WhatsApp Icon
BAZNAS Tulungagung Tekankan Komitmen dan Fokus Pendidikan bagi Penerima SKSS 2026

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan pembekalan dan orientasi bagi para penerima Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2026, Rabu (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 mahasiswa penerima beasiswa yang hadir bersama orang tua atau wali masing-masing.

Kegiatan pembekalan dan orientasi ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada para penerima manfaat mengenai program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), sekaligus menumbuhkan semangat, tanggung jawab, dan komitmen para mahasiswa dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Melalui program SKSS, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berupaya membuka kesempatan bagi putra-putri dari keluarga yang membutuhkan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Kehadiran orang tua dan wali dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman serta dukungan bersama terhadap perjalanan pendidikan para penerima beasiswa.

Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi para mahasiswa penerima beasiswa untuk menyadari bahwa mereka merupakan orang-orang terpilih yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program SKSS.

“Kami mengumpulkan semuanya di sini untuk memberitahukan bahwa kalian semua yang berada di sini adalah orang-orang yang terpilih. Ini adalah awal investasi kalian. Karena itu, manfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang telah diberikan ini,” ujar Abdul Wachid.

Ia menambahkan bahwa menempuh pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya bertujuan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan, membentuk pola pikir, serta mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Kuliah itu juga untuk memperluas wawasan panjenengan semua. Maka gunakan masa kuliah ini sebaik mungkin, bukan hanya untuk belajar di dalam kelas, tetapi juga untuk menambah pengalaman dan pengetahuan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, para penerima Beasiswa SKSS juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga komitmen dan fokus selama menempuh pendidikan. Para mahasiswa diharapkan untuk memprioritaskan penyelesaian studi terlebih dahulu dan tidak menikah selama masih menjalani masa penerimaan beasiswa.

Hal tersebut dimaksudkan agar para penerima beasiswa dapat lebih fokus dalam menimba ilmu dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Pernikahan dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga dikhawatirkan dapat membagi perhatian serta fokus mahasiswa, sehingga berpotensi menghambat proses mereka dalam menyelesaikan studi.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Maliki, menekankan pentingnya ilmu sebagai bekal utama dalam meraih keberhasilan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

“Sebagai manusia, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan salah satu kuncinya adalah ilmu. Siapa yang ingin sukses di dunia dan akhirat, maka modal utamanya juga adalah ilmu,” tuturnya.

Melalui kegiatan pembekalan dan orientasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap para penerima Beasiswa SKSS Tahun 2026 dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan ini dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan kesungguhan.

Ke depan, para mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan luas, berkarakter, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.

Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bidang pendidikan, sekaligus mendorong lahirnya generasi penerus yang mampu mengubah masa depan keluarga menuju kehidupan yang lebih baik.

03/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sembako pada Peresmian Jalan Karya Bhakti TNI di Lingkar Waduk Wonorejo

Tulungagung – BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan kepeduliannya melalui aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan pendidikan dan paket sembako kepada masyarakat dalam kegiatan peresmian hasil pembangunan Jalan Rabat Beton Program Karya Bhakti TNI Kodim 0807/Tulungagung. Kegiatan tersebut diresmikan langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, M.M., (2/9/26).

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung menyerahkan bantuan pendidikan kepada 10 pelajar. Sebanyak lima siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) masing-masing menerima bantuan sebesar Rp250.000, sementara lima siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) masing-masing menerima bantuan sebesar Rp300.000. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga menyalurkan paket sembako kepada 10 orang dhuafa.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk keterlibatan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan bersama berbagai unsur. Sebelumnya, pada kegiatan pembukaan Program Karya Bhakti TNI, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga turut menyalurkan bantuan serupa kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Maliki, yang turut menyerahkan bantuan, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta memastikan manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“BAZNAS Kabupaten Tulungagung merasa senang dapat turut ambil bagian dalam kegiatan Karya Bhakti TNI ini. Selain pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat, kami juga ingin menghadirkan kepedulian melalui bantuan pendidikan dan sembako bagi mereka yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan para penerima,” ujarnya.

Program Karya Bhakti TNI sendiri menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan percepatan pembangunan infrastruktur yang kokoh serta tepat sasaran hingga ke tingkat desa.

Jalan rabat beton yang telah selesai dibangun kini menjadi akses penting bagi mobilitas harian masyarakat Desa Wonorejo. Dengan kondisi jalan yang lebih rapi dan representatif, akses transportasi masyarakat diharapkan semakin lancar, termasuk dalam mendukung aktivitas warga, mempercepat pengangkutan hasil pertanian, serta menggerakkan potensi perekonomian di lingkungan sekitar.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap sinergi dan semangat gotong royong seperti ini dapat terus terjaga. Pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam bidang pendidikan maupun pemenuhan kebutuhan dasar.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat juga dapat turut mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan dan membantu sesama. BAZNAS Kabupaten Tulungagung mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan bersama-sama membangun Tulungagung yang lebih sejahtera.

Salurkan kebaikan Anda melalui zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS

• Rekening Zakat:
BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung

• Rekening Infak dan sedekah:
BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung

02/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung bersama BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan Rp80 Juta untuk Bedah Empat Rumah Warga

Tulungagung - BAZNAS Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan bedah rumah tidak layak huni kepada masyarakat yang memiliki tempat tinggal kurang layak dan membutuhkan perbaikan. Bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur, bantuan tersebut diberikan kepada empat penerima manfaat yang tersebar di Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Sendang.

Masing-masing penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp20.000.000 yang akan digunakan untuk mendukung proses pembangunan dan rehabilitasi rumah hingga menjadi hunian yang lebih layak.

Adapun empat penerima manfaat tersebut adalah Jarni, warga Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir; Khairul Anam, warga Desa Pakisaji, Kecamatan Kalidawir; Jaenal Arifin, warga Desa Dono, Kecamatan Sendang; serta Sumirah, warga Desa Krosok, Kecamatan Sendang.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung kepada para penerima manfaat. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh perangkat desa dan camat setempat sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pelaksanaan program.

Selanjutnya, dana bantuan akan diserahkan kepada pihak desa untuk dikelola dan digunakan dalam proses pembangunan rumah. Pengelolaan tersebut dilakukan hingga proses pembangunan selesai dan rumah dapat menjadi tempat tinggal yang layak bagi masing-masing penerima manfaat.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Koirudin, S.Ag., yang turut mendistribusikan langsung bantuan kepada para penerima manfaat, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

“Bantuan ini merupakan titipan dari umat yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Dana yang diberikan ini berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Oleh karena itu, ini merupakan amanah yang harus kita jaga dan salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Semoga bantuan bedah rumah ini, dapat membantu para mustahik memperoleh tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak. Selain itu, program ini diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian dan gotong royong umat dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

31/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Dinding Berlubang dan Kerap Bocor Saat Hujan, BAZNAS Bantu Rehabilitasi Rumah Mbah Sumirah

Tulungagung - Di usia senjanya, Sumirah atau yang akrab disapa Mbah Sumirah masih tinggal seorang diri di sebuah rumah sederhana di Dusun Gendingan, Desa Krosok, Kecamatan Sendang. Kondisi rumah yang telah tua dan kurang layak huni tersebut menjadi perhatian BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

Rumah yang selama ini ditempati Mbah Sumirah sebagian masih menggunakan dinding anyaman bambu. Meski bagian utama rumah telah terdapat dinding bata merah, sebagian besar bangunan lainnya, terutama di bagian atas, dapur, hingga bagian belakang rumah, masih menggunakan anyaman bambu.

Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena sejumlah bagian dinding anyaman bambu telah berlubang dan mengalami kerusakan. Saat musim hujan tiba, air hujan kerap masuk ke dalam rumah dan membuat bagian dalam rumah mengalami kebocoran atau trocoh. Bahkan, ketika hujan turun dengan deras, air dapat menggenangi sebagian area rumah.

Di samping rumah Mbah Sumirah terdapat rumah milik kerabatnya. Namun, sehari-hari Mbah Sumirah tetap tinggal sendiri di rumah tua yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan bedah rumah tidak layak huni kepada Mbah Sumirah sebesar Rp20.000.000., (31/8/26).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan selanjutnya dikelola melalui pemerintah desa untuk mendukung proses pembangunan hingga rumah Mbah Sumirah dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Koirudin, S.Ag., menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan amanah dari para muzaki dan masyarakat yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Tulungagung.

“Bantuan ini merupakan amanah dari umat yang dititipkan melalui BAZNAS. Dana yang disalurkan berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Karena itu, amanah ini harus kita jaga dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya,” ujarnya.

Dengan penuh haru, Mbah Sumirah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Matur nuwun sanget, terimakasih. Kulo mboten saged mbales napa-napa. Mugi sedoyo ingkang sampun paring bantuan diparingi sehat, lancar rejekine, lan diparingi berkah,” tutur Mbah Sumirah dengan penuh haru.

Melalui bantuan bedah rumah tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap Mbah Sumirah dapat segera memiliki tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak huni, sehingga dapat menjalani hari-harinya dengan kondisi kehidupan yang lebih baik.

Mari terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan, salurkan kebaikan Anda melalui:
-> Berbagi Kebaikan Bersama BAZNAS

• Rekening Zakat:
BSI 7137 892 353 a.n. Baznas Zakat Tulungagung

• Rekening Infak dan sedekah:
BSI 7137 892 051 a.n. Baznas Infak Tulungagung

31/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung
Empat Mahasiswa Penerima Beasiswa SKSS BAZNAS Tulungagung Lulus Sarjana di STAI Muhammadiyah

Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung melalui program bantuan pendidikan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) mencatatkan empat mahasiswa penerima manfaat yang berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 1 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Tulungagung.

Keempat mahasiswa tersebut mengikuti Wisuda Sarjana Strata 1 ke-37 STAI Muhammadiyah Tulungagung yang dilaksanakan di Crown Victoria Hotel, Minggu (30/8/2026).

Adapun empat mahasiswa penerima manfaat program SKSS BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang telah menyelesaikan pendidikan, yakni:
1. Jacinda Putri Prayitno, S.E.
2. Elia Rofi Fatul Rifdah, S.Pd.
3. Sisca Wahyuningsih, S.E.
4. Rafida Amalia Bilqis, S.Pd.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Tulungagung, H. Imam Koirudin, S.Ag., turut hadir secara langsung dalam kegiatan wisuda tersebut.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap para penerima manfaat program SKSS yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Program Satu Keluarga Satu Sarjana merupakan salah satu program bantuan pendidikan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan dalam melanjutkan pendidikan hingga jenjang Strata 1. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Imam Koirudin menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa penerima manfaat program SKSS yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana.

“Selamat kepada para mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 1. Semoga ilmu yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta menjadi bekal untuk melanjutkan pengabdian dan memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, maupun lingkungan,” ujar Imam Koirudin.

Keberhasilan empat mahasiswa tersebut dalam menyelesaikan pendidikan menjadi salah satu capaian dari pelaksanaan program Satu Keluarga Satu Sarjana. Dimana pada sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Tulungagung juga telah meluluskan sebanyak 89 mahasiswa Strata 1 dari total 156 mahasiswa, sementara 63 mahasiswa lainnya masih aktif menempuh perkuliahan di berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung.

BAZNAS Kabupaten Tulungagung berharap para lulusan penerima manfaat program SKSS dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, mengembangkan potensi diri, serta memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Ke depan, program bantuan pendidikan SKSS diharapkan dapat terus memberikan manfaat dan membantu lebih banyak mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

30/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Tulungagung

Berita Terbaru

Bantuan BAZNAS Microfinance Desa Dorong Usaha Minuman Tradisional di Tulungagung Makin Berkembang
Bantuan BAZNAS Microfinance Desa Dorong Usaha Minuman Tradisional di Tulungagung Makin Berkembang
Tulungagung – Di tengah geliat perekonomian lokal, kisah inspiratif datang dari Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung. Seorang pelaku UMKM, Diana Sukarti, berhasil mengembangkan usaha minuman tradisional "Es Cincau" dan "Wedang Uwuh" yang ia rintis lebih dari dua tahun lalu. Meski sederhana, usahanya menunjukkan geliat ekonomi yang menjanjikan. Usaha yang dibantu oleh sang adik ini buka setiap pagi dari pukul 07.00 hingga 09.00. Tidak hanya menjual secara langsung dari rumah, Diana juga melakukan pemasaran secara offline dari warung ke warung, serta melalui jalur online untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Ia bahkan melayani pesanan antar langsung ke warung-warung pelanggan tetap. Dengan harga jual Rp5.000 per porsi, pendapatan kotor harian Diana berkisar antara Rp150.000 hingga Rp250.000, bahkan bisa mencapai Rp350.000 saat Car Free Day (CFD). Dari jumlah itu, pendapatan bersih hariannya mencapai Rp50.000–Rp100.000, dan bisa menembus Rp200.000 saat CFD. Bahan baku untuk usaha ini dibeli seminggu sekali dari Toko Daido dan Ana Putra di Tulungagung. Diana juga mengungkapkan bahwa pada Juni 2025 lalu, ia mendapat suntikan modal sebesar Rp3.000.000 dari BAZNAS Microfinance Desa Tulungagung. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku dan freezer baru yang membantu menyimpan stok minuman dan cincau agar lebih tahan lama. “Harapan saya, semoga usaha ini bisa terus berkembang dan lebih dikenal masyarakat,” ujar Diana dengan penuh semangat. Diana adalah contoh nyata bagaimana pelaku UMKM lokal mampu bertahan, bahkan berkembang di tengah keterbatasan. Dengan ketekunan, inovasi pemasaran, dan sedikit bantuan permodalan, usaha kecil pun bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa.
BERITA20/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-80, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan senilai 47 Juta
Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-80, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan senilai 47 Juta
Tulungagung – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri kegiatan senam dan jalan sehat kerukunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung di halaman kantor Kemenag, Sabtu (16/8/2025). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Bantuan Modal Usaha dengan total senilai Rp47,5 juta. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., kepada para penerima manfaat. Tiga warga yang menerima program Bedah Rumah masing-masing senilai Rp12,5 juta adalah: Sanidjan, warga Dusun Sumberjo, Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat. Nasirah, warga Dusun Bendo, Desa Gandong, Kecamatan Bandung. Eko Wahyudi, warga Dusun Morosebo, Desa Gandong, Kecamatan Bandung. Selain itu, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan Bantuan Modal Usaha dengan total Rp10 juta kepada 10 penerima manfaat. Menurut Bupati Gatut Sunu, penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Bantuan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, mendorong terciptanya kebersamaan, dan memperkuat kerukunan masyarakat dalam membangun Kabupaten Tulungagung yang lebih baik,” ujarnya. Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi keluarga prasejahtera. “BAZNAS Tulungagung tidak hanya hadir dalam penghimpunan dan penyaluran zakat, tetapi juga dalam program pemberdayaan yang nyata. Melalui bantuan bedah rumah dan modal usaha ini, kami berharap masyarakat dapat semakin mandiri, produktif, serta memiliki hunian yang lebih layak,” tambah Suyadi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga bentuk nyata sinergi antara pemerintah, Kemenag, dan BAZNAS dalam mewujudkan kesejahteraan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tulungagung.
BERITA19/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Dana Bantuan untuk Tingkatkan Fasilitas Pendidikan di MA PSM Mirigambar
BAZNAS Tulungagung Salurkan Dana Bantuan untuk Tingkatkan Fasilitas Pendidikan di MA PSM Mirigambar
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp 2.500.000 untuk mendukung sarana dan prasarana pembelajaran di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Madrasah Aliyah Pesantren Sabilil Muttaqien (MA PSM) Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Jumat (15/8/25). Bantuan diserahkan langsung oleh Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., didampingi perwakilan Kemenag, H. Suryani, M.Ag., kepada pihak pengelola madrasah. Abdul Wachid, S.IP. menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lembaga berbasis keagamaan. “Dana yang kami salurkan ini berasal dari infak, dan sedekah para muzaki di Tulungagung. Harapan kami, meskipun nilainya tidak besar, bantuan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi para pendidik dan santri untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di MA PSM,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan YPI MA PSM Mirigambar, Rizki Kusuma Hapsari, S.E., S.Pd., mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. “Kami sangat berterimakasih banyak atas bantuan dari BAZNAS Tulungagung. Insyaallah, dana ini akan digunakan sebaik-baiknya untuk melengkapi sarana pembelajaran demi kenyamanan dan kemajuan pendidikan para siswa,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung lembaga pendidikan, tidak hanya dengan bantuan sarana fisik, tetapi juga melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.
BERITA15/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Rp35 Juta untuk Korban Longsor dan Bedah Rumah Tidak Layak Huni
BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Rp35 Juta untuk Korban Longsor dan Bedah Rumah Tidak Layak Huni
Tulungagung – Dalam rangka memperkuat komitmen di bidang sosial dan kemanusiaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bantuan senilai total Rp35 juta tersebut diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor serta keluarga kurang mampu di Desa Tugu dan Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, pada Rabu (13/8/2025). Proses penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Komisioner BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM, dan H. Zainul Fuad, SE, M.Pd.I, dengan didampingi oleh Sekretaris Kecamatan dan Kepala Desa setempat. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut tidak hanya memberikan dukungan secara material, tetapi juga menjadi bentuk motivasi dan penguatan moral bagi warga yang tengah berusaha memulihkan kondisi pascabencana. Bantuan disalurkan kepada empat penerima manfaat, tiga di antaranya merupakan warga Desa Tugu yang rumahnya terdampak tanah longsor. Bapak Janu menerima bantuan sebesar Rp12 juta yang dikelola bersama pihak desa untuk membangun Tembok Penahan Tanah, guna mencegah terjadinya longsor kembali di sekitar rumahnya. Sementara itu, Bapak Kasini Hariyanto memperoleh bantuan senilai Rp1 juta, dan Bapak Wardi mendapatkan Rp2 juta untuk memperbaiki rumah mereka yang terdampak longsor. Ketua Komisioner BAZNAS Tulungagung, Suyadi menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat dikelola dengan baik dan tepat sasaran. “Kami memohon kerja sama dari pihak desa untuk turut membantu mengelola dana bantuan ini, sehingga proses renovasi dan pembangunan bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima bantuan,” ujarnya. Selain itu, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan bantuan senilai Rp20 juta kepada Mbah Yatun, warga Desa Nglurup, Kecamatan Sendang. Kondisi rumah yang telah rapuh dan tidak layak huni menjadi perhatian BAZNAS untuk segera direnovasi agar bisa lebih nyaman untuk ditinggali. “Saya berterima kasih kepada BAZNAS Tulungagung yang sudah peduli dengan kondisi rumah saya. Semoga BAZNAS bisa lebih sukses lagi dan membantu lebih banyak orang," ungkap Mbah Yatun dengan penuh rasa haru. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Tulungagung menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga berperan aktif sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan masalah kemanusiaan, khususnya pada saat terjadi bencana di tengah masyarakat.
BERITA13/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar Pembekalan Penerima Beasiswa SKSS 2025, Guna Bentuk Karakter Disiplin dan Semangat Kuliah
BAZNAS Tulungagung Gelar Pembekalan Penerima Beasiswa SKSS 2025, Guna Bentuk Karakter Disiplin dan Semangat Kuliah
Tulungagung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Pembekalan bagi Penerima Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) tahun 2025 pada Kamis, (7/8/25). Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa penerima beasiswa SKSS dan bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan semangat dalam menjalani perkuliahan. Menariknya, dalam kegiatan ini BAZNAS Tulungagung juga turut menghadirkan para orang tua atau wali dari para penerima beasiswa. Kehadiran mereka bukan sekadar bentuk dukungan moral, tetapi juga sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam mendampingi proses pendidikan anak. Diharapkan, para orang tua dapat turut mengawasi, memberikan motivasi, serta mendorong anak-anak mereka agar lebih semangat dan bisa fokus menyelesaikan kuliah tepat waktu. Program Beasiswa SKSS merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Namun, BAZNAS menilai bahwa selain dukungan finansial, penerima beasiswa juga perlu dibekali dengan pembentukan karakter, semangat kepedulian sosial, serta wawasan kehidupan nyata. Dalam sambutannya, Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP, mengajak para mahasiswa penerima beasiswa untuk tidak hanya fokus pada dunia akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial melalui gerakan kerelawanan. “Kami ingin adik-adik penerima beasiswa menjadi bagian dari relawan BAZNAS. Di sana, kalian akan belajar banyak hal bukan hanya dari buku dan kampus, tapi dari realita sosial di masyarakat. Kalian akan belajar menjadi mahasiswa yang tidak hanya cerdas, tapi juga peduli dan siap menghadapi kehidupan nyata,” ajaknya. Sementara itu, Pimpinan Komisioner BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Drs. H. Suyadi, MM, menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai penerima beasiswa. “Kalian membawa amanah besar, dan itu harus dijaga dengan kedisiplinan dan tanggung jawab. Jangan hanya mengejar nilai, tapi bangun karakter kalian sebagai pribadi yang jujur, gigih, dan berakhlak baik,” tuturnya. Di akhir kegiatan, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, M. Fathul Manan, M.Pd, memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa agar tetap fokus dalam menjalani kuliah dan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi studi. “Kami sangat berharap kalian tidak menikah dulu selama masa studi. Fokuslah pada kuliah agar kalian bisa menyelesaikannya dengan baik dan menjadi sarjana yang membanggakan keluarga,” pesannya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap para penerima beasiswa SKSS dapat tumbuh menjadi mahasiswa yang berprestasi, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
BERITA07/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bersama Membangun Desa! Kolaborasi BAZNAS, BMD, dan Mahasiswa KKN UIN SATU Tulungagung Berdayakan UMKM Desa
Bersama Membangun Desa! Kolaborasi BAZNAS, BMD, dan Mahasiswa KKN UIN SATU Tulungagung Berdayakan UMKM Desa
Tulungagung – Komitmen untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi terus diperkuat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Tulungagung. Tahun ini, langkah strategis ditempuh melalui kolaborasi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN SATU Tulungagung, dalam program pendampingan UMKM di berbagai desa di wilayah Kabupaten Tulungagung. Bersama-sama, mereka melaksanakan pendampingan menyeluruh bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan tanpa bunga, dan mengenalkan transformasi digital dalam pemasaran produk. Kolaborasi ini berlangsung sejak rapat koordinasi pada 26 Juni 2025, dengan pelaksanaan lapangan yang dimulai sejak 1 Juli hingga 8 Agustus 2025. Pendampingan dilaksanakan di sejumlah desa yang menjadi sasaran tempat mahasiswa KKN UIN Satu Tulungagung yang beradius 8 km dari kampus, termasuk Desa Sumberdadi, Wonorejo, Tanjungsari, Serut, Kepuh, Karangrejo, Waung, dan Ringinpitu. Melalui serangkaian seminar, pelatihan, diskusi, dan pendampingan langsung, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga zakat, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan. Program yang diusung mencakup pengenalan pembiayaan tanpa bunga melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), edukasi digitalisasi usaha, penyuluhan sertifikasi halal, hingga pemasaran digital. Mahasiswa KKN aktif mendampingi para pelaku UMKM dalam pembuatan label produk, pendaftaran usaha di Google Maps, pembuatan QRIS, dan pengajuan pembiayaan BMD. Berikut rangkaian kegiatan pendampingan yang telah dilakukan di berbagai desa: Sumberdadi (17 Juli) – Seminar “BAZNAS Desa Berdaya, UMKM Merdeka dari Pinjaman Berbunga” menjadi pembuka semangat baru bagi pelaku usaha lokal. Karangrejo (19 Juli) – Penyuluhan sertifikasi halal dan pengenalan program Microfinance BAZNAS bagi pelaku usaha kuliner dan makanan ringan. Tanjungsari (20 Juli) – Workshop digitalisasi UMKM dan promosi produk online bersama BAZNAS dan Mercy Indonesia. Serut (21 Juli) – Seminar pemberdayaan ekonomi umat dan pengajuan pembiayaan BMD oleh pelaku usaha. Wonorejo (26 Juli) – Seminar akselerasi pemasaran melalui media digital dan pendampingan pemasaran online. Waung (24 Juli) – Diskusi antara mahasiswa, perangkat desa, dan pelaku usaha mengenai program BMD dan solusi pengembangan UMKM. Kepuh (28 Juli) – Sosialisasi gerakan gemar infaq dan shodaqoh serta pengenalan program pembiayaan tanpa bunga. Ringinpitu – Kunjungan pelaku UMKM ke kantor BMD untuk memperoleh informasi dan brosur program. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan wujud nyata peran zakat dalam pembangunan ekonomi lokal. "Kami ingin memastikan bahwa zakat bukan hanya untuk konsumsi sesaat, tapi menjadi energi perubahan jangka panjang yang memberdayakan. Program ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi umat," ujarnya. Sementara itu, mahasiswa KKN yang terlibat mengaku terinspirasi dengan semangat juang pelaku UMKM di desa. Mereka belajar tidak hanya dari buku, tetapi langsung dari lapangan, tentang pentingnya keberpihakan, pengabdian, dan kehadiran nyata untuk masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi yang bisa direplikasi di daerah lain, untuk memperkuat peran mahasiswa, lembaga zakat, dan desa dalam menciptakan ekosistem usaha kecil yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh penjuru Kabupaten Tulungagung.
BERITA06/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Dorong Usaha Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Usaha Rp10 Juta untuk Warga Pucung Lor
Dorong Usaha Mikro Bangkit, BAZNAS Tulungagung Salurkan Bantuan Usaha Rp10 Juta untuk Warga Pucung Lor
Tulungagung – Sebagai wujud komitmen dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menyalurkan bantuan modal usaha kepada warga. Kali ini, penyaluran dilakukan di Balai Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, pada Selasa (6/8/25), dan diberikan kepada 10 penerima manfaat dengan total nilai Rp.10.000.000,-. Bantuan yang diberikan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik yang selama ini menjadi fokus BAZNAS Tulungagung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor usaha produktif. Dalam sambutannya, Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar santunan, tetapi merupakan bagian dari upaya nyata untuk mendorong masyarakat agar mandiri secara ekonomi. “Bantuan ini adalah bentuk pemberdayaan di sektor ekonomi. Ke depan, kami akan terus melakukan monitoring agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. Kami ingin para penerima bisa tumbuh, berkembang, dan tidak lagi bergantung pada bantuan,” ujar Abdul Wachid. Kepala Desa Pucung Lor, Imam Sopingi, yang akrab disapa Mbah Pucung, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS kepada warganya. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi jalan untuk memperkuat usaha kecil mereka. “Terima kasih kepada BAZNAS Tulungagung atas bantuannya. Semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi warga kami untuk terus berusaha. Harapan kami, BAZNAS semakin maju dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Tulungagung,” tutur Mbah Pucung. Penyaluran bantuan ini tidak hanya berupa simbolis, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. Dengan sinergi antara pemerintah desa dan BAZNAS, diharapkan akan lahir lebih banyak pelaku usaha kecil yang tangguh dan berdaya saing.
BERITA05/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Salurkan Biaya Hidup untuk Pak Sukardi, Lansia Sebatangkara dengan Gangguan Psikis
BAZNAS Tulungagung Salurkan Biaya Hidup untuk Pak Sukardi, Lansia Sebatangkara dengan Gangguan Psikis
Tulungagung – Di balik ketenangan Desa Dlodo, Kecamatan Pucanglaban, hidup seorang pria lanjut usia bernama Pak Sukardi (49 tahun). Tidak seperti orang kebanyakan, ia menjalani hari-harinya dalam kesunyian, hidup dengan gangguan psikis yang dideritanya selama bertahun-tahun. Dalam kondisi hidup yang serba terbatas dan tanpa penghasilan, Pak Sukardi menjadi salah satu penerima manfaat bantuan biaya hidup dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung, sebuah program yang diperuntukkan bagi fakir miskin sebatangkara. Bantuan ini disalurkan secara rutin setiap tiga bulan sekali, dengan nominal Rp 900.000, dan diberikan selama penerima masih hidup. “Bantuan ini sangat berarti bagi Pak Sukardi,” ujar Tetangga Pak Sukardi. “Dengan adanya bantuan dari BAZNAS, paling tidak beliau bisa memenuhi kebutuhan dasar, seperti makan sehari-hari, dan sedikit biaya tambahan untuk kebutuhan lain.” BAZNAS Kabupaten Tulungagung terus berkomitmen menjangkau warga-warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem, terutama mereka yang sudah tidak mampu bekerja dan tidak memiliki keluarga yang bisa menopang secara ekonomi. “Pak Sukardi adalah potret nyata dari kelompok rentan yang kami sasar,” jelas Guntur, tim BAZNAS Tulungagung. “Program bantuan biaya hidup ini memang kami tujukan untuk mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama lansia sebatangkara, fakir miskin, atau penyandang disabilitas yang tidak memiliki penghasilan tetap.”, tambahnya. Kehadiran program ini menjadi angin segar bagi warga dan pemerintah desa setempat. Kepala Desa Dlodo menyampaikan apresiasinya terhadap langkah nyata BAZNAS dalam merespons kebutuhan warga seperti Pak Sukardi. “Kami bersyukur karena ada kepedulian yang konkret. Bantuan ini bukan sekadar materi, tetapi bentuk nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan,” ujarnya. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, masih banyak warga yang menjalani hidup dalam kesunyian dan keterbatasan. Dengan uluran tangan dari lembaga seperti BAZNAS, harapan itu tetap hidup meski kecil, tapi sangat berarti bagi mereka yang hampir tak memiliki apa-apa. Program ini diharapkan terus berlanjut, menjangkau lebih banyak lansia fakir miskin di Kabupaten Tulungagung. Karena sejatinya, kepedulian adalah kunci untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.
BERITA04/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Ketika Tak Ada Lagi Keluarga, Zakat Hadir Menjadi Cahaya untuk Mbah Srini
Ketika Tak Ada Lagi Keluarga, Zakat Hadir Menjadi Cahaya untuk Mbah Srini
Tulungagung - Usia senja seharusnya menjadi masa beristirahat dengan damai, dikelilingi keluarga dan kasih sayang. Namun tidak semua orang memiliki kemewahan itu. Di sudut sepi Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, tinggal seorang perempuan tua bernama Mbah Srini, yang menjalani hari-harinya dalam kesendirian. Meski hidup sebatang kara, Mbah Srini tidak benar-benar dilupakan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung hadir sebagai cahaya, menyapa senyapnya hari-hari beliau melalui program Bantuan Biaya Hidup untuk Lansia Fakir Miskin. Ini bukan sekadar bantuan materi, tapi wujud nyata dari kasih sayang sosial dan kepedulian terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Setiap tiga bulan, Mbah Srini menerima bantuan sebesar Rp900.000, cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok harian dan membeli obat-obatan ringan. Di tengah kondisi fisik yang semakin melemah dan usia yang tak lagi muda, bantuan ini membawa rasa aman, ketenangan, dan pengingat bahwa masih ada yang peduli. Bantuan ini disalurkan secara berkala oleh tim BAZNAS setelah melalui proses verifikasi dan kunjungan langsung ke rumah Mbah Srini. Dengan memastikan bantuan tepat sasaran, BAZNAS menjadikan program ini sebagai amanah zakat yang tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama para lansia yang hidup tanpa dukungan keluarga maupun penghasilan tetap. Di rumah kecil yang sederhana, Mbah Srini tinggal sendiri. Dalam Kartu Keluarga, hanya namanya yang tertera. Tidak ada suami, anak, atau sanak saudara yang tinggal bersama. Namun, hidupnya tidak sepenuhnya sunyi. Tetangga dan saudara jauh sesekali datang, memberi perhatian yang tulus. Dan di antara celah-celah kesunyian itu, bantuan dari BAZNAS datang sebagai pelengkap yang berarti, membantu bukan hanya secara ekonomi, tapi juga secara emosional. Kisah Mbah Srini adalah gambaran bahwa zakat bukan hanya angka, tapi adalah harapan, cinta, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Di masa senja, saat seseorang paling membutuhkan pelukan hangat dan kepedulian, zakat yang dikelola dengan amanah mampu menjadi pelipur lara. BAZNAS Tulungagung ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat, tapi juga turut serta. Mari lebih peka. Bisa jadi, di balik pintu yang tertutup, ada jiwa-jiwa tua seperti Mbah Srini, yang berjuang dalam diam. Sekecil apa pun bantuan, ketika diberikan dengan cinta, bisa mengubah kesepian menjadi harapan.
BERITA01/08/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Hadiri dan Dukung Kegiatan Santunan yatim-piatu dari SDN dan SDI se-Kecamatan Sumbergempol
BAZNAS Tulungagung Hadiri dan Dukung Kegiatan Santunan yatim-piatu dari SDN dan SDI se-Kecamatan Sumbergempol
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri dan memberikan dukungan dalam kegiatan silaturrahim serta santunan kepada anak yatim-piatu dari SDN dan SDI se-Kecamatan Sumbergempol. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Administrasi Satuan Pendidikan (UPASP) Kecamatan Sumbergempol dan berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna pada Kamis (31/7/25). Sebanyak 172 anak yatim menerima bantuan santunan dalam acara tersebut. Kegiatan ini sejalan dengan salah satu program prioritas BAZNAS dalam bidang sosial kemanusiaan, khususnya kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah (mauidzhoh hasanah) oleh KH. Mustamam Muqorrib dari Jabalsari, Sumbergempol yang menekankan pentingnya menyayangi dan menyantuni anak yatim sebagai ladang amal kebaikan. BAZNAS Tulungagung diwakili oleh dua Pimpinan Komisioner, yakni Drs. H. Suyadi, M.M., dan H. Zainul Fuad, S.E., M.Pd.I., yang hadir langsung untuk menyampaikan apresiasi serta dukungan moril kepada para peserta dan penyelenggara. Dalam sambutannya, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan bahwa santunan anak yatim merupakan salah satu program utama BAZNAS Tulungagung. “Program santunan anak yatim adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan dana zakat yang dihimpun bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mayoritas dana yang kami himpun berasal dari ASN, baik dari lingkup Pemerintah Kabupaten maupun Kementerian Agama. Karena itu, saya mengajak Bapak-Ibu ASN di Sumbergempol untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Insyallah program-program kami terencana, terukur, dan amanah,” ujarnya. Suyadi juga menambahkan bahwa program kerja BAZNAS Tulungagung mencakup lima bidang utama, yakni pendidikan, ekonomi, dakwah, sosial, dan kesehatan. Kelima bidang ini menjadi fondasi penting dalam menyalurkan dana zakat agar tepat sasaran dan bermanfaat luas. “Kami berharap anak-anak yatim yang disantuni hari ini tumbuh menjadi generasi yang sholih dan sholihah, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Amin,” tutupnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS menegaskan komitmennya dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, guna menghadirkan program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung kepada yang membutuhkan. BAZNAS berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan berdaya.
BERITA31/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Nasi Kuning Bu Hasanah Berkembang Bersama Dukungan Pembiayaan Tanpa Bunga dari BAZNAS Microfinance Desa
Nasi Kuning Bu Hasanah Berkembang Bersama Dukungan Pembiayaan Tanpa Bunga dari BAZNAS Microfinance Desa
Tulungagung - Di balik ketulusan dan kegigihan seorang wanita paruh baya tercipta nasi kuning yang nikmat dan tersebar disudut-sudut Kota Tulungagung. Uswatun Hasanah, pemilik usaha kuliner “Nasi Kuning Bu Hasanah”. Sejak memulai usahanya pada tahun 2019, Hasanah konsisten menyajikan menu sarapan yang kini menjadi favorit warga Kelurahan Kampung Dalem dan sekitarnya. Usaha ini beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 10.00 pagi, menyuguhkan dua pilihan menu utama: nasi kuning dan bubur ayam. Dengan harga bersahabat, hanya Rp7.000 per porsi, Hasanah berhasil menjaga loyalitas pelanggan dari berbagai kalangan. Tidak hanya di satu tempat, usahanya kini tersebar di empat titik strategis di wilayah kota Tulungagung, masing-masing dijalankan oleh satu pegawai yang membantu operasional harian. Pemasaran dilakukan secara sederhana namun efektif. Selain promosi langsung oleh para pegawai outlet, Hasanah juga melayani pesanan antar untuk jumlah tertentu, memadukan metode pemasaran offline dan online secara cerdas. Rata-rata pendapatan kotor dari seluruh outlet berkisar antara Rp700.000 hingga Rp900.000 per hari, dengan laba bersih harian mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000. Guna menjaga kualitas dan kesegaran, bahan baku seperti beras, santan, dan rempah-rempah selalu dibeli harian dari Pasar Ngemplak, Tulungagung. Di balik perkembangan usaha ini, terdapat dukungan pembiayaan mikro tanpa bunga dan tanpa jaminan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung. Bentuk bantuan ini menjadi dorongan penting bagi Hasanah dalam memperkuat fondasi usahanya. Pada Oktober 2024, ia mendapatkan pembiayaan tahap pertama sebesar Rp1.800.000. Dana ini digunakan untuk membeli tenda portabel berukuran 2x2 meter yang dipakai untuk berjualan di area Car Free Day (CFD) serta menambah bahan baku. Kemudian pada Maret 2025, Hasanah kembali memperoleh pembiayaan tahap kedua senilai Rp3.000.000 yang difokuskan untuk memperkuat ketersediaan bahan baku di semua titik usahanya. Meskipun nilainya relatif kecil, namun pembiayaan ini menjadi solusi tepat untuk mendorong keberlanjutan usaha tanpa membebani dengan bunga ataupun agunan. Dengan manajemen usaha yang terus ia pelajari dan tingkatkan, serta semangat kerja keras yang tak pernah surut, Uswatun Hasanah menatap masa depan dengan harapan bisa memperluas titik penjualan dan membuka peluang kerja bagi lebih banyak orang di sekitarnya. “Yang penting tetap semangat, terus belajar, dan jujur dalam usaha,” ujarnya penuh keyakinan. “Nasi Kuning Bu Hasanah” bukan sekadar warung sarapan, tapi juga cermin bagaimana usaha kecil dapat tumbuh jika mendapatkan suntikan motivasi dan dukungan pembiayaan yang bersahabat. Kisah ini menjadi contoh nyata bagaimana skema pembiayaan yang adil dan ringan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara perlahan namun pasti.
BERITA31/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Sosialisasi Zakat di Kantor BPN Tulungagung: BAZNAS Ajak ASN Berzakat sebagai Jalan Menuju Keberkahan
Sosialisasi Zakat di Kantor BPN Tulungagung: BAZNAS Ajak ASN Berzakat sebagai Jalan Menuju Keberkahan
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan sosialisasi zakat pada Selasa (29/07/2025) yang bertempat di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menyasar para pegawai BPN sebagai bentuk edukasi pentingnya zakat dalam kehidupan sosial dan spiritual, sekaligus mendorong partisipasi aktif ASN dalam program zakat yang dikelola oleh BAZNAS. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala BPN Tulungagung, Gatot Suyanto, S.H., yang dalam sambutannya menekankan bahwa zakat merupakan bentuk penyucian jiwa sekaligus sarana introspeksi diri. “Saya berharap, melalui sosialisasi ini, para pegawai semakin memahami bahwa zakat bukan hanya soal kewajiban agama, tetapi juga sebagai pembersih jiwa dan bentuk nyata kepedulian sosial. Jika penyalurannya dilakukan secara jelas dan transparan, manfaat serta keberkahannya akan sangat terasa. Saya siap dipotong gaji 2,5% sebagai komitmen pribadi dan ajakan bagi rekan-rekan ASN,” ungkapnya. Hadir sebagai narasumber utama, dua pimpinan Komisioner BAZNAS Kabupaten Tulungagung, yakni Drs. H. Suyadi, MM dan H. Zainul Fuad, SE, M.Pd.I., yang secara bergantian menyampaikan materi tentang urgensi zakat dan pengelolaan dana zakat yang tepat sasaran. Dalam paparannya, Drs. H. Suyadi, MM mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan jalan menuju keberkahan hidup. “Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS akan kami distribusikan secara amanah. Seperti yang telah kami lakukan, zakat diberikan kepada 180 orang fakir miskin lansia yang hidup sebatang kara, kami berikan bantuan seumur hidup. Ini adalah ajakan kami untuk Bapak-Ibu semua, menapaki jalan surga dengan zakat sebagai amalan yang menyatukan dunia dan akhirat. Jika belum bisa berzakat, masih bisa dengan berinfaq,” ujar Suyadi. Sementara itu, H. Zainul Fuad, SE, M.Pd.I. memberikan penekanan khusus pada posisi zakat dalam Islam dan peran negara dalam mengelolanya. “Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam. Dalam banyak ayat Al-Qur'an, zakat selalu disebut beriringan dengan salat, menunjukkan betapa penting dan tidak terpisahkannya kedua ibadah ini. Salah satunya dalam Surah An-Nur ayat 56: ‘Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul agar kamu diberi rahmat.’” tegasnya. “Zakat memiliki dimensi sosial yang kuat. Karena itu, pemerintah hadir untuk mengelola zakat dengan baik dan amanah bagi kaum dhuafa, khususnya melalui pembentukan lembaga resmi seperti BAZNAS. Ini adalah bentuk tanggung jawab negara, sesuai dengan amanat undang-undang, agar zakat dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran. BAZNAS adalah lembaga terpercaya yang bertugas menjalankan fungsi penting ini,” tambahnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah dan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menunaikan zakat bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian terhadap sesama dan kontribusi untuk membangun kesejahteraan masyarakat.
BERITA29/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Gelar "Lebaran Yatim" Bersama Pemkab, Kemenag, dan BAZNAS Jatim: Wujud Nyata Kepedulian untuk Anak Yatim dan Pemberdayaan Mustahik
BAZNAS Tulungagung Gelar "Lebaran Yatim" Bersama Pemkab, Kemenag, dan BAZNAS Jatim: Wujud Nyata Kepedulian untuk Anak Yatim dan Pemberdayaan Mustahik
Tulungagung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, serta BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan “Lebaran Yatim” dalam rangka memeriahkan bulan Muharram 1447 H. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penyerahan berbagai bantuan pemberdayaan dari BAZNAS kepada masyarakat Tulungagung, dan diselenggarakan secara khidmat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Jumat (25/7/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., beserta jajaran, perwakilan Kemenag Tulungagung, para Kepala OPD, camat se-Kabupaten Tulungagung, tokoh agama dan masyarakat, serta organisasi perempuan seperti TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, Muslimat NU, Fatayat, dan Aisyiyah. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu mengapresiasi kegiatan yang digagas BAZNAS Tulungagung ini sebagai bentuk nyata kepedulian dan cinta kasih terhadap anak-anak yatim serta kelompok masyarakat rentan. “Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi santunan, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Kami mengapresiasi langkah BAZNAS dan berharap program ini terus berkelanjutan,” ujar Bupati Gatut. Sebanyak 300 anak yatim dari berbagai wilayah di Tulungagung menerima santunan dalam acara ini. Selain itu, BAZNAS Tulungagung juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan pemberdayaan, di antaranya: Rombong usaha dari BAZNAS Jatim untuk 10 penerima Modal usaha rintisan kepada 10 penerima Bedah rumah tidak layak huni dari BAZNAS Jatim untuk 5 penerima dan dari BAZNAS Tulungagung untuk 2 penerima Pinjaman modal usaha tanpa bunga kepada 42 penerima Bantuan pendidikan tingkat SD untuk 70 siswa dan tingkat SMP untuk 45 siswa Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) dari BAZNAS Jatim kepada 13 mahasiswa dan dari BAZNAS Tulungagung kepada 20 mahasiswa Bantuan ternak kambing kepada 14 penerima Bantuan insentif GTT/PTT kepada 35 penerima Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Tulungagung dalam mewujudkan lima program utama yaitu Tulungagung Cerdas, Tulungagung Sehat, Tulungagung Peduli, Tulungagung Taqwa, dan Tulungagung Makmur. “Kami terus berusaha agar dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat bisa berdampak besar. Untuk itu, kami mengajak seluruh warga Kabupaten Tulungagung agar mempercayakan penyaluran zakat dan infaqnya melalui BAZNAS,” ujar Abdul Wachid. “Khususnya kepada jajaran OPD, kami mohon agar dapat lebih maksimal dalam menyalurkan ZIS-nya melalui BAZNAS. Ini bukan hanya kewajiban moral, tapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., mengungkapkan bahwa BAZNAS sebagai lembaga resmi negara memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan memperkuat keadilan sosial melalui distribusi zakat. “Apa yang dilakukan BAZNAS Tulungagung hari ini adalah miniatur dari misi besar zakat: membangun peradaban umat yang berdaya, mandiri, dan bermartabat. Zakat adalah instrumen strategis, bukan hanya untuk membantu, tapi juga memberdayakan,” ungkap Prof. Ali Maschan. Sebagai penutup, acara ini dimeriahkan dengan panggung hiburan dan makan-makan gratis yang menghadirkan aneka jajanan, makanan, dan minuman yang disediakan untuk semua tamu undangan, khususnya anak-anak yatim. Suasana hangat dan penuh kegembiraan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan, yang tidak hanya menyentuh secara sosial tetapi juga membawa kebahagiaan dan senyum bagi para penerima manfaat, terutama anak-anak yatim yang menjadi pusat perhatian dalam peringatan bulan Muharram ini. Acara "Lebaran Yatim" ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim di bulan penuh berkah, tetapi juga menjadi momentum nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat dalam upaya membangun Tulungagung yang lebih inklusif dan sejahtera melalui pengelolaan zakat yang transparan dan berdampak.
BERITA28/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Bantuan Mikro BAZNAS Jadi Penopang Warung Pecel Mak Ti yang Melegenda Sejak 2007
Bantuan Mikro BAZNAS Jadi Penopang Warung Pecel Mak Ti yang Melegenda Sejak 2007
Tulungagung – Di balik aroma sedap nasi pecel yang menguar dari sebuah warung sederhana di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang tak pernah lelah menata hari demi hari lewat usaha kuliner rumahan. Warung Sego Pecel Mak Ti, yang sudah berdiri sejak 2007, menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan semangat, meski dalam skala kecil, bisa memberi dampak besar bagi lingkungan sekitar. Dikelola oleh Ibu Sutini bersama suami dan anaknya, warung ini buka setiap pagi hingga siang hari, mulai pukul 07.00 hingga 12.00. Menyajikan menu tradisional khas Jawa Timur seperti nasi pecel, nasi campur, dan bubur dengan harga terjangkau mulai dari Rp8.000 sampai Rp18.000, warung ini menjadi tempat favorit warga setempat untuk mengisi energi di pagi dan siang hari. Menariknya, pemasaran warung Mak Ti masih mengandalkan cara-cara tradisional: menjajakan makanan langsung di warung, berkeliling desa, hingga rutin ikut kegiatan Car Free Day (CFD) di pusat kota Tulungagung. Strategi sederhana ini justru berdampak besar. Penjualan saat di CFD bahkan bisa menghasilkan pendapatan kotor harian lebih dari Rp700.000, meningkat signifikan dibanding hari biasa yang berkisar Rp400.000–Rp600.000. Dari hasil tersebut, Ibu Sutini bisa membawa pulang pendapatan bersih sekitar Rp150.000 hingga Rp250.000 per hari. Warung ini tak hanya mengandalkan pelanggan baru, namun juga memiliki pelanggan setia yang rutin menikmati cita rasa khas Mak Ti setiap harinya. Demi menjaga kualitas, setiap sore Ibu Sutini tetap konsisten berbelanja bahan baku segar dari toko sayur lokal. Titik penting dalam perjalanan warung ini terjadi pada Maret 2025. Saat itu, Ibu Sutini mendapat bantuan pembiayaan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp3.000.000. Bantuan ini diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebagai bentuk dukungan ringan namun bermakna untuk usaha kecil yang punya potensi tumbuh dan bertahan. Dana tersebut tidak digunakan untuk hal muluk, melainkan untuk kebutuhan mendesak dan fungsional: pembelian bahan baku dan perlengkapan pendukung warung seperti kursi, dan kompor. Meski tampak sederhana, dukungan ini mampu memperbaiki kualitas pelayanan warung dan menambah kenyamanan pelanggan. Bantuan dari BMD memang bukan bantuan utama yang mengubah segalanya, tapi hadir sebagai penopang penting bagi pelaku usaha mikro seperti Ibu Sutini agar bisa terus berjalan dan berkembang. Bukan sekadar pinjaman, melainkan dorongan kecil yang memperkuat langkah usaha lokal dalam menghadapi tantangan zaman. Meski saat ini warung Mak Ti belum memiliki layanan pesan antar, harapan tetap menyala. Ibu Sutini ingin usahanya terus bertumbuh dan menjangkau lebih banyak pelanggan di masa mendatang. Dengan ketekunan dan sedikit dukungan, warung pecel rumahan ini memberi pelajaran bahwa keberhasilan tak selalu datang dari hal besar, tetapi justru dari konsistensi kecil yang dijaga setiap hari dan dari keberpihakan nyata lembaga seperti BAZNAS terhadap pelaku usaha akar rumput.
BERITA24/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Menuju Mimpi Jadi Sarjana! 25 Finalis Beasiswa SKSS Jalani Wawancara Penentuan
Menuju Mimpi Jadi Sarjana! 25 Finalis Beasiswa SKSS Jalani Wawancara Penentuan
Tulungagung – Seleksi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) BAZNAS Kabupaten Tulungagung memasuki babak penentu. Sebanyak 25 peserta terbaik yang sebelumnya lolos dari tahapan tes tulis, kini menghadapi tantangan baru: tes wawancara mendalam yang digelar pada Rabu (23/07/2025) di Kantor BAZNAS Tulungagung. Tes ini menjadi tahap krusial dalam menyaring calon penerima beasiswa SKSS yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam hal integritas, spiritualitas, nasionalisme, dan kepedulian sosial. Dalam proses wawancara ini, peserta ditanya berbagai hal mendalam mulai dari: Ke-BAZNAS-an: sejauh mana mereka mengenal peran dan misi BAZNAS serta kepedulian mereka terhadap pengelolaan zakat. Kebangsaan: komitmen terhadap Pancasila, toleransi, serta semangat menjaga persatuan di tengah keberagaman. Sosial Akademik: motivasi kuliah, visi ke depan, dan rencana kontribusi terhadap keluarga dan masyarakat. Keagamaan: akhlak, ibadah, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., yang turut serta menjadi pewawancara utama, menegaskan bahwa beasiswa ini adalah bagian dari ikhtiar membentuk generasi unggul dari kalangan keluarga mustahik. “Kami ingin memastikan bahwa calon penerima tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki wawasan kebangsaan, keagamaan, serta semangat sosial yang tinggi. Beasiswa ini bukan hanya tentang bantuan dana pendidikan, tapi juga investasi sosial bagi masa depan bangsa,” ungkap Abdul Wachid. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, yang datang dari berbagai kecamatan di Tulungagung dengan semangat tinggi dan harapan besar. Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Tulungagung, M. Fathul Manan, M.Pd., turut memberikan pernyataan bahwa proses seleksi ini dilakukan secara objektif dan profesional. “Kami ingin beasiswa SKSS ini benar-benar tepat sasaran. Proses seleksi berlapis kami lakukan agar benar-benar didapatkan generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi keluarganya dan masyarakat sekitar. Tes ini bukan sekadar formalitas, tapi penentu masa depan mereka,” ujarnya. Beasiswa SKSS sendiri merupakan program unggulan BAZNAS yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan menghadirkan minimal satu sarjana di setiap keluarga mustahik, BAZNAS berharap masa depan lebih cerah bagi generasi mendatang.
BERITA23/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Menjalani Hidup Sendiri, Mbah Suti Dapat Bantuan Biaya Hidup dari BAZNAS
Menjalani Hidup Sendiri, Mbah Suti Dapat Bantuan Biaya Hidup dari BAZNAS
Tulungagung - Di tengah gegap gempita kehidupan modern, masih ada sosok sederhana yang menjadi teladan dalam ketabahan dan semangat hidup. Dialah Mbah Suti, seorang lansia yang tinggal seorang diri di Dusun Jabon, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman. Meski usia telah menua dan pendengaran mulai melemah, semangat hidupnya tetap menyala. Setiap pagi, Mbah Suti masih tampak berjalan-jalan mengelilingi kampung, bahkan sesekali mengayuh sepeda tuanya, meski langkahnya tak lagi sekuat dulu. Mbah Suti merupakan salah satu penerima program bantuan biaya hidup dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Bantuan tersebut diberikan secara rutin setiap tiga bulan sekali, dengan nominal sebesar Rp900.000 per penerima. “Terima kasih, saya senang sekali... bantuan ini sangat membantu untuk beli makan, obat, dan kebutuhan sehari-hari,” ujar Mbah Suti dengan suara lirih namun penuh ketulusan. Kehadiran tetangga yang penuh kepedulian menjadi penopang penting dalam keseharian Mbah Suti. Mereka rutin membantu dan memastikan kebutuhan dasarnya tetap terpenuhi, dengan berbicara lebih keras dan jelas demi mengatasi keterbatasan pendengarannya. Suasana gotong royong yang masih hidup di Dusun Jabon pun kian terasa. Hukma Sobiya, salah satu petugas BAZNAS Tulungagung yang turut menyerahkan bantuan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kaum dhuafa dan lansia yang membutuhkan. “Bantuan biaya hidup ini memang kami salurkan setiap tiga bulan sekali, dan diperuntukkan bagi para fakir miskin yang benar-benar membutuhkan. Kami berharap, meskipun tidak besar, bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi penguat semangat hidup mereka,” ungkapnya. Kisah Mbah Suti tidak hanya menginspirasi karena keteguhannya, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan gotong royong masih sangat relevan dan dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. BAZNAS Tulungagung terus berkomitmen hadir bagi mereka yang membutuhkan, menjembatani kepedulian umat kepada sesama.
BERITA22/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Langkah Kecil Menuju Usaha yang Lebih Kuat, Warung Kopi Legendaris Pojok Alon-Alon dapat Suntikan Dana dari BAZNAS
Langkah Kecil Menuju Usaha yang Lebih Kuat, Warung Kopi Legendaris Pojok Alon-Alon dapat Suntikan Dana dari BAZNAS
Tulungagung – Di ujung utara Alun-Alun Tulungagung, berdiri sebuah warung kopi sederhana yang sarat cerita. Warung Kopi Pojok, yang berlokasi di Kelurahan Kampung Dalem, Kecamatan Tulungagung, telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat selama lebih dari setengah abad. Kini, di tangan Erlina Dwi Ariani (39), generasi kedua penerus usaha ini, Warung Kopi Pojok tetap bertahan dan terus berkembang dengan karakter khasnya. Setiap hari, warung ini melayani puluhan pelanggan dengan sajian hangat seperti kopi, teh, gorengan, hingga nasi bungkus. Dengan harga ramah kantong, mulai dari Rp4.000 hingga Rp5.000 per sajian. Erlina mampu meraih omzet harian antara Rp600.000 hingga Rp800.000, dengan keuntungan bersih sekitar Rp200.000 hingga Rp400.000. Meski dijalankan sendiri tanpa karyawan, Erlina menjalankan usahanya dengan semangat penuh. “Prinsip saya dalam berwirausaha adalah jujur dan amanah. Yang penting konsumen puas dan tetap percaya,” ungkapnya. Namun, di balik stabilnya usaha ini, Erlina mengakui adanya tantangan, terutama keterbatasan ruang yang tidak mampu menampung jumlah pelanggan yang terus bertambah. "Tempat tidak bisa ditambah, tapi alhamdulillah konsumen semakin ramai. Saya berharap ke depan bisa punya tempat lebih luas agar usaha ini bisa berkembang lebih baik," ujarnya. Momentum baru datang pada 29 Juni 2025, ketika Warung Kopi Pojok mendapatkan suntikan pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung sebesar Rp2.000.000. Pembiayaan ini bersifat tanpa bunga dan tanpa jaminan, diberikan untuk mendukung pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usahanya secara bertahap. Dana tersebut Erlina gunakan untuk membeli perlengkapan tambahan seperti panci, ceret, dan gentong, yang akan menunjang aktivitas harian warung. Meski nilainya tidak besar, bantuan ini menjadi bentuk kepercayaan dan dukungan moral bagi pelaku UMKM seperti Erlina. Program pembiayaan ini memang tidak dimaksudkan sebagai modal utama, melainkan sebagai dorongan yang dapat memperkuat langkah usaha kecil agar lebih stabil dan berdaya. Dengan pengelolaan yang disiplin dan bertanggung jawab, bantuan ini diharapkan dapat memberi dampak nyata, meski secara bertahap. Warung Kopi Pojok kini bukan hanya menjadi tempat menikmati sajian sederhana, tapi juga lambang ketekunan dan keberlanjutan usaha keluarga. Di tangan Erlina, warung ini tumbuh menjadi inspirasi bagi pelaku usaha mikro lainnya, bahwa dengan kejujuran, konsistensi, dan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa terus bertahan dan berkembang.
BERITA22/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS dan Dinas Kesehatan Tulungagung Gelar Operasi Katarak Gratis, Wujud Nyata Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat
BAZNAS dan Dinas Kesehatan Tulungagung Gelar Operasi Katarak Gratis, Wujud Nyata Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat
Tulungagung — Sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung program kesehatan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan bakti sosial operasi mata katarak secara gratis pada Sabtu (19/7/2025). Kegiatan kemanusiaan ini dilangsungkan di RSUD Campurdarat dr. Karneni, di bawah kepemimpinan Direktur dr. Rio Ardona, MMRS, serta didukung oleh tim dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Malang Raya. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., yang menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu berharap kegiatan ini dapat membawa harapan baru bagi para penderita katarak. “Kami berharap, dengan operasi ini, para pasien bisa kembali melihat dunia dengan jelas, hidup lebih mandiri, dan produktif. Saya juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dan tidak ragu untuk memeriksakan diri,” ujarnya. Dalam kegiatan ini, sebanyak 85 warga telah terdaftar sebagai calon penerima layanan operasi katarak gratis. Namun, berdasarkan hasil skrining medis, hanya 60 orang yang dinyatakan lolos untuk menjalani operasi. Direktur RSUD Campurdarat dr. Rio Ardona menjelaskan bahwa 25 orang lainnya belum bisa dioperasi karena mengalami kondisi penyulit seperti hipertensi, kadar gula darah tinggi, dan diabetes. “Pasien yang tidak lolos akan diintervensi terlebih dahulu agar kondisinya membaik. Jika kondisinya sudah memungkinkan, mereka akan dioperasi.,” terang dr. Rio. Ia juga menambahkan bahwa faktor usia masih menjadi pemicu utama terjadinya katarak. Hal ini senada dengan pernyataan Bupati Gatut Sunu yang menyebutkan bahwa katarak masih menjadi penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia, mencakup sekitar 70–80 persen dari total kasus kebutaan. Oleh sebab itu, penanganan dini dan kemudahan akses layanan operasi yang aman menjadi sangat penting. Plt. Ketua BAZNAS Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menyampaikan komitmen kuat pihaknya dalam mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul. “Kolaborasi lintas sektor seperti ini adalah kunci utama dalam mewujudkan SDM unggul dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. BAZNAS Tulungagung mendukung penuh program-program kesehatan seperti ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, terutama kalangan dhuafa,” ujarnya. Kegiatan bakti sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama antara pemerintah daerah, lembaga layanan zakat, dan tenaga medis dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat. Harapannya, inisiatif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di masa mendatang.
BERITA21/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
34 Mahasiswa Ikuti Tes Tulis Beasiswa BAZNAS, Seleksi Diperketat untuk Pastikan Tepat Sasaran
34 Mahasiswa Ikuti Tes Tulis Beasiswa BAZNAS, Seleksi Diperketat untuk Pastikan Tepat Sasaran
Tulungagung – Sebanyak 34 mahasiswa baru dari lima perguruan tinggi mengikuti seleksi tes tulis program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Kegiatan digelar di Kampus STAI Diponegoro, Kamis (17/7/2025). Ketua Panitia Ahmad Asrofi, M.E. menegaskan, seleksi tes tulis tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 45 peserta. “Dari 52 pendaftar, hanya 34 peserta yang lolos tahap seleksi administrasi dan survei kondisi sosial ekonomi keluarga,” jelasnya. Seleksi beasiswa SKSS dilakukan melalui mekanisme seleksi berlapis, dimulai dari tahap seleksi administrasi dan survey ke lapangan untuk memastikan tingkat kondisi ekonomi keluarga, dilanjutkan dengan tes tulis, dan diakhiri dengan tes wawancara. Tes tulis ini bertujuan untuk menilai potensi akademik peserta, sedangkan wawancara digunakan untuk mendalami motivasi, karakter, serta memastikan kesesuaian dengan kriteria penerima beasiswa. “Beasiswa ini memang kami fokuskan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dan salah satu syaratnya adalah tidak ada anggota keluarga yang sudah menyandang gelar sarjana,” tegas Asrofi. Melalui sistem seleksi ketat ini, BAZNAS berupaya memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan. Tidak hanya dari sisi ekonomi, karakter dan semangat belajar juga menjadi pertimbangan dalam penilaian. Program beasiswa ini telah berjalan secara konsisten setiap tahun dan menjadi harapan besar bagi banyak mahasiswa untuk dapat melanjutkan pendidikan tanpa beban biaya yang berat. Nilai beasiswa yang diberikan setiap tahunnya tetap sama, yakni Rp2 juta per semester untuk setiap penerima. “Walaupun jumlah peserta menurun, kualitas tetap kami jaga. Kami ingin memastikan bahwa penerima beasiswa ini adalah mereka yang benar-benar berjuang,” pungkasnya. Dengan proses seleksi yang lebih ketat, BAZNAS berharap program ini terus memberikan dampak bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
BERITA18/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
BAZNAS Tulungagung Hadiri Ikrar Wakaf Serentak: Dorong Percepatan Legalitas Tanah
BAZNAS Tulungagung Hadiri Ikrar Wakaf Serentak: Dorong Percepatan Legalitas Tanah
Tulungagung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menghadiri dan mendukung penuh kegiatan Ikrar Wakaf Serentak yang digelar pada Kamis (17/07), oleh Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan ikrar wakaf di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Sebanyak 68 bidang tanah wakaf dari 19 kecamatan secara resmi diikrarkan oleh para wakif melalui Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing. Kecamatan Sendang menjadi penyumbang terbanyak dengan 10 bidang wakaf, menjadikan momen ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat kepastian hukum dan perlindungan terhadap aset wakaf umat. Kepala Kemenag Kabupaten Tulungagung, H. M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi antusiasme dan kolaborasi semua pihak yang terlibat. “Kami sangat mengapresiasi semangat seluruh pihak, mulai dari wakif, nadzir, KUA, hingga mitra strategis seperti BPN dan BAZNAS, atas terwujudnya ikrar wakaf massal ini. Ini menjadi bukti bahwa kesadaran wakaf di masyarakat semakin meningkat,” ujarnya. Meski secara struktural BAZNAS bukan lembaga nadzir wakaf, namun memiliki peran penting dalam mendorong, memfasilitasi, dan mengadvokasi percepatan ikrar serta legalisasi tanah wakaf. Hal ini karena wakaf, bersama dengan zakat, infak, dan sedekah, merupakan bagian dari instrumen keuangan sosial Islam yang berfungsi menopang kesejahteraan dan pemberdayaan umat. Plt. Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP, menegaskan komitmen BAZNAS dalam mendukung ekosistem wakaf. “Wakaf bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga investasi sosial jangka panjang. Dengan ikrar wakaf yang sah dan tercatat, kita sedang membangun pondasi kebaikan yang manfaatnya akan terus mengalir. BAZNAS siap menjadi mitra strategis dalam mendorong penguatan sistem wakaf di masyarakat,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para nadzir dan wakif semakin termotivasi untuk menuntaskan proses administrasi wakaf secara sah, demi kebermanfaatan yang lebih luas dan berkelanjutan.
BERITA17/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tulungagung.

Lihat Daftar Rekening →