa kini bukan hanya tentang mempercantik kendaraan. Ia adalah cerita tentang keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk bangkit, dan keberanian untuk terus bergerak meski dimulai dari bawah.
BERITA23/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Disokong Dana dari BAZNAS, Usaha Rumahan ini Mampu Bertahan di Tengah Gejolak Harga
Disokong Dana dari BAZNAS, Usaha Rumahan ini Mampu Bertahan di Tengah Gejolak Harga
Tulungagung – Di balik gang sempit Kelurahan Botoran Timur, aroma manis kue tradisional menguar dari sebuah dapur mungil yang menyimpan cerita perjuangan dan harapan. Sri Widawati (43), akrab disapa Bu Wiwid, adalah sosok tangguh di balik brand rumahan “Kue Basah Bu Wiwid”, usaha turun-temurun yang ia tekuni sejak 2020. Setiap pagi pukul 07.00, tangan cekatan Bu Wiwid mulai bekerja. Dalam empat jam, deretan kue khas Jawa seperti nogosari, mendut, jadah, hingga wajik, siap dikirim ke pasar-pasar tradisional dan para pelanggan setia. Dengan harga jual sekitar Rp2.000 per buah, ia mampu meraih omzet harian Rp130.000, meski keuntungan bersih yang ia bawa pulang hanya sekitar Rp50.000 per hari. Namun, tantangan datang tak hanya dari dapur. Kenaikan harga bahan baku menjadi momok tersendiri. “Kelapa sekarang sampai Rp15.000 per biji, padahal dulu cuma enam ribuan,” keluh Bu Wiwid. Kenaikan tajam ini sempat membuat roda usahanya melambat. Titik balik datang pada Mei 2025, saat Bu Wiwid menerima suntikan modal sebesar Rp1.800.000 dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli mesin parut kelapa dan ketela, chopper mini, serta menambah stok bahan baku. Berkat bantuan ini, proses produksi jadi lebih cepat, hemat tenaga, dan hasil kue pun lebih konsisten. “Kami di BMD ingin membantu pelaku usaha kecil seperti Bu Wiwid agar bisa naik kelas. Usaha rumahan seperti ini perlu didorong karena dampaknya langsung terasa di keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Imam Suyudi, Manager BMD Kabupaten Tulungagung. Bu Wiwid kini tak hanya melayani pesanan dari pasar, tapi juga menerima orderan untuk acara yasinan, arisan, hingga via WhatsApp. Ia berharap ke depan bisa menambah varian kue dan memperluas jangkauan distribusi. Di dapur sederhananya, bukan sekadar kue yang dibentuk tetapi juga mimpi. Mimpi seorang ibu untuk terus bertahan, bertumbuh, dan membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa jadi besar.
BERITA19/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Ditinggal Keluarga dan Hidup Tanpa Suara, BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Biaya Hidup Kepada Mbah Atim
Ditinggal Keluarga dan Hidup Tanpa Suara, BAZNAS Tulungagung Berikan Bantuan Biaya Hidup Kepada Mbah Atim
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan biaya hidup kepada masyarakat fakir miskin yang hidup dalam kondisi serba keterbatasan. Program kemanusiaan ini merupakan salah satu agenda rutin yang dilakukan setiap tiga bulan sekali, dengan nominal bantuan sebesar Rp900.000 per penerima. Bantuan ini menyasar kelompok masyarakat rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, serta mereka yang hidup sebatang kara tanpa dukungan keluarga. Salah satu penerima manfaat dari program ini adalah Mbah Atim, warga Dusun Setonobendo, Kecamatan Karangrejo, yang kini telah memasuki usia 69 tahun. Ia merupakan penyandang tuna wicara yang hidup tanpa sanak saudara, dan tak ada satu pun keluarga yang bersedia merawatnya. Namun, di tengah kesunyian dan keterasingan itu, masih ada secercah cahaya dari tetangganya, Pak Harun, yang dengan ikhlas memberikan tempat tinggal dan merawat Mbah Atim tanpa pamrih. “Mbah Atim ini sudah lama ikut saya. Saya bukan siapa-siapanya, tapi karena memang kondisinya seperti itu, dan saudara-saudaranya juga tidak ada yang mau mengurusi, saya minta beliau tinggal di sini saja. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan dari BAZNAS ini. Setidaknya bisa membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari beliau,” ungkap Pak Harun penuh haru. Mbah Atim, meski dalam keterbatasan fisik, tetap memiliki semangat hidup yang luar biasa. Setiap hari, ia turut membantu pekerjaan ringan seperti membersihkan kandang kambing, memberi makan ternak, serta memunguti sisa-sisa pakan. Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi pengisi waktu, tetapi juga menjadi bentuk eksistensinya sebagai manusia yang masih ingin berdaya dan berguna bagi lingkungan. Relawan BAZNAS Tulungagung, Amanda Suci Rahmawati, yang turut serta dalam penyaluran bantuan, menyampaikan kesan mendalam setelah mengunjungi Mbah Atim. “Kondisi beliau sangat menyentuh hati kami. Program ini bukan hanya soal memberikan bantuan uang, tetapi juga tentang menghadirkan rasa bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa masih ada yang peduli. Semangat hidup Mbah Atim mengajarkan kita untuk tetap kuat meski dalam segala keterbatasan,” ujar Amanda. Bantuan biaya hidup dari BAZNAS ini bukan sekadar angka di atas kertas. Di balik setiap rupiah, tersimpan harapan, perhatian, dan kasih sayang dari masyarakat yang mengamanahkan zakat dan infaqnya melalui lembaga resmi ini. BAZNAS ingin menjadi jembatan antara mereka yang mampu dan yang membutuhkan, menyalurkan kepedulian agar tidak ada lagi yang terpinggirkan dalam diam. Program ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian bisa datang dari siapa saja, seperti yang ditunjukkan oleh Pak Harun. Ia bukan keluarga, bukan kerabat, tetapi mampu menjadi "rumah" bagi Mbah Atim. Di tengah dunia yang kadang sibuk dengan urusannya sendiri, kisah seperti ini menjadi penyegar hati dan bukti bahwa kebaikan masih nyata ada di sekitar kita. Mari terus dukung program-program kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, kita turut menghadirkan harapan di hati mereka yang nyaris terlupakan. Karena sejatinya, setiap kebaikan yang kita lakukan hari ini, bisa menjadi cahaya terang bagi hidup seseorang di tengah gelapnya keterbatasan.
BERITA18/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Tak Lagi Sendirian: BAZNAS Tulungagung Hadirkan Harapan untuk Mbah Jumitin Lewat Bantuan Biaya Hidup
Tak Lagi Sendirian: BAZNAS Tulungagung Hadirkan Harapan untuk Mbah Jumitin Lewat Bantuan Biaya Hidup
Tulungagung - Kabar gembira kembali menyapa Mbah Jumitin, seorang lansia sebatang kara yang tinggal di Dusun Bantengan, Kecamatan Pagerwojo. Relawan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali mengunjungi kediaman sederhananya untuk menyerahkan bantuan biaya hidup sebesar Rp900.000. Bantuan ini merupakan bagian dari program bantuan rutin triwulanan yang digagas oleh BAZNAS sebagai salah satu program kemanusiaan unggulan. Mbah Jumitin, yang kini telah memasuki usia senja, hidup dalam kondisi yang serba terbatas. Tanpa keluarga yang mendampingi dan tanpa sumber penghasilan tetap, ia bertahan hidup dari belas kasih lingkungan sekitar dan bantuan dari para dermawan. Sejak beberapa tahun terakhir, bantuan dari BAZNAS Tulungagung menjadi satu-satunya harapan yang membantu Mbah Jumitin mencukupi kebutuhan pokoknya. “Uang ini saya pakai untuk beli beras, obat, dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, sangat membantu sekali. Kalau tidak ada bantuan ini, saya bingung dan kesulitan untuk makan apa,” ungkap Mbah Jumitin dengan suara lirih namun penuh rasa syukur. Program bantuan biaya hidup ini bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Tulungagung yang dikelola secara transparan dan amanah oleh BAZNAS. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberikan rasa aman dan kehangatan bagi para mustahik seperti Mbah Jumitin. Relawan BAZNAS Tulungagung, Muh. Darul Muttaqin, yang turut menyerahkan bantuan tersebut, menuturkan, “Kami tidak hanya datang untuk menyerahkan uang, tapi juga membawa semangat dan kepedulian. Kami ingin Mbah Jumitin tahu bahwa dia tidak sendiri. Ini adalah bentuk kasih sayang masyarakat Tulungagung melalui zakat dan sedekah yang dipercayakan kepada BAZNAS.” Kehadiran relawan setiap tiga bulan sekali pun menjadi sesuatu yang sangat dinanti. Bagi Mbah Jumitin, kehadiran mereka bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan perhatian yang selama ini mungkin jarang ia rasakan. Salah satu tetangganya mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada Mbah Jumitin. “Mbah Jumitin itu hidupnya sebatang kara, kami warga sekitar juga kadang bantu seadanya. Tapi alhamdulillah ada BAZNAS yang selalu membantu. Ini sangat luar biasa.” Program bantuan biaya hidup dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung ini menjadi bukti nyata bahwa zakat dan infak yang ditunaikan dengan ikhlas dapat memberikan dampak luar biasa. Tak hanya menyentuh sisi ekonomi, tetapi juga sisi kemanusiaan yang lebih dalam. Melalui program ini, BAZNAS terus berkomitmen untuk menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan langkah kecil namun konsisten, BAZNAS Tulungagung terus berupaya menciptakan lingkungan sosial yang lebih peduli dan manusiawi. Dan bagi Mbah Jumitin, bantuan ini bukan hanya soal rupiah melainkan harapan, perhatian, dan bukti bahwa di usianya yang senja, ia masih dicintai.
BERITA17/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dari Modal Bantuan BMD 2 Juta, Usaha Kripik Usus Ibu Rumah Tangga ini Auto Naik Kelas!
Dari Modal Bantuan BMD 2 Juta, Usaha Kripik Usus Ibu Rumah Tangga ini Auto Naik Kelas!
Tulungagung - Tak banyak yang menyangka bahwa sebuah usaha rumahan bisa berkembang lewat langkah kecil namun strategis. Bermula dari dapur kecil di rumahnya, Sri Wijayana pelaku usaha mikro asal Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung telah membuktikan bahwa kemajuan usaha tak selalu bergantung pada modal besar, tapi pada langkah cerdas dan ketekunan. Usaha kripik usus yang dirintis sejak 2023 itu awalnya hanya dipasarkan secara sederhana dengan sistem titip jual di warung dan kini berupaya untuk naik kelas. Pada Mei 2025, Sri mendapat suntikan semangat berupa pinjaman modal dari Baznas Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp2 juta. Dana tersebut ia manfaatkan untuk membeli alat spinner, perangkat sederhana namun vital dalam proses produksi kripik. Dengan alat itu, hasil produksinya kini lebih renyah, kering, dan tahan lama. Hal ini turut mendongkrak kualitas produk, sekaligus memperpanjang masa simpan kripik, membuka peluang baru dalam pemasaran. “Spinner ini kecil, tapi dampaknya besar buat kualitas kripik saya. Sekarang pelanggan juga mulai bilang kalau produknya makin bagus,” ujar Sri dengan senyum percaya diri. Langkah kecil lainnya yang tengah Sri upayakan adalah sertifikasi halal melalui program OPPM BAZNAS RI. Sertifikasi ini diharapkan membuat produk Sri lebih diterima di pasar secara luas. Selain mengelola produksi sendiri, Sri tetap bekerja sebagai juru masak sambil mendukung suami yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online. Dari usaha ini, ia mampu menghasilkan omzet mingguan Rp400.000–500.000 dengan keuntungan bersih sekitar Rp300.000. Pendapatan ini turut membantu membiayai kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan ketiga anaknya yang masih bersekolah. “Saya ingin pesanan makin ramai dan bisa lebih percaya diri menembus pasar yang lebih luas,” katanya. Kisah Sri adalah potret nyata kekuatan perempuan bisa menggerakkan ekonomi keluarga. Dengan semangat dan sedikit bantuan tepat guna, dapur kecil pun bisa menjadi pintu masuk ke peluang yang lebih besar.
BERITA16/06/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →